cover
Contact Name
STT Jaffray
Contact Email
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Jaffray
ISSN : 18299474     EISSN : 24074047     DOI : -
Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dan membuka akses yang berfokus pada mempromosikan teologi dan praktik pelayanan yang dihasilkan dari teologi dasar, pendidikan Kristen dan penelitian pastoral untuk mengintegrasikan penelitian dalam semua aspek sumber daya Alkitab. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik. Review singkat yang berisi perkembangan teologi, tafsiran biblika dan pendidikan teologi yang terbaru dan mutakhir dapat dipublikasi dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 458 Documents
Warisan Budaya Orang Selayar (Menggugat Eksistensi Atas Nama Identitas) Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Jaffray Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v4i1.130

Abstract

Masyarakat dan kebudayaannya, merupakan dua sisi dari satu kenyataan sosial kehidupanmanusia yang tidak dapat dipisahkan secara dikotomis. Demikian pula tradisi sebagai salah satuwujud kebudayaan, merupakan penciri suatu masyarakat atau komunitas sehingga hal-hal yangberhubungan dengan satu kebiasaan selalu dihubungkan dengan etnis tertentu. Meskipundemikian, pengaruh modernisasi dalam berbagai aspek kehidupan dengan ragam suguhansebagai tuntutan zaman, secara gradual memperkeruh otentitas budaya lokal hingga mengikisnyasecara perlahan. Karena itu, jika tidak ada upaya ke arah pengenalan atas warisan budayasendiri, maka dapat dipastikan generasi masa depan akan kehilangaan identitas dan kebanggaankulturalnya. Pada saat yang sama, sistem sosial sebagai bagian integral dari kebudayaan akankehilangan roh atau berkembang tanpa pijakan yang jelas.
Visi Seorang Hamba Tuhan Petronella Tuhumury
Jurnal Jaffray Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v2i1.150

Abstract

Ada orang berkata: "Orang Kristen yang paling rugi adalah orang Kristenyang hidup dan melayani tanpa Visi. Tetapi yang lebih rugi lagi ialah seorangpemimpin Kristen yang melayani tanpa memiliki Visi Ilahi y angjelas". Hal ini penting sekali, sebab seorang pemimpin Kristen yang melayani tanpa Visi yang jelas, akan banyak menghabiskan waktu dan energi tanpa hasil yang maksimal. Dan yang paling berbahaya, adalah sang pemimpin akan sangat merugikan semua yang dipimpinnya. Pelayanan dan kegiatan mereka tanpa tujuan, tanpa sasaran, tidak ada pencapaian maksimal, sebal-r tujuan dan sasaran yang jelas mengalir dari Visi yang jelas. Inspirasi dan kinerjayang konsisten memang mengalir dari Visi.
Naturalisasi Perbudakan Sebagai Suatu Keadilan Weismann, Ivan Th.J
Jurnal Jaffray Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v1i1.166

Abstract

Suatu perdebatan yang berpusat pada sampai di mana kaum eliteitu mampu memaksakan pandangan mereka sendiri tentang suatutatanan sosial yang adil, tidak hanya terhad ap perilaku kaum yang bukanelite, tetapi juga terhadap kesadaran mereka, oleh James C. Scott mencobamembuktikannya dalam karyanya yang berjud ul Senjatanya Ornng-orangyang Kalah. Scott mengatakan bahwa adanya suatu kelompok tertentuyang diperas, dan selanjutnya pemerasan itu terjadi dalam hubungandi mana kekuatan menindas yang digunakan kaum elite dan/atau netaraitu menjadikan satu-satunya perilaku yang dapat diamati dari kelompokyang diperas itu ialah sikap menerima tanpa dapat menyatakan ras tidakpuas secara terbuka. Sikap menerima saja dari kelompok yangdieksploitasi itu, karena adanya suatu ideologi keagamaan atau sosialyang bersifat hegemonik, dalam kenyatan menerima situasinya itusebagai bagian yang wajar dan bahkan dibenarkan dalam tatanan sosialitu. Penjelasan kepasifan ini sekurang-kurangnya mengasumsikanditerimanya secara fatalistik tatanan sosial itu dan mungkin pula bahkanikut secara aktif baik dalam apa yang dikatakan kaum Marxis"mistifikasi" atau "kesadaran palsu". Secara khas hal ini didasarkanpada asumsi bahwa kaum elite mendominasi tidak hanya alat produksifisik, akan tetapi juga alat produksi simbolik, dan bahwa hegemonisimbolis ini memberi kesempatan kepada kaum elite untukmengendalikan standar-standar yang akan digunakan untuk menilaipemerintahan mereka.
Ciri Khas Seorang Gembala Berdasarkan Perspektif 1 Petrus 5:1-4 Calvin Sholla Rupa'
Jurnal Jaffray Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i2.198

Abstract

Yesus memberikan teladan bagaimana menjadi seorang gembala yang baik di mana gembala yang baik adalah gembala yang merawat atau memelihara kawanan domba dengan sepenuh hati bahkan rela mengorbankan nyawanya demi domba-dombanya (Yohanes 10:11). Tugas penggembalaan adalah tugas yang dipercayakan oleh Allah untuk dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dan ketetapan dari Allah sendiri. Dalam 1 Petrus 5:1-4, dijelaskan tentang ciri khas dari gembala sidang yang membedakannya dengan pemimpin pada umumnya.  Ciri khas tersebut harus menjiwai pelayanan seorang gembala sidang dalam melaksanakan tugas penggembalaan.  Seorang gembala sidang harus melayani dengan sukarela, pengabdian diri, rendah hati dan mampu menjadi teladan yang baik.Jesus gives us a good example of how to become a good pastor in that a good pastor is a pastor who watches out for and takes care of his flock with his whole heart even willing to lay down his life for his sheep (John 10:11). The job of pastoring is a job that has been entrusted by God to be done in accordance with His instructions and statutes alone. In 1 Peter 5:1-4, there is an explanation about the characteristics of a lead pastor that differentiate him from other leaders in general. These characteristics must animate the ministry of a lead pastor in the carrying out of his pastoral duties. A lead pastor must serve voluntarily, with self-devotion and humility, and be able to be a good example. 
Rasisme Irab, Yenita
Jurnal Jaffray Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v5i1.126

Abstract

Berdasarkan penguraian yang telah dikemukakan, penulis menyimpulkan beberapa hal terkaitdengan paham rasisme sebagai berikut:1. paham ini berkembang seiring dengan adanya perubahan-perubahan dalam sejarahperkembangan masyarakat dunia.yang selalu berputar dari satu keadaan menuju tingkatankeh idupan selanjutnYa.2. paham rasisme bukan sebuah penemuan baru dalam disiplin ilmu sosialkarena paham inisebenarnya sudah ada sejak peradaban Yunani kuno, diturunkan dari generasi ke generasimelalui mitos dan teori-teori yang sama sekalitidak terbukti kebenarannya.3. Beberapa faktor yang mendorong berkembangnya paham rasisme antara lain mitos-mitosdan cara berpikir yang mengagungkan rasionalitas, teori evolusi yang dikemukakan olehCharles Robert Darwin, kolonialisme bangsa Eropa, serta dorongan untuk menguasai materidan memperoleh kekuasaan.4. Dampak yang ditimbulkan akibat rasisme dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi ras yangdiuntungkan dan ras yang dirugikan. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh oleh ras yangberkuasa sifatnya dominan sedangkan pada ras yang didiskriminasi menimbulkan kerugtanyang sangat fatal baik darr segi mental maupun fisik'5. paham rasisme mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, sifatnya negatif dan dampaknyasangat merugikan kelompok masyarakat tertentu. Paham ini tidak seharusnyadikembangkan dalar masyarakat dunia yang heterogen karena tujuannya mementingkansalah satu pihak dan merugikan pihak lainnya.
Peranan Paduan Suara Gereja Dalam Memperkukuh Spiritualitas Dan Memberi Konstribusi Bagi Ibadah Jemaat Rohani Siahaan
Jurnal Jaffray Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v3i1.143

Abstract

Paduan suara salah satu unsur musik gereja dan merupakan musik vokal, kehaclirannya cli dalam ibadah bukan hanya semata-mata untuk mempersembahkan tagu puji-pujian. lebih dari itu, paduan suara sesungguhnya mempunyai fungsi prime,t yaitu menolong jemaat menyanyi dan menolong  jemaat juga untuk memahami fungsi setiap nyanyian pada setiap rumpun tata ibadah.
Masalah Kejahatan dan Pemeliharaan Allah Kongguasa, Herny
Jurnal Jaffray Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v2i2.161

Abstract

Hidup ini tidak lepas dari kejahatan dan penderitaan. Berita-berita yang diterimasetiap hari (baik dari radio, televisi, koran, majalah, dll.), selalu berbicara mengenai hal ini. Alkitab juga berbicara mengenai problema kejahatan dan penderitaan. Kitab Ayrbmencatatat dengan jelas realita problema ini. Dalam kitab Ayub, adanya realita kejahatandan penderitaan menjadi pokok diskusi dari Ayub, istrinya dan teman-temannya. Dalam kitab Ayub, dapat terlihat bahwa topik mengenai kejahatan dan penderitaan merupakantopik mendasar dari kitab ini.
Understanding Of Wisdom In The Book Of Daniel Peniel C.D. Maiaweng
Jurnal Jaffray Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v14i1.192

Abstract

Daniel, Hananiah, Misael, and Azariah were young Jewish people who had been taken to Babylon in captivity. They truly obeyed God in their daily life and did not defile themselves with the king’s food and wine. God honored their decision so He gave them wisdom, that is intellectual ability (knowledge and understanding of all kinds of literature and learning and understanding visions and dreams of all kinds). Their response to the wisdom from God was having a good life style, submitting to God, and carrying burdens. To continue the wisdom from God, they lived in unity, depended on God and had God’s spirit in them. In doing their job, they spoke with wisdom and tact and worked honestly. In working with the king, they made a courageous decision not to worship the image of god and not to follow the king’s command. In the king’s palace, Daniel did not think for himself only, but had a burden to pray for Jerusalem, represent his nation before God, and fast for the future. 
Metode Pastoral Bagi Anak Sekolah Minggu Jermia Djadi
Jurnal Jaffray Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v5i1.120

Abstract

Pastoral atau penggembalaan adalah suatu pelayanan yang dilakukan oleh gembala jemaat  untuk memimpin anggota jemaat secara pribadi, memberi makanan rohani melalui pengajaran firman Tuhan, menjaga, memelihara, membimbing, mencari dan mengunjungi mereka satu per satu serta menolong mereka agar bertumbuh dalam iman menuju kedewasaan rohani di dalamKristus. Pastoral bukan saja untuk anggota jemaat dewasa dan pemuda, tetapi juga bagi anak-anak sekolah Minggu. Hal ini sangat penting karena orang dewasa adalah gereja hari ini, pemuda adalah gereja hari esok, sedangkan anak-anak adalah gereja masa depan. Untuk menggembalakan anak-anaksekolah minggu diperlukan guru-guru sekolah minggu yang terampil, yang berperan sebagai gembala-gembala bagi anak-anaksekolah Minggu. Dari segi pastoral, guru-guru sekolah minggu dapat disebut "gembala" anak-anak sekolah minggu. Mereka memiliki tugas dan tanggug jawab yang sangat penting untuk membantu gembala jemaat dalam membina dan mengembangkan gereja masa depan melalui anak-anak sekolah Minggu
Konflik Dalam Pernikahan Maidiantius Tanyid
Jurnal Jaffray Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v3i1.137

Abstract

Untuk mengatasi konflik pernikahan bukanlah suatu masalah yang mudah,jika kedua pasangan masih dikendalikan oleh keegoisan dan tidak mau melangkahmaju, serta berusaha untuk memperbaiki konflik tersebut. tetapi konflik akan selesai jika pasangan suqmi isteri mau mengadopsi prinsip saling menerima dan saling memberi.Keahlian di bidang pendidikan Agama Kriste

Filter by Year

2003 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): October 2023 Vol 21, No 1 (2023): April 2023 Vol 20, No 2 (2022): October 2022 Vol 20, No 1 (2022): April 2022 Vol 19, No 2 (2021): October 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020 Vol 18, No 2 (2020): October 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Jaffray Volume 17, no. 1 April 2019 Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13, No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Vol 10, No 1 (2012): Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Vol 9, No 1 (2011): Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010 Vol 8, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): April 2010 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 More Issue