cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berbasis Peta Konsep Terhadap Prestasi Belajar Kimia Ditinjau Dari Sikap Kemandirian (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Nusa Penida). Ardana, I Kadek
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK I KADEK ARDANA. Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berbasis Peta Konsep Terhadap Prestasi Belajar Kimia Ditinjau Dari Sikap Kemandirian (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Nusa Penida). Tesis, Singaraja: Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran terhadap hasil belajar kimia ditinjau dari sikap kemandiri siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Nusa Penida dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain posttest only control group design.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang dipilah menjadi pembelajaran berbasis peta konsep yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran langsung yang dikenakan pada kelompok kontrol. Sedangkan sikap kemandirian berperan sebagai variabel moderator yang dipilah menjadi sikap kemandirian tinggi dan rendah. Sebagai variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil belajar kimia. Instrumen berupa inventory sikap digunakan untuk mengukur sikap kemandirian siswa. Sedangkan tes hasil belajar kimia digunakan untuk mengukur hasil belajar kimia siswa. Sampel penelitian berjumlah 144 siswa kelas X yang diambil secara acak dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara bertahap. Analisis data menggunakan analisis varian (Anava) dua jalur dan Tukey,s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kimia antara siswa yang mengikuti peroses pembelajaran berbasisi peta konsep dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, dan rata-rata skor hasil belajar kimia siswa yang mengikuti proses pembelajaran berbasis peta konsep lebih tinggi dari rata-rata skor hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Oleh karena itu pada pelajaran kimia proses pembelajaran berbasis peta konsep lebih tepat diterapkan dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. (2) Untuk siswa yang memiliki sikap kemandirian tinggi, hasil belajar kimia siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis peta konsep berbeda secara signifikan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Dan hasil belajar kimia siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis peta konsep lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (3) Untuk siswa yang memiliki sikap kemandirian rendah, hasil belajar kimia siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis peta konsep berbeda secara signifikan dengan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Dan hasil belajar kimia siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis peta konsep lebih rendah daripada hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (4) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara pembelajaran dengan sikap kemandirian siswa terhadap hasil belajar kimia. Kesimpulan bahwa pembelajaran dan sikap kemandirian siswa mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap hasil belajar kimia, terutama untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Nusa Penida. ABSTRACT I KADEK ARDANA, The effect of concept mapping-based instruction upon chemistry learning achievement viewerd from independent attitude (an experiment with the class X student of SMA Negeri 1 Nusa Penda). Tesis, Singaraja: Program studi Penelitian dan Evaluasi pendidikan (PEP) program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (undiksha) singaraja, 2010. This study aimend at finding out the effect of the implementation of instruction upon chemistry learning achievement viewed from student independent attitude. This study was conducted at SMA Negeri 1 Nusa Penida by using experiment method with posttest only control group design. The independent variable in this study consisted of instruction which was spirit into two, i.e., consept mapping-based instruction that was treated of the experiment group and direct instruction to control group. While independent attitude served as a moderator variable which was split into two lwvwls,i.e., high and low independent attitudes. The dependent variable in this study consisted of chemistry learning achievement. The instrument was in the from of attitude inventory that was used to measure level of the student,s independent attitude while chemistry learning achievement test was used to measure the student’s chemistry achievement. The sample consisted of 144 class X students that were selected at ramdom by using stratified random sampling technique. The data analysis used two-way ANOVA ang Tukey test. The results showed that (1) for the students with high independent attitude, the chemistry lerning achievement of those who learning through concept mapping-based instruction differed significantly from that of those who learned throuhh direct intructin. The chemistry learning achievement of those who learned through concept mapping-based instruction was higher than hat of those who learned direct instruction. (2) For the students who hadlow independent attitude, the chemistry learning achievement of those who learned through concept mapping-based instruction differed significantly from that of those who learned through direct instruction. The chemistry learning achievement of those who learned through concept mapping-based instruction was lower than that of those who learned trough direct instruction model, (3) There was a significant interaction effect between instruction and student independent attitude upon chemistry learning achievement. The conclusion is thst the instruction and student independent attitude have a significant effect upon chemistry learning achievement, particularly whit class X students of SMA Negeri 1 Nusa Penida.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PENALARAN FORMAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA (Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tabanan) Nuryasa, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran, sedangkan penalaran formal berperan sebagai variabel moderator, Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Instrumen berupa tes penalaran formal dan  tes kemampuan pemecahan masalah matematika.  Sampel penelitian berjumlah 88 orang siswa kelas VIII yang diambil secara acak dengan menggunakan tehnik pengambilan sampel secara bertahap. Analisis data menggunakan analisis varian dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mengikuti model belajar berbasis masalah dengan siswa yang  mengikuti model pembelajaran langsung (F =  5,213; p<0,05), (2) untuk yang memiliki penalaran formal tinggi, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mengikuti model belajar berbasis masalah dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung , (3) untuk siswa yang memiliki penalaran formal rendah, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung dengan siswa yang mengikuti model belajar berbasis masalah , dan (4) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (F =  27,018; p<0,05).  Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model belajar berbasis masalah dan penalaran formal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan matematika, tetapi untuk siswa yang memiliki penalaran formal rendah akan mengalami kesulitan memahami masalah sehingga lebih memerlukan peran guru sehingga model pembelajaran langsung masih diperlukan pada pembelajaran matematika untuk siswa SMP Negeri 1 Tabanan.   Kata kunci  : Model Pembelajaran, Penalaran Formal, dan Pemecahan Masalah.     This study aimed at finding out the effect of problem-based teaching model and formal thinking upon students ability to solve mathematic problems. This study was conducted at SMP Negeri 1 Tabanan by using an experimental method with 2x2 factorial design. The independent variable in this study was the teaching model. Then the teaching model was divided into two levels of factor, i.e., problem-based teaching model that was treated to the experiment group and direct teaching model that was treated to the control group while formal thinking played the role as a moderator variable. Then, the formal thinking was divided into two levels of factor, i.e., high formal thinking and low formal thinking . As the dependent variable in this study was ability to solve mathematic problems. The instruments in this study consisted of a test of formal thinking that was used to measure the students formal thinking ability while a test of mathematic problems solving was used to measure the students ability to solve mathematic problems. The sample was 88 students of Class VIII that were drawn randomly by using a stratified sampling technique. The data were analyzed by two-way analysis of variance. The results showed that (1) in general, there was a different ability to solve mathematic problems between the students who studied through problem­based teaching model and the students who studied through direct teaching model (F=5,213; p<0,05). (2) for the students who had a high formal thinking, there was a different  ability to solve mathematic problems between who studied through problem-based teaching model and the students who studied through direct teaching model (Q=5,290; p<0,05). (3) for the students who had a low formal thinking, there was a different  ability to solve mathematic problems between who studied through direct teaching model and who studied through problem-based teaching model (Q=2,061; p<0,05). (4) there was a significant interaction between teaching model and formal thinking upon the students ability of solving mathematic problems (F=27,018; p<0,05). Hence it can be concluded that problem-based teaching model and formal thinking had a significant effect upon ability to solve mathematic problems, but for the students with a low formal thinking , they will experience a difficulty in understanding the problems so that they need the role of the teacher more. Thus in addition to using problem-based teaching model, direct teaching model is still needed in mathematic teaching for the students of SMP Negeri 1 Tabanan.   The key word : Learning Model, Formal Thinking, Solve ProblemABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran, sedangkan penalaran formal berperan sebagai variabel moderator, Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Instrumen berupa tes penalaran formal dan  tes kemampuan pemecahan masalah matematika.  Sampel penelitian berjumlah 88 orang siswa kelas VIII yang diambil secara acak dengan menggunakan tehnik pengambilan sampel secara bertahap. Analisis data menggunakan analisis varian dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mengikuti model belajar berbasis masalah dengan siswa yang  mengikuti model pembelajaran langsung (F =  5,213; p<0,05), (2) untuk yang memiliki penalaran formal tinggi, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika yang mengikuti model belajar berbasis masalah dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung , (3) untuk siswa yang memiliki penalaran formal rendah, terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung dengan siswa yang mengikuti model belajar berbasis masalah , dan (4) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (F =  27,018; p<0,05).  Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model belajar berbasis masalah dan penalaran formal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan matematika, tetapi untuk siswa yang memiliki penalaran formal rendah akan mengalami kesulitan memahami masalah sehingga lebih memerlukan peran guru sehingga model pembelajaran langsung masih diperlukan pada pembelajaran matematika untuk siswa SMP Negeri 1 Tabanan.   Kata kunci  : Model Pembelajaran, Penalaran Formal, dan Pemecahan Masalah.     This study aimed at finding out the effect of problem-based teaching model and formal thinking upon students ability to solve mathematic problems. This study was conducted at SMP Negeri 1 Tabanan by using an experimental method with 2x2 factorial design. The independent variable in this study was the teaching model. Then the teaching model was divided into two levels of factor, i.e., problem-based teaching model that was treated to the experiment group and direct teaching model that was treated to the control group while formal thinking played the role as a moderator variable. Then, the formal thinking was divided into two levels of factor, i.e., high formal thinking and low formal thinking . As the dependent variable in this study was ability to solve mathematic problems. The instruments in this study consisted of a test of formal thinking that was used to measure the students formal thinking ability while a test of mathematic problems solving was used to measure the students ability to solve mathematic problems. The sample was 88 students of Class VIII that were drawn randomly by using a stratified sampling technique. The data were analyzed by two-way analysis of variance. The results showed that (1) in general, there was a different ability to solve mathematic problems between the students who studied through problem­based teaching model and the students who studied through direct teaching model (F=5,213; p<0,05). (2) for the students who had a high formal thinking, there was a different  ability to solve mathematic problems between who studied through problem-based teaching model and the students who studied through direct teaching model (Q=5,290; p<0,05). (3) for the students who had a low formal thinking, there was a different  ability to solve mathematic problems between who studied through direct teaching model and who studied through problem-based teaching model (Q=2,061; p<0,05). (4) there was a significant interaction between teaching model and formal thinking upon the students ability of solving mathematic problems (F=27,018; p<0,05). Hence it can be concluded that problem-based teaching model and formal thinking had a significant effect upon ability to solve mathematic problems, but for the students with a low formal thinking , they will experience a difficulty in understanding the problems so that they need the role of the teacher more. Thus in addition to using problem-based teaching model, direct teaching model is still needed in mathematic teaching for the students of SMP Negeri 1 Tabanan.   The key word : Learning Model, Formal Thinking, Solve Problem
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI (Studi Eksperimen pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kuta Selatan) Setyono, Wasis
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini eksperimen dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuta Selatan dengan menggunakan desain faktorial 2x2; melibatkan sampel sebanyak 96 orang yang diambil dengan teknik random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran yang dipilah menjadi dua, yakni pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan pendekatan pembelajaran konvensional yang dikenakan pada kelompok kontrol. Gaya kognitif sebagai variabel moderator dipilah menjadi dua, yaitu gaya kognitif field independent dan gaya kognitif field dependent. Sebagai variabel terikat dalam penelitian ini berupa prestasi belajar ekonomi. Instrumen penelitian berupa tes yang digunakan dalam menjaring data ada dua jenis, yaitu tes prestasi belajar ekonomi dan tes gaya kognitif. Analisis data menggunakan ANAVA dua jalur dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual tidak sama dengan prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya harga Fhitung = 21,47 pada taraf 0,05 > Ftabel (0,05) (1:92) = 3,94; (2) untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual lebih baik daripada prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya harga Qhitung = 9,47 pada taraf 0,05 > Qtabel = 2,83;  (3) untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada prestasi belajar ekonomi siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual, hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya harga Qhitung = 3,02 pada taraf 0,05 > Qtabel = 2,83;  dan (4) Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran yang diterapkan dengan gaya kognitif terhadap prestasi belajar ekonomi, hal tersebut dibuktikan dengan  ditemukan harga Fhitung = 23,42 pada taraf 0,05 > Ftabel = 3,94. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual secara umum dapat meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa. Supaya diperoleh prestasi belajar ekonomi yang lebih optimal maka gaya kognitif siswa harus dipertimbangkan. Untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent sebaiknya diterapkan pendekatan pembelajaran kontekstual, sedangkan siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent sebaiknya diterapkan pendekatan pembelajaran konvensional Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual, Gaya Kognitif, dan Prestasi belajar Ekonomi. THE EFFECT OF CONTEXTUAL LEARNING AND COGNITIVE STYLE    ON LEARNING ACHIEVEMENT IN ECONOMICS ( An Experimental Study Conducted of SMA Negeri 1 Kuta Selatan ) by Wasis Setyono ABSTRACT   The aim of this study was to find out  the effect of contextual learning and cognitive style on learning achievement in economics. The study was conducted at SMA Negeri 1 Kuta Selatan by using quasi-experimental method and the 2x2 factorial design; involving a sample consisting of 96 people using random sampling technique. This study used learning approach as the  independent variable which was devided into two, i.e., contextual learning  approach (CTL) that was assigned to the experiment group and convensional  learning approach that was assigned  to the control group. The cognitive style was chosen as the moderator variable which was divided into field independent  and dependent cognitive styles. Achievement in learning economics was selected as the dependent variable in this study. This study used test as instruments to collect data. There were two types of test, i.e., achievement test in learning economics and cognitive style test. The data were analyzed by a two-way ANOVA and Tukey’s test. The result shows that (1) the achievement of the student who studied under contextual learning was not the same as that of those who studied under conventional learning, which was proven by the value of Fobserved = 21,47 at P= 0,05 > F table (0,05)(1;92) = 3.94;  (2) for the students with field independent cognitive style, those who studied under contextual learning got higher achievement than those who studied under convention learning, which was proven by the value of  Qobserved = 9,47 at P = 0,05 > Q table = 2,83 ; (3) for the students with field dependent cognitive style, those who studied under conventional learning got  higher achievement than those who studied under contextual learning, which was proven by the value of   Q observed = 3,02 at P = 0,05 > Q table = 2.83 ; and (4) hence, it can be concluded that there is an interaction effect between a learning approach used and cognitive style on achievement in learning economics, as proven by the value of  F observed = 23,42 at P = 0.05 > F table = 3.94).   The conclusion that can be drawn from this study is that the implementation of contextual learning can generally improve student’s achievement in learning economics.  One has to take cognitive style to obtain an optimum level of achievement in learning economics. It is advisable to use contextual learning for the student with field independent cognitive style while conventional learning for the student with field dependent cognitive style. Key words: Contextual   teaching and learning, Cognitive style, and Economics achievement.
STUDI EVALUASI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA DALAM MENINGKATAN KECAKAPAN HIDUP TAMATAN KRIA KERAMIK SMK NEGERI 2 SUKAWATI WIRDANA, I WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK I WAYAN WIRDANA, Studi Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda Dalam Meningkatan Kecakapan Hidup Tamatan Kria Keramik Di SMK Negeri 2 Sukawati.Tesis. Singaraja: Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 2010.   Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh pembimbing I, Prof. Dr. Ketut  Suarni, MS  dan pembimbing II. Dr. Made Yudana. Kata Kunci: Kecakapan Hidup Tamatan, Konteks, Input, Proses, Produk, Kria  Keramik di SMK Negeri 2 Sukawati.   Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penyelenggaraan program(PSG) pendidikan sistem ganda Kria Keramik di SMK Negeri 2 Sukawati, Gianyar ditinjau dari: Konteks, Input,Proses,dan Produk. Populasi dalam penelitian ini adalah Kria Keramik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Sukawati Gianyar. Responden Penelitian ini adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua jurusan, guru produktif kria keramik, guru normatif kria keramik, guru adaptif kria keramik, guru BK. kria  keramik, institusi pasangan atau Dunia Usaha dan Dunia Industri kria keramik, kepala TU dan siswa, yang diambil dengan cara kluster sampling.Model evaluasi yang digunakan dalam mengevaluasi program pendidikan sistem ganda (PSG) adalah model CIPP. Sebagian data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner pada semua responden sekolah SMK Negeri 2 Sukawati untuk mendapatkan data utama, sebagian dilengkapi/ didukung oleh data darihasil wawancara, observasi, dan studidokumentasi. Analisis data menggunakan statistik Deskriftif Kuantitatif dengan kriteria ideal teoritik dengan rumus univariat, serta dihubungkan dengan Kwadran Glickman untuk mendeskripsikan tingkat efektifitas pelaksanaan program pendidikan sistem ganda (PSG).   Dari hasil analisis yang dibahas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Kria Keramik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri2 Sukawati dengan hasil analisis T-skor masing–masing: Konteks 51,45 dengan katagori efektif, Input 49,24 dengan katagori efektif, Proses 50,93 dengan katagori efektif, dan Produk 51,40 dengan katagori efektif.Dan Konteks,Input, Proses, Produk dengan hasil analisis masing-masing: 51,45 dengan katagori efektif, 49,24 dengan katagori efektif, 50,93 dengan  katagori efektif, 51,40 dengan  katagori efektif.   Dengan simpulan di atas disarankan; (1) untuk selalu meningkatkan diri dalam memenuhi tuntutan dari standar masing–masing variabel Konteks, Input, Proses, dan Produk. (2) Sekolah tetap mempertahankan pelaksanaan program pendidikan sitem ganda karena sangat membantu meningkatkan kecakapan hidup tamatan  dalam memenangkan persaingan pasar global.     ABSTRACT I WAYAN WIRDANA, An Evaluative Study of the effectivity of Dual System Educational Program in the Improvement of  Life Skill of the Graduates of The Ceramics Craft Division of  SMK Negeri 2 Sukawati. Tesis. Singaraja: Program Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singajaja, 2010.   This thesis has been corrected and examined by the first supervisor, Prof. Dr. Ketut Suarni, MS and the second supervisor, Dr. Made Yudana. Key words: The Graduate’s Life Skill, Context, Input, Process, Product, The Ceramics Craft Division of SMK Negeri 2 Sukawati   This study aimed at evaluating the implementation of the dual-system education program in The Ceramics Craft Division at SMK Negeri 2 Sukawati Ginyar. The respondents were the school principal, vice-school principals, the head of the division,  the productive teachers of ceramics craft and normative teachers of ceramics craft, the adaptive teachers of ceramics craft, the guidance and counseling teacher of ceramics craft, counterpart institutions or businesses and industries, the head of the Secretarial Division and the students, who were selected through cluster sampling.The evaluation model used in evaluating the dual-system education (DSE) program was CIPP model. Part of the data were collected by distributing questionnaires to all of the respondents to obtain the main data, and part of them were supplemented/supported by the data from the interview, observation, and document study as completed data.The data was analized using quantitative-descriptive about teoritic criteria to describe efectivitas level realization program double system.   The results of analysis showed that  The Ceramics Craft Division of SMK Negeri  2 Sukawati  got the following  T-scores for each of the variables:  Context 51.45 with effective category, Input 49 with effective category, Process 50.93 with effective category, and Product 51.40 with effective category. Hence it can be concluded that the implementation of the dual-system education at the Ceramics Craft Division of SMK Negeri 2 Sukawati was effective.   Based on the conclusion above it is suggested that,(1)The CeramicsCraft Division of SMK Negeri 2 Sukawati should improve itself in meeting the demands of the standards of each of the variables of Context, Input, Process, and Product. (2) The school should keep on maintaining  the implementation of the dual-system education program since it helps very much in improving the life skill of the graduates in winning the competition of the global market.   Key Word: Duel System Educational Program, Context, Input, Proses, and Produk.
EVALUASI RELEVANSI KINERJA PROGRAM STUDI KRIYA KAYU DALAM MENDUKUNG KEBUTUHAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI PADA SMK N 2 SUKAWATI SUBRATA, I KOMANG
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi kinerja Program Studi Kriya Kayu dalam mendukung kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Yang dilihat dari variabel konteks, input, proses dan produk. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ex post facto dengan mengadopsi model CIPP. Penelititan ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Sukawati. Respondennya adalah : kepala sekolah,staf manajemen, ketua program studi, guru, pegawai tata usaha,dan dunia usaha / dunia industri pasangan program Studi Kriya Kayu SMK N 2 Sukawati. Dengan jumlah responden 49 orang diambil dengan cara sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan  kuesioner dengan model pengukuran skala Liekert untuk memperoleh  data utama, yang didukung oleh data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Skor ditransformasikan kedalam T-skor kemudian disesuaikan dengan prototipe Glickman. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis penelitian menunjukkan  bahwa: kinerja Program Studi Kriya Kayu SMK N 2 Sukawati dengan hasil analisis T-skor Konteks, Input, Proses, dan Produk dengan hasil  ( - + - - ). Terkatagori kurang relevan dalam mendukung kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, berarti dari variabel konteks tidak relevan,variabel input relevan,  variabel proses tidak relevan, dan variabel produk tidak relevan. Berdasakan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja Program Studi Kriya Kayu SMK N 2 Sukawati kurang relevan dalam mendukung kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,disebabkan oleh komponen konteks, proses dan produk yang belum mendukung. Untuk meningkatkan relevansi kinerjanya dalam mendukung kebutuhan dunia usaha dan industri perlu dilakukan: (1) selalu mengedepankan kualitas dalam penyelenggaraan pendidikan sesuai kepentingan pelanggan sehingga tamatan memenuhi kriteria pasar, (2) perlu merevisi program keahlian yang tidak relevan dan membuka program baru dengan mengutamakan desain-desain produk yang mengikuti selera pasar, (3) untuk guru-guru produktif di kriya kayu hendaknya selalu meningkatkan kompetensi melalui lokakarya, magang dan berkarya guna meningkatkan profesionalisme sesuai bidang studi yang diampunya. Kata kunci: relevans, program studi Kriya Kayu,mendukung, Dunia Usaha dan Industri. ABSTRACT This study aimed at finding out the relevance of Woodcraft Division of SMK Negeri 2 Sukawati to the meeting of the demands of businesses and industries.The focus of this study was on the context, input, process and product variables. This study used ex post facto design that adopted the CIPP model. This study was conducted at SMK Negeri 2 Sukawati. The respondents were the school principal, managerial staff, the head of the division, teachers, administrators and people from businesses / industries that were the counterparts of the Woodcraft Division of SMK N 2 Sukawati. With the total of respondents of 49 persons drawn through saturated sampling, the data collection was done by using Leikert scale of the measurement to collect the main data,supported by data of the results of questionnaire, observation, and document recording.The scores were converted into T-scores which were then calibratedwith Clickman protype. Data analysis was done by quantitative-descriptive analysis. The results showed that the performaces of the Woodcraft Division of SMK N 2 Sukawati in terms of the T-scores of Context, Input, Process, and Product were (- + - -). This findings fall into less relevant category in the meetimg of the demands of businesses and industries. There is a need to (1) always prioritize the quality in conducting education in accordance with the interest of the costomers in such a way that the graduates can meet the market criteria, (2) revise the specialist program that is not relevan and open a new one that prioritize product designs that suit the taste of the customers (market), (3) there is a need for the productive teachers to always improve competencies through workshops, apprentices and produce things to improve professionalism in accordance with the courses that they teach.   Key words: relevance, Woodcraft Division, Support, Business and Industry.
