cover
Contact Name
STT Jaffray
Contact Email
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
sttjaffraymakassar@yahoo.co.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Jaffray
ISSN : 18299474     EISSN : 24074047     DOI : -
Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dan membuka akses yang berfokus pada mempromosikan teologi dan praktik pelayanan yang dihasilkan dari teologi dasar, pendidikan Kristen dan penelitian pastoral untuk mengintegrasikan penelitian dalam semua aspek sumber daya Alkitab. Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik. Review singkat yang berisi perkembangan teologi, tafsiran biblika dan pendidikan teologi yang terbaru dan mutakhir dapat dipublikasi dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 458 Documents
Mengapa Allah Memakai Dwight Lyman Moody? Kisah Hidup Seorang Pelayan Sekolah Minggu Hengki Wijaya
Jurnal Jaffray Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v10i2.52

Abstract

Dalam pemeliharaan Allah yang kekal dan berdaulat, Allah telahmemilih untuk memakai orang-orang biasa, yang diberi kuasa RohKudus yang luar biasa, sebagai sarana utama yang melaluinya Diamenyebarkan kebenaran firman-Nya. Melalui perjalanan hidup DwightLyman Moody, penulis mengajak pembaca untuk mempelajari kuncikeberhasilan pelayanan dan kehidupan rumah tangga bersama anakanaknyayang dapat berjalan seimbang ditengah-tengah kesibukanmelayani Tuhan.Seorang pelayan Sekolah Minggu yang terus mengundang orangberdosa untuk datang kepada Kristus sampai akhir hidupnya adalahsesuatu yang menarik untuk diketahui bagaimana falsafah pelayanannyayang menyebabkan Allah memakai D.L. Moody dengan sangat luar biasa.Untuk hal tersebut maka penulis menuliskan suatu riwayat hidup D.L.Moody, seorang pelayan Sekolah Minggu.
Book Review: Gift & Giver: The Holy Spirit for Today John Paul Lathrop
Jurnal Jaffray Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v15i2.245

Abstract

Dr. Craig Keener has established himself as a highly respected New Testament scholar. Over the years he has written a number of very significant commentaries including works on the gospels of Matthew and John, and the book of Acts. His highly acclaimed IVP Bible Background Commentary: New Testament is one of his best known works. In addition, he has produced books devoted to specific biblical topics such as miracles, women in marriage and ministry, and divorce and remarriage. He is not one to shy away from controversial subjects. In this present volume Keener writes about the Holy Spirit including the sometimes controversial charismatic aspects of His ministry. Gift & Giver was first published in theUnited States in 2001. More recently it has been translated into Indonesian and published inIndonesia.
Peran Pembina Remaja Bagi Perkembangan Perilaku Remaja Di Gereja Kemah Injil Indonesia Tanjung Selor Kalimantan Utara Jonathan Matheus; Elisabet Selfina
Jurnal Jaffray Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v13i1.3

Abstract

Tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menemukan sejauh mana peranan seorang pembina remaja bagi perkembangan perilaku remaja.Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis ialah mengadakan kajian pustaka dengan mengumpulkan data melalui buku-buku dan internet, mengadakan observasi langsung di lapangan dan wawancara kepada objek kajian yaitu para pembina remaja beserta orangtua dan gembala serta pekerja setempat.Adapun kesimpulan karya ilmiah ini adalah peranan seorang pembina remaja dalam perkembangan perilaku remaja yaitu sebagai konselor, sebagai pemimpin yang memiliki visi, sebagai pemimpin rohani, sebagai sahabat, dan sebagai pendoa syafaat. Dengan demikian pembina remaja dapat menghasilkan: Pertama, remaja yang memiliki kualitas pengetahuan firman Tuhan yang baik dan benar sehingga remaja dapat menjalani kehidupan masa remajanya tanpa adanya perubahan perilaku yang menuju pada arah yang negatif. Kedua, dapat dijadikan sebagai acuan yang baik bagi pembina remaja selanjutnya dan dapat mendorong orang tua melakukan hal yang sama pada remaja saat berada dirumah. Ketiga, dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak remaja saat mengalami perilaku yang berbeda dan mereka tahu pada siapa dapat mencurahkan masalah yang sedang dihadapinya.Kata Kunci: Peran, Pembina Remaja, Perilaku RemajaThe aim of this article is to explore the extent to which the role of a teen mentor impacts the development of youth behavior.  This work uses qualitative methods.  The author uses a data collection technique, conducting a literature review through gatheringdata from books and the internet, direct field observations, and interviews with research subjects that are all teen mentors, including parents, pastors and local workers. The conclusion of this article is that the role of a youth mentor in the flourishing of adolescent behavior is as a counselor, visionary leader, spiritual leader, friend, and intercessor.  Thus a teen mentor can yield several outcomes: First, teens who possess a good and correct knowledge of the God’s Word, so that they are able to live their teen years without a change in behavior that inclines toward the negative.  Second, a good example for future youth mentors and encouragement for parents to do the same while the teens are in the home.  Third, foster a teen’s self-confidence when they experience different behaviors, as the teen knows they have someone with whom they can share the problems which they are facing.Keywords:  role, teen mentor, teen behavior
Tinjauan Teologis Tentang Mimpi Berdasarkan Kitab Kejadian 37:11 dan Relevansinya dalam Kehidupan Orang Percaya Masa Kini Fini Ardila
Jurnal Jaffray Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v12i1.33

