cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20867603     EISSN : 20895879     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Arjuna Subject : -
Articles 771 Documents
INTRINSIC VALUE DARI PELAPORAN KEANEKARAGAMAN HAYATI Heniwati, Elok; Asni, Nur
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.08.10012

Abstract

Abstrak: Intrinsic Value dari Pelaporan Keanekaragaman Hayati. Penelitian ini berusaha untuk memahami model pengungkapan informasi keanekaragaman hayati oleh industri ekstraktif dan mengevaluasi kesesuaian dengan tujuan regulasi yang mendasarinya. Analisis isi berbasis konsep deep ecology digunakan sebagai metode pada laporan berkelanjutan PT ANTAM periode 2006-2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan keanekaragaman hayati dapat dievaluasi dalam kategori sasaran, implementasi, dan evaluasi di mana informasi tentang implementasi menjadi fokus pelaporan. Prinsip-prinsip deep ecology sangat relevan bagi korporasi karena memandu pemikiran dan tindakan manusia ke arah hubungan yang lebih harmonis dan konsisten dengan alam. Abstract: Intrinsic Value of Biodiversity Reporting. This study seeks to understand the biodiversity information disclosure model by the extractive industry and evaluate its compliance with the underlying regulatory objectives. Content analysis is used based on deep ecology concept used as a method in the ongoing report of PT ANTAM for the period 2006-2017. This study indicates that biodiversity reporting can be evaluated in the target, implementation, and evaluation categories where information about implementation is the focus of reporting. The principles of deep ecology are very relevant to corporations because they guide human thoughts and actions toward more harmonious and consistent relationships with nature.
PENGUATAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN MARKET VALUE ADDED MELALUI MODAL INTELEKTUAL Amanah Hijriah; Bambang Subroto; Nurkholis Nurkholis
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.08.10017

Abstract

Abstrak: Penguatan Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Market  Value Added melalui Modal Intelektual. Riset ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis efek dari pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai tambah pasar melalui pengelolaan modal intelektual. Metode yang digunakan adalah regresi berjenjang pada seluruh perusahaan terdaftar di BEI 2015-2017. Hasilnya adalah modal intelektual dapat menguatkan CSR dan nilai tambah pasar. Hal ini dikarenakan modal intelektual menjadi aset strategis bagi keberlanjutan dan keunggulan perusahaan. Oleh karena itu, CSR dan modal intelektual diharapkan menjadi informasi yang diungkapkan baik di dalam annual report maupun sustainability report. Abstract: Strengthening CSR and MVA through intellectual Capital. This research aims to examine and analyze the effects of Corporate Social Responsibility (CSR) disclosure on market value added through intellectual capital management. The method used is a tiered regression for all companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2015-2017. The result is intellectual capital can strengthen CSR and market added value. This is because intellectual capital is a strategic asset for the company's sustainability and excellence. Therefore, CSR and intellectual capital are expected to be information that is disclosed both in the annual report and the sustainability report.
PRINSIP “JANCUKAN” DALAM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Akhmad Riduwan; Andayani Andayani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2019.08.10022

Abstract

Abstrak: Prinsip “Jancukan” dalam Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Penelitian ini bertujuan menelaah kemungkinan peningkatan readability dan understandability laporan keuangan melalui kerangka konseptual pelaporan keuangan dan turunannya. Metode content analysis diterapkan pada Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK), Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Laporan Keuangan Emiten, dan hasilnya dijustifikasi dengan terminologi “jancuk” sebagai refleksi. Hasil analisis menunjukkan laporan keuangan seharusnya tidak hanya merepresentasikan fenomena ekonomi dengan “angka”, tetapi perlu memberikan deskripsi melalui ungkapan “kata-kata” untuk meningkatkan pemahaman pengguna. Dengan istilah Suroboyoan, laporan keuangan harus disajikan berdasarkan Prinsip “Jancukan.” Artinya, akuntan wajib berprinsip “JANgan CUKup [berhenti di] ANgka”; atau “JANgan [merasa] CUKup [menyajikan] ANgka.” Abstract: The "Jancukan" Principle in Accounting and Financial Reporting. This study aims to examine the possibility of increasing the readability and understandability of financial statements through the conceptual framework of financial reporting and its derivatives. The content analysis method is applied to the conceptual framework, financial accounting standards, financial reporting, and the results are justified by the term "jancuk" as reflection. The analysis shows that financial reporting should not only represent economic phenomena with "number," but also need to describe the expression "words" to increase users understanding. With the term Suroboyoan, financial reporting must be presented based on the "Jancukan” ("Don't stop enough numbers” or “don't present numbers enough").
AKUNTABILITAS BERBASIS METTĀ DAN KAMMA Suardi Tanasal; Fransiskus Randa; Suwandi Ng
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2019.10.3.26

