Articles
INTERKONEKSI PEMBELAJARAN ALJABAR LINEAR ELEMENTER DENGAN ISLAM DAN MANFAAT SERTA APLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN
KURNIATI, ANNISAH
Potensia Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Potensia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu sumbangan terbesar ilmuwan muslim dalam matematika adalah mengenai Aljabar. Ilmu Aljabar dicetuskan oleh matematikawan muslim âAl-Khawaritzmiâ yang hidup dalam lingkungan agama Islam yang kuat. Ajaran Islam, secara inheren menuntut ketrampilan matematika tingkat tinggi. Ini didapat dari belajar Aljabar Linear Elementer (ALE), yang perlu melibatkan potensi intelektual, emosional, dan spiritual secara bersamaan. Oleh karena itu Ajaran Islam dengan ALE memiliki korelasi yang besar. Dalam kehidupan, ALE memiliki peranan yang besar dalam melihat pola masalah dan mencari jalan keluarnya. Hal ini karena Aljabar Linear Elementer perlu dipelajari dengan aql dan qalb secara bersamaan. Qalb saja memang dapat mempelajari ALE, tetapi kadang tidak dapat memberikan penjelasan yang logis dan rasional. Begitu juga dalam pemecahan masalah keseharian, terkadang kita harus memainkan imajinasi kita untuk berangan-angan mencari berbagai sulusi yang tepat dan efisien
PENGEMBANGAN BUKU KEAJAIBAN ANGKA DALAM ALQUR’AN DILENGKAPI MEDIA KARTU ANGKA
Annisah Kurniati;
Hayatun Nufus
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 6 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.942 KB)
|
DOI: 10.24252/mapan.2018v6n2a4
Abstrak:Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan buku keajaiban angka dalam Alqur’an yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap analisis muka-belakang (front-end analysis), tahap prototipe (prototype) dan tahap penilaian (assessment). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket, dan dokumentasi. Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari angket. Instrumen pengumpulan data berupa angket uji validitas dan angket uji praktikalitas. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa buku keajaiban angka dalam Alqur’an valid dan praktis untuk digunakan.Abstract:The research aims to produce a valid and practical book of miracle of numbers in the holy Qur'an. The research method used was a developmental research consisting of three stages, namely, front-end analysis, prototype, and assessment stage. Data collection was conducted through the observation, questionnaire, and documentation. The types of data taken in this research were the primary data; it was the data that were directly obtained from the questionnaire. Data collection instruments were in the forms of validity test questionnaire and practicality test questionnaire. The data obtained were then analyzed by using descriptive analysis techniques. The research findings showed that the book of the miracle of numbers in the holy Qur'an is valid and practical to use.
MENGENALKAN MATEMATIKA TERINTEGRASI ISLAM KEPADA ANAK SEJAK DINI
annisah kurniati
Suska Journal of mathematics Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v1i1.1326
Matematika perlu diperkenalkan dan diajarkan kepada anak sejak dini. Matematika sebaiknya diperkenalkan dan diajarkan kepada anak dengan cara-cara yang menarik dan dengan memadukan dan menyelaraskan materi matematika dengan nilai keislaman. Memadukan matematika dengan nilai keislaman akan terbentuk bangsa yang tangguh, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pembelajaran matematika sangat penting untuk membentuk pribadi yang berkualitas. Jika dapat mengintegrasikan Islam dari setiap konsep matematika tentunya akan lebih mudah mengembangkannya dalam setiap proses pembelajaran. Banyak cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengajarkan matematika terintegrasi Islam kepada anak. Hal yang terpenting adalah setiap pembelajaran hendaknya memberi manfaat kepada anak.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Berdasarkan Self Efficacy Siswa Mts Al-Muttaqin Pekanbaru
Annisah Kurniati;
Diny Marliny;
Depriwana Rahmi
Suska Journal of mathematics Education Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v7i1.12893
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa MTs Al-Muttaqin Pekanbaru yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan belajar menggunakan pembelajaran langsung, apakah terdapat kontribusi self efficacy terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa MTs Al-Muttaqin Pekanbaru, dan apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan self efficacy. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dan desain yang digunakan adalah Posttest only control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII putri MTs Al-Muttaqin Pekanbaru tahun ajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.B sebagai kelas kontrol dan kelas VII.C sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan siswa, soal posttest kemampuan pemahaman konsep matematis, angket self efficacy, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji-t, Pearson Product Moment dan anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran treffinger dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung, 2) Terdapat kontribusi self efficacy sebesar 4,9027% yang artinya self efficacy memiliki kontribusi yang lemah, dan 3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Treffinger dengan self efficacy terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Kelompok Buzz terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa
Annisah Kurniati;
Ramon Muhandaz;
Fajar Alam Hamzah
Suska Journal of mathematics Education Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v3i2.3525
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematika antara siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran kelompok buzz dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental Design. Desain yang digunakan adalah Pretest-Postest Control Group Design. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan rata-rata menggunakan uji t pada a=0,05 diperoleh thitung = 2,22 dan ttabel = 2,00 sehingga thitung< ttabel tidak terpenuhi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematika antara siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran kelompok buzz dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional.Kata kunci: Pembelajaran Matematika, Metode Pembelajaran Kelompok Buzz, Komunikasi Matematika
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Adversity Quotient (AQ) Siswa SMA
Depriwana Rahmi;
Muhammad Alde Putra;
Annisah Kurniati
Suska Journal of mathematics Education Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/sjme.v7i2.13306
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimiliki siswa berdasarkan Adversity Quotient (AQ) pada materi barisan dan deret. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa kelas XI MIPA 4 SMAN 5 Pekanbaru yang dipilih menggunakan purposive sampling. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitiian ini terdiri dari angket Adversity Quotient, soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis, dan pedoman wawancara. Pengolahan dan analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yang terdiri dari 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase rata-rata kelompok siswa dengan Adversity Qutient tinggi sebesar 75,69% pada kategori baik, kelompok siswa dengan Adversity Qutient sedang memiliki persentase rata-rata sebesar 66,66% pada kategori cukup, kelompok siswa dengan Adversity Qutient rendah memiliki persentase rata-rata sebesar 55,21% pada kategori kurang
Pengembangan LKS Matematika Berbasis Pendekatan Problem Based Learning
Vinny Mularahmawati;
Annisah Kurniati;
Depriwana Rahmi;
Arnida Sari
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1264.7 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v4i3.13676
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan Problem Based Learning (PBL) pada materi aritmatika sosial yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri di Rengat pada tahun ajaran 2020/2021. Subjek penelitian adalah para ahli teknologi pendidikan dan ahli materi pembelajaran yang berasal dari dosen dan guru, serta siswa kelas VII SMP Negeri di Rengat sebagai kelompok kecil. Instrumen pengumpulan data berupa angket dan soal tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Berdasarkan uji validitas, LKS berbasis pendekatan PBL dinyatakan sangat valid dengan tingkat kevalidan 88,45%. Berdasarkan uji praktikalitas, LKS berbasis pendekatan PBL dinyatakan sangat praktis dengan tingkat kepraktisan kelompok kecil 90,18%. Dengan demikian hasil peneltian ini dapat digunakan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada materi aritmatika sosial di kelas.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Problem Solving untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Madrasah Tsanawiyah
Hadinurdina Hadinurdina;
Annisah Kurniati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.234 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v1i3.5398
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan baik dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari hari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa lembar kerja siswa yang valid dan praktis, serta dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini dilakukan di MTsN Terantang Kec. Tambang Kab. Kampar. Subjek penelitian adalah dosen dan guru sebagai validator serta siswa kelas VII MTsN Terantang. Objek penelitian adalah lembar kerja siswa berbasis Problem Solving. Instrumen yang digunakan berupa lembar uji validitas, angket uji praktikalitas dan posttest. Lembar uji validitas bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, angket uji praktikalitas untuk mengetahui tingkat kepraktisan dan posttest untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Lembar kerja siswa yang dihasilkan telah teruji dengan tingkat kevalidan 83,82% (sangat valid), tingkat kepraktisan 85,22 % (sangat praktis) dan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa 80,20% (tinggi). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan layak dan praktis, serta dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa
Annisah Kurniati;
Nurul Jannah;
Depi Fitraini
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (406.189 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v4i1.11334
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung jika berdasarkan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dangan desain yang digunakan adalah Two-Group Posttest Only. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAN 1 Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling. Sedangkan sampel dalam penelitian ini sebagai kelas eksperimen yaitu XI MIA 3 dan sebagai kelas kontrol XI MIA 4. Teknik pengumpulan data dan instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes berupa soal posttest kemampuan pemahaman konsep matematis, angket yang dirancang berdasarkan indikator kemandirian belajar matematika, dan observasi berupa lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji-t. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan rata-rata pemahaman konsep matematis antara siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments dengan siswa yang menggunakan pembelajaran langsung berdasarkan kemandirian belajar di MAN 1 Pekanbaru. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung = 2,4841 lebih kecil ttabel dibandingkan thitung pada taraf signifikan 5% adalah 2,4841 > 2,36 atau thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung berdasarkan kemandirian belajar siswa
Pengaruh Penerapan Model Learning Cycle 7E terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis ditinjau berdasarkan Kemandirian Belajar Siswa SMPN 31 Pekanbaru
Hayatun Nufus;
Cut Wira;
Annisah Kurniati
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.168 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v2i3.7730
Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar dengan model learning cycle 7e dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional, 2) untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang dan rendah, 3) untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara model learning cycle 7e dan kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini merupakan quasi experiment dan desain yang digunakan adalah the non equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 31 Pekanbaru yang terdiri dari 3 kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan sampel kelas VII.1 dan VII.2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, angket, dan obeservasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah soal post-test kemampuan pemecahan masalah matematis, angket kemandirian belajar dan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t dan anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data di dapat kesimpulan bahwa: 1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan model learning cycle 7e dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional di SMPN 31 Pekanbaru, 2) tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang dan rendah 3) tidak terdapat terdapat interaksi antara model learning cycle 7e dan kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.