cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
STUDI EVALUASI TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI BIDANG SENI BUDAYA PADA SMA NEGERI DI KABUPATEN KLUNGKUNG ., ANAK AGUNG MAS PUTRI KUSUMAWATI; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tingkat pelaksanaan program pengembangan diri bidang seni budaya pada SMA Negeri di Kabupaten Klungkung ditinjau dari komponen konteks, input, proses dan produk serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluatif dengan mengadopsi model evaluasi CIPP. Variabel konteks, input, proses dan produk diukur dengan instrumen berupa kuesioner dengan skala likert. Sampel penelitian ini berjumlah 52 orang terdiri dari 4 kepala sekolah, 16 wakil kepala sekolah, 28 guru pengembangan diri bidang seni, 4 guru BK yang diambil dengan menggunakan metode sensus. Data yang berupa skor variabel konteks, input, proses dan produk selanjutnya dianalisis dengan jalan mengubah skor baku z ke skor-T. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaksanaan program pengembangan diri bidang seni budaya pada SMA Negeri di Kabupaten Klungkung ditinjau dari : (1) komponen konteks dengan kriteria sangat baik (53,17) dan berada pada kategori positif (+), (2) komponen input dengan kriteria baik (49,66) dan berada pada kategori positif (+), (3) komponen proses dengan kriteria baik (51,05) dan berada pada kategori positif (+), (4) komponen produk dengan kriteria baik (50,82) dan berada pada kategori negatif (-). Setelah diinterpretasikan dalam kriteria pada Kuadran Glickman, dapat disimpulkan bahwa tingkat pelaksanaan program pengembangan diri bidang seni budaya pada SMA Negeri di Kabupaten Klungkung tergolong baik, dengan catatan bahwa dalam pelaksanaanya masih terdapat kendala-kendala yang dihadapi yaitu penyusunan visi dan misi, sarana dan prasarana, serta prestasi non akademik.Kata Kunci : CIPP (Konteks, Input, Proses, Produk), Pengembangan Diri Bidang Seni Budaya, Studi Evaluasi. This study aimed at finding out the implementation of self development in the art of culture on Senior High School at Klungkung Regency looking from component context, input, process, product and the problem that was found from its development. This study belongs to an evaluative research that adopted the CIPP evaluation model. The variable context, inputs, process and product measured by questioners with likert scale. The sample of this study are 52 persons consisted of 4 head masters, 16 vice of head masters, 28 teachers of self develoment in the art of culture, and 4 counseling teachers which were collected through census method. The data of score variable context, inputs, process and product were analyzed by changed z-score into t-core. The result of the study shows that the implementation of self develoment in the art of culture on Senior High School at Klungkung Regency looking from : 1) component context with criteria is the best (53,17) and belongs to positive categories (+), 2) component inputs with criteria is good (49,66) and belongs to positive categories (+), 3) component process with criteria is good (51,05) and belongs to positive categories (+), 4) component product with criteria is good (50,82) and belongs to negative categories (-). After the results compared by quardran Glickman, it could be concluded that the implementation of self develoment in the art of culture on Senior High School at Klungkung Regency is good, with the note that there are still some problems on its Implementation such as the arrangement of mission and vision, tools and infrastructures, and the non-academic achievement.keyword : CIPP (Context, Input, Process, Product), Self Develoment in The Art of Culture, Evaluative Study
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Minat dan Hasil Belajar Geografi Siswa ., I PUTU SUPARTHA; ., Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan TIK terhadap minat dan hasil belajar geografi. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Semarapura melalui eksperimen dengan post test only-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 66 orang siswa kelas XI IPS yang dipilih dengan teknik total sampling. Data diperoleh dengan pemberian kuesioner minat belajar dan tes hasil belajar geografi kemudian dianalisis dengan multivariate analysis of variance (Manova). Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan secara signifikan minat belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan TIK dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, t hitung = 3,315 lebih besar dari t tabel (64:0,05) = 2,000. (2) Terdapat perbedaan secara signifikan hasil belajar geografi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan TIK dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, t hitung = 5,273 lebih besar dari t tabel (64:0,05) = 2,000. (3) Terdapat perbedaan minat dan hasil belajar geografi secara bersama-sama secara signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan TIK dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, F hitung = 20,447028 > F tabel = 3,09. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan TIK dalam pembelajaran geografi berpengaruh terhadap minat dan hasil belajar geografi siswa. Kata Kunci : Minat dan Hasil Belajar Geografi, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan TIK. This study aims at investigating the effect of STAD cooperative learning model with the assistance of ICT on students’ learning interest and geography learning achievement. It was done in SMAN 1 Semarapura through an experiment with post test only-equivalent control group design. The sample was 66 eleventh grade social study students who were selected using total sampling technique. the data were collected by using questionnaire of learning interest and geography learning achievement test, and were analyzed using multivariate analysis of variance (Manova). The result of the research shows that: (1) there is a significant difference of learning interest between students learning using STAD cooperative learning model with the assistance of ICT and those learning using direct learning method, tobs = 3.315 > tcv = 2.000. (2) there is a significant difference of geography learning achievement between students learning using STAD cooperative learning model with the assistance of ICT and those learning using direct learning method tobs = 5.273 > tcv = 2.000. (3) Simultaneously, there is a significant difference of learning interest and geography learning achievement between students learning using STAD cooperative learning model with the assistance of ICT and those learning using direct learning method, Fobs = 20.447028 > Fcv = 3.09. Based on these results, it is concluded that the implementation of STAD cooperative learning model with the assistance of ICT in geography learning affects significantly on learning interest and geography learning achievement.keyword : STAD Type of Cooperative Instructional Model with the assistance of ICT, The Student Learning achievement and interest in Geography.
PENGARUH PELATIHAN PLAIOMETRIK TERHADAP KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DITINJAU DARI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I GEDE TANGKAS DYANA JATI NEGARA; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelatihan plaiometrik Frog Jump terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok ditinjau dari daya ledak power otot tungkai siswa. Desain penelitian menggunakan desain factorial two factor. Sampel 64 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Tes yang digunakan untuk mengukur daya ledak otot tungkai adalah tes Standing board jump, dan untuk kemampuan lompat jauh gaya jongkok dilakukan dengan tes melakukan lompat jauh gaya jongkok. Data dianalisis menggunakan analisis Anava dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan ditemukan 1) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan pliometrik frog jump terhadap pelatihan konvensional 2) terdapat interaksi antara pelatihan pliometrik dengan daya ledak otot tungkai terhadap lompat jauh gaya jongkok 3)terdapat perbedaan yang signifikan hasil kemampuan lompat jauh gaya jongkok antara siswa yang mengikuti pelatihan pliometrik frog jump dengan siswa yang mengikuti pelatihan konvensional pada siswa yang memiliki daya ledak power otot tungkai tinggi 4) terdapat perbedaan yang signifikan hasil kemampuan lompat jauh gaya jongkok antara siswa yang mengikuti pelatihan pliometrik frog jump dengan siswa yang mengikuti pelatihan konvensional pada siswa yang memiliki daya ledak power otot tungkai rendah.Kata Kunci : Daya Ledak Power Otot Tungkai, kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok, Pelatihan Plaiometrik. This Research was aimed to know The Effect of Plaiometrik Frog Jump Exercise to Ability of Long Jump squat style observed from explosive strength of leg muscle power for Tenth Grade Students. Research Design used factorial two factor design. The sample was 64 people, they was taken used simple random sampling. technique. Test used to know explosive strength of leg muscle was Standing board jump test, and for the ability of long jump squat style used test of doing long jump squat style. Data was analyzed used Anava two ways analysis. Based on the data analysis and discussion it was found 1) there was a significant different effect between pliometrik frog jump exercise and conventional exercise 2) there was an interaction between plaiometrik training and explosive strength of leg muscle to long jump squat style 3) there was a significant difference between students attended plaiometrik frog jump training and students attended conventional training on students who had high 4) there was a significant difference between students attended plaiometrik frog jump training and students attended conventional training on students who had low keyword : capabilities Style Long Jump Squat Plaiometrik Training , Explosive Power Muscle Power Limbs.
