cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH DIKLAT BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SAINS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 SINGARAJA NI KOMANG TRISNAYANTI .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.885 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh diklat berbasis lesson study terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru Sains SMP Negeri 1 Singaraja dan dampaknya terhadap prestasi belajar siswa. Sampel penelitian ini adalah guru sains SMP Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 6 orang, dan siswa kelas VIII pada tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 78 orang. Untuk penilaian kompetensi pedagogik guru dilakukan tes pada subyek penelitian baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan lesson study, sedangkan prestasi belajar siswa dilihat dari nilai hasil belajar pada mata pelajaran Sains. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji t dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kualitas pelaksanaan lesson study pada guru sains di SMP Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014 berkualifikasi sangat baik dengan rata – rata skor 93,09. 2) Berdasarkan uji Wilcoxon terdapat pengaruh yang signifikan pelaksanaan diklat berbasis lesson study terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru Sains SMP Negeri 1 Singaraja. 3) Diklat berbasis lesson study secara signifikan dapat meningkatkan prestasi belajar Sains siswa SMP Negeri 1 Singaraja.Kata Kunci : lesson study, kompetensi pedagogik, prestasi belajar siswa. This study is aimed at describing the influence of teacher training based on the lesson study towards the improvement of pedagogical competence of science teachers and the influence achievement of students learning at SMP Negeri 1 Singaraja. The sample of study was taken out of those from class VIII and six of science teachers of SMP Negeri 1 Singaraja. The number of students involved was’ 78 students who were taken from the learning period in the year of 2013/2014. The evaluation of pedagogical competence of the teachers was done by giving them test concerning the subject of study both before and after the lesson study was carried out. The result of the students learning achievement was seen from the marks of their achievement test on the science subjects. The data of the study was analyzed using descriptive statistic, paired sample t-test and wilcoxon signed-rank test. The result of study indicated that : 1) the quality average of lesson study which was done in SMP Negeri 1 Singaraja is 93,09 which is categorized as excallent. 2) based on Wilcoxon sign – rank there was significant improvement of their pedagogical competence in science especially those teachers of SMP Negeri 1 Singaraja who were being trained, 3) there was significant influence of the student's achievement in science after the training based on the lesson study being held at SMP Negeri 1 Singaraja.keyword : lesson study, pedagogical competence, students learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA. K. Suartika; I B. Arnyana; G A. SETIAWAN
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.282 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran group investigation (MPGI) terhadap pemahaman konsep biologi dan keterampilan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan the post test-only control group design.Populasi penelitian ini adalah siswa SMAN 2 Negara dengan sampel penelitian berjumlah 64 orang yang diambil secara acak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis MANOVA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif siswa antara siswa yang mengikuti MPGI dan siswa yang mengikuti model pembelajaran MPLC (Fhitung = 32,272); 2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti MPGI dan siswa yang mengikuti MPLC (Fhitung = 47,990); 3) terdapat perbedaan keterampilan bepikir kreatif antara siswa yang mengikuti MPGI dan siswa yang mengikuti MPLC (Fhitung = 16,317).   Kata kunci: pembelajaran group investigation, pemahaman konsep, keterampilan berpikir kreatif. Abstract This study aimed to determine the effect of the implementation of group investigation learning model for understanding biology concepts and creative thinking skill of the students. Kind of this research is quasi experimental with pattern post-test only control group design. The population of this research is 64 students of SMA Negeri 2 Negara taken randomly. The data analyzed by MANOVA. The conclution of this research are: First, there are differences in understanding the concepts and creative thinking skill of the students who took group investigation with cycle learning model (F = 32,272). Second, differences in understanding concepts between the students who took group investigation and cycle learning model (F = 47,990).Third, differences in creative thinking skill between the student who took group investigation and learning cycle model ( F = 16,317). . Keywords: group investigation learning, understanding of concepts, creative thinking skill
Pengaruh Model Pembelajaran Kontesktual (Contextual Teaching and Learning) Berbasis Fenomena Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep Fisika Siswa ANDRI AFRIANI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika siswa yang mengikuti pembelajaran kontesktual (CTL) berbasis fenomena dan model pembelajaran langsung, (2) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual (CTL) berbasis fenomena dan model pembelajaran langsung, (3) menganalisis perbedaan pemahaman konsep fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual berbasis fenomena dan model pembelajaran langsung. Sampel penelitain ini diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan variabel keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep fisika antar siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis fenomena dan model pembelajaran langsung (F=23,590; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI INTELIGENSI SISWA SMA NEGERI 1 SRONO Mustachfidoh .; I. B Jelantik Swasta; N.L.P. Manik Widiyanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.754 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) interaksi antara model pembelajaran dengan inteligensi terhadap prestasi belajar biologi. (3) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung pada siswa dengan inteligensi kelompok atas, (4) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung pada siswa dengan inteligensi kelompok bawah. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan Non Equivalen Pre Test Post Test Control Group Design dengan populasi 248 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling.  Didapatkan jumlah sampel 199 siswa. Pengumpulan data dengan metode tes. Hasil analisis data dengan uji ANOVA dua jalur menunjukkan: (1) terdapat perbedaan prestasi belajar biologi yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran langsung (F=110,095;p<0,05), (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan inteligensi terhadap prestasi belajar biologi (F=5,047;p<0,05), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar biologi yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran langsung pada siswa dengan inteligensi kelompok atas (F=75,184;p<0,05), (4) terdapat perbedaan prestasi belajar biologi yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran langsung pada siswa dengan inteligensi kelompok bawah (F=36,925;p<0,05). Hasil uji lanjut dengan LSD menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran langsung terhadap prestasi belajar biologi. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk memberikan suatu prakondisi kepada siswa terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran dengan model inkuiri, yang menekankan pada aktivitas siswa untuk menemukan suatu konsep dan mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis.   Kata kunci: Pembelajaran inkuiri, prestasi belajar, inteligensi Abstract This study aimed to determine: (1) differences in academic achievement between students who learnt biology model of inquiry learning with students who learn direct instructional model, (2) the interaction between the model of learning with intelligence to biology learning achievement, (3) differences in academic achievement between students who learn biology model of inquiry learning with students learning directly model on students with higher group  intelligence. (4) academic achievement differences between students who learnt biology model of inquiry learning with students who learnt direct instructional model on students with low group intelligence. This study used a Quasi-Experimental Non-Equivalent Pre Test And Post Test Control Group Design with 248 students of total population. Technique used was random sampling. Achieved sample size were 199 students. Data collection was performed by the method of testing. Data analysis was performed by ANOVA two ways test. The analysis showed: (1) there was a significant difference achievement in learning biology between groups of students who learnt through inquiry learning model and direct instructional model (F= 110.095;p<0.05). (2) there was a significant interaction effect between learning models with biological intelligence learning achievement (F=5.047;p<0.05). (3) there were significant differences in the biology learning achievement between groups of students who learnt through inquiry learning model and direct instruction model to students higher goup intelligence (F=75.184:p<0.05). (4) there were significant differences between group who learnt using model inquiry and direct learning model on student with lower grup intelligence (F=36.925;p​​<0.05). The result from LSD shown that inquiry model gave more successfull than direct learning model in Biological learning. The improvement of student through Inquiry Learning Model was more significant than student of Direct Instructional Model. As the result, teacher is suggested to give student’s pre-condition in learning to know ability of student. Finaly, it could be states that inquiri model of learning is good to be applied for student’s to improve their creativity to find out development model of learning to enchace their systematical thinking, logical and high level of thinking. Keywords: inquiry learning, academic achievement, intelligence
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINS-TEKNOLOGI-MASYARAKAT (STM) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SIKAP ILMIAH SISWA NI NYOMAN KARTINI .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.978 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilaksanakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design. Jumlah sampel 77 orang terdiri dari 2 kelas yang diambil dengan teknik random assignment. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah dan kuesioner sikap ilmiah siswa. Data dianalisis dengan menggunakan Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung. 2). Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan pendekatan pembelajaran STM dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. 3). Terdapat perbedaan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan pendekatan pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Kata Kunci : pendekatan pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM), kemampuan pemecahan masalah, sikap ilmiah siswa. The purpose of this study was to know the difference of students’ ability on problem solving and science attitude between students who learned by using Science – Technology – Society Approach and who learned by using Direct Instruction. This study was Quasi Experiment with pre-test–post-test nonequivalent control group design. The sample of this study was two classes consisting of 77 students choosen through random assignment. The data was collected though conducting problem solving skill test and students’ science skill questioner. The data was analyzed by using Multivariate Analysis of Variance then continued by Least Significant Difference test on the significant level α = 0,005. The result of the study were (1) there was the difference between students who learned by using Science – Technology – Society Approach and who learned by using Direct Instruction; (2) there was significant difference on students’ problem solving ability between students taught by using Science – Technology – Society Approach and those taught by using Direct Instruction; (3) there was significant difference on students’ science attitude between students taught by using Science – Technology – Society Approach and those taught by using Direct Instruction.keyword : Science – Technology – Society (STS) Approach, students’ ability on problem solving, science attitude
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN LKS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI I Made Sudarsa; Wayan Karyasa; Nyoman Tika
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.917 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe student team achievement divisions berbantuan lembar kerja siswa terhadap pemahaman konsep kimia ditinjau dari motivasi berprestasi.  Rancangan  yang digunakan adalah the non– equivalent post test only control group design dengan uji ANAVA dua jalur. Populasi adalah siswa kelas X di SMA Negeri 2 Negara berjumlah 273 orang terbagi dalam 7 kelas dan sampel sebanyak 234 orang yang terbagi dalam 6 kelas.  Hasil penelitian adalah (1) terdapat perbedaan nilai pemahaman konsep kimia pada siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement divisions berbantuan lembar kerja siswa, kooperatif tipe student team achievement divisions tanpa lembar kerja siswa, dan model pembelajaran langsung pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dengan kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi berprestasi siswa terhadap nilai pemahaman konsep kimia.   Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, lembar kerja siswa, motivasi berprestasi, pemahaman konsep kimia   Abstract The study was aimed to analyze the effect of cooperative learning model of type student team achievement divisions assisted by student worksheet to  comprehension chemistry concept understanding in term of achievement motivation. The research is the design of non-equivalent post test only control group design by ANOVA test with two tiles. Population are students of class X in SMA Negeri 2 Negara totaled 273 people divided into 7 classes and a sample of 234 people were divided into 6 classes. The results are: 1) there are differences in the value of understanding chemistry concepts that students taught with cooperative learning model student teams achievement divisions aided student worksheets, cooperative student teams achievement divisions without student worksheets, and direct instructional model in the group of students who have high achievement motivation with a group of students who have low achievement motivation,  (2) there were interaction between learning model and learning achievement motivation on the chemistry concept understanding Keywords: cooperative learning model, student worksheet, archievement motivation, chemistry concept understanding  
Pengaruh Bimbingan Pada Model Pembelajaran Penemuan Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA NI PUTU MERRY YUNITHASARI .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh bimbingan pada model pembelajaran penemuan terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Seririt. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2016/2017. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Berdasarkan teknik tersebut, kelas XI MIA 2 dan kelas XI MIA 3 dipilih sebagai sampel penelitian yang masing-masing terdiri atas 32 siswa dan 33 siswa. Data hasil belajar di kumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Skor rata-rata postes hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran penemuan bebas dan model pembelajaran penemuan terbimbing berturut-turut adalah 74,48 dan 83,13. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa adanya bimbingan berpengaruh positif pada model pembelajaran penemuan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Pembelajaran penemuan bebas, pembelajaran penemuan terbimbing, hasil belajar The study was aimed at determine the influence of guided on discovery learning model to students learning outcomes SMA Negeri 1 Seririt. The type of the study was quasi-experiment with non-equivalent pre-test post-test control group design. The population of the study was the all eleventh grade students of math and natural science in SMAN 1 Seririt on academic year of 2016/2017. Samples were selected by cluster random sampling technique. Samples of the study were the eleventh grade students of math and natural science of 2 and 3, consisting 32 students and 33 students, respectively. The data of learning outcomes collected by using learning outcomes test. The collected data were analyzed using descriptive and inferential methods. The average score post-test of student learning outcomes that were taught by the free discovery learning model and the guided discovery learning model were 74.48 and 83.13, respectively. Based on the research that has been done, the results obtained that the guided has a positive effect on the discovery learning model of increased students learning outcomeskeyword : Free discovery learning model, guided discovery learning model, learning outcomes.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR HIPOTESIS - DEDUKTIF DENGAN SETING 5 E (ENGAGEMENT-EKSPLORASI-EKSLPANASI-ELABORASI-EVALUASI) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA (STUDI EKSPERIMEN DI SMA NEGERI 7 DENP Ni Luh Made Adi Gunasih
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar fisika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar hipotesis-deduktif dengan seting 5E dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 7 Denpasar pada siswa kelas X semester II tahun ajaran 2010/2011 dengan jumlah populasi sebanyak 509 orang siswa. Pengambilan sampel  dilakukan secara bertahap dengan menggunakan teknik random sampling bertahap (multystage random sampling). Jumlah sampel sebanyak 184 orang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experimental), dengan rancangan eksperimen Post-test Only Control Group Design. Data keterampilan berpikir kritis dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis, dan data hasil belajar fisika dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar fisika. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan analisis varians multivariat (MANOVA). Hasil penelitian ini adalah : (1) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar antara siswa yang belajar mengikutui model pembelajaran siklus belajar hipotesis-deduktif dengan seting 5E dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung (diuji dengan MANOVA) dengan nilai F = 40,077 untuk taraf signifikan 0,05 ( a = 5% ), (2) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelompok siswa  yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar hipotesis–deduktif dengan seting 5 E dan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran langsung  (3) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa  yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar hipotesis–deduktif dengan seting 5 E dan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran langsung . Kata kunci: model pembelajaran siklus belajar, berpikir kritis, dan hasil belajar.               THE EFFECT APLCATION OF LEARNING CYCLE HIPOTESIS-DEDUKTIF BY SETTING 5E (ENGAGEMENT-EKSPLORATION-EKSPLANATION-ELABORATION-EVALUATION) MODEL TOWARD THE CRITICAL THINKING SKILL AND LEARNING ACHIEVEMENT IN PHYSIC (EXPERIMENT STUDY OF SMA NEGERI 7 DENPASAR)   ABSTRACT The research aimed at describing differentiation of critical thinking skill and achievement in physic, were taught by using the learning cycle instruction hyphothesys-deductive by 5E setting model and those who using direct instruction learning model. This research was conducted  at SMA Negeri 7 Denpasar to the class X students in Semester II in school year 2010/2011 the population with the total number of 509 students. The sampling was carried out by stratified random sampling technique (multystage random sampling). The sample size was 184 students. This research belonged to quasi-experimental research design with Post-test Only Control Group Design. The data of critical thinking skill  were collected by using critical thinking skill test, and the data on learning achievement were collected by using physiccs achievement test. The data were collected were analyzed by Multyvariate Analysis Variance (MANOVA) analysis. The result of the research showed (1) : There was difference  critical thinking skill and study achievement between the students who participate the learning cycle instruction hyphothesys-deductive by 5E setting model and those who using direct instruction learning model  (tested by MANOVA) with vielded F = 40,077 for significant at 0,05 (α = 5%), (2) there was a significant difference critical thinking skill between the group of the students who participate the learning cycle hypothesys-deductive by 5E setting instruction model and those who participate direct instruction learning model   (3) there was a significant difference  of learning result between the group of the students who participate the learning cycle hypothesys-deductive by setting 5E model instruction and those who participate direct instruction learning mode. Keywords : learning cycle model, critical thinking , and learning Achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI BERMUATAN KARAKTER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KARAKTER BAGI SISWA SMA YOSEFINA UGE LAWE .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan karakter antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah (MPBM) dan model pembelajaran langsung (MPL) pada pembelajaran biologi bermuatan karakter; perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model MPBM dan MPL pada pembelajaran biologi bermuatan karakter; perbedaan karakter antara kelompok siswa yang belajar dengan MPBM dengan kelompok siswa yang belajar dengan MPL pada pembelajaran biologi bermuatan karakter. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X sebanyak 244 orang, sampelnya adalah 4 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 120 orang. Teknik pengambilan sampel dengan random assigment. Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan rancangan Non-equivalen Post test only Control Group Design. Data dianalisis dengan uji Manova satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan karakter antara siswa yang belajar dengan MPBM dengan siswa yang belajar dengan MPL pada pembelajaran biologi bermuatan karakter (F=129,007; p
ANALISIS STANDAR LABORATORIUM KIMIA DAN EFEKTIVITASNYA TERHADAP CAPAIAN KOMPETENSI ADAPTIF DI SMK NEGERI 2 NEGARA Luh Sami Asih .; Wayan Muderawan; I Wayan karyasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.846 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung fasilitas laboratorium, intensitas penggunaan laboratorium, use factor alat dan bahan serta efektivitas penjabaran standar laboratorium kimia terhadap capaian kompetensi adaptif di SMK Negeri 2 Negara.Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto.Daya dukung fasilitas laboratorium yang sesuai standar meliputi jenis ruang dan fasilitas umum 53% (kategori kurang),jumlah alat 45% (kategori kurang),dan jumlah bahan kimia 48% (kategori kurang).Intensitas penggunaan laboratorium pada tahun ajaran 2012/2013 pada kelas X adalah 33,3% (kategori sangat rendah), kelas XI adalah 100% (kategori sangat tinggi), dan kelas XII adalah 59,3% (kategori cukup). Use factor alat adalah 58% (kategori cukup) dan bahan 75,3% (kategori tinggi). Pengelolaan laboratorium kurang optimal.Hasil penjabaran standar laboratorium kimia di SMK Negeri 2 Negara efektif dalam mencapai kompetensi adaptif kimia. Jika alat dan bahan yang dibutuhkan dalam praktikum tersedia dan atau tergantikan, rerata nilai siswa sebesar 80,3 (melampaui KKM). Kata Kunci: Standar laboratorium, efektivitas, dan kompetensi adaptif   Abstract This research was aimed to analyze facilitycarrying capacity, intensity of using laboratory, use factor equipment and chemical, laboratory management, and effectiveness chemistry laboratory standard to adaptive competence achievement.in SMK Negeri 2 Negara. This research was ex-post facto. Laboratory carrying capacitythat appropriate laboratory standard include rooms and common facility is 53% (less category),equipmentsis 45% (less category), andchemical is48% (less category).Intencity using laboratoryin 2012/2013 study yearinclass X is 33.3% (less category), class XIis 100% (very high category), and class XIIis59.3% (enough category). Equipment use factor is 58% (enough category) andchemical is 75.3% (high category). Laboratory management less optimal.The result ofsubsections of laboratory standard in SMK Negeri 2 Negara is effective to adaptive competence achievement. If equipment and chemical needed are available and or substituted, the average of student test comprehension score is 80.3 (higher than KKM).   Keywords: laboratory standard, effectiveness, andadaptive competence