STUDI EVALUASI KESIAPAN MELAKSANAKAN PROGRAM PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL (PBKL ) DI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) NEGERI 1 PRINGGABAYA LOMBOK TIMUR ., A H S I N .
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Penelitian ini bertujuan untuk menentukan  tingkat kesiapan melaksanakan  program Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) di SMA Negeri 1 Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur dan kendala yang dihadapi dalam upaya mempersiapkan pelaksanaan program  PBKL. Penelitian Evaluasi  ini termasuk penelitian ex post facto, menggunakan model CIPP. Akan tetapi karena program masih dalam proses persiapan maka produks belum ada, untuk itu  penelitian ini dimodifikasi dengan hanya mengevaluasi  3 (tiga) Komponen/Variabel yaitu CIP. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner, wawancara,  sebagai pelengkap digunakan observasi. Data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner dianalisis secara deskriptif  kuantitatif menggunakan kreteria ideal teoretik, Z-skor dikonversi ke dalam T-skor di masukkan ke dalam  kreteria kuadran Glickman, sedangkan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Tingkat kesiapan SMA Negeri 1 Pringgabaya untuk melaksanakan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) ditinjau dari variabel konteks adalah Siap, 2) Tingkat kesiapan SMA Negeri 1 Pringgabaya untuk melaksanakan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) ditinjau dari variabel input  adalah Siap, 3) Tingkat kesiapan SMA Negeri 1 Pringgabaya untuk melaksanakan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) ditinjau dari variabel proses  adalah Siap, 4) Tingkat kesiapan SMA Negeri 1 Pringgabaya untuk melaksanakan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL) adalah Siap, 5) Kendala yang dihadapi dalam implementasi program RPBKL adalah sistem pengelolaan yang belum transfaran, sarana prasarana yang masih terbatas dan kualitas SDM yang masih kurang,  6) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah adalah dengan cara mengadakan sosialisasi yang maksimal, sistem pengelolaan secara transafran,Peningkatan kualitas SDM dan   melakukan kerjasama antara sekolah dengan komite, dewan guru, orang tua siswa, tokoh masyarakat dan Dinas terkait dan pemerintah secara optimal agar seluruh warga sekolah dapat berperan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing- masing. Kata Kunci : Studi Evaluasi, Tingkat Kesiapan, dan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL).  ABSTRACT This study aim at determining the level of preparedness and obstacles encountered for carrying out the Local Excellence-Based Education  Program (PBKL)in SMA Negeri 1 Pringgabaya East Lombok regency. This research is ex-post facto research, using the CIPP Model. However, cause of this program is still in process of preparing, so this study was modified to evaluate only three (3) components / variables: those are CIP.  Methods of data collection used are a questionnaire, interview, while observation used as a complement method. Primary data collected through the questionnaires were analyzed quantitatively using descriptive ideal theoretical criteria and Z-score. The data then converted into a T-score and the quadrant Glickman, while secondary data that was collected through interviews were analyzed qualitatively. The results showed that: 1). The readiness of SMA Negeri 1 Pringgabaya to implement the Local Excellence-Based Education Program (PBKL) viewed from context is Ready, 2) The readiness of SMA Negeri 1 Pringgabaya to implement the Local Excellence-Based Education Program (PBKL) viewed from the input is Ready, 3) The readiness of SMA Negeri 1 Pringgabaya to implement the Local Excellence-Based Education Program (PBKL) viewed from process is Ready, 4) The readiness of SMA Negeri 1 Pringgabaya to implement the Local Excellence-Based Education Program (PBKL) is Ready, 5) The constraints encountered in implementing the program RPBKL are the management system that has not been transparent,  limited infrastructure, the quality and quantity of the limited human resources, 6) The efforts that can be used in addressing the problem is hold a maximum of socialization, the transparent management systems, upgrade human resources quality and enhance the quality of cooperation among the school committee, board of teachers, parents, community leaders and government to make the best effect to the whole of the school community and may have role in accordance with the duties and functions of each.   Keywords:    Evaluation Study, Level of Preparedness, and Local Wisdom-Based Education (PBKL).
ANALISIS KEBUTUHAN TENTANG NILAI-NILAI KEBHINEKAAN DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (Studi Pada Para Siswa SMP Yayasan Insan Mandiri se Bali) Lestari, Ana Endang
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang nilai-nilai kebhinekaan yang paling dibutuhkan dalam mengembangkan pendidikan multikultural pada siswa SMP di Yayasan Insan Mandiri. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan guru yang terdapat di empat lokasi yaitu (1) SMP St. Yoseph-Denpasar (2) SMP St. Paulus-Singaraja, (3) SMP. St. Thomas Aquino-Padang Tawang, (4) SMP Wana Murni – Palasari. Jumlah siswa keseluruhan 1464 orang, jumlah guru 73 orang. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan penentuan jumlah sampel menggunakan tabel Isaac & Michael dengan taraf kesalahan 5%. Penelitian ini dirancang  dengan metode Penelitian dan  Pengembangan tahap dasar. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner  yakni nilai-nilai kebhinekaan : (1) Religiositas, dengan perolehan persentil mean 76,52 dan 54,77, (2) Kemandirian Moral, dengan perolehan persentil mean 76,75 dan 77,35, (3) Kesediaan untuk bertanggung jawab, dengan perolehan persentil mean 75,88 dan 79,56, (4) Nasionalisme, dengan perolehan persentil mean 81,8 dan 74,56, (5) Demokrasi, dengan perolehan persentil mean 73,31 dan 76,18, (6) Kepedulian sosial, dengan perolehan persentil mean 71,54 dan 85,23. Untuk pengembangan kurikulum dalam pendidikan multikultural dengan perolehan persentil mean 73,64. Statistik yang dipergunakan untuk menganalisis data adalah dengan menggunakan ukuran univariat yakni penelitian deskriptif kuantitatif. Dengan rentangan persentil yang menggunakan klasifikasi dari Delphi, hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai-nilai kebhinekaan yang dibutuhkan oleh siswa SMP dalam lingkungan Yayasan Insan Mandiri adalah nilai Nasionalisme, nilai Demokrasi dan nilai Kepedulian sosial. (2) Pengembangan kurikulum dalam pendidikan multikultural adalah mengintegrasikan penanaman nilai-nilai kebhinekaan dalam pelajaran-pelajaran dengan berangkat dari situasi konkrit  hidup para siswa serta dibarengi teladan sikap dari para pendidik. Kata kunci: Nilai-nilai Kebhinekaan, Pendidikan Multikultural, Siswa SMP.   ABSTRACT The aim of the study is to explore multicultural values needed in order to develop a so-called multicultural educational curriculum for the junior high schools belong to Yayasan Insan Mandiri. The respondents selected for the study composed of  both the junior high school students and their teachers from: 1) St.Yoseph Junior High School in Denpasar; 2) St. Paul Junior High School in Singaraja; 3) St. Thomas Aquinas Junior High School in Padang Tawang; and 4) Wana Murni Junior High School in Palasari. The total students taken for study were 1464, and the teachers were 74. Those respondents selected by applying purposive sampling technique as proposed by Isaac & Michael. The standard of error of sampling process is about 5 %. The research was designed by using a very basic research and development method. The data on the multicultural values particularly connected to religiosity, morality, responsibility, nationalism, democracy, and social responsibility collected by questionnaire technique. The results of data analysis discovered that the students in general have a positive attitude toward multicultural values. Such attitude demonstrated by: 1) the percentile mean of religiosity was 76,75 and 77,35; 2) the percentile mean of  moral independency attitude was 76,75 and 76,53; 3) the percentile mean of personal responsibility was about 75,88 and 79,56; 4) the percentile mean of nationalism was 81,8 and 74,56; 5) the percentile mean of  nationalism was 81,8 and 74,56; 5) the percentile mean of democracy was 73,31 and 76,18; and 6) the percentile mean of social responsibility was 71,54 and 85,23. However, the percentile mean of developing a curriculum for multicultural education was 73, 64. The model of statistics used to analyze such data is univariat or descriptive-quantitative model. Percentile data analysis based on Delphi’s classification reflected the results of study as following: (1) the pluralistic values are needed by the junior high school students who are studying at the junior high schools belong to Yayasan Insan Mandiri. The pluralistic values are including nationalism, democratic and the social responsibility values. (2) The effort to develop junior high school’s multicultural curriculum should be based on practical efforts and experiences of the school community in promoting multicultural values throughout its social and personal relationship and teaching process in the school.   The key words: Multicultural values, multicultural education, junior high school.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI DITINJAU DARI SIKAP SISWA PADA PELAJARAN EKONOMI (STUDI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 GIANYAR ) ADNYANI, I DESAK NYOMAN SERI
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan desain eksperimen post test only control group design yang bertujuan untuk meneliti pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan tipe STAD dengan sikap siswa terhadap prestasi belajar ekonomi pada kelas X SMA Negeri 1 Gianyar. Penelitian ini melibatkan 198 siswa sebagai sampel penelitian yang diambil secara random sampling. Data prestasi belajar diperoleh melalui tes prestasi belajar ekanomi dan data sikap siswa pada pelajaran ekonomi dikumpulkan dengan mengunakan kuesioner. Kedua instrumen telah divalidasi sebelumdikenakan pada sampel penelitian. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis Varian (ANAVA) dua jalur dilanjutkan dengan uji Tukey. Berdasarkan analisis data, ditemukan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan prestasi belajar ekonomi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. (FA=22,534 dengan P < 0,05). (2) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan sikap siswa terhadap prestasi belajar ekonomi (FAB=129,909 dengan P < 0,05.  (3) terdapat perbedaan secara signifikan  prestasi belajar ekonomi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki sikap positif pada pelajaran ekonomi (Q = 20,124 dengan  P < 0,05).            (4) terdapat perbedaan secara signifikan prestasi belajar ekonomi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran  konvensional pada kelompok siswa yang memiliki sikap negatif pada pelajaran ekonomi(Q = -8,082 dengan P < 0,05). Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan tipe STAD  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, maka sikap siswa pada pelajaran ekonomi perlu dipertimbangkan.   Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Sikap, dan Prestasi belajar.  ABSTRACT   This research applied  experiment design of posttest – only control group,  with the objective to determine the effect of cooperative learning model jigsaw type  and STAD  type  as well as student’   attitude on economic learning  on the students’ economic learning achievement  at students of grade X of SMA N 1 Gianyar in academic year 2011/2012. This research involves 198 students as research subjects  taken by using   random sampling technique. Data on learning achievement  were obtained through administering economic achievement test, and economic learning  attitude data were collocted through conducting attitude questioner. Both instruments have been validated prior applied to the research samples. Next, the data obtained were analyzed by ANAVA ( Analysis of Variants) 2 ways with F test, which was followed by Tukey test. Based on data analysis,  it was found as fallows . (1) There was  a significant difference in the  economic learning achievement between students who  attended  cooperative learning model  jigsaw type and  STAD type   with those who  attended conventional model ( FA = 22,534  with   p < 0,05).  (2) There was  significant  interaction effect between the implementation of learning  model and students’ attitude on the students’ economic learning achievement (FAB = 129,909 with p < 0,05). (3)  There was significant a difference in the economic learning achievement between students who attended cooperative  model and those who attended conventional teaching model for students who had positive attitude (Q= 20,124 with p < 0,05). (4) There was a significant  difference in the  economic learning achievement between students who attended cooperative learning model and those who attended conventional teaching model for  students who had negative  attitude  (Q = 8,082 with  p < 0,05). Based on findings , it could be concluded that  cooperative learning model  has a great effect on the economic learning achievement . The implementation of cooperative learning model could increase the economic learning achievement. To get a better result the student’ attitude  on economic learning should be taken into consideration .   Key Words                  :  Cooperative Learning,  Attitude, Learning Achievement  
PENGARUH PENDEKATAN PROSES BERBANTUAN ASESMEN PORTOFOLIO ELEKTRONIK TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS RESENSI BUKU FIKSI BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI KEMAMPUAN EVALUASI DIRI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GIANYAR TAHUN PEMBELAJARAN 2011/2012 Suryani, Dewa Ayu Made
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar menulis resensi buku fiksi antara  siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan proses berbantuan  asesmen portofolio elektronik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan proses konvensional, (2) perbedaan hasil belajar menulis resensi buku fiksi antara siswa yang memiliki kemampuan evaluasi diri tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuan evaluasi diri rendah, (3) pengaruh interaksi  antara pembelajaran pendekatan proses berbantuan asesmen portofolio elektronik dengan kemampuan evaluasi diri terhadap hasil belajar menulis resensi buku fiksi bahasa Indonesia, (4) pada siswa yang memiliki kemampuan evaluasi diri tinggi, terdapat perbedaan hasil belajar menulis resensi buku fiksi antara siswa  yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan proses berbantuan asesmen portofolio elektronik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan proses konvensional, dan (5) pada siswa yang memiliki kemampuan evaluasi diri rendah, terdapat perbedaan hasil belajar menulis resensi buku fiksi antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan proses berbantuan asesmen portofolio elektronik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan proses konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental Posttest Control Group Design. Sampel dalam penelitian berjumlah 128 orang yang dipilih dengan menggunakan random sampling dengan teknik undian untuk memilih kelas. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) satu jalur dan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji-F. Hasil penelitian ini menunjukkan. (1) hasil belajar menulis resensi buku fiksi bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pendekatan proses berbantuan asesmen portofolio elektronik lebih tinggi daripada pendekatan proses konvensional. Hasil analisis di dapat F = 4,622 dan nilai sig = 0,000, yang berarti bahwa nilai sig<0,05. (2) hasil belajar menulis resensi buku fiksi bahasa Indonesia yang memiliki kemampuan evaluasi diri tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuan evaluasi diri rendah dengan F-hitung = 64,426 dengan p<0,05, (3) terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan evaluasi diri siswa terhadap hasil belajar menulis resensi buku fiksi bahasa Indonesia. (FhitungAB = 47,993>Ftabel = 3,92 dengan p<0,05), (4) Rata-rata hasil belajar menulis resensi buku fiksi bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pendekatan proses berbantuan asesmen portofolio elektronik lebih tinggi daripada pendekatan proses konvensional yang memiliki kemampuan evaluasi diri tinggi  dengan hasil analisis di dapat Qhitung = 10,177  dan Qtabel = 2,89, yang berarti bahwa nilai Qhitung > Qtabel, dan (5) Rata-rata hasil belajar menulis resensi buku fiksi bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pendekatan proses berbantuan asesmen portofolio elektronik lebih rendah daripada pendekatan proses konvensional yang memiliki kemampuan evaluasi diri rendah  hasil analisis di dapat Qhitung = -5,877  dan Qtabel = 2,89, yang berarti bahwa nilai Qhitung > Qtabel. Jadi pendekatan proses berbantuan asesmen portofolio elektronik berpengaruh terhadap hasil belajar menulis resensi buku fiksi bahasa Indonesia siswa ditinjau dari kemampuan evaluasi diri pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gianyar tahun pembelajaran 2011/2012.   Kata-kata kunci:     Pendekatan Proses Berbantuan Asesmen Portofolio Elektronik, Pendekatan Proses Konvensional, Kemampuan Evaluasi Diri, Hasil Belajar Menulis Resensi Buku Fiksi Bahasa Indonesia ABSTRACT This research aimed at (1) the differences of students achievement in writing review Indonesian fiction books compare with the students who given conventional approach in learning. (2) The difference achievements between the students who have higher ability of self evaluation with lower ones. (3) The influenza interaction of the electronic.Portofolio assessment approach to the students result of writing of review Indonesian books.(4) For student who have higher ability of self evaluation here are different significant result of using electronic portofolio assessment to the student taught by using conventional approach. (5) Student with lower ability of self evaluation, there are different result of writing review fiction books to the student who taught by using electronic portofolio assessment with student taught by using conventional approach. The research uses experimental design posttest control group design. The sample of this research consist of 128 student which are chosen by simple random sampling to assign by lot to choose classroom. The data gained and formulated by using analyzis varians (ANAVA) two tracks through evaluation  F. The result of this research indicates: (1) the averages achievement of writing review Indonesian fiction books which is taught by using electronic portofilio assessment get higher mark than the student who taught by conventional approach  the result analyzis F is = 4,622 and value sig = 0,000 which means that value sig < 0,05. (2) the student achievement in writing review Indonesian fiction books is better fot the student who have higher self evalution than the student’s who have lower ones F = 64,426 to P < 0,05. (3) There is an influent interaction between learing approach and ability of self evaluation to the result of student achievement in writing review Indonesian fiction books (FAB = 47,993) Ftable = 3,92 to P (0,05).  (4) The average of students achievement in writing review books with the use of electronic portofolio assessment get higher than the conventional approach  with the result analyzis is Qhit = 10,177 and value Qtable = 2,89 which means value Qhit > Qtable. (5) The average result of writing review Indonesia fiction books to the students taught by using electronic portofolio assessment get lower achievement than. The conventional approach which have lower ability self evaluation  the analyzis result is Qhit = -5,877 and value Qtable = 2,89 which means value Qhit > Qtable. Based on above findings research, it can be concluded that the influence of the electronic portofolio assesment significant influence the students’  achievement in writing review Indonesia fiction books.   Key words: “Electronic Portofolio Assessment,Conventional Approach, Ability of self  evaluation” Achievement in writing review Indonesian fiction books.  
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS ASESMEN KINERJA TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DAN EFIKASI DIRI SISWA KELAS XI DI SMK N 1 SINGARAJA ., Gede Sukerama
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis asesmen kinerja terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris dan efikasi diri siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMK N 1 Singaraja yang berjumlah 413 orang. Sample pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposif yang mengambil sample siswa kelas XI UPW. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan ”posttest-only control group design”. Data penelitian tentang kemampuan berbicara Bahasa Inggris dikumpulkan dengan menggunakan rubrik penilaian kinerja dan data tentang efikasi diri dikumpulkan dengan kuesioner efikasi diri. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan one way Multivariate Analysis of Variance. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan berbicara Bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis asesmen kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, ini ditunjukan oleh harga F sebesar 23,952 yang signifikan pada taraf signifikansi 0,05. (2) terdapat perbedaan efikasi diri antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis asesmen kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, ini ditunjukan oleh harga F sebesar 43,739 yang signifikan pada taraf signifikansi 0,05. (3) secara simultan terdapat perbedaan kemampuan berbicara Bahasa Inggris dan efikasi diri antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis asesmen kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, ini ditunjukan oleh harga F hitung = 21,81031 lebih besar daripada F tabel = 19,48 pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual berpengaruh terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris dan efikasi diri baik secara sendiri maupun simultan. Sehingga, disarankan agar guru-guru Bahasa Inggris dalam usaha meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris dan efikasi diri siswa mengoptimalkan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual.   Kata-kata kunci: pendekatan pembelajaran kontekstual, kemampuan berbicara, efikasi diri . ABSTRACT   The purpose of this research is to know and to describe the influence of learning approach on English speaking skill and self-efficacy of student of SMK Negeri 1 Singaraja. The population of this research is 413 students of eleventh grade of SMK Negeri 1 Singaraja. The sample of this study is eleventh grade of UPW using purposive sampling method. This quasi experiment research used posttest-only control group design. The English speaking data  were collected by oral speaking test using performance assessment rubric and self-efficacy data were collected by self-efficacy questionnaire. The data were analyzed by using One Way Multivariate Analysis of Variance (Manova). The findings showed that: (1) there was difference of English speaking skill between students treated under performance assessment-based contextual learning approach and those treated under conventional learning approach, it was indicated by the value of F = 23,952 which was significant at  0,05 significance level. (2) there was difference of self-efficacy between students treated under performance assessment-based contextual learning approach and those treated under conventional learning approach, it was indicated by the value of F = 23,952 which was significant at 0,05 significance level. (3) Simultaneously, there was difference of English speaking skill and self-efficacy between students treated under performance assessment-based contextual learning approach and those treated under conventional learning approach, it was indicated by the value of F empiric = 21,81031 which was higher than F theory = 19,48 at 0,05 significance level. The result of this research indicated that the use performance assessment-based contextual learning approach affected significantly on students’ speaking skill and-self efficacy both individually and simultaneously. It is suggested that English teachers apply the approach intensively in order to improve students’ speaking ability and self efficacy.   Key Terms: performance assessment-based contextual learning approach , English speaking skill, self-efficacy.

Page 3 of 41 | Total Record : 404