cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015):" : 22 Documents clear
PEMBELAJARAN BERPIDATO BAHASA BALI DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF PADA SISWA KELAS VIII B5 SMP N 4 SINGARAJA ., A.A. NGURAH SATRIA WIGUNA; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan menggunakan pendekatan komunikatif, (2) pelaksanaan pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan menggunakan pendekatan komunikatif, dan (3) evaluasi pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan menggunakan pendekatan komunikatif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Bali yang mengajar di kelas VIII B5 SMP N 4 Singaraja dan objeknya adalah pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan menggunakan pendekatan komunikatif di kelas VIII B5 SMP N 4 Singaraja. Metode dokumentasi digunakan untuk memeroleh data perencanaan pembelajaran, metode observasi digunakan untuk memeroleh data pelaksanaan pembelajaran, dan metode wawancara digunakan untuk memeroleh data tentang evaluasi pembelajaran. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru sudah mampu menyusun RPP dengan pendekatan komunikatif, (2) pelaksanaan pembelajaran komunikatif belum mampu dilaksanakan oleh guru secara maksimal. Hal tersebut terlihat dari situasi pembelajaran yang tidak kondusif, dan belum terlihat adanya pembelajaran yang komunikatif, (3) evaluasi pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan pendekatan komunikatif masih membingungkan bagi guru. Guru belum memahami tentang apa saja yang harus dinilai dalam pembelajaran, dan bagaimana cara menilai tingkat kekomunikatifan siswa dalam pembelajaran. Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah untuk pemerintah dan guru bahasa Bali. Pemerintah seharusnya mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mendukung penerapan kurikulum pendidikan dan memberikan sosialisasi secara merata kepada guru. Saran untuk guru bahasa Bali agar meningkatkan kompetensinya dalam menyusun perencanaan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.Kata Kunci : pendekatan komunikatif, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi This study was aimed to describe (1) planning Balinese language speech learning by using the communicative approach, (2) implementation of Bali language speech learning by using the communicative approach, and (3) evaluation of the Balinese language speech learning by using the communicative approach. This study was designed by using descriptive qualitative research approach. Research subject in this study was the Balinese language teacher who teaches in class VIII SMP N 4 Singaraja B5 and the object of this research was the Balinese language speech learning by using the communicative approach in class VIII SMP N 4 Singaraja B5. Data was obtained through documentation, observation, and interviews. Data analysis method used was descriptive qualitative method. The results shows that (1) the teacher had prepared lesson plan using the communicative approach, but there were still many shortcomings in the formulation, such as the nations character educationhad not included yetand the allocation of instructional time had not adjusted yetto the level of difficulty of the material which was to be covered, (2) the implementation of communicativelearning was not yet being able to be implemented by the teacher. It was seen from the learning situation that was not conducive, and had not seen as a communicative class, (3) evaluation of learning speech Balinese language with a communicative approach was still confusing for teachers. Teachers did not understand about what needs to be assessed in the study, and how to assess the level of students’ communication in the learning process. Suggestions in this study were submitted for the government and the teachers of Balinese Language. The government should prepare everything that is required to support the implementation of the educational curriculum and provide socialization evenly to the teacher. An advice for teachers of Balinese Language is to improve the competence in planning, implementing, and evaluating the learning process.keyword : communicative approach, planning, implementation, evaluation