Abstract

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, untuk memberikanpemahaman teologis tentang mimpi berdasarkan kitab Kejadian 37:1-11. Kedua, untukmenjelaskan relevansi mimpi bagi kehidupan orang percaya masa kini.Dalam penulisan karya ilmiah ini metode penelitian yang digunakan antaralain adalah: Pertama, metode penulisan Hermeneutik. Kedua, eksegesis. Ketiga,metode kepustakaan. Keempat, metode analisis data dalam karya ilmiah inimenggunakan metode interpretasi. Hal ini didasarkan pada analisis kitab denganmenggunakan pendekatan hermeneutik eksegesis pada kitab Kejadian 37:1-11.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah tentang tinjuan teologistentang mimpi berdasarkan kitab Kejadian 37:1-11 maka penulis menarik kesimpulansebagai berikut: Pertama, mimpi adalah alat penyataan Allah, di mana dalampenglihatan itu Allah menyampaikan informasi, memberikan petunjuk dan memimpinumat-Nya kepada jalan yang Allah kehendaki. Kedua, Allah berkomunikasi kepadamanusia bukan hanya kepada orang-orang dalam Perjanjian Lama tetapi zamansekarang pun Allah masih menggunakan mimpi sebagai sarana untuk berkomunikasikepada manusia untuk memperingati dan menyampaikan maksud Allah kepadamanusia. Ketiga, Allah berbicara kepada manusia dalam mimpi, sehingga manusialebih mengenal bahwa Allah berdaulat memberikan informasi tentang masa depanseseorang. Keempat, melalui penglihatan, Allah memberikan peringatan-peringatankepada manusia. Memperingati orang-orang tertentu yang hidupnya tidak berkenankepada Allah, sehingga orang tersebut bertobat. Kelima, Allah bisa menyampaikanmaksudnya kepada manusia bisa bersifat pribadi dan bersifat universal. Keenam,Mimpi dapat digunakan oleh Allah untuk menyatakan visi bagi orang-orang tertentudengan memberikan suatu penglihatan akan masa depannya.
Cracking The Code Of Easter Or, Understanding Why The Date Of Easter “Hops” All Over The Calendars Of March And April Steven L. Ware
Jurnal Jaffray Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v13i2.176

