cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
STRATEGI PENANAMAN IDEOLOGI PANCASILA SEBAGAI SOLUSI TERKIKISNYA NASIONALISME MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PERGURUAN TINGGI Winarno _; Sri Haryati; Moh. Muhtarom
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.888 KB) | DOI: 10.22146/jkn.6774

Abstract

This paper explained the potential threat among the university student, internal and external threat. Internal threat showed of skepticism on Pancasila ideology which triggered the disappointment on the state, the external threat was the other side efforts to socialized other ideology with various ways to decreased nationalism. The qualitative and quantitative data showed there area strong supports on Pancasila ideology among the majority of university student. The personality establishment course at the university’s rule was supporting the ideology establishment effort; however there were some problems which related to its learning, as the monotone lecturer learning model and grading instrument which was not appropriate with the measured competence. The developed model strategy was a contra ideology with unique steps.Keywords: Nationalism, Pancasila Ideology, Learning Model, Citizenship Education, and University.
Efektivitas Pemanfaatan Biogas Untuk Menunjang Ketahanan Energi (Studi Di Desa Pendoworejo Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta) Dyah Sri Palupi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.996 KB) | DOI: 10.22146/jkn.10152

Abstract

ABSTRACT The development of renewable energy was one of the crises of energy solutions. The purposes of the research were to analyzed the effectiveness of biogas utilization and examine the connection of that utilization with energy resilience at Pendoworejo. The research method was qualitative descriptive analysis approach. Total amount the biodigesters were 183 units. Purposive sampling technique was used to determined the samples. The total informants were 55 people. Data collection techniques included literature studies, observation, interviews, and documents studies. The research results were 30.26% able to used and 69.77% unable to used. The continuity of effectiveness in utilizations was for daily using in the category low (25.58%), sometimes in using in the category very low (4.65%) and damage in the category enough (69.77%). The biogas utilization or function effectiveness were for cooking in the category high (86.82%), for the generator set (3.1%) and others (10.08%) in the category very low. The effectiveness for providing the needs were providing all needs in the category very low (9.3%), part of the needs in the category low (20.93%) and not at all in the category enough (69.77%). The effectiveness of biogas utilization at Pendoworejo village for energy resilience were at low level. The expectation in the next the Pendoworejo village would be self-supporting in energy, but the energy resources of biogas at the village had not reached more than 60% of total required energy. The effectiveness of biogas utilization at Pendoworejo village currently were not being able to supported the energy resilience yetABSTRAKPengembangan energi terbaharukan merupakan salah satu solusi krisis energi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pemanfaatan biogas dan mengkaji hubungan efektivitas pemanfaatan biogas di Desa Pendoworejo dengan ketahanan energi. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Jumlah biodigester 183 unit. Penentuan sampel dengan teknik purposive sampling. Jumlah informan 55 orang. Teknik pengumpulan data meliputi studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yaitu 30,26% biodigester berfungsi dan 69,77% dalam kondisi rusak. Efektivitas kontinuitas pemanfaatan dan ketersediaan biogas yakni pemanfaatan harian dalam kategori rendah (25,58%), pemanfaatan kadang-kadang dalam kategori sangat rendah (4,65%) dan kondisi rusak dalam kategori cukup (69,77%). Efektivitas pemanfaatan atau fungsi yakni untuk memasak dalam kategori tinggi (86,82%), genset (3,1%) dan lainnya (10,08%) dalam kategori sangat rendah. dalam kategori sangat rendah (9,3%), sebagian memenuhi kebutuhan dalam kategori rendah (20,93%), dan tidak memenuhi kebutuhan dalam kategori cukup (69,77%). Efektivitas pemanfaatan biogas di Desa Pendoworejo termasuk rendah. Desa Pendoworejo diharapkan menjadi Desa Mandiri Energi, namun sumber energi dari biogas belum mencapai lebih dari 60%. Efektivitas pemanfaatan biogas di Desa Pendoworejo belum mampu menunjang ketahanan energi.
KETAHANAN NASIONAL DAN MILENIUM KETIGA T. Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1541.157 KB) | DOI: 10.22146/jkn.12013

