cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20867603     EISSN : 20895879     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Arjuna Subject : -
Articles 771 Documents
PRAKTIK PENENTUAN HARGA JUAL BERBASIS MEURAMIN Syauqi Hidayat; Iwan Triyuwono
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.04.10003

Abstract

Abstrak: Praktik Penentuan Harga Jual Berbasis Meuramin. Penelian ini berusaha untuk mengungkap makna dari praktik penentuan harga jual berbasis nilai-nilai Meuramin Penelitian ini menggunakan abstraksi budaya Meuramin sebagai metode melalui wawancara kepada pengelola sebuah kedai kopi. Studi ini menemukan bahwa konsep perumusan harga jual yang diimplemetasikan oleh informan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian materi saja tetapi terkadung nilai-nilai religius dan keadilan yang bersifat holistik. Penentuan harga jual juga berusaha menghadirkan kesejahateraan dan keadilan untuk semua pihak. Implikasi dari praktik ini adalah munculnya perbedaan dalam mempersepsikan manusia sebagai unsur produksi.Abstract: The Practice of Determining Selling Prices Based on Meuramin Culture. This study seeks to uncover the meaning of the practice of selling prices based on Meuramin values. This study uses Meuramin cultural abstraction as a method through interviews with the managers of a coffee shop. This study finds that the concept of the formulation of selling prices implemented by informants is not solely oriented to the achievement of sharp material but contained holistic religious and justice values. The determination of selling prices also seeks to bring welfare and justice to all parties. The implication of this practice is the emergence of differences in perceiving humans as an element of production.
TRANSFORMASI TATA KELOLA LEMBAGA ZAKAT PADA PEMBERDAYAAN SOCIAL ENTREPRENEUR Muhamad Nafik Hadi Ryandono; Ida Wijayanti
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.04.10008

Abstract

Abstrak: Transformasi Tata Kelola Lembaga Zakat pada Pemberdayaan Social Entrepreneur. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran tata kelola lembaga zakat dalam pemberdayaan social enthrepreneur. Metode yang digunakan adalah studi kasus melalui wawancara dengan sejumlah informan pengelola lembaga zakat. Penelitian ini menemukan bahwa transformasi tata kelola lembaga zakat berdampak pada efektifitas dalam mengembangkan kemandirian sosial ekonomi mustahik. Pemberdayaan tersebut dilakukan dengan cara mendirikan usaha, penguatan permodalan usaha, pendampingan, dan keterlibatan mustahik secara berkelompok. Implikasinya, lembaga pengelola zakat bertransformasi menjadi lembaga social entrepreneur yang berfungsi memberdayakan para mustahik. Abstract: Transformation of Zakat Institution Governance in Empowering Social Entrepreneurs. The purpose of this study is to provide an overview of the governance of zakat institutions in social entrepreneur empowerment. The method used is a case study through interviews with several informants managing zakat institutions. This study finds that the transformation of the governance of zakat institutions has an impact on the effectiveness of developing mustahik socio-economic independence. The Empowerment is carried out by establishing a business, strengthening business capital, assistance, and involvement of group mustahik. The implication is that the zakat management institution is transformed into a social entrepreneur institution that functions to empower mustahik.
MIMETIC ISOMORPHISM AS A REASON FOR PREPARING SUSTAINABILITY REPORT Astrid Rudyanto
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2019.10.3.25

Abstract

Abstrak: Isomorfisme Mimetik sebagai Alasan Pembuatan Laporan Keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah perusahaan di Indonesia membuat laporan keberlanjutan karena isomorfisme mimetik dan apakah pemegang saham menghargai laporan keberlanjutan tersebut. Regresi logistik dan regresi efek tetap digunakan sebagai metode pada perusahaan nonkeuangan yang terdaftar pada tahun 2014-2016 di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika perusahaa di Indonesia membuat laporan keberlanjutan berdasarkan isomorfisme mimetik, investor meresponnya dengan hati-hati. Mereka sangat cermat dalam merespon setiap informasi yang tersedia. Oleh karena itu, perusahaan harus menunjukkan kepedulian mereka pada CSR dengan kualitas laporan keberlanjutan mereka. Abstract: Mimetic Isomorphism as a Reason for Preparing Sustainability Report. This study aims to examine whether companies in Indonesia make sustainability reports because of mimetic isomorphism and whether shareholders appreciate the sustainability report. Logistic regression and permanent regression are used as a method for non-financial companies listed in 2014-2016 on the Indonesia Stock Exchange. This research shows that when companies in Indonesia produce sustainability reports based on mimetic isomorphism, investors respond carefully. They are meticulous in responding to every available information. Therefore, companies must show their concern for CSR with the quality of their sustainability reports.
AKUNTABILITAS BISNIS VILLA DALAM AJARAN SULUK LINGLUNG Ria Mennita; Bonnie Soeherman
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2019.10.3.30

Abstract

Abstrak: Akuntabilitas Bisnis Villa dalam Ajaran Suluk Linglung. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan akuntabilitas spiritual berbasis Suluk Linglung pada bisnis Villa kamaran. Penelitian ini merupakan menggunakan ajaran Suluk Linglung sebagai metode analisis dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam bisnis Villa kamaran sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bisnis Villa kamaran memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Ajaran Suluk Linglung merefleksikan akuntabilitas spiritual pada bisnis Villa kamaran dalam sebuah manifestasi dari proses dan fase - fase kehidupan yang menggambarkan tingkatan manusia. Implikasinya, akuntabilitas bisnis menjadi berorientasi pada ibadah.                                                                                                                                                                       Villa Business Accountability in Suluk Linglung Teachings. This study aims to reveal the spiritual accountability based on Suluk Linglung in the Villa Kamaran business. This research is using the teachings of the  Suluk Linglung as a method of analysis with several parties involved in the Villa Kamaran business as informants. The results showed that the villa Business had an impact on people's lives. Suluk Linglung's teachings reflect spiritual accountability in the Villa business is a manifestation of the processes and phases of life that describe the human level. The implication is that business accountability is oriented towards worship. 
(RETRACTED) PENTINGNYA KUALITAS LABA UNTUK MEMACU NILAI PERUSAHAAN Eman Sulaeman
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2019.10.3.35

Abstract

REFLEKSI RUMAH ADAT AMMATOA DALAM AKUNTABILITAS ORGANISASI Sitti Salmah Sharon; Selmita Paranoan
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.1.04

Abstract

Abstrak: Refleksi Rumah Adat Ammatoa dalam Akuntabilitas Organisasi. Artikel ini bertujuan merefleksikan makna rumah adat Ammatoa dalam pelaksanaan akuntabilitas organisasi. Metafora rumah adat Ammatoa digunakan sebagai metode dan direfleksikan dalam bentuk akuntabiltias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah adat Ammatoa merefleksikan trilogi berakuntabilitas yang disebut Trilogi Akuntabilitas Ammatoa (TAA) yaitu akuntabilitas terhadap Tu Rie’a A’ra’na (dalam bentuk kepatuhan kepada Tuhan), akuntabilitas terhadap manusia (dalam bentuk transparansi), dan akuntabilitas terhadap alam semesta (dalam bentuk menjaga alam). Ketiga bentuk akuntabilitas ini harus terintegrasi satu sama lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Abstract: Ammatoa Traditional House Reflections on Organizational Accountability. This article aims to reflect the meaning of the Ammatoa traditional house in implementing organisational accountability. The metaphor of the Ammatoa traditional house is used as a method and is reflected in the form of accountability. The results show that the Ammatoa traditional house reflects an accountable trilogy. They are called Ammatoa Accountability Trilogy (ATT), namely accountability for Tu Rie'a A'ra'na (in the form of obedience to God), humans (in the form of transparency), and nature universe (in the form of preserving nature). These three forms must be integrated so that they become a unified whole.
POLITIK PENAMAAN DALAM PELAPORAN KORPORAT PASCAIMPLEMENTASI INTEGRATED REPORTING Nina Febriana Dosinta; Handi Brata
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.1.09

Abstract

Abstrak: Politik Penamaan dalam Pelaporan Korporat Pascaimplementasi Integrated Reporting. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan dan menggali unsur politik pada pelaporan korporat di Indonesia pascaterlaksananya integrated reporting. Penelitian ini menerapkan metode analisis konten kritis pada integrated reporting, annual report, dan sustainability reporting pada beberapa perusahaan tahun 2009-2018. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan pelaporan korporat yang bersifat semu. Walau ketiga perusahaan telah berhasil dalam menerapkan integrated reporting dengan kurun waktu 4-7 tahun, tidak menjamin bahwa pengadopsiannya dapat dilakukan secara kontinu. Oleh karena itu, pemegang saham selaku ‘penguasa tertentu’ selayaknya menekan perusahaan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan di masa depan. Abstract: Politics of Naming in Corporate Reporting After Integrated Reporting Implementation. This study aims to examine changes and explore the political elements in corporate reporting in Indonesia after the implementation of integrated reporting. This study applies a critical content analysis method in integrated reporting, annual report, and sustainability reporting in several companies in 2009-2018. The results show a pseudo change in corporate reporting. Although all three companies have succeeded in implementing integrated reporting with a span of 4-7 years, it does not guarantee that the adoption can be carried out continuously. Therefore, shareholders as 'certain authorities' should pressure the company to maintain the company's sustainability in the future.
TUJUAN TERSEMBUNYI PENGGUNAAN SOCIAL REPORTING Aditya Pandu Wicaksono; Muamar Nur Kholid
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.04.10004