Abstract

Abstrak: Akuntabilitas Berbasis Mettā dan Kamma. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna akuntabilitas Mettā dan Kamma dalam perspektif ajaran Buddha. Penelitan ini menggunakan metode fenomenologi terhadap pengelola, rohaniwan, dan umat Vihara binaan Sangha Theravada Indonesia di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan akuntabilitas Mettā dimaknai melalui gaya kepemimpinan menggunakan pendekatan hati dan pemberdayaan sebagai bentuk penyaluran cinta kasih. Sementara itu akuntabilitas Kamma dimaknai melalui kepercayaan dan ketaatan pada hukum Kamma. Kedua makna tersebut membuat pengelola berlaku transparan dan taat terhadap peraturan yang berlaku. Abstract: Accountability Based on Mettā and Kamma. This study aims to explore the meaning of Mettā and Kamma's accountability from the perspective of Buddhism. This research uses phenomenological method to organizers, clergy, and followers of the Theravada Indonesian Sangha temples in Makassar City. The research shows that Mettā accountability is interpreted through a leadership style using a heart approach and empowerment as a form of channeling love. Meanwhile, Kamma's accountability is understood through trust and obedience to the law of Kamma. Both meanings make the organizers transparent and obedient to the applicable regulations.
IMPLIKASI CORPORATE GOVERNANCE DALAM PELAKSANAAN INTEGRATED REPORTING PADA BUMN NON-KEUANGAN Dini Wahjoe Hapsari; Vennika Qashash; Daniel T H Manurung
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2019.10.3.31

Abstract

Abstrak: Implikasi Corporate Governance dalam Pelaksanaan Integrated Reporting pada BUMN Nonkeuangan. Penelitian ini berupaya untuk menelaah implikasi corporate governance serta keterlibatan aktif personel perusahaan pada pembuatan integrated reporting. Metode digunakan adalah regresi data panel pada 64 data perusahaan saham pemerintah nonkeuangan dan terindeks di BEI pada periode 2014-2017. Corporate governance pada BUMN nonkeuangan ini telah diterapkan dengan baik. Pilar utama dalam menjalankan kebijakan perusahaan dalam penyusunan pelaporan keuangan adalah direksi. Untuk mempertahankannya, direksi dan komisaris dipilih tidak hanya melalui proses pemilihan yang panjang dan tanpa campur tangan dari pemerintah sebagai pemilik saham terbesar.                                                                                                                                                                       Abstract: Corporate Governance Implication in Integrated Reporting Implementation on Non-Financial SOEs. This study seeks to examine the implications of corporate governance and the active involvement of company personnel in making integrated reporting. The method used is panel data regression on 64 non-financial and indexed government stock company data on the Indonesia Stock Exchange in the 2014-2017 period. Corporate governance in this non-financial SOE has been implemented well. The central pillar in carrying out company policy in the preparation of financial reporting is the directors. To maintain it, directors and commissioners are chosen not only through a lengthy selection process and without interference from the government as the largest shareholder.
RELEVANSI NILAI LAPORAN KEBERLANJUTAN DI INDONESIA Siti Farhana; Yang Elvi Adelina
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2019.10.3.36

