cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMA BERMUATAN KARAKTER DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA NI PUTU TITIN PRIYANTINI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.241 KB)

Abstract

Penelitian R&D ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting model pembelajaran STML yang memenuhi kelayakan. (2) Mendeskripsikan perbedaan karakter antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting STML dan model pembelajaran konvensional. (3) Menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting STML dan model pembelajaran konvensional. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengacu pada model pengembangan 4D dimodifikasi menjadi 3D yaitu define, design, dan develop. Data dianalisis secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan Uji ANAVA satu jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian menemukan yaitu: (1) Buku guru dan buku siswa serta kelengkapannya sudah memenuhi kriteria kelayakan yaitu valid dan praktis dengan kategori sangat baik. (2) Terdapat perbedaan perubahan karakter siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran SMA bermuatan karakter dengan setting STML dengan kategori membudaya dan model pembelajaran konvensional dengan kategori mulai berkembang. (3) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting STML dengan model pembelajaran konvensional (F=82,299 dan pQt=15,62>2,89).Kata Kunci : Keterampilan Berpikir Kreatif, Pendidikan Karakter, Perangkat Pembelajaran Fisika Research R&D is aimed at: (1) Generate a device learning physics high school charged character with setting STML learning models that meet eligibility. (2) Describe the difference between the character of the students after high school learning using the charged character with setting STML and conventional learning models. (3) To analyze the differences between the students' creative thinking skills by using the high school learning charged character with setting STML and conventional learning models. This learning software development refers to the development of 4D but modified into 3D which define, design, and develop. Data were analyzed by descriptive and hypothesis testing using one way ANOVA and Tukey test. Results of research and discussion: (1) Book teacher and student books and apparatus meets the eligibility criteria are valid and practical with excellent category. (2) There are differences in changes in the character of the students who learn to use the high school teaching character charged with setting STML by category entrenched and conventional learning model with categories ranging flourish. (3) There are differences between the students' creative thinking skills that students learn to use the high school physics learning charged with setting STML character with conventional learning model (F=82.299 and pQt=15.62>2.89).keyword : Creative Thinking Skills, Character Education, Device Physics Learning
DETERMINASI NILAI BAHASA INDONESIA, MATEMATIKA, DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA SMP NEGERI DI KOTA DENPASAR NI KETUT DHARMAWATI GERIA PUTRI .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.253 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendiskripsikan pengaruh langsung dan tidak langsung nilai bahasa Indonesia, nilai matematika, dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar IPA siswa SMP Negeri di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto. Besarnya sampel adalah 410 siswa, melalui Multistage Cluster Random Sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh langsung nilai bahasa Indoneia terhadap prestasi belajar IPA sebesar 0,261 melalui persamaan regresi Y ̂= 18,240 + 0,530X1 dengan nilai Freg = 117,962; (p< 0,05). (2) Terdapat pengaruh langsung nilai matematika terhadap prestasi belajar IPA sebesar 0,664 melalui persamaan regresi Y ̂ = 15,221 + 0,634X2 dengan nilai Freg=1500,902; (p.< 0,05). (3) Terdapat pengaruh langsung motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar IPA sebesar 0.633 melalu persamaan regresi Y ̂ = 38,070 + 0,518X3 dengan nilai Freg= 217,952; (p < 0,05). (4) Terdapat pengaruh tidak langsung nilai bahasa Indonesia melalui motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar IPA sebesar 0,240 melalui persamaan struktur Y= 0,261X_1+ 0,129X_3+ 0,806ε ; (ρ > 0,05). (5) Terdapat pengaruh tidak langsung nilai matematika melalui motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar IPA sebesar 0,123 melalui persamaan struktur Y=0,664 X_2+0,129X_3+0,443ε ; (ρ > 0,05). Kata Kunci : Nilai Bahasa Indonesia, Nilai Matematika, Motivasi Berprestasi, dan Prestasi Belajar IPA The aims of this research are to analysis and to describe the direct influence and the indirect influence of Indonesian score, mathematics score, achieving motivation toward science achievement toward science achievement of Junior High School Students At Denpasar. This thesis is an ex-post fakto research. The population of the research is all students of the government junior high school at Denpasar City. The sample size of the research is 410 students carried out with the method of multistage cluster random sampling. All data were analyzed using simple regression analysis and path analysis. The results of the research show that (1) There is a direct influence of Indonesian score toward science achievement of 0,261 by Y ̂= 18,240 + 0,530X1 with Freg = 117.962; (p < 0.05). (2) there is a direct influence of mathematics score toward science achievement of 0,664 by Y ̂ = 15,221 + 0,634X2 with Freg = 217.952 (p < 0.05 ). (3) there is a direct influence of achieving motivation toward science achievement of 0,129 by Y ̂ = 38,070 + 0,518X3 with Freg = 217.952 (p < 0.05 ). 4) There is an indirect influence of Indonesian score through the achieving motivation toward science achievement of 0,240 by Y ̂= 35,338 + 0,084X1 + 0,468X3 F = 109.921 ( p < 0.05 ). (5) There is an indirect influence of mathematics score through the achieving motivation toward science achievement of 0,123 by Y ̂= 6,943 + 0,573X2 + 0,340X3 with Freg = 837.368 ( p < 0.05 ). keyword : Indonesian Scores, Mathematics’ score, Achieving Motivation, and Science achievement
MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING BERPENGARUH TERHADAP PENGUASAANKOMPETENSI PENGETAHUAN IPA L.A Candra Dewi; Rini Kristiantari; Ni Wyn. Suniasih
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.772 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan  kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Kuta Selatan Tahun Ajaran 2016/2017 yang dibelajarkan menggunakan model discovery learning berbantuan mind mapping  dan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Kuta Selatan Tahun Ajaran 2016/2017, yang berjumlah 461 orang. Penentuan sampel pada prenelitian ini dilakukan dengan teknik random sampel kelompok. Untuk menyetarakan kelompok sampel digunakan teknik matching. Setelah melakukan uji kesetaraan ditentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan dilakukan pengundian didapat siswa kelas VA SD N 5 Benoa sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 31 orang dan siswa kelas VB SD N 5 Benoa sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 31 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dengan jenis tes objektif bentuk  pilihan ganda biasa. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis statistik infrensial dengan rumus uji-t.  Berdasarkan  hasil analisis data diperoleh thitung= 2,281 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 60. Ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model discovery learning berbantuan mind mapping dengan yang dibelajarkan secara konvensional, dan dilihat dari nilai rata – rata kelompok eksperimen 14X"> = 80,85 > 14X"> = 74,73 pada kelompok kontrol. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berbantuan mind mapping berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Kuta Selatan Tahun Ajaran 2016/2017. Kata kunci: Discovery Learning, Mind Mapping, IPA AbstractThis study aims to determine the significant differences in the mastery of science knowledge competence of students who are taught through the learning model of mind-assisted discovery learning mind mapping and which is taught through conventional learning in grade V SD Gugus 2 Kecamatan Kuta Selatan Academic Year 2016/2017. This research type is quasi experiment research with nonequivalent control group design. The population of this study is all students of grade V SD Gugus 2 Kecamatan Kuta Selatan Academic Year 2016/2017, which amounted to 461 people. Determination of the sample in this prenelitian done by random sample group technique. To match the sample group used matching technique. After conducting the equality test, the experimental group and control group were selected by the students of class of SD SD N 5 Benoa as the experimental group with 31 students and the students of VB SDN 5 Benoa as control group with 31 people. Methods of data collection in this study using the test method with the type of objective test of the usual double choice form. The collected data were analyzed using the t-test method of t-statistical infresial analysis with the separated varian formula. Based on the results of data analysis obtained thitnung = 2.281 > ttable = 2,000 at the level of significance 5% and dk = 60. So it can be concluded that there is a significant difference in the mastery of science knowledge competence between students who are taught using a mind-mapping learning discovery learning model with the Was used conventionally, and seen from the mean of the experimental group x = 80,85 > x = 74,75 in the control group. Based on these results can be concluded that the learning model of discovery learning assisted mind mapping affect the mastery of science knowledge competence of students of grade V SD Gugus 2 Kecamatan Kuta Selatan academic year 2016/2017. Keywords: Discovery Learning, Mind Mapping, IPA
KOMPARASI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN SRL DAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERHADAP SELF EFFICACY DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA I Ketut Putra Wiratha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.262 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan self efficacy danhasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranSRL, model pembelajaran ARIAS, dan model pembelajaran konvensional, (2)perbedaan self efficacy antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran SRL, model pembelajaran ARIAS, dan model pembelajarankonvensional, dan (3) perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajardengan model pembelajaran SRL, model pembelajaran ARIAS, dan modelpembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan eksperimen semu denganrancangan post-test only control group design. Pengambilan kelas penelitianberdasarkan teknik random sampling yang terdiri dari 6 kelas dengan jumlah 122orang siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Datadikumpulkan dengan kuisioner self efficacy dan tes hasil belajar. Data dianalisismenggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Besarnya perbedaanrata-rata antar kelompok diuji dengan uji LSD pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) terdapat perbedaan self efficacy danhasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranSRL, ARIAS, dan konvensional (F=17,538; p<0,05), (2) terdapat perbedaan selfefficacy antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran SRL,ARIAS, dan konvensional (F=8,344; p<0,05), (3) terdapat perbedaan hasil belajarantara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran SRL, ARIAS,dan konvensional (F=41,672; p>0,05). Hasil uji lanjut dengan LSD menunjukkanbahwa model pembelajaran SRL memberikan hasil yang tidak berbeda secarasignifikan dengan model pembelajaran ARIAS terhadap self efficacy siswa, danmodel pembelajaran SRL memberikan hasil yang berbeda secara signifikandengan model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar siswa.Penelitian ini berimplikasi pada diperlukannya pemberian kesempatankepada siswa untuk meregulasi pembelajarannya sendiri, sehingga siswa terbiasadengan pembelajaran secara mandiri dan mengkondisikan pembelajaran sesuaidengan karakteristik dirinya maupun tujuan belajar yang direncanakannya.Kesempatan belajar seperti ini dikembangkan melalui langkah-langkah dalammodel SRL.Kata kunci: model pembelajaran SRL, model pembelajaran ARIAS, selfefficacy, hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA I Nyoman Wirata
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.615 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Tabanan pada Kelas X yang kemampuan prestasi belajar IPA siswanya masih rendah. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas X semester I SMK Negeri 3 Tabanan tahun pelajaran 2017/2018. Metode pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan prestasi belajar IPA. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh dari data awal 60,92, pada Siklus I meningkat menjadi 68,45. Dari Siklus I ke Siklus II naik menjadi 83,24 dengan ketuntasan belajar pada siklus awal baru mencapai 61%, pada siklus I menjadi 79%, dan pada siklus II meningkat menjadi 100%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas X semester I SMK Negeri 3 Tabanan tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: model pembelajaran problem based learning, prestasi belajar
ANALISIS STANDARISASI LABORATORIUM BIOLOGI DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI KOTA DENPASAR I NYOMAN MASTIKA .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.007 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengungkap standarisasi laboratorium yang ada di SMA Negeri Kota denpasar, dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dimana dalam penentuan responden menggunakan tehnik probability sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 200 responden yang terdiri dari kepala sekolah, guru bidang studi, petugas laboran laboratorium biologi serta siswa siswi yang sudah menginjak kelas XII IPA. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan pengujian mengkorelasikan sekor setiap item jawaban responden dengan total item pernyataan dengan mencari sekor presentase rata-rata. Data hasil penelitian ini di uji dengan menggunakan rumus presentase rata-rata. Hasil dalam penelitian deskriptif ini menunjukkan bawa kondisi daya dukung fasilitas alat-alat laboratorium IPA/Biologi yang ada di kota denpasar menunjukkan bahwa kondisinya hampir memenuhi standar minimal yang telah ditetapkan yakni (1) Fasilitas Perabot yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar belum memenuhi standar minimal ( 80.56 % ), (2) Fasilitas alat ukur dasar laboratorium yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar masih berada di bawah standar minimal ( 96.80 % ), (3) Fasilitas Gambar/charta yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar belum memenuhi standar minimal ( 83.73 % ), (4) Fasilitas bahan-bahan yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar belum memenuhi standar minimal ( 97.77 % ), (5) Fasilitas papan tulis yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar sudah memenuhi standar minimal ( 100% ), 6) Fasilitas perlengkapan lain yang ada di ruang laboratorium IPA/Biologi di SMA Negeri Kota Denpasar belum memenuhi standar minimal ( 77.77 % ). Dari segi managemen pengelolaan laboratorium SMA Negeri kota Denpasar semua tergolong sangat baik sedangkan untuk efektivitas dalam pemanfaatan ruang laboratorium yang ada di kota denpasar menunjukkan sangat baik.Kata Kunci : Daya Dukung Sarana Prasarana , Pengelolaan Laboratorium , Efektivitas Pemanfaatan Laboratorium This study uses a quantitative approach to the type of correlational studies in which the determination of respondents use probability sampling technique. Respondents in this study amounted to as much as 200 respondents consisting of principals, subject teachers, lab biology laboratory personnel and students of class XII are already stepping IPA. Testing in this study using the test correlate each item sekor respondents with a total item statement by finding the average percentage Silverback. The data on the test results of this study using the average percentage formula. The results of this descriptive study show that your condition carrying facility of laboratory equipment IPA / Biology in the city of Denpasar shows that the condition nearly meet the minimum standards that have been established that ( 1 ) the existing facilities in the room furnishings laboratory science / biology in SMA Denpasar city as much as 80.56 % of data obtained not meet minimum standards , ( 2 ) basic laboratory facilities measuring instruments that exist in space science laboratory / Biology in SMA Denpasar gained as much as 96.80 % of data is still below minimum standards , ( 3 ) facilities Picture / Charta existing laboratory space science / biology in SMA Denpasar as much as 83.73 % of data obtained not meet minimum standards , ( 4 ) facilities existing materials in the science lab / Biology in SMA Denpasar as much as 97.77 % of data obtained not meet minimum standards , ( 5 ) existing whiteboard facilities in laboratory science / biology in SMA Denpasar gained as much as 100 % of data already meets the minimum standard , 6 ) other equipment facilities that exist in the space science lab / Biology in SMA Denpasar city as much as 77.77 % of data obtained not meet minimum standards . In terms of management of SMA laboratory management of Denpasar all classified as very good , while for effectiveness in the utilization of laboratory space in the city of Denpasar showed very good .keyword : Infrastructure Capability, Laboratory Management, Laboratory Utilization Effectiveness
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KINGDOM PLANTAE DENGAN SETTING INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PUTU NOVI KURNIAWATI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran biologi dengan setting inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA. Prosedur pengembangan modul pembelajaran menggunakan model 4D (define, design, develope, disseminate) Thiagarajan (1974), meliputi 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap, pengembangan, dan tahap diseminasi. Dalam penelitian ini hanya dilakukan tiga tahapan yaitu tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan, sedngakan tahap penyebaran tidak dilakukan dengan pertimbangan keterbatasan waktu. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi modul pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respon guru dan siswa terhadap perangkat pembelajaran, dan tes keterampilan proses sains. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji efektivitas modul adalah statistik deskriptif dan uji t satu pihak (one sample t test). Hasil penelitian: (1) validitas modul 4,10 dengan kategori valid; (2) kepraktisan modul 4,29 dengan kategori sangat praktis; dan (3) efektivitas modul memiliki rata-rata keterampilan proses sains 83,98 dengan kategori efektif karena melampaui KKM dengan persentase 96,77%. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh nilai t 7,554 > t tabel 2,042 yang menunjukkan bahwa Ha gagal ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa modul pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa.Kata Kunci : modul pembelajaran, inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains This research aims to generate biology learning module in guided inquiry setting to improve student science process skill. This kind of research is research and development (R&D). Procedure of learning module development uses 4D Model according to Thiagarajan (1974), and divided into 4 stages i.e. 1) define; 2) design; 3) develope; 4) disseminate. This research only carried three stages, that is define, design, and develope, while the disseminate stage is not carried due to the limited of time. Data collecting instrument uses in this research that is learning module validation sheet, learning modul feasibility observation sheet, teacher response questionnaire, student response, and science process skill test. Data analysis methods used to analyze the effectivity of learning module is as follows, such as descriptive statistic and one sample t test. The research results obtain: (1) validity of learning module were develop based on validation by experts and practitioners obtain an average score of 4,10 which is valid; (2) learning module meets the practical criteria based on three results i.e. a) feasibility study; b) teacher response; and c) students response obtain 4,29 score which is very practical; (3) the module meets the criteria for effective learning based on the test results which is indicated by student achievement of science process skill. This is evident by average value of science process skill test are 83,98 which is fulfill the minimum score (78,00) by the percentage of 96,77%, and based on one sample t test obtained value 7,554 > 2,042 (t table). Based on the results concluded that learning module fulfill the criteria valid, practical, and effective way to increase student’s science process skill.keyword : learning module, guided inquiry, science process skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS X SMAN 1 KEDIRI I Made Mandra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.05 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pemahamankonsep kimia dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaransains teknologi masyarakat dan siswa yang belajar dengan model konvensional padasiswa SMA Negeri 1 Kediri, (2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaanpemahaman konsep kimia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sainsteknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model konvensional pada siswaSMA Negeri 1 Kediri, dan (3) untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap ilmiahantara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakatdengan siswa yang belajar dengan model konvensional pada siswa SMA Negeri 1Kediri.Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only non-equivalent controlgroup design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan carasimple random sampling dengan jumlah sampel 160 orang. Variabel bebas dalampenelitian ini adalah model pembelajaran sains teknologi masyarakat, yang dikenakanpada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional yang dikenakanpada kelompok kontrol. Sedangkan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswadalam penelitian ini berperan sebagai variabel terikat. Data yang telah dikumpulkandianalisa menggunakan analisis dan Uji MANOVA.Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahamankonsep Kimia dan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran STM dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajarankonvensional (F = 25,734; p < 0,05) (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep kimiaantara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dengankelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Pemahamankonsep kimia kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STM dengan nilairata-rata 81,03 lebih tinggi dibandingkan dengan pemahaman konsep kimia kelompoksiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan rata-rata 72,34, dan (3)terdapat perbedaan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran STM dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajarankonvensional. Sikap ilmiah kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STMdengan nilai rata-rata 183,25 lebih tinggi dibandingkan dengan sikap ilmiah kelompoksiswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan rata-rata 177,32.. Berdasarkan temuan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran mempengaruhi peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiahsiswa SMAN 1 Kediri.Kata-kata kunci: model pembelaran sains teknologi masyarakat (STM), pemahamankonsep kimia, dan sikap ilmiah siswa
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN EFIKASI DIRI SISWA SMA AYU SRI WIDYANTINI .; PROF.DR. NI PUTU RISTIATI, M.Pd. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasikan: (1) perbedaan pemahaman konsep biologi dan efikasi diri siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pemblajaran kooperatif tipe TPS, (2) perbedaan pemahaman konsep biologi antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS, (3) perbedaan dan efikasi diri siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pemeblajaran kooperatif tipe TPS. Jenis penelitian ini termasuk kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Sampel penelitian ini adalah semua siswa kelas X3 dan X5 SMA N 1 Sukawati tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple group random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil analis menyatakan sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan efikasi diri siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT dengan siswa yang belajar dengan model pemebelajaran kooperatif tipe TPS ( F=3,830; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETRAMPILAN PROSES SAINS PADA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 AMLAPURA I NYOMAN SUTAMA .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.498 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (2) menganalisis perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (3) menganalisis perbedaan perbedaan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Amlapura tahun pelajaran 2012/2013 dengan populasi siswa kelas XI IPA yang berjumlah 155 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen, serta kelas XI IPA2 sebagai kelompok kontrol. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan post-test only control group design. Instrumen pengambilan data berupa tes keterampilan berpikir kritis dan instrumen keterampilan proses sains. Teknik analisis data yang digunakan adalah MANOVA yang dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Analisis lebih lanjut dengan uji LSD menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis kelompok siswa yang mendapat model pembelajaran inkuiri lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. (2) terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Analisis lebih lanjut dengan uji LSD menunjukkan bahwa keterampilan proses sains kelompok siswa yang mendapat model pembelajaran inkuiri lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. (3) terdapat perbedaan kemampuan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung.Kata Kunci : Pembelajaran Inkuiri, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Proses Sains. This study aims at : (1) Analyzing the differences critical thinking skills between the students who take the inquiry learning model and students who take the direct instructional model . ( 2 ) analyzing the differences between students' science process skills between the students who follow the inquiry learning model to the direct instructional model . ( 3 ) analyzing the differences of critical thinking skills and science process skills among students who take the inquiry learning model and students who take the direct instructional model. The experiment was conducted at SMAN 2 Amlapura in the academic year 2012/2013. The number of population for the research is 155 students from XI IPA. The sample is students of XI IPA1 as the experimental group, and class XI IPA2 as a control group. This research is a quasi experimental design with a post-test only control group design. Data is collected in the form of a test of critical thinking skills and science process skills instrument. The data analysis technique used is MANOVA followed by LSD test at significance level α = 0.05. The results shows that: ( 1 ) there is a difference between the critical thinking skills of students who take the students' inquiry learning model to the students who follows the direct instructional model . Further analysis with LSD test group showed that critical thinking skills of students who got the inquiry learning model is better than the group of students who received direct instruction model of learning. (2) There is a difference between students' science process skills who follow the model of inquiry learning with students who take direct instructional learning model. Further analysis with LSD test showed that the science process skills of the group of students who received inquiry learning model is better than the group of students who received direct instruction model of learning. (3) there are differences in the ability of critical thinking skills and science process skills among students who take the inquiry learning model to students who follow the direct instructional learning modelkeyword : Learning Inquiry , Critical Thinking Skills , Science Process Skills