Abstract

Ketahanan Nasional, yang begitu ditonjolkan dan digambar-gambarkan hampir dalam setiap pidato pejabat, ternyata sangat lemah dan rapuh. Banyak uang, waktu, dan usaha telah dicurahkan untuk mencipta dan meningkatkan ketahanan nasional ternyata tidak efisiensi,bahkan hampir tidak ada gunanya. Pikiran dan tilisan telah banyak di hasilkan, tetapi implementasinya mengalami hambatan atau kegagalan. Ini sebenarnya adalah kekhasan Orde Baru; banjir retorika, tetapi kemarau pelaksanaan. Ini sesuai dengan sebut-sebut istilah actor intellectualis adalah aktor di lapangan , actor practicalis. Actor intellectualis adalah istilah rancu, otak yang memanipulasi, pikiran yang bekerja fisik, sehingga tidak ada yang benar-benar berhasil. Otak berkerah biru, sedangkan tangan berkerah putih.
Wawasan Kebangsaan Siswa Sekolah Menengah Atas Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Siswa (Studi Pada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Umum Berasrama Berwawasan Nusantara, SMA Umum Di Lingkungan Militer Dan SMA Umum Di Luar Lingkungan Militer Di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah) Windy Putri Widayanti; Armaidy Armawi; Budi Andayani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.497 KB) | DOI: 10.22146/jkn.32229

Abstract

ABSTRACTThis study examined about the national insights students of boarding senior high school and its implications to the personal resilience of students Indonesia archipelago vision (SMA A), senior high school inside the military environment (SMA B) and senior high school outside the military environment (SMA C) in Magelang, Central of Java Province. This study used mixed methods by combining quantitative and qualitative approaches. Data collection research used test for national insight, questionnaires for personal resilience and deep interviews with teachers and students from class X and XI SMA A, SMA B and SMA C. Research data analysis used T(t-test) and Pearson Correlation Test by using SPSS statistical version16.0 and continued qualitative analysis. The results  showed that  (1). There was a difference national insight students of SMA A, SMA B and SMA C. The highest percentage of the best answer was excellent on the nationalism indicator with the percentage of 81% achievement and excellent on the sense of nationality indicator of 85% was achieved by SMA A, while the national spirit indicator percentage of the highest answer was achieved by SMA C at 83% ; (2). There was a positive correlation between national insights students of SMA A, SMA B and SMA C and their personal resilience with the highest percentage of excellent answer score on the indicator of ductility by obtaining a percentage of 87% and excellent on the tenacity and excellent on the toughness indicator of 85% reached by SMA C. The strength of weak or small correlation due to the morality of Pancasila which became the foundation of national insight was not a main factor to established  a basic relationship of personel resilience, but the other factors were required that faith in the heart that would determine the individual’s tenacity which naturally underlied the formation of toughness so as to achieved personal resilience of students. Suggestion of this research that the operational guidance for teachers, schools and developers of national education curriculum would be needed to integrated the values of faith in the internalization of education with national insight, the need for educational facilities that supported the development of the national character of students and the need for exemplary parents and teachers as well as increased cooperation with related institutions to instilled  awareness of the importance of national insight for the next generation of the nation.  ABSTRAKPenelitian ini mengenai wawasan kebangsaan siswa Sekolah Menengah Atas dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi siswa (SMA) Umum Berasrama Berwawasan Nusantara (SMA A), SMA Umum di lingkungan milliter (SMA B) dan SMA Umum di luar lingkungan militer (SMA C) di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methode) menggabungkan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes wawasan kebangsaan, angket ketahanan pribadi, wawancara dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan uji T (t-test) dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan software statistik SPSS versi 16.0 serta analisis data kualitatif. Hasil penelitian  dapat disimpulkan bahwa (1). Terdapat perbedaan wawasan kebangsaan siswa SMA A, SMA B dan SMA C dalam hal tujuan dan model pembelajaran serta kegiatan intrakurikuler. Persentase jawaban benar tertinggi dan sangat baik pada indikator paham kebangsaan sebesar 81% dan sangat baik pada indikator rasa kebangsaan sebesar 85% dicapai oleh SMA A, sedangkan pada indikator semangat kebangsaan sebesar 83% dicapai oleh SMA C; (2). Terdapat hubungan positif antara wawasan kebangsaan dan ketahanan pribadi siswa SMA A, SMA B dan SMA C, dengan kekuatan hubungan antara variabel adalah lemah/ kecil, disebabkan karena ketahanan pribadi tidak hanya ditumbuhkan oleh moral Pancasila yang menjadi landasan wawasan kebangsaan, melainkan perlu adanya faktor lain yaitu taqwa dalam kalbu yang akan menentukan keuletan individu. Persentase skor jawaban tertinggi sangat baik pada indikator keuletan sebesar 87% dan ketangguhan sebesar 85% dicapai oleh SMA C. Kekuatan hubungan antara variabel wawasan kebangsaan dengan variabel ketahanan pribadi lemah/ kecil disebabkan karena moralitas Pancasila yang menjadi landasan wawasan kebangsaan bukan merupakan faktor utama untuk membentuk hubungan dasar ketahanan pribadi, melainkan perlu adanya faktor lain yaitu taqwa dalam kalbu, yang akan menentukan keuletan individu yang secara alami mendasari terwujudnya ketangguhan sehingga mencapai ketahanan pribadi siswa. Saran penelitian bahwa diperlukan adanya panduan operasional bagi guru, sekolah dan pengembang kurikulum pendidikan nasional untuk mengintegrasikan nilai-nilai taqwa dalam internalisasi pendidikan berwawasan kebangsaan, perlu adanya fasilitas pendidikan yang mendukung pengembangan karakter kebangsaan siswa dan perlu adanya keteladanan orang tua dan guru serta peningkatan kerjasama dengan lembaga terkait guna menanamkan kesadaran pentingnya wawasan kebangsaan bagi generasi penerus bangsa
Pengadilan HAM Sebagai Refleksi Tanggungjawab Internasional Kolektif Untuk Menciptakan Perdamaian Dan Keamanan Internasional Muladi Muladi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 3 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4012.289 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22180

Abstract

Piagam PBB secara formal men gakui HAM individual setelah melalui perjuangart panfang yang bersejarah. Pre- amble Piagam PBB diawali den gan kata-kata yang penuh ins pirasi sebagai berikut:"We the peoples of the UN determined to save succeeding generations from the scourge of war, which twice in our lifetime has brought untold sorrow to man- kind, and to reaffirm faith in fundamental human rights, in the dignity and worth of the human person, in the equal rights of men and women and of nations large and small ..... ".Untuk itu tujuan PBB yang pertama adalah menonjolkan betapa pentingnya "to maintain international peace and security ..... ". (Article 1 of the UN Charter). Uraian di bawah ini akan me- nyoroti kaitan antara perdamaian dan keamanan internasional dengan perkerribangan hukurn internasional dalarn kerangica "collective responsibility to protecf dalam kaitannya den gan "humani- tarian intervention".Dalant hal ini tentu saja pe- ranan hukum pidana interna- sional, khususnya perkernbang- an yang berkaitan dengan di- bentuknya pelbagai rnahkamah pidana internasional dalam pelbagai rnanifestasinya, akan sangat menonjol.Catatan: liukum pidana interna- sional (international criminal law) his the law that governs interna- tional crimes". Hal ini bisa diartikan sebagai lithe penal aspects of*) Prof. Dr. Muladi, S.H., Gubernur Lemhannas RIJunta! Ketahanan Nasional, XIII (3), Desember 2008garan HAM berat, kecuali nega- ra yang bersangkutan menurt- jukkan gejala "unwilling" atau "unable" untuk melakukannya. Persoalannya adalah mekanisme yang jujur dan adil untuk menentukan apakah suatu negara bersikap unable and unwilling.
Meningkatkan Ketahanan Nasional Dapat Mewujudkan Tegaknya Supermasi Hukum Penyelenggara Negara A Dirwan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3601.892 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19092

Abstract

Ketahanan Nasional Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi
Pemberdayaan Nelayan Sebagai Kekuatan Penang Kal Di Laut (Studi Kasus Nelayan Jakarta Utara) Hari Bowo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.112 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22666

Abstract

Nelayan di Jakarta Utara dengan segala permasalahan yang dihadapi mempunyai kedudukan sebagai komponen cadangan kekuatan TNI-AL. Untuk itu potensi nelayan tersebut harus diberdayakan dalam rangka penangkalan di laut. Pemberdayaan nelayan Jakarta Utara yang efektif merupakan bagian dari pembangunan kekuatan pengganda dalam wujud komponen cadangan kekuatan TNI AL melalui suatu bentuk strategi penangkalan di laut. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya berbagai ancaman, baik langsung maupun tidak langsung terhadap stabilitas kota Jakarta dalam kedudukannya sebagai pusat pemerintahan Indonesia.
Hubungan Agama Dan Negara Dalam Konteks Ketahanan Nasional (Tinj auan Konseptual) Ahmad Syafii Maarif
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2254.178 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22076

Abstract

Berbicara tentang hubungan agama dan negara dalam perspektif ketahanan nasional untuk negara pulau dan masyarakat plularistik seperti Indonesia tetap saja relevan sepanjang waktu. Sekalipun Indonesia dikenal sebagai bangsa yang bersemboyan bhinneka tunggal ika, gangguan dan bahkan ancaman terhadap kesatuan dan ketahanan nasional selama 50 tahun merdeka telah terjadi berulang-ulang. Faktor agama sering pula dijadikan pemicu untuk mencabik-cabik republik ini, sekalipun barangkali hanya sekadar untuk menggalang solidaritas massa. Islam yang dipeluk oleh mayoritas penduduk Indonesia tidak pernah bercorak monolitik. Pernah terjadi sekelompok kecil umat Islam di beberapa tempat di Indonesia melakukan pemberontakan senjata terhadap pemerintah pusat karena ketidakpuasan politik dan ekonomi. Sebagian pemberontak itu ingin mendirikan negara Islam. Tapi pernah pula terjadi sekelompok umat Kristen dan Katolik dari Indonesia bagian Timur ingin berdiri di luar republik jika mereka diperlakukan diskriminatif dalam konstitusi, demi memenuhi tuntutan mayoritas rakyat beragama Islam melalui para tokohnya, sebagaimana yang akan kita bicarakan lebih jauh di bawah ini. Setelah pendahuluan ini, selanjutnya akan kita diskusikan berturut-turut masalah hubungan agama dan negara dalam perspektif ketahanan nasional setelah lebih dulu kita tengok peristiwa sejarah yang berkaitan dengan topik pembicaraan kita hari ini. Sebelum penutup akan kita tengok pula keterkaitan antara agama, negara, ketahanan nasional, dan masalah keteladanan.
JEPANG DAN KETAHANAN EKONOMI REGIONAL ASIA PASCAKRISIS Siti Daulah Khoiriati
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 2 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3100.238 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11423

Abstract

Krisis ekonomi yang melanda Asia sejak 1997, telah meruntuhkan ketahanan ekonomi negara-negara yang oleh Bank Dunia pernah di sebut sebagai Keajaiban Asia ( The Asian Miracle). Bermula dari jatuhnya nilai mata uang  Bath terhadap Dollar di Thailand, krisis kemudian menjalar ke Korea Selatan, Malaysia dan Indonesia, karena contagion effect (effect penularan) yang tidak dapat dibendung. Reaksi pertama dari negara-negara yang terlanda krisis adalah mengharapkan peran aktif Jepang , yang selama ini ekonominya paling kuat.Namun demikian, respon Jepang ternyata relatif terlambat, sehingga muncul kritik-kritik bahwa Jepang" missed the boat" atau Jepang "helpless", yang semuanya ini menunjukkan proposional. Mengapa Jepang tidak berdaya membantu krisis?
Aktualisasi Nilai Budaya Bangsa Di Kalangan Generasi Muda Shri Ahimsa Putra
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 3 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23177

Abstract

Salah satu pandangan yang penulis kira umum ada di kalangan orang Indonesia adalah pandangan bahwa dalam sistem nilai budaya bangsa Indonesia terdapat nilai-nilai yang balk dan sangat balk, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia Indonesia, dan mungkin jugs manusia pada umumnya. Nilai-nilai ini.dianggap telah berhasil membawa bangsa Indonesia pada keadaannya yang sekarang, yaitu keadaan yang lebih balk daripada keadaan di masa-masa yang lalu, dan membawa ke posisinya yang cukup terizormat dalam pergaulan antar-bangsa di dunia di masa kini. Tidaklah mengherankan jika kini timbul kekhawatiran di kalangan generasi tua, generasi yang pernah mengalami pahit-getirnya penjajahan, yang pernah berjuang dengan keras merebut kemerdekaan yang diidamkan, dan merasa telah berhasil membawa bangsa Indonesia ke keadaannya yang sekarang, bahwa nilai-nilai yang dulu mereka anut, yang "asli Indonesia", suatu saat mungkin akan ditinggalkan oleh generasi setelah mereka, generasi muda masa kini, yang tidak pernah mengalami apa yang dulu mereka alami. Oleh karena itu masalah aktualisasi nilai­nilai budaya bangsa di masa kini merupakan salah satu masalah yang perlu diteliti, agar dapat diperoleh gambaran yang lebih tepat tentang bagaimana sebenarnya proses aktualisasi tersebut di kalangan generasi muda di masa kini.

Page 10 of 53 | Total Record : 527


Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue