cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2021)" : 20 Documents clear
Promosi Inklusi Sosial di Indonesia; Studi Kasus Pada Organisasi Masyarakat Sipil di Kuningan Jawa Barat dan Bulukumba Sulawesi Selatan Ufi Ulfiah; Arip Budiman
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20939

Abstract

This research aims to discuss the success of Lakpesdam PCNU Kuningan and Bulukumba community organizations in promoting and realizing an inclusive society. This research method applies qualitative type and content analysis. These results and discussions show how actors have a shared awareness to promote inclusive policy. The conclusion of this study is the success of community organizations Lakpesdam NU Kuningan and Bulukumba in encouraging inclusive policies, influenced by the skills of actors in inventorying the issues that are key to be invited to cooperate in encouraging the implementation of inclusive policies. The success of both organizations, due to political actors, received full support from religious actors. This study recommends that the paradigm of social inclusion can be a handle for policy makers in designing government development plans and strategy.keywords : Actors, Social Inclusion, policiesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas keberhasilan ormas kemasyarakatan Lakpesdam PCNU Kuningan dan Bulukumba dalam mendorong dan mewujudkan masyarakat yang inklusif. Metode penelitian ini menerapkan jenis kualitatif dan analisis isi. Hasil dan pembahasan ini mengemukakan bagaimana aktor-aktor memiliki kesadaran bersama untuk mendorong kebijakan inklusif. Kesimpulan penelitian ini adalah Keberhasilan organisasi kemasyarakatan Lakpesdam NU Kuningan dan Bulukumba dalam mendorong kebijakan inklusif, dipengaruhi oleh keterampilan aktor-aktor dalam menginventarisir masalah yang menjadi kunci untuk bisa diajak kerja sama dalam mendorong implementasi kebijakan inklusif. Yang melatar belakangi keberhasilan kedua organisasi tersebut, karena aktor-aktor politik, mendapatkan dukungan yang penuh dari aktor agama. Penelitian ini merekomendasikan, agar paradigma inklusi sosial dapat menjadi pegangan untuk para pemangku kebijakan dalam merancang rencana dan strategi pembangunan pemerintahan.Kata Kunci: Aktor, Inklusi Sosial, kebijakan
Demokrasi dalam Keluarga di Ruang Komunikasi Digital Masa Kini Ambros Leonangung Edu; Richard A Nelwan
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20577

Abstract

This paper background describes about democratic values such as equality, honesty, openness, freedom due to the intervention of digital technology. The basic assumption of this paper is that democracy which is known to the public is accepted and has strong roots in the family lives. Family is the first place a person gets to know democracy. Home is a space for the seeds of democracy to grow. Democracy in the family matures the democratic process in society and the state. A democraticperson in  family is a democratic cittizen in state life. The purpose of this paper is to explore democratic values in the family as a place for the development of democracy at the state level, and how the shift in democracy at the family level occurs due to the presence of digital technology which distorts communication, relationships, and the value of equality. The description in this paper comes to the conclusion that there is a good side to democracy in a family that grows above physical and emotional relationships, direct and face-to-face relationships. The facts that occur in today's families, the breakdown, estrangement, and disharmony in today's families, one of which is triggered by the lack of direct communication due to excessive entry of digital technology.Keywords: Democracy; Family; Communication; Digital Technology AbstrakTulisan ini bertolak dari kemunduran nilai-nilai demokrasi di dalam seperti kesetaraan, kejujuran, keterbukaan, kebebasan, akibat intervensi teknologi digital. Asumsi dasar tulisan ini adalah bahwa demokrasi yang dikenal publik pun diterima dan berakar kuat dalam keluarga. Keluarga adalah tempat pertama kali seorang mengenal demokrasi. Rumah adalah ruang bagi bertumbuhnya bibit-bibit demokrasi. Demokrasi dalam keluarga mematangkan proses demokrasi dalam masyarakat dan negara. Seorang yang demokratis dalam keluarga berarti demokratis dalam kehidupan negara. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengeksplorasi nilai-nilai demokrasi dalam keluarga sebagai tempat bertumbuh-kembangnya demokrasi di tingkat negara, dan bagaimana pergeseran demokrasi pada tataran keluarga terjadi akibat kehadiran teknologi digital yang mendistorsi komunikasi, relasi, dan nilai kesetaraan. Uraian dalam tulisan ini sampai pada kesimpulan bahwa terdapat sisi baik demokrasi dalam keluarga bertumbuh di atas hubungan fisik dan emosi, hubungan langsung dan tatap muka. Fakta yang terjadi pada keluarga-keluarga masa kini, keretakan, kerenggangan, dan disharmonisasi dalam keluarga-keluarga masa kini, salah satunya dipicu oleh kurangnya komunikasi langsung akibat masuknya teknologi digital yang berlebihan.Kata Kunci: Demokrasi; Keluarga; Komunikasi; Teknologi Digital
Peranan Perencanaan Bagi Pengembangan Masjid Raya Nurul Hidayah Kebayoran Lama Jakarta Selatan Pachad Pachad; Sobirin Sobirin
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20955

