Articles
186 Documents
BELAJAR DALAM PERSPEKTIF ISLAM KAITANNYA DENGAN PSIKOLOGI BELAJAR
SAKILAH SAKILAH
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i1.1242
Belajar merupakan kunci yang paling urgen dalam setiap usaha pendidikan. Tanpa belajar pendidikan tidak akan pernah terwujud sebagai suatu proses, di mana dengan proses itu sebuah tingkah laku muncul dan selalu diperbaiki melalui serangkaian reaksi terhadap situasi dan rangsangan yang ada. Oleh karena itu belajar sangat penting dalam perkembangan manusia, dengan belajar manusia menjadi lebih dewasa dan lebih sempurna. Selain itu belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku manusia yang relative menetap sebagai pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kematangan fisik. Konsep belajar dalam Islam bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan rasional saja, tetapi harus meliputi seluruh kebutuhan jasmani dan rohani secara seimbang, tidak melihat unsur-unsur psikologinya secara dikotomis. Konsep inilah yang sebenarnya melahirkan fikir dan dzikir menjadi satu arah, dan menempatkan manusia sesuai dengan harkat dan martabat manusia, baik sebagai individu, sosial ataupun makhluk spiritual Sedangkan proses belajar mengajar dalam islam telah terjadi sejak diciptakannya Adam dan diturunkannya ia ke muka bumi. Dalam perspektif agama Islam belajar merupakan kewajiban bagi setiap individu yang beriman untuk memperoleh ilmu pengetahuan sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kehidupan kehidupan manusi. Metode belajar dalam konsep islam itu dengan peniruan, pengalaman praktis (trial and error) dan berfikir
PENDIDIKAN MADRASAH DAN PROSPEKNYA DALAM PENDIDIKAN NASIONAL
NURHASNAWATI NURHASNAWATI
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i1.1243
Perkembangan madrasah sebagai lembaga pendidikan modern tidak lepas dari kontribusi pemerintah melalui Departemen Agama dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mengadospsi pendidikan madrasah dalam Sistem Pendidikan Nasional, sehingga legalitas yurdisnya menjadi kuat untuk mendapatkan perlakuan yang sama seperti sekolah umum dalam meraih kemajuan dalam melaksanakan semua aspek kependidikannya. Modernisasi pendidikan madrasah saat ini dapat dilihat pada kemajuan berbagai komponen pendidikannya, seperti; infra struktur madrasah yang semakin elegan, fasilitas dan media pembelajaran yang berbasis IT, tenaga pendidik yang profesional, dan sumber belajar yang relevan dengan kemajuan ilmu pengetahuan terkini, bahkan lahirnya beberapa madrasah unggulan yang bertarap nasional
KOMITE SEKOLAH DI ANTARA CITA DAN REALITA
ZULKIFLI ZULKIFLI
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i1.1244
Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Semua manusia normal mengakui bahwa tanpa pendidikan manusia tidak pernah maju dan sampai pada kesempornaan. Apalagi Islam yang merupakan agama yang sangat mementingkan pendidikan, maka wajar kalau pendidikan mesti diberikan dari awal penciptaan manusia sampai berakhirnya kehidupan seorang anak manusia. Dalam pelaksanaan pendidikan itu tidak bisa dilaksanakan sendiri, tapi perlu ada lembaga pendidikan yang mewadahi proses pendidikan itu baik lembaga pendidikan swasta maupun negeri. Dalam menjalankan proses pendidikan tersebut, juga tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak adanya kerjasama antara semua pihak. Dalam hal ini, pihak-pihak yang terkait saling membantu sama sama lain dan punya tugas dan peran masing-masing seperti kepala sekolah, majlis guru, komite sekolah, dan masyarakat. Komite sekolah dalam hal ini, sangat penting untuk memberikan kontribusi yang positif kepada sekolah-sekolah yang ada di Indonesia, namun kenyataannya, secara umum, keberadaan Komite Sekolah belum memberikan kontribusi yang signifikan, terindikasi bahwa komite sekolah hanya sebagai lambang dan untuk menanda tangani proposal dalm meminta bantuan kepada pihak-pihak tertentu, baik pihak pemerintah maupun swasta. Oleh sebab itu penulis ingin mengungkapkan tentang komite sekolah di antara cita dan realita.
SAYYID AHMAD KHAN REFORMIS PENDIDIKAN ISLAM DI INDIA
AKMAL AKMAL
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i1.1239
Bangsa Arab sudah ada berkomunikasi dengan masyarakat India melalui perdagangan lewat jalan sutra. Salah satu hasil adalah terkenal dengan pedang yang disepuh secara Hind. Penguasa Islam yang pertama adalah Muhammad Ibnu Qasim, Muhammad Ghazni hingga kaisar Mongol. Islam mulai memudar di India setelah masuk pengaruh bangsa Inggris yang berkejasama dengan masyarakat India. Islam mundur di India karena mereka tidak mau menerima hal yang terbaru termasuk pada dunia pendidikan. Menurut Sayyid Ahmad Khan umat Islam bangkit harus ada pembaharuan di bidang pendidikan dan berkerjasama dengan bangsa yang non Islam. Untuk memajukan umat Islam satu-satunya jalan adalah melalui pendidikan. Melalui pendidikan akan lahirlah para intelektual Islam. Ilmu pengetahuan dapat memaju kemajuan dan melahirkan kebudayaan modern Selain itu Sayyid Ahmad Khan mengatakan; perselisihan antara agama di dalam ajaran agama Islam dilarang
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AL-GHAZALI
ALWIZAR ALWIZAR
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i1.1245
Al-Ghazali is great Islamic expert who masters the several disiplines. He does not only master the Islamic knowledge, but also the philosophy and finally be chooses Tasawuf and Mystic. According to Philip K. Hitti, Al-Ghazali is one of the significant persons in Islamic history and Muslim communities. His capability in expressing the ideas is know original, critacal and communacative. Ignaz Golgziher acknowledged that Al-Ghazali has given the big effect and impact in the historicity of Islamic thought and the religiosity of Muslim who is know as an Islamic encyclopedia and master almost the entire of knowledge of the different disiplines. In Education, Al-Ghazali also has analyzed the various aspects of education, such as: the role, purpose, curriculum, method of education and teachers and students ethics. Al-Ghazali‟s educational thought still gives many inspiration toward the educational thought in the world, Islam and Muslims of Sunni.
FILSAFAT PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DAN REALITAS SOSIAL PESPEKTIF AL-QUR`AN
RUSDI RUSDI
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i1.1240
Al-Quran diturunkan dengan berbahasa Arab, agar manusia mempelajarainya untuk kepentingan hidup bermasyarakat dan bersosial. Realitas bahasa sebagai simbol-simbol makna, kata “ makna “ pada dasarnya merupakan masalah yang senantiasa hadir dalam lingkungan setiap manusia, yang memungkinkan seorang manusia untuk dapat menyimpan seluruh konsep dalam pikirannya dalam bentuk simbol-simbol, sehingga membantunya dalam mewujudkan perkembangan yang signifikan dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Ada tiga pilar penting dalam kerangka keilmuan menurut tinjauan filsafat yang tidak dapat ditinggalkan yaitu ontologi, asas penetapan ruang lingkup serta asas penafsiran akan hakikat pokok objek pengetahuan, epistemologi, merupakan asas metodologi pemerolehan dan penyusunan bangunan pengetahuan, dan aksiologi, merupakan asas tujuan dan pemanfaatan pengetahuan.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENERAPAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Emilia Susanti dan Dicki Hartanto Emilia Susanti dan Dicki Hartanto
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i1.1246
The class action research can be defined as a type of scientific study or activity and method done by teacher/researcher in class by using actions to increase process and result of the study. Scientific is something that have scientific character and method of thinking paths, objective, rational, systematic based on fact to find, prove, develop and evaluate a knowledge. The action research is a network of stages (cycle) which consists of planning, action, observation and reflection that continuosly yields new cycle until the class action research is stopped. Professional competences stated that teacher task as profession covers educating, teaching, and training. Teaching meaned continues and develops life values. Teaching means to continue and develop science and technology. While training means developing skills of student. Professional teacher will be able to create changes in the quality of a real basic education. Then the change would hardly depend on to what is learning do and teacher thought of about education. Pedaegogic competence is the ability to manage study of educative participant. If it is related to strategy to teach, an instructor has philosophic confidence about teaching paying attention to reasoning of knowledge and experience, situation of personality and environmental as purpose of study entangling student and teacher.
OTONOMI PENDIDIKAN
HARTONO HARTONO
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i1.1241
Tulisan ini bertujuan membahas plus minusnya pelaksanaan otonomi pendidikan di lembaga pendidikan serta realisasi kegiatan dimaksud. Otonomi pendidikan dimaksudkan sebagai pemberian sebagian wewenang dalam pengelolaan pendidikan kepada daerah, tanpa mengabaikan wewenang Pusat dan standarisasi nasional. Nilai lebih dari otonomi pendidikan dapat dilihat dari kemandirian SDM yang ada di daerah dalam mengelola pendidikan, dan masyarakat daerah dapat merasa memiliki hasil pembangunan pendidikan di daerahnya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat. Efek negatif yang mungkin menjadi nilai minus bagi pelaksanaan otonomi pendidikan adalh memungkinkan terjadinya arogansi daerah, yang disebabkan oleh perbedaan mencolok antar berbagai daerah yang ada.Realisasi otonomi pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari manajemen berbasis sekolah, di mana pengambilan keputusan yang semula berada di Pusat/Kanwil/Kandep ke level sekolah dan pendidikan berbasis masyarakat, di mana masyarakat sebagai elemen sosial diberdayakan melalui peran serta mereka dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan dengan membentuk komite sekolah.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Idris Harun
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i2.1449
This research aims to describe the use of information and communication technologies in the learning of Islamic Education. Information and communication technology is electronic equipment consisting of hardware and software as well as all activities related to the processing, manipulation, management, and transfer of information antarmedia. Information and communication technology serves to produce quality information and communicative communication. This technology includes communications systems such as computers, televisions, video, and internet. This technology serves as a medium, and learning resources. The use of this technology in the learning of Islamic education will be able to facilitate the achievement of learning objectives and provide the learning motivation to learners so that they will be used to learn independently in search of information about the learning materials through the medium of information and communication technology.
ORIENTALIS DAN PERANANNYA DALAM MEMPELAJARI BAHASA ARAB
AGUSTIAR, AGUSTIAR AGUSTIAR
Potensia Vol 14, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Potensia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Orientalisme is a knowledge about easterners which is important to we know. Because beside positive values consisting in it also there are negative values. That negative values represent noxious poison in effort paralyse Islam with understanding able to be groggy of clan belief in God of muslimin to al-Quran, Rasul, apocalypse and others.Clan of orientalis in general consist of people of Nasrani and Jew having hand in glove with Christian missionary mission and also colonist. They investigate and collect science coming eastward with various target and motiv which they wish. Even among all orientalis in its importance study Arab language there is with aim to be negative that is for the destroy of association of Islam, but there is also with aim to be positive that is devoted xself solely for science by bearing its masterpieces in Arab language area and its literature.A lot of easting books written by clan of orientalis particularly about Islam concerning with problem of Alquran, Al-Hadist , Tarekh and Culture of Islam, Islam law and others. To investigate science above, Arab language is as especial bridge for them. The language of Arab which in advance they study to disclose the sciences to Europe language like Latin language, English, French, Germany , Dutch and others.Their ability study Arab language, making they ready to translate into their language and also write books in Arab language.