cover
Contact Name
STT Jaffray
Contact Email
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Jaffray
ISSN : 18299474     EISSN : 24074047     DOI : -
Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dan membuka akses yang berfokus pada mempromosikan teologi dan praktik pelayanan yang dihasilkan dari teologi dasar, pendidikan Kristen dan penelitian pastoral untuk mengintegrasikan penelitian dalam semua aspek sumber daya Alkitab. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik. Review singkat yang berisi perkembangan teologi, tafsiran biblika dan pendidikan teologi yang terbaru dan mutakhir dapat dipublikasi dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 458 Documents
Pemimpin dan Media: Misi Pemimpin Membawa Injil Melalui Dunia Digital Ronda, Daniel
Jurnal Jaffray Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i2.210

Abstract

Pemimpin di dunia digital berbicara tentang kesiapan memasuki media yang baru dengan pesan yang sama yaitu membawa nilai-nilai kekekalan firman Tuhan kepada manusia. Dunia tidak bisa lagi dipisahkan antara dunia nyata dan dunia digital. Itu sebabnya seharusnya pemimpin tidak lagi menyebut dunia digital sebagai dunia maya karena itu berarti sesuatu yang tidak nyata lagi. Revolusi komunikasi seperti ini mewajibkan pemimpin untuk mengambil tindakan drastis dalam melaksanakan pelayanan gereja dan mulai memberikan perhatian dan tenaga yang serius di dunia digital.  Pelayanan di dunia digital sama nyatanya dengan pelayanan di dunia sehari-hari maka gunakan semua bentuk media untuk menyebarkan nilai-nilai kekekalan.
Pengaruh Kecanduan Game Online Siswa SMA Kelas X Terhadap Kecerdasan Sosial Sekolah Kristen Swasta Di Makassar suplig, maurice andrew
Jurnal Jaffray Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v15i2.261

Abstract

Perkembangan teknologi pada masa ini sangat berkembang pesat. Salah satu bagian dari hal ini adalah perkembangan game online yang berbasis pada internet. Perkembangan game online ini sudah menguasai banyak orang dan terutama kepada anak-anak remaja. Banyak anak-anak remaja mengalami kecanduan game online. Anak-anak ini menghabiskan banyak waktu untuk bermain game online. Karena menghabiskan waktu yang sangat banyak membuat anak-anak ini kurang bergaul dengan teman-teman di dalam dunia nyata. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah: Pertama, untuk mengetahui bagaimana game online mengakibatkan seorang pemain game online menjadi kecanduan. Kedua, untuk mengetahui apakah kecanduan game online memengaruhi kecerdasan sosial bagi pengguna game online. Ketiga, supaya siswa kelas X dan remaja pada umumnya memahami bahaya dari kecanduan game online. Keempat, menolong para pemuda remaja untuk terhindar dari masalah kecanduan game online yang berdampak negatif pada kecerdasan sosial.Technology development is very rapidly growing at the present time. One part of this is the development of online games based on the internet. The development of these online games has already gained control over many people, especially teenagers. Teenagers spend a lot of time playing online games. Social intelligence is low making these kids less sociable with friends in the real world. The purpose of this paper is: First, to find out how online games result in online game players becoming addicted. Secondly, to find out if online game addiction affects social intelligence for online gaming users. Third, so that students of class X and teenagers generally understand the dangers of online game addiction. Fourth, to help teenagers to avoid online game addiction problems that negatively impact social intelligence.
Analisis Faktor Mekanisme Kontrol Terhadap Pelecehan Rohani Dalam Gereja Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v15i1.238

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis sejauh mana faktor mekanisme kontrol terhadap pelecehan rohani terdapat dalam gereja-gereja masa kini. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan faktor mekanisme kontrol terhadap pelecehan rohani dalam gereja. Gereja-gereja yang di dalamnya terkandung pelecehan rohani secara potensial menumbuhkan bentuk ketergantungan yang tidak sehat, secara rohani dan jasmani, dengan berfokus pada tema-tema penundukan dan ketaatan kepada mereka yang memiliki otoritas.
Sudah Ramah Anakkah Gereja? Implementasi Konvensi Hak Anak Untuk Mewujudkan Gereja Ramah Anak Supartini, Tri
Jurnal Jaffray Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v15i1.233