Abstract

The Great Mosque of Nurul Hidaya Kebayoran Lama, South Jakarta, is used as the center of local Muslim activities. Today the function of the mosque as a place to accommodate various religious activities and not just a place for ritual worship. This study uses descriptive qualitative research. The results of this study indicate that the role of planning for the development of the Nurul Hidayah Great Mosque includes several steps in compiling an activity program aimed at smoothing all existing activities, program of activities, consists of 10 to 25 years long term planning programs, 7 to 5 years medium term, and a year of short term planning program.Keywords: the role of planning for mosque development AbstrakMasjid Raya Nurul Hidayah Kebayoran Lama Jakarta Selatan dijadikan sebagai pusat kegiatan kaum muslimin setempat. Dewasa ini fungsi masjid sebagai wadah untuk menampung berbagai kegiatan keagamaan dan bukan hanya tempat untuk ibadah ritual saja. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peranan perencanaan bagi Pengembangan Masjid Raya Nurul Hidayah  mencakup beberapa langkah dalam menyusun program kegiatan yang bertujuan melancarkan semua kegiatan yang ada, program kegiatan yaitu perencanaan jangka panjang 10 sampai 25 tahun, perencanaan jangka menegah yaitu 7 sampai 5 tahun dan perencanaan jangka pendek selama 1 tahun.Kata Kunci: Peranan Perencanaan  Pengembangan Masjid
Contempt of Court bagi Pejabat Negara yang tidak Melaksanakan Putusan Tata Usaha Negara Kus Rizkianto
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20717

Abstract

Sanctions in the form of announcements in the mass media, administrative sanctions, and forced payment of money can be given to State Officials who do not comply with the orders of the State Administrative Court. Even though there are such sanctions, the Administrative Court Decision cannot be implemented. The purpose of this research is descriptive analyticals with a philosophical approach, namely reviewing legal issues from the good value that should be. The results show that Contempt Of Court or criminal acts of Contempt of Court can be implemented to State Officials who do not comply with court orders. A regulation is needed so that State Officials who do not obey the Court's orders can be punishment. The results of this research indicate that there are obstacles in implementing the Administrative Court Decisions, such as no cooperation from State Officials to comply with Court orders, there is no budget and execution agency related to the Administrative Court Decisions, and the lack of statutory regulations. If the provisions of the Contempt of Court are implemented, justice, and legal certainty for the parties will be achieved. Keyword : Contempt Of Court; State Administrative Court Abstrak Sanksi berupa pengumuman di media massa, sanksi administratif, dan pembayaran uang paksa dapat diberikan kepada Pejabat Negara yang tidak mematuhi perintah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Meskipun terdapat sanksi seperti itu, Putusan PTUN tetap tidak dapat dilaksanakan. Tujuan penelitian bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan filosofis yaitu meninjau permasalahan hukum dari nilai ideal yang semestinya. Hasil penelitian menunjukkan Contempt Of Court atau tindak pidana penghinaan terhadap pengadilan bisa diberikan kepada Pejabat Negara yang tidak mematuhi perintah pengadilan. Dengan demikian diperlukan regulasi yang khusus mengaturnya agar Pejabat Negara yang tidak mematuhi perintah Pengadilan dapat dipidana. Hasil penelitian berikutnya menunjukkan adanya hambatan-hambatan dalam pelaksanaan Putusan PTUN yaitu tidak ada kerja sama dari Pejabat Negara untuk mematuhi perintah Pengadilan, tidak ada anggaran dan lembaga eksekusi terkait Putusan PTUN, dan minimnya peraturan perundang-undangan. Jika ketentuan Contempt of Court dilaksanakan maka keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi para pihak akan tercapai karena Putusan PTUN dapat dieksekusi. Kata Kunci : Contempt Of Court; Putusan PTUN
Perlindungan Hukum Bagi Pemulia Varietas Tanaman (Petani) Pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan Muhammad Ihsan
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20951

Abstract

Pemuliaan tanaman menghasilkan sebuah varietas baru tanaman merupakan salah satu bagian dari Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang kemudian diatur sesuai dengan ketentuan akan hukum yang berlaku di Indonesia yang bertitik tolak dari ketentuan GATT/TRIPs. Kemudian bagaimana upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia guna melindungi hak-hak yang di miliki oleh Petani Kecil, lebih lanjut kita juga dapat melihat bagaimana pengaturan yang dilakukan oleh aturan hukum internasional guna melindungi Kepentingan Petani Kecil.Kata kunci : Perlindungan Hukum, Pemuliaan Varietas Tanaman, Pemuliaan, Petani Plant breeding to produce a new variety of plants is one part of the Intellectual Property Rights (IPR) which is regulated in accordance with the applicable legal provisions in Indonesia which start from the provisions of GATT / TRIPs. Then how are the efforts made by the Government of the Republic of Indonesia to protect the rights of Smallholders. Furthermore, we can also see how the arrangements are made by international legal rules to protect the Interests of Smallholders.Keywords: Legal Protection, Plant Variety Breeding, Breeding, Farmers
Realisasi Penerapan Kebijakan Protokol Kesehatan dalam Salat Berjamaah di Tempat Ibadah Pada Masa Pandemi Covid-19; Studi Kasus Kegiatan Beribadah Pada Desa Masangan Kulon, Jawa Timur dan Desa Talang Makmur, Jambi Azalia Wardha Aziz; Nanda Kusuma Wardhani; Junaedi Junaedi
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.16812

Abstract

The Covid-19 pandemic since the beginning of 2020 has caused various sectors and community activities to be limited. This is done to prevent the spread of the Covid-19 virus from spreading throughout the country. Starting from teaching and learning activities, trade to worship. To return to normal activities, people are required to protect themselves and others by implementing health protocol policies. In fact, there are still many places of worship and worshipers who have not implemented health protocol policies. Therefore, this study aims to find out how to pray in congregation in places of worship during the Covid-19 pandemic and how to implement policies on implementing health protocols in congregational prayers at places of worship during the Covid-19 pandemic by researching directly at Masangan Kulon Village and Masangan Kulon Village. Prosperous Talang. The research method used in this study is a qualitative method with a case study approach. The results of the study indicate that the realization of health protocol policies in congregational prayers in places of worship during the Covid-19 pandemic has not been realized properly or has not been optimal.Keywords: Realization; Health Protocol; Congregational Prayers; Covid-19 AbstrakPandemi Covid-19  sejak awal tahun 2020 menyebabkan berbagai sektor dan kegiatan aktivitas masyarakat menjadi terbatas. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus Covid-19 merajalela di seluruh bagian tanah air. Mulai dari kegiatan aktivitas belajar mengajar, perdagangan hingga peribadatan. Untuk kembali melakukan aktivitas seperti biasa, masyarakat dituntut untuk melindungi dirinya dan orang lain dengan menerapkan kebijakan protokol kesehatan. Pada kenyataannya, masih banyak tempat ibadah dan jamaah tempat ibadah yang belum menerapkan kebijakan protokol kesehatan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana salat berjamaah di tempat ibadah pada masa pandemi Covid-19 dan bagaimana realisasi kebijakan penerapan protokol kesehatan dalam salat berjamaah di tempat ibadah pada masa pandemi Covid-19 dengan meneliti secara langsung pada Desa Masangan Kulon dan Desa Talang Makmur. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini, adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi kebijakan protokol kesehatan dalam salat berjamaah di tempat ibadah pada masa pandemi Covid-19 belumlah terealisasi dengan baik atau belum optimal.Kata Kunci: Realisasi; Protokol Kesehatan; Salat Berjamaah; Covid-19
Pelaksanaan Informasi Desa Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Puji Puji; Siti Ngainnur Rohmah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.21126

