cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2017)" : 17 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NI MADE YANI PRASTIWI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis: (1) perbedaan pemahaman konsep siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM berbantuan multimedia,model pemelajaran STM tanpa multimedia, dan dengan pembelajaran langsung, (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap pemahaman konsep siswa, (3) perbedaan pemahaman konsep siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM berbantuan multimedia, model pemelajaran STM tanpa multimedia, dan dengan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) perbedaan pemahaman konsep siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM berbantuan multimedia, model pemelajaran STM tanpa multimedia, dan dengan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent pre-test post-test control group design. Sampel penelitian ini siswa kelas X MIPA semester I di SMA Negeri 1 Kuta Utara yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep dan kuisioner motivasi belajar. Analisis data menggunakan analisis statistic ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama terdapat perbedaan hasil pemahaman konsep siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat berbantuan multimedia, dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat tanpa bantuan multimedia, dan dengan pembelajaran langsung (Fhit = 13,088 (p Ftab = 3,40). Kata Kunci : model pembelajaran sains teknologi masyarakat, multimedia, pemahaman konsep, motivasi belajar The aims of this study was to analyze: (1) the differences of concept understanding between students group who studied with science technology society model multimedia assisted, with science technology society without multimedia assisted, and direct instructional model, (2) the effect of interaction between learning model and learning motivation, (3) the differences of concept understanding between student’s group who studied with science technology society model multimedia assisted, science technology society without multimedia assisted, and direct instructional model for student with high learning motivation, (4) the differences of concepts understanding between student’s group who studied with science technology society model multimedia assisted, science technology society without multimedia assisted, and direct instructional model for student with low learning motivation The design of the study was quasi-experimental research design with non-equivalent pre-test post-test control group design. The sample of this research were students of X MIPA SMAN 1 Kuta Utara taken by simple random sampling technique. The instruments used test of understanding of concepts and the learning motivation questionnaire. Data analysis used two-ways ANOVA analysis. The result of the research shows the followings: First, there are differences between concepts understanding by using the science technology society multimedia assisted, using the science technology society without multimedia assisted, and direct instructional model (F= 13,088; p Ftab = 3,40). keyword : science technology society, multimedia, concept understanding, learning motivation
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KINGDOM PLANTAE DENGAN SETTING INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PUTU NOVI KURNIAWATI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran biologi dengan setting inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA. Prosedur pengembangan modul pembelajaran menggunakan model 4D (define, design, develope, disseminate) Thiagarajan (1974), meliputi 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap, pengembangan, dan tahap diseminasi. Dalam penelitian ini hanya dilakukan tiga tahapan yaitu tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan, sedngakan tahap penyebaran tidak dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan waktu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi modul pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respon guru dan siswa terhadap perangkat pembelajaran, dan tes keterampilan proses sains. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji efektivitas modul adalah statistik deskriptif dan uji t satu pihak (one sample t test). Hasil penelitian: (1) validitas modul 4,10 dengan kategori valid; (2) kepraktisan modul 4,29 dengan kategori sangat praktis; dan (3) efektivitas modul memiliki rata-rata keterampilan proses sains 83,98 dengan kategori efektif karena melampaui KKM dengan persentase 96,77%. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh nilai t 7,554 > t tabel 2,042 yang menunjukkan bahwa Ha gagal ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa modul pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci : modul pembelajaran, inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains This research aims to generate biology learning module in guided inquiry setting to improve student science process skill. This kind of research is research and development (R&D). Procedure of learning module development uses 4D Model according to Thiagarajan (1974), and divided into 4 stages i.e. 1) define; 2) design; 3) develope; 4) disseminate. This research only carried three stages, that is define, design, and develope, while the disseminate stage is not carried due to the limited of time. Data collecting instrument uses in this research that is learning module validation sheet, learning modul feasibility observation sheet, teacher response questionnaire, student response, and science process skill test. Data analysis methods used to analyze the effectivity of learning module is as follows, such as descriptive statistic and one sample t test. The research results obtain: (1) validity of learning module were develop based on validation by experts and practitioners obtain an average score of 4,10 which is valid; (2) learning module meets the practical criteria based on three results i.e. a) feasibility study; b) teacher response; and c) students response obtain 4,29 score which is very practical; (3) the module meets the criteria for effective learning based on the test results which is indicated by student achievement of science process skill. This is evident by average value of science process skill test are 83,98 which is fulfill the minimum score (78,00) by the percentage of 96,77%, and based on one sample t test obtained value 7,554 > 2,042 (t table). Based on the results concluded that learning module fulfill the criteria valid, practical, and effective way to increase student’s science process skill.keyword : learning module, guided inquiry, science process skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING BERBANTUAN VIDEO EDUKASI TERHADAP KREATIVITAS DAN PENERAPAN KONSEP IPA SMP I GST AGUNG AYU NOVA DWI MARHAENI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah megetahui pengaruh model pembelajaran Role Playing berbantuan video edukasi terhadap kreativitas dan penerapan konsep IPA. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Tabanan tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 392 orang dan terbagi dalam 12 kelas, dari 12 kelas diambil 3 kelas sebagai sampel dengan teknik simple random sampling sehingga diperoleh 1 kelas eksperimen yang belajar dengan Model Pembelajaran Role playing berbantuan video edukasi (A1), 1 kelas eksperimen yang belajar dengan Model pembelajaran Role playing tanpa video edukasi (A2) dan 1 kelas kontrol yang belajar dengan Direct Instruction (A3). Pengumpulan data menggunakan Instrumen berupa tes kreativitas dan tes penerapan konsep IPA. Data dianalisis dengan menggunakan uji MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas dan penerapan konsep antara kelompok A1, A2 dan A3 (p
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA SAGUNG RATIH SARASWATI ANTARI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tes keterampilan berpikir kritis dalam mata pelajaran fisika yang memenuhi standar valid dan reliabel. Pengembangan menggunakan materi fisika SMA kelas X dan XI. Prosedur pengembangan tes keterampilan berpikir kritis materi fisika menggunakan adaptasi model Borg dan Gall meliputi tahap pendahuluan, perencanaan, pengembangan dan uji coba lapangan. Tahap lainnya tidak dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan waktu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji validasi isi dan validasi konstruk dilakukan oleh dua orang ahli dalam bidangnya. Validitas bandingan diukur dengan cara membandingkan tes yang dikembangkan dengan tes berpikir kritis yang baku yaitu California Critical Thining Skills Test (CCTST). Serta reliabilitas tes dilakukan dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian: (1) validitas isi 0,77 dengan kategori valid; (2) validitas konstruk 3,50 dengan kategori baik; dan (3) reliabilitas tes 0,773 dengan kategori derajat reliabilitas tes tinggi; (4) reliabilitas retes 0,967 dengan kategori reliabilitas sangat tinggi; (5) reliabilitas split-half 0,754 dengan kategori reliabilitas tinggi, (6) internal konsistensi butir menghasilkan 49 butir soal dengan kategori konsisten dan (7) valdiitas banding 0,923 dengan kategori validitas sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam materi fisika memenuhi kriteria valid dan reliabel.Kata Kunci : tes, keterampilan berpikir kritis, fisika This study aims to generate critical thinking skills tests in physics subjects that meet valid and reliable standards. Development using high school physics materials class X and XI. Development procedure of critical thinking skills of physics material using adaptation of Borg and Gall model includes preliminary stage, planning, development and field trial. The other stage is not done with the consideration of time constraints. The instrument of data collection used is validation sheet. The data analysis technique used to test content validation and construct validation is done by two experts in the field. Comparability validity was measured by comparing tests developed with standard critical thinking tests of California Critical Thining Skills Test (CCTST). And test reliability is done by descriptive statistical analysis techniques. Result of research: (1) validity of content 0,77 with valid category; (2) construct validity of 3.50 with good category; and (3) test reliability of 0.773 with high degree of reliability test category; (4) reliability of retest 0.967 with very high reliability category; (5) split-half reliability of 0.754 with high reliability category, (6) internal consistency of grains yielded 49 items with consistent categories and (7) varity of appeal of 0.923 with very high category of validity. Based on the results of this study concluded that the test of critical thinking skills of students in physics material meet valid and reliable criteria.keyword : test, critical thinking skills, physics
Pengaruh Model Pembelajaran Kontesktual (Contextual Teaching and Learning) Berbasis Fenomena Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep Fisika Siswa ANDRI AFRIANI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika siswa yang mengikuti pembelajaran kontesktual (CTL) berbasis fenomena dan model pembelajaran langsung, (2) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual (CTL) berbasis fenomena dan model pembelajaran langsung, (3) menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual berbasis fenomena dan model pembelajaran langsung. Sampel penelitain ini diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan variabel keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika antar siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis fenomena dan model pembelajaran langsung (F=23,590; p
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KINGDOM PLANTAE DENGAN SETTING INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PUTU NOVI KURNIAWATI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran biologi dengan setting inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA. Prosedur pengembangan modul pembelajaran menggunakan model 4D (define, design, develope, disseminate) Thiagarajan (1974), meliputi 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap, pengembangan, dan tahap diseminasi. Dalam penelitian ini hanya dilakukan tiga tahapan yaitu tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan, sedngakan tahap penyebaran tidak dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan waktu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi modul pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respon guru dan siswa terhadap perangkat pembelajaran, dan tes keterampilan proses sains. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji efektivitas modul adalah statistik deskriptif dan uji t satu pihak (one sample t test). Hasil penelitian: (1) validitas modul 4,10 dengan kategori valid; (2) kepraktisan modul 4,29 dengan kategori sangat praktis; dan (3) efektivitas modul memiliki rata-rata keterampilan proses sains 83,98 dengan kategori efektif karena melampaui KKM dengan persentase 96,77%. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh nilai t 7,554 > t tabel 2,042 yang menunjukkan bahwa Ha gagal ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa modul pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci : modul pembelajaran, inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains This research aims to generate biology learning module in guided inquiry setting to improve student science process skill. This kind of research is research and development (R&D). Procedure of learning module development uses 4D Model according to Thiagarajan (1974), and divided into 4 stages i.e. 1) define; 2) design; 3) develope; 4) disseminate. This research only carried three stages, that is define, design, and develope, while the disseminate stage is not carried due to the limited of time. Data collecting instrument uses in this research that is learning module validation sheet, learning modul feasibility observation sheet, teacher response questionnaire, student response, and science process skill test. Data analysis methods used to analyze the effectivity of learning module is as follows, such as descriptive statistic and one sample t test. The research results obtain: (1) validity of learning module were develop based on validation by experts and practitioners obtain an average score of 4,10 which is valid; (2) learning module meets the practical criteria based on three results i.e. a) feasibility study; b) teacher response; and c) students response obtain 4,29 score which is very practical; (3) the module meets the criteria for effective learning based on the test results which is indicated by student achievement of science process skill. This is evident by average value of science process skill test are 83,98 which is fulfill the minimum score (78,00) by the percentage of 96,77%, and based on one sample t test obtained value 7,554 > 2,042 (t table). Based on the results concluded that learning module fulfill the criteria valid, practical, and effective way to increase student’s science process skill.keyword : learning module, guided inquiry, science process skill
PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA BERBASIS GREEN CHEMISTRY UNTUK SMA KELAS XI SEMESTER GENAP NI KADEK AYU KRISTIANDAYANTI .; PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku petunjuk praktikum kimia berbasis green chemistry yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA kelas XI semester genap. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Model pengembangan penelitian ini terdiri atas enam tahapan yaitu: 1) analisis kebutuhan; 2) desain produk awal; 3) validasi produk; 4) revisi produk; 5) uji coba produk; dan 6) revisi (produk akhir). Rancangan penelitian pre-experimental digunakan untuk menguji efektivitas, dengan desain penelitian One Shoot Case Study. Petunjuk praktikum kimia yang dikembangkan terdiri atas enam judul praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan telah memenuhi syarat kevalidan (skor rata-rata 3,58) dengan kategori sangat valid. Produk yang dikembangkan telah memenuhi syarat kepraktisan dilihat dari hasil observasi keterlaksanaan, respon guru dan juga didukung oleh skor rata-rata respon siswa (3,90) yang berada pada kategori sangat praktis. Selain itu, produk yang dikembangkan juga efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (71,88%) yang berada pada kategori efektif. Selain itu, hal tersebut juga didukung oleh hasil penilaian aspek keterampilan dan aspek sikap yang berada pada kategori baik. Dengan demikian, petunjuk praktikum yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan dan keefektifan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : petunjuk praktikum, green chemistry, hasil belajar The aim of this study was to develop a chemistry practicum manual based on green chemistry principles which fulfilled the criteria of validity, practicality and effectivity to improve the Grade 11 High School Student’s achievement in the second semester. The type of this study was Research and Development (R&D). The model of this study consists of six steps, namely: 1) need analysis; 2) initial product design; 3) product validation; 4) product revision; 5) product trial; and 6) revision (final product). Pre-experimental design was used to test the effectivity by using one shoot case study design. The manual book which was developed consists of six titles of practicum. The results of the study showed that the developed product has fulfilled the validity requirements (average score 3.58) which categorized as high validity. The developed product has fulfilled the practicality requirements, this could be seen from the observation result, teacher’s response, and also supported by the average score of the students’ response (3.90) which means very practical. Besides, the developed product also effectively improved students’ achievement. This can be seen from the percentage of the students who passed the minimum criteria (71.88%) that was in effective category. Besides, it also supported by the assessment result of physicomotor and affective aspect that were in a good category. Therefore, the developed practicum manual is fulfilled the criteria of validity, practicality and effectivity to improve students’ achievement.keyword : practicum manual, green chemistry, students’ achievement
Pengembangan LKS Sains Pokok Bahasan Gaya dan Hukum Newton dengan Setting Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains GEDE SUADNYANA .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa LKS sains pokok bahasan Gaya dan Hukum Newton dengan setting inkuiri terbimbing yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan menggunakan model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan (Thiagarajan et al, 1974) yang dimodifikasi menjadi 3-D yaitu Define, Design, Development. Validasi LKS dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) oleh dua orang ahli media dan satu orang praktisi yang selanjutnya LKS divalidasi oleh sepuluh orang praktisi. Kepraktisan dinilai oleh dua orang guru dan siswa dan keefektifan LKS diuji melalui rancangan one group pre-test post-test design yang melibatkan 36 orang siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif tentang validitas dan kepraktisan. Efektivitas LKS dilakukan dengan one group pre-test post-test design dan dianalisis dengan uji t pihak kanan. Dari hasil penelitian dan pengembangan diperoleh : 1) validitas LKS berada pada kategori sangat valid dengan skor rata-rata validitas 3,56, 2) kepraktisan LKS berada pada kategori sangat praktis dengan skor rata-rata keterlaksanaan LKS dalam pembelajaran 3,61, rata-rata nilai penilaian guru 3,77 dan skor rata-rata penilaian siswa 3,75, 3) keefektifan LKS dapat dilihat dari skor perubahan sebelum dan sesudah menggunakan LKS inkuiri terbimbing. Hasil uji gain skor keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan sebesar 0.65 yang berada pada kategori sedang. Hasil uji t menunjukan keterampilan proses sains memiliki thitung 18,167 dengan p < 0,05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Ini berarti LKS sains dengan setting Inkuiri Terbimbing efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Kata Kunci : inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains This research is research development. The purpose of research is to produce instructional devices as science student worksheet on subject of Force and Newton Law with guided inquiry setting that is valid, practical and effective. The development model is the 4-D by Thiagarajan (Thiagarajan et al, 1974) that is modified into 3-D those are Define, Design, And Development. The worksheet validation was done through Focus Group Discussion (FGD) by two media experts and one practitioner, which was then validated by ten practitioners. Practicality was assessed by two teachers and students and the effectiveness of student worksheet was tested through a one group pre-test post-test design involving 36 students.. Data analysis was done by quantitative descriptive analysis of validity and practicality. The effectiveness of student worksheet is done by one group pretest posttest design and analyzed by right side t test. The results of research and development obtained: 1) the validity of worksheet is in the category of very valid with the average score of validity 3.56, 2) worksheet practicality is in the category very practical with average score of worksheet implementation in learning 3.61, the average score of teacher assessment 3, 77 and the average student assessment 3.75, 3) the effectiveness of worksheet can be seen from the score changes before and after using guided inquiry worksheet. The result of gain test of student science skill score has increased by 0.65 in the medium category. The result of t test shows the of science process skill have t count 18,167 with p
