cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengaruh Kemasan Retorted dan Penyimpanan pada Suhu Ruang Terhadap Kualitas Fisik dan Mikrobiologi Sate Ayam E. Triyannanto; A. S. Arizona; Rusman Rusman; E. Suryanto; R. O. Sujarwanta; Jamhari Jamhari; I. Widyastuti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.265-272

Abstract

Sate ayam merupakan produk olahan daging tradisional yang diminati masyarakat luas namun memiliki daya simpan yang rendah. Ready-to-eat (RTE) sate ayam diproduksi dengan menggunakan metode sterilisasi pada temperature 121°C selama 45 menit.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bahan pengemas, pengaruh lama penyimpanan produk pada suhu ruang.  Sampel sate ayam dikemas dengan kemasan polyethylene dan retort pouch. Masing-masing sampel diuji pada minggu 0, 2, 4, 6, dan 8. Parameter yang diamati adalah kualitas fisik (pH, daya ikat air -DIA, dan keempukan) and TPC (Total Plate Count). Data kualitas fisik dan mikrobiologi dianalisis dengan rancangan acak lengkap pola faktorial. Perbedaan rerata diuji dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test. Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Hasil analisis statistik terhadap kualitas fisik dan mikrobiologi menunjukkan bahwa perlakuan masa simpan pada suhu ruang memberikan pengaruh nyata pada nilai rata-rata (P<0,05) kualitas fisik (meningkatkan nilai pH, menurunkan DIA, dan meningkatkan kealotan selama penyimpanan). Selain itu, pengemasan retorted dapat mempertahankan jumlah bakteri dibawah SNI sampai dengan 8 minggu penyimpanan, sedangkan pengemasan polyethylene hanya sampai dengan 2 minggu penyimpanan.  Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perbedaan bahan pengemas dan lama penyimpanan pada suhu ruang memberikan pengaruh yang nyata terhadap kualitas dari sate ayam.
Rumput Laut (Ulva lactuca) sebagai Pakan Substitusi Sapi Bali Sapihan di Musim Kemarau dengan Level Energi yang Berbeda Ulu, H. N.; Jelantik, I. G. N.; Sutedjo, H.; Sudarma, I M. A.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.17-25

