cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Potensia
ISSN : -     EISSN : 24425605     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL POTENSIA, Jurnal Kependidikan Islam adalah jurnal yang terbit dwi tahunan yaitu Juni dan Desember. Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kependidikan Islam yang asli dan belum pernah dipublikasikan pada media manapun. Artikel dapat dikirimkan melalui email: idjurnalpotensia@gmail.com
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
NIZHAMIYAH: SIMBOL REFORMASI PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA PERTENGAHAN Yusra, Nelly
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nizamiyah, menurut sebagian besar ahli sejarah merupakan madrasah tertua dan pertama didirikan dalam perkembangan sejarah pendidikan Islam. Madrasah ini didirikan oleh Nizam al-Mulk, seorang perdana menteri pada masa pemerintahan Bani Saljuk yang sangat concern terhadap dunia pendidikan. Keberadaan Nizhamiyah dalam perkembangan pendidikan Islam dilatarbelakangi oleh multi motivasi, seperti motivasi pendidikan, agama, ekonomi, dan motivasi politik. Dengan dewan gurunya yang bermadzhab Syafii, Madrasah Nizhamiyah dipandang sebagai perwujudan kejayaan gerakan teologis dogmatic yang bergandengan dengan madzhab Sunni untuk mengimbangi dominasi dan perkembangan paham Mu’tazilah dan dominasi Syi’ah. Sehingga trade markmata kajian yang ditempuh bercorak pemahaman Syafi’iyyah dan Asy’ariyyahserta fiqh oriented. Namun demikian, Nizhamiyah tetap dipandang sebagai lembaga terpenting dan menjadi model(prototype) dalam sejarah pendidikan Islam, yakni sebagailembaga pendidikan Islam yang pertama sekali didirikan di duniaIslam Timur di mana bangunan dan orientasi lembagapendidikan ini menjadi a function of state dalam skala luas   
PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI KARAKTER DALAM UPAYA PENGEMBANGAN KEARIFAN LOKAL BUDAYA MELAYU RIAU ROHANI, KUSNADI,
Potensia Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta dan tuntutan bahwa pembelajaran IPS-Geografi sesungguhnya sarat dengan nilai karakter yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 berkarakter. Kenyataannya untuk mengembangkan nilai dan karakter tidak mudah. Terlebih harus menekankan perlunya kearifan lokal budaya Melayu Riau sesuai dengan konsep geosfernya. Untuk menjawab problem tersebut, maka dilakukan penelitian di SMA Negeri 01, 03, 04, 05, 10, dan 12 dengan responden sebanyak 6 orang guru geografi. Sedangkan populasi sebanyak 1011 orang dan sampel diambil sebesar 35% (354 siswa). Pengambilan sampel berdasarkan peringkat kelulusan ujian nasional sekolah bersangkutan (kategori sekolah peringkat tinggi, sedang dan rendah). Pengambilan data meklalui angket, observasi dan wawancara dengan teknik analisis deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan skor keseluruhan dari masing-masing indikator diketahui berada pada skor : 77,404 % yang artinya bahwa pengembangan nilai karakter sudah dilakukan dalam kategiori baik. Demikian juga diketahui pernyataan siswa atas upaya guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter atas budaya berada pada level baik, ditunjukkan dengan skor : 71,66493 %
REINFORCEMENT POSISITIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI KOTA PEKANBARU RIAU ZALYANA, ZALYANA
Potensia Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the importance of giving positive reinforcement in the learning of the Arabic language to students in the learning process in the classroom. This is due to the low motivation of students in learning of the Arabic language, therefore teachers have need to provide motivation in the form of reinforcement whether verbal or non-verbal. This research was conducted to know the form of positive reinforcement of what has been conducted by teachers of Arabic language at State Islamic Junior High School in the learning process in the classroom. To answer the question above the authors conducted interviews with the six teachers of Arabic language in three State Islamic Junior High School Pekanbaru. After the data is collected and analyzed by qualitative descriptive method with the percentage was found the results that teachers of Arabic language using varied reinforcement meaning that sometimes they are using verbal forms such as word ahsanta, jayyid, jayyid jiddan,; and sometimes in the form of non-verbal, such as; giving the smile, applause, and thumbs up. It turns out that giving these reinforcement have an effect to activity of students in learning Arabic
FILSAFAT PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DAN REALITASSOSIAL PESPEKTIF AL-QURAN Rusdi, Rusdi
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran diturunkan dengan berbahasa Arab, agar manusia mempelajarainya untuk kepentingan hidup bermasyarakat dan bersosial. Realitas bahasa sebagai simbol-simbol makna, kata “ makna “ pada dasarnya merupakan masalah yang senantiasa hadir dalam lingkungan setiap manusia, yang memungkinkan seorang manusia untuk dapat menyimpan seluruh konsep dalam pikirannya dalam bentuk simbol-simbol, sehingga membantunya dalam mewujudkan perkembangan yang signifikan dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Ada tiga pilar penting dalam kerangka keilmuan menurut tinjauan filsafat yang tidak dapat ditinggalkan yaitu ontologi, asas penetapan ruang lingkup serta asas penafsiran akan hakikat pokok objek pengetahuan, epistemologi, merupakan asas metodologi pemerolehan dan penyusunan bangunan pengetahuan, dan aksiologi, merupakan asas tujuan dan pemanfaatan pengetahuan
KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DALAM ISLAM KASMIATI, KASMIATI
Potensia Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhlak adalah prilaku manusia yang sesuai dengan nilai-nilai Islami yang mengandung nilai kebaikan. Akhlak dan islam selalu siiring dan sejalan. Ketika berbicara akhlak bearti kita berbiacara islam. Akhlak dan islam tiadak dapat dipisahkan dengan Islam, ibarat garam dengan rasa asin, mana yang agarm dan amana rsa asin kita dapat memisahkannya. Begitulah keterkaiatan akhlak dengan Islam.Islam sangat memperhatikan terhadap akhlak dan pendidikannya. Karena akhlak tidak dapat dipisahkan dengan Islam itu sendiri. Bahkan misi utama ajaran Islam adalah membentuk manusia berakhlak. Ini dapat kita lihat tugas utama kerasulan Nabi Muhammad adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Di samping itu juga kualitas iman seseorang dapat dilihat indikatornya dari prilaku akhlak seseorang tersebut.Manusia sudah punya potensi-potensi untuk berakhlak, dan prilaku akhlak tidak akan terjadi secara spontan tanpa usaha manusia tersebut. Karena kaau prilaku akhlak dapat muncul secara spontan, pasti semua manusia berprikalu akhlak yang baik.Karena pentinya akhlak dalam bagi kita seorang muslim, untuk penulis ingin membahas dalam tulisan ini tentang bagaiman konsep pendidikan akhlak dalam Islam, bagaimana keterkaitan akhlak dengan pendidikan tersebut. dan bagai mana metode pendidikan atau pembentukan akhlak dalam Islam
INTERKONEKSI PEMBELAJARAN ALJABAR LINEAR ELEMENTER DENGAN ISLAM DAN MANFAAT SERTA APLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN KURNIATI, ANNISAH
Potensia Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumbangan terbesar ilmuwan muslim dalam matematika adalah mengenai Aljabar. Ilmu Aljabar dicetuskan oleh matematikawan muslim “Al-Khawaritzmi” yang hidup dalam lingkungan agama Islam yang kuat. Ajaran Islam, secara inheren menuntut ketrampilan matematika tingkat tinggi. Ini didapat dari belajar Aljabar Linear Elementer (ALE), yang perlu melibatkan potensi intelektual, emosional, dan spiritual secara bersamaan. Oleh karena itu Ajaran Islam dengan ALE memiliki korelasi yang besar. Dalam kehidupan, ALE memiliki peranan yang besar dalam melihat pola masalah dan mencari jalan keluarnya. Hal ini karena Aljabar Linear Elementer perlu dipelajari dengan aql dan qalb secara bersamaan. Qalb saja memang dapat mempelajari ALE, tetapi kadang tidak dapat memberikan penjelasan yang logis dan rasional. Begitu juga dalam pemecahan masalah keseharian, terkadang kita harus memainkan imajinasi kita untuk berangan-angan mencari berbagai sulusi yang tepat dan efisien
PROGRAM QUALITY CONTROL MENUJU SEKOLAH ISLAM LAYANAN UNGGUL (STUDI KASUS SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU KOTA PEKANBARU) Zaitun, Zaitun
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality Control di sekolah diperlukan untuk melakukan tindakan perbaikan terus menerus terhadap peserta didik, pendidik, intrumental pembelajaran, kurikulum dan faktor-faktor penggerak pendidikan termasuk manajemen sekolah. Sehingga menghasilkanout put yang sesuai dengan harapan yakni sesuai dengan visi, misi, tujuan sekolah yang diukur.Melalui penggunanaan Quality Control ini, maka sekolah akan terkontrol kualitasnya dengan baik dan mempunyai standar mutu yang jelas
DILEMA PENDIDIKAN ISLAM PADA SEKOLAH ELITE MUSLIM ANTARA KOMERSIAL DAN MARGINALITAS ARIFIN, ZUHAIRANSYAH
Potensia Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemunculan sekolah elite muslim merupakan salah satu refleksi atas kelangkaan ulama, pemimpin dan ilmuan. Suatu masalah yang banyak dibicarakan masyarakat Indonesia, terutama karena kelangkaan ulama senior, bahkan hampir tidak ditemukannya ulama setingkat para wali, merupakan salah-satu aspek pentingnya melahirkan generasi yang beriman dan takwa serta berilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu dibutuhkan sekolah-sekolah unggul berupa sekolah elite muslim dan sekolah Islam terpadu yang memungkinkan terpenuhinya cita-cita dan harapan umat Islam menjadi panutan yang berkelas dunia. Menjamurnya sekolah elite muslim tidak serta merta memiliki dampak positif yang baik, karena di sisi lain kemunculan sekolah-sekolah ini menjadi buah bibir masyarakat, bahkan meragukan keberadaan sekolah tersebut sebagai lembaga pendidikan yang mampu mewadahi umat Islam menjadi pioner-pioner pendidik di masa depan. Keraguan itu muncul tatkala adanya anggapan bahwa sekolah-sekolah elite muslim ini hanya diperuntukkan untuk masyarakat menengah ke atas. Sementara masyarakat dengan ekonomi rendah, tidak dimungkinkan menempuh jalur pendidikan di lembaga ini, karena biaya masuk yang cukup mahal. Kenyataan ini pada akhirnya menunjukkan bahwa dalam dunia pendidikan di sekolah-sekolah elite muslim menjadi sebuah dilema intern umat Islam, bahkan menjamurnya lembaga-lembaga tersebut sedikit demi sedikit mulai mengacu kepada praktek-praktek ekonomi, yang identik dengan komersial dan marginalitas
PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Hartono, Hartono
Potensia Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pendidik dan peserta didik dalam filsafat pendidikan Islam. Dalam Islam pendidik dapat diklasifikasikan menjadi tiga pendidik, yaitu Allah SWT., sebagai pendidik pertama, nabi Muhammad SAW. sebagai pendidik kedua, dan orangtua sebagai pendidik yang ketiga. Guru adalah pendidik profesional yang memiliki tanggungjawab profesi terhadap pekerjaannya. Peserta didik adalah manusia yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, yang memerlukan bantuan dari orang lain (orang dewasa) untuk menjalani pertumbuhan dan perkembangannya. Pesrta didik terlahir dengan membawa fitrah, yang berisi potensi-potensi, antara lain potensi beragama, mawahib (bakat), naluri dan kewahyuan (revilation)
PENTINGNYA PENDIDIKAN AKIDAH UNTUK MENUNJANG REALISASI KURIKULUM 2013 SUSIBA, SUSIBA
Potensia Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Potensia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak pandangan yang mengatakan bahwa pendidikan di Indonesia telah gagal dalam membentuk karakter anak bangsa. Kurikulum 2013 memberikan solusi untuk mengatasi kegagalan tersebut, dengan meletakkan kemampuan afektif (akhlak) sebagai dasar dari kemampuan kognitif dan psikomotor. Untuk menunjang pencapaian tujuan tersebut, diperlukan suatu pendidikan yang mengarahkan siswa memiliki perilaku terpuji dalam kehidupannnya sehari-hari. Pedidikan akidah merupakan salah satu solusi dalam merealisasikan tujuan dari kurikulum 2013 tersebut, karena setiap tindakan seseorang dipengaruhi dan dikendalikan oleh akidah yang dimilikinya. Akidah yang kokoh tentu akan melahirkan akhlak yang mulia. Dengan demikian pendidikan akidah harus dikemas sedemikian rupa, sehigga diharapkan dapat menunjang pencapaian tujuan kurikulum 2013

Page 2 of 19 | Total Record : 186