Abstract

Abstrak: Relevansi Nilai Laporan Keberlanjutan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah laporan keberlanjutan memiliki relevansi nilai bagi investor dan mempengaruhi nilai perusahaan. Regresi berganda model Ohlson digunakan sebagai metode dengan 38 perusahaan terbuka di tahun 2014-2017 sebagai sampel. Hasil penelitian menujukkan bahwa investor menggunakan laporan keberlanjutan sebagai informasi yang bernilai tambah dalam membuat keputusan investasi. Para investor saat ini tidak hanya berfokus kepada keuntungan jangka pendek atau laba perusahaan, tetapi juga keberlanjutan dan keuntungan jangka panjang perusahaan agar dapat memuaskan semua stakeholders. Oleh karena itu, regulator diharapkan segera mencanangkan regulasi yang memadai terkait pengungkapan dalam laporan keberlanjutan.                                                                                                                                              Abstract: The Value Relevance of Sustainability Reports in Indonesia. This study aimed to examine whether sustainability reports have value relevance for investors and affect the value of the company. Ohlson's multiple regression model was used as a method with 38 listed companies in 2014-2017 as a sample. The results showed that investors use sustainability reports as value-added information in making investment decisions. Investors currently focused not only on short-term profits or corporate profits but also on the company's long-term sustainability and earnings to satisfy all stakeholders. Therefore, the regulator must issued adequate regulations related to disclosures in the sustainability report. 
APAKAH POTENSI DESA DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL MAMPU MENINGKATKAN PENDAPATAN? Gede Adi Yuniarta; I Gusti Ayu Purnamawati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.1.05

Abstract

Abstrak: Apakah Potensi Desa dan Kepemimpinan Transformasional Mampu Meningkatkan Pendapatan? Penelitian ini berupaya menganalisis optimalisasi potensi desa, kepemimpinan transformasional dan kinerja terhadap peningkatan pendapatan asli desa. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan parsial dengan sampel 40 desa yang ada di Kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi potensi desa (pendirian BUMDes dan pemberdayaan masyarakat) mampu meningkatkan pendapatan asli desa, namun kinerja dan kepemimpinan transformasional (Asta Bratha) menunjukkan hasil yang sebaliknya. Hal ini dilatarbelakangi oleh filosofi bahwa kesuksesan proses kepemimpinan belum mampu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat yang dimaknai sebagai kebahagiaan dunia (sukanikang rat). Abstract: Are Village Potentials and Transformational Leadership Able to Increase Revenue? This study seeks to analyse the optimisation of village potential, transformational leadership and performance towards increasing original village income. The analytical method used is multiple and partial regression with a sample of 40 villages in Buleleng Regency. This study finds that optimising village potential (establishment of village-owned business entity and community empowerment) was able to increase original village income. Still, transformational leadership and performance (Asta Bratha) showed the opposite result. This finding is motivated by the philosophy that the success of the leadership process has not been able to create prosperity for all people who are interpreted as world happiness (sukanikang rat).
TO CONCUR OR CONQUER? REDIRECTING [VOCATIONAL] ACCOUNTING EDUCATION Ari Kamayanti
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.1.03

Abstract

Abstrak: Mengikuti atau Menaklukkan? Mengarah-ulangkan Pendidikan Akuntansi [Vokasi] Artikel ini membahas masalah kritis dalam pendidikan [vokasi] akuntansi di tengah revolusi industri 4.0. Artikel ini menggunakan pendekatan refleksif, melalui pembacaan kritis atas fenomena dan mendasarkannya pada nilai-nilai Islam, sebagai metode. Artikel ini membuktikan bahwa dualitas pendidikan akuntansi akademik dan vokasi membentuk akuntan industri yang terjebak dan patuh pada kepentingan kapitalis. Di tengah arus Revolusi Industri 4.0 yang semakin menegasikan Tuhan, pendidikan akuntansi [vokasi] seyogyanya mengajarkan etika-religius, melibatkan siswa dalam konstruksi realitas, mendorong kewirausahaan berbasis religiositas, dan memastikan penguasaan atas teknologi informasi.                                                                                                    Abstract: To Concur or Conquer? Redirecting (Vocational) Accounting Education. This article discusses critical issues in (vocational) accounting education amid the industrial revolution 4.0. This article uses a reflexive approach, through the critical reading of phenomena and basing them on Islamic values, as a method. This article proves that the duality of academic and vocational accounting education forms an industrial accountant who is trapped and complies with capitalist interests. Amid the current Industrial Revolution 4.0 which has negated God, (vocational) accounting education should teach religious ethics, involve students in the construction of reality, encourage entrepreneurship based on religiosity, and ensure mastery of information technology.  
URGENSI TRANSPARANSI INFORMASI DALAM PERLAWANAN PAJAK Dewi Kusuma Wardani; Wahyu Tri Susilowati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.1.08

Abstract

Abstrak: Urgensi Transparansi Informasi dalam Perlawanan Pajak. Penelitian ini berupaya mengetahui peran transparansi informasi untuk memoderasi perlawanan pajak terhadap nilai perusahaan. Adapun metode analisis yang digunakan adalah regresi sederhana dan uji nilai selisih mutlak dengan sampel perusahaan manufaktur tahun 2013-2017. Penelitian ini menemukan bahwa perlawanan pajak berefek negatif bagi nilai perusahaan karena pemanfaatan grey area. Tindakan ini juga memacu kekhawatiran investor terhadap kemungkinan perusahaan dijatuhi sanksi pada masa mendatang. Untuk mengatasinya, pihak terkait perlu mendorong adanya transparansi informasi, khususnya pada aspek pengungkapan sukarela. Abstract: The Urgency of Information Transparency in Tax Avoidance. This study seeks to determine the role of information transparency to moderate tax avoidance to firm value. This study uses simple regression and difference of absolute value test with a sample of manufacturing companies in 2013-2017. This study finds that tax avoidance harms firm value due to the use of grey areas. This action also spur investor concerns over the possibility of the company being sanctioned in the future. To overcome this, related parties need to encourage transparency of information, especially in the aspect of voluntary disclosure.
PRAKTIK AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA KLUB SEPAK BOLA Rini Ridhawati; Unti Ludigdo; Yeney Widya Prihatiningtias
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.1.12

Abstract

Abstrak: Praktik Akuntansi Sumber Daya Manusia pada Klub Sepak Bola. Riset ini berupaya untuk memahami penerapan akuntansi terhadap pemain dan pelatih pada klub sepak bola. Studi kasus digunakan sebagai metode dengan salah satu klub sepak bola sebagai situs riset. Hasil riset menunjukkan meskipun manajemen klub telah mengakui pemain dan pelatih merupakan aset klub, tidak adanya standar akuntansi dan panduan mengenai hal tersebut menyebabkan perbedaan dalam pengakuan dan pencatatan. Manajemen klub masih memperlakukan pemain dan pelatih sebagai beban sebagaimana tercermin dari laporan keuangannya. Oleh karena itu, pengembangan atas standar akuntansi diperlukan, khususnya yang berkiatan dengan sumber daya manusia.                                                                                                Abstract: Human Capital Accounting Practices at Football Club. This research seeks to understand the application of accounting to players and coaches on a football club. Case studies are used as a method with the one of football club as a research site. This research shows that although club management has recognized players and coaches as club assets, the absence of accounting standards and guidance on this matter causes differences in recognition and recording. Club management still treats players and coaches as burdens as reflected in its financial statements. Therefore, the development of accounting standards is needed, especially those related to human resources.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025) Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2024 - April 2025) Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024) Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024) Vol 14, No 3 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2023 - April 2024) Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2023 - Desember 2023) Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023) Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2022 - April 2023) Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2022 - Desember 2022) Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022) Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022) Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021) Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021) Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021) Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020) Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020) Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma More Issue