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui kualitas dan pengaruh rumput laut (Ulva lactuca) sebagai pakan substitusi untuk sapi Bali sapihan di musim kemarau dengan level energi yang berbeda. Penelitian dilakukan dua tahap yaitu perlakuan in vitro untuk mengetahui level ideal pemberian tepung U. lactuca dengan perlakuan RA = hay rumput alam; RAK = RA+konsentrat; RAKU5 =RAK+U. lactuca 5%; RAKU10= RAK+U. lactuca 10%; RAKU15= RAK+U. lactuca 15%; RAKU20= RAK+U. lactuca 20%. Tahap kedua menggunakan rancangan Bujur Sangkar Latin dengan perlakuan R1 = EM 7,3 MJ, R2 = EM 8 MJ dan R3 = EM 8,7 MJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level ideal pemberian yang dapat digunakan adalah 15% dengan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi yaitu 77,79 dan 78,56%.  Tahap kedua yaitu pemberian tepung U. lactuca sebanyak 15% dari total ransum dengan level energy yang berbeda untuk sembilan ekor sapi Bali sapihan dengan tujuan mengetahui tingkat konsumsi dan kecernaan dengan perlakuan EM R1= 7,3 MJ; R= 8 MJ; dan R3= 8,7 MJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung U. lactuca sebanyak 15% tidak memberikan pengaruh negatif terhadap konsumsi dan kecernaan. Hasil sidik ragam menunjukkan ransum dengan energi 8 MJ memiliki konsumsi dan kecernaan yang sama dengan energi 8,7 MJ namun lebih tinggi dibandingkan dengan ransum  berenergi 7,3 MJ.
Pengaruh Tarum (Indigofera zollingeriana) dalam Pengencer Semen terhadap Viabilitas dan Tudung Akrosom Utuh Pada Spermatozoa Kambing Peranakan Ettawa P. Cahyani; Y.S. Ondho; D. Samsudewa
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.259-264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer tarum (Indigofera zollingeriana) dalam pengencer semen terhadap viabilitas dan tudung akrosom utuh semen kambing Peranakan Ettawa. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semen segar pejantan kambing Peranakan Ettawa (PE) sebanyak 5 ekor yang berumur 2-4 tahun dengan bobot badan 74-92 kg. Komponen Bahan pengencer yang dipergunakan adalah pengencer semen dan larutan tarum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penambahan larutan tarum dalam pengencer semen tidak mempengaruhi viabilitas dan tudung akrosom utuh semen kambing Peranakan Ettawa (P>0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah empat perlakuan yang diujicobakan memiliki kemampuan yang sama dalam mempertahankan viabilitas dan tudung akrosom utuh  spermatozoa kambing Peranakan Ettawa.
Pengaruh Penggunaan Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) dalam Konsentrat dengan Level Berbeda terhadap Produksi Susu Kambing Nubian Dwiyana, T.; Akbarillah, T.; Hidayat, Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.8-16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) dalam Konsentrat dengan Level Berbeda terhadap Produksi Susu Kambing Nubian, dengan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) 3 ulangan, 3 perlakuan, dan 3 periode. Perlakuan P0 = hijauan + konsentrat tanpa ampas kelapa, P1 = hijauan + konsentrat dengan 3,55% ampas kelapa, P2 = hijauan + konsentrat dengan 6,85% ampas kelapa. Perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi hijauan segar, BK hijauan, PK hijauan, SK hijauan, air minum dan pertambahan bobot badan. Perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi PK konsentrat, PK total, BK total, SK total yaitu menurunkan konsumsi; dan berpengaruh nyata (P<0,05) pada konsumsi konsentrat segar, BK konsentrat, SK konsentrat yaitu menurunkan konsumsi dan produksi susu. Konsumsi PK konsentrat tertinggi pada P0 yaitu 153,63 g/ekor/hari dan terendah pada P2 yaitu 56,07 g/ekor/hari. Konsumsi BK konsentrat tertinggi pada P0 yaitu 828,43 g/ekor/hari dan terendah pada P2 yaitu 382,3 g/ekor/hari. Konsumsi SK konsentrat tertinggi pada P0 yaitu, 142,47 g/ekor/hari dan terendah pada P2 yaitu 53,82 g/ekor/hari. Hasil penelitian dapat disimpulkan Penggunaan ampas kelapa dalam konsentrat menurunkan konsumsi (konsentrat, bahan kering, serat kasar dan protein kasar konsentrat). Pemberian 3,55% ampas kelapa, masih memberikan hasil yang baik pada produksi susu kambing Nubian pada P0, P1, P2 secara berurutan yaitu 1415,24 ml/ekor/hari, 1325,24 ml/ekor/hari dan  1127,86 ml/ekor/hari.
Pertumbuhan Kuantitatif Anakan Murai Batu Hingga Fase Ranggas Bulu Pertama H. D. Putranto; B. Brata; Y. Yumiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.414-419

Abstract

Murai batu (Copsychus malabaricus) telah menjadi salah satu pilihan penghobi burung di Indonesia sejak dua puluh tahun terakhir, termasuk di Kota Bengkulu. Para penghobi burung telah mulai melakukan beberapa langkah konservasi biologi antara lain dengan melakukan upaya penetasan dan pemeliharaan anakan. Anakan murai batu dikenal cukup sulit untuk dipelihara dan akan mudah mati apabila dipisahkan dari induknya, sehingga sampai saat ini belum banyak diketahui tentang ukuran morfometriknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi data fundamental pertumbuhan kuantitatif badan, sayap dan kaki anakan burung murai batu kelamin campuran selama pemeliharaan ex situ mulai umur 30 hari hingga fase ranggas bulu pertama. Koleksi data dilakukan dengan metode observasi dan pengukuran panjang badan, panjang sayap dan panjang kaki setiap minggu. Data kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang badan anakan murai batu kelamin campuran bervariasi antara 44,9 mm sampai 52,2  mm dengan rata-rata 49,56 mm/ekor, panjang sayap antara 100,4  mm sampai 115,5  mm dengan rata-rata 107,25 mm/ekor, dan panjang kaki antara 50,2  mm sampai 53,2 mm dengan rata-rata 51,45 mm/ekor. Dapat disimpulkan bahwa terjadi pertambahan ukuran kuantitatif (panjang badan, panjang sayap dan panjang kaki) anakan murai batu hingga fase ranggas bulu pertama.
Pemanfaatan Sinbiotik Ekstrak Inulin Umbi Gembili dengan Lactobacillus plantarum terhadap Kualitas Interior Telur Itik Pengging R. Aprilia; L. D. Mahfudz; D. Sunarti; S. Kismiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.186-193

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan sinbiotik ekstrak inulin umbi gembili (EIUG) dengan lactobacillus plantarum terhadap kualitas interior telur itik Pengging. Materi yang digunakan  100 ekor itik Pengging betina tua berumur 75 minggu bobot badan rata-rata 1.467  90,86 g. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan adalah T0 = pakan kontrol, T1 = pakan kontrol + sinbiotik 1,0% = 1,5 ml/150 g ransum, T2 = pakan kontrol + sinbiotik 1,5 % = 2,25 ml/150 g ransum, T3 = pakan kontrol + sinbiotik 2,0 % = 3 ml/150 g ransum. Parameter yang diamati indeks kuning telur, haugh unit, warna kuning telur dan pH putih telur. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji F. Hasil penelitian menunjukkan penambahan sinbiotik tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kualitas interior telur meliputi, indeks kuning telur, haugh unit, warna kuning telur dan pH putih telur. Kesimpulan penelitian ini adalah pemanfaatan sinbiotik dari EIUG dengan bakteri Lactobaillus plantarum sampai level 2% = 3 ml/150 g ransum tidak efektif, karena  ternak itik Pengging umurnya sudah tua sehingga tidak mampu meningkatkan Indeks Kuning Telur, Haugh Unit, Warna Kuning Telur dan pH putih telur.
The Roles of Additive Effect between Swine Keeping Systems and Agro-Ecological Zones in Production and Socioeconomic Traits D. A. Iyai; M. Sagrim; S. Pakage; A. G. Murwanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.242-250

Abstract

The aim of this research was to characterize swine farming system performances tethered under different agro-ecological zones in Papua. The field study was done in Manokwari regency and involved six districts, i.e. Nothern Manokwari district, Eastern Manokari District, Western Manokwari district, Warmare district, Prafi district and Masni district. Respondents chosen were guided by local extensions, originated from 15 villages. Participatory situation analysis (PSA) was employed to approach swine farmers by using questionnaire. Swine body weights of swinelets and growers were weighed except for mature swine, body lengths and hearth girths were measured using tape. Herd number, number of swinelets, adult swine were recorded. A one-way analysis of variances was used. All data were entered in Excel and analyzed using SPPS version 10.0.. The findings shown that interaction between education and keeping systems occur on work hours and ages. Effect of education is significant on experience, location, and ethnic. In keeping systems, effect is real on experience, work hours, location, and ethnic. Interaction do not significant exist in number of swine including see middle man, visited consumer, litter size, number of farrowing and income sources.
Evaluasi Nutrisi Tepung Ikan Rucah yang Diolah Menggunakan Probiotik dan Precursor-Prebiotik dalam ransum Ayam Broiler E. Hendalia; F. Manin; Adriani Adriani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.2.114-122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas nutrisi tepung ikan rucah (TI) yang diolah menggunakan probiotik bakteri asam laktat (PRO) dikombinasikan dengan precursor prebiotik berupa bungkil kelapa (BK) atau bungkil inti sawit (BIS) dalam ransum ayam broiler. Sebanyak 384 ekor ayam umur satu hari (MB 202-P) unsexed, didistribusikan ke dalam 32 unit kandang koloni (12 ekor/unit), menurut rancangan acak lengkap faktorial 2 x 3 dengan empat ulangan (kecuali kontrol 8 ulangan). Faktor pertama adalah penggunaan 2 jenis TI (TI-PRO-BK dan TI-PRO-BIS), sedangkan faktor ke-dua adalah 3 taraf penggunaannya di dalam ransum (5%; 7,5%; dan 10%) menggantikan TI-KOM. Ransum kontrol diformulasikan menggunakan TI-KOM 10% (tanpa TI-PRO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TI-PRO-BK 10% dan TI-PRO-BIS 10% dalam ransum ayam broiler menghasilkan performan pertumbuhan, bobot karkas, bobot daging dada, dan efisiensi penggunaan protein yang nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan TI-KOM 10%, namun tidak nyata dalam mempengaruhi jumlah Lactobacillus dan E. coli di dalam cairan usus. Disimpulkan bahwa TI-PRO-BK dan TI-PRO-BIS memiliki kualitas nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan TI-KOM, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai sumber protein sekaligus sumber probiotik, prebiotik dan postbiotic dalam pakan ayam broiler.
Influence Using Turmeric Additive To Relative Weight Of Chicken Digestive Organs A. Badrussalam; Isroli Isroli; T. Yudiarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.273-279

