cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016" : 8 Documents clear
PENGGUNAAN TEKNIK MANAJEMEN KONFLIK DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI UNTUK MEREDAM PERILAKU BERKONFLIK SISWA Bambang Kariyawan
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3537

Abstract

Conflicting behavior could damage the integrity of Indonesiaas a multicultural society. This conditioncan be anticipated with the social partnership process in the learning process. This study was conducted to investigate the implementation of learning with conflict management techniques and to determine whether learning with conflict management techniques can reduce conflicting behavior among students. This technique refers to the development of the theory of conflict transformation. Learning steps using this technique consists of the distribution group by using sociometry and socio-cultural background of students, conflict analysis via mass media, analysis of the impact of conflict, conflict analysis through short stories ands hort drama on social conflict themed. By using descriptive quantitative research methods, the research found that learning conflict management techniques can reduce conflicting behavior of students by engaging students to fully cooperate in performing overall steps in the conflict management techniques. The implementation of conflict management techniques can be learning alternative that can shape students behavior to be more character, by learn to appreciate the variety of differences. 
EVALUASI PENYUSUNAN PROGRAM KERJA KOMITE SEKOLAH: UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI I SUNGAI PAKNING Arbi Yasin; Lisdawati Lisdawati
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3538

Abstract

Perubahan paradigma pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan peran serta dalam pengelolaan pendidikan. Salah satu upaya untuk mewujudkan peluang berpartisipasi bagi masyarakat tersebut adalah melalui wadah yang disebut Komite Sekolah. Kajian peningkatan kualitas atau mutu pendidikan ini merupakan penelitian lapangan yang lebih banyak memfokuskan penelitian ilmiahnya ke arah: (1) Mengadakan berbagai evaluasi dan identifikasi baik dari segi evaluasi dan identifikasi potensi, hambatan maupun evaluasi dan identifikasi kebutuhan partisipasi masyarakat (orangtua siswa) dalam kegiatan pendidikan; (2) Melakukan evaluasi terhadap penyusunan program kerja Komite Sekolah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat (orangtua siswa) dalam kegiatan pendidikan dengan melibatkan partisipasi semua pihak yang terkait (stakeholders). Kajian ini menunjukkan bahwa program kerja Komite Sekolah yang paling awal dan paling mendasar adalah harus melakukan berbagai evaluasi dan  identifikasi hambatan yang melibatkan partisipasi semua pihak yang terkait. Berdasarkan hasil evaluasi dan identifikasi terhadap berbagai hambatan berpartisipasi masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri I Sungai Pakning itu, barulah disusun beberapa program kerja Komite Sekolah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri I Sungai Pakning.  Adapun program kerja Komite Sekolah yang utama dan yang diprioritaskan  untuk meningkatkan partisipasi masyarakat (orangtua siswa) dalam peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri I Sungai Pakning yang telah tersusun  adalah : (1) Pelatihan tentang Komite Sekolah agar masyarakat (orangtua siswa) mengetahui hak dan kewajibannya dalam berpartisipasi di Komite Sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri I Sungai Pakning; (2) Penerapan subsidi silang yaitu masyarakat (orangtua siswa) yang mampu secara ekonomi memberikan subsidi kepada siswa yang kurang mampu secara financial; (3) Pelibatan orangtua siswa sebagai panitia dalam kegiatan di sekolah dan pertemuan rutin antara orangtua siswa, Komite Sekolah dan para guru.
ETIKA KOMUNIKASI DALAM PERSFEKTIF ISLAM Muslimah Muslimah
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3534

Abstract

One of the privileges granted by the Almighty God to man is the ability to communicate. This capability greatly assist people in meeting their needs effectively, and make it easier to communicate with each other. In addition, good communication skills and the right can be a way to deliver a person to success and will bring benefit to others. Conversely, the communication can also be a trigger kemudaratan, especially if someone is wrong in communicating or disturb people.The concept of communication is not only concerned with the problem of how to speak good but also the ethics of speech. Since entering the reform era, the people of Indonesia are in a independent atmosphere, free to talk about anything, to anyone, in any way. The Quran calls the communication as one of human nature. To find out how humans seharusya communicate. The Qur'an gives the keyword (keyconcept) yag associated with it. Al-Syaukani, for example, define the keyword al-bayan as the ability to communicate. In addition, the keywords used for communication Qur'an is al-qaul.This paper rests on the idea that every Muslim should be guided by the Qur'an in exploring life on earth. Communicating is an activity that can not be separated from human life. So that everyone is able to communicate properly and bring the benefit then he should be guided by the ethics of communication as outlined in the Qur an.The command said in the Qur'an and Hadith become an indication obligatory for Muslims to apply the nature of honesty and true are the words of the Qur'an concept known as qaulan sadidan.
WAKAF PRODUKTIF DI NEGARA SEKULER: KASUS SINGAPURA DAN THAILAND Alaiddin Koto; Wali Saputra
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3535

Abstract

Dalam Islam beberapa aktifitas yang potensial untuk dikembangkan dalam mengatasi kemiskinan adalah wakaf. Wakaf selain berfungsi sebagi ibadah individual, juga sebagai ibadah sosial. Perkembangan wakaf tidak hanya terjadi pada negara – negara muslim saja tetapi juga pada negara – negara sekuler. Beberapa negara sekuler di kawasan Asia Tenggara adalah Singapura dan Thailand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, manajemen wakaf produktif di Singapura tidak hanya berkontribusi pada masyarakat sosial dan kebutuhan keagamaan, di negara asal mereka dan bahkan manfaatnya dirasakan sampai ke luar negeri seperti India, Yaman, Arab Saudi, dan Indonesia. Kedua, akuntabilitas dan transparansi yang kuat serta budaya muslim Singapura yang baik telah membuat semua aset wakaf dapat diaudit dengan benar. Ketiga, wakaf produktif di Thailand belum memiliki manajemen terintegrasi karena tidak adanya lembaga wakaf independen yang bertanggung jawab mengadministrasikan asset wakaf dan tidak Undang – Undang wakaf yang mengatur hal tersebut di Kerajaan Thailand sehingga asset wakaf sering kali mudah dirampas oleh pihak – pihak tertentu
PERAN KONDISI LINGKUNGAN DAN PERILAKU BERBAGI PENGETAHUAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA USAHA MIKRO,KECIL DAN MENENGAH (UMKM) TENUNAN SONGKET DI PROVINSI RIAU Mahyarni Mahyarni; Astuti Meflinda
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3540

Abstract

Dalam dasawarsa terakhir, perkembangan lingkungan bisnis menjadi sangat dinamis terutama di UMKM tenunan songket. Untuk itu pengusaha UMKM tenunan songket memerlukan kekuatan untuk menciptakan dan menjaga kelangsungan usahanya dengan memperhatikan kondisi lingkungan internal dan eksternal serta melakukan berbagi pengetahuan antar karyawan dan dengan karyawan yang lainnya sehingga mewujudkan kreativitas dalam meningkatkan daya saing serta kinerja perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Riau pada beberapa lokasi yang merupakan sentra tenunan songket terdiri dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara nyata kondisi lingkungan dan perilaku berbagi pengetahuan dalam meningkatkan kinerja UMKM Tenunan Songket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha industri tenunan songket yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh pemiliknya dengan jumlah 330 usaha songket dengan sampel sebanyak 76 responden dengan teknik sampling yaitu proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kondisi lingkungan dalam bisnis UMKM songket termasuk kategori sangat setuju dengan nilai 80,38%. Sedangkan peran perilaku berbagi pengetahuan di UMKM tenunan songket termasuk kategori setuju dengan nilai 70,68% dan tingkat kinerja UMKM songket termasuk kategori sangat setuju dengan nilai 81,91%.  Hasil penelitian ini digunakan untuk merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan UMKM songket pada masa yang akan datang.
PENGARUH MOTIVASI KEDISIPLINAN DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP PRESTASI KERJA PETUGAS KEBERSIHAN Afrinaldy Rustam
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3536

Abstract

Duty by Institution at duty Market, Hygiene and Gardening is the development of hygiene area and beauty of urban region. this Area development is maximally hence from Environment Ministry will give the appreciation in the form of " Appreciation Adipura". Research On duty Market, Hygiene And Gardening of Kampar representing government organization which obliged to give the service as well as possible to society. Special for the hygiene of Bangkinang required a Hygiene Officer which with quality and delay comprehending its function as hygiene officer reaching of cleanest town so that get the Appreciation of Adipura of hygiene area. In line with formula of is problem of and target of research hence method analyse the data used in this research Doubled Analysis Regretion where Coefficient of regretion variable motivate the (X1) = 0,137 this show the level of the variable influence to labour capacity. Koefisen Regresi of leadership variable (X3) = 0,364. this show the level of the variable influence to labour capacity. For the Coefficient of regresi 0,776 representing constant value showing positive sign with the meaning without existence of variable motivate the, discipline and leadership hence labour capacity will go up equal to 0,776 times.
SEPUTAR “NOTA OMTRENT HET RIJK VAN SIAK” KARYA H.A. HIJMANS VAN ANROOIJ Wilaela Wilaela; Nur Aisyah Zulkifli; Khaidir Alimin
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3541

Abstract

Sekalipun sumber sejarah Kerajaan Siak  diyakini cukup banyak dan sebagian besar telah diketahui. Akan tetapi, sejarah Kerajaan Siak masih memiliki cacat-cacat fakta dan lubang-lubang interpretasi. Salah satu penyebab cacat fakta adalah karena ketiadaan sumber primer. Jikapun ada sumber, maka informasinya menimbulkan keraguan dan  bahkan terdapat kerancuan. Upaya untuk menemukan sumber sejarah untuk Kerajaan Siak dan mendiseminasikannya melalui kegiatan penerjemahan, itulah tujuan kajian ini. Kajian ini menemukan bahwa salah satu sumber sejarah Kerajaan Siak yang terbaik pada zamannya adalah karya Hijmans van Anrooij berjudul Nota Omtrent Het Rijk van Siak (1885). Van  Anrooij menjadi saksi sezaman untuk sejumlah paparan  dan informasi yang disampaikannya. Dia memaparkan berbagai aspek tentang Kerajaan Siak dengan menggunakan sumber sebelumnya dari Residen E. Netscher.  Bahkan ia tak segan-segan menggunakan  sumber tradisional, seperti hikayat-hikayat dan legenda setempat.
DINAMIKA MUSLIM MORO DI FILIPINA SELATAN DAN GERAKAN SPARATIS ABU SAYYAF A Gafur
Sosial Budaya Vol 13, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v13i2.3539

Abstract

Muslim Moro di Filipina Selatan  mendiami wilayah dalam cakupan 13 Propinsi meliputi Mindanao, Sulu, Basilan, Palawan, Balabac, Tawi-Tawi, Cotabato, Cotabato Utara; Lanao Selatan dan Lanao del Norte  dan Sultan Kudarat. Wilayah selatan Filipina ini sejak abad ke 15 M berada dibawa kekuasaan Sultan Sulu dan Mindanao. Pada abad 16 M Kolonial Spanyol menjajah Filipina baik di Utara dan Selatan hingga tahun 1898, karena ada persaingan antar koloni maka perebutan kekuasaan antara Spanyal dan Amerika tak terhindarkan, dan Amerika  menang ditandai dengan dibuatnya Traktat Paris. Sejak Filipina merdeka tahun 1946,  nasib muslum Moro di Selatan Filipina belum juga berubah, karena kuatnya tekanan pemerintah Filipina  terhadap  minoritas Muslim dengan tetap melanjutkan  kebijakan yang dibuat  pemerintah kolonial Amerika.  Maka tahun 1968 muncul pergerakan muslim yang  terorganisir  Muslim Independent Movement (MIM); lalu muncul pula  Moro Libration Front (MLF)  tahun 1971; pergerakan MLF berganti nama Moro national Libration Front (MNLF) pimpinan DR. Nur Misuari ;  dri MNLF sebagian memisahkan diri membentuk Moro Islamic Libration Front (MILF) dipimpin oleh Hasyim Selamat; terakhir tahun 1993 dari MILF muncul pergerakan Abu Sayyaf pimpinan Abdurrazak Janjalani.  Munculnya beragam bentuk pegerakan muslim disebabkan terdapat pebedaan ideologi perjuangan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8