Articles
186 Documents
HUBUNGAN ANTARA SPIRITUAL QUOTIENT MAHASISWA DENGAN HASIL BELAJAR STRATEGI PEMBELAJARAN KIMIA YANG TERINTEGRASI DENGAN NILAI-NILAI ISLAM
Miterianifa Miterianifa
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v1i2.1450
This study aims to determine whether there is a relationship student Spiritual Quotient (X) with learning outcomes of chemistry learning strategy subjectsthat integrates with Islamic values (Y). This study used survey method with correlation analysis technique. This study is a populationstudy with total subjects of 29 responden.Data collection techniques by using questionnaires for spiritual variable quotient (X), and the test methods to collect data for variable of learning outcomes chemistry learning strategy that integrates with Islamic values (Y). The research data were analyzed using product moment correlation analysis techniques to test the hypothesis. The hypothesis testing showed that there is a positive correlation between student spiritual quotient with learning outcomes of chemistry learning strategy subjects that integrates with Islamic values, as indicated by the correlation coefficient between Xvariables and Y (rh = 0.77), both with a significance level 5% = 0.374, and a significance level of 1% = 0,478. So the analysis mentioned r0 greater than rt so the hypothesesare accepted and significant. Based on the results of the study, expected to be material information and input for Study Program of Chemical Education and Faculty of Education and Teacher Training, in particular for the Chairman of the Study Program, lecturers and students in order to always improve spiritualquotient potential students.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN FIRE-UP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
MITERIANIFA, MELIAZA, MITERIANIFA, MELIZA MITERIANIFA, MELIZA
Potensia Vol 14, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Potensia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini adalah penelitian kuasieksperimen, yang dilatarbelakangi oleh hasil belajar kimia siswa yang rendah. Untuk itu peneliti menerapkan strategi pembelajaran FIRE-UP. Strategi pembelajaran FIRE-UP ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan larutan asam dan basa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan strategi pembelajaran FIRE-UP dan kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol dengan metode ceramah. Teknik pengumpulan datadalam penelitian ini menggunakan tes, dokumentasi, dan observasi. Dalam penelitian ini, pertemuan dilaksanakan sebanyak enam kali, yaitu lima kali pertemuan dengan menggunakan strategi pembelajaran FIRE-UP dan satu pertemuan untuk postes. Untuk melihat peningkatan hasil belajar kimia siswa dilakukan uji t-test. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung 5, 40 dan pada taraf signifikan 5% diperoleh ttabel 1,67, maka thitung> ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diambil kesimpulan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan larutan asam dan basa dengan penerapan strategi pembelajaran FIRE-UP kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Dimana peningkatan hasil belajar siswa dengan gain ternormalisasi didapat 0,79 dengan kategori tinggi pada kelas eksperimen, sedangkan pada kelas kontrol didapat gain ternormalisasi sebesar 0,56 pada kategori sedang.
KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
ARYANI, NINI ARYANI
Potensia Vol 14, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Potensia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan Islam adalah proses yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik dan yang mengangkat derajat kemanusiaannya sesuai dengan kemampuan dasar (fitrah) dan kemampuan ajarnya (pengaruh dari luar). Pendidikan yang benar adalah yang memberikan kesempatan kepada keterbukaan terhadap pengaruh dari dunia luar dan perkembangan dari dalam diri anak didik. Dengan demikian barulah fitrah itu diberi hak untukmembentuk pribadi anak dan dalam waktu bersamaan faktor dari luar akan mendidik dan mengarahkan kemampuan dasar anak. Oleh karena itu pendidikan secara operasional mengandung dua aspek, yaitu aspek menjaga atau memperbaiki dan aspek menumbuhkan atau membina. Dalam konsep dasar pendidikan anak usia dini menekankan untuk mengoptimalkan perkembangan anak dan memenuhi karakteristik anak yang merupakan individu yang unik, yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda, maka perlu dilakukan usaha yaitu dengan memberikan rangsangan-rangsangan, dorongan-dorongan dan dukungan kepada anak. Sehubungan dengan itu maka konsep pendidikan anak usia dini dapat mencakup bidang pembentukan sikap dan pengembangan kemampuan dasar yang keseluruhannya berguna untuk mewujudkan manusia yang sempurna yang mampu berdiri sendiri, bertanggung jawab dan mempunyai bekal untuk memasuki pendidikan selanjutnya hal ini juga sesuai dengan pandangan dalam pendidikan islam.
PRINSIP MEMBERIKAN KEMUDAHAN DAN MENYENANGKAN DALAM PROSES PENDIDIKAN
ASMURI, ASMURI ASMURI
Potensia Vol 14, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Potensia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan dan kemajuan zaman yang ditandai dengan kemajuan sain dan teknologi berimplikasi terhadap tatanan dan mekanisme kehidupan manusia dalam segala lini dan dimensi. Kenyataan ini sekaligus menjadi tantangan khususnya dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Pendidikan Islam dituntut untuk melakukan transformasi baik secara kelembagaan maupun individual, terutama bagi guru-guru sebagai aktor penting dalam dunia pendidikan. Para guru dituntut untuk melakukan perubahan berkaitan dengan pendekatan, strategi dan metode yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Muncul berbagai teori dan pendekatan pembelajaran yang ditawarkan oleh para ahli pendidikan. Diantaranya adalah pendekatan pembelajaran yang menyenangkan. Sesungguhnya pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dalam perspektif pendidikan Islam bukanlah merupakan hal yang baru. Tetapi sudah ada dan sudah dipratekkan sejak zaman awal mula pendidikan Islam. Sebagaimana yang tergambar dari hadits Nabi SAW yang menyatakan; âberilah kemudahan dan jangan mempersulit, gembirakanlah dan jangan membuat takut, sehingga mereka lari meninggalkanmu.â Dalam makalah ini, penulis mencoba menelusuri tentang derajat dan kebenaran hadits tersebut dengan melakukan âtakhrijâ terhadap hadits tersebut. Diharapkan melalui makalah ini, semakin memantapkan bagi kita, khususnya para guru untuk menjadikan pembelajaran yang menyenangkan sebagai prinsip dalam pemilihan dan penerapapan berbagai strategi dan metode dalam kegiatan pembelajaran.
POLA PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA SISWA SEKOLAH LUAR BIASA PELITA HATI PEKANBARU
SARIAH, SARIAH SARIAH
Potensia Vol 14, No 2 (2015): Juli - Desember 2015
Publisher : Potensia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setiap orang memerlukan layanan pendidikan, karena pendidikan merupakan dasar bagi kehidupan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan untuk mengembangkan dirinya baik di keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat.Sebagai anak yang terbelakang mentalnya tunagrahita mengalami keterbelakangan kecerdasan tetapi tetap masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan, ciri utamanya anak ini memiliki kelemahan dalam berfikir dan menalar. Dampak dalam kelemahannya adalah memiliki kemampuanm belajar dan adaptasi sosial di bawah rata-rata anak normal.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembinaan keagamaan bagi anak pada siswa Sekolah Luar Biasa Pelita Hati Pekanbaru , sedangkan manfaat secara praktis adalah sebagai informasi bagi para pengelola, pendidik, pembina, juga sebagai rujukan bagi keluarga dan masyarakat yang memiliki anak tunagrahita dalam mengembangkan potensi anaknya, khususnya nilai - nilai keagamaan yang merupakan bekal dasar dalam hidup ini, dan secara teoritis hasil penelitian ini nanti diharapkan memperoleh informasi yang dapat dijadikan prinsip - prinsip mengenai pembinaan nilai keagamaan pada siswa tunagrahita.Pola pembinanan keagamaan yang dilakukakan oleh Sekolah Luar Biasa Pelita Hati melalui bidang studi agama, sains, PKN dan memperingati Hari Besar Keagamaan, Pengajian dengan menggunakan alat peraga, benda-benda kongkrit sebagai media yang mudah difahami oleh siswa dengan menggunakan pola transendental. Dengan pola ini guru dituntut untuk mampu mentranformasikan ilmu dan memberi contoh dengan berbagai pendekatan dan kesadaran dalam membina keagamaan siswa tungrahita.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) AL-BADR KECAMATAN BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR
Nelly Yusra
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v2i1.2531
We often hear a saying mentions that teaching children at the early stage of their life, it will be like you are writing on a stone. But if you teach someone during his adulthood, it will be such you are writing on water which traces nowhere. This proverb cannot be denied since character and moral are nurtured best in the earlier stage of children’s life. Early age of childhood is critical period for forming children character. Educational experts say that the failure in giving moral education in earlier stages of children life will cause bad problems at their adult life later. It becomes worst if they grow in a bad environment
KARAKTERISTIK PENDIDIKAN DAN UNSUR-UNSUR KELEMBAGAAN DI PESANTREN
Abu Anwar
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 2, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v2i2.2536
Pesantren is basically a traditional Islamic education where the students lived with and studied under the guidance of one (or more) teachers are better known as kyai. Although pesantren was considered traditional, but still exist and survive in modern age and global era. Obviously because this institution has its own characteristics and maintain institutional elements that have formed since former. The characteristics of education in pesantren classified to two: (1) the general pattern of education, which are pesantren institutions introducing levels, from that teach simple texts until sublime pesantren that teach high level texts. (2) Teaching systems are the sorogan system and bandongan system. As for the institutional elements in pesantren are cottage, mosques, students, kyai, classical islamic books
KONSTRUKSI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM (Studi atas Pemikiran Kependidikan Prof. H. M. Arifin, M. Ed)
Abdul Ghofur
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 2, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v2i2.2577
Epistemology of Islamic education is the object of knowledge, how to acquire knowledge and how to measure whether or not the knowledge related to the formation of personality, character, develop nature and all of human potential to the maximum to become good Muslims, have the mindset of a logical-critical, faithful, devoted, useful for themselves and their environment, and can achieve happiness in this world and in the hereafter in accordance with Islamic teachings. While Prof. H. M. Muzayin Arifin, M.Ed. epistemology of Islamic Education establish the truth of knowledge by measuring this knowledge by using Scientific through models of educational research that is based on Islamic values.
DISORIENTASI PENDIDIKAN MADRASAH DI INDONESIA
Hasan Basri
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 3, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v3i1.3470
Madrasah in the Middle East has known eight or nine centuries before madrasah in Indonesia, which emerged as a reaction to the reform movement as well as a response to the policy of Dutch colonizers secular education. Madrasah got a decent place in Indonesia after rising SKB 3 minister (Minister of Interior, Minister of Education and Culture, and the Minister of Religious Affairs) in 1975, where madrasas equated with other schools in terms of the status of the diploma, graduates continuing education opportunities and changing schools. In a further development, the school as disoriented. It is caused by two things: first, a paradigm shift towards sekularistik. Education implementation has marred even be interpreted as a partial instead of a holistic paradigm as desired by Islam. Supposedly, the madrasa education as a whole should make Islam as a principle in the determination of educational objectives, the formulation of the curriculum and standard of value of science and the learning process, including determining the qualifications of teachers and school culture that will be developed in the madrasas. Second, the functional institutional weakness as a result of shifting the orientation and function of the family and their influence and societal demands materialistic-hedonistic.The weakness seen in a mess madrasa curriculum, not optimal role of teachers as well as school culture that is not in line with the will of Islam.
HUBUNGAN METODE MENGAJAR DENGAN MINAT BELAJAR DI MTs AISYIYAH UJUNG BELAKANG OLO PADANG
Dinil Abrar Sulthani
POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam Vol 3, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/potensia.v3i2.3336
This research aims to describe about teaching methode of teachers, learning interest students, and to determine the relationship between teaching method of teachers and learning interest students in MTs Aisyiyah Ujung Belakang Olo Padang. The research used the quantitative descriptive. The technique used to collect data in this study is the observation, the documentation, and the questionnaires. The findings showed that in MTs Aisyiyah Ujung Belakang Olo Padang: 1) teaching method of teachers is not good in presentation in the class, 2) learning interest students is lower, and 3) this study also indicate that relationship between teaching method of teachers and learning interest students.