cover
Contact Name
Goegoes Dwi Nusantoro
Contact Email
goegoesdn@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaleeccis@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal EECCIS
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 19783345     EISSN : 24608122     DOI : -
Core Subject : Engineering,
EECCIS is a scientific journal published every six month by electrical Department faculty of Engineering Brawijaya University. The Journal itself is specialized, i.e. the topics of articles cover electrical power, electronics, control, telecommunication, informatics and system engineering. The languages used in this journal are Bahasa Indonesia and English.
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
Pengaruh Elektroda Tambahan pada Penangkap Petir Tipe Franklin Soemarwanto Soemarwanto
Jurnal EECCIS Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.301 KB)

Abstract

Penangkap petir tipe Franklin diletakkan di bagian paling tinggi dari bangunan, terbuat dari logam dengan ujung yang runcing, berfungsi untuk menyalurkan petir ke bumi, karena jika terjadi sambaran petir akan langsung menyambar penangkap petir ini. Dengan demikian keberadaan penangkap petir tipe Franklin di setiap bangunan yang tinggi merupakan hal yang mutlak, bukan lagi sebagai pelengkap. Oleh karena negara kita memiliki tingkat curah hujan dan jumlah hari guruh (thunderstrom days) yang tinggi (antara 180 sampai dengan 260 hari guruh per tahun), dengan kerapatan sambaran petir ke tanah mencapai 30 sambaran per km2 per tahun, maka perlu dilakukan penelitan dan pengujian tentang pengaruh dari penambahan elektroda pada penangkap petir tipe Franklin. Fungsi dari elektroda tambahan ini adalah untuk meningkatkan jumlah elektron di sekitar elektroda utama, sehingga tegangan tembusnya semakin kecil, dan berakibat dapat mempertinggi efektifitas penangkapan sambaran petir. Keefektifan penangkapan sambaran petir pada suatu penangkap petir bergantung pada besar-kecilnya tegangan korona, dan tegangan tembus, serta temperatur dan tekanan atmosfer.Pengujian pengaruh elektroda tambahan pada penangkap petir tipe Franklin ini dilakukan di Laboratorium Tegangan Tinggi Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Elektroda tambahan adalah merupakan elektroda vertikal yang mengambang sebanyak 2 (dua) buah, dibuat dari tembaga yang di verkrom, dengan tebal 3 mm. Sudut yang dibentuk oleh perpotongan perpanjangan dua bidang elektroda tambahan (sudut ) dibuat 400, 500, 600,dan 700. Dari hasil pengujian 10 (sepuluh) model dengan jarak sela 3 cm, 4 cm, dan 5 cm, dianalisis pertumbuhan arus, tingkat tegangan korona dan tegangan tembus dari masing-masing model. Kesimpulan yang bisa diambil dari penelitian ini adalah, bahwa semakin besar jarak sela, semakin kecil arus korona dan arus tembusnya. Semakin besar sudut , semakin besar pula tegangan korona dan tegangan tembusnya. Ada perubahan tingkat tegangan korona dan tegangan tembus pada penangkap petir tipe Franklin dengan elektroda tambahan. Elektroda tambahan dengan sudut = 400 tingkatKata kunci: penangkap petir tipe Franklin, elektroda tambahan, tegangan korona, tegangan tembus, arus.
Analisis Unjuk Kerja Sistem Digital Video Broadcast (DVB) Dedi Usman Effendy; Agung Darmawansyah; Rudy Yuwono
Jurnal EECCIS Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.201 KB)

Abstract

DVB (Digital Video Broadcasting) adalah salah satu sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran TV/Video digital hingga sampai ke pengguna akhir (end-user). DVB dikembangkan berdasarkan latar belakang pentingnya sistem broadcasting yang bersifat terbuka, yang ditunjang oleh kemampuan interoperabilitas, fleksibilitas dan aspek komersial. Orthogonal Frequency Fivision Multiplexing (OFDM) sedang menjadi pilihan teknik modulasi untuk komunikasi nirkabel. OFDM dapat menyediakan data besar dengan cukup ketahanan dan perusakan saluran radio. Dalam penelitiaan ini empat masalah modulasi untuk dikembangkan, dimana dapat memilih salah satu dari modulasi yang baik dan jumlah subcarrier itu dapat digunakan. Adapun ada empat modulasi QAM yaitu : 2k16QAM, 2k64QAM, 8k16QAM dan 8k64QAM. Dari hasil pengujian diperoleh, bahwa nilai BER untuk 8k lebih besar dibandingkan dengan nilai BER pada 2k, pada 8k nilai BERnya sangat besar sekali sehingga nilai BER mengalami penurunan di SNR 10 sampai dengan 15, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa DVB-T dengan modulasi 8k16 maupun 8k64 memiliki nilai BER yang sangat besar sekali terhadap SNR. Dan perbedaan keduanya, adalah pada 8k64 nilai BER lebih besar dibanding dengan BER pada 8k64.Kata Kunci : DVB, OFDM, pemancar, penerima, BER, SNR
Analisis Pengaruh Penempatan dan Perubahan Kapasitor Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3-Fasa Bercatu 1-Fasa Herry Purnomo
Jurnal EECCIS Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.995 KB)

