cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Keberlanjutan Dimensi Ekonomi, Teknologi Infrastruktur, dan Hukum Kelembagaan untuk Evaluasi Pengembangan Kuda Sandelwood di Kabupaten Sumba Barat Daya M. D. S. Randu; B. Hartono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.50-59

Abstract

Kuda Sandelwood merupakan sumberdaya genetik rumpun kuda lokal Indonesia yang dikembangkan dan memiliki peran strategis di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kondisi faktual pengembangan kuda Sandelwood saat ini menunjukkan permasalahan berkaitan permintaan, pemanfaatan, dan manajemen di tingkat peternak. Kondisi tersebut apabila tidak ditangani dikhawatirkan mempengaruhi dari sisi keberlanjutan. Penelitian bertujuan menganalisis(1) indeks dan status keberlanjutan pengembangan kuda Sandelwood di Kabupaten Sumba Barat Daya berdasarkan tinjauan dimensi ekonomi, teknologi-infrastruktur, dan hukum-kelembagaan, serta(2) atribut sensitif yang mempengaruhi keberlanjutan pengembangan kuda Sandelwood di Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian menggunakan metode analisis Multi Dimensional Scalling (MDS) yang disebut Rap-horse dan hasilnya dinyatakan dalam bentuk indeks maupun status keberlanjutan. Analisis Leverage dan Monte Carlo digunakan untuk mengetahui faktor sensitif yang mempengaruhi indeks dan status keberlanjutan maupun pengaruh galat dalam analisis Rap-horse. Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks dimensi ekonomi (33,08%), teknologi-infrastruktur (39,40%), dan hukum-kelembagaan (36,28%) berada pada status kurang berkelanjutan. Dari 29 atribut yang dianalisis, 13 atribut sensitif berpengaruh terhadap peningkatan indeks maupun status keberlanjutan dengan tingkat kesalahan yang rendah pada taraf kepercayaan 95%. Untuk mengoptimalkan pengembangan kuda Sandelwood yang berkelanjutan, perlu dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap 4 atribut dimensi ekonomi, 3 atribut dimensi teknologi-infrastruktur, dan 6 atribut dimensi hukum-kelembagaan.
Pengaruh Substitusi Bungkil Kedelai dengan Daun Kelor (M. oleifera) terhadap Profil Darah Merah Kambing Pra -Sapih A. N. Rohmah; F. Wahyono; J. Achmadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.29-36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun kelor (M. oleifera) terhadap total eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit pada kambing pra sapih.   Materi yang digunakan adalah 12 ekor kambing Jawarandu betina umur 2 - 3 bulan dengan bobot badan rata-rata 9,21±1,43 kg. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Pakan perlakuan yang diberikan yaitu T0 (100 % protein bungkil kedelai), T1 (75 % protein bungkil kedelai + 25 % protein tepung daun kelor), dan T2 (75 % protein bungkil kedelai + 25 % protein tepung daun kelor). Ketiga ransum mempunyai kandungan PK ± 20 % dan TDN ± 70 %.  Data dianalisis dengan ANOVA apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun kelor tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, pertumbuhan bobot badan, total eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit. Sebagai kesimpulan daun kelor dapat menggantikan protein bungkil kedelai sampai pada taraf 75 % dalam ransum.
Pengaruh Perbedaan Aras Aspergillus Niger dan Lama Peram terhadap Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Fermentasi Kelobot Jagung Amoniasi secara In Vitro M. Ahmad; B.I.M. Tampoebolon; A. Subrata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.1-6

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan antara aras Aspergillus niger (A. niger)dan lama peram dalam fermentasi kelobot jagung amoniasi terhadap kecernaan protein kasar (KcPK) dan kecernaan serat kasar (KcSK). Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 3, dengan perlakuan aras A. niger (0, 2.5 dan 5% BK) sebagai faktor pertama dan lama peram (0, 7 dan 14hari) sebagai faktor kedua dan diulang sebanyak 3 kali untuk setiap perlakuan. Parameter yang diamati adalah KcPK dan KcSK. Materi yang digunakan yaitu kelobot jagung, urea, kapang A. nigerdan cairan rumen sapi. Metode yang dilakukan yaitu melakukan amoniasi kelobot jagung dengan kadar amonia 6% pada suhu 60ºC selama 4 hari, kemudian dilanjutkan proses fermentasi, setelah itu dilakukan uji kecernaan in vitro menurut metode Tilley dan Terry (1963) serta uji protein kasar dan serat kasar menurut AOAC (2005).Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan jika hasilnya signifikan maka dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara aras A. nigerdan lama peram ada interaksi nyata (p<0,05) meningkatkan KcPK dan KcSK. Perlakuan aras A. niger5% dengan lama peram 14 hari menghasilkan kecernaan yang terbaik ditinjau dari nilai KcPK 63,07% dan KcSK 54,39%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi perlakuan antara aras A. nigerdan lama peram dapat meningkatkan KcPK dan KcSK kelobot jagung fermentasi. 
Survey Pemanfaatan Medicinal Herbs untuk Peningkatan Produktivitas dan Kesehatan Ternak Ruminansia di Bengkulu T. Suteky; Dwatmadji Dwatmadji; E. Soetrisno
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.18-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan tanaman obat lokal yang dipergunakan untuk peningkatan produktivitas dan kesehatan ternak ruminansia di Bengkulu. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 75 petani di Bengkulu, semi stuktur quisioner dipergunakan sebagai pedoman untuk bertanya seperti nama tanaman yang dipergunakan, bagian yang dimanfaatkan, cara penggunaannya, dan termasuk bahan lain yang ditambahkan. Setiap tumbuhan yang disebut oleh responden dicatat nama lokal untuk identifikasi nama ilmiahnya. Pada penelitian ini studi literatur dipergunakan untuk mengetahui nama ilmiah/latin dan untuk mengetahui kandungan fitokimianya. Data dianalisis secara deskripstif. Hasil penelitian menunjukkan tercatat ada 33 medicinal herbs yang dipakai oleh petani peternak, tanaman tersebut masuk dalam 16 genus dan 14 famili. Medicinal herbs dari famili Zingiberaceae yang terdiri dari 7 species merupakan tanaman yang paling banyak dimanfaatkan, sedangkan 13 famili yang lain diwakili 1 species setiap familinya. Curcuma longa Linn dan Curcuma domestica merupakan medicinal herbs yang paling banyak dipergunakan untuk meningkatkan nafsu makan, mencegah penyakit, bloat, infestasi parasit internal, dan luka. Pemberian tanaman obat secara per oral merupakan metode yang paling banyak dipergunakan diikuti dengan cara topikal. Nama ilmiah dan komponen fitokimia dipelajari berdasarkan studi literatur. Medicinal herbs yang dipergunakan oleh petani peternak kebanyakan merupakan kitchen herbs dengan demikian tanaman ini relatif aman untuk ternak ruminansia.
Peranan Pompa Proton pada Pertumbuhan Escherichia coli di Lingkungan pH Alkali M. Yusuf; H. Kurniawan; A. B. R. Pahlevi; Anton Anton; C. Budiman; I. I. Arief
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.84-90

Abstract

Pompa proton, yang dapat diaktifkan oleh senyawa gula, diketahui terlibat dalam adaptasi pH rendah di berbagai bakteri. Kami telah mengkonfirmasi sebelumnya bahwa E. coli juga dikenal menggunakan pompa untuk adaptasinya pada pH rendah. Namun demikian, masih harus dikonfirmasi apakah pertumbuhan E. coli pada pH basa juga melibatkan mekanisme yang sama, dimana pompa terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan E. coli dalam media Luria-Bertani (LB) pada pH basa dan berbagai konsentrasi glukosa sebagai aktivator untuk pompa proton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap pola faktorial, dimana bakteri ditanam dalam kaldu Luria-Bertani (LB) dengan kondisi yang berbeda. Kurva pertumbuhan diukur menggunakan absorbansi UV-vis pada 600 nm dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH pada media sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan bakteri E. coli. Secara umum, E. coli yang ditanam di media dengan pH 12 membutuhkan fase lag yang lebih lama dibandingkan dengan E. coli yang ditanam di media dengan pH 7. Penambahan glukosa pada konsentrasi 5% mampu meningkatkan laju pertumbuhan E. coli di kedua media dengan pH 7 dan 12. Kesimpulan dari penelitian ini adalah stres lingkungan karena peningkatan pH media dapat memperlambat laju pertumbuhan bakteri E. coli, dimana penambahan 5% glukosa dapat membantu meningkatkan tingkat pertumbuhan E. coli. Secara keseluruhan, glukosa ditemukan tidak memiliki efek serius pada pertumbuhan E. coli pada pH basa yang menunjukkan bahwa keterlibatan pompa proton untuk adaptasi pada pH basa adalah minimum.
Tampilan Vulva Sapi Perah yang Disinkronisasi dengan Hormon Prostaglandin pada Umur yang Berbeda F. A. Akbar; D. Samsudewa; Y. S. Ondho
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.1.91-97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tampilan vulva saat berahi sapi perah pada umur yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 32 ekor sapi perah yang minimal satu kali bunting dan berhasil partus dengan umur 2 tahun (n = 2), 3 tahun (n = 18), 4 tahun (n = 8) dan 5 tahun (n = 4). Sapi perah disinkronisasi menggunakan hormon Prostaglandin F2? sebanyak 50 mg/ekor. Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang dan lebar vulva sebagai data kebengkakan dan termometer klinis digunakan untuk mengukur suhu vulva serta penilaian skoring pada pengamatan warna vulva. Pengambilan data dilakukan pada jam ke 48, 72, 78, 84 , 90, 120, 144 dan 408 setelah ternak diberikan perlakuan injeksi hormon. Data yang diperoleh dianalisis secara non parametrik menggunakan Kruskal-Wallis H-Test, jika ada efek yang signifikan kemudian diuji lanjut menggunakan Mann-Whitney U Test dengan Statistical Package for the Social Science (SPSS) 21. Hasil analisis statistik terhadap kebengkakan vulva terdapat perbedaan pada pengamatan jam ke 120 (P<0,05., ?2 = 9,943) dan suhu vulva terdapat perbedaan pada pengamatan jam ke 84 (P<0,05., ?2 = 8,37). Namun, pada warna vulva tidak terdapat perbedaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan perubahan tampilan vulva dari masing-masing umur yang diamati.
Fermentabilitas Ransum yang Mengandung Ampas Bir dalam Cairan Rumen (In Vitro) F. A. Wandra; A. K. Pranowo; I. Hernaman; U. H. Tanuwiria; B. Ayuningsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.227-235