Abstract

The village information system in the village of Mekarjaya not using a website-based information system. This is the concern of previous authors so difficult to find information Village from the official site of the Village. This paper discusses the management of village information is the implementation of Village-based information website. This research uses normative legal research methods, with a law approach and historical approach. Primary legal material namely Law Number 6 of 2014 concerning Villages (Additional State Gazette Number 5495), Secondary Legal Materials contained in the book, legal and internet journals. Research result (1) Local Governments both from the district until village levels are obliged to hold good Village Information facilities. (2) Village officials in Mekarjaya must provide minimal information facilities for information boards to Website-based Village Information services.Keywords: Village Law, Transparency, Village information, website AbstrakSistem informasi Desa yang ada di Desa Mekarjaya belum menggunakan sistem informasi yang berbasis Website. Hal ini yang menjadi perhatian penulis karena sebelumnya begitu sulit mencari informasi Desa dari situs resmi Desa. Tulisan ini membahas pengelolaan informasi desa yaitu Pelaksanaan informasi Desa yang berbasis website. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan historis. Bahan hukum Primer yakni Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (Tambahan Lembaran Negara Nomor 5495), Bahan Hukum Skunder yang ada  di dalam buku, jurnal hukum, dan internet. Hasil Penelitian (1) Pemerintah Daerah baik dari tingkat kabupaten hingga Desa berkewajiban mengadakan sarana Informasi Desa yang baik. (2) Pejabat Desa Mekarjaya dalam kesahariannya harus memberikan sarana Informasi minimal papan Informasi hingga pelayanan Informasi Desa  yang berbasis Website.Kata Kunci: Undang-Undang Desa; Transparansi; informasi Desa; website
Dampak Pemaksaan Pembelajaran Daring Dalam Pendidikan Islam Selama Pandemi COVID-19 Perspektif Neurosains Faturrahman 'Arif Rumata; Suyadi Suyadi
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.18573

Abstract

Online learning in the midst of the COVID-19 pandemic was chosen to be a solution in replacing conventional learning which has had a serious impact on students. Limited internet access and the lack of creativity and innovation in the learning concept make students traumatized by education in undergoing the learning process. This paper wants to examine the impact of coercion in online learning during the COVID-19 pandemic as well as the impact on the brains of students. The research data comes from digital literature such as online news, journals, websites, and online documents. The collected data is then reduced and constructed into a new, whole and fresh concept. Data analysis was performed using content analysis that emphasizes intertextuality and meaning creativity. The results showed that the difficulties of online learning due to limited access and poor learning concepts created new problems for students, namely the weakening of student achievement. Students who are unable to access learning and understand learning material properly are not able to achieve competence. This condition will reduce the quality of education. Keywords: Online Learning, the impact of coercion, COVID-19, Islamic Education AbstrakPembelajaran daring di tengah pandemi COVID-19 dipilih menjadi solusi dalam menggantikan pembelajaran konvensional telah menimbulkan dampak serius bagi para peserta didik. Terbatasnya akses internet dan minimnya kreativitas dan inovasi dalam konsep pembelajaran membuat peserta didik menjadi trauma edukasi dalam menjalani proses pembelajaran. Tulisan ini ingin menguji seberapa besar dampak pemaksaan dalam pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19 serta dampak terhadap otak peserta didik. Data penelitian ini bersumber dari literatur digital seperti, berita online, jurnal, website, maupun dokumen-dokumen online. Data-data yang terkumpul, kemudian direduksi dan dikonstruksi menjadi konsep baru yang utuh dan fresh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi yang mengedepankan intertekstualitas dan meaning creativity. Hasil penelitian menujukkan bahwa kesulitan pembelajaran daring akibat keterbatasan akses dan konsep pembelajaran yang buruk menimbulkan masalah baru bagi para peserta didik yakni melemahnya prestasi belajar siswa. Siswa yang tidak mampu mengakses pembelajaran dan memahami materi pembelajaran dengan baik sama dengan tidak dapat mencapai kompetensi. Kondisi ini akan menurunkan mutu pendidikan. Kata Kunci: Pembelajaran Daring, Dampak Pemaksaan, COVID-19, Pendidikan Islam
Al-hawājizu bayna Al-bahrayni fi Al- Qur’āni ‘inda Zaghlul An-Najjaar (الحواجز بين البحرين في القرآن عند زغلول النجار) Dinni Nazhifah; Gilang Rizki Aji Putra
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20956