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan aditif kunyit terhadap bobot relatif organ pencernaan ayam kampung super.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 September 2017 sampai 10 November 2017 di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Ayam kampung super yang digunakan dalam penelitian yaitu Day Old Chick (DOC) yang diproduksi oleh PT. Tirto Hartono, Sleman, Yogyakarta sebanyak 200 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap, dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga ada 25 unit percobaan, setiap 1 pen diisi 8 ekor ayam kampung super. Perlakuan yang digunakan adalah : T0 = Ayam kampung super tanpa diberi aditif kunyit, T1 = Ayam kampung super diberi aditif perasan air kunyit dalam air minum  1:3, T2 = Ayam kampung super diberi aditif tepung kunyit dalam ransum 0,5%, T3 = Ayam kampung super diberi aditif fermentasi ampas kunyit dalam ransum 0,5%, T4 = ayam kampung super diberi aditif ampas kunyit dalam ransum 0,5%. Parameter yang diamati adalah bobot relatif organ pencernaan. Apabila uji keragaman berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aditif kunyit terhadap bobot relatif organ pencernaan pada ransum ayam kampung super berpengaruh nyata (P<0,05) pada rataan bobot relatif proventrikulus tetapi tidak berpengaruh nyata pada rataan bobot relatif organ pencernaan gizzard, hati, duodenum, jejunum, ileum dan sekum. Kesimpulan hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian aditif kunyit baik dicampur pakan maupun air minum dapat meningkatkan rataan bobot relatif proventrikulus tetapi tidak meningkatkan rataan bobot relatif gizzard, hati, duodenum, jejunum, ileum dan sekum. 
Perbedaan Exercise dan Pemeliharaan terhadap Waktu Tempuh dan Kecepatan Lari Sapi Karapan Rahman, A. K.; Mudawamah, Mudawamah; Susilowati, S.
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.1.80-84

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan terhadap waktu tempuh serta kecepatan lari dengan perbedaan exercise dan pemeliharaan pada sapi karapan di desa Bulangan Branta Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria sapi Madura jantan tipe karapan dengan umur 2-3 tahun.   Materi penelitian terdiri dari dua kelompok perlakuan yaitu kelompok satu (K1)  dengan exercise (frekuensi) dan pemeliharaan (memandikan, penjemuran, pemijatan dan pemberian jamu) yang berbeda dengan kelompok dua (K2), dengan total sapi 20 ekor.  Variabel yang diamati adalah waktu tempuh dan kecepatan lari yang dihitung berdarkan jarak tempuh yang sama yaitu 222 m. Analisis data yang digunakan ialah independent t test menggunakan Ms. Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan waktu tempuh sapi karapan K1 adalah 18,4 detik dan sapi karapan K2 adalah 20,8 detik.  Rataan nilai kecepatan lari sapi karapan  K1 ialah 12,03 m/detik dan sapi karapan K2 ialah 10,69 m/detik. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa rataan nilai waktu tempuh dan kecepatan lari sapi sangat berbeda nyata antara sapi karapan K1 (exercise) terhadap sapi karapan K2 (maintanance).