cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2018): Desember 2018" : 7 Documents clear
TAREKAT NAQSABANDIYAH SEBAGAI TERAPI GANGGUAN MENTAL (Studi di Desa Besilam Kabupaten Langkat Sumatera Utara) M. Miftahuddin; M. Fahli Zatrahadi; S. Suhaimi; D. Darmawati
Sosial Budaya Vol 15, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v15i2.6753

Abstract

Ketidak seimbangan hidup dapat dijumpai dalam realita kehidupan manusia, banyak terjadi distorsi-distorsi nilai kemanusiaan, terjadi dehumanisasi yang disebabkan oleh kapasitas intelektual, mental dan jiwa yang tidak siap  untuk  menghadapi semua problem  dalam peradaban modern. Banyak orang yang mencoba mencari solusi dengan menggunakan narkoba, pesta sex, minuman keras yang kesemuanya itu dilakukan untuk mendapatkan ketenangan hidup namun justru menghasikan masalah baru dalam kehidupan. Tarekat Naqsabandiayah menawarkan semua unsur yang dibutuhkan oleh manusia, semua yang diperlukan bagi realisasi keruhanian yang luhur, bersistem dan tetap berada dalam koridor syariah. Relevansi tarekat dengan problem manusia pada zaman modern ini karena tarekat secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syariah yang dibutuhkan dalam setiap jiwa manusia. Desa Besilam menjadi destinasi masyarakat yang bertujuan untuk berkontemplasi dan menginginkan ketenangan dalam jiwanya. Tidak hanya itu tarekat yang dipelopori oleh Syekh Abdul Wahab Rokan juga menangani berbagai masalah gangguan mental, penyakit-penyakit fisik yang sudah menahun dan penyalah gunaan narkoba, disembuhkan melalui ritual keagamaan yang dilakukan untuk memulihkan kembali kondisi klien. Rumusan masalah Bagaimana Tarekat digunakan sebagai terapi gangguan mental sedangkan tujuan dari penelitian ini untuk  menjelaskan  bagaimana tarekat digunakan sebagai terapi gangguan mental. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif Lokasi penelitian terletak di Desa Besilam Kabupaten Langkat Sumatera Utara, keadaan kampung Besilam. Informan merupakan orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang tarekat sebanyak 3 orang pimpinan tarekat. Hasil penelitian Penyembuhan gangguan jiwa yang di derita pasien, baik itu dengan gangguan yang berat ataupun ringan semua diatasi dengan 3 cara. 1. Terapi Dizikir berguna memperbaiki Nur akan rusak atau yang telah rusak. 2. Terapi Air Yasin 41 Terapi yang digunakan dengan membaca Yasin dengan memanfaatkan media air yang didoakan, air yang telah dibacakan yasin tersebut lalu diberikan kepada klien agar mendapat kesembuhan dengan molekul-molekul baik yang dibacakan surah yasin. 3. Terapi Batu ini disimbolkan sebagai penyakit yang dialami pasien, setelah itu batu dibagi-bagi dengan menganggap mengeluarkan penyakit setelah itu bersedekah untuk kesembuhan pasien.
REVITALISASI TATA RIAS PENGANTIN KERATON SUMENEP (PENGEMBANGAN MATERI MATA KULIAH TATA RIAS PENGANTIN INDONESIA) shofiyah Fauzi Asnawi
Sosial Budaya Vol 15, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v15i2.6600

Abstract

Jenis penelitian kualitatif pendekatan etnografi. Tujuan penelitian memberikan catatan  dan dokumentasi atas bentuk dan makna tata rias pengantin Keraton, Sumenep Legha. Rias wajah pengantin wanita menggunakan conda’ dan godhek. Keduanya  menggunakan kaco’ di dahi dan sanggul malang yang dihias rangkaian bunga (Rambai ganggung, rengpereng dan Tongcontong/duk remmek) dan aksesoris (Peces, Jamang, Soroy/ jungkat, dan Coconduk/Cunduk Mentul). Busana pengantin wanita Legha/kemben, dan Sarong songket/samper bine, Odhet, Sabbu’ dan Rape’, perlengkapannya selop. Busana pengantin laki-laki Celana Lake, Rape’, Lok elokan dan Sabbu’, perlengkapannya selop dan keris dihias to’or. Keduanya menggunakan bunga buntal di bagian pinggang. Perhiasan kedua pengantin: Kalung Kalamangga (Kolomonggo), Klap Bahu dan Ghelleng. Pada kuping pengantin perempuan menggunakan Kerabu/Anting-anting. Pengantin laki-laki menggunakan Puspa Karma (Jangoleng) di kupingnya dan Renteng Melati di bahu.Tata rias wajah dan rambut pada pengantin pria memiliki kesan gagah (seorang raja), pengantin putri berkesan cantik dan anggun (ratu). Tampilan busana dan perhiasan memiliki makna religis dan simbol-simbol pengakuan kebesaran, kemurahan dan pengharapan/doa-doa untuk sepasang pengantin kepada Tuhan Yang Maha Esa    
Revolusi Sosial masyarakat turki: Dari Sekularisme Attatur Menuju Islamisme Erdogan Arrasyidin Akmal Domo; Nuhasanah Bachtiar; Z Zarkasih
Sosial Budaya Vol 15, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v15i2.6696