Abstract

 The sea is one form of the Earth's surface that its components are made of liquid. Before the 20th century human beings simply know that all liquid when at the combine, it will become one, because the liquid has the nature of blending, but lately in the 20th century something strange was discovered, which was not mixed with seawater, one example of which was in the Straits of Giblatar. which at that time the human record was far from science, but in the Qur'an there was little explanation of the matter. Departing from the background above, the writer therefore tries to uncover and examine about a barrier that is in the quran. The author uses a literature study that uses the Zaghlul Annajar book as a primary source and books written by other people as secondary sources. The author also uses a science approach to be able to uncover verses related to science. The results achieved by the research using the method discussed then the water barrier contained in the quran is a front of water or it can be called the "mixed water" separator between two adjacent waters. This is also due to the presence of different water characteristics, in terms of water mass, temperature, and also the level of salinity of sea waterKeyword: Sea; barrier; Zagloul An-Najjar; Al-Qur’an AbstrakLaut merupakan salah satu bentuk dari permukaan bumi yang komponennya terbuat dari zat cair. Sebelum abad 20 manusia hanya mengetahui bahwasanya segala zat cair apabila di campurkan maka akan menjadi satu, karena zat cair memiliki sifat membaur, akan tetapi akhir-akhir ini pada abad ke 20 di temukan sesuatu hal yang aneh yaitu tidak bercampurnya air laut, salah satu contohnya di selat Giblatar.yang pada saat itu notabenya manusia masih jauh dari sains, akan tetapi didalam al-qur’an tertulis sedikit penjelasan tentang hal teresebut. Berangkat dari latar belakang di atas, maka dari itu penulis berusaha untuk mengungkap dan meneliti tentang suatu pembatas yang ada didalam al-qur’an.  Penulis menggunakan studi lliteratur yaitu menggunakan buku Zaghlul Annajar sebagai sumber primer dan buku-buku karangan orang lain sebagai sumber sekunder. Penulis juga menggunakan pendekatan sains untuk bisa mengungkap ayat al-qur’an yang berhubungan dengan sains. Hasil yang dicapai oleh penelitian dengan menggunakan metode yang telah  dibahas maka pembatas air yang tertera di dalam al-qur’an merupakan front air atau bisa juga disebut dengan “ air berbaur “ pemisah antara dua air yang saling berdampingan. Ini juga disebabkan karena adanya karakteristi air yang berbeda, dari segi massa air, suhu, dan juga tingkat keasinan air lautKata Kunci: Laut; Pembatas; Zaghlul Annajar; Alquran المخلصالبحر هي إحدى من أشكال سطح الأرض التي تتكون مكوناتها من السائل. قبل القرن العشرين، كان البشر يعرفون أنّ جميع السوائل عند خلطها ستصبح واحدة، لأن السوائل لها خصائص منتشرة، ولكن في القرن العشرين تم اكتشاف شيء عجيب لم يتم خلطه بمياه البحر، مثال في مضيق جبل طارق، وفي ذلك الوقت كان البشر بعيدون عن العلم الكونية، ولكن قد بين هذا الحال. ومن خلفية البحث أعلاه ، يحاول الكاتب بالتالي الكشف عن حاجز في القرآن وفحصه. يستخدم المؤلف دراسة مكتبية تستخدم كتاب زغلول النجار كمصدر رئيسي والكتب والمؤلفات والمجلات كمصادر ثانوية. تستخدم الباحثة أيضا منهجا علميا ليتمكن من كشف الآيات المتعلقة بالعلوم الكونية. النتائج التي توصل إليها البحث باستخدام الطريقة التي تمت مناقشتها وحاجز الماء الموجود في القرآن هو واجهة من الماء أو يمكن أن يسمى فاصل "المياه المختلطة" بين المياه المجاورة. ويرجع ذلك أيضًا إلى وجود خصائص مائية مختلفة، من حيث كتلة الماء ودرجة الحرارة ، وكذلك مستوى ملوحة مياه البحر.الكلمات الرئيسيه: البحر، الحاجز، زغلول النجار، القرآن
Energi Terbarukan dan Ekonomi Syariah: Sinergitas Mewujudkan Sustainable Development Azwar Iskandar; Khaerul Aqbar; Sulkifli Herman
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i3.20347

