cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA SAGUNG RATIH SARASWATI ANTARI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tes keterampilan berpikir kritis dalam mata pelajaran fisika yang memenuhi standar valid dan reliabel. Pengembangan menggunakan materi fisika SMA kelas X dan XI. Prosedur pengembangan tes keterampilan berpikir kritis materi fisika menggunakan adaptasi model Borg dan Gall meliputi tahap pendahuluan, perencanaan, pengembangan dan uji coba lapangan. Tahap lainnya tidak dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan waktu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji validasi isi dan validasi konstruk dilakukan oleh dua orang ahli dalam bidangnya. Validitas bandingan diukur dengan cara membandingkan tes yang dikembangkan dengan tes berpikir kritis yang baku yaitu California Critical Thining Skills Test (CCTST). Serta reliabilitas tes dilakukan dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian: (1) validitas isi 0,77 dengan kategori valid; (2) validitas konstruk 3,50 dengan kategori baik; dan (3) reliabilitas tes 0,773 dengan kategori derajat reliabilitas tes tinggi; (4) reliabilitas retes 0,967 dengan kategori reliabilitas sangat tinggi; (5) reliabilitas split-half 0,754 dengan kategori reliabilitas tinggi, (6) internal konsistensi butir menghasilkan 49 butir soal dengan kategori konsisten dan (7) valdiitas banding 0,923 dengan kategori validitas sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam materi fisika memenuhi kriteria valid dan reliabel.Kata Kunci : tes, keterampilan berpikir kritis, fisika This study aims to generate critical thinking skills tests in physics subjects that meet valid and reliable standards. Development using high school physics materials class X and XI. Development procedure of critical thinking skills of physics material using adaptation of Borg and Gall model includes preliminary stage, planning, development and field trial. The other stage is not done with the consideration of time constraints. The instrument of data collection used is validation sheet. The data analysis technique used to test content validation and construct validation is done by two experts in the field. Comparability validity was measured by comparing tests developed with standard critical thinking tests of California Critical Thining Skills Test (CCTST). And test reliability is done by descriptive statistical analysis techniques. Result of research: (1) validity of content 0,77 with valid category; (2) construct validity of 3.50 with good category; and (3) test reliability of 0.773 with high degree of reliability test category; (4) reliability of retest 0.967 with very high reliability category; (5) split-half reliability of 0.754 with high reliability category, (6) internal consistency of grains yielded 49 items with consistent categories and (7) varity of appeal of 0.923 with very high category of validity. Based on the results of this study concluded that the test of critical thinking skills of students in physics material meet valid and reliable criteria.keyword : test, critical thinking skills, physics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KINERJA ILMIAH SISWA SMP I Nengah Sudarman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.218 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: inkuiri terbimbing, pemahaman kosep, dan kinerja ilmiah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaanpemahaman konsep dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui modelinkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung. 2) perbedaan pemahamankonsep antara siswa yang belajar melalui model inkuri terbimbing denganpembelajaran langsung. dan 3) perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yang belajarmelalui model inkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung.Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakanrancangan pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini adalahsiswa kelas IX SMP Negeri 1 Bangli Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah144 orang dan seluruhnya diperlakukan sebagai sampel, dengan rincian 72 orangsebagai kelompok eksperimen dan 72 orang siswa sebagai kelompok kontrol yangditentukan secara random sederhana. Ada dua jenis data yang dikumpulkan dalampenelitian ini, yakni data pemahaman konsep yang dikumpulkan dengan tespemahaman konsep dan data kinerja ilmiah dikumpulkan dengan lembarobservasi. Data yang dianalisis adalah gain skor antara pretest dan posttest siswayang mengikuti pembelajaran inkuriri terbimbing dan siswa yang mengikutipembelajaran langsung. Sedangkan uji hipotesis dilakukan dengan menggunakanMANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan pemahamankonsep dan kinerja ilmiah antara siswa yang belajar melalui model pembelajaraninkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung (Fhitung = 91,268 dan p < 0,05),2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang belajar melaluimodel pembelajaran inkuri terbimbing dengan pembelajaran langsung (Fhitung =75,807 dan p < 0,05), dan 3) terdapat perbedaan kinerja ilmiah antara siswa yangbelajar melalui model pembelajaran inkuri terbimbing dengan pembelajaranlangsung (Fhitung = 74,782 dan p < 0,05).
PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BATUAN KALER KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR I WAYAN JAYA ANTARA .; PROF. DR. IDA BAGUS JELANTIK SWASTA,M.SI .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media presentasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, (2) mendeskripsikan kualitas media presentasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, menurut expert judgement, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan, (3) mendeskripsikan kepraktisan media presentasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, dan (4) mendeskripsikan efektivitas media presentasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Jenis penelitian ini adalah pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada model ASSURE. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, metode kuesioner, dan metode tes/lembar soal objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) rancang bangun media presentasi pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan storyboard, (2) kualitas media presentasi pembelajaran menurut expert judgement ahli isi mata pelajaran adalah 82,85% (baik), expert judgement ahli desain pembelajaran adalah 84,44% (baik), expert judgement ahli media pembelajaran adalah 85,88% (baik). Kualitas media presentasi pembelajaran hasil uji coba perorangan adalah 87,44% (baik), hasil uji coba kelompok kecil adalah 94,41% (sangat baik), hasil uji coba lapangan adalah 89,35% (baik), (3) kepraktisan media presentasi pembelajaran dari keterlaksanaan media presentasi pembelajaran memperoleh skor 3,69 (sangat praktis). Respon tenaga pendidik terhadap media presentasi pembelajaran memperoleh skor 3,73 (sangat praktis) dan respon peserta didik terhadap media presentasi pembelajaran memperoleh skor 3,41 (praktis), dan (4) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) peserta didik antara sebelum (62,59) dan sesudah (76,17) menggunakan media presentasi pembelajaran.Kata Kunci : media presentasi pembelajaran, IPA, hasil belajar This study aims to (1) describe design of media presentation natural science in the fifth grade at SD Negeri 1 Batuan Kaler, Sukawati district, Gianyar regency, (2) describe the quality of the media presentation of natural science in the fifth grade at SD Negeri 1 Batuan Kaler, Sukawati district, Gianyar regency, according to expert judgment, the trial of individual, small group trial and field trials, (3) describe the practicality of learning media presentation natural sciences in the fifth grade at SD Negeri 1 Batuan Kaler, Sukawati district, Gianyar regency, and (4) describe the effectiveness of the media presentation of natural science in the fifth grade at SD Negeri 1 Batuan Kaler, Sukawati district, Gianyar regency. This research is research and development. The model used in the development of instructional media presentation is a model ASSURE. Data collected by the method of recording the document, questionnaires, and methods of test/booklet objective. Data were analyzed by using descriptive analysis of qualitative, quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistical analysis techniques. The results indicated that (1) design developed instructional media presentation consisting of a needs analysis, determine the software, develop flowchart and storyboard, (2) the quality of presentation media expert learning according to expert judgment of the course content is 82.85% (good), expert judgment instructional design experts was 84.44% (good), instructional media expert of expert judgment is 85.88% (good). The quality of instructional media presentation of individual test results is 87.44% (good), the test results of small group was 94.41% (excellent), results of field trials was 89.35% (good), (3) the practicality of media presentation of materialize media learning instructional presentations given a score of 3.69 (very practical). The response of teacher to the media presentation of the learning obtained a score of 3.73 (very practical) and student response to media instructional presentations given a score of 3.41 (practical). (4) there are significant differences learning outcomes natural science between before (62.59) and after (76.17) using instructional media presentations.keyword : media presentation of learning, natural sciences, learning outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Lingkungan Dalam Pembelajaran Kimia Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Self-efficacy Siswa SMA NI WAYAN NITA ULANTARI .; Dr. I Wayan Muderawan,MS. .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan self-efficacy antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat llingkungan (STML) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan the post test-only control group design. Populasi adalah kelas X IPA SMA Negeri Semarapura tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 244 siswa, Sampel berjumlah 128 orang ditentukan dengan teknik random sampling. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan self-efficacy antara siswa yang belajar dengan MPSTML dan dengan MPK (Fhitung=55,54),(P
PENGARUH MODEL INSIDE OUTSIDE CIRCLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V Km Trisnha Diantari; I Md Citra Wibawa; Pt Aditya Antara
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.117 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif inside outside circle dan kelompok siswa yang dibelajarkan bukan dengan model inside outside circle pada kelas V SD di Gugus III Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equevalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus III Kecamatan Baturiti tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 101 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik group random sampling dengan cara mengundi secara acak populasi. Dari hasil undian diperoleh SDN 2 Perean Tengah sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 29 orang dan SDN 1 Perean Kangin sebagai kelas kontrol yang berjumlah 26 orang. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode tes dan instrument yang digunakan adalah tes hasil belajar berupa pilihan ganda yang berjumlah 30. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t) polled varians. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inside outside circle dan yang dibelajarkan bukan dengan model pembelajaran inside outside circle. Nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 23,31 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 16,88. Selain itu, analisis data menggunakan uji-t diperoleh thitung = 5,97 lebih besar dibandingkan dengan ttabel = 2,021 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif Inside Outside Circle berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan tahun pelajaran 2017/2018.Kata kunci: hasil belajar IPA, model inside outside circle.Abstract This study aims to determine the difference between the results of science learning group of students who dibelajarkan with cooperative learning model inside outside circle and group of students who were taught not with the model inside outside circle in class V SD in Gugus III District Baturiti Tabanan regency year 2017/2018. This research type is quasi experiment research with non-equevalent post test only control group design. The population of this research is class V SD in Gugus III Kecamatan Baturiti year lesson 2017/2018 which amounted to 101 people. The sample of this research is taken by group random sampling technique by randomly drawing population. from the draw was obtained SDN 2 Perean Tengah as experiment class which amounted to 29 people and SDN 1 Perean Kangin as control class which amounted to 26 people. The data of this research is obtained by using test method and the instrument used is test result of learning in the form of multiple choice which amount to 30. The next data is analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistic (t-test) polled variance. The result of the research shows that there are differences of science learning outcomes between groups of students who are studied with the learning model inside outside circle and that is not learned with the learning model inside outside circle. The average value for the experimental class is 23.31 while for the control class it is 16.88. In addition, data analysis using t-test obtained tcount = 5.97 is greater than ttable = 2.021 at 5% significance level. Thus, the cooperative learning model of Inside Outside Circle affects the learning outcomes of science students of grade V SD in Gugus III Kecamatan Baturiti Tabanan regency for the academic year 2017/2018.Keywords: inside outside circle model, learn outcomes
PENGARUH STRATEGI KONFLIK KOGNITIF DAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS VII SMP NEGERI 1 NUSA PENIDA I Wayan Gde Wiradana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.878 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini berjutuan untuk (1) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti strategi konflik kognitif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah. (3) mendeskripsikan pengaruh interaktif antara strategi pembelajaran konflik kognitif dengan pembelajaran konvensional dan  kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar fisika siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Nusa Penida tahun pelajaran 2011/2012. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini dirancang menggunakan kuasi eksperimen dengan desain faktorial   2 × 2, di mana strategi pembelajaran konflik kognitif sebagai variabel independen sedangkan kemampuan berpikir kritis sebagai variabel moderator atau variabel psikologi, prestasi belajar sebagai variabel dependen dengan desain ”Posttest only Control Group Design”. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur berbantuan SPSS 13.0  for windows. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang mengikuti strategi konflik kognitif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional dengan nilai F=20,882 dengan taraf signifikan 0,001 (p<0,05), (2) tidak terdapat perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dengan yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah dengan nilai F= 1,437 dengan angka signifikansi 0,234 (p>0,05), (3) terdapat pengaruh interaktif antara strategi pembelajaran konflik kognitif dengan pembelajaran konvensional dan kemampuan berpikir kritis tehadap prestasi belajar fisika dengan nilai F=19,631 dengan taraf signifikansi 0,001 (p<0,05). Berdasarkan temuan penelitian, disarankan kepada para guru hendaknya menggunakan model pembelajaran ini yang berlandaskan pada filosofi konstruktivisme sebagai alternatif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Walaupun dalam penelitian ini keterampilan berpikir kritis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar, para guru hendaknya para guru memperhatikan kondisi pembelajaran seperti minat, bakat kemampuan awal, motivasi, intelegensi dan lain-lain. Kata kunci: konstruktivisme, strategi konflik kognitif, prestasi belajar dan keterampilan berpikir kritis.   ABSTRACT The study aimed at describing: (1) the differences of physics learning achievement of the students learnt by cognitive conflict strategy and those learnt by conventional model, (2) differences of physics learning achievement of the students having higher critical thinking from those having lower critical thinking, (3) interactive effect between cognitive conflict strategy and conventional instructional model and ability of critical thinking towards physics learning achievement. The study was conducted at SMP Negeri 2 Nusa Penida in 2011/2012, by utilizing quasi-experimental method, with 2x2 factorial and post-test only control group design , involving the population of the students class VII. The samples were determined by using simple random sampling. Cognitive Conflict strategy was considered as an independent variable, while ability of critical thinking was considered as moderator independent variable or psychological variable, learning achievement was considered as dependent variable. The data were analysed by using two-tailed ANAVA supported by SPSS 13.00 for windows. The results indicated that (1) there was a different physics learning achievement of the students learnt by cognitive conflict strategy and those learnt by conventional model with F=20.882 with signification figure of 0.001 (p<0.05), (2) there was no different physics learning achievement of the students having higher level of critical thinking from those having lower level of critical thinking with F=1.437 with significant figure 0.234 (p<0.05)  (3) there was an interactive effect between cognitive conflict strategy and conventional model of instruction and critical thinking ability towards physics learning achievement with F=19.631 with significant figure 0.001 (p<0.05). Based on the findings, the teachers were recommended to use this instructional model based on the philosophical of constructivism as an alternative to improve the students learning achievement. Even in this study critical thinking skills did not prove to give significant effect towards learning achievement, the teachers should provide greater attention to the students’ interest, initial aptitude, motivation, intelligence, and so on. Key-words: constructivism, cognitive conflict strategy, learning achievement and critical thinking skills. Key-words: constructivism, cognitive conflict strategy, learning achievement and critical thinking skills.
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PUTU AYU WULANDARI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis 1) perbedaan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus 7E dan model pembelajaran langsung, 2) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus 7E dan model pembelajaran langsung, 3) perbedaan keterampilan proses antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus 7E dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Ubud yang terdiri dari 231 siswa, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 66 siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis MANOVA dengan menggunakan uji lanjut LSD dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses siswa yang belajar dengan model siklus 7E dan model pembelajaran langsung (F = 1140,458b, p
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kinerja Ilmiah Siswa SMP NI KADEK SRI MAHAYANI .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif group investigation terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kinerja ilmiah siswa. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII semester 2 SMP Negeri 1 Banjarangkan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 12 kelas dan sampel penelitian terdiri dari 4 kelas dengan jumlah siswa 124 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi kinerja ilmiah. Data di analisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Untuk mengetahui besar perbedaan digunakan uji LSD pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan kinerja ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif group investigation dan model pembelajaran direct instruction (F=9,769; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMP Jamilah Jamilah; Sadia.I. W; Suma. K
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.275 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat (MPSTM) dan siswa yang belajar model pembelajaran langsung (MPL), (2) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan MPSTM dan siswa yang belajar dengan MPL, (3) menganalisis perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan MPSTM dan siswa yang belajar dengan MPL. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan rancangan penelitian non equivalent pretest postest control group design. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah secara bersama-sama (F=30,194; p<0,05). Kedua, terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan MPSTM dan kelompok siswa yang belajar dengan MPL (F=37,078; p<0,05). Hasil pengujian LSD diperoleh µi - µj >LSD dengan µi - µj = 0,16 dan LSD =0,052, artinya Hasil pengujian LSD diperoleh µi - µj >LSD dengan µi - µj = 0,16 dan LSD =0,052, artinya keterampilan berpikir kritis siswa kelompok MPSTM lebih baik dengan siswa kelompok MPL. Ketiga, terdapat perbedaan yang signifikan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan MPSTM dan kelompok siswa yang belajar dengan MPL (F=28,567; p<0,05). Hasil pengujian LSD diperoleh µi- µj >LSD dengan µi- µj = 0,20 sedangkan LSD = 0,073, dengan demikian dapat dikatakan bahwa sikap ilmiah siswa kelompok MPSTM lebih baik dengan siswa kelompok MPL. Kata kunci : sains teknologi masyarakat, keterampilan berpikir kritis, sikap ilmiah. AbstractThis study aimed at (1) finding out and analyzing the difference between student’s critical thinking skills and student’s scientific attitude among the students who were taught by Science Technology and Society (STS) and those who were taught by convensional learning (CL), (2) finding out and analyzing the difference of student’s critical thinking skills between the students who were taught by STS and CL, (3) finding out and analyzing the difference of student’s scientific attitude between the students who were taught by STS and CL.This study was a quasi eksperiment research with non equivalent pretest posttest control group design. The data obtained were analyzed by MANOVA One Path. The result showed that : First, there was a significant effect between learning model on critical thinking skills and student’s scientific attitude (F=30,194; p<0,05). Second, there was a significant difference of student’s critical thinking skills between the students who were taught by STS (F=37,078; p<0,05). Based on the testing of LSD obtained with ǀµ i- µjǀ >LSD while ǀµi - µjǀ = 0,16 and LSD = 0,052, so the critical thinking skills of students concluded differ significantly between groups STS with CL. Third, there was a significant difference of students’ scientific attitude between the students who were taught by STS (F=28,567; p<0,05). Based on the testing of LSD obtained with ǀµ i- µjǀ >LSD while ǀµ i- µjǀ = 0,20 and LSD = 0,073, so the conclusion of the scientific attitude of students differ significantly between groups STS with CL. Keyword : science technology and society, student’s critical thinking skills, student’s scientific  attitude
PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN STARTER EXPERIMENT APPROACH DAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA I Nengah Suwama
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.199 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) apakah terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer, (2) apakah terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer; (3) apakah terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Denpasar tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah sembilan kelas, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas XI IPA 5, XI IPA 6, XI IPA 7, dan XI IPA 8. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis  pada pokok bahasan sistem pencernaan dan sistem pernapasan. Data penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif dan MANOVA. Uji komparasi rata-rata hasil penelitian diuji dengan LSD pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis diperoleh : (1) terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer (F hitung sebesar 58,398 pada taraf signifikansi 5%), (2) terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer (F hitung sebesar 61, 762 pada taraf signifikansi 5%); dan (3) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan starter experiment approach dan advance organizer (F hitung sebesar 52,142 pada taraf signifikansi 5%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan SEA lebih baik dari pada AO dalam meningkatkan hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis siswa. Sehingga disarankan agar para guru menerapkan model pembelajaran tersebut dalam upaya meningkatkan hasil belajar biologi dan keterampilan berpikir kritis siswa.   Kata Kunci : Starter Experiment Approach, Advance Organizer, Hasil Belajar Biologi, Keterampilan Berpikir Kritis   ABSTRACT   This research aimed to find out : (1) is there any difference of biology learning outcomes and critical thinking skill among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer; (2) is there any difference of biology learning outcomes among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer; (3) is there any difference of critical thinking skill among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer. This research was kind of quasi experiment with pretest-posttest control group design program. The population of this research were students of XI IPA class SMA Negeri 8 Denpasar in the academic year 2011/2012 with nine classes in total, while the sample were students of XI IPA 5, XI IPA 6, XI IPA 7, and XI IPA 8 class. The data which collected from the research were the result of biology learning outcomes and the result of critical thinking skill in digestion system and respiration system. The research data was analyzed by descriptive analysis and MANOVA.  The average of comparative test was tested by LSD at 5% significant level. Based on the result of the analysis, obtained: (1) there was a difference biology learning outcomes and critical thinking skill among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer (F count was 58,398 at 5% significant level); (2) there was a difference biology learning outcomes among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer (F count was 61.762 at 5% significant level); (3) there was a difference critical thinking skill among group of students which learn with starter experiment approach and advance organizer (F count was 52.142 at 5% significant level). Therefore, it can be concluded that learning by SEA is better than AO in increasing biology learning outcomes and critical thinking skill of students.  Thus, it is suggested for the teachers to apply that kind of learning model in increasing concept understanding of biology and critical thinking skill of students.   Key Words : Starter Experiment Approach, Advance Organizer, biology learning outcomes, critical thinking skill.