PEMBELAJARAN BERPIDATO BAHASA BALI DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF PADA SISWA KELAS VIII B5 SMP N 4 SINGARAJA ., A.A. NGURAH SATRIA WIGUNA; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.7 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan menggunakan pendekatan komunikatif, (2) pelaksanaan pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan menggunakan pendekatan komunikatif, dan (3) evaluasi pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan menggunakan pendekatan komunikatif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Bali yang mengajar di kelas VIII B5 SMP N 4 Singaraja dan objeknya adalah pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan menggunakan pendekatan komunikatif di kelas VIII B5 SMP N 4 Singaraja. Metode dokumentasi digunakan untuk memeroleh data perencanaan pembelajaran, metode observasi digunakan untuk memeroleh data pelaksanaan pembelajaran, dan metode wawancara digunakan untuk memeroleh data tentang evaluasi pembelajaran. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru sudah mampu menyusun RPP dengan pendekatan komunikatif, (2) pelaksanaan pembelajaran komunikatif belum mampu dilaksanakan oleh guru secara maksimal. Hal tersebut terlihat dari situasi pembelajaran yang tidak kondusif, dan belum terlihat adanya pembelajaran yang komunikatif, (3) evaluasi pembelajaran berpidato bahasa Bali dengan pendekatan komunikatif masih membingungkan bagi guru. Guru belum memahami tentang apa saja yang harus dinilai dalam pembelajaran, dan bagaimana cara menilai tingkat kekomunikatifan siswa dalam pembelajaran. Saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah untuk pemerintah dan guru bahasa Bali. Pemerintah seharusnya mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mendukung penerapan kurikulum pendidikan dan memberikan sosialisasi secara merata kepada guru. Saran untuk guru bahasa Bali agar meningkatkan kompetensinya dalam menyusun perencanaan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.Kata Kunci : pendekatan komunikatif, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi This study was aimed to describe (1) planning Balinese language speech learning by using the communicative approach, (2) implementation of Bali language speech learning by using the communicative approach, and (3) evaluation of the Balinese language speech learning by using the communicative approach. This study was designed by using descriptive qualitative research approach. Research subject in this study was the Balinese language teacher who teaches in class VIII SMP N 4 Singaraja B5 and the object of this research was the Balinese language speech learning by using the communicative approach in class VIII SMP N 4 Singaraja B5. Data was obtained through documentation, observation, and interviews. Data analysis method used was descriptive qualitative method. The results shows that (1) the teacher had prepared lesson plan using the communicative approach, but there were still many shortcomings in the formulation, such as the nation's character educationhad not included yetand the allocation of instructional time had not adjusted yetto the level of difficulty of the material which was to be covered, (2) the implementation of communicativelearning was not yet being able to be implemented by the teacher. It was seen from the learning situation that was not conducive, and had not seen as a communicative class, (3) evaluation of learning speech Balinese language with a communicative approach was still confusing for teachers. Teachers did not understand about what needs to be assessed in the study, and how to assess the level of students? communication in the learning process. Suggestions in this study were submitted for the government and the teachers of Balinese Language. The government should prepare everything that is required to support the implementation of the educational curriculum and provide socialization evenly to the teacher. An advice for teachers of Balinese Language is to improve the competence in planning, implementing, and evaluating the learning process.keyword : communicative approach, planning, implementation, evaluation
PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BALI DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., I KADEK MUSTIKA; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan pendidikan karakter bangsa dalam (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi pelaksanaan pembelajaran bahasa Bali di kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran bahasa Bali kelas VIII A1 dan VIII A2. Objek penelitian ada tiga, yaitu (1) pendidikan karakter bangsa dalam perencanaan pembelajaran, (2) pendidikan karakter bangsa dalam pelaksanaan pembelajaran, dan (3) pendidikan karakter bangsa dalam evaluasi pelaksanaan pembelajaran. Metode penelitian ada tiga, yaitu pencatatan dokumen observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendidikan karakter bangsa dalam perencanaan pembelajaran sudah diimplementasikan oleh guru dengan persentase kesesuaian sebesar 81% (sangat sesuai). Nilai yang direncanakan sebanyak empat belas, terletak pada komponen tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian. (2) Pendidikan karakter bangsa dalam pelaksanaan pembelajaran sudah diimplementasikan pada tiga kegiatan pokok pembelajaran dengan persentase kesesuaian sebesar 72% (sesuai). Ada empat belas nilai yang dilaksanakan, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan perencanaan dan pedoman pengimplementasian. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembentukan karakter yaitu keteladanan, penguatan secara verbal, motivasi, teguran, dan penugasan. (3) Pendidikan karakter bangsa dalam evaluasi pelaksanaan pembelajaran sudah diimplementasikan dengan persentase kesesuaian 85% (sangat sesuai). Guru melakukan penilaian sikap/karakter, pengetahuan, dan keterampilan. Nilai karakter yang dievaluasi sebanyak lima, yaitu mengacu dari indikator dan fokus nilai yang dikembangkan di sekolah. Teknik yang digunakan yaitu observasi dan penilaian yang dilakukan berupa penilaian proses dan produk. Jadi, dapat disimpulkan pendidikan karakter bangsa dalam pembelajaran bahasa Bali sudah diimplementasikan oleh guru. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu guru hendaknya lebih cermat dalam menyusun perencanaan khususnya komponen penilaian. Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng hendaknya meningkatkan lagi pemberian pelatihan dalam mengimplementasikan pendidikan karakter bangsa. Kata Kunci : karakter bangsa, pembelajaran bahasa Bali The study is aimed at describing the national character education in (1) planning, (2) implementation, and (3) evaluation of the implementation of the Balinese instruction in VIII grade of SMA Negeri 1 Singaraja. The subjects in this research were the Balinese language teachers in class VIII A1 and VIII A2. The objects of research were: (1) the national character education in the instruction planning of learning, (2) the national character education in the implementation of learning, and (3) the national character education in the evaluation of the implementation. There were three research methods, namely the recording of documents, observation, and interviews. The data were analyzed by using data analysis techniques model of Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and inference and verification. The conclusion of this study showed that (1) the national character education in the planning of learning has been implemented by teachers with conformity percentage of 81% (very appropriate). The planned score was fourteen, which lied in the components of learning objectives, learning activities, and assessment. (2) The national character education in the implementation of learning has been implemented in three main activities of learning with conformity percentage of 72% (appropriate). There were fourteen values which were implemented, but they were not fully comply with the planning and implementation guidelines. The instructional methods used in the character formation were exemplary, verbal reinforcement, motivation, instruction and assignments. (3) The national character education in the evaluation of the implementation has been implemented in conformity percentage of 85% (very appropriate). Teachers assessed the attitude/character, knowledge, and skills. There were five evaluated character values, which referred from the indicator and standard score developed at school. The techniques used in this study were observation and assessment which were conducted in the form of process and product assessment. Thus, we can conclude the national character education in Balinese instuction has been implemented by the teacher. The suggestion that can be given in this research is that the teachers should be more careful in planning particular components of the assessment. Moreover, Buleleng Education Office should improve the provision of training in implementing the national character education. keyword : national character, Balinese instruction
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIAPADA SISWA AFASIA KELAS IV SLB B NEGERI SINGARAJA ., NI KADEK OKTAVIANA; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa afasia kelas IV SLB B Negeri Singaraja, (2) pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa afasia kelas IV SLB B Negeri Singaraja, dan (3) penilaian pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa afasia kelas IV SLB B Negeri Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas IV SLB B Negeri Singaraja. Objek penelitian ini adalah perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa afasia, pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa afasia, dan penilaian pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa afasia kelas IV SLB B Negeri Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan dokumentasi. Ada beberapa langkah dalam menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaa pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa afasia kelas IV SLB B Negeri Singaraja sudah sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan siswa dalam memperoleh pengetahuan saat pembelajaran berlangsung. (2) Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik dan sistematis sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. (3) Penilaian yang dilakukan oleh guru sudah relevan dengan proses pembelajaran dan materi yang sesuai dengan kondisi siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sudah dilaksanakan oleh guru dengan baik. Untuk itu, disarankan kepada guru bahasa Indonesia agar lebih meningkatkan kreativitas dalam mengajar agar siswa afasia dapat mengerti dan mudah menerima pelajaran. Kata Kunci : Pembelajaran bahasa Indonesia Afasia. This qualitative descriptive study aimed to describe (1) the planning of learning Indonesian on aphasia students class IV SLB B Negeri Singaraja, (2) the implementation of the Indonesian learning on aphasia students class IV SLB B Negeri Singaraja, and (3) evaluation of Indonesian learning on aphasia students class IV SLB B Negeri Singaraja. The subjects were teachers who teach in class IV SLB B Negeri Singaraja. The object of this study is planning of learning Indonesian on aphasia students, the implementation of the Indonesian learning on aphasia students, and evaluation of Indonesian learning on aphasia students class IV SLB B Negeri Singaraja. Data collection method used is the method of observation and documentation. There are several steps in analyzing the data, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that (1) the planning of learning Indonesian on aphasia students is appropriate with the implementation of learning and the needs of students in acquiring knowledge when learning takes place. (2) In the implementation of learning, teacher learning activities properly and systematically in accordance with the plans that have been made previously. (3) Evaluation carried by teacher is relevant to the learning process and materials in accordance with the conditions of the students. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the planning, implementation, and evaluation has been carried out by the teacher well. For that reason, it is advisable to Indonesian teachers to improve their creativity in teaching so that aphasia students can understand and easy receive lessons.keyword : Learning Indonesian Afasian.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN YANG DIIMPLEMENTASIKAN OLEH GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN ., NI LUH PUTU ERNA PURNAMA WARDANI; ., PROF.DR. I NYOMAN SUDIANA, M.Pd.; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) model-model pembelajaran yang diimplemen-tasikan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 1 Kubu-tambahan, (2) alasan pengimplementasian model pembelajaran tersebut, (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat mengimplementasikan model pembelajaran tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Metode pen-gumpulan data dalam penelitian ini, yaitu metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian adalah 2 orang guru yang mengajar di kelas XI SMA Negeri 1 Kubutam-bahan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman observasi dan pedoman wa-wancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model-model pembelajaran yang diim-plementasikan oleh guru adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) dan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), (2) Alasan guru mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan STAD ada-lah karena model pembelajaran ini memberikan waktu lebih banyak kepada siswa untuk be-kerja sama dalam memahami dan mengerjakan suatu tugas dari materi yang dibahas. Selain itu, model pembelajaran kooperatif menambah kerjasama dan memberikan banyak waktu kepada siswa untuk melatih keberanian siswa dan melatih interaksi belajar bahasa Indonesia, (3) Kendala-kendala yang dihadapi oleh guru saat mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan STAD dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah lebih banyak dari siswa, yaitu kurangnya kesiapan siswa dan perhatian siswa kurang fokus. Selain itu juga dari guru, pemanfaatan media yang kurang menarikKata Kunci : model-model pembelajaran, bahasa Indonesia This study aims to determine (1) learning models implemented by the teacher in Indonesian learning of grade XI at SMA Negeri 1 Kubutambahan, (2) the reason for implementing the learning model, (3) the constraints faced by teacher when implementing the learning models. The design of the study is qualitative descriptive study. The data collection method in thos study, are observation, documentation, and interview methods. The subjects were two teachers who teach in grade XI at SMA Negeri 1 Kubutambahan. The research instruments used include observation and interview guides. The results showed that: (1) The learning models that implemented by the teachers is cooperative learning model of Think-Pair-Share (TPS) type and cooperative learning model Student Team Achievement Division (STAD) type, (2) The teachers? reason implemented cooperative learning model of TPS and STAD is because of this model provide more time for students to work exercise courage together in understanding and working on a task of the material covered. Moreover, this cooperative learning model adds to cooperative and giving plenty of time for students to exercise cou-rage and train students learning Indonesian interactions, (3) Constraints faced by teacher when implementing cooperative learning model TPS and STAD type in learning Indonesian is more from students, that was the lack of the students? readiness and focus attention. It is also from the teachers, the use of media are less attractivekeyword : learning models, Indonesian language
An Analysis of Reinforcement Strategies Used by Male and Female Teachers in Classroom Management at TK Model Negeri Mataram in Academic year of 2011/2012 ., Husnul Lail; ., PROF. DR. NI NYOMAN PADMADEWI, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reinforcement merupakan salah satu aspek dari managemen kelas dipandang berguna dalam meningkatkan motivasi siswa. Oleh karena itu, guru yang terampil diharapkan efektif dalam menerapkan reinforcement. Dapat diprediksikan bahwa perbedaan ? perbedaan yang dimiliki guru dan siswa akan mempengaruhi implementasi reinforcement dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Perbedaan gender adalah salah satunya. Adapun yang menjadi konsentrasi penelitian ini telah diplih dua subyek yaitu seorang guru pria dan seorang guru wanita di TK Model Negeri Mataram. Data yang dikumpulkan adalah reinforcement yang digunakan oleh para guru yang dikelompokkan berdasarkan teori Arend. Data didapatkan dengan cara melakukan observasi dan interview. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik itu guru pria dan wanita melakukan jenis reinforcement yang sama; yaitu sama-sama menerapkan praise (pujian) dan negative reinforcement. Guru wanita terlihat lebih sering and lebih efektif dalam menerapkan jenis ? jenis reinforcement tersebut. Guru pria dan wanita cenderung memberikan reinforcement kepada siswa yang terlihat aktif di dalam kelas tanpa memperhatikan perbedaan gender siswa. Sebagai respon siswa terhadap reinforcement yang diberikan guru, akan memberikan reaksi berupa senyuman dan menjadi lebih aktif dalam mengikuti pelajaran. Namun, pada kasus-kasus tertentu, siwa laki-laki tidak menunjukkan respon, khususnya ketika mendapatkan hukuman dalam bentuk penguranagan nilai dan ancaman tertentuKata Kunci : Reinforcement, Gender, Perbedaan Gender Reinforcements, which belong to the aspect of classroom management, is assumed to be useful in raising students? motivation to study. Therefore, the skillful teacher is also expected to be effective in using reinforcements. It is predicted that teachers? and students? diversities influence the implementation of reinforcements in the process of teaching and learning in classroom. Gender is one of the diversities. For the concern of the study, there were two subjects chosen, male and female teachers at TK Model Negeri Mataram. The data about reinforcements used by the teachers were then classified based on Arend? theory. The data was collected through observation and interview. The findings showed that both teachers were the same in using the kinds of reinforcement; they only applied praise and negative reinforcements. Female teacher seemed to be more often and more effective in applying the kinds of reinforcement than the male teacher did. Male and female teachers tended to reinforce the students who were active in the classroom without regarding the students? gender. In responding to the reinforcements given, most students responded by smiling and becoming more active in following the next lesson. But, in certain cases, male students showed no responses, particularly when they received negative reinforcement in term of point reducing and withdrawing certain image that they hadkeyword : Reinforcement, Gender, Gender Diversities
PROGRAM PENYIARAN RADIO DI KABUPATEN BULELENG DALAM UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA BALI ., I WAYAN SUARDIKA; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) isi, (2) modus, dan (3) sasaran program acara siaran oleh media penyiaran radio (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, dan Citra Bali FM) dalam upaya pemertahanan bahasa Bali. Penelitian dirancang sebagai penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi, perekaman, dan wawancara. Data dianalisis sesuai pengolahan data menurut Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/pembuktian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) isi program acara siaran oleh media penyiaran radio (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, dan Citra Bali FM) berupa hiburan, berita, dan informasi. Upaya pemertahanan Bahasa Bali dilakukan dengan mengadakan kegiatan On Air dan Off Air; (2) modus program acara siaran media penyiaran radio (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, dan Citra Bali FM) ketika berlangsungnya kegiatan On Air melalui interaktif dan noninteraktif sedangkan kegiatan Off Air dilaksanakan dengan mendatangkan artis, para penari, para fans, peserta lomba, penonton, dan lain-lain. Modus program acara dapat digunakan secara efektif sehingga khalayak merasa leluasa, nyaman, dan antusias terhadap pelayanan penyiaran yang disuguhkan oleh ketiga media penyiaran tersebut; dan (3) sasaran program acara siaran media penyiaran radio (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, dan Citra Bali FM) dalam kegiatan On Air secara umum dapat dibagi berdasarkan tiga hal, yaitu sasaran demografi, sasaran geografi, dan sasaran psikografi sedangkan acara Off Air telah menyasar kepada semua penikmat acara tersebut. Sajian program acara ketiga media penyiaran radio itu telah menyasar ke semua aspek dengan maksimal. Semua pihak (media penyiaran radio, dunia pendidikan, masyarakat Bali, dan lainnya) diharapkan lebih berperan aktif dalam upaya pemertahanan bahasa Bali agar tidak mengalami kepunahan.Kata Kunci : program penyiaran radio, upaya, pemertahanan, dan bahasa Bali This study aimed at discovering (1) content, (2) modus, and (3) target of broadcasting media program (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, and Citra Bali FM) in the attempt of preserving Balinese. This present study was designed as a descriptive-qualitative research using the method of observation, documentation, recording, and interviews. Data were analyzed based on data analysis by Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. Research result indicated that (1) the contents of programs by broadcasting media (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, and Citra Bali FM) were entertainment, news and information. The attempt of preserving Balinese was conducted through on air and off air activities; (2) the modus of programs by broadcasting media (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, and Citra Bali FM) in on going On Air activities were through interactive and non interactive while in Off Air ones were by inviting artists, dancer, fans, participants in an competition, audiences etc. The modus of the program could be used effectively hence audience will feel free, comfortable and enthusiastic toward broadcasting service which was provided by those three broadcasting media; and (3) target of broadcasting media program (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, and Citra Bali FM) in general could be classified into three targets, namely (1) target of demographics, (2) target of geography, and (3) target of psychographics meanwhile, off air activity had spread over all of the audience. Program from the three broadcasting media has spread into all aspects maximally. All parties (broadcasting media, educational field, citizen of Bali, etc.) is hoped actively involved in the attempt of preserving Balinese so its extinction could be avoided.keyword : broadcasting program, attempt, preserve, and Balinese
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN BAHASA IKIP PGRI BALI ., NI KADEK SANTYA PRATIWI; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kunci : analisis kesalahan bahasa, skripsi, mahasiswa IKIP PGRI Bali Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan fonologi, semantik, morfologi dan sintaksis dalam skripsi Jurusan Bahasa IKIP PGRI Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah skripsi Jurusan Bahasa IKIP PGRI Bali sedangkan objeknya adalah kesalahan fonologi, semantik, sintaksis, dan morfologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi digunakan untuk mengambil data kesalahan berbahasa dari tataran fonologi, semantik, morfologi, dan sintaksis. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah prosedur analisis data kualitatif yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam setiap skripsi mahasiswa terdapat kesalahan tataran fonologi, semantik, morfologi dan sintaksis. Dalam tataran fonologi terdapat kesalahan perubahan fonem dan penghilangan fonem. Kesalahan tataran semantik yaitu kesalahan karena pasangan seasal dan kesalahan pasangan terancukan. Dalam tataran morfologi, terdapat kesalahan penghilangan afiks, bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan, peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh, penggantian morf, penyingkatan morf, penentuan bentuk kata yang tidak tepat, penempatan afiks yang tidak tepat. Kesalahan tataran sintakis meliputi, penggunaan preposisi yang tidak tepat, kesalahan susunan kata, penggunaan unsur yang berlebihan, penggunaan bentuk superlatife yang berlebihan, penjamakan yang ganda. penggunaan bentuk resiprokal yang tidak tepat, kalimat yang tidak logis, kalimat yang ambigu, dan urutan yang tidak paralel. Simpulan dari hasil penelitian ini yaitu, dalam fonologi didominasi oleh kesalahan perubahan fonem sebanyak 92,85%. Dalam tataran semantik didominasi oleh kesalahan kesalahan pasangan yang seasal sebanyak 100%. Wujud kesalahan morfologi didominasi oleh kesalahan bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan sebanyak 30,03%, dan wujud kesalahan sintaksis didominasi oleh kesalahan penggunaan unsur yang berlebihan sebanyak 31,05%. Kata Kunci : analisis kesalahan bahasa, skripsi, mahasiswa IKIP PGRI Bali Keywords : error analysis, work skripsion, high school IKIP PGRI Bali This study aimed to describe the error phonology, semantics, morphology and syntax in the thesis Department of Language Teachers' Training PGRI Bali. This study uses descriptive qualitative research design. Subjects of this study is the thesis Department of Language Teachers' Training PGRI Bali while the object is a mistake phonology, semantics, syntax, and morphology. Data collection techniques used is the method of documentation. Documentation methods used to retrieve data from the level of language errors phonology, semantics, morphology, and syntax. Methods of data analysis in this research is qualitative data analysis procedures that include three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that, in every level of student thesis contained errors phonology, semantics, morphology and syntax. There are errors in the level of phonological changes and omissions of phonemes phonemes. Level error semantics that is a mistake because the cognate pairs and pairs terancukan error. In the morphological level, there are mistakes affix removal, noise should not be assimilated yield, yielding sounds that should not yield, replacement morph, morph condensation, the determination of the form of words that are not appropriate, affix improper placement. Level error sintakis covers, improper use of prepositions, errors wording, use of excessive elements, use of excessive superlatife form, penjamakan double. Use the form reciprocal improper, illogical sentence, the sentence is ambiguous, and sequences that are not parallel. The conclusions of this research is, in phonology dominated by mistake phonemes change as much as 92.85%. In the semantic level is dominated by mistake mistake cognate pairs as much as 100%. Form error morphology is dominated by the sound of error that should not be assimilated yield as much as 30.03%, and form a syntax error is dominated by mistake excessive use of the elements as much as 31.05%. keyword : error analysis, work skripsion, high school IKIP PGRI Bali
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL VAN DIJK TERHADAP PEMBERITAAN REKLAMASI TELUK BENOA PADA SURAT KABAR BALI POST DAN POS BALI ., GILANG PRATAMA Y.R.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek suprastruktur, struktur makro, struktur mikro, dan kognisi sosial serta konteks sosial yang terdapat dalam teks berita reklamasi Teluk Benoa pada surat kabar harian Bali Post dan Pos Bali periode Juli 2013 sampai Januari 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pisau analisis wacana kritis model Teun A Van Dijk dengan sumber data pemberitaan reklamasi Teluk Benoa pada Bali Post dan Pos Bali periode Juli 2013 sampai Januari 2014, dan wartawan Bali Post dan Pos Bali yang menulis berita reklamasi Teluk Benoa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara dengan teknik analisis data menggunakan prosedur Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teks pada aspek suprastruktur, struktur makro, dan struktur mikro teks berita Bali Post cenderung berpihak pada gerakan menolak reklamasi Teluk Benoa, sedangkan Pos Bali cenderung mendukung reklamasi Teluk Benoa. Ditemukan kognisi sosial wartawan Bali Post yang menolak reklamasi Teluk Benoa dengan tetap menjaga objektivitasnya sebagai wartawan, sedangkan kognisi sosial wartawan Pos Bali bersikap netral. Analisis konteks sosial menunjukkan keterlibatan pengusaha, penguasa, dan elemen masyarakat yang memengaruhi wacana reklamasi Teluk Benoa sesuai dengan akses yang dimiliki masing-masing pihak. Peneliti menyarankan agar surat kabar dapat memaksimalkan perannya sebagai agen pendidik masyarakat, bukan berpihak pada kelompok yang justru memberikan kemunduran bagi masyarakat, dan menyarankan agar masyarakat lebih kritis dalam menyerap informasi yang ada sehingga mampu mengambil keputusan yang terbaik dalam menghadapi permasalahan yang ada.Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis, Teun A. Van Dijk, Wacana Reklamasi Teluk Benoa The goals of the research are to describe the suprastructure, macrostructure, microstructure, and describing the social cognition dimension and social context in the text of the news of the reclamation of Benoa Bay in Bali Post and Pos Bali Daily Newspaper from period of July 2013 to January 2014. This research uses the approach of qualitative descriptive with the critical discourse analyze of Teun A. Van Dijk model from reclamation of Benoa Bay news on Bali Post and Pos Bali daily news period of July 2013 to January 2014 and also the journalists who wrote them. Documentation for suprastructural, macrostructure, microstructure, and social context, and interview for social cognition dimension. The results of the research the suprastructure, macrostructure, and microstructure of Bali Post are more on the side of the movement of against Benoa Bay reclamation, and the other hand Pos Bali supporting the project of Benoa Bay reclamation. The social cognition of Bali Post journalists are against Benoa Bay reclamation, while Pos Bali journalist try to be an netral person, and the social context shows the involvement of investors, government, and social elements that persuade the discourse according to the access they owned. The researcher recommends the newspapers to maximize their role as the society educator agent, not defended those who gave disadvantages to the society life.keyword : Critical Discourse Analysis, Teun A Van Dijk, Reclamation of Benoa Bay Discourse
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Tipe TAI (Team Assisted Individualization) terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Logis pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Bangli ., I KOMANG SUGI PARTAWAN; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative tipe TAI terhadap kemampuan menulis teks eksposisi, (2) mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran cooperative tipe TAI dan kemampuan berpikir logis terhadap kemampuan menulis teks eksposisi, (3) mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative tipe TAI terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa yang memiliki kemampuan logis tinggi, dan (4) mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative tipe TAI terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa yang memiliki kemampuan logis rendah. Rancangan penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan jenis Post-test Only Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 1 Bangli. Objek penelitian ini adalah kemampuan siswa menulis teks eksposisi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes objektif kemampuan berpikir logis dan tes menulis teks eksposisi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Anava dua jalur melalui uji F dan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative tipe TAI terhadap kemampuan menulis teks eksposisi, (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran cooperative tipe TAI dan kemampuan berpikir logis terhadap kemampuan menulis teks eksposisi; (3) terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative tipe TAI terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa yang memiliki kemampuan logis tinggi, dan (4) terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative tipe TAI terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa yang memiliki kemampuan logis rendah. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, model pembelajaran cooperative tipe TAI memiliki pengaruh terhadap kemampuan menulis teks eksposisi, baik pada siswa dengan kemampuan berpikir logis maupun rendah. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran menulis teks ekspsisi, model pembelajaran cooperative tipe TAI tepat digunakan.Kata Kunci : cooperative tipe TAI, teks eksposisi, dan kemampuan berpikir logis This study aimed (1) to identify the effect of cooperative learning model TAI type toward exposition text writing ability, (2) to identify the effect of interaction between cooperative learning model TAI type and logical thinking ability toward exposition text writing ability, (3) to identify the effect of cooperative learning model TAI type toward exposition text writing ability of high logical thinking students, and (4) to identify the effect of cooperative learning model TAI type toward exposition text writing ability of low logical thinking students. The design of this study was quasy-experiment with Post-test Only Group Design. The subject of this study were the students of X Grade of SMKN 1 Bangli. The object of this study was th e students' exposition text writing ability. The data were collected through logical thinking objective test and exposition text writing test. Hypothesis testing was done with two-way Anova through F test and Tukey test. The result of this study showed that (1) there is a significant effect of cooperative learning model TAI type toward exposition text writing ability, (2) there is a significant effect of interaction between cooperative learning model TAI type and logical thinking ability toward exposition text writing ability, (3) there is a significant effect of cooperative learning model TAI type toward exposition text writing ability of high logical thinking students, and (4) there is a significant effect of cooperative learning model TAI type toward exposition text writing ability of low logical thinking students. Based on the result of this study, it can be concluded that cooperative learning model TAI type has a significant effect toward exposition text writing ability, both high logical thinking and low logical thinking students. Therefore, it is suggested that in exposition text writing learning process, cooperative learning model TAI type should be implemented.keyword : TAI type of cooperative learning, logical thinking ability, exposition text

Page 1 of 3 | Total Record : 22