cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Optimalisasi Pelaksanaan Program Kelompok Usaha Mandiri Masyarakat ( Program Ibu Mandiri Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga (Studi di PKPU Yogyakarta) ismail ismail
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.63 KB) | DOI: 10.22146/jkn.15742

Abstract

ABSTRACT This study aimed to analyzed the optimization of KUMM - Prima PKPU Yogyakarta program in improving the household income and its implications for household economic resilience. Implementation of the program which had been running since the end of 2013 had not been optimal. This was  due to several constraints. Nevertheless this program had been able to increased revenue by members based on the calculation the paired t -test and had issued 80 percent of the sample households from the poverty line. While the simple linear regression results showed a strong correlation between the variables of household income and economic resilience variableABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pelaksanaan program KUMM-Prima PKPU Cabang Yogyakarta dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dan implikasinya terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga. Pelaksanaan program tersebut yang telah berjalan sejak akhir tahun 2013 belum optimal. Hal ini disebabkan beberapa kendala. Meskipun demikian program ini telah dapat meningkatkan pendapatan anggota berdasarkan uji paired sampe t-test dan telah mengeluarkan 80 persen sampel rumah tangga dari garis kemiskinan. Sementara itu hasil regresi linear sederhana menunjukkan korelasi kuat antara variabel pendapatan dengan ketahanan ekonomi rumah tangga. 
Resolusi Konflik Agama Di Pulau Ambon Toni Setia Boedi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 14, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1903.822 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22305

Abstract

Adat Pela Gandong tern yata belum mampu memperta- hankan keharmonisan. Permusuhan antara umat Islam dan Kristen sebenarnya sering terjadi pada masa-masa lalu. Pada tahun 1564, penduduk muslim mengepung dan membakar kampung-kampung Kristen; Nusanewe, kampung Leitimor dihancurkan. Pan glima Portugis yang baru, Pareira Mara- maque, den gan kekuatan besar, mengepung pasukan Mus- lim Jawa dan Hitu di Teluk Ambon. Portugis menang dan rakyat Muslim dihukum berat (Marassabesy, 2001: 13). Tradisi telahluntur secara drastis pada saat terjadi konflik antar agama yang diawali pada peristiwa tanggal 19 Januari 1999 di mana masyarakat Islam yang sedang melaksanakan sholat idul fitri diserang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, dan dieksploitir kemudian diekploitir den gan men gidentitaskan din i sebagai kelompok Nasrani. Penelitian ten tang proses terjadinya konflik an tar agama Islam dan Kristen di kota Ambon sangat menarik (interest) sekali untuk dicermati karena dapat dijadikan pelajaran di kemudian hari konflik yang akan terjadi secara dini dapat segera terdeteksi dan mendapat pen yelesaian secara cepat.
Mengantisipasi Ancaman Teror Nubika Armaidy Armawi Wahyu Suhender
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2980.812 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22337

Abstract

Berbagai aksi teror telah terjadi di Indonesia, antara lain Peledakan Gereja dan Bursa Efek Jakarta (2000), Born Bali 1 (2002), Born di Hotel JVV Marriot (2003), Kedubes Aus- tralia (2004), Born Bali 2 (2005) dan terakhir di Hotel JVV Marriot dan Ritz Carlton ( 2009). Kelompok teroris men ggunakan bahan peledak konvensional dalam aksinya, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, harta benda dan menimbulkan rasa tidak aman di masyarakat. Indonesia tidak hanya menjadi target terorisme baik yang bersifat do- mestik mau pun internasional, bahkan dijadikan tern pat perekru tan pelaku terorisme (recruiting pool). Kini ancaman teror ditujukan langsung ke Presiden RI, sebagaimana yang telah disampaikan beliau di Bandung belum lama ini, hal ini berarti ancaman terhadap negara. Oleh karena itu, pen g- amanan terhadap Presiden semakin ketat, balk saat kun- jungan didalam negeri dan luar negeri
Prospek Ketahanan Nasional Dalam Era Reformasi Dan Otonomi Daerah Budi Santoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2470.32 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22023

Abstract

Setiap bangsa dalam rangka mempertahankan eksis­tensinya untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasionalnya, perlu memiliki Ketahanan Nasional yang mampu mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan dari mana pun datangnya. Ketahanan nasional dapat dianalogkan seperti ketahanan tubuh manusia yang selalu dibina agar selalu mampu mengatasi segala serangan penyakit dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu ketahanan nasional adalah dinamis, pada suatu saat dirasakan kokoh/tangguh, tetapi pada saat lain dapat mengalami kemerosotan atau tidak tangguh. Hal ini dipengaruhi oleh tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang timbul dihadapkan kepada bagaimana kita membangun kemampuan mengatasinya.
Integrasi Nasional Dipandang Dari Sudut Ketahanan Nasional R M Sunardi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.146 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19189