Abstract

 Indonesia adalah salah satu negara peserta yang ikut mensahkan isi Konvensi Hak Anak (KHA), itu berarti Pemerintah Indonesia bertanggung jawab untuk melaksanakannya. Gereja sebagai lembaga keagamaan yang diakui pemerintah juga ikut memantau sekaligus pelaksana KHA. Gereja dalam pelayanan secara holistik, memberi keberpihakkan dan membela kepentingan terbaik anak yang adalah bagian dari isi KHA. Prinsip-prinsip KHA yaitu tidak membeda-bedakan anak, memberi yang terbaik bagi anak, memperhatikan hak hidup atau perkembangan anak dan menghargai pendapat anak. Gereja yang menerapkan prinsip-prinsip KHA akan dapat mewujudkan gereja yang ramah anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana implementasi prinsip-prinsip KHA dalam pendidikan Kristen untuk perwujudan gereja yang ramah anak. Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif dan data dianalisa dengan rating scale. Adapun tempat penelitian dilakukan di Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia jemaat Kendari provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian, pada prinsip-prinsip KHA yaitu tidak membeda-bedakan anak, memberi yang terbaik bagi anak dan menghargai pendapat anak telah diterapkan dengan baik. Sedangkan prinsip memerhatikan hak hidup atau perkembangan anak didapatkan hasilnya kurang baik, khususnya penerapan pemahaman tentang advokasi anak masih kurang karena belum maksimalnya pelaksanaan sosialisasi tentang KHA di dalam gereja. Disarankan khususnya pembelaan terhadap anak di dalam atau di luar gereja harus lebih dioptimalkan. Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia jemaat Kendari berada pada skala baik dalam mengimplementasi prinsip-prinsip KHA sehingga dikatakan menuju Gereja Ramah Anak (GRA).Kata kunci: Konvensi Hak Anak, pendidikan Kristen, gereja ramah anakIndonesia is one of the member states who has ratified the contents of the Convention of Children’s Rights (KHA), which means that the Indonesian government is responsible to carry it out. The church as a religious organization that is legalized by the government  also participates in the monitoring and  implementation of the KHA.  The church in holistic ministry, stand with and defends the best interests of childrenwho are part of the KHA. The principles of KHA are: not to differentiate between children, give the best for children, Churchconsider the child’s right to life or the development of the child, and respect the child’s opinion. The church that applies the principles of KHA will embody a church that is child-friendly. The aim of this research is to know how far to implement the KHA principles in Christian education for the embodiment of a child-friendly church. In this research quantitative research and data analysis with rating scales were used. As for the place of research, the research was done in Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia in Kendari South Sulawesi. The results of this research were that the KHA principles of do not differentiate between children, give the best for children and respect the child’s opinion were properly applied by the congregation. However the principles of consider the child’s right to life or the development of the child obtained an outcome that was less satisfactory, particularly the application of the understanding of child advocacy was weak because the implementation of information on the KHA within the church is not yet maximal. It is suggested especially that the defense of children in or out of the church must be more optimized. Gereja Kebangungan Kalam Allah Indonesia Kendari is on a good scale in implementing the principles of KHA so that it can be said that they are leading to child-friendly church.Key words: Convention of Children’s Rights, Christian Education, Child-Friendly
Pengutamaan Dimensi Karakter Dalam Pendidikan Agama Kristen Nuhamara, Daniel
Jurnal Jaffray Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v16i1.278

Abstract

Indonesia sedang menjalani suatu gerakan nasional “pembangunan karakter” untuk mengatasi berbagai masalah yang menghambat kesejahteraan masyarakatnya. Semua komponen bangsa dan masyarakat diharapkan memberi kontribusinya. Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai salah satu tugas gereja yang strategis dapat memberi kontribusinya yang penting bilamana dalam semua program PAK bagi semua kategori usia dan berbagai konteks (keluarga, gereja dan sekolah) dapat mengutamakan dimensi karakter. Penulis membangun argumentasi betapa dekatnya pendidikan karakter dengan PAK, bahkan merupakan bagian integral sebagaimana karakter Kristiani adalah bagian integral dari iman Kristiani. Untuk itu penulis memperjelas konsep-konsep terkait seperti prinsip, nilai, kebajikan, makna hidup, serta karakter dalam upaya membangun argumentasi di atas. Secara spesifik juga konten dari karakter Kristiani dicarikan contoh-contoh Alkitabiahnya.Indonesia is undergoing a national movement of character building to overcome various problems which hinder the welfare of its society. Every component of the nation and society is expected to give its contribution. Christian Education as one of the strategic tasks or missions of the churches is able to give its significant contribution when its educational programs endeavor to pay more attention to character dimension in its curriculum design for every age category and in all educational contexts. I also argue that character education is closely related to Christian Education even an integral part of it, as Christian character is an integral part of Christian faith. For that purpose I try to clarify some essential concepts such as principles, values, virtues, meaning of life, and Christian character as found in the Bible in order to build on the above argument. Finally, the specific content from the Christian characteristics are found in Biblical examples.
Pengaruh Low Self-Esteem Terhadap Keintiman SuamiIstri: Suatu Studi Kasus Suami Istri Simanjuntak, Julianto
Jurnal Jaffray Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i2.200

