cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2013)" : 88 Documents clear
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INDONESIA ANTARA SISWA YANG MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA DAN SISWA YANG MENGGUNAKAN BAHASA CAMPURAN DI DALAM KELUARGA PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 8 SUMERTA Puspayani, I.A Dwi; Putrayasa, I.B; ., Arifin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.653 KB)

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui (1) kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa yang menggunakan bahasa Indonesia di dalam keluarga (2) kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa yang menggunakan bahasa campuran di dalam keluarga (3) perbedaan kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan ex-post facto. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 8 Sumerta. Data penelitian ini diperoleh menggunakan metode (1) dokumentasi dan (2) tes. Data dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil Penelitian ini adalah (1) kemampuan berbicara bahasa Indonesia dari kelompok yang menggunakan bahasa Indonesia yaitu 16 siswa berkategori baik, memperoleh skor 82,76-72,41 dan 2 siswa berkategori cukup, memperoleh skor 68,97. (2) kemampuan berbicara bahasa Indonesia dari kelompok yang menggunakan Bahasa Campuran yaitu  15 siswa berkategori baik, memperoleh skor 75,86-72,41 dan 8 siswa berkategori cukup, memperoleh skor 68,97-65,52. (3) Terdapat perbedaan yang berarti antara kemampuan berbicara siswa yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan menggunakan Bahasa Campuran di dalam keluarga.   Kata kunci: kemampuan berbicara, bahasa Indonesia, bahasa campuran, keluarga     Abstrack This research aimed to describe and know (1) the ability to speak Indonesian data from groups that use Indonesian as a language of everyday obtained from measurements of the respondents indicated that achieved the highest score is 82,76, while the lowest score achieved was 68,97. (2) the ability to speak Indonesian data from groups that use English as a language mixture obtained daily measurements of the respondents indicated that achieved the highest score is 75,86, while the lowest score achieved was 65,52. (3) There is a difference between the students' ability to speak the Indonesian language by using the language use in the family mix.  
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI KELAS XI Ak SMK SARASWATI 1 DENPASAR Yorniasih, Putu; Sutama, M.; Gosong, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui (1) pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara dengan pendekatan kontekstual, (2) hambatan-hambatan guru Bahasa Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran, (3) hasil evaluasi pelaksanaan keterampilan berbicara. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan  objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran. Pengumpulan data ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian pelaksanaan pembelajaran berbicara dengan pendekatan kontekstual di SMK Saraswati 1 Denpasar menunjukkan bahwa (1)  pelaksanaan pembelajaran mencakup kegiatan awal, inti dan penutup belum sepenuhnya sejalan dengan standar proses. (2) hambatan yang dialami guru dalam pembelajaran adalah pada pelaksanaan dan evaluasi. (3) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbicara dengan pendekatan kontekstual belum sepenuhnya berjalan dengan tuntutan KTSP dimana guru gagal dalam pelaksanaan pendekatan kontekstual, sedangkan siswa berhasil dengan kategori yang cukup. Sejalan dengan simpulan penelitian ini, disarankan kepada guru untuk meningkatkan pemahamannya terhadap pelaksanaan KTSP dan pendekatan kontekstual bagi pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran berbicara.Kata Kunci: pendekatan kontekstual, berbicara, pelaksanaan, hambatan pembelajaran, evaluasi.ABSTACT This research is a descriptive qualitative research that?s aimed to know (1) the implementation of speaking learning using contextual approach, (2) the obstacles of Indonesian?s teacher in implementing (3) the evaluation result of the implementation of speaking learning. The subject in this research is the Indonesian teacher and the object in this research the implementation. The data collection of this research used observation and interview method. The research result about speaking learning using contextual approach in SMK Saraswati 1 Denpasar showed that (1) the learning implementation showed that the learning implementation that included pre activity, while activity and post activity haven?t followed the standard yet. (2) the obstacles was faced by teacher in implementing and evaluating. (3) the evaluation result showed the implementation of contextual approach those were caused by the lack of teacher?s comprehension about KTSP in contextual approach, but the students succeeded in speaking learning with enough category. By the conclusion of this research it?s suggested for the teacher to improve his/her comprehension related with the implementation of KTSP and contextual approach in learning Indonesian especially in speaking skill.Key words: Contextual approach, speaking, the implementation, the obstacles of learning, implementing and learning evaluation.
PENGARUH PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME MELALUI PENYUSUNAN KALIMAT ACAK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 DENPASAR Suwana, I.B.; Sutama, M.; Rasna, W,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.624 KB)

Abstract

Abstrak.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan menulis paragraf deduktif melalui implementasi pembelajaran konstruktivisme dengan metode penyusunan kalimat  acak dan pembelajaran konvensional serta pengaruh pembelajaran menulis melalui pembelajaran konstruktivisme dengan metode penyusunan kalimat acak terhadap kemampuan menulis paragraf deduktif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Denpasar. Populasi subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI-IPA SMA Negeri 1 Denpasar yang tersebar dalam delapan kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random kelas secara bertahap. Dari delapan kelas diplilih dua kelas sebagai sampel. Dari dua kelas ini dipilih secara random sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan desain the post test only control group design. Data dianalisis dengan analisis varian satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan menulis paragraf deduktif siswa yang mengikuti pembelajaran menulis dengan pembelajaran konstruktivisme dengan metode penyusunan kalimat acak dalam kualifikasi sangat baik dengan rata-rata 82,956, (2) kemampuan menulis paragraf deduktif siswa yang mengikuti pembelajaran menulis dengan pembelajaran konvensional dalam kualifikasi baik dengan rata-rata 68,217, dan (3) ada pengaruh yang signifikan pembelajaran menulis melalui pembelajaran konstruktivisme dengan metode penyusunan kalimat acak terhadap kemampuan menulis paragraf deduktif pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Denpasar (Fhitung = 108,262 (p = 0,000 < 0,025)).   Kata kunci: konstruktivisme, kalimat acak, kemampuan menulis paragraf deduktif                       Abstract   The Effect of Constructivism Learning Through Random Sentences Forming to the Ability to Write Deductive Paragraph of Students Grade XI SMA Negeri 1 Denpasar. This research has purposed to analyze and describe the ability to write deductive paragraph through implementation of constructivism learning by random sentences forming method and the effect of conventional learning through of writing learning through constructivism learning by random sentences forming method to the ability to write deductive paragraph students grade XI SMA Negeri 1 Denpasar.  Subject population in this subject are all students grade XI ? Science SMA Negeri I Denpasar which spread in eight classes. Sampling done by random class technique gradually. From eight classes, two classes were chosen as sample. From these two classes were chosen randomly as experiment group and control group. This research uses experimental plan with the post test only control group design. The data was analyzed by one way variant analysis. The result of the research shows that: (1) the ability to write deductive paragraph by students who attend writing lesson with constructivism learning with random sentences forming method in qualification is very good with average 82,956, (2) the ability to write deductive paragraph by students who attend writing lesson by conventional learning in qualification is good with average 68,217, and (3) there are significant effects of writing ability of deductive through constructivism learning by random sentences forming method to the ability to write deductive paragraph in students grade XI SMA Negeri 1 Denpasar.   Keywords: constructivism, random sentences, ability of writing deductive paragraph
SIKAP BAHASA SISWA TERHADAP BAHASA INDONESIA: STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA Wardani, K.Devi Kalfika Anggria; Gosong, M.; Artawan, G.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.238 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa yang ditunjukkan oleh siswa SMA Negeri 1 Singaraja terhadap bahasa Indonesia dilihat dari (1) aspek konatif, (2) afektif, (3) kognitif, dan (4) faktor yang menyebabkan kecenderungan sikap bahasa tersebut. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2012/2013. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, samaran terbanding, angket, dan wawancara. Analisis data observasi dan wawancara dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Analisis data samaran terbanding dan kuesioner secara umum melalui empat tahap, yaitu penggolongan, pengkonversian, penghitungan frekuensi, dan menentukan kecenderungan sikap bahasa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap bahasa siswa SMA Negeri 1 Singaraja terhadap bahasa Indonesia dilihat dari (1) aspek konatifnya berada pada kategori negatif, (2) aspek afektifnya berada pada kategori positif, dan (3) aspek kognitifnya berada pada kategori netral. (4) Faktor-faktor yang menyebabkan kecenderungan sikap bahasa tersebut adalah faktor internal dan eksternal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa SMAN 1 Singaraja cenderung memiliki  sikap bahasa yang bersifat meniga terhadap bahasa Indonesia, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Kata kunci: sikap bahasa, studi kasus, SMA     Abstract This was a case study  research  which aimed to describe language attitude showed by the students of SMA Negeri 1 Singaraja towards Indonesian language viewed from (1) conative aspect, (2) affective aspect, (3) cognitive aspect, and (4) the factors that caused the tendency of language attitudes. The subjects were the students of SMA Negeri 1 Singaraja in academic year 2012/2013.The data were collected by observation, matched-guised, questionnaires and interviews. The data from observation and interviews was analyzed through three stages, namely: (1) data reduction, (2) data presentation, (3) data conclusions and verification. The data from matched-guised and questionnaires was analyzed generally through four phases, namely: (1) classification, conversion, counting frequency, and determine the tendency of student?s language attitude. The results showed that the language attitudes of students of SMA Negeri 1 Singaraja towards Indonesian language viewed from (1) the conative aspects are in the negative category, (2) affective aspect are in the positive category, and (3) the cognitive aspect are in the neutral category. (4) Generally factors lead to the students language attitude tendency are internal and external factors. Based on these findings, it can be concluded that the students of SMAN 1 Singaraja tend to have attitudes that are inconsistent with the Indonesian language, which is led by the internal and external factors. Keywords: language attitude, case study , highschool
CAMPUR KODE DALAM BAHASA INDONESIA LISAN SISWA KELAS VII SMP N 8 DENPASAR Adnyani, N.M; Martha, N.; Sudiana, N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.946 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Bahasa dan ragam bahasa yang memunculkan campur kode pemakaian bahasa Indonesia lisan, bentuk-bentuk campur kode bahasa Indonesia lisan, macam-macam campur kode bahasa Indonesia lisan, Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode bahasa Indonesia lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang digunakan siswa dalam berkomunikasi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi dan metode intervieu. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya unsur bahasa lain dalam pemakaian bahasa Indonesia lisan siswa seperti bahasa Bali, bahasa kawi, bahasa Sansekerta, bahasa Inggris, dan bahasa Belanda. Bentuk-bentuk campur kode yang ditemukan dalam penelitian ini adalah campur kode berbentuk kata, frasa, dan Idiom. Macam-macam campur kode yakni campur kode ke dalam,  campur kode ke luar, dan campur kode campuran. Faktor-faktor penyebab campur kode yaitu faktor peserta wicara atau faktor ekstra linguistik, faktor topik pembicaraan atau faktor intra linguistik, dan faktor situasi. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan adanya unsur bahasa lain dalam pemakaian bahasa Indonesia lisan siswa. Terjadinya peristiwa campur kode dalam penelitian ini diakibatkan oleh faktor kedwibahasaan dan karena situasi informal yang mendukung penggunaannya.   Kata kunci: campur kode, bahasa lisan siswa, bahasa indonesia   ABSTRACT This research is a descriptive qualitive research aimed at analyzing and describing Language and language veriation containing code mixing with referenceto the use of spoken Indonesian, various forms of code mixing in spoken Indonesian,  types of code mixing in spoken Indonesian. The sources of the data in this research are the spoken texts used by the students to communicate in certain speech events. The method adopted for collecting the data pertaining to research questions (1), (2), and (3) was observation method, while the data pertaining to researchcuestion (4) was obtained through interview. The result of this research shows that there are elements of other languages in the students? spoken Indonesian such as those from Balinese, old Japanese, Sanskrit, English, and Dutch. The forms of code mixing found in this research include those at word level represented. Code mixing in the forms of phrases and idioms are also found in this research. Types of code mixing found in this research include those accurring intra-linguistically, those occurring extra-linguistically, and those of mixed type. The factors which cause the occurrences of code mixing include:  The factor of participants (extralinguistic factor), the factor of topics (intra linguistic factor), and The factor of situation, Based on those findings mentioned above, it can be concluded that code mixing accurs because of the inclusion of elements from other languages into the spoken Indonesian of the students. As also found in this research, the factors of bilingualism and informal situation also have their share in the occurrences of code mixing.   Key Words :  Code mixing, students spoken language, indonesian language
KORELASI PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP CARA MENGAJAR GURU DENGAN KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN PARAGRAF PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 SIKUR ., SYAMSUL WATHONI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Korelasi Penguasaan Kalimat Efektif dan Persepsi Siswa terhadap Cara Mengajar Guru dengan Kemampuan Mengembangkan Paragraf. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik statistik regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguasaan kalimat efektif diperoleh sebesar 18.73 dengan simpangan baku sebesar 1.743, dikatakan baik. (2) persepsi siswa terhadap cara mengajar guru, diperoleh sebesar 92,30, dengan simpangan baku sebesar 13.030, hasil ini menunjukkan cukup. (3) kemampuan mengembangkan paragraf diperoleh sebesar 72,88 dengan simpangan baku sebesar 9,961, hasil ini menunjukkan baik. (4) pengaruh penguasaan kalimat efektif dan persepsi siswa terhadap cara mengajar guru secara bersama-sama terhadap kemampuan mengembangkan paragraf terdapat korelasi yang signifikan dengan koefisien determinasi Ry(i,2,3)2 = (0,261)2 = 0,068 atau 6,8%. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang signifikan penguasaan kalimat efektif, dan persepsi siswa terhadap cara mengajar guru dengan kemampuan mengambangkan paragraf siswa kelas XI SMAN 1 Sikur. Kabupaten Lombok Timur Provinsi, Nusa Tenggara Barat.Kata Kunci : Penguasaan Kalimat Epektif, Persepsi Siswa, Cara Mengajar Guru, Kemampuan Mengembangkan Paragraf This research aims at investigating the correlation between the mastery of effective sentence and studentsâ?? perception on the way of teacher teaching and the ability of developing paragraph. The data were collected by using tests and questionnaire. The data were analyzed using regression and correlation statistic technique. The result of the research shows that: (1) the mean score of the mastery of effective sentence is 18.73 with the standard deviation of 1.743, which is considered as good, (2) the mean score of 92,30 with the standard deviation of 13.030, which is considered as adequate, (3) the mean score of the ability of developing paragraph is 72.88 with the standard deviation of 9,961 which is considered as good, (4) there is a correlation of the mastery of effective sentence and studentsâ?? perception on the way of teacher teaching simultaneously on the ability of developing paragraph with determination coefficient Ry(1,2,3)2 = (0.261)2 = 0.068 or 6.8%. based on those analysis, it can be concluded that there is a significant correlation between the mastery of effective sentence and studentsâ?? perception on the way of teacher teaching and the ability of developing paragraph of eleventh grade students of SMAN 1 Sikur, East Lombok regency, Nusa tenggara Barat.keyword : the mastery of effective sentence, studentsâ?? perception, the way of teacher teaching, the ability of developing paragraph
SESENGGAK SASAK DITINJAU DARI SEGI BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA ., SAMSUL JAYADI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.181 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan (1) bentuk sintaksis yang berkaitan dengan frasa, klausa, dan kalimat, (2) makna semantik, dan (3) fungsi pragmatik yang terdapat dalam sesenggak Sasak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primr dalam penelitian ini dari buku kumpulan sesenggak Sasak karya Drs. H. L. Muhammad Azhar, SH Msi, yang berupa dokumen data sesenggak Sasak sebanyak 150 data. Kemudian sumber data sekundernya adalah hasil wawancara dengan para tokoh masyarakat penutur sesenggak Sasak, berupa penjelasan-penjelasan yang berkaitan dengan makna, fungsi, tujuan dan konteks sesenggak digunakan. Objek penelitian difokuskan pada bentuk, makna, dan fungsi sesenggak. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data primer, dan teknik wawancara untuk memperoleh data sekunder. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Kegiatan analisis data terdiri atas (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) Verifikasi. Ada tiga temuan dalam penelitian ini, yaitu (1) sesenggak Sasak dari sisi bentuk sintaksis terdiri atas frasa nominal, frasa verbal, frasa ajektival, frasa adverbial, frasa numeral, dan frasa preposisional. Kemudian terdapat juga klausa yang meliputi: klausa nominal, klausa verbal, klausa bilangan, dan klausa depan. Berikutnya ditemukan juga kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. (2) sesenggak Sasak yang mengandung aspek makna semantis berupa makna konotatif, sosial, afektif, reflektif dan kolokatif. (3) Analisis fungsi menunjukkan bahwa fungsi pragmatik bahasa yang muncul dalam sesenggak Sasak meliputi: fungsi informasional, ekspresif, direktif, dan estetik. Kata Kunci : sesenggak, form, function, and meaning This study aims to analyze and describe (1) syntaxtic form related to phrase, clause, and sentence which are found in sesenggak sasak. (2) Semantics meaning, (3) and Pragmatic function. This study is a descriptive research in which it applies qualitative analysis. The procedure of overcoming the problem applied in this study was library observation, then the data were analyzed and interpated by giving conclusion. The research results indicate that: (1) Syntactic form of sesenggak Sasak consists of: Phrase which covers noun phrase, verb phrase, adjective phrase, adverb phrase, numerical phrase, and prepositional phrase. Then, clause covers noun clause, verb clause, numerical clause, and prepositional clause, (2) semantics form of sesenggak Sasak consists of: konotation meaning, social, affective, reflective, and collocative, (3) function analysis shows that pragmatic function appears in Sesenggak Sasak cwhich covers: informational, expressive, directive, and estatic function. Meanwhile, another language function which is not used in Sesenggak Sasak is Fatic function. keyword : sesenggak, form, function, and meaning
AN EVALUATION STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL-BASED CURRICULUM (SBC) IN THE TEACHING OF ENGLISH AS A FOREIGN LANGUAGE IN SMP NEGERI 3 SAKRA TIMUR ., ABDUL MAJID; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dr.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.968 KB)

Abstract

This research is to evaluate the implementation of English school-based curriculum (ESBC) in SMP Negeri 3 Sakra Timur. This evaluation research used Context, Input, Process, Product (CIPP) model from Stufllebeam (1986). Context variable is limited only in school?s geography, school?s vision and mission, school program, school management/organization, and school?s SWOT. Input as the supporting point of the program concerns curriculum (SBC), teachers? characteristics, facilities, school?s environment, and school?s budgeting. Process includes program development plan, teaching practices, assessment of students? learning, and decision making. Product or output can be measured from two aspects, namely: students? non-academic achievement, and students? academic achievement. There were 5 participants used as the subjects of the present study and they were headmaster, vice headmaster of curriculum, and 3 English Teachers in year 2012/2013. The data were collected by using questionnaire, guided interview, observation and document analysis. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative method. The result shows that: (1) context, input, and product variables were positive ( + ) means good, (2) process variable was negative ( - ) means not good. It could be concluded that the English teachers in SMP Negeri 3 Sakra Timur in East Lombok regency were good enough in implementing school-based curriculum in academic year 2012/2013. From the evidence, it is suggested that English teachers should be facilitated to strengthen their awareness in teaching English.keyword : evaluation study, curriculum implementation, school based curriculum.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KARAKTER BANGSA PADA SISWA SMK NEGERI 2 TABANAN Yusana, D.M. Wardika; Putrayasa, I.B.; Sudiana, N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.459 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3)  evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis pendidikan karakter bangsa di SMK Negeri 2 Tabanan. Subjek penelitian ini adalah  guru bahasa Indonesia kelas X,XI,XII. Pengumpulan data menggunakan metode dokumen untuk mendapatkan data  berupa RPP, observasi dan wawancara untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis data kualitatif yakni reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis pendidikan karakter bangsa dikembangkan secara bervariasi oleh guru. (2) Pelaksanaan pembelajaran  bahasa Indonesia berbasis pendidikan karakter bangsa belum sepenuhnya diterapkan guru. (3) Evaluasi pembelajaran  bahasa Indonesia, nilai pendidikan karakter bangsa belum diterapkan oleh guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter  bangsa pada Siswa SMK Negeri 2 Tabanan belum sepenuhnya dilaksanakan guru.   Kata kunci : pembelajaran bahasa Indonesia, penerapan, nilai karakter bangsa     ABSTRACT This research used a qualitative descriptive design that aims to describe and explain (1) lesson planning, (2) the implementation of learning, and (3) evaluation of learning based on national character education in SMK Negeri 2 Tabanan.The subject of this research is,  Indonesian teachers of X, XI, XII class. Data collection used the document method to get the data in the form of lesson plans, observation and interviews to obtain data on the implementation and evaluation of learning. Analysis of the data in this research used the qualitative data analysis procedure such as data reduction, data display, and conclusion / verification. The results showed that (1) planning- Indonesian learning based on national character education developed variously by teacher. (2) The implementation of Indonesian learning based on national character education teacher has not been fully implemented. (3)The evaluation of Indonesian learning, the value of the national character education has not been applied by the teacher. It can be concluded that Indonesian learning based on national character on the students of SMK Negeri 2 Tabanan has not been fully implemented by the teachers. Keywords: learning Indonesian, the application, the value of the nation's character
PENGGUNAAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI UNSUR INTRINSIK NOVEL SISWA KELAS XI SMA NEGERI I LANGKE REMBONG OT, Baung; Made, Gosong; ., Arifin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.373 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, ?Penggunaan Media Film Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Unsur Intrinsik Novel  pada siswa kelas XI SMA Negeri I Langke Rembong tahun pelajaran 2012/2013?. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan rancangan penelitian menggunakan model Kemmis dan Tanggart, yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode  pengumpulan data dengan wawancara, angket, tes, studi dokumentasi, dan observasi. Indikator keberhasilannya adalah minimal 85% siswa mencapai nilai KKM 75. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan hasil sebagai berikut. Hasil tes awal menunjukkan bahwa siswa yang tuntas sebanyak 17,5% saja. Hasil penelitian. nilai siswa siklus 1 menunjukkan bahwa 70% tuntas. Pada tes sikus 2, 97% tuntas. Siswa menunjukkan respon yang positif terhadap pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pada materi mengkaji unsur intrinsik cerita. Siswa yang aktif terus meningkat, pada pratindakan hanya 23,5%, siklus 1 naik hingga 42% dan terus naik pada siklus 2, yaitu 76%. Dari hasil wawancara 97 % siswa  aktif dalam kegiatan menganalisis novel  dengan menggunakan media film.Kata kunci: Peningkatan,  Pemahaman, Unsur Intrinsik, Novel , Media Film ABSTRACT The title of this research is? The use of  Film Media To Increase Ability In Undestanding Intrinsic Elements of Story  At  Grade XI Students of  Senior High School  Negeri 1 Langke Rembong  Academic Year 2012/2013?. This Action Research Class used Kemmis and Tanggart  model, which is consist of, planning, implementation, observation, and reflection. The data collection used interview, inquiry, test, documentation study and observation tecnhique. Its success indicator is 85 % of students get 75 as minimal standard. This research have two cycle and each result. The result of  first cycle indicated there are 17,5 % students  who passed the examination. Observation students value at first cycle indicated that  70 % passed the test. At  the second cycle there are 97 % passed the test. The students have positive response in Indonesian subject. students participation during the class is improve of 23,5 % at pre-action to 42 % at first cycle and 76 %at second cycle Keywords: Improvement, Understanding, IntrinsicElements, Novel, audiocisuaol.