Abstract

Evaluasi in vitro dilakukan untuk mengetahui fermentabilitas ransum yang mengandung ampas bir dalam cairan rumen (in vitro). Penelitan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan terdiri atas ransum yang mengandung 0, 7, 14, 21, dan 28% ampas bir. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Duncan.  Hasil menunjukan bahwa ransum yang mengandung ampas bir sampai 28% tidak mempengaruhi populasi bakteri dan protozoa rumen, namun berdampak menurunkan (P<0,05) konsentrasi N-NH3 dan VFA seiring dengan jumlah ampas bir yang tinggi. Populasi bakteri dan protozoa masing-masing berjumlah 1,45-2,04 1011sel/mL dan 7,75-12,60 107 sel/mL. Penurunan konsentrasi N-NH3 yang nyata (P<0,05) dimulai pada perlakuan penggunaan 21% ampas bir, sedangkan pada VFA terjadi pada perlakuan penggunaan 7% ampas bir.  Kesimpulan, Penggunaan ampas bir yang tinggi dapat mempengaruhi fermentabilitas ransum dan menghasilkan produk fermentasi yang rendah.
Pengaruh Penggunaan Tempe Dedak dan Tape Dedak terhadap Performa Ayam Broiler S. Fatimah; U. Santoso; Y. Fenita; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.124-131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tempe dedak dan tape dedak terhadap performa ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 120 ekor ayam broiler berumur 21 hari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0: pakan mengandung 5% dedak; P1: pakan mengandung 14% tempe dedak; P2: pakan mengandung 20% tempe dedak; P3: pakan mengandung 14% tape dedak; P4: pakan mengandung tape dedak 20% tape dedak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam fitat tempe dedak, tape dedk dan pada dedak masing-masing sebesar 3,12%, 3,09% dan 6,72%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, berat badan, pertambahan berat badan, dan konversi pakan. Dapat disimpulkan bahwa tempe dedak dan tape dedak dapat diberikan sampai dengan 20% tanpa menurunkan performa ayam broiler.
Model Estimasi Suhu Kritis Atas pada Sapi Perah Dara Berdasarkan Manajemen Pakan D. Suherman; B.P. Purwanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.200-211

Abstract

A research was conducted in Jakarta and Bogor and during January 2014 until February 2014. The objective of research were to measure effects of critical temperature (air temperature and humidity) on indicate physiological responses for critical temperature of Fries Holland Heifer.They were fed twice daily with grass and concentrate. Six dairy heifers were used in the research. The Indicate physiological responses were heart rate and respiration frequency  for 14 days. The results show that critical temperature on physiogical responses were significantly better on cattle for ANN which for critical temperature in Jakarta and Bogor that with the same and significantly better too on cattle which respiration frequency and heart rate in Jakarta and Bogor.
Antibacterial Potency of Pleurotus ostreatus Extract From Fruiting Body and its Solid Substrate on Staphyllococcus aureus I. Badarina; D. Evvyernie; E. N. Herliyana; L. K. Darusman; T. Toharmat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.2.142-147

Abstract

The objective of this research was to evaluate the antibacterial potency of ethanol extract from fruiting body of  Pleurotus ostreatus and Its solid substrate made from coffee husk and sawdust on the growth of Staphylococcus aureus ATCC 25922.  The extract of Ganoderma lucidum fruiting body and Tetracycline antibiotic paper disk 30µg/disk were used as control.  The samples were extracted by using maceration method in  30% ethanol solution.  The extracts were diluted with sterile distilled water to concentration 500, 1000, and 5000ppm.  The result showed that the ethanol extracts from fruiting body  of  Pleurotus ostreatus and Ganoderma lucidum and the extracts of coffee husk and sawdust substrate fermented by Pleurotus ostreatus could inhibit the growth of bacteria for all the concentration. There was a significant difference in diameter of cleared zones between  Tetracycline antibiotic disc 30?g  and the ethanol extracts of the samples (p<0.01).  The diameter of cleared zones among the sample extracts and each dilution concentrations were not a significant difference (p>0.05).  Tetracycline was sensitive to S.aureus ATCC25922, while all the extracts were resistant.   This study confirmed that there were the antibacterial potency of mushroom extracts from the fruiting body and also its solid substrates.