Abstract

Studi kasus konseling Kristen untuk mengetahui pengaruh  Low Self-Esteem terhadap  keintiman  suami istri pada beberapa kasus. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah: Pertama, masalah suami-istri ini tidaklah sederhana. Apalagi krisis ini telah berlangsung selama lebih 8 tahun. Namun bagaimanapun keluarga Kristen selalu memiliki hope di dalam Kristus.  Salah satu tugas penting bagi BS dan pasangannya adalah membangun self-esteem, dari low self-esteem ke self-esteem yang lebih sehat (healthy self-esteem). Kedua, BS dan istrinya perlu belajar untuk lebih terbuka satu dengan lainnya. Selama pengalaman konseling dengan keluarga ini, saya memperhatikan hanya istrinya yang terbuka. BS sangat tertutup, dan segan mengungkapkan isi hatinya. Dalam hal ini BS memang masih memerlukan bantuan, terutama dari pasangannya,  untuk lebih dapat terbuka.  Ketiga, alangkah baiknya jika mereka terus mengikuti bimbingan dalam marriage enrichment. Gereja seharusnya menciptakan atau mengkondisikan gereja sebagai the healing community; salah satu wujudnya adalah dengan menciptakan kelompok kecil yang teraupetik bagi keluarga-keluarga yang ada dalam jemaat tersebut. 
Hubungan Motivasi Belajar Ekstrinsik Terhadap Hasil Belajar Psikomotorik Pada Mata Pelajaran Agama Kristen Kelas V Di SD Zion Makassar Sahiu, Sifra; Wijaya, Hengki
Jurnal Jaffray Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v15i2.262

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan motivasi dengan imitasi memperoleh skor 79,34% dalam kategori setuju menunjukkan bahwa peserta didik bukan hanya menjadi pendengar saja melainkan melakukan atau meniru setiap pelajaran yang diajarkan yang berhubungan dengan gerakan. Kedua, Hubungan motivasi dengan manipulasi memperoleh skor 80,29% dalam kategori setuju menunjukkan bahwa peserta didik mampu untuk menggunakan konsep dalam melakukan kegiatan seperti meneladani tokoh Alkitab. Ketiga, hubungan motivasi dengan presisi mempeoleh skor 83,42% dalam kategori setuju menunjukkan bahwa peserta didik tidak sekadar mengikuti apa yang dikatakan oleh gurunya tetapi mempertimbangkannya yang dapat diterima secara logikanya. Keempat, hubungan motivasi dengan artikulasi memperoleh skor 76,75% dalam kategori ragu-ragu menunjukkan bahwa peserta didik masih ragu-ragu dalam merangkai segala sesuatu menjadi suatu hal yang berkesinambungan. Kelima, hubungan motivasi dengan naturalisasi memperoleh skor 83,95% dalam kategori setuju menunjukkan bahwa peserta didik mampu melakukan segala tugas sekolahnya dengan mandiri dan berusaha sendiri. Kesimpulannya adalah keterkaitan motivasi dan hasil belajar psikmotorik merupakan hal yang sangat penting dalam mengembangkan keaktifan anak didik dalam belajar atau melakukan setiap kegiatan sehingga mencapai hasil yang lebih baik.The results of this study about the relationship of motivation with imitation that received a score of 79.34% on the Rating scale, indicate that learners not only are listeners but rather doers or imitaters of any lessons taught related to the kinesthetic movement. Second, the relationship of motivation with manipulation that received a score of 80.29% on the Rating scale, shows that learners are able to use concepts in doing activities such as emulating a biblical character. Third, the relationship between motivation and precision that received a score of 83.42% on the Rating scale, demonstrates that learners do not simply follow what the teacher says, but consider it logically acceptable. Fourth, the relationship of motivation with articulation that recieved a score of 76.75% on the Rating scale, suggests that learners are still hesitant in assembling all that they have learned into something that is continuous and consistant. Fifth, the relationship of motivation with naturalization  that obtained a score of 83.95% on the Rating scale, reveals that learners are able to do all their schoolwork independently by their own efforts. The conclusion is that the relationship of motivation and the effects of  psychomotor learning is very important in developing activity in students while learning or doing each activity so as to achieve better learning results.
Ulasan Buku Pelecehan Rohani Dalam Gereja Dea Anggriani Pondaag
Jurnal Jaffray Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v16i2.315