Abstract

Integrasi Nasional telah menjadi topik wacana yang amat aktual akhir-akhir ini dikaitkan dengan adanya konstatasi oleh berbagai pihak bahwasanya gejala-gejala disintegrasi telah mewujud. Sesunggguhnya, apabila kita cermati benar, maka tampak bahwa sejak dahulu masalah ini pun telah menjadi perhatian dari para pendiri republik Mi. Dalam hal pemi What' bahasa daerah yang akan dijadikan bahasa nasional terlihat adanya upaya untuk meredam kemungkinan terjadinya kecemburuan dari yang minoritas kepada yang mayoritas seandainya bahasa dari suku mayoritas dijadikan bahasa nasional.Memang harus diakui bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia mengandung kekuatan dan sekaligus kelemahan yang secara-hakiki melekat pada dirinya, yaitu kebhinekaan masyarakatnya serta konstelasi geografisnya yang amat menantang bagi setiap.pemimpin bangsa untuk memelihara keutuhan dan kesatuannya. Kebhinekaan masyarakat yang ada di Indonesia lebih menantang dibandingkan dengan apa yang terdapat di Amerika Serikat, karena yang terdapat di sini adalah kebhinekaan yang heterogen dan bukannya homogen. Pada kondisi kebhinekaan yang heterogen, ada keterikatan historis dan emosional antara satu suku dengan tapak huniannya yang tidak mungkin dihapuskan atau dihilangkan. Misalnya saja pulau Bali adalah "milik" suku Bali, wilayah Aceh atau pun Irian Jaya sama pula halnya. Keterkaitan demikian ini masih diperparah lagi dengan adanya keputusan pemerintah bahwa tapak hunian yang telah menjadi "milik" itu kemudian diresmikan menjadi propinsi. Maka muncullah isu putra daerah dalam setiap pemilihan gubernur atau bupati.
Optimalisasi Implementasi Kebijakan Otonomi Khusus Dalam Mendukung Ketahanan Wilayah Di Kabupaten Aceh Utara Sumardi Sumardi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1470.366 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22699

Abstract

MoU Helsinki yang ditindaklanjuti dengan terbitnya UU No. 1112006 tentang Pemerintahan Aceh, telah membawa perubahan positif dalam kehidu pan politik, sosial, ekonomi, dan terbangunnya rasa aman dan damai di Aceh yang berpengaruh luas pada berbagai perkembangan kehidupan masyarakat. Namun berbeda apa yang terjadi di Aceh Utara, justru terjadi peningkatan jumlah masyarakat miskin. Berdasarkan pendataan BPS pada Juli 2009, jumlah angka kemiskinan di Aceh Utara tercatat mencapai 70,73%, berbeda jauh jika dibandingkan dengan kemiskinan di Aceh Utara pada tahun 2006, yaitu 51,96%. Dalam hal ini implementasi kebijakan otonomi khusus dalam mendukung ketahanan wilayah di kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh belum dilakukan secara optimal.Belum optimalnya otonomi khusus di Aceh Utara, kendala utamanya adalah masalah SDM yang belum memadai, termasuk juga masalah leadership dari kepala daerah yang seharusnnya memperioritaskan pembangunan pada sektor kesejahteraan, pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu untuk memacu Aceh Utara ke arah kemajuan di perlukan fasilitasi peningkatan kualitas aparatur, melalui berbagai pendidikan dan pelatihan, di Sam ping mempercepat proses pen yelesaian peraturan daerah (Perda) yang belum terselesaikan. Dalam hal ini penulis men yarankan kepada pemerintah khususnya Kabupaten Aceh Utara ; pertama, Otsus perlu disosialisasikan, dipahami, diawasi dan
Strategi Pertahanan Nirmiliter Dan PerguruanTinggi Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 3 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.398 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22110

Abstract

Para pendiri negara (founding father) Republik Indo-nesia mengamanat-kan dalam Pembukaan dan UUD 1945 bahwa : kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan; negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur; pemerintah negara Indonesia bertugas untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta turut melaksanakan ketertiban dunia; tiap-tiap warga negara berhak dan wajib bela negara; bumi, air, udara, dan kekayaan alam yang terkandung di dalanznya yang memenuhi hajat hidup orang banyak dikuasai negara, dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
EKONOMI INDONESIA 1998;"TAHUN KOREKSI" (A YEAR OF CORRECTION) Rizal - Ramli
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4297.071 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11662

