cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Pers Negara Bertetangga Prajarto, Nunung
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 3 (1998)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

(Press Between Two Neighbouring Countries) Cultural differences between the Indonesian and Australian media sometimes create complaints and tensions. While the Australian media are generally regarded as being aggressive, fond of conflict, eager to get to the core of issues quickly and playing "supervisory" role, the Indonesian media are portrayed as being governments microphone and leaving the fact and the truth. The problem to be discussed centre on how the various views of the neighbouring countries press emerge. By brushing aside the reasons to rationalise and the existed opinions, this paper shows that both the Indonesian and Australian press have implemented a good professional standard of journalism.
Ilusi Virtual: Kejayaan Media atas Audien? Telaah Kritis atas Teori Resepsi Media Jean Baudrillard Irawanto, Budi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 3 (1998)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

This article aims to scruntinize more closely Jean Baudrillard work on media reception. This work is important because Jean Baudrillard is one of the most stimulating and provocative contemporary thinker. In his views, similar in some respects to John Fiskes , consumers (audiences) do resist the media. Far from claiming that media reception is passive and alienated, Baudrillard sees in some reception a resistive response to the media. When understood in the light of media reception perspective, both Baudrillard and Fiske have significant contributions to making the theory of mass communication.
Rancangan Undang-Undang Politik Baru: Sebuah Tinjauan Kritis Lay, Cornelis
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 2 (1998)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

Artikel ini menyoroti paket rancangan UU politik baru yang disusun oleh Tim-7 yang dibentuk pemerintah sesaat sebelum kejatuhan Soeharto. Kesimpulan umum yang bisa dibenkan adalah, bahwa RUUpoliak baru ini sangat radikal dalam substansi dan kapasitas untuk menfasilitasi proses demokratisasi di Indonesia. Sekalipun demikian, kenga RUU yang ada masih dihantui oleh sejumlah ambivalensi sikap sebagai akthat dan tekanan kepentingan politik tentara, pengandaian yang keliru tentang tentara dan analisis yang dihantai trauma masa lalu tentang potensi disintegrasi nasional clan instabilitas politik yang diandaikan secara keliru bersumberpada kehadiran partai kecil dan partai partai berbasis lokal.
Keretakan Otoritarianisme Orde Baru Dan Prospek Demokratisasi Pratikno, -
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 2 (1998)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas dua pertanyaan utama, yaitu mengapa otoritarianisme Orde Baru mengalami keretakan, dan bagaimana prospek demokratisasi di Indonesia herangkat dan puing-puing politik yang diwariskan Orde Baru. Penulis mengajukan argumentasi bahwa keretakan otoritarianisme Orde Baru disehahkan oleh dua hal utama. Pertama, negara pada rejim Orde Baru mengalami krisis sumber kekuasaan politik secara sigmfikan, negara tidak mempunyai energi yang cukup untuk mengontrol masyarakat. Kedua, peningkatan kendakpuasan masyarakat yang tahun-tahun terakhir dan pada saat yang sama pengua tan kelembagaan dalam masyarakatakhirnya mendorong proses pelemhagaan politik di tingkat masyarakat untuk melakukan resistensi dan pedawanan terbuka kepada negara.Namun demildan, demokrasi tidak sena merta menggantikan otontarianisme politik yang sedang retak, Vrang dalam kekuasaan akan menjadi proponen kelangsungan rejim Orde Baru. Melalui sumber daya ekonomi dan akses kepada kekuasaan negara, orang dalam kekuasaan ini akan dengan membangun wacana tandingan terhadap wacana demokrasi dan membeli loyalitas dari rakyat.
Federasi Dalam Masyarakat Internasional Panggabean, Samsu Rizal
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 2 (1998)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

Tidak tersediaNot Available
Birokrasi, Demokrasi Dan Reformasi: Sudut Pandang Administrasi Negara Margono, Subando Agus
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 2 (1998)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

Tidak tersediaNot Available
Nasionalisme Dan Strategi Pembangunan Nasionalis Arfani, Riza Noer
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 2 (1998)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

Tidak tersediaNot Available
Komnas HAM Dan HAM Di Bawah Rejim Otoritarian Pratikno, -; Lay, Cornelis
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 3 (1999)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

Pada saat pernbentukannya, Komnas HAM dipandang tidak berbeda dengan lembaga korparads negara Iainnya, yakni menjadi agen pemerintah untuk para anggotanya. khususnya para aktivis HAM dan meted tuntutan penegakkan HAM di Indonesia yang saat itu terus menguat. Melalui tulisan ini ditunjukkan bahwa Komnas HAM mampu mandiri dari penetrasi pernerintah, dan bersikap kritis terhadap pernerintah dalam kasus politik yang sangat senskif sekalipun. Sumbangan energi untuk membangun kemandirian tersebut terutama terletak pada komitmen dan kredibilitas individu anggota Komnas HAM, variasi keahlian dan akses, serta kemampuan untuk mengembangkan etika organisasi yang kondusif bagi pelaksanaan togas penegakkan HAM Namun demikian, penulis berargumentasi bahwa demi menjaga komitmen dan kemandinan lembaga, Komnas HAM menghadapi beberapa permasalahan serius yang harus segera ditangani. Pertama, menyangkut status hukum lembaga itu. Kedua, menyangkut sumber energi yang selama ini masih menekankan pada kapasitas individual Ketiga, menyangkut perlunya pengembangan mekanisme rekrutmen anggota baru yang lebih terbuka di mana opini publik Baru terhambat
Refleksi Tentang Kekerasan Pembangunan: Menuju Pembangunan Perspektif HAM Trijono, Lambang
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 3 (1999)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

Tidak tersediaNot Available
Peluang Represi Sebagai Solusi Anarki Panggabean, Samsu Rizal
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 3 (1999)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.795 KB)

Abstract

Tidak tersediaNot Available

Page 11 of 35 | Total Record : 342


Filter by Year

1997 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2015) Vol 19, No 1 (2015) Vol 18, No 3 (2015) Vol 18, No 2 (2014) Vol 18, No 1 (2014) Vol 17, No 3 (2014) Vol 17, No 2 (2013) Vol 17, No 1 (2013): Menimbang Birokrasi, Partai, dan Politik di Indonesia Vol 16, No 3 (2013): Gerakan Sosial (Baru) Pasca “Orde Baru” Vol 16, No 2 (2012): Mengelola Perbatasan Negara Vol 16, No 1 (2012): Politik Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam Vol 15, No 3 (2012): Dinamika Politik Desentralisasi Vol 15, No 2 (2011): Dilema Tata Kelola Pemerintahan Vol 15, No 1 (2011): Kebijakan Sosial di Aras Lokal Vol 14, No 3 (2011): Membingkai Peran Politik Media Vol 14, No 2 (2010): Membedah Radikalisme di Indonesia Vol 14, No 1 (2010): Multikulturalisme dan Pergulatan Identitas Vol 13, No 3 (2010): Dinamika Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Vol 13, No 2 (2009): Demokrasi dan Transformasi Institusi Tradisional Vol 13, No 1 (2009): Konflik dan Perdamaian Vol 12, No 3 (2009): Parpol dan Pemilu Vol 12, No 2 (2008): Media dan Demokrasi Vol 12, No 1 (2008): Gerakan Sosial Vol 11, No 3 (2008): Komunikasi Bencana Vol 11, No 2 (2007): Dinamika Politik Lingkungan Vol 11, No 1 (2007): Demokrasi Mencari Bentuk Vol 10, No 3 (2007): Kebijakan Sosial Politik Vol 10, No 2 (2006): Respon terhadap Tantangan Internasional Vol 10, No 1 (2006): Pemberdayaan Masyarakat Vol 9, No 3 (2006): Tarik Menarik Kepentingan dalam Media Masa Vol 9, No 2 (2005): Potret Ilmu-ilmu Sosial Vol 9, No 1 (2005): Demokrasi: Problema dan Manfaatnya Vol 8, No 3 (2005): Democratic Governance Vol 8, No 2 (2004): Tinjauan Kritis Globalisasi Vol 8, No 1 (2004): Representasi dan Keberpihakan dalam Media Vol 7, No 3 (2004): Peran dan Konstruksi Sosial tentang Perempuan Vol 7, No 2 (2003): Globalisasi dan Kemiskinan Vol 7, No 1 (2003): Neolibralisme: Refleksi Kritis Vol 6, No 3 (2003): Dinamika Negara dan Masyarakat Sipil Vol 6, No 2 (2002): Perkembangan dan Potret Ilmu Sosial Vol 6, No 1 (2002): Kebijakan Publik: Perspektif Alternatif Vol 5, No 3 (2002): Kebijakan dan Manajemen Publik Vol 5, No 2 (2001): Otonomi Lokal dan Keindonesiaan Vol 5, No 1 (2001): Khasanah Gerakan Sosial Vol 4, No 3 (2001): Refleksi Nasionalisme Indonesia Vol 4, No 2 (2000): Menggugat Kajian Media dan Kebebasan Pers Vol 4, No 1 (2000): Reformasi Kelembagaan Politik Vol 3, No 3 (2000): Kekerasan, Keberdayaan, dan Demokrasi Vol 3, No 2 (1999) Vol 3, No 1 (1999) Vol 2, No 3 (1999) Vol 2, No 2 (1998) Vol 2, No 1 (1998) Vol 1, No 3 (1998) Vol 1, No 2 (1997) Vol 1, No 1 (1997) More Issue