cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 78 Documents clear
Kesantunan Tuturan dalam Pilihan Kode Bahasa Siswa di Komunitas SMAN 1 Ubud Ditinjau dari Perspektif Gender: Sebuah Kajian Sosiopragmatik. ., I KADEK ADHI DWIPAYANA; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.014 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan memaparkan (1) wujud kesantunan tuturan dalam pilihan kode bahasa siswa perempuan, (2) wujud kesantunan tuturan dalam pilihan kode bahasa siswa laki-laki, (3) strategi kesantunan tuturan dalam pilihan kode bahasa siswa perempuan, dan (4) strategi kesantunan tuturan dalam pilihan kode bahasa siswa laki-laki di SMAN 1 Ubud. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Ubud. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi dan wawancara. Observasi digunakan untuk menjaring data wujud dan strategi kesantunan siswa. Wawancara digunakan untuk memperoleh data konteks tuturan siswa. Cara menganalisis data dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 37 data tuturan siswa perempuan presentase kesantunan tuturannya sebesar 75,7% dan 25,3% tuturannya tidak santun. Sedangkan, dari 44 data tuturan siswa laki-laki, presentase kesantunannya sebesar 61,4% dan 38,6% tuturannya tidak santun. Berdasarkan presentase di atas, siswa perempuan lebih santun dibandingkan dengan siswa laki-laki dalam bertutur di sekolah. Pemakaian strategi kesantunan antara siswa laki-laki dan perempuan juga berbeda, siswa laki-laki lebih condong menggunakan strategi kesantunan positif sedangkan siswa perempuan condong menggunakan strategi kesantunan negatif dalam bertutur. Pihak sekolah hendaknya mendidik siswanya agar menjadi siswa yang santun, baik dalam bersikap maupun dalam bertutur. Kesantunan adalah menciptakan keharmonisan dan menghindari terjadi konflik dalam bertutur. Kata Kunci : kesantunan, kode bahasa, gender, sosiopragmatik This research uses descriptive qualitative design with the aim of describing (1) the form of the speechpoliteness in language code choiceon female students,(2) the form of the speechpoliteness in language code choice on male students, (3) the speech politeness strategies in language code choice on female students, and (4) the speech politeness strategies in language code choice on male studentsat SMAN 1 Ubud. The sources of the data in this study were students of SMAN 1 Ubud. The methods used to collect the data are observation and interview methods. The data analyze is done by a few steps, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this research showed that the data of 37 female studentsspeech,the percentage of their speech politeness is 75.7% and 25.3% their speech were not polite. Whereas, the data of 44 male students speech, the percentage of their speech politeness by is 61.4% and 38.6% their speech were not polite. Based on the percentage above, female students are more polite than male students in the school. The use of politeness strategies between male and female students are different, male students are more inclined to use positive politeness strategy while female students inclined to use negative politeness strategy to speak. The school should educate students to become well-mannered students, both in attitude and in speak. Politeness is to create harmony and avoid conflict in speak. keyword : politeness, language code, gender, sociopragmatic
A Descriptive Study of Male and Female Teachers’ Preferences of Strategies Used for Teaching Speaking in SMPN 1 Singaraja, ., NI NYOMAN ARI RATNADI; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.151 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dipilih oleh guru pria dan wanita dalam mengajar berbicara di SMPN 1 Singaraja. Penelitian ini menganalisis strategi yang dipilih oleh lima guru bahasa Inggris yang mengajar kelas tujuh dan delapan di SMPN 1 Singaraja. Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian deskriptif yang menerapkan teknik analisis isi (content analysis) untuk menunjukkan dan memverifikasi data yang diperlukan. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, kuesioner, dan wawancara dengan guru pria dan wanita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru pria dan wanita menggunakan empat dari tujuh strategi mengajar dalam mengajar berbicara pada siswa mereka. Strategi tersebut adalah instruksi langsung, diskusi, bekerja berkelompok, dan aktivitas kinerja. Alasan dari guru pria dan wanita menggunakan strategi tersebut karena strategi tersebut dapat membuat siswa aktif berpartisipasi di kelas. Siswa dapat bertukar pengetahuan, ide atau opini dalam diskusi atau bekerja berkelompok dengan siswa lainnya. Siswa juga dapat belajar berbicara lebih banyak dalam aktivitas kinerja yang dapat membuat siswa percaya diri ketika siswa harus berbicara dalam bahasa Inggris dengan orang lain. Kata Kunci : strategi mengajar, guru pria dan wanita, mengajar berbicara This study was carried out to describe male and female teachers? preferences of strategies used for teaching speaking and the reasons why male and female teachers used certain strategies for teaching speaking in SMPN 1 Singaraja. This study analyzed strategy preferences of five English teachers who taught in grade seven and eight in SMPN 1 Singaraja. This study was designed as a descriptive study by applying seven Killen?s teaching strategies that adapted content analysis technique to reveal and verify the needed data. The data collection was done through observation, questionnaire, and interviewing male and female English teachers. The results show that male English teachers used four of seven Killen?s teaching strategies in teaching speaking to their students. The strategies were direct instruction, discussion, group work, and performance activity. While female English teachers also preferred four of seven Killen?s teaching strategies used for teaching speaking in the classroom. The reasons of male and female teachers used certain strategies because those strategies made students actively participate in the class. They could share their knowledge, ideas or opinion in discussion session or in group work with their partner or their group. They also learned to speak English more in the performance activity that could make them confident when they should speak English with other people.keyword : teaching strategy, male and female teacher, teaching speaking.
DEVELOPING A MODEL OF COOPERATIVE LEARNING BY IMPLEMENTING LEARNING SUPERVISION FOR THE EIGHTH GRADE STUDENTS IN TEACHING READING AT SMP HARAPAN NUSANTARA DENPASAR ., I PUTU YOGA LAKSANA; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran kooperatif dengan menerapkan Learning Supervision dalam mengajarkan kemampuan membaca pada kelas 8 di SMP Harapan Nusantara Denpasar. Penelitian ini merupakan peneliatian dan pengembangan (R&D). Penemuan dalam peneliatian ini digunakan untuk merancang sebuah produk dan suatu prosedur, yang mana produk tersebut diuji coba, dievaluasi dan direvisi. Penelitian ini merupakan penelitian Deskripsi kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) implementasi dari pembelajaran kooperatif di kelas 8 di SMP Harapan Nusantara Denpasar tidak berjalan dengan baik. (2) pembelajaran kooperatif yang perlu dikembangkan adalah pembelajaran kooperatif yang mengimplementasilkan Learning Supervision. (3) Pelaksanaan pembelajaran kooperatif yang mengimplementasikan Learning Supervision menunjukan hasil yang baik dan pembelajaran tersebut sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca kelas 8 di SMP Harapan Nusantara Denpasar. (4) peneliti, guru dan juga para siswa memberikan persetujuan yang sangat kuat tentang keberhasilan dari pelaksanaan pembelajaran kooperatif yang mengimplementasikan Learning Supervision dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam berdiskusi dan dalam kemampuan membaca, dan juga membantu guru ketika melaksankan strategi ini.Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif, Learning Supervision, Kemampuan membaca. This study attempted to develop the model of cooperative learning which implements Learning Supervision in teaching reading for eighth grade students of SMP Harapan Nusantara Denpasar. The study is called research and development (R&D). The finding of this study was used to design new product and procedures, where it was systematically field tested, evaluated, and refined. This study is descriptive qualitative research. The result of the analysis showed that: (1) The implementation of cooperative learning in eighth year of junior high school in SMP Harapan Nusantara Denpasar was still not implemented well. (2) The cooperative learning which is needed to be developed is the cooperative learning which implements Learning Supervision. (3) The implementation of the cooperative learning which implements Learning Supervision showed positive result and it was effective in improving the eighth year students? reading comprehension in SMP Harapan Nusantara Denpasar. (4) The researcher, the teacher and also the students gave a strong agreement toward the implementation of cooperative learning which implements Learning Supervision in improving the skills of the students in discussion and also their reading comprehension, and also helping the teacher when implement the strategy.keyword : Cooperative Learning, Learning Supervision, Reading Comprehension.
THE EFFECT OF SCRIPTED ROLE PLAY AND FOREIGN LANGUAGE ANXIETY ON THE ELEVENTH GRADE STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCY AT SMA N 8 DENPASAR IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., NI WAYAN SATRI ADNYANI; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh teknik bermain peran dengan naskah dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa kelas sebelas. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan 2x2 faktorial dan 68 orang siswa dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. Data di analisis dengan menggunakan ANOVA dua jalur dan Uji Tukey. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan terhadap kompetensi berbicara antara siswa yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional; (2) ada pengaruh interaksi pada teknik mengajar yang digunakan dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa; (3) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang tinggi yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional; (4) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang rendah yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional. Kata Kunci : berbicara, bermain peran, kecemasan This research aimed at investigating the effect of scripted role play and foreign language anxiety on eleventh grade students? speaking competency. It was an experimental research with 2x2 factorial design and 68 of students were selected as the sample of the study. The data were analyzed by using Two-Way ANOVA and Tukey Test. The result showed that (a) there is a significant effect in speaking competency between the students who were taught by using scripted role play technique and those taught by the conventional technique, (b) there is a significant interactional effect between teaching technique applied and the foreign language anxiety on the students? speaking competency, (c) there is a significant difference in speaking competency between the students with high foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those who were taught by the conventional technique; and (d) there is a significant difference in speaking competency between the students with low foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those students who were taught by the conventional technique. keyword : anxiety, scripted role play, speaking
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA KRITIS DITINJAU DARI MINAT BACA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEDIRI ., NI LUH PUTU AYU NITASARI; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) perbedaan kemampuan membaca kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran mind mapping dan siswa yang mengikuti model pembelajaran tanpa mind mapping, (2) interaksi antara penerapan model pembelajaran mind mapping dan minat baca siswa terhadap kemampuan membaca kritis, (3) perbedaan kemampuan membaca kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran mind mapping dan siswa yang mengikuti model pembelajaran tanpa mind mapping pada siswa yang memiliki minat baca tinggi, dan (4) perbedaan kemampuan membaca kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran mind mapping dan siswa yang mengikuti model pembelajaran tanpa mind mapping pada siswa yang memiliki minat baca rendah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan posttest only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 112 orang siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes membaca kritis dan angket minat baca. Data kemampuan membaca kritis dalam penelitian ini dianalisis dengan anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) kemampuan membaca kritis siswa yang mengikuti model pembelajaran mind mapping lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran tanpa mind mapping 2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran mind mapping dan minat baca terhadap kemampuan membaca kritis; 3) untuk siswa yang memiliki minat baca tinggi, kemampuan membaca kritis siswa yang mengikuti model pembelajaran mind mapping lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran tanpa mind mapping; 4) untuk siswa yang memiliki minat baca rendah, kemampuan membaca kritis siswa yang mengikuti model pembelajaran tanpa mind mapping lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran mind mapping. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan, yaitu guru dapat memperhitungkan model pembelajaran mind mapping untuk diterapkan di kelas sebagai alternatif model pembelajaran agar kemampuan membaca kritis siswa lebih optimal.Kata Kunci : mind mapping, minat baca, membaca kritis This research is aims to know and analyze: (1) the difference of the critical reading ability between students who take mind mapping learning model and students who take learning model without mind mapping, (2) the interactions between the application of mind mapping learning model and the students reading interest into the students critical reading ability, (3) the difference of critical reading ability between students who learn with mind mapping learning model and students who learn without mind mapping learning model to students who have high reading interest, and (4) the difference of the critical reading ability between students who learn with mind mapping learning model and students who learn without mind mapping learning model to students who have low reading interest. This research is a quasi experiment has been conducted by using posttest only control group design. The sample size was 112 students. The instruments used are critical reading test and reading interest questionnaire. The data of the critical reading ability in this research is analyzed by two ways anava. The research result shows that: (1) the critical reading ability of the students using mind mapping learning model is higher than the students who did not use the mind mapping learning model, (2) there is a significant interaction influence between mind mapping learning model and reading interest into the critical reading ability, (3) for the students having high reading interest, the students? critical reading ability with mind mapping learning program is higher than the students using learning model without mind mapping, (4) for the students having low interest in reading, the critical reading ability using learning model without mind mapping is higher than students using mind mapping learning model. The writer expectation is that the teacher can consider the application of mind mapping learning model in the classroom as an alternative learning model to optimize the students? critical reading ability.keyword : mind mapping, reading interest, critical reading
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP PEMAHAMAN ISI BACAAN BERBASIS TEKS CERITA BAHASA INDONESIA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA KELAS X SMKN 1 KLUNGKUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., KOMANG MARIANI ARTATI; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.226 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap pemahaman isi bacaan berbasis teks cerita bahasa Indonesia, 2) adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap pemahaman isi bacaan berbasis teks cerita bahasa Indonesia pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, 3) adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap pemahaman isi bacaan berbasis teks cerita bahasa Indonesia pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, dan 4) adanya pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap pemahaman isi bacaan berbasis teks cerita bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Sampel terdiri atas kelas X MM1 dan X AK1 sebagai eksperimen dan kelas X MM2 dan X AP2 sebagai kontrol.Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner motivasi berprestasi dan tes objektif untuk peroleh nilai prestasi pemahaman isi bacaan berbasis teks cerita bahasa Indonesia pada kelas X SMK Negeri 1 Klungkung tahun Pelajaran 2014/2015. Instrumen yang disusun dikalibrasi untuk mengetahui validitasnya dan realibilitasnya, pengolahan data dilakukan dengan analisis anava dua jalurKata Kunci : Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw, motivasi berprestasi, pemahaman isi bacaan berbasis teks cerita bahasa Indonesia This rescarch is intended to know :1) the influence of cooperative learning model type STAD due to understanding the content of the text based on story text Indonesian .2) then influence of cooperative learning model type STAD due to understanding the content of the text based of Indonesian story text on the student having high achievement motivation .3) the influence of cooperative learning model type STAD due to understanding the content of the reading text based on Indonesian story text on the students having low achievement motivation.and 4) the influence of interection between learning model and achievement motivation due to the understanding the content of reading text based on the Indonesian story text.thisrescarch is quarionexperiment.the samples are grade XMM1. and X Ak1 as the experiment and grade XMM2 and X AP2 as the control.The collection of the data was done by questioner motivation achievement and objective test to achievgain the mark of achievement of understanding the content of reading text based on Indonesian story text on grade X SMK N 1 Klungkung in the academic year 2014/2015. The instrument was arranged to know the validity and realibility, the data management was done by analysis of anava two trackkeyword : cooperative learning model type STAD, text based on story text Indonesian, motivation
Pengaruh Penerapan Metode Membaca PQRST Ditinjau dari Minat Membaca Terhadap Kemampuan Memahami Isi Bacaan Berbasis Teks Cerita pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Dawan. Program Studi Pendidikan Bahasa, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. ., KETUT ARDANA; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Dr.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.105 KB)

Abstract

Penelitian ini diterapkan metode membaca pemahaman PQRST ditinjau dari minat membaca siswa khususnya pada pemahaman isi bacaan berbasis teks cerita. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2x2, yang bertujuan untuk meneliti pengaruh metode penerapan pembelajaran membaca PQRST ditinjau dari minat membaca terhadap kemampuan memahami bacaan berbasis teks cerita pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Dawan. Penelitian ini melibatkan 92 orang siswa sebagai sampel, yang dipilih melalui teknik sampling acak sederhana. Data kemampuan membaca diperoleh melalui sebuah tes membaca yang didasarkan pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), sedangkan data minat membaca dikumpulkan melalui sebuah kuesioner minat. Kedua instrumen telah divalidasi sebelum dikenakan pada sampel penelitian. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalan dan Uji Tukey. Hasil analisis varian menunjukkan adanya interaksi antara metode membaca yang digunakan dengan minat membaca. Hal ini dapat dilihat dari data yang diperoleh bahwa penerapan metode PQRST dengan memperhatikan minat membaca siswa (minat membaca tinggi dan rendah) hasilnya lebih baik daripada penarapan metode PQRST tanpa memperhatikan minat membaca siswa. Lebih jauh, hasil uji Tukey menunjukkan bahwa kemampuan siswa memahami bacaan berbasis teks cerita secara signifikan berbeda, yaitu antara siswa yang dibelajarkan dengan metode PQRST dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode membaca secara konvensional. Perbedaan ini signifikan, baik pada kelompok minat tinggi maupun pada kelompok minat rendah. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa metode membaca PQRST dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami bacaan berbasis teks cerita, baik siswa yang memiliki minat membaca tinggi maupun siswa yang memiliki minat membaca rendah Kata Kunci : metode membaca PQRST, minat membaca, dan kemampuan memahami isi bacaan The Effects of Reading Methods and Interest in Reading Toward the Ability Understanding Literature-Based Reading Texts on Grade IX Students of Junior High School 2 Dawan Klungkung. The Study Program of Indonesian Language, Graduate Program of Ganesha University of Educationkeyword : Reading methods PQRST, interest in reading and reading ability
THE EFFECT OF CONCEPT MAPPING AND SELF-REGULATION ON STUDENTS’ WRITING COMPETENCY ., I GEDE SUKRANENGRAT; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.319 KB)

Abstract

Abstrak Studi eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh peta konsep dan kemandirian terhadap kemampuan menulis siswa kelas delapan SMP Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain posttest only control group dengan rancangan faktorial 2x2. Sebanyak 60 siswa dilibatkan sebagai sampel penelitian. Mereka dipilih dengan teknik sampel acak. Data kemampuan menulis siswa dikumpulkan dengan instrumen yang merupakan tipe tes essay. Data tingkat kemandirian siswa dikumpulkan dengan kuesioner yang menggunakan skala Likert. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan ANAVA 2 jalur pada taraf kesalahan 5%. Temuan penelitian ini adalah 1) terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajar dengan peta konsep dengan yang diajar dengan metode konvensional. Itu dibuktikan dengan nilai probabilitas 0.00, yang lebih rendah dari 0.05. dan 2) tidak terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara metode mengajar (peta konsep dan konvensional) dan tingkat kemandirian (tinggi dan rendah) terhadap kemampuan menulis. Ini dibuktikan dengan nilai probabilitas 0,778. Itu berarti bahwa peta konsep sesuai untuk diterapkan bagi pengaturan diri siswa tingkat rendah dan tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari analisis deskriptif yang menunjukkan bahwa nilai siswa yang diajar dengan peta konsep adalah lebih tinggi daripada yang diajar dengan teknik konvensional baik untuk pengaturan diri siswa yang tinggi maupun yang rendah. Dari analisis deskriptif, nilai rata-rata tinggi pengatuaran diri siswa diajar dengan keta konsep = 85,29, sedangkan nilai rata-rata tinggi kemandiriian siswa diajar dengan teknik konvensional = 79,82. Sementara bagi siswa pengaturan-diri yang rendah, nilai rata-rata siswa yang diajar dengan peta konsep = 80,00, sedangkan nilai rata-rata pengaturan diri siswa rendah diajar dengan teknik konvensional = 73,97.Kata Kunci : Kata-kata kunci: peta konsep, kemandirian, kemampuan menulis Abstract This experimental study aims at investigating the effect of Concept Mapping and self-regulation on the writing competency of the eighth grade students of SMP Negeri 2 Singaraja. The design of this research was posttest only control group with 2x2 factorial arrangement. 60 students were selected as sample through random sampling. The data of students? writing competency were collected by using an essay type test. Meanwhile, data of students? self-regulation level were collected by using questionnaire with Likert scale. The acquired data were analyzed statistically by two way ANOVA at 5% significance level. This research discovers (1) there is a significant difference in writing competency between the students taught with Concept Mapping and those taught with conventional technique. It is proven by the probability value of 0.00, which was lower than 0.05. and (2) there is no significant interaction between the implementation of teaching technique (Concept Mapping and conventional technique) and self-regulation levels (high and low levels) on students? writing competency. It is proven by the probability value of 0.778. it means that Concept Mapping is appropriate to be implemented for low and high self-regulation students. It can be proven from the descriptive analyasis showing that the score of students taught with Concept Mapping is higher than those taught with conventional technique both for high and low self-regulation students. From the descriptive analysis, the mean score of high self-regulation students taught with Concept Mapping = 85.29; meanwhile the mean score of high self-regulation students taught with Conventional technique = 79.82. Meanwhile for low self-regulation students, the mean score of students taught with Concept Mapping = 80.00; meanwhile the mean score of low self-regulation students taught with Conventional technique = 73.97. keyword : Keywords: concept mapping, self-regulation, writing competency
Implementasi Pengintegrasian Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kurikulum 2013 di Kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja. ., NI PUTU ARIANTINI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.891 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) implementasi pengintegrasian sikap spiritual dan sikap sosial dalam perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kurikulum 2013 di kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja, (2) implementasi pengintegrasian sikap spiritual dan sikap sosial dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kurikulum 2013 di kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja, dan (3) hambatan-hambatan yang dihadapi guru bahasa Indonesia dalam mengintegrasikan sikap spiritual dan sikap sosial dalam pembelajaran bahasa di kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, klasifikasi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi pengintegrasian sikap spiritual dan sikap sosial dalam perencanaan pembelajaran terletak atau ditunjukkan pada komponen tujuan dan langkah-langkah pembelajaran, (2) implementasi pengintegrasian sikap spiritual dan sikap sosial dalam pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan cara memberikan motivasi/dorongan, peringatan, arahan, teguran, penugasan, dan penguatan kepada siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran, (3) hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan pengintegrasian sikap spiritual dan sikap sosial dalam pembelajaran bahasa terletak pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Hambatan dalam perencanaan, yaitu guru mengalami kesulitan dalam menentukan KD dari KI 1 dan KI 2 untuk diintegrasikan ke KD dari KI 3 dan KI 4 karena tidak adanya pedoman yang pasti. Hambatan dalam pelaksanaan, yaitu guru mengalami kesulitan mengimplementasikan pengintegrasian sikap spiritual dan sosial dalam kegiatan pembelajaran karena harus menghadapi karakter siswa yang berbeda-beda. Kata Kunci : sikap spiritual dan sosial, pembelajaran bahasa Indonesia, dan kurikulum 2013. This study aims to describe and analyze (1) the implementation of the integration of the spiritual attitudes and social attitudes in the planning of learning, (2) the implementation of the integration of the spiritual attitudes and social attitudes in the implementation of learning, and (3) the barriers faced by Indonesian teachers in integrating attitude spiritual and social attitudes in language learning in the classroom SMP Negeri 1 Singaraja. The study was designed in the form of qualitative descriptive study. Subjects in this study were the teacher in the classroom Indonesian SMP Negeri 1 Singaraja. The data collected in this study using the methods of documentation, observation, and interviews. Data were analyzed through three stages: data reduction, data classification, and withdrawal of conclusion. The results showed that (1) the implementation of the integration of spiritual attitude and social attitudes in the learning plan is shown in the components or objectives, measures, and assessment, (2) implementation and integration of the spiritual attitude of social attitudes in the implementation of learning carried out by means of motivating / encouragement, warning, direction, reprimand, assignment, and reinforcement to students while participating in learning activities, (3) the obstacles faced by teachers in implementing the integration of the spiritual attitudes and social attitudes in language learning lies in the planning and implementation of learning. Barriers in the planning, namely teachers have difficulty in determining the KD of KI 1 and KI 2 to be integrated into the KD of KI and KI-3-4. Obstacles in the implementation, namely teachers have difficulty in dealing with student character different. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the integration of the spiritual and social attitudes in planning lies in the component objectives, measures, and assessment of learning. Its implementation is done by providing motivation / encouragement, warning, direction, reprimand, assignment, and reinforcement to students while participating in learning activities. The obstacle lies in the planning and implementation. Advice can be given of the results of this research that teachers should be more meningatkan accuracy in selecting the KD of KI-1 and KI-2 to be integrated into the KD of KI and KI-3-4. For the education department, should further enhance the delivery of training related to the implementation of the curriculum in 2013. keyword : spiritual and social attitudes, learning Indonesian, and curriculum 2013.
COMMUNICATION STRATEGIES USED BY MATHEMATICS AND SCIENCE TEACHERS TO COMMUNICATE IN ENGLISH IN MORNING SHARING IN SMP NASIONAL PLUS JEMBATAN BUDAYA: A SOCIOLINGUISTIC ANALYSIS ., KADEK ADYATNA WEDANANTA; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.582 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian sociolinguistic yang bertujuan untuk (1) menganalisa macam macam bentuk strategi komunikasi yang digunakan oleh guru matematika dan sains dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris di kegiatan morning sharing di SMP Nasional Plus Jembatan Budaya; (2) mendeskripsikan usaha usaha dari guru matematika dan sains dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris; dan (3) mendeskripsikan persepsi dari guru matematika dan sains tentang berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Tiga subjek telah dipilih untuk penelitian ini. Subjek pertama dan kedua adalah guru sains yang telah lulus sarjana pendidikan sains dan subjek yang terakhir adalah guru matematika yang telah lulus sarjana pendidikan matematika. Data diperoleh dengan menggunakan non-participant observation dan in-depth interview. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan kualitatif. Hasil analisis yang telah didapatkan adalah sebagai berikut: (1) terdapat empat macam strategy komunikasi yang telah digunakan, yaitu: modification device, paralinguistic, L1 ? based, dan L2 ? based, dari semua itu yang sering muncul adalah modification devise, oleh karena itu bisa disimpulkan guru matematika dan sains ingin menjaga komunikasi agar berjalan lancar; (2) terdapat enam usaha usaha untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris oleh guru matematika dan sains, yaitu: belajar bahasa Inggris dengan guru local bahasa Inggris, berlatih dengan murid, menonton film dengan subtitle bahasa Inggris, belajar lebih intensif, berlatih terus menerus, belajar bahasa Inggris dengan berbagi atau bertanya kepada guru bahasa Inggris; dan (3) guru matematika dan sains setuju bahwa bahasa Inggris itu penting untuk beberapa alasan, terutama: untuk pekerjaan mereka sebagai guru di sekolah nasional plus, gaji dan perkembangan mereka untuk jadi lebih profesional.Kata Kunci : strategi strategi komunikasi, guru matematika dan sains, sekolah nasional plus, bahasa Inggris sebagai bahasa luar negeri This study was a sociolinguistic study which aimed at (1) analyzing the kinds of communication strategies used by mathematics and science teachers to communicate in English in morning sharing at SMP Nasional Plus Jembantan Budaya; (2) describing the mathematics and science teachers? efforts to improve their ability to communicate in English; and (3) describing the perception of the mathematics and science teachers about communicating in English. Three respondents were chosen in this study. The first and the second respondents were science teachers who possessed bachelor degrees in science education. The third respondent was mathematics teacher who possessed a bachelor degree in mathematics education. The data were collected through non-participant observation and in-depth interview. The collected data were analyzed descriptively and qualitatively. The result of the analysis found that: (1) there were only four kinds of communication strategies identified in this study, namely: modification device, paralinguistic, L1-based, and L2-based strategies, of these, modification device was the most frequently used by the respondents in order to keep the conversation going smoothly; (2) there were six efforts done by the mathematics and science teachers to improve their English, they are: studying more about English with English local teacher, practicing English with students, watching movies in the English subtitle, studying English intensively, practicing English continuously and habitually, studying English by sharing or asking for English teachers; and (3) both mathematics and science teachers agreed that English is important for some reasons, especially: for their job as teachers in a national plus school, salary and their professional development.keyword : communicative strategies, mathematics and science teachers, national plus school, English as a foreign language