Abstract

Motor induksi 3 fasa dalam beroperasi secara normal mendapat catu daya 3 fasa yang seimbang, pada keadaan tertentu motor induksi 3 fasa dapat dioperasikan dengan catu daya 1 fasa, yaitu dengan memodifikasi hubungan belitan stator dan penambahan kapasitor. Dalam membuat variasi hubungan belitan stator dan penempatan kapasitor dapat dilakukan dengan beberapa model antara lain: model belitan stator hubungan (D), model belitan stator hubungan (Y) dan model belitan stator hubungan (I). Dengan menggunakan pendekatan sebagai motor induksi 3 fasa dengan catu daya tak seimbang, model belitan stator hubungan D dan model belitan stator hubungan Y dapat diselesaikan dengan teori kerangka acuan (Reference Frame Theory), sedangkan belitan stator hubungan I dapat didekatkan dengan motor induksi 1 fasa kapasitor (motor induksi dua fasa tak simetris). Pengaruh penempatan dan perubahan nilai kapasitans kapasitor terhadap unjuk kerja motor induksi 3 fasa bercatu 1 fasa dianalisis dengan bantuan simulasi program simulink MatLab serta dilakukan validasi dengan pengujian laboratorium. Analisis pada motor induksi 3 fasa dengan daya 300 watt, untuk belitan stator hubungan D kapasitor yang dibutuhkan berkisar (24 μF s/d 48 μF), torsi start relatif besar dan nilainya dapat mencapai 50 % dari torsi beban nominalnya. Pada belitan stator hubungan Y kapasitor yang dibutuhkan berkisar (10 μF s/d 16 μF), torsi start relatif kecil sekitar 10 % dari torsi beban nominalnya. Pada belitan stator hubungan I, kapasitor yang dibutuhkan berkisar (6 μF s/d 10 μF), torsi start besarnya relatif kecil sekitar 20 % dari torsi beban nominalnya. Semakin besar kapasitans kapasitor yang digunakan maka akan berpengaruh pada karakteristik dinamik motor induksi, putaran rotor akan menurun, torsi start akan naik dan arus masukan naik. Dapat diketahui bahwa karakteristik putaran motor induksi 3 fasa bercatu 1 fasa merupakan gelombang pulsasi yang menyebabkan timbulnya getaran pada motor, selama beroperasi selalu timbul torsi urutan positif (torsi arah maju) dan torsi urutan negatif (torsi arah mundur), sedangkan karakteristik arus mempunyai gelombang berbentuk sinusoida teredam.Kata kunci: motor induksi, kapasitor, unjuk kerja dinamik
Optimasi Perencanaan Jaringan UMTS pada Node B Menggunakan Probabilistik Monte Carlo Elok Nur Hamdana; Sholeh Hadi Pramono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal EECCIS Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.764 KB)

Abstract

Untuk bisa membangun suatu jaringan atau infrastuktur yang dapat melayani pelanggan dengan kualitas yang baik diperlukan perencanaan yang baik pula agar nilai investasi yang ditanamkan bisa optimal. Optimasi perencanaan pada jaringan UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) merupakan masalah yang cukup komplek karena UMTS merupakan teknologi yang baru, sehingga diperlukan metode yang efisien untuk pelayanan yang diberikan pada suatu area tertentu agar dapat terlayani secara optimal. Pada penelitian ini dilakukan optimasi penentuan lokasi Node B, serta menentukan tipe Node B yang akan digunakan pada salah satu operator yang ada di Kota Malang dengan menggunakan metode Probabilistik Monte Carlo. Penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu pendimensian jaringan, perencanaan kapasitas dan pengoptimasian jaringan. Hasil optimasi sistem dari 25 BTS existing didapatkan 15 site terpilih untuk memenuhi coverage layanan. Untuk menentukan kapasitas kanal yang dibutuhkan pada masing-masing Node B tersebut dilakukan metode random untuk memprediksi jumlah pelanggan yang masuk dalam wilayah perencanaan jaringan. Metode random yang digunakan adalah probabilistik Monte CarloKata Kunci— Node B, Coverage, Monte Carlo
Analisis Performansi Fiber Optic Ring Resonator (FORR) sebagai Head Sensing Angular Rotation Abdul Wachid Syamroni; Onny Setyawati; M. Julius St
Jurnal EECCIS Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.528 KB)

