cover
Contact Name
Aditya Dedy Purwito
Contact Email
purwito@ub.ac.id
Phone
+6281233789990
Journal Mail Official
wacana@ub.ac.id
Editorial Address
https://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Wacana, Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14110199     EISSN : 23381884     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.wacana
This journal has a focus on inter and multidisciplinary studies of social sciences and humanities. The scope is the socio-cultural phenomenon, the history, and transformation of society, changes, and stagnation of socio-political institutions, actor orientation, and behavior, the performance of political regimes and socio-economic structures. The scope is not limited by state, nation, temporal duration, certain ideas, and narrow beliefs. This journal is open to various approaches, theories, methodologies, research methods carried out by scientists, academics, researchers and practitioners in the fields and disciplines: economics, social, political science, government studies, international relations, sociology, anthropology, demography, history, religious and cultural studies, philosophy of science, communication science, and development studies.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 4 (2016)" : 9 Documents clear
Penerapan Prinsip Good Governance Dan Pengaruhnya Terhadap Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Dalam Perencanaan Tata Ruang Daerah Studi pada Penyusunan RTRW Kabupaten Serdang Bedagai Marintan Yosefin Napitupulu; Abdul Hakim; Irwan Noor
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.851 KB)

Abstract

Penataan ruang yang berjalan selama ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan karena dalam penyusunan rencana tata ruang, prinsip keterbukaan, partisipasi, daya tanggap akuntabilitas, dan penegakan aturan hukum terhadap masyarakat masih rendah. Masyarakat belum ditempatkan pada posisi yang kuat dan partisipatif, sebagaimana yang diamanatkan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang pada Bab VIII pasal 65.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan sejauh mana prinsip good governance yang terdiri dari transparansi, partisipasi, daya tanggap, akuntabilitas, dan aturan hukum terhadap penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) di Kabupaten Serdang Bedagai, baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan survei, dengan maksud penjelasan (ekspalanatory research). Data kuesioner yang diperoleh dari responden dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (serentak) variabel transparansi, partisipasi, daya tanggap, akuntabilitas dan aturan hukum berpengaruh signifikan terhadap penyusunan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Serdang Bedagai dengan tingkat pengaruh kuat, dan kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 83,3%. Akan tetapi secara parsial (masing-masing variabel) ditemukan bahwa tidak semua variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat, dimana variabel transparansi, partisipasi dan aturan hukum berpengaruh, sedangkan variabel daya tanggap dan akuntabilitas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Produk Unggulan Daerah (Studi Pada Industri Kecil dan Menengah Batik di Desa Sumurgung Kecamatan Tuban – Kabupaten Tuban) Guntur Bagus Tri Atmojo; Darsono Wisadirana; Sholih Muadi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.716 KB)

Abstract

Batik Sumurgung merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Tuban yang memerlukan dukungan peran pemerintah daerah untuk menjadikannya memiliki daya saing di pasarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban mulai dari tahap pemberdayaan pengrajin Batik Sumurgung sampai pada tahap pemasaran produk batiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pengamatan dokumen. Penentuan informan dilakukan dengan metode purposive sampling dan ruang lingkup penelitianya itu padapelaksanaan pemberdayaan kepada pengrajin batik dan pemasaran produkbatiknya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin batik yang telah diberdayakan oleh Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban masih lemah dalam hal pemasaran sehingga membuat mereka turun omset dan bahkan banyak yang gulung tikar yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan para pengrajin Adapun saran yang diajukan yaitu dengan menerapkan sistem pemberdayaan dan strategi pemasaran untuk menunjang pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah Batik Sumurgung agar menjadi produk unggulan daerah yang memiliki daya saing sehingga mampu menambah lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyrakat setempat.
Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Keramba Jaring Apung (Studi Kasus Penanggulangan Kemiskinan di Kecamatan Grati, Pasuruan) Eko Agung Kurniawan; Sanggar Kanto; Hilmy Mochtar
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.03 KB)

Abstract

Pemerintah Provinsi Jawa Timur lewat Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Budidaya Air Tawar telah memberikan bantuan bagi pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan bibit ikan dan fasilitasi pemasaran hasil panen budidaya ikan berbasis  Keramba Jaring Apung di Ranu Grati Kecamatan Grati di Desa Sumber Dawesari dan Grati Tunon. Namun pada data Program Perlindungan Sosial tahun 2011, Desa Sumber Dawesari masih memiliki 159 dan Kelurahan Grati Tunon memiliki 185 Rumah Tangga Sangat Miskin. Tujuan penelitian adalah merumuskan optimalisasi pemberdayaan masyarakat kelompok tani dalam budidaya perikanan air tawar di Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan dalam penanggulangan kemiskinan.Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif denganmenggunakan metode Studi Kasus. Penentuan Informan dengan teknik Purposive Sampling dan Snowball. data dikumpulkan dengan  wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mengoptimalkan  pemberdayaan masyarakat antara lain dengan intensifikasi dan diversifikasi perikanan, merubah budaya atau perilaku masyarakat dengan melibatkan Kepala desa dan Pemuka agama setempat.
Analisis Efektivitas Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (Studi pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pujon Kabupaten Malang) Fenti Rakhmawati Electiana; Ratih Nurpratiwi; Bambang Santoso Haryono
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.896 KB)

Abstract

Penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal dalam pendidikan formal, salah satunya adalah melalui pembukaan bidang keahlian pada jalur sekolah menengah kejuruan (SMK). Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) berbasis keunggulan lokal merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi daerah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas SMK berbasis keunggulan dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan SMK berbasis keunggulan lokal. Selain itu, juga untuk merumuskan strategi dalam pengembangan SMK berbasis keunggulan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian campuran dengan prioritasnya adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, dilihat dari konsep Balanced Scorecard, keberadaan kompetensi keahlian agribisnis dan agroteknologi di SMKN 1 Pujon belum sepenuhnya efektif. Selain itu, banyak faktor yang mempengaruhi pengembangan SMK berbasis keunggulan lokal, baik dari sisi internal maupun eksternal. Untuk itu, strategi yang dapat dikembangkan, yaitu memfasilitasi pembentukan unit produksi di setiap sekolah, membangun jaringan informasi sekolah yang bisa diakses oleh masyarakat dan penambahan kompetensi keahlian baru yang sesuai dengan potensi wilayah, nilai-nilai budaya dan kebijakan pembangunan di sektor tersebut.
Kajian Tentang Modal Sosial Sebagai Pendorong Peran Serta Lembaga Lokal Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan (Studi Kasus di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo) Sila Pertikasari; Mardiyono Mardiyono; Solih Mu’adi
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.335 KB)

Abstract

Permasalahan kemiskinan masih menjadi tantangan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Berbagai program pengentasan kemiskinan telah dijalankan oleh kementerian dan lembaga. Dari serangkaian cara dan strategi tersebut, masih berorientasi pada pengembangan infrastruktur, bantuan kredit, dan bantuan pendidikan. Padahal kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks, yang melibatkan banyak faktor termasuk kelembagaan lokal dan modal sosial. Namun, kondisi modal sosial saat ini menunjukkan kecenderungan penurunan sehingga diperlukan upaya untuk pembenahan modal sosial dalam sebuah kelembagaan lokal yang ada. Untuk mengetahui bagaimana modal sosial dapat dimanfaatkan di dalam sebuah kelembagaan lokal (BKM), maka penelitian ini memfokuskan pada unsur-unsur modal sosial dalam kelembagaan lokal.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BKM dapat membangun modal sosial dalam upaya penanggulangan kemiskinan, seperti: Jejaring sosial yang dibangun melalui pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat sehingga menambah jaringan kerja kelompok rumah tangga miskin. Kepercayaan dibangun melalui dialog terbuka dengan warga dan pengelolaan kegiatan Kelompok Swadaya Masyarakat dengan memberikan kesempatan untuk memperoleh bantuan pinjaman modal usaha. Dan Norma yang dibangun melalui semangat kebersamaan (gotong-royong) dan hubungan timbal-balik antara kelompok usaha selaku penerima pinjaman dan Badan Keswadayaan Masyarakat selaku pemberi bantuan pinjaman.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa BKM dapat membangun modal sosial dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Namun demikian, ketiga unsur modal sosial tersebut perlu dikembangkan lagi agar dapat memperoleh manfaat yang menguntungkan terutama dalam upaya penanggulangan kemiskinan. 
Faktor Determinan Terjadinya Konversi Lahan Pertanian Dan Dampaknya Terhadap Tingkat Kesejahteraan Petani di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto Jawawi Jawawi; Sanggar Kanto; Darsono Wisadirana
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.349 KB)

Abstract

Konversi lahan pertanian merupakan masalah serius, karena dapat membunuh karakter petani dan mematikan sumber penghasilan petani secara masal yang dapat melahirkan masalah baru yakni pengangguran dan kemiskinan sehingga perlu dikaji faktor determinan terjadinya konversi lahan pertanian dan dampaknya terhadap kesejahteraan petani di Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto agar mendapatkan solusi yang tepat untuk mengatasi konversi lahan pertanian lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 87 orang yang dipilih secara area proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistic binary multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal, faktor eksternal dan faktor kebijakan secara simultan berpengaruh terhadap terjadinya konversi lahan pertanian sebesar 67,9% (p=0,000 <0,05). Variabel yang paling berpengaruh terhadap terjadinya konversi lahan pertanian secara berurutan adalah produktifitas lahan (ExpB=36,52) dan ketersediaan saluran irigasi (ExpB=29,97). Analisis lebih lanjut diketahui bahwa konversi lahan pertanian berpengaruh terhadap kesejahteraan petani sebesar 9,6% (p=0,029<0,05). Untuk itu pihak terkait hendaknya dapat memberikan masukan kepada petani yang melakukan konversi lahan pertanian, agar tidak mempergunakan uang hasil konversi lahan untuk keperluan konsumtif, tetapi mempergunakannya sebagai modal usaha produktif atau dipergunakan untuk membeli lahan pertanian yang lebih luas dan lebih produktif.
Pengaruh Service Quality, Customer Satisfaction, dan Corporate Image Terhadap Loyalty (Studi pada Nasabah BRI Unit Sawojajar Malang) Betria Fatra Sari; Imam Suyadi; Darminto Darminto
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.997 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh service quality terhadap loyalty, service quality terhadap customer satisfaction, service quality terhadap corporate image, customer satisfaction terhadap loyalty, dan corporate image terhadap loyalty pada nasabah. Jenis penelitian ini adalah explanatory research yang menjelaskan hubungan sebab-akibat antar satu variabel dengan variable lainnya. Metode analisa pada penelitian ini adalah Generalized Structured Component Analysis (GSCA), dilanjutkan dengan pengujian hipotesis guna mengetahui pengaruh terhadap variabel-variabel yang sudah ditentukan. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 140 nasabah yang bertransaksi di BRI Unit Sawojajar. Teknik yang digunakan adalah dengan memberikan angket ke responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) service quality berpengaruh positif dan signifiikan terhadap customer satisfaction, 2) service quality berpengaruh positif dan signifiikan terhadap corporate image, 3) customer satisfaction berpengaruh positif dan signifiikan terhadap loyalty nasabah, 4) corporate image berpengaruh positif dan signifiikan terhadap loyalty nasabah, 5) service quality berpengaruh positif dan signifiikan terhadap loyalty nasabah.
Peran Koperasi Wanita dalam Menanggulangi Kemiskinan pada Perempuan di Pedesaan (Studi Kasus pada Kopwan Kencana Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek) Doni Handoko Retrianto; Darsono Wisadirana; Siti Kholifah
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.715 KB)

Abstract

Koperasi Wanita (kopwan) adalah program andalan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UMKM yang dibentuk di setiap desa. Pada awalnya untuk mengurangi rentenir tapi sekarang difungsikan untuk memberdayakan perempuan desa. Jumlah kopwan di Jawa Timur tidak berdampak signifikan terhadap pengurangan jumlah penduduk miskin di Jawa Timur. Perlu diteliti bagaimana sebenarnya peran kopwan dalam menanggulangi kemiskinan pada perempuan di pedesaan. Kemiskinan yang melanda perempuan di desa bisa diakibatkan oleh faktor kemiskinan natural, kemiskinan kultural, dan kemiskinan struktural. Termasuk keterbatasan mengakses sumber daya ekonomi dan sosial. Penderitaan perempuan diperparah jika terjadi diskriminasi gender. Konsep feminisme liberal mengajarkan bahwa agar terbebas dari kemiskinan, maka perempuan harus mempunyai penghasilan sendiri. Penelitian ini berlokasi di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek dengan subyek penelitian Kopwan Kencana. Lokasi ini dipilih karena Trenggalek masuk dalam tujuh kabupaten termiskin di Jawa Timur, dan Dongko merupakan kecamatan yang paling banyak penduduk miskinnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan ditentukan dengan teknik purposive sampling.Penelitian ini mengungkapkan bahwa Kopwan Kencana berperan dalam menanggulangi kemiskinan pada perempuan di Desa Dongko karena didukung oleh faktor kecukupan modal, lingkungan yang mendukung persamaan hak, dan modal sosial yang kuat.
Adopsi dan Internalisasi Budaya Guan Xi dan Xin Yang Dalam Praktek Akuntansi Manajemen Usaha Kecil Menengah Pegusaha Etnis Tionghoa Internalization Culture and Adoption of Guan Xi and Xin Yang on Management Accounting Practices in Small and Medium Enterprises Owned By Chinese Wasis Rizki Widyanto; Ali Djamhuri; Yeney Widya Prihatiningtias
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 19 No. 4 (2016)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa dan bagaimana implementasi akuntansi nilai-nilai budaya pada industri kecil menengah Etnis Tionghoa dengan kasus pada toko hobi yang ada di kota Malang.  Peneliti ingin mengetahui apakah  Etnis Tionghoa di Indonesia masih menggunakan warisan budaya leluhurnya dalam proses pencatatan akuntansi atau sudah cenderung mengalami pergeseran profesionalisme yang hanya mementingkan keuntungan. Penelitian ini menggunakan analisis data interaktif oleh Miles dan Hubermann (1984), dengan lokus atau tempat penelitian sebanyak 4 (empat) toko hobi yang ada di Kota Malang.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi pergeseran nilai budaya dikarenakan Etnis Tionghoa yang ada di Indonesia khususnya daerah Kota Malang, pemilik objek penelitian tersebut merupakan generasi ke-3 sehingga tidak terlalu akrab dengan budaya leluhur mereka sendiri, yaitu Guan xi dan Xin yang.  Perubahan makna tersebut yang semula berarti kekeluargaan yang masih memiliki hubungan darah sekarang menjadi kolega-kolega terdekat.  Hal unik  ini yang ingin ditunjukkan oleh peneliti dari Etnis Tionghoa dalam berdagang.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 4 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 3 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 2 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 28 No. 1 (2025) Vol. 27 No. 4 (2024) Vol. 27 No. 3 (2024) Vol. 27 No. 2 (2024) Vol. 26 No. 4 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 3 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 2 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 26 No. 1 (2023): WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 25 No. 4 (2022) Vol. 25 No. 3 (2022) Vol. 25 No. 2 (2022) Vol. 25 No. 1 (2022) Vol. 24 No. 4 (2021) Vol. 24 No. 3 (2021) Vol. 24 No. 2 (2021) Vol. 24 No. 1 (2021) Vol. 23 No. 4 (2020) Vol. 23 No. 3 (2020) Vol. 23 No. 2 (2020) Vol. 23 No. 1 (2020) Vol. 22 No. 4 (2019) Vol. 22 No. 3 (2019) Vol. 22 No. 2 (2019) Vol. 22 No. 1 (2019) Vol. 21 No. 4 (2018) Vol. 21 No. 3 (2018) Vol. 21 No. 2 (2018) Vol. 21 No. 1 (2018) Vol. 20 No. 4 (2017) Vol. 20 No. 3 (2017) Vol. 20 No. 2 (2017) Vol. 20 No. 1 (2017) Vol. 19 No. 4 (2016) Vol. 19 No. 3 (2016) Vol. 19 No. 2 (2016) Vol. 19 No. 1 (2016) Vol. 18 No. 4 (2015) Vol. 18 No. 3 (2015) Vol. 18 No. 2 (2015) Vol. 18 No. 1 (2015) Vol. 17 No. 4 (2014) Vol. 17 No. 3 (2014) Vol. 17 No. 2 (2014) Vol. 17 No. 1 (2014) Vol. 16 No. 4 (2013) Vol. 16 No. 3 (2013) Vol. 16 No. 2 (2013) Vol 16, No 2 (2013) Vol. 16 No. 1 (2013) Vol. 15 No. 4 (2012) Vol. 15 No. 3 (2012) Vol 15, No 2 (2012) Vol. 15 No. 2 (2012) Vol 15, No 1 (2012) Vol. 15 No. 1 (2012) Vol. 14 No. 4 (2011) Vol. 14 No. 3 (2011) Vol. 14 No. 2 (2011) Vol. 14 No. 1 (2011) Vol. 13 No. 4 (2010) Vol 13, No 4 (2010) Vol. 13 No. 3 (2010) Vol. 13 No. 2 (2010) Vol 13, No 2 (2010) Vol. 13 No. 1 (2010) Vol. 12 No. 4 (2009) Vol. 12 No. 3 (2009) Vol. 12 No. 2 (2009) Vol. 12 No. 1 (2009) More Issue