cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014" : 9 Documents clear
ISLAM DAN TAMADDUN MELAYU: MENATAP MASA DEPAN Budi Sulistiono
Sosial Budaya Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v11i1.829

Abstract

Sumbangan Islam dalam budaya Melayu amat besar. Ia merupakan dasar dari cara hidup dan pandangan dunia (wolrdview) masyarakat Melayu. Bahkan Islam dijadikan sebagai jati diri atau identitas orang Melayu. Di samping merubah kehidupan dan pandangan hidup orang Melayu, Islam membentuk dan mempersiapkan menghadapi era modernisasi dan globalisasi tanpa merubah pendirian pada agama. Sifal keanjalan dalam agama Islam memudahkannya menyerap ke dalam budaya Melayu. Maka dapat dikatakan Islam dan budaya Melayu tidak dapat dipisahkan dan senantiasa mempengaruhi kehidupan masyarakat Melayu dalam semua aspek kehidupan
MARJINALISASI TANAH ADAT DAN KEARIFAN LINGKUNGAN ORANG MELAYU Husni Thamrin
Sosial Budaya Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v11i1.824

Abstract

Banyak ungkapan-ungkapan tunjuk ajar yang terdapat dalam kehidupan orang Melayu, baik secara lisan maupun tertulis tentang pemiliharan lingkungan. Ungkapan-ungkapan tersebut terpelihara dalam budaya dan struktur masyarakat Melayu. Namun, nilai-nilai dan norma-norma tersebut sebagian besar telah tercabut dari kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan sistem kelembagaan adat melayu saat ini hanya menjadi simbol dan kamuflase belaka. Ini disebabkan kebijakan pengelolaan lingkungan yang kapitalistik dan antroposentrik yang sudah mulai sejak zaman kolonialisme Belanda dan telah direkonstruksi oleh Pemerintah Indonesia dalam kehidupan orang Melayu
ISLAM DAN KEBUDAYAAN MELAYU DI ERA GLOBALISASI DI MALAYSIA Baharuddin bin H. Puteh Mohamad Nazli bin H. Omar
Sosial Budaya Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v11i1.830

Abstract

Sejarah telah menunjukkan bahwa dunia Melayu-Islam merupakan pusat peradaban, pusat perkembangan budaya dan pusat perdagangan yang penting. Kebudayaan Melayu-Islam sejak ratusan tahun telah memperlihatkan kemampuannya untuk berkembang pesat merangkumi bahasa, kesusasteraan, kesenian, pemikiran, dan norma hidup. memang tidak dapat dinafikan bahwa fenomena globalisasi memberikan pengaruh kepada kehidupan umat Melayu-Islam. Namun, pengaruhnya lebih cenderung kepada negatif berbanding positif. Cuma ia bergantung kepada umat Islam untuk mendepaninya dengan berpegang kepada ajaran Islam yang sebenar dengan berpaksikan kepada al-Qur'an dan al-Hadits. Pegangan yang kukuh dan utuh terhadap dua sumber perundangan ini mampu menyelamatkan umat manusia khususnya umat Islam daripada terjerumus ke dalam kemungkaran yang tjidak dituntut dalam syariat Islam
MENELUSURI JEJAK ARKEOLOGI DI SIAK Khairiah Khairiah
Sosial Budaya Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v11i1.825

Abstract

Mengamati sejumlah benda arkeologi di Kabupaten Siak, mulai dari Gasib, Buantan, Mempura, Koto Tinggi, dan Istana Siak saat ini, memberi gambaran bagaimana kota ini terus mengalami perkembangan. Dari Gasib, sebagai kerajaan lokal, Siak berubah dan dikenal menjadi kerajaan besar sejak dikomandoi Raja Kecik. Benda-benda arkeologis itu ‘’mampu berbicara’’ bagaimana awalnya Siak berawal dan bagaimana mengalami masa kejayaan, tapi sayang jejak-jejak arkeologis itu belum terangkum kembali dengan rapi, masih terserak terbiarkan. Hal ini menyebabkan pemahaman yang sepotong-sepotong, belum terintegral. Dari pengalamatan penulis, jumlah bendabenda arkeologis di Siak mencapai ribuan. Jumlah terbanyak di istana Siak, walau pihak pengelola istana sendiri mengakui belum tahu angka pastinya, tetapi penulis mendapatkan angka sementara berdasarkan pendataan langsung sebanyak 1.350 benda di istana Siak. Namun jumlah itu bisa lebih, sebab beberapa bundel dan kotak arsip belum dibongkar dan belum diketahui berapa jumlahnya. Benda-benda arkeologi yang tersebar di beberapa tempat di Kabupaten Sia, adalah bukti konkret kejayaan Siak tempo dulu. Untuk itu perlu dilakukan upaya penemuan (ekskavasi) lebih lanjut dan penyelamatan (konservasi) benda-benda arkeologis di Siak
SULTANAH LATIFAH SCHOOL DI KERAJAAN SIAK (1927-1945) Wilaela Wilaela
Sosial Budaya Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v11i1.831

Abstract

Sultanah Latifah School adalah sekolah modern khusus perempuan yang pertama didirikan di Siak Sri Indrapura, ibu negeri Kerajaan Siak. Tulisan ini tidak hanya memaparkan tentang kepastian kapan sekolah tersebut didirikan dan ditutup, pemaparannya juga meliputi latar belakang didirikan, letak sekolah, kurikulum, serta perkembangan murid dan guru. Sekalipun keberadaannya merupakan suatu keniscayaan zaman, namun berangkat dari kondisi zaman jugalah Sultan Syarif Kasim II melihat kekurangan sekolah tersebut dan akhirnya membuka sekolah khusus perempuan di bidang agama dan diberi mana Madrasah Annisa. Sejumlah sumber, baik tertulis maupun lisan digunakan untuk mendukung deskripsi sekolah perempuan pertama di Riau ini
INVENTARISASI NASKAH KLASIK KERAJAAN LINGGA Khairunnas Jamal Idris Harun
Sosial Budaya Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v11i1.826

Abstract

Kerajaan Lingga Merupakan kerajaan yang sangat besar pada masanya. Kebesarannya terbukti dari besarnya wilayah kekuasaan yang dimilikinya serta peninggalan-peninggalan, baik yang bersifat fisik maupun intelektual. Peninggalan Intelektual adalah salah satu peninggalan yang sangat berharga dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. Peninggalan intelektual tersebut berupa buku-buku ataupun naskah yang melambangkan tingginya kemampuan intelektual masyarakat Lingga dan kuatnya budaya tulis menulis di seantero negeri. Naskah-naskah tersebut sebagiannya telah diselamatkan oleh pemerintah Kabupaten Lingga dan disimpan di museum Kabupaten. Namun, masih banyak naskah-naskah yang tersimpan di tangan-tangan anggota masyarakat yang tidak terjamin keselamatannya
KAJIAN NASKAH: KITAB SAIRU AL-SALIKIN LI BABI IHYA ’ULUMUDDIN KARYA SYEKH ALI IBN ABDURRAHMAN AL-KALANTANI Syamruddin Nasution
Sosial Budaya Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v11i1.827

Abstract

This work is an attempt to present one of the famous works by classical Malay scholar, Syaykh ‘Alī ibn ‘Abd al-Ramān al-Kalantanī, entitled Sayr al-Sālikīn.Comprised of 4 volumes, the book itself was a commentary on Imām al-Ghazālī’s magnum opus, Iyā’ ‘Ulūm al-Dīn, and was written in classical Malay scripts. The description of the book presented in this work focuses only to the first ten chapters of the 3rd volume of the Sayr, which speaks about things related to the heart, the levels of soul (nafs) and the ways to purify them, the danger of carnal soul and tongue, the impact of anger, and the negative aspects of the worldly life
REVITALISASI NASKAH SYAIR: SEBUAH SOLUSI DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS MAHASISWA UNTUK MENCINTAI BUDAYA LOKAL Tuti Andriani
Sosial Budaya Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v11i1.828

Abstract

Cultures were grown in campus tend to imitate the western culture, so that the local culture is ruled out. The local culture is considered ancient culture, so it does not show up in the form of creativity. Though Indonesia is rich with culture can be preserved in the campus. One of them is a manuscript poem, which is one form of the local culture of our nation. The text of the poem can be in the form of creative songs, drama, dance and others. One solution is to develop student creativity with the revitalization (revive) the text of the poem and developed through programs of student organizations in the field of arts and culture. So it is the first step to develop a sense of love of local culture
RAMUAN HERBAL NON INSTAN DALAM NASKAH KITAB TIB SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN Ellya Roza
Sosial Budaya Vol 11, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v11i1.823

Abstract

“Back to nature”, kalimat tersebut sering terdengar di telinga dan terbaca, baik melalui media audio maupun media visual. Jika diperhatikan dengan sesungguhnya, kata tersebut mengandung makna yang dalam dan sangat sesuai dengan kondisi dunia yang memasuki fase global warming yang mengakibatkan ketahanan tubuh manjadi rentan terhadap penyakit. Artinya, manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Swt dengan mudah didatangi penyakit, baik fisik maupun psikis, bahkan keduanya kadangkala datang bersamaan. Masyarakat berekonomi menengah ke atas, dengan segera dapat pergi berobat ke dokter. Namun, bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, mereka terpaksa menderita sakit berkepanjangan sebab tidak mampu berobat ke dokter yang memerlukan banyak dana. Apakah keadaan itu dibiarkan saja? Tentu tidak, karena masih ada alternatif pengobatan yakni kembali kepada pengobatan yang alami. Masyarakat dapat memanfaatkan tumbuh-tumbuhan untuk mengobati berbagai jenis penyakit sebagaimana kebiasaan masyarakat dahulu yang tertulis dalam naskah-naskah Melayu. Naskah sebagai warisan budaya apabila tidak digali kandungan isinya maka tetap saja tidak akan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Artinya naskah tidak akan memiliki arti penting jika kandungannya tidak dapat dimanfaatkan. Sekarang, herbal instan dengan berbagai merek banyak beredar di tengah masyarakat namun harganya sangat tinggi atau mahal. Oleh karena itu, sebaiknya dimanfaatkan herbal non instan yang banyak tumbuh di tanah yang subur ini bahkan mudah mendapatkannya. Tulisan ini mencoba mengkaji ramuan herbal non instan yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang menimpa manusia, terutama penyakit pada bagian kepala sebagaimana yang terkandung dalam naskah Kitab Tib Melayu yang tersimpan di Perpustakaan Nasional di Jakarta dengan kode W.227

Page 1 of 1 | Total Record : 9