Abstract

Performansi fiber optic ring resonator (FORR) sebagai head sensing angular rotation devais sangat dipengaruhi parameter-parameter penyusun sistemnya. Untuk mendapatkan performansi FORR yang optimum, beberapa metode dilakukan melalui modifikasi struktur dasar FORR, penggunaan material penyusun yang berbeda serta variasi besaran nilai parameter-parameter penyusunnya. Pada tulisan ini, optimasi performansi FORR terfokus pada bentuk struktur single ring single coupler (SRSC) dan single ring double coupler (SRDC) FORR dan besaran nilai parameter penyusunnya. Analisis pemodelan SRSC dan SRDC FORR dilakukan dengan double waveguide dengan konfigurasi variasi nilai koefisien kopling daya K=0,1;0,2;0,3;0,4;0,5;0,55, panjang ring fiber LRing= 1 – 50 m, lebar spektrum sumber input super luminant diode (ΔfSLD) 1 KHz-400 KHz dengan intensitas daya input optik (PIN) 1 - 400mW. Didapatkan hasil bahwa kedua konfigurasi struktur model mencapai tingkat sensitifitas maksimum dengan nilai K yang relatif kecil rentang (0,1-0,3) dan dengan PIN yang besar.Kata Kunci - Fiber Optik Ring Resonator, Fiber Optic Gyro, Single Ring Single Coupler (SRSC), Single Ring Double Coupler (SRDC)C
Sistem Pendukung Keputusan Pengobatan Penderita Diabetes Menggunakan Integrasi Decision Table dan Algoritma Genetika Sumartini Dana; Purnomo Budi Santoso; D. J. Djoko H. S
Jurnal EECCIS Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.721 KB)

Abstract

Pengelolaan diabetes diperlukan pengaturan pola makan berhubungan dengan komposisi bahan makanan. Untuk mendapatkan bahan makanan yang tepat dengan tipe diabetes beserta kandungan nutrisinya, diperlukan integrasi dari dua sistem yaitu Decision Table (DT) dan Algoritma Genetika (AG) yang berbeda fungsinya tetapi menghasilkan output yang diinginkan.Data masukan dari pengguna akan diproses di dalam DT berdasarkan basis pengetahuan untuk mendapatkan jenis diabetes. Hasil dari proses DT, data nutrisi dan data masukan diproses di dalam AG menghasilkan bahan makanan sesuai dengan kondisi. Dalam pengujian ini digunakan 200 data bahan makanan yang didapat dari data pakar beserta nutrisi. Dari data tersebut dibentuk populasi dengan jumlah yang bervariasi setiap kromosomnya memiliki 10 gen, masing-masing gen menunjukan indeks bahan makanan pada basis data. Nilai probabilitas pindah silang ditentukan dengan membangkitkan nilai acak untuk mendapatkan kombinasi yang memiliki nilai fitness terbaik. Output yang dihasilkan adalah kombinasi bahan makanan sesuai nutrisi dan tipe diabetes.Hasil analisis berupa total kebutuhan kalori perorang, berat badan ideal dan jenis tipe merupakan hasil dari DT, hasil dari nutrisi adalah kebutuhan nutrisi perorang dan hasil AG adalah bahan makanan yang disarankan dan bahan makanan yang harus dihindari.Kata Kunci— Sistem pendukung keputusan, Algoritma Genetika, Decision Table
Peramalan Penjualan Mobil Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan dan Certainty Factor Fachrudin Pakaja; Agus Naba; Purwanto Purwanto
Jurnal EECCIS Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.923 KB)

Abstract

Prediksi penjualan adalah salah satu cara untuk meningkatkan laba perusahaan, peramalan diperlukan untuk menyetarakan antara perbedaan waktu yang sekarang dan yang akan datang terhadap kebutuhan, Jaringan Syaraf Tiruan (JST) dapat mengaplikasikan dengan baik metode peramalan.Pendekatan peramalan kuantitatif dengan metode times series akan menentukan nilai data masukan dari sekumpulan data serial atau berkala dari transaksi pada suatu jangka waktu tertentu. Data dibagi menjadi data pelatihan, pengujian dan validasi. Proses peramalan menggunakan metode certainty factor (CFf) sebagai nilai pembanding pada bobot koreksi yang telah di latih dalam jaringan backpropagation untuk prediksi yang optimal. Simulasi program peramalan penjualan mobil honda tahun 2015 dengan variabel input data penjualan daerah 30,000 unit, penjualalan dealer 25.000, penjualan tunai 25.000, CF = 0.5 dan kredit 19.000 menghasilkan ramalan penjualan sebanyak 29579 unit dengan target error 4,205 %.Kata Kunci—Peramalan, Time series, Certainty Factor, JST, Backpropagation.
Carbohydrate Counting untuk Penderita Diabetes Mellitus dengan Terapi Insulin Menggunakan Algoritma Koloni Lebah Buatan Oktriza Melfazen; Harry Soekotjo Dachlan; Ali Mustofa
Jurnal EECCIS Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.662 KB)

Abstract

Takaran makan yang tepat, penting untuk menjaga kestabilan glukosa darah penderita diabetes mellitus (DM). Carbohydrate counting merupakan suatu cara perencanaan makan penderita DM dengan terapi insulin agar memperoleh jumlah asupan makan optimal sesuai kebutuhan. Untuk merealisasikan serving karbohidrat, takaran energi dan nutrisi makro yang optimal dalam makanan, dilakukan penelitian dengan menerapkan algoritma koloni lebah buatan.Penelitian secara eksperimental, mendesain dan merealisasikan sistem penentuan kadar asupan makanan optimal. Sistem dibuat menggunakan program Borland Delphi 7, dijalankan pada sistem operasi Windows. Data uji didapatkan dari konsultan gizi. Penilaian unjuk kerja sistem dalam menghasilkan nilai optimal serving karbohidrat dan takaran asupan energi dilakukan dengan uji verifikasi bersama ahli gizi.Dalam pengujian, masukan berupa data fisik dan menu makanan yang diinginkan, algoritma koloni lebah buatan dapat bekerja untuk menghasilkan serving karbohidrat dan kadar energi optimal. Proses optimasi serving karbohidrat terbaik didapatkan pada pengaturan parameter populasi 50, iterasi 40, siklus 1000, SPP 100, laju perubahan 0,6. Penggunaan algoritma ini untuk mendapatkan serving karbohidrat dan energi optimal mempunyai tingkat keberhasilan tinggi.Kata Kunci— Carbohydrate counting, Diabetes Mellitus, Serving karbohidrat, Optimasi Koloni Lebah Buatan.
Implementasi Opinion Mining (Analisis Sentimen) untuk Ekstraksi Data Opini Publik pada Perguruan Tinggi Imam Fahrur Rozi; Sholeh Hadi Pramono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal EECCIS Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.015 KB)

Abstract

Sentiment analysis atau opinion mining merupakan topik riset yang penting dan sedang marak dilakukan saat ini. Opinion mining merupakan cabang penelitian dari text mining. Fokus dari opinion mining adalah melakukan analisis opini dari suatu dokumen teks. Terdapat tiga buah subproses dari opinion mining yaitu, document subjectivity, opinion orientation dan target detection. Dalam dunia bisnis, opinion mining banyak digunakan untuk menganalisis secara otomatis opini pelanggan tentang produk dan pelayanannya.Pada penelitian ini dikembangkan sistem opinion mining untuk menganalisis opini publik pada perguruan tinggi. Pada subproses document subjectivity dan target detection digunakan Part-of-Speech (POS) Tagging menggunakan Hidden Makov Model (HMM). Pada hasil proses POS Tagging kemudian diterapkan rule untuk mengetahui apakah suatu dokumen termasuk opini atau bukan, serta untuk mengetahui bagian kalimat mana yang merupakan objek yang menjadi target opini. Dokumen yang dikenali sebagai opini selanjutnya diklasifikasikan ke dalam opini negatif dan positif (subproses opinion orientation) menggunakan Naïve Bayes Classifier (NBC). Dari pengujian didapatkan nilai precission dan recall untuk subproses document subjectivity adalah 0.99 dan 0.88, untuk subproses target detection adalah 0.92 dan 0.93, serta untuk subproses opinion orientation adalah 0.95 dan 0.94.Kata Kunci—Analisis Sentimen, Opinion Mining, POS Tagging, Hidden Markov Model, Naïve Bayes Classifier.
Optimasi Pemanfaatan Energi Listrik Tenaga Matahari di Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya M. Rif’an; Sholeh Hadi Pramono; Mahfudz Shidiq; Rudy Yuwono; Hadi Suyono; Fitriana Suhartati
Jurnal EECCIS Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.25 KB)

Abstract

Sel surya jenis monokristal (mono-crystalline) merupakan panel yang paling efisien, menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan.Photovoltaic cell selalu dilapisi oleh penutup yang berasal dari gelas. Seperti barang dari gelas lainnya, maka optical input dari photovoltaic cell juga sangat dipengaruhi oleh orientasinya terhadap matahari karena variasi sudut dari pantulan gelas.Berdasarkan hasil percobaan, didapatkan trendline hubungan antara sudut datang sinar matahari dengan tegangan yang dihasilkan. Dari analisa data didapat fungsi y = -0.0001x2 + 0.0071x + 19.714 dengan R2 = 0.9672. Energi yang dihasilkan jika menggunakan solar tracker dengan sudut deviasi 5° menghasilkan energi yang paling besar).Kata Kunci—Sel surya, optimasi, solar tracker.

Page 5 of 38 | Total Record : 380