Abstract

Jeff Van Vonderen mempopulerkan istilah pelecehan rohani. Latar belakang sejarah praktik ini ditelusuri hingga ke gerakan penggembalaan yang bermula di Amerika. Gerakan ini ditandai oelh tingkat penyalahgunaan ekstrem dan eksploitas luar biasa terhadap karunia roh. Akhirnya lahirlah “nabi” yang tidak kompeten dalam mempertahankan kesucian pribadi mereka.
Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbasis Media Sosial Hengki Wijaya; Arismunandar Arismunandar
Jurnal Jaffray Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v16i2.302

Abstract

Ide tulisan ini adalah dimulai dari permasalahan pembelajaran di kelas yang masih terlihat hanya satu arah melalui metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi dalam kelompok. Sementara generasi saat ini adalah generasi heutagogy di mana generasi ini telah diperhadapkan pada suatu keadaan yang berubah dengan cepat karena informasi teknologi yang sangat maju dalam hitungan menitnya. Tujuan dan target yang ingin dicapai adalah mewujudkan suatu pembelajaran yang berbasis media sosial yaitu suatu model pembelajaran yang memenuhi kebutuhan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penulis mengembangkan model pembelajaran kooperatif STAD berbasis media sosial pada mata kuliah Teologi dan Informasi Teknologi untuk meningkatkan keterampilan kolaboratif mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan model (Research and Development) dengan lima langkah pembelajaran kooperatif STAD berbasis media sosial dengan dampak instruksional dan dampak pengiring di dalam modelnya. Luaran yang diperoleh adalah sebuah model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan dan keterampilan mahasiswa secara kolaboratif dan holistik melalui penggunaan media sosial.The idea of this writing is to begin with the problem of learning in the classroom that is still seen only in one direction through the lecture method, question and answer, and discussion in groups. While the current generation is a heutagogy generation where this generation has been confronted with a situation that is changing rapidly due to highly advanced technological information in minutes. The goals and targets to be achieved are realizing a social media-based learning that is a learning model that meets the needs of students to be actively involved in learning. Therefore, the authors developed STAD-based social media cooperative learning models in the Theology and Information Technology courses to enhance students’ collaborative skills. The method used is a model development method (Research and Development) with five steps of STAD-based social media cooperative learning with instructional impact and accompanying impact in the model. The results obtained are a learning model that can increase student involvement and skills collaboratively and holistically through the use of social media.
Perdebatan Ilmiah dan Non-ilmiah Tentang Mitos “Monyet Ke-Seratus” Poli, WIM
Jurnal Jaffray Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v6i2.101

Abstract

Tulisan ini membahas fenomena Monyet Ke-Seratus sebagai hasil penelitian di Jepang, sekalipun penelitian ini tidak menyatakan tentang Monyet Ke-Seratus namun perdebatan yang berkembang dan beberapa tanggapan yang terus bergulir terhadap penelitian monyet akhirnya istilah ini muncul.Melalui penelusuran fakta yang ada dan desas-sesus yang berkembang akhirnya penulis mengetahui bahwa kebenaran yang sesungguhnya dapat dibuktikan dengan benar, sekalipun fakta dikemas dengan publikasi supernatural dan adanya kecenderungan untuk mempertahankan pola pikir lama di dalamnya.Menurut teori Kuhn,generasi tua sukar berubah ke paradigma baru, karena pola pikir dan perilakunya yang sudah berakar dalam paradigma lama. Sebaliknya, generasi muda lebih cepat beralih ke paradigma baru, karena pola pikir dan perilakunya belumberakar dalam pada paradigma lama. Perubahan ke perilaku baru ini terjadi secara wajar, bukan karena adanya kekuatan supernatural seperti yang dibayangkan Watson dan Keyes.

Filter by Year

2003 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): October 2023 Vol 21, No 1 (2023): April 2023 Vol 20, No 2 (2022): October 2022 Vol 20, No 1 (2022): April 2022 Vol 19, No 2 (2021): October 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020 Vol 18, No 2 (2020): October 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Jaffray Volume 17, no. 1 April 2019 Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13, No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Vol 10, No 1 (2012): Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Vol 9, No 1 (2011): Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010 Vol 8, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): April 2010 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 More Issue