cover
Contact Name
Rahmi Mulyasari
Contact Email
rahmi.mulyasari@eng.unila.ac.id
Phone
085266795393
Journal Mail Official
jss.lppm@kpa.unila.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung Gedung Rektorat Lt. 5 Universitas Lampung Jl. Prof . Soemantri Brodjonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25501089     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jss
Jurnal Sakai Sambayan menyajikan tulisan tentang pelaksanaan dan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat sivitas akademik Perguruan Tinggi di Indonesia dalam sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk semua proses dari submisi sampai dengan publikasi online di Jurnal Sakai Sambayan tidak dikenakan biaya apapun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2020)" : 21 Documents clear
Program Entrepreneurship Ecoprinting pada Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) Kewirausahaan Poltekkes Tanjungkarang Dias Ardini, Daria Br Ginting, Yulyuswarni, Febrina Sarlinda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.201

Abstract

Abstrak — Kemajuan zaman di era globalisasi memerlukan adanya penyelarasan antara dunia pendidikan dan dunia kerja sehingga mampu melatih lulusan untuk dapat mandiri menjadi wirausaha yang membuka lapangan kerja bagi dirinya maupun orang lain. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa minat wirausaha di kalangan mahasoswa masih cukup rendah. Untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa perlu adanya pembinaan yang komprehensif mulai dari membuka wawasan tentang kewirausahaan, pelatihan penciptaan produk, hingga tahap pemasaran. Salah satu bidang wirausaha berbasis keilmuan yang dapat ditekuni oleh mahasiswa adalah ecoprinting, yaitu teknik pembuatan motif dan warna pada bahan tekstil (kain, kerudung, dan totebag) dengan menggunakan pewarna alami dedaunan. Program pengabdian masyarakat pengembangan kewirausahaan ini dilakukan dengan tahapan “brainstorming” membuka wawasan dan mengembangkan minat di bidang kewirausahaan, workshop pembuatan produk ecoprint dan pemasaran secara digital melalui marketplace sesuai tuntutan era industi 4.0. Dengan program kewirausahaan ini mahasiswa mendapatkan motivasi dan ide kewirausahaan, mampu menghasilkan produk ecoprint, mendapatkan pengetahuan tentang pemasaran secara digital dan mampu melakukan pemasaran produk melalui media marketplace. Kata kunci : ecoprint, pelatihan, wirausaha, Abstract — In the globalization era, it requires alignment between education world and the working world in order to train the graduates to become independent entrepreneurs who are able to open jobs for themselves and others. Various studies show that entrepreneurial interest among students is still quite low. To develop an entrepreneurial spirit within students, it is necessary to have a comprehensive guidance starting from opening up an entrepreneurship insight, training in product creation, and training in product marketing. One of the fields of scientific-based entrepreneurship that students can pursue is ecoprinting, the technique of making motifs and colors in textile materials (fabrics, veils, and totebags) by using natural dyes of leaves. This entrepreneurial development community service program is carried out with the "brainstorming" stage to develop interest in entrepreneurship, workshops on making ecoprint products and digital marketing through the marketplace according to the demands of the industrial era 4.0. With this entrepreneurship program students got motivation and entrepreneurial ideas, can to produce ecoprint products, got knowledge about digital marketing and can market product digitally through the digital marketplace. Keywords— ecoprint, workshop, entrepreneurship
Membangun Kelurahan Sehat Melalui Kemitraan Poltekkes Tanjungkarang Dan Puskesmas Susunan Baru Mei Ahyanti, Prayudhy Yushananta, Sarip Usman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.206

Abstract

Kasus diare di Puskesmas Susunan Baru cenderung berfluktuasi, dan masih selalu menjadi masalah kesehatan. Sarana sanitasi merupakan salah satu komponen dari sanitasi permukiman juga merupakan aspek penting terkait langsung dengan kesehatan dan masyarakat. Hasil penelitian oleh Ahyanti (2018) di Kota Bandar Lampung, menemukan komponen sarana sanitasi pemukiman berhubungan dengan penyakit diare (p value = 0,000 OR=2,558 CI = 1,681 – 3,892). Dalam menindaklanjuti uraian tersebut perlu dilakukan upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian kejadian penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Prodi Sanitasi Lingkungan Poltekkes Tanjungkarang bermitra dengan Puskesmas Susunan Baru Kota Bandar Lampung membangun jamban sederhana sehat dan penyuluhan tentang perilaku pembuangan tinja yang aman. Pembangunan jamban keluarga diarahkan kepada masyarakat prioritas yaitu yang tinggal di bantaran sungai. Pada kegiatan masyarakat ini telah terbangun sejumlah 16 unit jamban sederhaan sehat dan 2 unit septiktank komunal. Masyarakat Kelurahan Segala Mider 100% telah memiliki akses pembuangan tinja di tempat yang aman dan siap untuk diverifikasi dalam rangka pencanangan Open Defecation Free (ODF) atau daerah bebas buang air besar sembarangan.
Pelatihan Pembuatan Handsainitizer Berbasis Alkohol dan Daun Sirih pada Kelompok PKK Desa Fajar Baru Jati Agung Lampung Selatan Kiswnadono, Agung Abadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.269

Abstract

Desa Fajar Baru merupakan salah satu daerah pemukiman di Kecamatan Jati Agung dengan jumlahtujuh dusun. Secara umum masyarakat Fajar Baru memperoleh penghasilan dari hasil bekerja, baiksebagai tani, buruh dan pegawai swasta serta wiraswasta industri kecil. Kedekatan dengan pasartradisional, minimarket, kuliner malam, lembaga pendidikan dan Kota Bandar Lampungmemberikan peluang kepada masyarakat untuk meningkatkan wirusaha. Tetapi disisi lain, desatersebut juga rentan terhadap penyebaran wabah virus Covid 19. Oleh karena itu, Salah satukegiatan yang dapat membekali masyarakat dalam rangka memutus matarantai penyebaran Covid19 adalah pelatihan pembuatan handsanitizer. Walaupun produk ini mudah didapat, tetapi bagimasyarakat akan merasa sulit untuk mendapatkan produk tersebut dengan harga yang lebih murah.Pembuatan handsanitizer merupakan salah satu produk yang berpotensi dijadikan sebagai suatukegiatan yang dapat melindungi masyarakat dari pandemi covid 19, yaitu dengan cara menerapkanpola hidup bersih dan sehat. Bahan baku handsanitizer adalah bahan yang mudah didapat bahkandengan modal yang murah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalahpembuatan handsanitizer berbasis alkohol dan daun sirih. yang pada akhirnya dapat mengantisipasidan memutus matarantai penyebaran covid 19. Hasil pengabdian didapatkan bahwa peningkatanpengetahun peserta berkaitan dengan pembuatan handsanitizer sebesar 49,5% (36,0% menjadi85,5%).
PENERAPAN TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK PLUS UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK SAPI POTONG DI DESA SIDOSARI NATAR Dermiyati Dermiyati; Kusuma Adhianto; Slamet Budi Yuwono; Mahrina Sari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.227

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat tani dan peternak di Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan melalui penerapan teknologi pembuatan pupuk organik plus yang berkualitas dan memiliki kandungan hara tinggi dengan cara meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai penerapan teknologi pembuatan pupuk dengan menambahkan mikroba pengikat nitrogen (N-fixer), pelarut fosfat (P-solubilizer), dan mikroba pengurai (decomposer) untuk meningkatkan kandungan hara dan kualitas pupuk organik yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi/penyuluhan, demonstrasi pembuatan pupuk organik plus dan percontohan pengujian pupuk di lapang melalui demplot. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah anggota kelompok peternak dan kelompok wanita tani di Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Materi yang disampaikan merupakan teknologi tepat guna pembuatan pupuk organik plus. Setiap anggota kelompok ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan dan penerapan kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat perhatian yang serius dari masyarakat khalayak dan dapat dikatakan sangat berhasil dengan meningkatnya pengetahuan petani sebesar 87,9%. Keberhasilan dari pelatihan pembuatan pupuk organik plus yang diperkaya dengan mikroba untuk meningkatkan kandungan hara pupuk yang dihasilkan ditunjukkan dengan selesainya proses pembuatan pupuk dan dihasilkannya pupuk organik sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian melalui demplot juga menunjukkan perbedaan antara perlakuan pupuk yang diberikan pada tanaman sayuran.
TERAPI KELOMPOK PENINGKATAN KEMAMPUN INTERAKSI SOSIAL PADA WARGA BINAAN LEMBAGA PERMASYARAKATAN DI BANDAR LAMPUNG Idawati Manurung, Yuliati Amperaningsih, Dedek Saiful Kohir
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.202

Abstract

Abstrak Pembinaan psiko sosial belum dilakukan secara terstruktur dan terprogram aspek ini dibiarkan saja dan bila ada keluhan, hanya ditanggapi dengan nasehat, belum adanya program terapi kelompok yang meningkatkan interaksi sosial individu. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Politeknik Kesehatan Tanjungkarang di bertujuan untuk memulihkan kemampuan interaksi sosial warga binaan dengan terapi kelompok. Terapi kelompok dilakukan sebanyak 6 sesi kepada 40 warga binaan yang terbagi dalam 4 kelompok. Kesimpulan kegiatan ini adalah terapi kelompok pada warga binaan ini sangat baik dilakukan karena menunjukkan adanya peningkatan kemampuan interaksi sosial semakin meluasrnya kemampuan asertif digunakan dalam kehidupan sehari-hari di lapas. Saran kami adalah kegiatan ini tetap dilakukan lapas dengan menggiatkan program rehabilitasi mental baik secara individu maupun kelompok. Kali ini yang diperlukan adalah pelatihan bagi petugas lapas, baik yang bertugas pada pengawasan maupun pembinaan. Warga binaan yang sudah dilatih, dipilih menjadi kader-kader jiwa yang bisa membantu mengatasi masalah psikososial warga binaan di bloknya.
Implementasi Teknologi Alat Peniris Minyak (Spinner) pada Pengembangan Produk Makanan Sehat Berbasis Sayuran di Desa Tulung Salak, Kecamatan Langkapura Bandar Lampung Herti Utami; Yuli Darni; Novri Tanti; Lia Lismeri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.195

Abstract

Sayuran terutama sayuran hijau merupakan hasil pertanian yang cukup melimpah di Propinsi Lampung. Sayuran hijau yang terdiri bermacam jenis yaitu bayam, kangkung, kacang panjang, brokoli, sawi dan lain-lain. Dalam hal hasil pertanian berupa sayuran hijau tersebut, masyarakat selalu mengkonsumsi sayuran hijau tersebut untuk kebutuhan sehari-hari sebagai penambah asupan gizi keluarga. Dalam hal mengkonsumsi sayuran ini, secara umum sudah terpola bahwa ada kesulitan untuk memberikan jenis makanan ini pada anak-anak. Kelompok mitra yang terdiri ibu-ibu PKK dan ibu-ibu rumah tangga di Desa Tulung Salak ini tidak pernah punya ide untuk mengolahnya menjadi produk makanan ringan. Untuk mengatasi hal ini Tim pengabdian memberikan materi pelatihan cara membuat sayur krispi. Produk ini berupa sayur krispi yang prosesnya menggunakan alat peniris minyak (spinner). Dengan pengetahuan ini diharapkan selanjutnya para peserta tersebut dapat mempraktekkan langsung pengetahuan yang mereka peroleh. Masyarakat diharapkan dapat membuat sayur krispi sendiri dan dapat dijual untuk usaha sampingan sehingga pendapatan keluarga dapat meningkat. Kegiatan ini juga dapat menjadi alternatif untuk usaha skala rumah tangga.
EVALUASI DISKUSI DALAM JARINGAN DEMOKRASI DITENGAH COVID-19 Mawar Sukma Sinaga; Adji Suradji Muhammad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.222

Abstract

Penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 begitu massif terjadi di hampir seluruh negara. Penetapkan wabah virus corona (Covid-19) sebagai bencana nasional segera dilakukan pemerintah Indonesia. Namun satu sisi, tahun 2020, Indonesia akan menggelar pemilihan umum kepala daerah yang dilakukan secara serentak pada 23 September 2020. Oleh karena itu, pemungutan suara Pilkada Serentak ditunda dengan diterbitkannya Perppu Nomor 2 Tahun 2020. Maka Pusat Penelitian Kebijakan Publik dan Kemasyarakatan UMRAH melaksanakan Diskusi Demokrasi Ditengah Covid-19. Untuk mengetahui keberhasilan diskusi Demokrasi Ditengah Covid-19, maka perlu dilakukan evaluasi program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kemampuan penyajian materi, penyampaian narasumber, kemampuan narasumber menguasai diskusi, penggunaan waktu, pencapaian sasaran, sikap panitia akses informasi dan rekomendasi. Subjek penelitian ini adalah peserta diskusi Demokrasi Ditengah Covid-19 dengan metode pengumpulan data melalui angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diskusi dilaksanakan dengan baik. Rekomendasi yang diperoleh yaitu terkait perbaikan manajemen waktu, jaringan, persiapan lebih matang, perbaikan demokrasi lokal dan melaksanakan diskusi dimasa akan datang.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR BERSIH DI DESA SUNGAI LANGKA DENGAN METODE RAINWATER HARVESTING Riki Chandra Wijaya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.231

Abstract

Kebutuhan akan air bersih semakin lama semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk yang semakin pesat. Penggunaan air tanah menjadi prioritas masyarakat perdesaan maupun perkotaan, disebabkan karena kualitas air permukaan yang begitu buruk. Pada saat musim hujan sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami banjir disebabkan kuantitas air limpahan permukaan yang tinggi.Hal ini menunjukkan potensi air yang besar belum dimanfaatkan namun terbuang percuma dan bahkan menimbulkan kerusakan bagi masyarakat. Air hujan merupakan air yang murni tercipta dari siklus hidrologi secara alami dantergolong air bersih yang dapat dikonsumsi. Namun rendahnya pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan air hujan membuat potensi ini belum dapat diketahui secara umum.Untuk itu, sosialisasi pemanfaatan air hujan menjadi prioritas pengabdiansaat ini.Desa Sungai Langkaterletak di kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran dan berdekatan dengan Kota Bandar Lampung.Kondisi topografi yang tinggi membuat potensi curah hujan yang besar pada daerah ini.Kekurangan sumber air bersih sering dialami oleh masyarakat desa sungai langka. Kendalanya adalah tingkat kejernihan air yang kurang di kala musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau. Oleh karena itu, proram pengabdian ini memperkenalkan kepada masyarakat desa sungai langka akan teknologi pengolahan air bersih dengan metode Rainwater Harvesting serta melakukan implementasi penerapan teknlogi rainharvesting sebagai contoh pengelolaan air hujan sebagai sumber air bersih yang siap minum. Hasil dari penerapan teknologi ini ialah menghasilkan air bersih yang siap minum dengan TDS (Total Dissolved Solid) yaitu kandungan zat padat terlarut dalam air berjumlah 13, sedangkan tingkat pH air hasil teknologi bernilai 6,6. Standar kualitas air layak minum WHO ialah pH antara 5 sampai dengan 7 dengan ini tingkat pH telah terpenuhi. Sedangkan standar WHO air layak minum memiliki TDS maksimal 500 dan ini tentu telah terpenuhi. Dengan demikian, penerapan teknologi ini di Desa Sungai Langka telah memberikan hasil yang sangat baik bagi warga Desa Sungai Langka.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS SRITEJO KENCONO KECAMATAN KOTA GAJAH, LAMPUNG TENGAH Islamiyati, Sadiman, Martini Fairus, M.Ridwan, Firda Fibrila, Gangsar Indah Lestari, Retno Puji Hast
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.203

Abstract

Abstrak Di wilayah Puskesmas Sritejo Kencono prevalensi masalah gizi pada bayi, balita dan ibu hamil relatif tinggi. Penyebab gizi buruk dan stunting umumnya karena social ekonomi rendah dan kurang meratanya penghasilan masyarakat. Kekurangan Energi Kronis pada Ibu hamil dan rendahnya kunjungan K1 dan K4 disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu hamil. Tujuan Pengabmas Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yaitu Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Wilayah Puskesmas Sritejo Kencono. Metode kegiatan yaitu dengan penyuluhan kesehatan dan pemberdayaan “partisipasi aktif” pada Kelompok Bayi, Balita dan Ibu Hamil serta kegiatan pendampingan kepada kader. Hasil kampung Saptomulyo yaitu jumlah bayi yang hadir 15 anak, 1 anak dengan gizi buruk dan 2 anak dengan gizi kurang. Desa Sritejo Kencono jumlah bayi yang hadir sebanyak 16 anak, 2 anak gizi kurang. Desa Nambahrejo jumlah bayi yang hadir sebanyak 10 anak, 1 anak gizi kurang. Balita di Kampung Saptomulyo jumlah balita yang hadir 32 anak, 8 anak stunting. Desa Sritejo Kencono 26 anak, 18 anak normal, dan 8 anak stunting. Desa Nambahrejo dari 29 anak, 21 anak normal, dan 8 anak stunting. Di Kampung Saptomulyo kehadiran Ibu hamil berjumlah 9 Ibu, 2 Ibu hamil mengalami KEK, Kampung Sritejo Kencono 7 Ibu hamil, 2 orang KEK, dan Kampung Nambahrejo 9 Ibu hamil dengan 1 Orang KEK. Diperlukan kegiatan PKDM yang berkesinambungan dengan metode pemberdayaan keluarga, masyarakat dan stakeholder.
Integrasi Kearifan Lokal dan Aplikasi Android: Manajemen Wisata Desa di Desa Sungai Langka Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Simon Sumanjoyo Hutagalung
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 4 No 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.194

Abstract

Permasalahan mitra terjadi dalam aspek kelembagaan dan sumber daya manusia. Hal ini ditandai dengan: (1). Belum optimalnya perencanaan dan pengembangan objek wisata di desa Sungai Langka, (2). Belum mampunya kelompok desa sadar wisata (pokdarwis) desa itu mengemas atau memberikan identitas khusus bersifat lokal kepada objek wisata itu, (3). Belum optimalnya penggerakan/partisipasi dari kelompok pemuda di desa dalam mengelola objek wisata tersebut. Keseluruh hal tersebut yang kemudian hendak diatasi melalui kegiatan ini. Berkaitan dengan permasalahan yang dialami oleh mitra, tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat memberikan beberapa solusi. Solusi yang diberikan berupa pelatihan (pembinaan dan pendampingan) yang dilakukan dengan strategi kronologis atau bertahap dengan dukungan aplikasi khusus. Pelatihan dilakukan dengan pemberian materi yang dilanjutkan tanya jawab dan praktik langsung serta pembahasan hasil praktik sebagai evaluasi. Pelatihan dan Pendampingan merupakan solusi yang sesuai untuk diberikan kepada kelompok sasaran, dalam hal ini adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna Desa Sungailangka Kabupaten Pesawaran. Dalam pelatihan akan diberikan cara dan teknik untuk mengidentifikasi potensi kearifan lokal, memilih yang paling menarik dan mengemas identitas kearifan lokal kedalam bentuk yang menarik. Hasil kegiatan ini diketahui adanya perubahan wawasan dan keterampilan peserta yang ditunjukkan dari hasil pre test-post test dan observasi kualitatif.

Page 2 of 3 | Total Record : 21