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS BUDAYA LOKAL PADA MATERI ASAM,BASA, DAN GARAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP PUTU PREMA SWARI .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbasis budaya lokal yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VII. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D menurut Tiagarajan dkk meliputi : 1) define; 2) design; 3) develop; dan 4) disseminate. Penelitian ini hanya dilakukan 3 tahapan yaitu define, design, dan develop. Untuk menguji efektivitas perangkat pembelajaran digunakan desain penelitian One Shoot Case Study yang dimodifikasi. Siswa kelas VII D SMPN 2 Tejakula sebanyak 32 orang menjadi subjek dalam penelitian ini. Data untuk mengetahui kevalidan dan kepraktisan perangkat pembelajaran diperoleh dari kajian pustaka dan angket yang disebarkan ke validator ahli dan praktisi. Data dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Validitas perangkat pembelajaran ini mendapat skor rata-rata sebesar 4,23 dengan kategori sangat valid. Kepraktisan perangkat pembelajaran ini dilihat dari keterlaksanaan modul sebesar 3,94 dengan kategori praktis. Aspek efektivitas perangkat pembelajaran ini terpenuhi karena tercapainya tujuan pembelajaran yaitu mampu meningkatkan pemahaman aplikasi pengetahuan yang berbasis budaya dengan retensi 98,5 % kategori sangat baik dan presentase klasikal sebesar 53 % dengan kategori cukup efektif.Kata Kunci : perangkat pembelajaran, budaya lokal, IPA, dan hasil belajar The aim of this study was to produce science lesson plan based a local culture which fullfilled the criteria of validity, practicality, and effectivity to improve the learning outcomes of junior high school students in VII grade. The type of this study was Research and Development (R&D) especially lesson plan development using 4-D model according to Tiagarajan et al, include: 1) define; 2) design; 3) develop; and 4) disseminate. In this research only done 3 stages that were define, design, and develop. Pre-experimental design was used to test the effectivity by using one shoot case study modification. 32 students in class VII D SMPN 2 Tejakula were became subjects in this study. The data for knowing the validity and practicality of the lesson plan were obtained from literature review and questionnaires distributed to expert and practitioner validators. Data were analyzed and presented descriptively. Validity of this lesson plan has average score are 4.23 in valid category. The practicality of this lesson plan has fulfilled in category practice with the average score of the module implementation are 3.94. Effectivity aspects of this lesson plan are fulfilled because the achievement of learning objectives is able to improve the understanding and application of knowledge based on local culture with the average learning outcomes (posttest) of 68.16 and the retention are 98.5% in very good category and classical percentage are 53% with quite effective category.keyword : lesson plan, local culture, science, and learning outcomes
PENGETAHUAN AWAL DAN TINGKAT KEYAKINAN SISWA TENTANG KONSEP LISTRIK DINAMIS Gde Parie Perdana .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. NI MADE PUJANI, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pengetahuan awal siswa dan tingkat keyakian siswa tentang konsep ilmiah listrik dinamis yang dimilikinya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik-komparatif dengan pendekatan crossecsional. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMAN 1 Banjarangkan (2016/2017). Tes terdiri dari pilihan ganda dengan tingkat keyakinan siswa atas jawabannya. Jawaban siswa dianalisis dengan chi-square analysis. Hasil penelitian menunjukan (1) pengetahuan awal siswa tentang konsep-konsep pada materi listrik dinamis sebagian besar berupa miskonsepsi (62,3%) dan hanya 37,7% tahu konsep, dan (2) tingkat keyakinan siswa dapat berkorelasi dengan pengetahuan awal siswa.Kata Kunci : pengetahuan awal, keyakinan, listrik dinamis The aims of this research was to investigate the initial knowledge of students and the level of student's certainty about the dynamic electrical science concept. This is an analytic-comparative research with cross-sectional approach. Research subjects in this study were the students of X class IPA SMAN 1 Banjarangkan (2016/2017). The test consists of multiple choices with students' level of certainty in their answers. The student answers are analyzed by chi-square analysis. The result of the research shows (1) the students' prior knowledge about dynamic electrical concepts is mostly misconception (62,3%) and only 37,7% know the concept, and (2) the student's confidence level can correlate with the student's prior knowledge.keyword : prior knowledge, certainty, dynamic electrical

Page 1 of 2 | Total Record : 17