cover
Contact Name
Maizuddin
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
substantia.adm@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lingkar Kampus, Kopelma Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin
ISSN : -     EISSN : 23561955     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Substantia is a journal published by the Ushuluddin Faculty and Religious Studies of the State Islamic University (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia. The scope of Substantia is articles of research, ideas, in the field of Ushuluddin sciences (Aqeedah, Philosophy, Islamic Thought, Interpretation of Hadith, Comparative Religion, Sociology of Religion and Sufism).
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 27 No. 2 (2025)" : 3 Documents clear
Kehormatan Perempuan dalam Al-Qur’an dan Implementasinya dalam Tradisi Sesan di Lampung Pepadun Marcelino, David; Masykuroh, Siti; Muslimin, Muslimin
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 27 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v27i2.31555

Abstract

This study explores the intersection between Islamic values and local traditions by analyzing the concept of women’s honor in the Qur’an and its implementation in the Sesan tradition of the Lampung Pepadun community in Indonesia. As an essential component of Pepadun marriage customs, Sesan symbolizes both material readiness and social expectations toward women. The purpose of this study is to assess the extent to which the Sesan tradition aligns with or diverges from Islamic teachings on women’s dignity and roles. Employing a qualitative ethnographic approach, the research integrates textual analysis of Qur’anic verses and classical tafsīr with field data collected through observations and interviews in Kiling-Kiling Village, Way Kanan Regency. Informants include customary leaders, women involved in the Sesan ritual, and local religious scholars. The findings reveal a fundamental convergence between Islamic values and the Sesan tradition, particularly in emphasizing respect for women, the seriousness of marriage commitments, and men’s moral responsibilities toward women. However, significant differences emerge in the modes of expression and normative foundations. The Qur’an articulates women’s honor through spiritual principles and universal ethics, while Sesan expresses it through material symbols and localized social structures. The study concludes that while both frameworks aim to uphold women’s dignity, they differ in their modes of manifestation and normative bases. Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi persinggungan antara nilai-nilai Islam dan tradisi lokal dengan menganalisis konsep kehormatan perempuan dalam Al-Qur’an serta implementasinya dalam tradisi Sesan di masyarakat Lampung Pepadun. Sebagai bagian penting dari adat pernikahan, Sesan melambangkan kesiapan materi sekaligus ekspektasi sosial terhadap perempuan. Tujuan penelitian ini adalah menilai sejauh mana tradisi Sesan sejalan atau berbeda dengan ajaran Islam tentang martabat dan peran perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografis yang dipadukan dengan analisis tekstual terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan tafsir klasik. Data lapangan diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan tokoh adat, perempuan pelaku tradisi Sesan, serta ulama lokal di Desa Kiling-Kiling, Kabupaten Way Kanan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan nilai fundamental antara Islam dan tradisi Sesan, terutama dalam penghormatan terhadap perempuan, keseriusan dalam pernikahan, dan tanggung jawab moral laki-laki terhadap perempuan. Namun, terdapat pula perbedaan yang menonjol dalam bentuk ekspresi dan landasan normatifnya. Al-Qur’an menekankan kehormatan perempuan melalui pendekatan spiritual dan nilai-nilai universal, sedangkan Sesan mengekspresikannya melalui simbol-simbol material dan struktur sosial lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam dan tradisi Sesan memiliki tujuan yang sama dalam menjaga martabat perempuan, namun berbeda dalam bentuk manifestasi dan fondasi nilai.
Makna Semiotik Cahaya Ilahi dalam QS. An-Nur Ayat 35: Analisis Komparatif atas Tafsir Klasik dan Kontemporer Kibtiyah, Mariyatul; Rahmat, Maulana Bagus; Baihaqi, Yusuf; Badi'ah, Siti; Yamin, Sabanul
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 27 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v27i2.32014

Abstract

The symbol of divine light (nūr ilāhī) in Surah An-Nūr verse 35 contains one of the deepest metaphors in the Qur’an. It describes the human spiritual process of receiving divine guidance and awareness. This study explores how classical and contemporary exegetes interpret the symbol of light and how semiotic analysis reveals its multiple layers of meaning. The research uses a library-based qualitative approach that combines classical tafsir such as Mafātīḥ al-Ghayb, Al-Jāmiʿ li Aḥkām al-Qurʾān, and Mishkāt al-Anwār with modern interpretations by Sayyid Quṭb, Muhammad Asad, and Seyyed Hossein Nasr. The semiotic theories of Roland Barthes and Charles S. Peirce are applied to analyze how elements such as mishkāt, miṣbāḥ, zujājah, and syajarah mubārakah form a symbolic structure that represents the journey of the human soul from potential faith to full spiritual awareness. The findings show that the symbol of light is not only theological in nature but also serves as an ontological and psychological guide for modern humans who seek meaning in their spiritual life. This study contributes to Qur’anic interpretation by offering an integrative framework that connects classical exegesis, linguistic study, and modern spiritual context. Abstrak: Simbol cahaya ilahi (nūr ilāhī) dalam Surah An-Nūr ayat 35 mengandung salah satu metafora paling mendalam dalam Al-Qur’an. Ayat ini menggambarkan proses spiritual manusia dalam menerima petunjuk dan kesadaran ilahi. Penelitian ini menelaah bagaimana para mufasir klasik dan kontemporer menafsirkan simbol cahaya serta bagaimana analisis semiotik dapat mengungkap lapisan maknanya. Penelitian dilakukan melalui studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang menggabungkan tafsir klasik seperti Mafātīḥ al-Ghayb, Al-Jāmiʿ li Aḥkām al-Qurʾān, dan Mishkāt al-Anwār dengan tafsir modern karya Sayyid Quṭb, Muhammad Asad, dan Seyyed Hossein Nasr. Teori semiotika Roland Barthes dan Charles S. Peirce digunakan untuk menganalisis bagaimana unsur seperti mishkāt, miṣbāḥ, zujājah, dan syajarah mubārakah membentuk struktur simbolik yang menggambarkan perjalanan ruhani manusia dari potensi iman menuju pencerahan spiritual yang utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol cahaya tidak hanya memiliki makna teologis tetapi juga berfungsi sebagai panduan ontologis dan psikologis bagi manusia modern dalam mencari makna kehidupan spiritual. Kajian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan tafsir Al-Qur’an dengan menawarkan kerangka yang menghubungkan penafsiran klasik, analisis kebahasaan, dan konteks spiritual masa kini.
Implementasi Tahfiz Alquran Sebagai Media Pengembangan Kognitif dan Karakter Anak Usia Dini Shalliya, Reisya Azzahra; Naldo, Jufri
Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 27 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/substantia.v27i2.32431

Abstract

This study aims to describe the implementation of the tahfidz Al-Qur’an programme as a medium for developing cognitive and character aspects of early childhood at Rumah Qur’an Humairah, Stabat District, Langkat Regency. The research employed a qualitative approach with a case study design, involving one tahfidz teacher, four parents, and four children aged 4–5 years. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observations, and documentation, and analysed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal patterns of cognitive and character development emerging through the talaqqi method and gradual repetition adapted to the children’s age and learning styles. Support from teachers and parents played a crucial role in maintaining the children’s motivation and consistency in memorisation. The tahfidz programme contributes to fostering religious behaviour, discipline, and focused memory, although challenges such as limited classroom space and novice teacher capacity remain. This study emphasises that integrating tahfidz into early childhood education can serve as a contextual pedagogical approach to nurture spiritual intelligence and character. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menggambarkan implementasi program tahfidz Al-Qur’an sebagai media pengembangan kognitif dan karakter anak usia dini di TK Rumah Qur’an Humairah, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu guru tahfidz, empat orang tua, dan empat anak usia 4–5 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan adanya pola pengembangan nilai kognitif dan karakter anak yang tumbuh melalui metode talaqqi dan pengulangan hafalan bertahap sesuai usia dan gaya belajar anak. Dukungan guru dan orang tua menjadi faktor kunci dalam menjaga motivasi dan konsistensi hafalan anak. Program tahfidz di lembaga ini berkontribusi dalam membentuk perilaku religius, disiplin, dan daya ingat yang lebih terarah, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan ruang dan kapasitas guru pemula. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tahfidz dalam pendidikan anak usia dini dapat menjadi pendekatan pedagogis kontekstual untuk menumbuhkan kecerdasan spiritual dan karakter anak. 

Page 1 of 1 | Total Record : 3