STUDI EVALUASI PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN PAYANGAN ., NI PUTU SUMIATI; ., Prof. Dr. I Wayan Lasmawan,M.Pd; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas penerapan manajemen berbasis sekolah pada sekolah dasar negeri di Kecamatan Payangan ditinjau dari komponen konteks, input, proses, dan produk serta kendala- kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini termasuk penelitian evaluative kuantitatif, yang menunjukkan prosedur dan proses pelaksanaan program. Data pada penelitian ini dianalisis efektifitas masing- masing faktor sesuai dengan model CIPP. Subjek dalam penelitian ini adalah semua warga sekolah yakni para kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, kepengurusan komite sekolah, yang terdiri dari 13 sekolah. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, lembar observasi dan pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan penerapan manajemen berbasis sekolah pada sekolah dasar negeri di kecamatan Payangan ditinjau dari komponen konteks, input, proses, dan produk dengan hasil (+ + + +) artinya pada variable konteks efektif, pada variable input efektif, pada variable proses efektif, pada variable produk efektif. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi penerapan manajemen berbasis sekolah pada sekolah dasar negeri di kecamatan Payangan ditinjau dari komponen konteks, input, proses, dan produk tergolong efektif.Kata Kunci : Studi evaluative, menejemen berbasis sekolah Abstract This research aims to determine the effectiveness of school -based management application at a public elementary school in the district in terms of components Payangan context, input, process, and product as well as the constraints encountered implementation. This study includes a quantitative evaluative research, which shows the procedures and processes of the program. This study analyzed data on the effectiveness of each factor according to the model of CIPP. Subjects in this study were all citizens of the school principals, teachers, personnel administration, school management committee, which consists of 13 schools. Data was collected using questionnaires, observation and recording sheet documents. The results showed the implementation of school -based management in the public elementary schools in the district in terms of components Payangan context , input , process , and product with the result ( + + + + ) means that the effective variable context , the effective input variable , the variable effective process , the variable effective product . Based on these findings it can be concluded that the implementation of school -based management application at a public elementary school in the district in terms of components Payangan context, inputs, processes, and products classified as effective.keyword : evaluative studies , school -based management
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DITINJAU DARI PENGGUNAAN ASESMEN (STUDI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VIII SMP N 4 SINGARAJA) ., PUTU LISA KUMALA DEWI; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari penggunaan asesmen. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP N 4 Singaraja. Sampel penelitian berjumlah 104 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Hasil penelitian : (1) secara keseluruhan, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi daripada siswa mengikuti model pembelajaran konvensional (FAhitung34,36>Ftabel0,05), (2) secara keseluruhan, hasil belajar IPS siswa yang diberikan asesmen portofolio lebih tinggi daripada siswa diberikan asesmen kinerja (FBhitung10,93>Ftabel 0,05), (3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan asesmen terhadap hasil belajar IPS (FABhitung9,21>Ftabel0,05), (4) untuk siswa yang diberikan asesmen portofolio, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi daripada siswa mengikuti model pembelajaran konvensional (tA1B1_A2B1hitung 8,90> ttabel0,05), (5) untuk siswa yang diberikan asesmen kinerja, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi daripada siswa mengikuti model pembelajaran konvensional (tA1B2_A2B2hitung 2,84>ttabel,0,05), (6) untuk siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar IPS siswa yang diberikan asesmen portofolio lebih tinggi daripada siswa diberikan asesmen kinerja (tA1B1_A1B2hitung 6,39>ttabel 0,05), (7) untuk siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, hasil belajar IPS antara siswa yang diberikan asesmen portofolio dengan siswa yang diberikan asesmen kinerja tidak terdapat perbedaan yang signifikan (tA2B1_A2B2hitung 0, 26 ≤ttabel 0,05).Kata Kunci : Model Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, Asesmen, Hasil Belajar IPS This study was intended to find out and analyze the effect of cooperative learning model jigsaw type toward IPS learning outcomes in terms of the use of assessment. This study was conducted in the class VIII in SMP N 4 Singaraja. The sample of this study was 104 students which were chosen by using Random Sampling technique. The data were analyze by using analysis of variance (ANAVA) two tailed through F-test and continued by Tukey test. The results of the study were: (1) Overall, the students’ outcomes in IPS who followed cooperative learning model jigsaw type higher than students who followed conventional learning model (FAobserved34.36>Ftable0.05), (2) overall, students’ outcomes in IPS who given portfolio assessment higher than students who given performance assessment (FBobserved10.93>Ftable0.05), (3) there were interaction effect between learning model and assessment toward IPS learning outcomes (FABobserved9.21>Ftable0.05), (4) for students who given portfolio assessment, the students’ outcomes in IPS who followed cooperative learning model jigsaw type higher than students who followed conventional learning model (tA1B1_A2B1observed 8.90> ttable0.05), (5) for students who given performance assessment, the students’ outcomes in IPS who followed cooperative learning model jigsaw type higher than students who followed conventional learning model (tA1B2_A2B2observed 2.84>ttable,0.05), (6) for students who followed cooperative learning model jigsaw type, students’ outcomes in IPS who given portfolio assessment higher than students who given performance assessment (tA1B1_A1B2observed6.39>ttable0.05), (7) for students who followed conventional learning model, IPS learning outcomes between students who given portfolio assessment with whom given performance assessment no difference significantly (tA2B1_A2B2observed0.26 ≤ ttable0.05).keyword : Cooperative Learning Model Jigsaw Type, Assessment, IPS Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS ASESMEN PROSES TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN KOVARIABEL KEBIASAAN BELAJAR SISWA ., I WAYAN SUKARA; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika siswa antara yang mengikuti model pembelajaran STAD berbasis asesmen proses yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi penelitian siswa ini kelas XI IPA SMA Negeri 1 Dawan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 124 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel 64 orang siswa. Rancangan penelitian ini adalah Post test only control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan kuesioner. Data dianalisis dengan analisis kovarian (anakova). Hasil penelitian menunjukkan, (1) prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran STAD berbasis asesmen proses menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan prestasi siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional (Fhitung = 14,289 > 4,000 = Ftabel dan sig = 0,000 < 0,05), (2) prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran STAD berbasis asesmen proses menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan prestasi siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional setelah kovariabel kebiasaan belajar siswa dikendalikan (F hitung = 9,004 > 4,000 = Ftabel dan sig = 0,004 < 0,05), (3) terdapat kontribusi kebiasaan belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika sebesar 45,43%.Kata Kunci : Kebiasaan Belajar, Model Pembelajaran STAD, Prestasi Belajar Matematika his thesis aims at investigating the difference of mathematics learning achievement between students following process assessment-based STAD cooperative learning model and those following conventional learning model. The population was 124 science students of SMA Negeri Dawan in the academic year 2013/2104. The sample was 64 students taken by using random sampling. The research used Post test only control group design. The data were collected using test and questionnaire. The data were analyzed by using covariance analysis (Ancova). The result of the research shows that (1) there is a difference of mathematics learning achievement between students following process assessment-based STAD cooperative learning model and those following conventional learning model (Fobs = 14,289 > Fcv = 4.000, and sig = 0.000 < 0.05), (2) there is a difference of mathematics learning achievement between students following process assessment-based STAD cooperative learning model and those following conventional learning model after the learning habit is controlled model (Fobs = 9.004 > Fcv = 4.000, and sig = 0.004 < 0.05), (3) there is a contribution of learning habit on mathematics learning achievement of 45.43%.keyword : learning habit, STAD learning model, mathematics learning achievement
PENGARUH ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INGGRIS DITINJAU DARI KONSEP DIRI AKADEMIK SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 SEMARAPURA ., NI LUH MADE MERRIYANTHI ASMI; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, M.Pd
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asesmen portofolio terhadap kemampuan menulis Bahasa Inggris ditinjau dari konsep diri akademik siswa kelas XII SMA Negeri 1 Semarapura. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Semarapura menggunakan pendekatan kuasi eksperimen, dengan rancangan post-tes only control group design yang datanya dianalisis menggunakan anava dua jalan serta uji tukey untuk uji lanjut. Sampel penelitian ini berjumlah 80 siswa yang ditentukan dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat perbadaan kemampuan menulis Bahasa inggris siswa antara yang mengikuti pembelajaran yang menggunakan Asesmen Portofolio dengan konvensional, dimana (FA (hitung) = 14,50, p < 0,05), (2) terdapat interaksi antara penerapan model asesmen dengan konsep diri akademik siswa terhadap kemampuan menulis Bahasa inggris, dimana (FAB (hitung) = 49,49, p < 0,05), (3) pada siswa yang memiliki konsep diri akademik tinggi, terdapat perbedaan kemampuan menulis Bahasa inggris antara yang mengikuti pembelajaran yang menggunakan asesmen portofolio dengan konvensional, dimana (Q1 = 10,84 > Qt = 2,86 dengan taraf signifikansi 0,05), dan (4) pada siswa yang memiliki konsep diri akademik rendah, terdapat perbedaan kemampuan menulis Bahasa inggris antara yang mengikuti pembelajaran yang menggunakan Asesmen Portofolio dengan konvensional, dimana (Q2 = 3,23 > Qt = 2,86 dengan taraf signifikansi 0,05).Kata Kunci : asesmen portofolio, kemampuan menulis Bahasa Inggris dan konsep diri akademik he aim of this research is to investigate the effect of portfolio assessment on English writing achievement viewed from academic self-concept at SMA N 1 Semarapura. The research was conducted in SMA N 1 Semarapura with quasi-experimental approach of post test only control group design. Collected data were analyzed by using two-way anava followed by Tukey test for further test. The sample of this study is 80 students that were selected by using random sampling. The result of the research revealed that, (1) There is a difference of English writing achievement between students who follow learning activity with portfolio assessment and conventional model, (FA (account) = 14,50, p < 0,05), (2) There is an interaction between assessment model with academic self-concept on English writing achievement, (FAB (account) = 49,49, p < 0,05), (3) For students who have high academic self-concept, there is a difference in English writing achievement between students who follow learning activity with portfolio assessment and conventional model, (Q1 = 10,84 > Qt = 2,86 with significance level 0,05), and (4) For students who have low academic self-concept, there is a difference of English writing achievement between students who follow learning activity with portfolio assessment and conventional model, (Q2 = 3,23 > Qt = 2,86 with significance level 0,05).keyword : academic self-concept, English writing achievement, and portfolio assessment.
Pengaruh Pelatihan Lari Kijang dan Lari Lutut Diangkat Tinggi Terhadap Prestasi Lari 100 Meter Ditinjau Dari Daya Ledak Otot Tungkai ., I GEDE PUTU ARNAWA; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan lari kijang dan lari lutut diangkat tinggi terhadap prestasi lari 100 meter ditinjau dari daya ledak otot tungkai pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Dawan tahun pelajaran 2013/1014, dengan menggunakan metode quas - exsperiment. Penelitian melibatkan 128 siswa sebagai sampel, diambil dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa tes lari 100 meter menggunakan stop - watch. Data dianalisis menggunakan anava dua jalur dan uji tukey Hasil penelitian menunjukan; Pertama, terdapat perbedaan prestasi lari 100 meter antara siswa mengikuti pelatihan lari kijang dengan pelatihan lutut diangkat tinggi, ( = 6,779; p < 0,05). Kedua, terdapat pengaruh interaksi antara pelatihan lari kijang dan lari lutut diangkat tinggi dengan daya ledak otot tungkai terhadap prestasi lari 100 meter ( = 38,729; p < 0,05) Ketiga, terdapat perbedaan prestasi lari 100 meter antara siswa yang mengikuti pelatihan lari kijang dan lari lutut diangkat tinggi pada siswa yang memilki daya ledak tungkai tinggi = 8,60; p < 0, 05). Keempat, tidak terdapat perbedaan prestasi lari 100 meter antara siswa yang mengikuti pelatihan lari kijang dan lari lutut diangkat tinggi, pada siswa yang memiliki daya ledak tungkai rendah = 3.29: p > 0, 05).Kata Kunci : daya ledak, lari kijang, lutut diangkat tinggi, prestasi lari 100 meter he aims of this research are to investigate the effect of exercise on alternate leg bound and high knees run to running 100 meters achievement from leg muscle power to eleven grade students of SMA Negeri 1 Dawan academic year 2013/1014, by using a quasi- experiment. Use of sample 128, this is taken with class random sampling tecnique. The research instrument is test of running 100 meter by stop- watch. There were anlyzed using two way anova and Tukey test. The results showed that: First, there was a differences on running 100 meter achievement between the student who followed exercise on alternate leg bound with hight knees run ( = 6,779; p < 0,05). Second, there was an interaction effect between exercise on alternate leg bound and high knees from leg muscles power to the running 100 meter achievement (Q = 38,729; p < 0,05). Third, there was a difference on running 100 meter achievement between the student who followed exercise on alternate leg bound and hight knees run to the group of student who had high leg muscle power (Q=8, 60; p < 0,05) Fourth, there was no difference on running 100 meter achievement between the student who followed exercise on alternate leg bound and high knee run to the group of the students who had low leg muscle power (Q = 3.29 : p > 0,05).keyword : lternate leg bound, high knee run, leg muscle power, running 100 meters achievement
VALIDASI TES KEMAMPUAN MATEMATIKA KELAS XI IPA DENGAN MODEL EKSPLANATORI DALAM ANALISIS FAKTOR PADA SMA NEGERI SE-KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN 2013 ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., I KETUT TANTRA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Instrumen yang dikembangkan meliputi tes prestasi belajar matematika berdasarkan kompetensi dasar matematika kelas XI SMA Negeri Kabupaten Klungkung. Sampel penelitian berjumlah 689 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis kuantitatif, tes prestasi belajar matematika ini juga akan dianalisis secara deskriptif terkait dengan kompetensi dan kriteria kerja yang terkandung dalam kurikulum. Butir tes pada soal ulangan bersama yang dilaksanakan di SMA Kabupaten Klungkung sangat relevan dengan SK, KD dan Indikator yang tercantum dalam kisi-kisi (blue print) tes prestasi belajar matematika kelas XI IPA di Kabupaten Klungkung dengan koefisien relevensi sebesar 0.95 dan termasuk soal sangat baik. Hasil penelitiannya adalah: 1) Ditinjau dari vadilitasi butir terdapat 40.butir soal yakni butir soal no 1 sampai dengan 40 termasuk butir soal valid; 2) Memiliki reliabilitas sebesar 0,87 termasuk derajat reliabilitas sangat tinggi; 3) Ditinjau dari Tingkat Kesukaran, butir-butir soal ulangan bersama semester genap tahun 2013-2014 yang dilaksanakan oleh SMA Kabupaten Klungkung ditemukan 82,5% butir soal termasuk kategori sedang dan 12,5% soal mudah dan 5% soal sulit; 4) Ditinjau dari tingkat daya pembedanya, 35 butir soal atau 87,5%.butir soal daya beda cukup baik, 5 butir soal atau 12,5.% memiliki daya beda kurang; 5) serta memiliki efektifitas pengecoh dengan 35 butir atau 87,5% termasuk soal memiliki efektifitas pengecoh sangat baik dan 5 butir atau 12,7% soal dengan efektifitas pengecohnya kurang baik.Kata Kunci : Validasi Tes, SK/KD,Tes Matematika, his study was a validation research The developed instrument was mathematic test based on basic and standard competency in primary school in Klungkung regency. The sample for the research was 689 people that were chosen by simple random sampling technique. The derived data was analyzed quantitatively and descriptively. The test items for senior high school in KLungkung regency were very relevant to basic and standard competency and indicator stated in the 11th class test blue print . The relevant coefficient was 0.95. It belonged to very good category. The result of the study show the followings: 1) On the point of view of validity, there found 40 items they are items 1 to 40 which were valid; 2) the test items had high reliability. The reliability coefficient was 0.87 ;3) on the point of view of degree of difficulty, ther were found 82,5% test items were in adequate level, 5% were in high level and 12,5% were low level ;4) On the point of view degree of difference, threre found 87.5% with sufficient degreeof difference and 12.5% with poor degree of difference; 5) there were found 35 test items or 67,5% of very good option effectivity and 5 test items or 23,5% of not good option effectivity.keyword : Test Validation, basic and standard competency, mathematic test
PENGARUH IMPLEMENTASI ASESMEN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 TEGALLALANG ., PANDE PUTU WASPAWATI; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 4 (2014)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh implementasi asesmen kinerja terhadap hasil belajar menulis bahasa Indonesia ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tegallalang dengan menggunakan rancangan The Posttest-Only Control Group Design dengan melibatkan sampel sebanyak 96 Orang. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data motivasi berprestasi adalah kuesioner motivasi berprestasi. Tes hasil belajar menulis bahasa Indonesia digunakan dalam menjaring data hasil belajar menulis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan analisis varians (Anava) dua jalur, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Terdapat perbedaan hasil belajar menulis bahasa Indonesia yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan disertai asesmen kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen konvensional.(FA = 7,567; p < 0,05). (2) terdapat pengaruh interaksi antara jenis asesmen dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar menulis bahasa Indonesia (FAB = 39,406; p < 0,05). (3) Terdapat perbedaan hasil belajar menulis bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan disertai asesmen kinerja dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen konvensional. pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi (Q = 9,028; p < 0,05). (4) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, terdapat perbedaan hasil belajar menulis bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen kinerja dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen konvensional. (Q = 3,527; p < 0,05)Kata Kunci : asesmen kinerja, hasil belajar menulis bahasa Indonesia, motivasi berprestasi. This research aims to identify and analyze the effect of the implementation of the performance assessment of learning outcomes in terms of writing Bahasa Indonesia in term of student achievement motivation. This study is an experimental study conducted in SMA Negeri 1 Tegallalang using The Posttest - Only Control Group Design with a sample involving 96 people. Samples were taken by using a random sampling technique. The research instrument that used to collect the data was an achievement motivation questionnaires. The Bahasa Indonesia writing achievement test is used to recruit the data of learning outcomes. Data were analyzed using descriptive statistics. Hypothesis testing using an analysis of variance (ANAVA) two lines, followed by Turkey’s test. The results of this study are as follows: (1) There are a significance different in the writing results of Bahasa Indonesia between students who take lessons with accompanying assessment of the performance of the students who take lessons with conventional assessment. (FA = 7,567; < 0,05). (2) There is an interaction effect between the type of assessment and achievement motivation on writing Bahasa Indonesia learning outcomes (FAB = 39,406; p < 0,05). (3) There are differences in learning outcomes between the groups wrote Indonesian students who take the learning and performance assessments with students who take lessons with conventional assessment. The group of students who have high achievement motivation (Q = 9,028; p < 0,05). (4) For students who have low achievement motivation, there are differences in learning outcomes between the groups of writing achievement who take lessons with assessment of performance and the group of students who take lessons with conventional assessment (Q = 3,527 ; p < 0,05).keyword : performance assessment, learning outcomes written Indonesian, achievement motivation