cover
Contact Name
Rusman Rasyid
Contact Email
humanounkhair@gmail.com
Phone
+6285382904237
Journal Mail Official
humanounkhair@gmail.com
Editorial Address
Gedung LPPM Lt. 2, Jl. Yusuf Abdulrahman Kampus 2 Kelurahan Gambesi Kecamatan Kota Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Humano: Research Journal
Published by Universitas Khairun
ISSN : 19786115     EISSN : 25979213     DOI : https://doi.org/10.33387/humano.v14i2
Humano: Jurnal Penelitian (HJP) adalah salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun yang memuat tentang hasil riset di bidang ilmu noneksakta atau sosial humaniora meliputi aspek-aspek sosial, politik, ekonomi, hukum dan budaya. HJP terbit sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan November. HJP menerima tulisan berbentuk riset kuantitatif, kualitatif, maupun gabungan antara keduanya dari akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa yang relevan dengan topik ilmu noneksakta dan sosial humaniora.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2021): PERIODE JUNI" : 7 Documents clear
REFERENCE IN NARRATIVE TEXTS (A SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTICS) Hamdan Kurnia
Humano: Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2021): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/hjp.v12i1.3253

Abstract

The research is entitled Reference in Narrative Texts. Writer investigates hypothesis focused on reference usage.  The reference is as a part of cohesive devices in grammatical cohesion, and narrative is a mode of genre in text. The research is developed in distribution and frequency in cohesive device. The objectives of this research are to analyze and describe (1) entities or piece of informations appear or refer to the same referent; (2) reference as indicator genre; and (3) accurance and distribution of links  within a text and a group of texts. In 120 cohesive ties, (1) Non-Possessive Personal Reference occupies the first ranking. The data indicates 56 cohesive ties, (2) Demonstrative Reference occupies the second ranking. The data indicates 45 cohesive ties; and (3) Comparative Reference occupies the last ranking. The data indicate 6 cohesive ties. It means in the narrative text, the Comparative Reference is rarely used. The writer adopted theories of Halliday and Hassan and Wendy Swanson to establish relationship within a text. These are appropriate with the analyzed texts as they have given comprehensive and adequate treatment of the subjects; besides that, He consider other theories like Ann M. Johns, Megan Watkins, Linda Gerot and Peter Wignell, and some others.  Further research can involve in different text, such as:  expository text, report text, spoof text, explanation text, news item text, analytical and hortatory text, and etc. because genres vary.
USE OF COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION TO IMPROVE STUDENTS’ COMPREHENSION ON SYNTAX Abdulhalim Daud; Ali Ajam
Humano: Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2021): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v12i1.2759

Abstract

Syntex subject is one of the subjects that students of English Education Study Program should take it. Having online teaching in a pandemic situation is challenging for the instructor to build their students' comprehension of the concept of syntax, Structural Approach, and Syntactic Marker. Finding an appropriate tool is needed.  Computer-assisted instruction was designed to be applied in the teaching and learning process to enhance students’ comprehension of syntax subjects. There were 35 students involved in this study.  This study was conducted in 14 meetings. Data were collected through pre-test and post-test. In data analysis, descriptive and Inferential statistics (t-test) were applied. The result of data analysis shows that students have a good comprehension of syntax. Computer-assisted instruction is effective in helping students to improve their syntax comprehension related to the concept of syntax, Structural Approach, and Syntactic Marker. 
DARI BAHASA GALELA KE BAHASA TERNATE (STUDI TENTANG PERGESERAN BAHASA PADA MASYARAKAT TUTUR BAHASA GALELA DI DESA LEMO-LEMO) Dahrun Sarif; Umar Hi. Rajab
Humano: Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2021): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v12i1.3282

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pergeseran bahasa yang terjadi pada masyarakat tutur  bahasa Galela di desa Lemo-Lemo. Pergeseran bahasa pada masyarakat Lemo-Lemo merupakan suatu fenomena sosiolingusitik yang terjadi karena berbagai faktor, diantaranya adalah bilingualisme, multiilngualisme, migrasi dan  kontak bahas (language contact). Faktor-Faktor ini saling terkait satu sama lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  metode kualitatif deskriptif.  Metode ini digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekan makna dari pada generalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran bahasa dari bahasa Galela ke bahasa Ternate. Etnis Galela di desa Lemo-Lemo tidak lagi menggunakan bahasa Galela tetapi bahasa Ternate.  Namun demikian, di antara mereka masih mengetahui bahasa Galela dengan baik. Bahasa Ternate kemudian menjadi bahasa utama (b1) bagi masyarakat Lemo-Lemo. Pergeseran bahasa  ini  disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu migrasi, kontak bahasa, presetise bahasa dan sikap bahasa.  Ranah pergeseran nampak pada hampir semua ranah komunikasi, yaitu ranah keluarga, formal maupun sosial.
KONSTRUKSI POSESIF DALAM BAHASA MELAYU TERNATE Ety Duwila; Nurain Jalaluddin
Humano: Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2021): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v12i1.2631

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena berkaitan dengan tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan bentuk konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate yaitu frase nomina posesif yang terbentuk dari unsur kata ganti orang, sebutan, kekerabatan, nama diri, hewan, tumbuhan, profesi yang merupakan unsur penjelas atau yang menerangkan dalam frase yang diikuti bentuk pe yang merupakan penanda milik (kepunyaan) disertai nomina. Inti frase selalu berkategori nomina yang terbentuk baik dari unsur yang berkategori nomina maupun verba     yang diulang. Adapun konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate selalu berupa frase karena terdiri dari gabungan kata yang berupa unsur yang menerangkan, penanda milik, dan unsur yang diterangkan yang berkonstruksi: (1) kata ganti persona + pe + nomina; (2) kekerabatan + pe + nomina; (3) sebutan + pe + nomina; (4) hewan (-insani) + pe + nomina; (5) tumbuhan (-insani) + pe + nomina; (6) profesi + pe + nomina; (7) nama diri + pe + nomina; (8) kata ganti persona + pe + nomina + pe + nomina; dan (9) kekerabatan , nama diri + pe + kekerabatan + pe + kekerabatan + pe + frase nomina.
CERITA RAKYAT SEBAGAI SUMBER NILAI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER: STUDI ETNOPEDAGOGI PADA CERITA RAKYAT MASYARAKAT TERNATE Hudan Irsyadi; Sunaidin Ode Mulae
Humano: Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2021): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v12i1.3297

Abstract

Artikel ini ingin mendiskusikan tentang cerita rakyat sebagai sumber nilai dalam pembentukan karakter. Sumber datanya pada cerita rakyat masyarakat Ternate. Cerita rakyat masyarakat Ternate  masih banyak tersebar di tengah-tengah masyarakatnya. Cerita rakyat seperti mitos maupun legenda masih sering diceritakan secara turun temurun  dalam  kehidupan  sosial budaya  masyarakat  Ternate.  Cerita rakyat  seperti Kapita Bajurante, Asal mula Mahkota Sultan Ternate, dan Tolire Gam Jaha masih diketahui sebagian masyarakat Ternate. Fokus masalah dalam artikel ini lebih ditilik pada nila-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat masyarakat Ternate, dan bagaimana bentuk pemertahanan dalam lingkungan kehidupan sosial budaya. Adapun tujuannya adalah untuk mendeskripsikan dan mengekplanasik nila-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat masyarakat Ternate, serta untuk mengetahui bentuk pemertahanan dalam lingkungan kehidupan sosial. Metode dalam artikel ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Di mana, informasi dideskripsikan secara teliti dan analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, perekaman, dan pencatatan, serta pengumpulan dokumen. Artikel ini menunjukkan bahwa cerita rakyat masyarakat Ternate yang terdapat dalam cerita Kapita Bajurante, Asal mula Mahkota Sultan Ternate, dan Tolire Gam Jaha banyak mengandung nilai-nilai sosial budaya dan pesan moral, sehingga dapat berfungsi sebagai pembentukan karakter.
KEPEMILIKAN TANAH ADAT SUATU KAJIAN PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT TIDORE (STUDI KASUS DI KELURAHAN FOLARORA, KECAMATAN TIDORE, KOTA TIDORE KEPULAUAN) Nurizkha Arlina
Humano: Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2021): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v12i1.2639

Abstract

Di kelurahan Folarora, Kecamatan Tidore terdapat tanah adat yang dikenal dengan Hale Gimalaha yang merupakan tanah pemberian kepada Gimalaha Tomayou. Menurut aturan adat Masyarakat Hukum Adat Tidore, Hale Gimalaha hanya dapat dikuasai oleh Gimalaha yang memimpin suatu wilayah tertentu dan akan diberikan kepada pemegang jabatan Gimalaha selanjutnya. Akan tetapi dalam perkembangannya Hale Gimalaha ini dijadikan sebagai hak milik pribadi dengan dibuatkan sertifikat hak milik. Menurut hukum adat, tanah dengan status hak komunal tidak boleh dijadikan sebagai hak milik individu tanpa persetujuan masyarakat adat lainnya karena merupakan hak bersama anggota masyarakat hukum adat. Terdapat kendala utama dari permasalahan tersebut yaitu masyarakat hukum adat Tidore pada umumnya tidak memiliki bukti kepemilikan secara tertulis. Masyarakat dalam memperoleh hak kepemilikan atas tanah adat sesuai dengan aturan adat yang berlaku dan berdasarkan informasi dari simo-simo. Dari permasalahan tersebut maka alternatif penyelesaiannya yaitu melalui Lembaga Peradilan Kesultanan atau diselesaikan secara internal oleh Gimalaha Tomayou. Mengingat permasalahan ini sudah berlangsung lama dan terjadi diantara generasi Gimalaha Tomayou, akhirnya timbul keengganan untuk menyelesaikan konflik karena masyarakat percaya akan timbul ketidakseimbangan magis saat permasalahan yang lama kembali dimunculkan ke permukaan.
PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI ARUS UTAMA MASA DEPAN BANGSA Firman Amir
Humano: Jurnal Penelitian Vol 12, No 1 (2021): PERIODE JUNI
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v12i1.3169

Abstract

Pentingnya membangun karakter melalui pendidikan yang terencana menjadi kebutuhan mendesak saat ini yang harus diperjuangkan oleh seluruh komponen bangsa, baik dari kalangan pemerintah maupun masyarakatnya. Implementasi pendidikan karakter di Indonesia hendaknya dilaksanakan secara menyeluruh yang meliputi konteks makro dan mikro. Konteks makro dalam hal ini bersifat nasional yang meliputi konsep perencanaan dan implementasi yang melibatkan seluruh komponen dan pemangku kepentingan secara nasional yang diawali dengan sebuah kesadaran, bukan kepentingan sesaat. Sedangkan pendidikan karakter dalam konteks mikro berlangsung dalam satu satuan pendidikan secara menyeluruh. Dan secara mikro pendidikan karakter dikelompokkan menjadi empat pilar yaitu kegiatan belajar mengajar dikelas, kegiatan keseharian dalam bentuk budaya satuan pendidikan, kegiatan kurikuler serta ekstra kurikuler dan kegiatan keseharian dirumah, dan didalam masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7