Abstract

Krisis moneter diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu yang pendek ini. Dampak dari krisis moneter tersebut akan terus berlanjut paling tidak sepanjang tahun 1998 . akan mengalami apa yang dikenal sebagai gejala stagflasi atau penurunan pertumbuhan ekonomi yang sekaligus diikuti oleh tingkat inflasi yang tinggi. Dampak dari krisis moneter dan policy-induced recession seperti Kebijakan Uang Super Ketat dan berbagai persyaaratan IMF akan terasa dalam dua tahun yang akan datang. Penurunan pertumbuhan ekonomi, daya beli dan peningkatan kesenjangan sosial-ekonomis merupakan biaya ekonomis yang harus dibayar. Dengan pertimbangan seperti itu tahun 1998 dapat disebut sebagai "TAHUN KOREKSI" (A Year of Correction) karena diperkirakan akan terjadi berbagai koreksi pada level makro maupun mikro ekonomi selama ini.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi Di Desa Wisata Penglipuran Bali) Anak Agung Istri Andayani; Edhi Martono; Muhamad Muhamad
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.437 KB) | DOI: 10.22146/jkn.18006

Abstract

ABSTRACTThe objective of this research was to understood the process of community empowerment through the development of tourism village in Penglipuran’s Tourism Village and its implications related to the village’s socio-cultural resilience. The research had led to the finding that the process of community empowerment consisted of three stages.The stages were public awareness, giving capacity and empowerment. The form of community empowerment involving public participation starting from planning, implementation and evaluation. Problems of community empowerment relating to maintained culture and customs from modernitation influence,the attitude of society, human resources, accomodation tourist availability and promotion activities.In result, empowerment of communities through the development of tourism village in Penglipuran’s village was giving implemented in socio-cultural resilience such as strengthening and some changes in the social and cultural values and environmentABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memahami berlangsungnya proses pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata di Desa Wisata Penglipuran dan implikasinya terhadap ketahanan sosial budaya wilayah. Hasil penelitian diketahui bahwa proses pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Penglipuran berlangsung dalam tiga tahap yaitu tahap penyadaran, pengkapasitasan dan pemberian daya. Bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat melibatkan partisipasi masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapun kendala-kendala dalam pemberdayaan masyarakat berkaitan dengan usaha mempertahankan budaya dan adat istiadat dari arus modernisasi, sikap masyarakat, terbatasnya sumber daya manusia dan ketersediaan akomodasi wisata serta kurangnya kegiatan promosi.Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata memberikan implikasi terhadap ketahanan sosial budaya wilayah berupa penguatan dan beberapa perubahan pada tata nilai sosial, budaya dan lingkungan
Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Membangun Karakter Pemuda Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Pemuda (Studi Pada Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah) Pipit Widiatmaka; Agus Pramusinto; Kodiran Kodiran
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.132 KB) | DOI: 10.22146/jkn.12002

Abstract

ABSTRACTThis research discussed about the role of the Branch Leader of Ansor Youth Movement in Sukoharjo Regency in building youth character and its implications towards youth personal resilience.This research used descriptive qualitative method. There were 5 (five) data collecting techniques used, such as deep interview, observation, literature study, internet, and documentation. The data analyzing process used in this research were collecting data,  reducing data,  presenting data, and  drawing conclusion.  The result of this research showed that the role of the Branch Leader of Ansor Youth Movement in Sukoharjo Regency could build youth character, but could not be maximized because there were several obstacles, namely financial condition, the lack of the management coordination, the lack of the management activeness, position vacuity, and personal interest. The character which could be built in that organization were religious, responsible, discipline, independence, honesty, mandatory, empathy, cooperative, confidence, creativity, toughness, leadership, tolerance, and nationalism. The role of the Branch Leader of Ansor Youth Movement in Sukoharjo Regency could implicate in youth personal resilience of the young, especially in Basic Education and Training, because other activities didn’t work effectively. The implication of Basic Education and Training were that it could build several characters, such as independence, togetherness, confidence, heading towards ideology, dynamics, creativity, and toughness. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dalam membangun karkater pemuda dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi pemuda.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan 5 (lima) teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, internet, dan studi pustaka. Proses analisis data dalam penelitian ini, yaitu  pengumpulan data,  reduksi data,  penyajian data, dan  penarikan kesimpulan.Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dapat membangun karakter pemuda, namun belum bisa maksimal karena terdapat beberapa kendala, yaitu keuangan, koordinasi pengurus masih kurang, keaktifan pengurus masih kurang, terjadi kekosongan jabatan, dan kepentingan pribadi. Karakter yang dapat dibangun di organisasi tersebut, yaitu religius, tanggung jawab, disiplin, mandiri, kejujuran, amanah, peduli antar sesama, kerja sama, percaya diri, kreatif, pantang menyerah, kepemimpinan, toleransi, dan nasionalisme. Peran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo dapat berimplikasi terhadap ketahanan pribadi pemuda khususnya Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), karena kegiatan yang lain tidak berjalan dengan efektif. Implikasi dari Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) dapat membangun kepribadian yang mandiri, kebersamaan, percaya diri, berpegang teguh pada prinsip, dinamis, kreatif dan pantang menyerah.  

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue