cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
STUDI EVALUASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Studi Pada Tiga Sek SENTOSA, I PUTU PRANATHA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPranatha.2012. Studi Evaluasi Pelaksanaan Program Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Kabupaten Jembrana) Pembimbing I Prof. Dr. I Wayan Koyan, M.Pd Pembimbing II Prof. Dr. A.A. Istri Ngurah Marhaeni, M.A Kata Kunci : Studi Evaluasi, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).   Penelitian ini bertujuan untuk menemukan efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Jembrana dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pengumpulan data pada 3 (tiga) SMP Negeri di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini bersifat ex post facto. Data tentang efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah diambil dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumen. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif (sekunder) yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan: (1) Nilai komponen konteks adalah sebesar 4.058. Dengan demikian efektivitas komponen konteks adalah Amat Baik. (2) Nilai komponen input adalah sebesar 4,047. Dengan demikian efektivitas komponen Input adalah Amat Baik, (3) Nilai komponen proses adalah sebesar 3,904. Dengan demikian efektivitas komponen proses adalah Baik. (4) Nilai komponen produk adalah sebesar 3,823. Dengan demikian efektivitas komponen produk adalah Baik, (5) kendala yang dihadapi dalam implementasi program MBS adalah terkait dengan pola pikir dari sebagian stakeholder yang tidak sungguh-sungguh menyikapi perubahan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, (6) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah adalah dengan cara melakukan kerjasama antara sekolah dengan komite, dewan guru, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat secara optimal agar seluruh stakeholder yang ada dapat mengerti dan memahami program MBS secara benar sehingga mereka mempunyai perhatian/kepedulian, kesadaran, dan tanggung jawab terhadap keberadaan dan keberlangsungan program MBS yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. ABSTRACT Pranatha. 2012.     An Evaluation Study of the Implementation of School  Based Management on Secondary Schools in Jembrana Regency. First advisor, Prof. Dr. I Wayan Koyan, M.Pd         Second advisor, Prof. Dr. A.A. Istri Ngurah Marhaeni, M.A  Key words : Evaluation Study, School Based Management.  This study aims to find out the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in Jembrana Regency and to find out the difficulties faced in implementing the program. To achieve these objectives, data from the three State Secondary Schools in Jembrana Regency. This research is ex post facto. The data were collected using questionnaires, interviews, observation and document.  The data collected through questionnaires were analyzed descriptively and quantitatively, whereas for the secondary data collected through interviews, observations, and document analyses were analyzed qualitatively. The result of study showed that: (1) The value of context component was 4.058. So, the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in terms of component ‘context’ was  very good, (2) The value of input component was 4,047. So, the effectiveness of the implementation of  School Based Management Program in terms of component ‘input’ was very good, (3) The value of process component was 3,904. So, the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in terms of component ‘process’ was  good, (4) The value of process component was 3,823. So, the effectiveness of the implementation of School Based Management Program in terms of component ‘product’ was good, (5) the problems encountered in the  implementation of School Based Management Program were linked to the mindset of some stakeholders that were not commitment in addressing the changes of the government policy on education field, and (6) in order to solve the problem, some efforts can be done such as optimal collaboration between the schools and committee, teachers’ assembly, students’ parents, and society’s leader so that all the stakeholders can understand the School Based Management Program and have attention, awareness, and responsibility to the existence and sustainability of School Based Management Program that can improve the quality of education.
STUDI EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP SEBAGAI MUATAN PENGEMBANGAN KTSP ( Studi Pada SMP Negeri se Kota Singaraja) Suwita, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang kualitas pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup di SMP Negeri se kota Singaraja, ditinjau dari: (1) konteks, (2) input, (3) proses, dan (4) produk serta menemukan kendala atas penyelengaraannya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluatif yang mengadopsi model evaluasi CIPP. Variabel konteks, input, proses dan produk diukur dengan instrumen berupa kuesioner sebagai pengumpul data utama dan dilengkapi dengan metode wawancara serta studi dokumen. Sampel penelitian berjumlah 446 orang yang terdiri dari 33 responden untuk evaluasi latar, 102 orang untuk evaluasi variabel masukan, 102 orang untuk evaluasi variabel proses dan 209 orang untuk mengevaluasi variabel luaran, terdiri dari tim pengembang kurikulum sekolah (guru + kepala sekolah), guru, dan siswa kelas IX. Data berupa skor pada variabel konteks, input, proses, dan produk dianalisis menggunakan kriteria ideal teoretik dan mengubah skor tersebut ke dalam T-skor untuk dikonfirmasikan dengan kuadran Glickman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kriteria ideal teoretik, pelaksanakan pendidikan kecakapan hidup sebagai muatan pengembangan KTSP di SMP Negeri se kota Singaraja adalah sebagai berikut. (1) Ditinjau dari segi konteks, pelaksanaannya tergolong sangat baik dengan rerata skor 226,64. (2) Ditinjau dari segi input, pelaksanaannya tergolong baik dengan rerata skor 242,31.  (3) Ditinjau dari segi proses, pelaksanaannya tergolong baik, dengan rerata skor 237,74. (4) Ditinjau dari segi produk, pelaksanaannya tergolong baik, dengan rerata skor 458,35. (5) Kendala utama yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup adalah terbatasnya kemampuan guru dan terbatasnya sarana pembelajaran. Hasil analisis menggunakan T-Skor yang dikonfirmasikan ke dalam kuadran Glickman menunjukkan bahwa, pelaksanakan pendidikan kecakapan hidup sebagai muatan pengembangan KTSP di SMP Negeri se kota Singaraja berada pada kuadran I,  tergolong sangat efektif.   Kata kunci: kecakapan hidup, studi evaluasi   ABSTRACT   This research aims to find out the description of the quality of life skills implementation in junior high school in Singaraja city, they were review from: (1) context, (2) input, (3) process, and (4) product, so with the lack of implementation. This research is included kind of evaluative research that adopted CIPP evaluation style. Variable context, input, process and product were measured with the questioner instrument for the main data to complete the interview mode and study document. The sample of 33 respondent for evaluation context, 102 peoples for variable input, 102 peoples for variable evaluation process, and 209 students for variable product evaluated, consists of curriculum developers at school (teacher + had master), teacher and student in IX class. The data were about score in variable context, input, process, and analysis product were used ideal theoretic criteria and change the score into T score for confirmation with quadrants Glickman. The research showed, with used ideal theoretic criteria, the implementation of life skills as the development change of KTSP in SMP Negeri at Singaraja city that was.  (1) From context, the implementation is the best category with average score 226,64. (2) From input, the implementation as good category with average score 242,31.  (3) From process, the implementation as good category with average score 237,74. (4) From product, the implementation as good category with average score 458,35. (5) Constraint the implementation of life skills as limitation of teacher’s capability and the lack of facilities in teaching and learning process. Analysis with T-Score for confirmation with quadrants Glickman showed the implementation of life skills as the development change of KTSP in SMP Negeri at Singaraja city, quadrant I as very effective.   Key word: life skills, study evaluation.
PENGARUH IMPLEMENTASI ASESMEN AUTENTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DAN MOTIVASI BERPRESTASI (Eksperimen pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 3 Gianyar) BALIK, I WAYAN
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi asesmen autentik terhadap  prestasi belajar matematika dan motivasi berprestasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Gianyar melalui eksperimen dengan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 144 orang peserta didik kelas VIII yang dipilih dengan teknik Random Sampling. Data diperoleh dengan pemberian tes prestasi belajar dan kuesioner motivasi berprestasi kemudian dianalisis dengan multivariate analysis of variance (Manova). Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan  prestasi belajar matematika antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen autentik dan  peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen konvensional, thitung = 3,7938 lebih besar dari ttabel (142:0,05) = 1,982, rerata prestasi belajar kelompok eksperimen (=76,1667) lebih tinggi dari rerata prestasi belajar kelompok kontrol (=69,1667). (2) Terdapat perbedaan secara signifikan  motivasi berprestasi antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen autentik dan  peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen konvensional, thitung = 3,1132 lebih besar dari ttabel (142:0,05) = 1,982. Rerata motivasi berprestasi kelompok eksperimen (=138,4306) lebih tinggi dari rerata motivasi berprestasi kelompok kontrol (=132,6389). (3) Terdapat  perbedaan prestasi belajar matematika  dan motivasi berprestasi secara bersama-sama secara signifikan antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen autentik dan  peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan  asesmen konvensional, Fhitung  = 10,5603 > Ftabel = 3,04 Berdasarkan temuan dalam penelitian ini  disimpulkan bahwa implementasi asesmen autentik dalam pembelajaran matematika  berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika dan motivasi berprestasi peserta didik. Implementasi  asesmen autentik dalam pembelajaran matematika  dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan motivasi peserta didik.   Kata  kunci: asesmen autentik, prestasi belajar matematika, motivasi berprestasi   ABSTRACT   This study aimed at knowing and analyzing the influence of implementation of authentic assessment the mathematic learning achievement and motivation of achievement. This study was carried out at SMP Negeri 3 Gianyar through an experiment with Post Test Only Control Group Design. The sample of this study was 144 eight year student which were selected by Random Sampling Technique. The data of this study was conducted from the learning achievement and questionnaire   of achievement then was  analysed by multivariate analysis of variance(manova). The result of this study are follows: (1) There was of significant difference in mathematic learning achievement between the student who were given authentic assessment and those who given conventional assessment with thitung = 3,7938 more than the ttable (142:0,05) = 1,982. The average of experiment group (=76,1667)  higher than the average of control group (=69,1667)        (2) There was of significant difference in achievement motivation between the student who were given authentic assessment and those who given conventional with thitung = 3,1132 more than the ttable (142:0,05) = 1,982. The average of experiment group (=138,4306) higher than the average of control group (=132,6389). (3)  There was of significant difference in mathematic learning achievement and achievement motivation between the student who were given authentic assessment and those who given conventional assessment with Fhitung = 10,5603 > Ftable = 3,04. Based on the findings of the study it could be concluded that authentic assessment in mathematic teaching and learning   influence  the mathematic learning achievement and motivation of achievement. The implementation of authentic assessment in mathematic teaching and learning could increase the mathematic learning achievement and motivation of achievement.   Key words : Authentic Assessment, Mathematic Learning Achievement,       Achievement Motivation
PENGARUH IMPLEMENTASI PEMBERIAN PRESKRIPTIF DALAM PENILAIAN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 ABIANSEMAL Dana, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis  pengaruh implementasi pemberian preskriptif dalam penilaian  terhadap  motivasi berprestasi dan hasil belajar matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Abiansemal melalui eksperimen dengan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 162 orang siswa kelas VIII yang dipilih dengan teknik Random Sampling. Data diperoleh dengan pemberian kuesioner motivasi berprestasi dan tes hasil belajar matematika kemudian dianalisis dengan multivariate analysis of variance (Manova). Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan motivasi berprestasi antara siswa yang mengikuti pembelajaran disertai pemberian preskriptif dalam penilaian dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa pemberian preskriptif dalam penilaian, hasil nilai Fhitung = 32,8903 lebih besar dari Ftabel (160:0,01) = 8,790, begitu juga dengan hasil t-hitung = 3,490 lebih besar dari t-tabel (t 161:0,01 = 2,369), rerata motivasi berprestasi kelompok eksperimen () lebih tinggi dari rerata motivasi berprestasi kelompok kontrol (). (2) Terdapat perbedaan secara signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran disertai pemberian preskriptif dalam penilaian dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa pemberian preskriptif dalam penilaian, hasil nilai Fhitung = 32,092 lebih besar dari Ftabel (160:0,01) = 8,790, begitu juga dengan hasil t-hitung = 3,448 lebih besar dari t-tabel (t-161:0,01 = 2,369), rerata hasil belajar matematika kelompok eksperimen () lebih tinggi dari rerata hasil belajar matematika kelompok kontrol (). (3) Terdapat perbedaan motivasi berprestasi dan hasil belajar matematika bersama-sama secara signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran disertai pemberian preskriptif dalam penilaian dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa pemberian preskriptif dalam penilaian, nilai Fhitung = 17,3151 > Ftabel = 4,68. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini disimpulkan bahwa implementasi pemberian preskriptif dalam penilaian pada pembelajaran matematika berpengaruh terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar matematika siswa, implementasi pemberian preskriptif dalam penilaian pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa.   Kata kunci              :  Pemberian Preskriptif dalam Penilaian, motivasi berprestasi, hasil belajar matematika   ABSTRACT This research aims at investigating and analyzing the effect of the implementation of prescriptive giving in assessment toward achievement motivation and mathematics learning achievement. It was an experimental study done in SMP Negeri 2 Abiansemal using Post Test Only Control Group Design. The sample of the research was 162 eight grade students gathered using random sampling technique. The data was collected by giving the questionnaire of achievement motivation and mathematics learning achievement test and was analyzed using multivariate analysis of variance (Manova). The results of the research are as follows. (1) there is a significant difference of achievement motivation between students following the learning process with the addition of  giving prescriptive and those following the learning process without the addition of giving prescriptive, Fobs = 32.8903 exceeds Fcv (160:0.01) = 8.790, tobs = 3.490 exceeds tcv (161:0.01) = 2.369, the mean score of achievement motivation of experimental group (X = 173.43) is higher than the mean score of achievement motivation of control group (X = 155.42), (2) there is a significant difference of mathematics learning achievement between students following the learning process with the addition of  giving prescriptive and those following the learning process without the addition of giving prescriptive, Fobs = 32.092 exceeds Fcv (160:0.01) = 8.790, tobs = 3.448 exceeds tcv (161:0.01) = 2.369, the mean score of achievement motivation of experimental group (X = 80.84) is higher than the mean score of achievement motivation of control group (X = 70.64), (3) there is a mutual significant difference of achievement motivation and mathematics learning achievement between students following the learning process with the addition of  giving prescriptive and those following the learning process without the addition of giving prescriptive, Fobs > Fcv = 4.68. Based on the finding of the research, it can be concluded that the implementation of prescriptive giving on mathematics learning affects students’ achievement motivation and mathematics learning achievement. Furthermore, the implementation of prescriptive giving on mathematics learning can increase students’ achievement motivation and mathematics learning achievement. Keywords: Prescriptive giving in assessment, achievement motivation, mathematics learning achievement.
PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DITINJAU DARI BAKAT VERBAL SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BANGLI. Sudiana, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran bermain peran dan bakat verbal terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bangli. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan Post-Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bangli tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 5 kelas.  Dengan memperhatikan kesetaraan kemampuan kelas, diambil secara random 2 kelas sebagai kelompok eksperimen dan 2 kelas sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kinerja sedangkan bakat verbal siswa dikumpulkan melalui tes bakat verbal. Hipotesis diuji dengan analisis varians dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan berbicara Bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti model pembelajaran bermain peran dengan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FAhitung = 11,925; p < 0,05) dan ( = 74,886 >  = 72,000) (2) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan bakat verbal terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa SMA Negeri 2 Bangli (FAB = 22,128; p < 0,05); (3) Pada siswa yang memiliki bakat verbal tinggi, terdapat perbedaan kemampuan berbicara Bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti model pembelajaran bermain peran dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (Qhitung = 8,157; p < 0,05) dan ( = 79,046 >  = 72,227); (4) Pada siswa yang memiliki bakat verbal rendah, terdapat perbedaan kemampuan berbicara Bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran bermain peran (Qhitung = 1,251; p < 0,05 dan ( = 71,773 >  = 70,727). Dari hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran bermain peran berpengaruh terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris ditinjau dari bakat verbal siswa. Dengan demikian dapat disarankan kepada para guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran bermain peran dengan mempertimbangkan bakat verbal siswa.   Kata Kunci: model pembelajaran bermain peran, bakat verbal, kemampuan berbicara Bahasa Inggris.   The Effect of the Implementation of Roleplay Teaching Method on the English Speaking Ability Viewed from Verbal Aptitude of the Eleventh Grader of SMA Negeri 2 Bangli.   ABSTRACT   The aims of this research is to find out the effect of roleplay teaching method and verbal aptitude on the English speaking ability of the eleventh grader of SMA Negeri 2 Bangli. This study is an experimental research with Post-Test Only Control Group Design. The populations of this study are 5 classes of eleventh grader of SMA Negeri 2 Bangli in the school year of 2010/2011. By taking the equality of the class into consideration, then 2 classes as experiment group and 2 classes as control group were selected randomly. The data on students’ English speaking ability were collected with a performance test and the data of verbal aptitude were collected with verbal aptitude test. The hypothesis were tested with two-ways analysis of variance and followed by Tukey test. The results of analysis showed that: (1) there were differences of the English speaking ability between the students who learned through roleplay teaching method and that of the students who learned through conventional method (FAobserved = 11,925; p < 0, 05) and ( = 74,886 >  = 72,000). (2) There was an interaction effect of the teaching method and verbal aptitude on the English speaking ability of the students of SMA Negeri 2 Bangli (FAB = 22,128; p < 0,05). (3) For the students with higher verbal aptitude, there were differences of the English speaking ability between the students who learned through roleplay teaching method and that of the students who learned through conventional method (Qobserved = 8,157; p < 0,05) and ( = 79,046 >  = 72,227). (4) For the students with lower verbal aptitude, there were differences of the English speaking ability between the students who learned through conventional method and that of the students who learned through roleplay teaching method (Qobserved = 1,251; p < 0, 05) and ( = 71,773 >  = 70,727). From the result of the analysis above, it can be concluded that the implementation of roleplay teaching method has an effect on the English speaking ability viewed from students’ verbal aptitude. Hence, it is advised that teachers can use roleplay teaching method by considering students’ verbal aptitude. Keywords:      roleplay teaching method, verbal aptitude, english speaking ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN ASESMEN KINERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI SMK PGRI 1 GIANYAR TAHUN PELAJARAN 2011-2012 APRIYUNI, KOMANG SRI YAYUK
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan asesmen kinerja dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMK PGRI 1 Gianyar dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 88 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran  problem based learning berbasis asesmen kinerja lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (FA = 4,23 dengan p < 0,05). Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar kewirausahaan (FAB = 14,85 dengan p < 0,05). Pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (Qhit = 10,07 > Qtabel = 2,86). Namun, pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja (Qhit = 3,06 > Qtabel = 2,86). Berdasarkan hasil temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja dan motivasi berprestasi dapat meningkatkan prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XI SMK PGRI 1 Gianyar. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa model pembelajaran problem based learning berbasis asesmen kinerja merupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran kewirausahaan, dan penerapan model pembelajaran problem based learning dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap prestasi belajar kewirausahaan.   Kata kunci :     Pembelajaran Berbasis Masalah, Konvensional, Asesmen  Kinerja, Motivasi Berprestasi, Prestasi Belajar Kewirausahaan.     ABSTRACT   This study goal to determine and analyze the influence of the learning model of problem based learning and performance-based assessment of achievement motivation to school performance entrepreneurship. It was held at XI grade of SMK PGRI 1 Gianyar using the draft of Post Test Only Control Group Design. The research sample amounted to 88 people are selected using Random Sampling Techniques. The process of the data obtained using analysis of variance (ANAVA) two ways through the F test followed by Tukey test. The results of the research are overall, entrepreneurial learning achievements of students studying the problem based learning model of performance-based assessment showing that it is higher than students who studied with conventional learning model (FA = 4,23 with p< 0,05). The research also indicated there is an interaction effect between learning model with achievement motivation to entrepreneurial learning achievement of students (FAB = 14,85 with p < 0,05). The motivation of high-achieving students, entrepreneurial learning achievements of students who use a learning model based assessment of problem based learning performed better than students who learn using conventional learning models (Qhit = 10,07 with p < 0,05). In other way the students who have low achievement motivation, entrepreneurial learning achievements of students who use conventional learning model  better than students who studied with problem-based learning model of learning-based assessment performed (Qhit = 3,06 with p < 0,05). From the research found and conclude that the model of problem based learning and learning achievement motivation influence learning achievement entrepreneurial of XI class SMK PGRI 1 GR. This study provides implications there are problem based learning model is a model of performance-based assessment of learning that needs to be considered and implemented in the process of entrepreneurial learning, and application of problem based learning model of learning and achievement motivation influence on entrepreneurial learning achievement of students.   Key word : problem based learning, conventional, performance assessment, achievement motivation, and school performance entrepreneurship
PENGARUH E-LEARNING DAN MINAT BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA BAHASA INGGRIS ( Studi Eksperimen pada SMK Negeri 3 Tabanan) Sumarmi, Made Ayu
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh e-learning dan minat belajar siswa terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Tabanan, menggunakan rancangan penelitian ”Nonequivalent Control Group Design” dengan melibatkan sampel sebanyak 76 orang yang diambil dengan teknik random sampling terhadap kelas yang setara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan membaca  bahasa Inggris dan kuesioner minat belajar siswa. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa Inggris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran  dengan pembelajaran konvensional (FA = 16,137 dengan p <0,05). Lebih lanjut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning (75,316) lebih baik daripada nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (71,184). (2) Terdapat pengaruh interaksi antara e-learning yang diterapkan dan minat belajar siswa terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris (FAB = 64,139;p<0,05). (3) Pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi, terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa Inggris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q-hitung = 12,026;p<0,05). Lebih lanjut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang memiliki minat belajar tinggi mengikuti pembelajaran dengan e-learning (82,158) lebih baik daripada yang mengikuti pembelajaran konvensional (69,789). (4) Pada siswa yang memiliki minat belajar rendah, terdapat perbedaan kemampuan membaca bahasa Inggris yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan e-learning dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q-hitung=3,992  ;p<0,05). Lebih lanjut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca bahasa Inggris siswa yang memiliki minat belajar rendah mengikuti pembelajaran dengan e-learning ( 68,474) lebih rendah daripada yang mengikuti pembelajaran  konvensional (72,579). Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa e-learning dan minat belajar berpengaruh terhadap kemampuan membaca bahasa Inggris.   Kata–kata kunci: e-learning, minat belajar, kemampuan membaca  bahasa Inggris.  ABSTRACT   The main objective of the research was to investigate the effect of e- learning and learning interest upon the English reading ability. The research was conducted at SMK Negeri 3 Tabanan by using ”Nonequivalent Control Group Design” involving 76 students as the sample selected by random sampling technique upon the same class level. The test used to in this research those were English reading ability test and learning interest questionnaire. The data were analyzed by a two-way ANAVA and continued with Tukey Test. The research revealed that: (1) English learning ability of the students following e-learning were significantly different with the result of the students who followed the conventional learning (FA = 16,137; p < 0,05). Furthermore, it can be seen that the means score of the student’s English reading ability with e- learning (75,316) was better than the means score of the student’s English reading ability with conventional learning (71,184). (2) There is instruction effect between e-learning and learning interest on English reading ability (FAB = 64,139; p<0,05). (3) There were also significantly differences between e-learning students and conventional learning students on the group of students who had upper learning interest (Q= 12,026; p<0,05). Furthermore, it can be seen that the means score of the students’ English reading ability which had upper learning interest with e- learning (82,158) better than with conventional learning (69,789). (4) There were also significantly differences between e-learning students and conventional learning students on the group of students who had lower learning interest (Q=3,992; p<0,05). It can be seen that the means score of the students’ English reading ability which had lower learning interest with conventional learning (72,579) better than with e- learning (68,474) Conclusion can be made that e-learning and learning interest had effected upon the students’ English reading ability.   Key words: e-learning, learning interest, English learning ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS DAN BENTUK ASESMEN TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA KELAS XII SMK NEGERI 1 MAS - UBUD Virnayanthi, Ni Putu Erna Surim Surim
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivemens Divisions dan Bentuk asesmen terhadap prestasi belajar kewirausahaan. Penelitian Eksperimen ini  dilaksanakan di kelas XII SMK Negeri 1 Mas - Ubud dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data prestasi belajar kewirausahaan dikumpulkan dengan tes obyektif dan tes esai. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya diperoleh : (1) secara keseluruhan, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran  kooperatif tipe student teams achievemen division lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional ( FA = 6,637; P < 0,05), (2) Prestasi belajar kewirausahaan siswa yang diberikan tes objektif lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar siswa yang diberikan tes esai( FB = 5,389 ; P < 0,05), (3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan asesmen terhadap prestasi belajar kewirausahaan siswa (FAB = 15,079 dengan p < 0,05)  (4) untuk siswa yang diberikan tes objektif, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (Q =  6,512 dengan P < 0,05), dan (5) untuk siswa yang diberikan tes esai, prestasi belajar kewirausahaan siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions lebih rendah daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (Q = -1,538 dengan p < 0,05), Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division dan bentuk asesmen berpengaruh terhadap prestasi belajar kewirausahaan pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Mas - Ubud. Kata-kata kunci : Kooperatif Tipe STAD, Konvensional, asesmen bentuk  objektif dan esai, prestasi belajar kewirausahaan   ABSTRACT   This study aimed at finding out and analyzing the effect of cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions and the form of assessment on the increase of entrepreneurship learning achievement at. This study was conducted at class XII SMK Negeri 1 Mas - Ubud with Post Test Only Control Group Design. The sample of this study consisted of 100 students  that were selected by using Random Sampling. Data on entrepreneurship learning achievement assessment form were collected with an objective and essay. The data obtained were analyzed by two way Anova (Analysis of Varians) with F test, which was followed by Tukey test. The result of the study show the followings : (1) on the whole, the  achievement of entrepreneurship of the students who studied by cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions was higher than those who studied by conventional (FA obs. of 6,637  at p < 0.05, (2) the centrepreneurship learning achievement of the student who given objective test was higher than the student who given essay test (FB obs. of 5.389 at p < 0.05), (3) there are was an interaction effect between the use of teaching learning model and assessmen form to entrepreneurship teaching and learning achievement of student (FAB obs.  15,079 at  p < 0.05) (4) the student who given the objective test and studied by cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions had higher on entrepreneurship learning achievement  than those who studied by conventional model (Q obs. of  6,512 at p < 0.05), and (5) the student who given the essay test and studied by cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions lower on entrepreneurship learning achievement  than those who studied by conventional model  (Q obs. of -1.538  at p < 0.05), From the result of the study, it can be concluded that the cooperative teaching and learning model type student teams achievement divisions and the form of assessment influential to entrepreneurship learning achievement of student at class XII SMK Negeri 1 Mas - Ubud.   Key Words : cooperative type STAD, conventional, objective and essay  assessment, entrepreneurship learning achievement
PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN ASESMEN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK NEGERI 1 MAS-UBUD TAHUN PELAJARAN 2011/2012 DITINJAU DARI KONSEP DIRI AKADEMIK Martini, Ni Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara prestasi belajar akuntansi siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berbantuan asesmen kinerja dengan yang mengikuti pembelajaran secara konvensional. Populasi penelitian siswa kelas X AKuntansi SMKNegeri 1 Ubud tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 84 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel 84 orang yang tebagi menjadi dua kelas. Kelas Xak1 = 42orang sebagai kelas eksperiman dan kelas X= 42 orang sebagai kelas kontrol. Rancangan dalam penelitian ini adalah Post test only control group design. Untuk pengumpulan data digunakan metode tes dan kuisener. Setelah eksperimen berakhir data dianalisis dengan analisis anava satu jalur dan kovarian (anakova).   Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar akuntansi siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berbantuan asesmen kinerja menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan prestasi siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional (Fhitung = 39.088 > Ftabel =ak2 3,96 dengan p < 0.05). (2) Hasil belajar akuntansi siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah berbantuan asesmen kinerja menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan hasil siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional setelah kovariabel konsep diri  siswa dikendalikan (Fhitung = 16.2059  >F3,96 dengan p < 0,05). Berdasarkan temuan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berbantuan asesmen kinerja berpengaruh terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas X  semester 2 SMK Negeri 1 Mas-Ubud tahun pelajaran 2011/2012 setelah kovariabel konsep diri sebesar 54.07%.  Kesimpulan akhir yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran problem berbasis masalah berbantuan asesmen kinerja berpengaruh terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas X  semester 2 SMK Negeri-Mas 1 Ubud tahun pelajaran 2011/2012, baik sebelum maupun setelah kovariabel konsep diri dikendalikanKata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Konsep Diri, , Hasil Belajar AkuntansiABSTRACT This research is aimed to find out the difference between aconting Learning achievement applying performance Assessment problem based Learning Model from one with Conventional Learning Model. The population of this research was 84 students of class X SMK Negeri 1 Mas Ubud, Academic Year 2011/2012. This sample was taken in random with the number of samples of 84 students which are divided into two classes. Class X = 42 students as Experimental Class and Xak2ak1= 42 students as Control Class. The framework of this research is Post test only control group design. For collecting data, test and questionaire method was applied. As the experiment finished, the data was analized using a single direction analysis anava and covarian (anakova). The result of this research showed that : (1) Acounting Learning achievement of students following Performance Assessment Based problem Based  Learning Model indicates a significant difference from one using conventional Learning Model (Fcount= 39.088 > F3,96  by p < 0.05). (2) Acounting Learning achievement of students following Performance Assessment Based Problem Base Learning Model indicates a significant difference from one using conventional Learning Model after co variable Self Concept and Student Learning Habit are controlled altogether by (Fcount= 16.2059 > F3,96  by p < 0.05). Based on the research finding, it could be concluded that project Assessment Based Problem Based  Learning Model has a prominent impact toward Mathematics Learning achievement of students of class X semester 2 SMK Negeri 1 Mas-Ubud Academic Year 2011/2012 after co variable Self Concept  being controlled , by contribution as many as 54.07%  The final conclusion obtained from this research is that performancet Assessment  Based Problem Based learning Model has a prominent impact toward accounting Learning achievement of students of class X semester 2 SMK Negeri 1 Mas-Ubud Academic Year 2911/2012 either before or after co variable Self Concept  being controlled altogether. Key Word: Problem Based Learning Model, Self Concept, Acounting  Learning Achievement  
ANALISIS KESENJANGAN (DISCREPANCY) PELAKSANAAN STANDAR PROSES PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS PERMULAAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN KUTA KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI TAHUN 2011 - 2012 ., Sulastri .
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan (discrepancy) pelaksanaan standar proses pada pembelajaran tematik di kelas permulaan Sekolah Dasar se-Kecamatan Kuta Kabupaten Badung Provinsi Bali tahun 2011/2012”. Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru SD Negeri di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung yang mengajar di kelas permulaan (kelas I, II, III)  tahun 2011/2012 yang berjumlah 36 orang. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan model kesenjangan (discrepancy model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan antara kondisi ideal dengan kondisi riil tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan menggunakan studi dokumen (silabus dan RPP) pada komponen perencanaan pembelajaran, observasi pada komponen pelaksanaan pembelajaran, studi dokumen dan observasi pada komponen penilaian pembelajaran dan kuesioner pada komponen pengawasan pembelajaran dan dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang Wilcoxom, kemudian dicari tanda beda dan besar bedanya dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan: secara umum pelaksanaan standar proses pada pembelajaran tematik kelas permulaan SD pada sekolah kategori SN dan RSBI di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung  tahun 2011/2012 belum mencapai standar yang dipersyaratkan oleh standar proses (Permendiknas nomor 41 tahun 2007), terjadi kesenjangan dengan kategori sangat kecil, skor 86,48; besar beda 13,52; tanda negatif (-). Hal ini terjadi pada pelaksanaan standar proses variabel perencanaan pembelajaran dan variabel pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan pada sekolah kategori standar telah mencapai standar yang dipersyaratkan oleh standar proses (Permendiknas nomor 41 tahun 2007), tidak terjadi kesenjangan, skor 84,79; besar beda 9,79 ; tanda positif (+).   Kata kunci: kesenjangan (discrepancy), standar proses, pembelajaran tematik, kelas  permulaan SD,   Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. ABSTRACT   This thesis aims at investigating the discrepancy of the implementation of  process standard on thematic learning in early year class of  elementary school in  Kuta District,  Badung Regency, Bali Province  in the year 2011/2012. The population of this study is 36 teachers of public elementary schools  in Kuta District, Badung Regency who teach in the early year classes (class I, II, III) in the academic year 2011/2012. This is an evaluative study with discrepancy model.  The measurement of the effectiveness of the pogram was done trough comparing between the ideal condition and the real conditions of the process standard  for primary education and  secondary education. The data of this research were collected using the document study (syllabus and lesson plans) on the components of lesson planning, observation on the component of the teaching-learning process, document study and observation on the assessment system and questionnaire of the component of teaching-learning were analyzed using Wilcoxoms Rank Sign test, which then are analyzed to find out the discrepancy sign  and discrepancy value using the expected standard. The results of the analysis show: in general the implementation of  process standard on thematic learning in early year class of  elementary school with the category of SN and RSBI in  Kuta District, has not yet reached the expected standard in the process standard (Permendiknas number 41 in 2007), there is a very low discrepancy, with the score of 86.48; discrepancy value of 13.52; with negative (-) sign . This occurred in the implementation of the standard process of lesson planning and of the implementation learning. Meanwhile, of  elementary school with standard category in has reached the expected in the process standard (Permendiknas number 41 in 2007), is no discrepancy,  with the score of 84.79; discrepancy value of  9.79; with positive (+) sign.   Keywords : (discrepancy), process standard, thematic learning, early year class of  elementary school, Kuta District, Badung Regency.

Page 5 of 41 | Total Record : 404