cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Wabah Corona Virus Disease Covid 19 Dalam Pandangan Islam Eman Supriatna
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i6.15247

Abstract

Abstract.Corona Virus Disease or known as Corona virus or covid-19 which was first detected appeared in China precisely in Wuhan City in late 2019. This virus then suddenly became a terrible terror for the world community, especially after claiming thousands of human lives in a short time relatively short. Nearly 200 countries in the world are infected with the corona virus, including Indonesia. Various efforts in the framework of prevention, treatment, and so on have been carried out in preventing the spread of the corona virus, so that lockdown and social distancing in big cities have been carried out to break the chain of the spread of the corona virus. In Islam the corona virus outbreak is a test for a people to always draw closer to Allah. Islam also teaches the term lockdown and social distancing in order to prevent transmission of disease, some scholars say the term is called Tho'un which is an outbreak that results in sick and at risk of communicable populations.Keywords: Covid-19, Islamic view Abstrak.Wabah Corona Virus Disease atau lebih dikenal dengan nama virus Corona atau covid-19 yang pertama kali terdeteksi muncul di Cina tepatnya di Kota Wuhan Tiongkok pada akhir tahun 2019. Virus ini kemudian mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut ribuan nyawa manusia dalam waktu yang relatif singkat. Hampir kurang lebih 200 Negara di Dunia terjangkit virus corona termasuk Indonesia. Berbagai upaya dalam rangka pencegahan, pengobatan, dan sebagainya pun telah dilakukan dalam mencegah penyebaran virus corona, hingga lockdown dan social distancing di kota-kota besar sudah dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus korona. Dalam Islam wabah virus korona ini merupakan sebuah ujian bagi suatu kaum agar selalu mendekatkan diri kepada Allah. Islam juga mengajarkan istilah lockdown dan social distancing dalam rangka pencegahan penularan penyakit, sebagian para ulama menyebutkan Istilah penyakit ini disebut dengan Tho’un yaitu wabah yang mengakibatkan penduduk sakit dan berisiko menular.Kata Kunci : Covid-19, Pandangan Islam
Teologi Surat al-Maun dan Praksis Sosial Dalam Kehidupan Warga Muhammadiyah Andri Gunawan
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v5i2.9414

Abstract

Abstract:One of the basic foundations of the Muhammadiyah movement is the theological power of Surat al-Ma'un taught by Kyai Ahmad Dahlan, Founder of Muhammadiyah. Ahmad Dahlan interpreted Al-Ma'un into three main activities, namely: education, health and the sponsorship of the poor also transformed religious understanding from mere sacred doctrines and "less reads" socially into cooperation or cooperatives for human liberation. In the modern era today the spirit of al-Ma'un is needed to be revived, especially in conditions of life full of social injustice. This discussion focuses more on the messages that Kyai Ahmad Dahlan wishes to convey in his interpretation of this letter al-ma'un. In addition to reviewing the implementation of the value of al-Maun's letter in the lives of Muhammadiyah residents.Keyword: Muhammadiyah, Kyai Ahmad Dahlan, Surat al-Ma'unAbstrak: Landasan pokok pergerakan Muhammadiyah salah satunya adalah kekuatan teologis surat al-Ma’un yang diajarkan oleh Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah. Ahmad Dahlan menafsirkan Al-Ma’un kedalam tiga kegiatan utama, yaitu: pendidikan, kesehatan dan penyantunan orang miskin juga melakukan transformasi pemahaman keagamaan dari sekadar doktrin-doktrin sakral dan “kurang berbunyi” secara sosial menjadi kerjasama atau koperasi untuk pembebasan manusia. Di era modern saat ini perlu kembali dihidupkan spirit al-ma'un ini, apalagi dalam kondisi kehidupan yang penuh dengan ketidakadilan sosial. Pembahasan ini lebih memfokuskan bagaimana pesan-pesan yang ingin disampaikan Kyai Ahmad Dahlan dalam tafsirnya terkait surat al-ma'un ini. Selain dikaji juga implementasi nilai surat al-Maun ini dalam kehidupan warga Muhammadiyah.Kata Kunci: Muhammadiyah, Kyai Ahmad Dahlan, Surat al-Ma'un 
’Urf Sebagai Sumber Hukum Nusirwan Nusirwan
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v4i1.7873