Abstract

The urgency of the availability of renewable energy, green economy and implementation of Sharia Economy actually has a spirit that is in line with the efforts of the global community in supporting sustainable development. The synergy between Sharia Economy practices in Indonesia and renewable energy programs in order to realize it becomes an inevitability. This research aims to describe the concept of synergy of Sharia Economy practices and renewable energy programs in Indonesia in order to realize sustainable development. This research is qualitative descriptive research through library study methods and content analysis. The results showed that the synergy scheme between renewable energy programs and Islamic economic/financial practices can be done in the form of: (i) sharia financial sector can be an instrument of EBT investment financing; (ii) the utilization of EBT may be a supporter and spearhead of halal industry, such as halal food and beverages, Muslim fashion, halal tourism, pharmaceuticals and halal cosmetics and halal media and recreation; and (iii) in the context of socially religious EBT financing, EBT can be done with the concept of ta'āwun and sedekaj jariah through crowd funding and waqf. In order to optimize the synergy between renewable energy programs and sharia economy, some steps and Quick Wins programs that can be done are: (1) campaigns against the excellence of renewable energy to achieve national energy self-sufficiency; (2) create easy access and attractive financing schemes to support renewable energy; (3) conduct research and publication on renewable energy and potential collaboration with other industries in the halal value chain that can be perceived in Indonesia, especially halal tourism.Keywords: renewable, energy, Islamic, economic, sustainable AbstrakUrgensi ketersediaan energi terbarukan, green economy dan implementasi Ekonomi Syariah sesungguhnya memiliki ruh yang sejalan dengan upaya masyarakat global dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Sinergitas antara praktik Ekonomi Syariah di Indonesia dan program energi terbarukan dalam rangka mewujudkannya menjadi sebuah keniscayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep sinergitas praktik Ekonomi Syariah dan program energi terbarukan di Indonesia dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif melalui metode studi pustaka dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  skema sinergitas di antara program energi terbarukan dan praktik ekonomi/keuangan Syariah dapat dilakukan dalam bentuk: (i) sektor keuangan Syariah dapat menjadi instrumen pembiayaan investasi EBT; (ii) pemanfaatan EBT dapat menjadi pendukung dan ujung tombak industri halal, seperti makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata halal, farmasi dan kosmetik halal dan media dan rekreasi halal; dan (iii) dalam konteks pembiayaan EBT yang bersifat sosial keagamaan, EBT dapat dilakukan dengan konsep ta’āwun dan sedekah jariah melalui urun dana (crowd funding) dan wakaf. Dalam rangka mengoptimalkan sinergitas antara program energi terbarukan dan ekonomi Syariah, beberapa langkah dan program Quick Wins yang dapat dilakukan adalah: (1) kampanye terhadap keunggulan energi terbarukan untuk mencapai swasembada energi nasional; (2) menciptakan kemudahan akses dan skema pembiayaan yang menarik untuk mendukung energi terbarukan; (3) mengadakan riset dan publikasi mengenai energi terbarukan dan potensi kolaborasi dengan industri lain dalam rantai nilai halal yang dapat diaplikasikan di Indonesia, terutama pariwisata halal. Kata kunci: terbarukan, energi, Islam, ekonomi, sustainable

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue