cover
Contact Name
Tika Mutia
Contact Email
tikamutia@uin-suska.ac.id
Phone
+6281371065600
Journal Mail Official
tikamutia@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. HR Soebantas KM 15, Tuah Madani, Pekanbaru, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Menara Riau: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam
ISSN : 20858833     EISSN : 27976963     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/menara
Menara Riau: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam (Print ISSN: 2085-8833 | Online ISSN: 2797-6963), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2004. Jurnal Menara Riau ini semula merupakan jurnal yang berada di bawah Lembaga Pengabdian Masyarakat dan hanya memuat hasil riset ilmiah dosen dalam pengabdian kepada masyarakat. Namun sejak terjadinya peleburan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) ke dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), maka jurnal Menara Riau fokus mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai pendekatan dari berbagai disiplin ilmu baik agama, sosial humaniora, maupun sains dan teknologi. Mulai terbitan tahun 2020 Menara Riau diterbitkan dua kali setahun (April dan Oktober)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Kampar (Studi Tentang Efektifitas Bantuan Dana Bergulir Sektor Agribisnis) Budi Azwar
MENARA RIAU Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.817 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i1.845

Abstract

Kemiskinan adalah persoalan semua orang dan semua pihak. Ia akan tetap ada dimana dan kapan saja. Kita semua bertanggung jawab untuk menghapuskannya, minimal menguranginya. Adalah tugas utama negara untuk menghapuskan kemiskinan dan meratakan distribusi kekayaan, sehingga tercapailah keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui efektivitas proses penyaluran dan penerimaan dana bergulir yang dapat dirinci dalam tujuan khusus yaitu a). efektivitas proses seleksi penerimaan dana, b). efektivitas proses pencairan dana, c). efektivitas proses pendampingan, d). efektivitas pengelolaan dana. 2). mengetahui dampak program bantuan terhadap penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat.Hasil dari penelitian ini diperoleh yaitu 1). Persepsi KPK terhadap bantuan pinjaman dana bergulir yang berkaitan dengan proses seleksi efektif, proses penyaluran dan pencairan dana cukup efektif serta proses pendampingan juga cukup efektif. 2). Efektivitas pengelolaan dana pinjaman bergulir oleh KPK berdasarkan Cost Coverage (CCr) adalah berada pada kondisi memuaskan. Sementara berdasarkan Return on Investment (ROI) kinerjanya berada pada kondisi minimum. 3). Berdasarkan uji beda dua rata-rata sampel berhubungan, terdapat perbedaan nyata pada CCr sesudah menerima dana bergulir. Begitu juga dengan indicator ROI terdapat perbedaan nyata pada ROI sesudah menerima dana bergulir. 4). Kemudian dalam membuka kesempatan kerja telah terjadi penambahan tenaga kerja secara signifikan sesudah menerima bantuan pinjaman dana bergulir.Saran yang dapat diberikan adalah 1). Proses seleksi hendaknya dilakukan lebih selektif, misalnya dengan tambahan prosedur wawancara yang akan mengeksplorasi apakah KPK yang bersangkutan memang layak mendapatkan bantuan dana bergulir. 2). Selama proses pencarian data pada KPK, dirasakan pada beberapa hal cukup sulit, akibat pencatatan data keuangan yang kurang rapi. Hal ini disebabkan pengetahuan KPK yang sangat minim. Oleh karena itu diperlukan pelatihan yang berkaitan dengan hal tersebut. Pelatihan yang selama ini berlangsung masih bersifat massal, sehingga ada kemungkinan kurang efektif
DAMPAK PERTAMBANGAN GALIAN C TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT KECAMATAN KOTO KAMPAR HULU KABUPATEN KAMPAR Asril Asril
MENARA RIAU Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.192 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i1.840

Abstract

Dampak pertambangan Galian C terhadap kehidupan Masyarakat Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar sangat banyak menimbulkan kerugian terhadap kehidupan masyarakat baik masa kini maupun masa yang akan datang baik kerugian dalam bidang ekonomi seperti hilangnya mata pencaharian sebagian masyarakat, karena pulau yang ada di tengah-tengah sungai digunakan untuk tempat mengambil batu dan pasir yang akan dijual kepada masyarakat, hilangnya sumber mata pencaharian para nelayan, karena di pulau itulah tempat untuk menangkap ikan. Kemudian dampak sosial yang ditimbulkan Pertambangan galian C seperti terkorbankannya pemilik lahan, ketimpangan sosial, pertikaian antara masyarakat dengan tokoh adat dan timbulnya krisis kepercayaan terhadap pemimpin desa. Sedangkan dampak yang paling besar adalah kerusakan lingkungan hidup dan ekosistem seperti pencemaran air, terjadi abrasi, rusaknya jalan raya dan fasilitas umum
HAMBATAN DAN SOLUSI DALAM PRAKTIK BANK GARANSI BAGI MASYARAKAT PENGGUNA (Tinjauan Sistem Syariah dan Konvensional) Muttatoh Hirin
MENARA RIAU Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.705 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i2.851

Abstract

Bank Guarantee is applicable on Islamic Banking is a letter issued to ensure certainty (quality and timeliness) of a construction project or to guarantee performance (performance ) one of the parties in a transaction . The concept and implementation of a performance bond owned and has been applied by the Islamic Bank shall adhere to the National Fatwa Council of Indonesian Ulama Council Sharia governing kafalah . Basically the implementation of a bank guarantee in the conventional system and the Sharia system is almost the same . What distinguishes it is the opponent who handed over the management of customers' collateral to the bank . Viewed from the bottom loading Islamic Banking fees charged to its customers , then the basis of the calculated load is lighter than the burden given by the conventional banking to its customers , it can be seen from the types of costs to be incurred by the conventional banking customers , which consists of the cost of provision where average of 1% of the value of the bank guarantee , the administrative costs and the cost of stamp duty ,while charging for Islamic Banking is measured by the accumulation of cost components where results from the accumulation is not a percentage of the nominal value . Regarding kafalah there are some things that need to be refined as follows: first, Kafalah currently provided by Islamic banks in Indonesia based on the rules of conventional bank guarantee with absolute kafalah not the same, then the provision of services kafalah is regulated in a separate regulation. Second, kafalah in Islamic Banking services should be further improved. Again, it needs to be fixed is the promotion of the introduction of these services and the existence of effective and efficient services to the services to be widely known and disseminated to the public.
PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI MELALUI BIMBINGAN KARIR BAGI SISWA MADRASAH ALIYAH PP-MTI TG. BERULAK KECAMATAN KAMPAR Zul Amri
MENARA RIAU Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.766 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i1.846

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk membimbing siswa agar dapat bertingkah laku yang dapat menyiaapkan dan memahami serta menyiapkan diri dan kemampuan mengadapai dunia kerja setelah tamat dari sekolah. Diharapkan siswa memahami lingkungan serta dapat menyesuaikan diri di masyarakat, maka diperlukan bimbingan. Semakin komplek dan beragamnya kehidupan individu serta perkembangan teknologi yang semakin cepat, mengakibatkan terjadinya masalah-masalah dalam kehidupan individu seperti pemilihan karir, pencapaian dan perkembangan karir. Oleh sebab itu untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan karir, pelayanan bimbingan karir belum memadai untuk menghadapi permasalahan tersebut, tetapi diperlukan pelayanan yang lebih mendalam dan intensif. Pelayanan bimbingan konseling bidang pengembangan karir ditujukan agar siswa mampu: memahami diri, memahami lingkungan/dunia kerja dalam tatanan hidup tertentu, dan mengembangkan rencana serta kemampuannya untuk mengambil keputusan realistik tentang karir dan masa depannya. Dengan pelatihan pengembangan diri melalui bimbingan karir di Madrasah Aliyah PP-MTI Tg. Berulak dilakukan dengan memberikan layanan informasi, layanan orientasi, konseling perorangan layanan bimbingan kelompok , penempatan dan penyaluran sehingga dapat membantu siswa dalam mengenal diri dan lingkungan, membantu siswa dalam merencanakan karir dimasa yang akan datang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi diri. membantu guru dalam menempatkan siswa siswa sesuai dengan pilihan jurusan yang minatinya
KAJIAN AKAD PEMBIAYAAN LOGAM MULIA UNTUK MASYARAKAT PADA PEGADAIAN SYARIAH Irayana Harpen
MENARA RIAU Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.942 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i1.841

Abstract

Pawn Shari'ah or rahn at first is one of the products offered by Islamic Bank . Bank Muamalat Indonesia (BMI) as the first Islamic bank in Indonesia has entered into a collaboration with Pawnshop , and gave birth to Sharia Pledge Service Unit (now, Pawnshop Branch Sharia ) which is an independent institution based on Islamic principles . One of the products on offer is the sharia mortgage financing MULIA ( Murabaha Precious Metals Investing For Eternal ) . From the observation of the writer , Implementation murabaha contract and financing agreement MULIA Rahn in accordance rukunnya terms and according to Islamic law , both involving al - ' Akid ( the parties ) , al - ma'kud ' alaih (object agreement ) or sighat ( consent and granted ) . MULIA with murabaha financing and rahn contract does not include the two covenants in a prohibited transaction , because the murabaha contract as the contract agreement was essentially rahn ( pledge ) is asessoir . Barriers to implementation of the agreement MULIA murabaha financing and rahn on Pawn Sharia are the following factors : first , the presence of factor legal opinion that most people murabaha financing agreement and MULIA with rahn contract is included in the category of " Shofqotaini shofqoh wahidah fi " ( a transaction with two contract ) which is prohibited by the Prophet , since the collateral ( al - marhun ) has not been handed over and not owned by the customer , although opinions are more popular and more powerful allowing MULIA financing because it contains no riba and gharar and collateral belonged to customers when the murabaha contract . Second , the implementing agreement factor mainly from the pawnshop employee where customers ( rahin ) often do not fully understand the contract that has been agreed upon by as blank contract has been provided by the mortgage and the terms of the agreement are written in blank contract . Similarly, from the pawn shops do not proactively provide clear information to clients on contract that is being made so that the contract is not legally flawed because there is a hidden factor that sense light or not . Third , factor means that the Shari'ah has not backed mortgage depository eligible security . Because pawn goods are precious possessions , it requires secure storage . After all the murabaha contract - rahn , Pawn sharia does not charge rent ( ijara ) , hence the collateral security ( marhun ) is also a consideration in the closing contract customer murabaha sharia - rahn with pawn shops . Fourth , factors of society where sharia mortgage financing to precious less socialized . Pawnshops in the public eye is getting financing ( debt ) in the form of money against immovable property . Medium financing is financing to precious have the gold then the gold as collateral . Though that may be a pawn goods ( al - marhun ) is any item of property that can be sold traded , can include: jewelry , electronics , vehicles , and other items that are considered valuable and needed . Fifth , cultural factors are less disciplined and punctual consumerist culture . If customers are late paying installments for a day , then exposed keterlamabatan fines and penalties to settle the installment keterlamabatan can accumulate so very burdensome for customers . Such fines is not unlike like the interest charged by conventional mortgage , although the proceeds of the settlement payment the customer will be reserved entirely for social purposes
MODEL SISTEM MANAJEMEN RESIKO PERBANKAN SYARIAH ATAS TRANSAKSI USAHA MASYARAKAT Rizki Ramadiyah
MENARA RIAU Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.284 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i2.852

Abstract

Risk management is a relatively new scientific discipline in the management of the company. Finance and banking industry began to pay great attention to risk management, especially after the events that led to the collapse of this industry since last few decades . Meanwhile, Islamic banking and finance industry requires the expertise along with the rapid development and the global environment continues to move . The risk of Islamic banks appears as in conventional banks minus interest . But unique is that the risks in Islamic banks related to the structure of assets and liabilities that exist in Islamic banks . In the asset side , Islamic banks filled by berbada financial instruments with conventional banks . He did not know the interest despite the instrument that gives a definite advantage . While the liabilitasya side , Islamic banks charged by financial instruments that require customers to share the results with customers considering only invest his wealth in the form of money . Contracts made in mobilizing both sides provide important implications for the risk profile faced by Islamic banks . Islamic Bank will face six types of risk ( IFSB - version of Islamic Financial Services Board - ) , namely : Credit Risk ( credit risk ) , Equity Investment Risk ( risk of equity investment ) , Market Risk ( market risk ) , Liquidity Risk ( liquidity risk ) , rate of Return risk ( risk rate of return ) , operational Risk ( operational risk ) . Meanwhile , according to Bank Indonesia Regulation No. 5/8 of 2003 on the Application of Risk Management for Banks , banks will face at least eight types of risk , namely : 1 ) Credit Risk ; 2 ) Market Risk; 3) Liquidity Risk ; 4 ) Operational Risk ; 5 ) Legal Risk ; 6 ) Reputation Risk ; 7 ) Strategic Risk ; and 8 ) Risk Compliance . Four first risk is the risk that a financial institution owned by each of the different levels of complexity of bank operations . Each bank shall manage those risks in accordance with the needs of the concerned bank . While the last four risks associated with the complexity of the bank in which the bank will face the risk of a more diverse and difficult
PEMBINAAN PELAKU USAHA HOME INDUSTRY (Program Pelatihan Usaha Tenun Pada Masyarakat Desa Bukit Batu Kabupaten Bengkalis) Hasbullah Hasbullah
MENARA RIAU Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.385 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i2.847

Abstract

Program pelatihan kecakapan hidup (life skill) merupakan program yang penting dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, dan sekaligus dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Melalui program pelatihan kecakanapn hidup, masyarakat dapat diberdayakan sesuai dengan kemampuan, keahlian, minat, dan budaya masyarakat setempat. Pelatihan usaha tenun di Desa Bukit Batu merupakan upaya untuk melestarikan kerajinan tradisional khas Melayu Riau yang sudah tidak begitu banyak ditekuni. Oleh karena itu, program pelatihan ini memiliki dua manfaat sekaligus, yaitu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan juga melestarikan kerajinan tradisional masyarakat Melayu Riau. Program ini amat penting dalam upaya mewujudkan Visi Riau 2020 yang ingin menjadikan Riau sebagai pusat budaya Melayu pada tahun 2020
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN EKONOMI PEMERINTAH KOTA PEKANBARU (Studi Kasus Izin Operasional Alfamart dan Indomaret di Kota Pekanbaru) Nurnasrina Nurnasrina
MENARA RIAU Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.52 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i1.842

Abstract

Pro kontra terhadap izin operasional alfamart dan indomaret terus bergulir, baik dari pihak DPRD, tokoh masyarakat dan pihak pedagang, namun ternyata dalam kondisi pro kontra tersebut pemerintah kota pekanbaru telah memberi izin operasional terhadap 100 outlet Alfamart dan 100 outlet Indomaret. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian tentang persepsi masyarakat terhadap izin operasional tersebut. Dari hasil data dilapangan diketahui bahwaPersepsi masyarakat terhadap izin operasional alfamart dan indomaret dari 400 responden, mereka yang menyatakan menolak atas pemberian izin operasional itu berjumlah 43.5% atau 174 responden. Sementara responden yang memilih setuju dan sangat setuju berjumlah 35.3% atau 141 responden dan responden yang raguragu berjumlah 21.3% atau 85 responden. Jumlah responden yang menolak menjadi yang mayoritas jika dibandingkan dengan persentase yang lainnya.Sebelum alfamart dan Indomaret ada diketahui bahwa tempat berbelanja responden sebesar 18% pada minimarket lain, sebesar 18,50% pada supermarket, 39.50% berbelanja di pasar dan 24% belanja di toko kelontong. Kemudian setelah ada Alfamart dan Indomaret masyarakat yang berbelanja pada toko kelontong sebesar 20.75%, pada pasar tradisional sebesar 30.50%, sebesar 23.50% responden berbelanja pada supermarket dan minimarket lain dan responden yang berbelanja di alfamart dan indomaret sebesar 25.25%. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perubahan pola tempat berbelanja masyarakat, perpindahan terjadi pada pasar dan toko kelontong.Penurunan berkisar antara 10%-15%
UPAYA PENGEMBANGAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT PADA MASYARAKAT PELAKU BISNIS (STUDI KOMPARATIF MANAJEMEN KONVENSIONAL DAN SYARIAH) Wali Saputra
MENARA RIAU Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.961 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i2.853

Abstract

Total Quality Management (TQM) is an attempt by the company to provide satisfaction to the customers . The concept of quality (quality) for service and non- service basically includes a variety of things that are focused on the customer. A product is created, designed, manufactured and services provided to meet the desires and needs of the customer. Because it is said to be a quality product if it can be exploited, used, consumed in line with expectations, desires, and needs of the customer. Customer satisfaction is very influential on the survival of a company. Considering there is a fundamental difference between the philosophies of quality in the conventional management with quality standards in the management of deep Sharia assesment requires in order to avoid confusion . While there are some principles that the conventional concept of quality management in accordance with the principles of Islamic teachings. Quality standards in the management of Islam based on universal values and timeless as contained in the Qur'an and Sunnah are the main foundation for the way of life of Muslims . Disregard for the core values that exist in the Qur'an and Sunnah will lead to a breakdown in human life . Therefore, the affirmation of the core values that exist in the Qur'an and Sunnah should be the cornerstone of management of sharia. In concept , the sharia management associated with a variety of variables that affect the management of activities within and outside the organization , and the relationship of individual behavior to social factors that influence . Therefore , management sharia regarding various aspects of human life in all areas . sharia value system becomes a principle in every step of human motion , both individually and society , whether in small or large organizations . Therefore, monotheism became the basis for sharia -based institutions in regulating and moral control in organizational life . Second, sincerity can enhance pillars of Tawheed , because without sincerity is not Tawheed has value and meaning. Tawheed without sincerity is the management of non- Muslim life quality. Third,the balance (tawazun). Balance in the various activities of life can give birth to harmony. Fourth, is the creative (work) and innovative. Working as a man who can carry out the principles of worship and mission of the caliph. Fifth, the working principles of trust and transparency as a form of honesty should be the foundation should not be abandoned. Furthermore, the principle of preparation (planning) has an important role in the activity. For all that has been done to enable the evaluation of the need for continuous improvement . Sharia -based management has a vision far ahead is not restricted to a limited time period but for an indefinite period. Because accountability not only in the sight of men , but before God Almighty
PENYAKIT MASYARAKAT DI KECAMATAN BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR Jhon Afrizal & Adynata
MENARA RIAU Vol 13, No 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.215 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i2.848

Abstract

Kabupaten Kampar dikenal dengan sebutan “serambi Mekkah-nya” propinsi Riau, gelar sebutan ini bukan tanpa alasan. Sebutan ini diberikan karena masyarakat kabupaten Kampar semenjak zaman dahulu sampai sekarang sudah dikenal dengan kehidupan masyarakat yang agamis. Sebagai bukti nyata di antaranya adalah keberadaan para ulama atau ustazd terutama di provinsi Riau banyak yang berasal dari salah satu kabupaten tertua di Riau ini. Belum lagi keberadaan sekolah-sekolah agama seperti pondok pesantren dan sekolah madrasah lainnya banyak tersebar di kabupaten Kampar. Dalam kehidupan masyarakat yang agamis, keberadaan generasi muda muda sangat diperhatikan, karena generasi muda adalah generasi yang diharafkan memberikan pengruh yang baik bagi masyarakat dan agama. Namun seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, kehidupan masyarakat yang dulunya kental dengan nilai dan pengaruh agama yang kuat sudah mulai luntur dan berkurang. Berbagai fenomena kehidupan masyarakat yang negatif yang terlihat, terutama dalam hal akhlak generasi muda sudah mulai memperlihatkan keadaan yang sangat memprihatinkan. Penyakit masyarakat seperti perzinahan, judi, mabuk-mabukan, mengkonsumsi narkoba, pencurian, pemerkosaan, tawuran dan berbagai tindak kejahatan lainnya menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat yang agamis sudah mulai hilang. Berbagai faktor dan sebab sudah dikenali bahwa faktor-faktor penyebab utama dari penyakit masyarakat ini, antara lain adalah: kurangnya pengetahuan dan pengamalan dibidang agama yang kurang memadai, kurangnya perhatian atau kepedulian dari para orang tua, ekonomi dan pendidikan masyarakat yang tergolong rendah di tambah lagi dengan faktor media tekonologi informasi yang ada tidak digunakan sebagaimana mestinya. Keberadaan internet, play station, handphone dan media-media teknologi lainnya menyebabkan penyakit masyarakat sangat sering terjadi. Peran aktif dari semua pihak sangat diperlukan dalam menghilangkan penyakit masyarakat ini, terutama dari pemerintah daerah dan peran para ulama atau ustazd dan pihak-pihak lainnya

Page 3 of 10 | Total Record : 99