cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA KELAS V Wayan Gunadi Sudarta; Ida Bagus Surya Manuaba; Ida Bagus Gede Surya Abadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.54 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together Berbantuan Media Grafis  terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu ( quasy experiment) dengan rancangan penelitian Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah populasi 359 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 76 orang siswa, 34 siswa  kelas Vb dari SD Negeri 3 Kesiman yang menjadi kelompok eksperimen  dan 42 siswa kelas V dari SD Negeri 7 Kesiman menjadi kelompok kontrol. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling. Data kompetensi pengetahuan IPA siswa di kumpulkan dengan menggunakan metode tes yang kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisi uji-t dengan derajat kebebasan (dk = 42+34-2 = 74) dan pada taraf signifikansi 5% diperoleh t.hitung   >  t.tabel (2,333  > 2,000) maka, 14Ho">  di tolak dan 14Ha">  di terima yang berarti terdapat perbedaan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together Berbantuan Media Grafis dengan kelompok siswa yang tidak tidak dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together Berbantuan Media Grafis pada siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur tahun Pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol ( 1479,83>76,44"> ). Dengan demikian, Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together Berbantuan Media Grafis berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur tahun pelajaran 2016/2017. Kata kunci: Numbered Heads Together, Media Grafis, Kompetensi Pengetahuan IPA AbstractThe purpose of this research is to determine the effect of Cooperative Learning type Numbered Heads Together by Grafis Media toward the competence knowledge of science students grade 5 on SD Gugus Dewi Sartika year 2016/2017. This type of research is quasy experiment with research plan Non-equivalent Control Group Design. The research population is all of Grade 5 students on SD Gugus Dewi Sartika districts east Denpasar in academic year 2016/2017. With total population 359 students. The total sample in this research was 86 students, 34 students in grade 5B from  SD number 3 Kesiman whieh became the experiment group and 42 students grade 5 from SD 7 Kesiman became control group. Sample selection in this research was using maching technique. The students know ledge competence data was collected by using test method which then analyzes t-test. Based on t-test result with freedom degree (dk = 34 + 42 – 2 = 74) and on the significance 5% got t.count    >  t.table  (2,333 > 2,000) so, Ho refused and Ha accepted which means there is differences of the group student which were given the study through Cooperative Learning type Numbered Heads Together by Grafis Media to the 5 grade students on SD Gugus Dewi Sartika east Denpasar district on academic year 2016/2017. The result of this research shows that  the average value  on  the experimental group is higher then the average value on the control group (79,83 > 76,44) Therefore, the Cooperative Learning type Numbered Heads Together by Grafis Media affected towards the science competency of the 5 grade students on  SD gugus Dewi Sartika east Denpasar district in a academic year 2016/2017Keywords: Numbered Heads Together, Grafis Media, Audio Media Visual, Science Competency
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 AMLAPURA TAHUN PELAJARAN 2010/20 I Wayan Sarya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui  perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung ; (2) untuk mengetahui  interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi; (3) untuk mengetahui  perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi  berprestasi tinggi; dan (4) untuk mengetahui  perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi  berprestasi rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian atau rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah The non-equivalent pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 5 Amlapura tahun pelajaran 2010/2011 yang tersebar dalam 7 kelas dengan jumlah anggota populasi  sebanyak 242 orang. Dengan cara random diperoleh kelas VIIIB, VIIIC, dan VIIIG sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIIID, VIIIE, dan VIIIF sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis yaitu analisis deskriptif dan analisis varian.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung (F hit 44,031 > F tabel 3,92 , P<0,05)  ; (2) terdapat pengaruh  interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA (F hit 5,098 > F tabel 3,92, P<0,05);   (3) ada perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung pada siswa   yang memiliki motivasi berprestasi tinggi     (F hit 40,889 > F tabel 4,02, P<0,05); dan (4) Ada perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah     (F hit 9,754 > F tabel 4,02, P<0,05). Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Langsung, Motivasi Berprestasi, Hasil Belajar.     THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING AND DIRECT INSTRUCTION MODELS TOWARDS SCIENCE LEARNING ACHIEVEMENT VIEWED FROM ACHIEVING MOTIVATION                     OF THE STUDENTS CLASS VIII SMP NEGERI 5 AMLAPURA                     IN THE ACADEMIC YEAR OF 2010/2011 ABSTRACT The study aimed at finding out (1) different science learning achievement of the students joining problem based learning and direct instruction models; (2) interaction between instructional model and achieving motivation; (3) different science learning achievement of the students having higher achieving motivation joining problem based learning and those joining direct instruction; and (4) different science learning achievement of the students having lower achieving motivation joining problem based learning and those joining direct instruction. This study is a quasi-exsperimental research. Research design in this study is The non-equivalen pretest posttest control group design. The population involved in this study were all the students class VIII SMP Negeri 5 Amlapura in the academic year of 2010/2011 spread out into seven classes, such as classes VIIIA, VIIIB, VIIIC, VIIID, VIIIE, VIIIF, and VIIIG. The samples were about 242 students determined based on random sampling involving classes VIIIB, VIIIC, and VIIIG were assigned as experimental groups, while classes VIIID, VIIIE, and VIIIF were assigned as control groups. The data were analyzed by using descriptive and variant analysis techniques. The findings showed that: (1) there was a different science learning achievement of the students joining problem based learning and direct instruction (F hit 40,031> F tab 3,92, P<0,05); (2) there was an effect of interaction between instructional model and achieving motivation towards learning achievement(F hit 5,098> F tab 3,92, P<0,05); (3) there was a different science learning achievement of the students having higher achieving motivation joining problem based learning and those joining direct instruction(F hit 40,889> F tab 4,02, P<0,05); and (4) there was a different science learning achievemlearningent of the students having lower achieving motivation joining problem based learning and those joining direct instruction (F hit 9,754> F tab 4,02, P<0,05).   Keywords: problem based instruction, direct instruction, achieving motivation, learning achievement.
PENGARUH DIKLAT LESSON STUDY TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU IPA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMKN 2 SERIRIT I PUTU OKTAP INDRAWAN .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Dr. Ni Made Pujani,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.144 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan kualitas pelaksanaan diklat lesson study pada guru IPA di SMK Negeri 2 Seririt; (2) Menganalisis pengaruh pelaksanaan diklat lesson study terhadap kompetensi professional guru SMK Negeri 2 Seririt; dan (3) Menganalisis pengaruh diklat lesson study terhadap prestasi belajar IPA siswa SMK Negeri 2 Seririt. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain penelitian one group pretset-postest design. Pengambilan sampel guru IPA menggunakan teknik sampling sensus dan teknik pengambilan kelas untuk penelitian digunakan teknik random sampling. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan uji hipotesis penelitian: wilcoxon signed-rank test (Uji peringkat bertanda) untuk data kompetensi profesional guru dan Uji-t sampel berkorelasi untuk data prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kualitas pelaksanaan lesson study masuk kualifikasi sangat baik (91,781); (2) terdapat pengaruh pelaksanaan diklat lesson study terhadap kompetensi professional guru (Z=-2,527; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ANALYZE, DESIGN, DEVELOP, IMPLEMENT, EVALUATE (ADDIE) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KOMANG TRISNA DEWI .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Dr. Ni Made Pujani,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.059 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan: (1) keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran ADDIE dan konvensional (MPK), (2) keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran ADDIE dan MPK, dan (3) pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran ADDIE dan MPK. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen post-test only control group design. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda dan pilihan ganda diperluas. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian terdapat: (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan model ADDIE dan MPK (F=30,294; p
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Ni Putu Mega Artiwi; Ign I Wayan Suwatra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.125 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VB SD No. 2 Abianbase Kabupaten Badung Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus.setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi/evaluasi, dan tahap refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VB SD No. 2 Abianbase Kabupaten Badung Tahun Ajaran 2016/2017, sebanyak 21 orang yang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar adalah metode tes dengan alat pengumpulan data berupa tes hasil belajar. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata skor  pada hasil belajar pada siklus I sebesar 72,61% dan pada siklus II sebesar 80%. Ketuntasan belajar pada siklus I mencapai 66,67% sedangkan pada siklus II mencapai 90,48%. Keunggulannya adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VB SD No. 2 Abianbase Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Tahun Ajaran 2016/2017. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe STAD, hasil belajar IPA. AbstractThis study aims to determine the increase science learning outcomes after the implementation of cooperative learning model STAD in class VB SD No. 2 Abianbase Badung Academic Year 2016/2017. This research is a classroom action research conducted in two siklus.setiap cycle consists of four phases: planning, implementation phase, observation / evaluation and reflection stage. This research subject is class VB SD No. 2 Abianbase Badung School Year 2016/2017, a total of 21 people consisting of 8 male students and 13 female students. The method used to collect data result of learning is the test method with data collection tools such as achievement test. The results showed that applying the model type STAD cooperative learning in science learning process can improve student learning outcomes. The average score on the learning outcomes in the first cycle of 72.61% and the second cycle by 80%. Mastery learning in the first cycle reaches 66.67%, while in cycle II reached 90.48%. The advantage is the implementation of cooperative learning model STAD (Student Teams Achievement Divisions) can improve learning outcomes grade science students VB SD No. 2 Abianbase Mengwi Badung District Academic Year 2016/2017. Keywords: cooperative learning model STAD, learning outcomes IPA
KOMPARASI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP PEMAHAMAN DAN PENERAPAN KONSEP BIOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI WIDI LESTARI
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan: (1) pemahaman dan penerapan konsep biologi antara siswa yang mengikuti model  Reciprocal Teaching dan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) pemahaman konsep biologi antara siswa yang belajar dengan  Reciprocal Teaching dan kooperatif tipe STAD, (3) kemampuan penerapan konsep biologi antara siswa yang belajar dengan Reciprocal Teaching dan kooperatif tipe STAD. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Amlapura pada siswa kelas X semester genap tahun pelajaran 2010/2011. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan. “The Post test Only Control Group Design”. Populasi penelitian adalah berjumlah 220 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 121 orang. Dua instrumen pokok penelitian yaitu tes untuk mengukur penguasaan pemahaman konsep dan tes untuk mengukur kemampuan penerapan konsep siswa. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis varians multivariate dengan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan : Pertama, pemahaman konsep dan penerapan konsep antara siswa yang diajar dengan model Reciprocal Teaching lebih baik daripada yang diajar dengan model pembelajaran STAD, dengan nilai Fhitung = 10,450 (p < 0,05). Kedua, pemahaman konsep siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Reciprocal Teaching lebih tinggi daripada yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran STAD, dengan nilai Fhitung = 11,611 (p < 0,05). Ketiga, penerapan konsep siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Reciprocal Teaching berbeda secara signifikan daripada  yang diajar dengan model pembelajaran STAD, dengan nilai Fhitung = 8,918   (p < 0,05).  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Reciprocal Teaching sangat baik digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan konsep siswa. Kata-kata kunci: model Reciprocal Teaching, model STAD, pemahaman konsep, penerapan konsep.         ABSTRACT   THE COMPARISON BETWEEN IMPLEMENTATION OF RECIPROCAL TEACHING AND STAD COOPERATIVE TYPE TOWARD THE UNDERSTANDING AND CONCEPT APPLICATION IN BIOLOGY LEARNING PROCESS. ( EXPERIMENTAL STUDY  AT SMAN 2 AMLAPURA)     The purposes of research is to know the differences of: 1. Understanding and applying biology concepts between the students who followed reciprocal teaching and STAD cooperative type of learning process., 2. Understanding of biology concepts between students who learned with reciprocal teaching and STAD cooperative type learning process.3. the ability to apply biology concepts between students who learned with reciprocal teaching and STAD cooperative type learning process. The research is done at SMAN 2 Amlapura for the X grade students in the second semester of 2010/2011.The research was a false research using “The Post test Only Control Group Design”. The students population was 220 and the sample students population was 121. There were two main instruments of the research  namely: a test to measure the mastering of concept understanding and a test to measure the application of the student’s concept. Data was analyzed in two stages they were : descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis.  Multivariate variation analysis with MANOVA was used to test the hypothesis. The results of the research were as followed: (1) understanding of concept and application concept of the students who were taught using reciprocal teaching was better than the students who were taught using STAD learning process with the value F =10,450 (p < 0,05); (2) the concept understanding of the students who learn using reciprocal teaching was higher than the students who learn using STAD learning process, with the counting value F=11,611 (p < 0,05): (3) concept application of the students who followed learning process using reciprocal teaching significantly different from the students who were taught using STAD model with the counting value F =8,918 (p < 0,05). The results of the research showed that reciprocal teaching model is very good to us to enhance the concept understanding and application concepts of the students.   Key words: reciprocal teaching, STAD model , concept understanding and concept application.
KOMPARASI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA ANTARA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING NI NYOMAN RUSMINIATI .; DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.165 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaan peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan DL, 2) perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL, 3) perbedaan peningkatan keterampilan berfikir kritis siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Susut tahun pelajaran 2014/2015. Rancangan penelitian ini menggunakan pretest-postest non equivalent control group design dengan populasi siswa kelas X yang berjumlah 144 yang terdistribusi dalam 4 kelas. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Dari 4 kelas yang sudah setara akan dirandom untuk menentukan 2 kelas sebagai sampel penelitian, yakni 1 kelas akan memeproleh pembelajaran Model PjBL dan 1 kelas lagi akan memperoleh pembelajaran Model DL. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep kimia dan tes keterampilan berfikir kritis. Data dianalisis dengan statistic deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep dan berfikir kritis siswa yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan DL (Fhitung= 8.991), 2) terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL (Fhitung= 7.262 ), 3) terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berfikir kritis siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL (Fhitung=16.603). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman konsep dan berfikir ktitis siswa dengan model PjBL relative lebih tinggi dibandingkan dengan model DLKata Kunci : Project based learning (PjBL), discovery learning(DL), pemahaman konsep kimia, keterampilan berpikir kritis This research aims at analyzing: (1) the difference in improvement of concept understanding and critical thinking skill between students which were taught by PjBL and those taught by using DL, (2) the difference in improvement of chemical concept understanding between students which were taught by PjBL and those taught by using DL, (3) the difference in improvement of critical thinking skill between students which were taught by PjBL and those taught by using DL. This study was conducted in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2014/2015. The research design is pretest-postest non equivalent control group design and the population is 144 tenth grade students which distributed into 4 classes by using simple random sampling technique, then 2 classes would be randomly selected as sample of this research; 1 class were treated by PjBL learning model and 1 other class were treated by DL learning model. Data were collected by chemical concept understanding and critical thinking skill tests, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: 1) there is significant differences in improvement of concept understanding and critical thinking skill between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 8.991), 2) there is significant differences in improvement of chemical concept understanding between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 7.262), 3) there is significant differences in improvement of critical thinking skill between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 16.603). The result of this study shows that the improvement of concept understanding and critical thinking skill treated by using PjBL is higher than DL modelkeyword : project based learning (PjBL), discovery learning (DL), chemical concept understanding, critical thinking skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PERUBAHAN KONSEPTUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF I WAYAN EKA PUTRA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.931 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual dan model pembelajaran konvensional, (2) interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif siswa terhadap pemahaman konsep, (3) perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual dan model pembelajaran konvensional untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, dan (4) perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual dan model pembelajaran konvensional untuk siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X semester 1 di SMA Negeri 1 Kubutambahan. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data gaya kognitif dikumpulkan dengan GEFT test dan data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan ANAVA dua jalur dengan hasil sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual dan model pembelajaran konvensional (F=52,958; p
MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERPENGARUH TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V SD Ni Md Gayatri Raharja P. D; MG. Rini Kristiantari; I.B Surya Manuaba
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.662 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untukuntuk mengetahui perbedaan penguasaan  kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share berbantuan media lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Kapten Japa Tahun Pelajaran 2016/2017.Desain penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Kapten Japa Tahun Pelajaran 2016/2017 Denpasar Utara yang berjumlah 484 orang.Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB SD N 33 Dangin Puri dengan jumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD N 20 Dangin Puri dengan jumlah 31 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes yakni tes objektif pilihan ganda biasa.Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitnung= 4,00sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk = 60 diperoleh nilai ttabel = 2.000 sehingga thitung =  4,00> ttabel =2.000. Berdasarkan kriterian pengujian, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Adapun nilai rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipeThink pair Share berbantuan media lingkungan adalah 84.65 sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah74,60. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pir Share berbantuan media lingkungan berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Kapten Japa Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata kunci: Think Pair Share, Lingkungan, IPA AbstractThe research aims to know the impact of mastery knowledge science ompetence group of student who taught through cooperative learning model type “Think Pair Share”  assisted by environment media and groupof student who learned through conventional learning on student of fifth grade elementaryschool gugus kapten Japa school year 2016/2017. The design of the research is false experiment research with design “nonequivalent control group design”.the population of the research are all student of fifth grade elementary school gugus kapten Japa school year 2016/2017 Denpasar Utara which amounted to 484 people. The sample was taken by random sampling technique. Sample in this research are student of fifth/B grade elementary school negeri 33 Dangin puri with amount 31 student as a school. Data collection is done by using test method in the form of the usual double choice objective test. The data obtained were analyzed using the test-t the result of data analysts obtained t-count = 4,00, while at the level of significance 5% anddk 60 obtained value t-list = 2,00. Based on the test criteria then Ho rejected and Ha accepeted. As for average value of mastery knowledge science competence in group that are taught by cooperative learning model type “think pair share” as assisted by environment media is 84,65,while in that group taught by conventional leraning is 74,60. Based on the result it, can be concluded that cooperative learning model type “Think Pair Share” as assisted by environment media has have an effect on the mastery knowledge science competence of the student fifth gare elementary school gugus kapten japa.  Keywords: Think Pair Share,Environment, Science
Implementasi Model Pembelajaran Bilingual Preview-Review terhadap Kemampuan Berbahasa Inggris dan Hasil Belajar Biologi Ditinjau dari Kemampuan Dasar Berbahasa Inggris Siswa SMA Anak Agung Inten Paraniti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.018 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: model pembelajaran bilngual preview-review, kemampuan berbahasa inggris,hasil belajar biologi, kemampuan dasar berbahasa inggris.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) perbedaan KBIdan HB antara siswa yang mengikuti model pembelajaran bilingual (MP) preview-reviewdan concurrent, (2) pengaruh interaktif antara MP dan KDBI terhadap KBI dan HB, (3)perbedaan KBI dan HB antara siswa yang mengikuti MP preview-review dan concurrentpada siswa yang memiliki KDBI tinggi, (4) perbedaan KBI dan HB antara siswa yangmengikuti MP preview-review dan concurrent pada siswa yang memiliki KDBI rendah, (5)perbedaan KBI antara siswa yang mengikuti MP preview-review dan concurrent, dan (6)perbedaan HB antara siswa yang mengikuti MP preview-review dan concurrent. Penelitianini dilaksanakan di SMA N 4 Denpasar pada siswa kelas X semester II tahun ajaran2011/2012.Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancanganthe nonequivalent postest only control group design. Pengambilan sampel (n=175) padapopulasi (N=314) dilakukan dengan metode group random sampling. Data post test KBIdan HB dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji MANOVA.Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut: (1) terdapat perbedaanMP terhadap variabel-variabel KBI dan HB secara bersama-sama (F=6,941; p<0,05); (2)tidak terdapat interaksi MP dan KDBI terhadap KBI dan HB (F = 0,336; p>0,05); (3)terdapat perbedaan variabel MP terhadap KBI dan HB untuk siswa yang memiliki KDBItinggi (F=5,828; p<0,05); (4) tidak terdapat perbedaan variabel MP terhadap KBI dan HBuntuk siswa yang memiliki KDBI rendah (F = 1,962; p>0,05); (5) terdapat perbedaan MPterhadap variabel KBI (F=9,568; p<0,05); (6) terdapat perbedaan MP terhadap variabel HB(F=8,703 p<0,05). Berdasarkan temuan penelitian di atas dapat disarankan agarpelaksanaan proses pembelajaran disekolah bertaraf internasional menggunakan modelpembelajaran bilingual preview-review dengan memperhatikan kemampuan dasarberbahasa Inggris siswa.