Abstract

Abstrak: Tujuan Tersembunyi Penggunaan Social Reporting. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi interaksi perusahaan dengan stakeholder melalui social reporting dan tujuannya. Penelitian ini menggunakan metode konsep arena yang tercermin dalam pengumpulan dokumen dan informasi terkait social reporting. Penelitian ini menemukan bahwa perusahaan berinteraksi hanya dengan stakeholder tertentu. Tujuan utama social reporting adalah untuk mengonfirmasi isu-isu negatif dan mempertahankan legitimasi serta reputasi. Selain itu, social reporting diketahui tidak secara signifikan ditujukan untuk melindungi kelangsungan alam. Oleh karena itu, pendekatan stakeholder democracy perlu diterapkan untuk memberikan kebebasan stakeholder dalam mempengaruhi perusahaan.Abstract: The Hidden Objectives in Using Social Reporting. This research was conducted to explore the interaction of the company with stakeholders through social reporting and its objectives. This study used the arena concept method which is reflected in the collection of documents and information related to social reporting. This study found that the companies interact only with certain stakeholders. The main purpose of social reporting is to confirm negative issues and maintain legitimacy and reputation. Also, social reporting is known not to be significantly aimed at protecting the nature. Therefore, the stakeholder democracy approach needs to be implemented to provide stakeholder freedom in influencing the company.
KONSEP AKUNTANSI SYARIAH PADA BUDAYA MAHAR Yuyanti Rahman; Sahmin Noholo; Ivan Rahmat Santoso
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.04.10005

Abstract

Abstrak: Konsep Akuntansi Syariah pada Budaya Mahar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep akuntansi syariah dalam budaya mahar. Penelitian ini menggunakan pemikiran burhani sebagai metode. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa mahar dalam akuntansi syariah dimaknai sebagai harta, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Hal ini berakar dari tradisi yang berlaku di masyarakat dalam penerapan unsur-unsur akuntansi syariah dalam budaya mahar. Pengaruh makna, syariah (fiqh) ataupun budaya berdampak pada perbedaan dari segi definisi, jenis, tujuan dan status kepemilikan. Makna budaya mahar dalam akuntansi syariah merefleksikan peran akuntansi yang berbasiskan nilai-nilai religius. Abstract: The Islamic Accounting Concept in Dowry Culture. This study aims to explore the concept of Islamic accounting in the dowry culture. This research uses Burhani's thinking as a method. This study finds that dowry in Islamic accounting is defined as assets, liabilities, equity, income, and expenses. The definition was rooted in the prevailing tradition in society in the application of elements of Islamic accounting in the dowry culture. The influence of meaning, sharia (fiqh) and culture impacts differences in terms of definition, type, purpose, and ownership status. The meaning of dowry culture in Islamic accounting reflects the role of accounting based on religious values.
OTOMATISASI PENCATATAN AKUNTANSI PADA UMKM Bety Nur Achadiyah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.04.10011

Abstract

Abstrak: Otomatisasi Pencatatan Akuntansi pada UMKM. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan software pada UMKM berdasarkan kebutuhan. Studi ini menggunakan Participatory Action Research sebagai metode. Temuan studi ini menunjukkan bahwa pembuatan sistem otomatisasi akuntansi yang berbasis excel mempermudah pemilik baik dalam proses pengelolaan keuangan maupun proses pengambilan keputusannya. Pengambilan keputusan yang biasanya hanya dilakukan menurut perkiraan pemilik, saat ini dapat dilakukan berdasarkan hasil perhitungan dari program yang telah dibuat. Oleh karena itu, melalui program tersebut pemilik dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih tepat untuk perkembangan usaha UMKM ke depannya. Abstract: The Automation of Accounting Record in MSMEs. This study aims to develop and apply software to MSMEs based on needs. This study used Participatory Action Research as a method. The findings of this study indicate that the creation of an accounting-based excel automation system makes it easier for owners in their financial management processes and decision-making processes. The decision making which is usually only done according to the owner's estimates can be done based on the results of calculations from the program that has been made. Therefore, through the program, the owner can make more informed decisions for the future development of MSMEs.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025) Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2024 - April 2025) Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024) Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024) Vol 14, No 3 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2023 - April 2024) Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2023 - Desember 2023) Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023) Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2022 - April 2023) Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2022 - Desember 2022) Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022) Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022) Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021) Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021) Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021) Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020) Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020) Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma More Issue