Abstract

AbstrakTurki, yang pernah tercatat sebagai salah satu  dinasti Islam terbesar dalam sejarah mengalami jatuh bangun dan perubahan kebijakan politik yang luar biasa sampai saat ini. Sekularisasi Turki oleh Mustafa Kemal Attatur pada tahun 1924, yang pada awalnya bermaksud untuk kamajuan Turki, namun ternyata menjadi momok yang membahayakan eksistensi Islam di Turki. Kemunculan Erdogan sebagai pemimpin Turki menjadi titik cerah kebangkitan Islam kembali muncul di Turki. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis proses sekularisasi yang dilakukan Mustaf Kemal Attatur dan usaha Kebangkitan Islam oleh Erdogan serta dampak yang ditimbulkannya.  Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan  (Library Research), dengan mengkaji  sumber data dari berbagai literatur baik artikel jurnal maupun buku. Analisa data yang digunakan dengan pendekatan kualitatif melalui content analisis. Pada penelitian ini, penulis menemukan bahwa proses sekularisasi yang dibangun oleh Mustafa Kemal Attatur dengan cara mengadopsi kemajuan dan budaya Barat di Turki. Simbol-simbol Islam diganti dengan model dan gaya hidup Barat. Kebijakan ini telah memudarkan bahkan mengebiri eksistensi Islam di Turki. Sejak kematian Kemal, Para kemalis yang melanjutkan faham yang diajarkan Mustafa Kemal tidak mendapat respon baik dari masyarakat Turki. Para militer yang dulu panatik terhadap faham sekularisasi yang diajarkan Mustafa Kemal Attaur sudah berubah, mereka tidak menjadi nasionalis yang membabi buta, namun telah loyal kepada negara dan penguasa yang sah.  Turki saat ini telah memasuki era baru, kelompok Islamis moderat yang menguasai jalannya pemerintahan menunjukkan kemajuan diberbagai bidang. Perubahan konstitusi sedikit demi sedikit dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan peran militer yang besar di dalam politik.  Munculnya tokoh-tokoh Islam yang berada dipemerintahan mampu merubah negara sekuler menjadi negara yang menjunjung tinggi Islam dan bahkan saat ini, Turki bersama Erdogan telah menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Dunia.  Erdogan muncul sebagai sosok yang mengusung Partai Konservatif dan Religius yang relatif dapat diterima oleh semua kelompok. Bahkan kejayaan Erdogan mampu mengantarkan partai AKP untuk memenangkan pemilihan 3 kali berturut-turut. Sehingga dalam waktu yang relatif singkat, Erdogan mampu mengubah wajah Turki, dari sekularisasi menjadi kebangkitan Islam di Turki.
DISKURSUS THE MALAYS DAN MALAYNESS : PERSPEKTIF HERMENEUTIKA FILOSOFIS GADAMER I Irwandra; Misnal Munir; Heri Santoso
Sosial Budaya Vol 15, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v15i2.7159

Abstract

This paper aims to discuss informatively and critically-philosophically the two main discourses, namely The Malays and Malayness, which in the context of history and the dynamics of Malay culture are suggested to overlap, so that it is often misunderstood. The use of Gadamer philosophical hermeneutics as a media in analyzing data in this study is expected to be able to find new understanding of the two themes above, especially in the context of strengthening values and forming culture-based characters. The scrutiny and review of the treasures of Malay culture found that the Malay culture which stretched in a span of three periods, the past-present-future found a starting point as a place for cultural assessment, especially after the entry and development of Islam in the Malay-Indonesian Archipelago. The intended point is the Malay Culture "which is called the fresh culture. "Culture Appearance" takes place continuously and tracks in almost every practice of life without negating the old belief patterns (customs and traditions) that first enter and come into contact with the dynamics of people's lives.
AGAMA DAN BUDAYA MALU SEBAGAI KONTROL SOSIAL TERHADAP PERILAKU KORUPTIF K. Khodijah
Sosial Budaya Vol 15, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v15i2.7606

Abstract

Korupsi  di  Indonesia  selalu  ada setiap tahunnya, hal  ini  menunjukkan bahwa  masih belum terciptanya kontrol sosial yang optimal untuk menanggulangi  permasalahan korupsi. Peneliti  memiliki pertanyaan besar bagaimana  jika untuk meningkatkan  kontrol sosial dalam rangka menangani  perilaku koruptif menggunakan budaya malu dan pedoman agama sebagai sarananya. Metode  penelitian  ini  adalah  library  research  dengan  menggunakan  pendekatan kualitatif. Peneliti memilih metode ini karena penelitian ini membutuhkan banyak sumber data penelitian terdahulu dan juga membutuhkan perbandingan dengan penelitian  sebelumnya  terkait dengan budaya  malu dan pedoman agama yang dikombinasikan untuk meningkatkan kontrol sosial sebagai sarana menanggulangi perilaku koruptif. Penelitian  ini  menggunakan  teori  dari  Travis  Hirschi  terkait  dengan  kontrol  sosial.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya malu dan   pemahaman serta pengamalan beragama di Indonesia masih sangat lemah dan belum mampu untuk memberikan efek jera pada pelaku korupsi.
ETIKA PEMIMPIN DALAM KITAB SAMRAH AL-MUHIMMAH KARYA RAJA ALI HAJI (1808-1873 M) Rina Rehayati
Sosial Budaya Vol 15, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v15i2.7717

Abstract

Etika pemimpin menjadi perhatian khusus oleh Raja Ali Haji dalam karyanya Samrah al-Muhimmah. Ia menguraikan tentang aturan kerajaan, pembagian tugas pembesar istana sebagai pembantu raja, dan etika raja beserta para pembesar istana sebagai pemimpin di Kesultanan Riau-Lingga. Samrah al-Muhimmah ditulis untuk memperbaiki sistem pengelolaan kerajaan dan mendidik akhlak para pembesar istana di Kesultanan Riau-Lingga. Ia membuat regulasi politik dan merumuskan prinsip-prinsip moral untuk kerajaan Riau-Lingga yang berdasarkan pada akidah, syariah dan akhlak. Ada hubungan yang signifikan antara moral dengan keadilan. Apabila moral pemimpin baik, maka ia akan mampu menegakkan keadilan. Apabila keadilan sudah tegak, maka kesejahteraan terwujud. Terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan merupakan urgensi pengangkatan Raja di Kesultanan Riau-Lingga.
PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN ORANG RIMBA DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS (TNBD) OLEH KKI WARSI Siti Nurhaliza; Indraddin Indraddin; Azwar Azwar
Sosial Budaya Vol 15, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v15i2.8265

Abstract

Akhir-akhir ini Orang Rimba sebagai Komunitas Adat Terpencil (KAT) mengalami marjinalisasi terhadap perubahan sosial budaya yang terjadi. Hal ini mengundang berbagai aktor untuk melakukan pemberdayaan melalui pendidikan penyaradaran dan advokasi untuk membangun kesadaran kritis Orang Rimba, baik menyangkut sosial-budaya dan ekonomi mereka. LSM yang memiliki fokus pada konservasi hutan dan penyelamatan komunitas adat lokal khusunya Orang Rimba ialah Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI Warsi). Sejak tahun 1997, KKI Warsi telah melakukan pemberdayaan guna pengembangan kehidupan Orang Rimba dengan berbagai macam program pemberdayaan. Adapun tujuan penelitian yaitu: (1) mendeskripsikan aktivitas pemberdayaan Orang Rimba yang dilakukan KKI Warsi, (2) mendeskripsikan tanggapan Orang Rimba terhadap pemberdayaan yang dilakukan KKI Warsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian dipilih dengan teknik purposive sumpling dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam serta observasi terlibat. Terdapat 13 orang informan dalam penelitian ini yaitu delapan orang informan pelaku dan lima orang informan pengamat. Penelitian ini menggunakan teori Tindakan Komunikatif dari Jurgen Habermas. Temuan penelitian yaitu aktivitas pemberdayaan Orang Rimba yang dilakukan KKI Warsi di Desa Bukit Suban melalui pendidikan alternatif berupa: (1) pembinaan di basecamp KKI Warsi, (2) kelas jauh, dan (3) memfasilitasi ke sekolah formal. Selain itu, pembinaan melalui Radio Benor FM untuk meningkatkan keahlian anak-anak Orang Rimba dalam teknologi informasi. Adapun tanggapan Orang Rimba terhadap pendidikan alternatif yang dilakukan KKI Warsi belum mendapat dukungan penuh akibat kehidupan marginal yang masih mereka hadapi. Kemudian, sekolah formal masih dianggap tabu bagi Orang Rimba.

Page 1 of 1 | Total Record : 7