Abstract

Why is it that in most years, but not every year, Western Christians--both Catholic and Protestant--celebrate Easter at least one week before Eastern (Orthodox) Christians?  Furthermore, since the Bible portrays the resurrection of Jesus as occurring on the Sunday morning directly after Passover, why is it that in many years both Eastern and Western Christians celebrate Easter more than a week after Passover, or even before Passover?  The major key to understanding the cycle of annual dates for Passover, Orthodox Easter, and Western Easter is the Metonic Cycle, and how it was shaped and applied in three different historical contexts.  This article seeks to explore the historical genesis of the Metonic Cycle and how it was applied to each of these festivals to yield the results we see today. Kenapa kebanyakan tahun, walaupan bukan setiap tahun, Gereja-gereja barat, yaitu gereja Katolik dan gereja Protestan, merayakan Paskah paling sedikit satu minggu sebelum Paskah Kristen Timur (gereja Ortodoks)?  Selanjutnya, karena Alkitab menjelaskan kebangkitan Yesus ditentukan pada pagi hari Minggu langsung setelah Paskah Yahudi, mengapa terkadang orang-orang Kristen Timur dan orang-orang Kristen Barat merayakan Paskah lebih dari satu minggu sesudah Paskah Yahudi, ataupun sebelumnya?  Kunci yang paling penting untuk mengerti putaran tanggal ini antara Paskah Yahudi, Paskah gereja Ortodoks, dan Paskah gereja Barat adalah Putaran Metonik, dan bagaimana Putaran ini dibentukan dan diterapkan dalam ketiga konteks historis.  Artikel ini mau menyelidiki permulaian Putaran Metonik ini dan bagaimana Putaran ini diterapkan pada setiap festival ini sampai apa yang kita lihat hari ini. 
Kepemimpinan Yesus Kristus Menurut Injil Sinoptik Dan Relevansinya Terhadap Kepemimpinan Rohani Masa Kini Jermia Djadi; Yoseph Christian Thomassoyan
Jurnal Jaffray Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v9i1.91

Abstract

Adapun yang menjadi tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut: Pertama, untukmemperoleh pengertian yang benar mengenai kepemimpinan rohani berdasarkan petunjukAlkitab. Kedua, untuk menyelidiki dan mengungkapkan prinsip – prinsip kepemimpinanYesus berdasarkan Injil Sinopsis dan bagaimana relevansinya bagi kepemimpinan rohanimasa kini.Metode yang penulis gunakan untuk mengumpulkan dan memperoleh data adalahstudi kepustakaan (library research) yaitu penelitian terhadap buku – buku yangmendukung dan yang berkaitan dengan materi – materi yang dibahas dalam karya ini.Penelitian ini juga bersifat eksigesis yaitu menafsirkan suatu bagian Alkitab yangmenjadi bahan penulisan karya ilmiah ini.Seorang pemimpin rohani harus mencontoh dan meneladani kehidupan danketeladanan Tuhan semasa hidup dan pelayanan-Nya. Setiap pengajaran-pengajaranyang diberikan kepada setiap orang yang mendengar, haruslah dapat merubah hiduporang yang mendengarkan berita keselamatan itu dan menjadikan mereka ciptaan baruseperti yang Tuhan Yesus ajarkan. Dalam bidang organisasi gereja, haruslah terdapatpembaruan, terutama dalam sikap dan perilaku seorang pemimpin kepada bawahan.Tuhan Yesus adalah Allah dan Tuhan, rela untuk melayani sebagai seorang hamba agardapat menyelamatkan seluruh umat manusia.
Pengaruh Pelayanan Pemuda Berbasis Kontekstual Terhadap Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia di Kota Samarinda Robi Panggarra; Leonard Sumule
Jurnal Jaffray Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v17i1.325

Abstract

The problem with churches today is the reduced interest of young people in the church activities. The church needs to evaluate the youth ministry that have been doing, so the church be able to see the effectiveness of each activity they did to reach young people. The purpose of this research is to find out the influence of youth-based contextual services to the growth of Gereja Kemah Injil Indonesia in Samarinda City. To achieve this, the author uses the method of multiple linear analysis to see the effect of contextual youth services on church growth. After conducting research, it was found that there was a significant influence between contextual youth services on the growth of the quantity of the Gereja Kemah Injil Indonesia in Samarinda City. Contextual based youth ministry is an answer that needs to be considered so the church can provide services that are relevant to the lives of modern young people who live in their particular culture. On other side, contextual based youth ministry to help church services be effective for reaching the millennial generation.
Kepenuhan Roh Kudus Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v4i1.131

Abstract

Pribadi Roh Kudus adalah pribadi yang tidak kalah pentingnya dalam doktrin Kristen. Roh kudus adalah Allah sendiri. Tetapi penerapan ajaran tentang Roh Kudus menimbulkan kontroversi di dalam gereja-gereja. Topik-topik yang kontroversial itu antara lain baptisan Roh Kudus serta tanda yang mengiring baptisan roh.Akhirnya, memakai bahasa Roh perlu berhati-hati agar tidak memanipulasi secara psikologis orang lain. Firman Tuhan mengingatkan, “sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah Firman Tuhan, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untukmengutarakan firman Ilahi. Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang membuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman Tuhan, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman Tuhan” (Yer. 23:31-32). Hal ini menjadi awasan bagi setiap orang yang menyatakan diri menerima karunia bahasa Roh, nubuat, penglihatan, dan karunia ajaib lainnya.
Teori Individuasi Carl Gustav Jung Ivan Th.J Weismann
Jurnal Jaffray Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v7i2.24

Abstract

Masyarakat pada masa kini adalah masyarakat yang telah beralih dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Masyarakat modern punya ciri khas tersendiri begitu pula dengan masyarakat pasca modern. C. G. Jung membahas tentang masyarakat yang berindividuasi. Apakah masyarakat yang berindividuasi itu adalah termasuk dalam salah satu ciri dari masyarakat modern.Individu yang mampu mengatasi persoalan masyarakat moderen ialah individu yang mencapai tahap-tahap proses individuasi ini atau yang disebut pula sebagai individu yang berindividuasi.
Historicity of The Resurrection: A Theological Approach of Evidence of The Resurrection of Christ In The New Testament Made Astika
Jurnal Jaffray Vol 10, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v10i1.58

Abstract

Jesus is the resurrection and the life. He'll never wear grave clothesagain. When he appeared to his disciples after the resurrection, heappeared not in a shroud of death, but walking in endless life.The Lord Jesus is the Son of God who became man. He is very Godand very man. He was crucified, he died and was buried, and he wasraised from the dead on the third day according to the Scriptures.The proofs of resurrection can be found both in the Scripture andalso in the history. Historically, the empty tomb and Jesus appearancesto His disciples and many of His followers are clear proving that theresurrection of Chris is real. Biblically, it was the main preaching andteaching of the apostles. Beside that Jesus Himself prophesied andteaches about His resurrection.These three great facts--the resurrection appearances, the emptytomb, and the origin of the Christian faith--all point unavoidably to oneconclusion: The resurrection of Jesus. Today the rational man can hardlybe blamed if he believes that on that first Easter morning a divine miracleoccurred. Further fact is, if no resurrection, there will no church, therewill no Christianity. Because of Jesus resurrection, the believers haveassurance future life. Because He lives, there is hope for the future; thereis certain hope for the salvation of the believers.

Filter by Year

2003 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): October 2023 Vol 21, No 1 (2023): April 2023 Vol 20, No 2 (2022): October 2022 Vol 20, No 1 (2022): April 2022 Vol 19, No 2 (2021): October 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Jaffray 18, no. 1 April 2020 Vol 18, No 2 (2020): October 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 1 (2019): Jurnal Jaffray Volume 17, no. 1 April 2019 Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No. 2 Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Jaffray Volume 15, No.1 April 2017 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016) Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 1, April 2016 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13, No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 2 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 2 Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 1 (2015): Jurnal Jaffray Volume 13 No. 1 April 2015 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 2 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 1 (2014): Jurnal Jaffray Volume 12 No. 1 April 2014 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 1 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 1 April 2013 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 2 Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 10, No 2 (2012): Vol 10, No 1 (2012): Vol 9, No 2 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 2 Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 Vol 9, No 2 (2011): Vol 9, No 1 (2011): Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 2 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 2 Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): Jurnal Jaffray Volume 8 No. 1 April 2010 Vol 8, No 2 (2010): Oktober 2010 Vol 8, No 1 (2010): April 2010 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 1 April 2009 Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009 Vol 7, No 1 (2009): April 2009 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Jurnal Jaffray Volume 6, No. 2, Oktober 2008 Vol 6, No 2 (2008): Oktober 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Jaffray Volume 5, No. 1 Desember 2007 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 4, No 1 (2006): Jurnal Jaffray Volume 4, No. 1, Juni 2006 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Jaffray Volume 3, No. 1, Juni 2005 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 1 Juni 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Jaffray Volume 1, No. 1, Juni 2003 More Issue