Abstract

Dalam perjalanan sejarah Islam, para ulama mengembangkan berbagai teori, metode, danprinsip hukum yang sebelumnya tidak dirumuskan secara sistematis, baik dalam Al-qur’anmaupun as-Sunnah. Upaya para ulama tersebut berkaitan erat dengan tuntutan realita sosialyang semakin hari semakin kompleks. Berbagai persoalan baru bermunculan yang sebelumnyatidak dibahas secara spesifik dalam Alquran dan Hadits Nabi. Di antara metode penetapanhukum yang dikembangkan para ulama adalah al-urf, yakni adat kebiasan suatu masyarakatyang dipandang baik dan diterima oleh akal sehat. DOI: 10.15408/sjsbs.v4i1.7873
Impact of Corona Virus Outbreak Towards Teaching and Learning Activities in Indonesia Zaharah Zaharah; Galia Ildusovna Kirilova; Anissa Windarti
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i3.15104

Abstract

AbstractLately, the world community was shocked by the Coronavirus outbreak that originated in the city of Wuhan, China that occurred in November 2019 last year. Coronavirus is very dangerous because until now no cure or vaccine has been found. Coronavirus attacks the human respiratory tract quickly. Transmission of this virus through, airborne and air to fellow humans. Its spread is very fast and cross-continent, WHO determined the spread of this virus over the plague and endemic, most of the countries registered at the UN contracted this virus, including Indonesia. This article aims to explain the impact of the coronavirus on teaching and learning activities, which so far teaching and learning processes are held in schools or classes but with the co-19 pandemics, teaching and learning activity is moved at home by E-Learning using various technological devices, such as smartphones, computers, and notebooks. The impact caused by the coronavirus involves various aspects, such as social, cultural, and worse, economic aspects. This study is carried out through a literature study by looking at the results of surveys and studies of literature, journals, and documents of several prints and electronic media and books relating to teaching and social society, sociology and anthropology. The conclusion of this paper shows the government's step in issuing policies to the public not to do any activities outside the home, all work is carried out from home, including teaching and learning activities.Keywords: Impact, Plague, Virus corona, Teaching, and Learning Activities AbstrackAkhir-akhir ini masyarakat dunia digemparkan oleh terjadinya wabah Coronavirus yang berasal dari kota Wuhan, China yang terjadi di bulan November 2019 tahun lalu. Corona virus ini sangat berbahaya karena sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin penanggulangannya. Coronavirus menyerang saluran pernapasan manusia dengan cepat. Penularan virus ini melalui, airborne dan udara kepada sesama manusia. Penyebarannya yang sangat cepat dan lintas benua, WHO menetapkan penyebaran virus ini diatas wabah dan endemic, sebahagian besar  negara yang terdaftar di PBB terjangkit virus ini, termasuk juga Indonesia.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak dari virus corona  terhadap kegiatan belajar mengajar, yang selama ini proses belajar mengajar diadakan di sekolah atau  kelas tetapi dengan adanya pendemi covid-19, KBM dipindahkan di rumah secara E-Learning dengan mengunakan berbagai alat technologi, seperti smartphone, komputer dan notebook. Dampak yang disebabkan oleh virus corona ini menyangkut perbagai aspek, seperti aspek sosial, budaya, dan yang lebih parah adalah aspek ekonomi. Kajian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan melihat hasil-hasil survei dan studi literatur, journal dan document beberapa media cetak maupun elektronik serta buku yang berhubungan dengan pengajaran dan sosial masyrakat, sosiologi dan antropologi. Kesimpulan dari tulisan ini menunjukkan adanya langkah pemerintah mengeluarkan kebijakan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas apapun diluar rumah, semua pekerjaan dilaksanakan dari rumah, termasuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM.Keyword: Dampak, Wabah, Viruscorona, Kegiatan Belajar Mengajar
Kondisi Perlindungan Konsumen Di Negara Indonesia Pada Tahun 2019 M. Makhfudz
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i2.14900

Abstract

AbstractThe implementation of consumer protection is far from being resolved. There are still many cases that are detrimental to the buyer. Whereas, in the principle of sales it says "the buyer is king." But what happened instead showed low consumer protection. whereas the form of consumer protection is clearly regulated in Act Number 80 of 1999 concerning the Consumer Protection Act. It states that there is a guarantee for consumers and efforts to create a consumer protection system that contains elements of legal certainty and transparency of information, as well as access to information on food, drinks, and dangerous drugs. Keywords: Consumer Protection, Sales, Transparency AbstractImplementasi perlindungan konsumen masih jauh dari kata penyelesaian. Masih banyak kasus-kasus yang merugikan pembeli. Padahal, dalam prinsip penjualan dikatakan  "pembeli adalah raja." Namun yang terjadi malah menunjukkan rendahnya perlindungan konsumen. Padahal bentuk perlindungan konsumen sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 80 tahun 1999 tentang Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Didalamnya dinyatakan adanya jaminan bagi konsumen dan upaya menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan transparansi informasi, serta akses terhadap informasi makanan, minuman, dan obat-obatan berbahaya. Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Penjualan, Transparansi
Pemuliaan Islam Terhadap Kaum Wanita Dalam Perspektif Alquran dan Hukum Positif Siti Ngainnur Rohmah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i4.14963

Abstract

AbstractThe phenomenon of cases of harassment and opposition to women in Indonesia is not in accordance with Islamic teachings. Because basically Islam is very glorifying women and upholds the dignity of women. There are several verses which are often wrong and are used as evidence to legitimize the action. This paper presents the interpretation of specific Qur'anic verses on the interpretation of adabi ijtima'i related to the equal rights of men and women in society. There are two interpretations that will be the object of this research, namely Safwah al-Tafasir by Muhammad ‘Ali al-Sabuni and Tafsir al-Misbah by Muhammad Quraish Shihab. This paper examines the analysis and critical discussion of Muhammad ‘Ali al-Sabuni and Muhammad Quraish Shihab on the correctional of women and equality of women in Islam.Keywords: Discrimination, Women, Men, and Breeding AbstrakFenomena kasus pelecehan dan diskriminasi terhadap kaum wanita di Indonesia sesungguhnya tidak sejalan dengan ajaran Islam. Karena pada dasarnya Islam sangat memuliakan wanita dan menjunjung tinggi martabat wanita. Ada beberapa ayat yang sering salah dipahami dan dijadikan dalil untuk melegitimasi tindakan tersebut. Tulisan ini menyajikan penafsiran ayat-ayat Alquran khususnya tafsir adabi ijtima’i terkait dengan persamaan hak kaum laki-laki dan perempuan dalam bermasyarakat. Ada dua tafsir yang akan menjadi objek penelitian ini, yaitu Safwah al-Tafasir karya Muhammad ‘Ali al-Sabuni dan Tafsir al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab. Tulisan ini mengupas secara analitis dan mengeksplorasi secara kritis pandangan Muhammad ‘Ali al-Sabuni dan Muhammad Quraish Shihab terhadap pemuliaan perempuan dan persamaan hak kaum laki-laki dengan perempuan di dalam Islam.Kata Kunci: Diskriminasi, Perempuan, Laki-laki, dan Pemuliaan
Doktrinisasi Anti Korupsi (Program Perguruan Tinggi Menanamkan Semangat Anti Korupsi Ke Alam Bawah Sadar Mahasiswa) Andrian Habibi
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v5i1.7903

Abstract

Abstract: Destructive corruption has been used since small things. The process of corrupt soul cultivation is beginning to grow in students from the practice of reducing time, playing value, lobbying for tuition fees and / or student activities as well as other small things. Little by little corruption is present as an understandable part. The prospective corruptor program that is accidentally or unconsciously is carried out repeatedly by the next generation who are studying in a college or student organization. Therefore it is necessary to have an anti-corruption education system that is more subtle and unnoticed by students. The Anti-Corruption Doctrine Program is one of the choices of various ways that have been made to reduce the corruptive soul. Doctrinal planting through the process of brainwashing to the subconscious of students to gradually reject corrupt behavior and hate corruptors. Therefore, it is important for universities to form special teams to instill anti-corruption thinking in students. The aim is to create students who unwittingly live life in a culture of resistance to corruption and stop the growth of corrupt seeds. Keywords: Corruption, Doctrinization, Hating Corruption Abstrak: Korupsi alat perusak yang sudah terbiasa dilakukan sejak dari hal kecil. Proses pembenihan jiwa korup mulai tumbuh pada mahasiswa dari praktik mengurangi waktu, memainkan nilai, lobby uang kuliah dan/atau kegiatan mahasiswa serta hal kecil lainnya. Sedikit demi sedikit korupsi hadir sebagai bagian yang dimaklumi. Program calon koruptor yang tidak sengaja atau tidak sadar dilakukan secara berulang oleh generasi penerus yang sedang belajar di perguruan tinggi atau organisasi kemahasiswaan. Karenanya perlu adanya sistem pendidikan anti korupsi yang lebih halus dan tanpa disadari oleh peserta didik. Program Doktrin Anti Korupsi merupakan salah satu pilihan dari pelbagai banyak cara yang sudah dibuat untuk mengurangi jiwa koruptif. Penanaman doktrin melalui proses pencucian otak hingga alam bawah sadar peserta didik agar secara bertahap menolak perilaku koruptif dan membenci koruptor. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi penting membentuk tim khusus untuk menanamkan pemikiran anti korupsi kepada mahasiswa. Tujuannya agar tercipta mahasiswa yang tanpa sadar menjalani hidup dalam budaya perlawanan kepada korupsi dan menghentikan tumbuhnya bibit-bibit koruptor. Kata Kunci: Korupsi, Doktrinisasi, Membenci Korupsi DOI: 10.15408/sjsbs.v5i1.7903
Memperkuat Hubungan Antar Lembaga Negara Dalam Bingkai Negara Hukum Indra Rahmatullah; Rizza Zia Agusty
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v3i2.7856

Abstract

Abstract:The authority of the state is not powered by one person or one institution only, but also it should be a separation of power. The separation pf power from trias politica theory is difficult to be implemented because no other state body that untouchable. That is why the theory of distribution power developed become the check and balances theory. The development of check and balances theory is signed by the amandement UUD 1945. The goal of check and balances system is to maximize the function state body and to limit abuse of power. In fact, there is always conflict between state bodies because of their power and duty.Keywords: Check and balances, state body, and conflict. Abstrak:Kekuasaan negara tidak terpusat pada satu orang atau lembaga saja, tetapi perlu adanya pemisahan kekuasaan (separation of power). Separation of power dari trias politica sebelumnya sulit terlaksana karena satu sama lain lembaga negara tidak mungkin tidak saling bersentuhan, sehingga berkembanglah menjadi teori pembagian kekuasaan (distribution of power) dan berujung dengan lahirnya teori checks and balances. Perkembangan ketatanegaraan di Indonesia yang mengarah pada sistem checks and balances ditandai dengan adanya amandeman UUD 1945 yakni lembaga negara yang saling mengawasi dan mengimbangi lembaga negara lainnya. Tujuan checks and balances adalah memaksimalkan fungsi masing-masing lembaga negara dan membatasi kesewenang-wenangan lembaga negara. Pada kenyataanya, mulai ada ketegangan dan konflik antar lembaga negara yang diakibatkan lembaga negara tersebut merasa memiliki kekuatan yang sama.Kata kunci: Checks and balances, lembaga negara, dan konflik. 
Busana Apps (Budaya Khas Nusantara Applications): Disemination And Culture Education of Indonesia Through the Puzzle Game in the Middle of Pandemic Covid-19 Hamdani Hamdani; Billy Nugraha
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v8i1.18357

Abstract

Indonesian culture is very diverse, from Sabang to Merauke. Many people don't know about Indonesian culture. This is because they are rarely introduced to the knowledge of arts and culture. In its implementation, efforts to preserve culture experience challenges from the incoming foreign culture. Technological advances have an impact on society, one of which is the proliferation of various kinds of games. The image of games in society is still seen as an entertaining medium rather than a learning medium. The nature of games is challenging, addictive, and fun for those who like games. Technological developments also affect people's habits. One of them is smartphones. So a combination is needed by following the development of science and technology today. Busana Apps (Budaya Khas Nusantara Applications) is an application that displays a variety of cultures in Indonesia, from dance, music, and fine arts. This application is expected to help the interest of the community, especially children, to get to know the arts and culture in Indonesia, which is a legacy from their ancestors so that they can be maintained, cared for, and preserved properly. The results offered in this application are in the form of a puzzle game, which is an interactive game that can stimulate children's thinking patterns. Even with the Covid-19 pandemic like this, that cannot make people visit art venues directly. However, with this application, the public can get to know more about the arts in Indonesia.Keywords: Busana Apps, Game Puzzle, Covid-19 Pandemic. AbstrakBudaya Indonesia sangat beragam, dari Sabang sampai Merauke. Banyak orang yang belum tahu tentang budaya Indonesia. Hal ini dikarenakan mereka jarang dikenalkan dengan ilmu seni dan budaya. Dalam pelaksanaannya, upaya pelestarian budaya mengalami tantangan dari budaya asing yang masuk. Kemajuan teknologi berdampak pada masyarakat, salah satunya dengan menjamurnya berbagai jenis permainan. Citra game di masyarakat masih dipandang sebagai media hiburan daripada media pembelajaran. Sifat permainan yang menantang, membuat ketagihan dan menyenangkan bagi mereka yang menyukai permainan. Perkembangan teknologi juga mempengaruhi kebiasaan masyarakat. Salah satunya adalah smartphone. Sehingga dibutuhkan kombinasi dengan mengikuti perkembangan IPTEK saat ini. Busana Apps (Aplikasi Budaya Khas Nusantara) merupakan aplikasi yang menampilkan ragam budaya yang ada di Indonesia, mulai dari seni tari, musik dan seni rupa. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu minat masyarakat khususnya anak-anak untuk lebih mengenal seni dan budaya yang ada di Indonesia yang merupakan peninggalan nenek moyang sehingga dapat dijaga, dirawat dan dilestarikan dengan baik. Hasil yang ditawarkan dalam aplikasi ini berupa permainan puzzle yaitu permainan interaktif yang dapat merangsang pola berpikir anak. Bahkan dengan pandemi Covid-19 seperti ini, tidak bisa membuat orang mengunjungi tempat seni secara langsung. Namun dengan adanya aplikasi ini masyarakat bisa lebih mengenal seni yang ada di Indonesia.Kata kunci: Busana Apps, Game Puzzle, Covid-19 Pandemic
Tradisi Jolenan Di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Anggun Rafiqah Aushaf
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i1.13684

Abstract

AbstractPurworejo is one of the districts in Central Java which is rich in natural and human resources. One of the various regional cultural traditions that is still preserved in Purworejo Regency, precisely in Somongari Village, Kaligesing District is merti-deso or village-cleansing and commonly called Jolenan. This study was dissected using a qualitative method with an ethnographic communication approach. For the deepening of the analysis observations and interviews were conducted with respondents who were involved in the Jolenan Customary Ceremony. The results showed that the communicative situation in the Jolenan Customary Ceremony was walking in a sacred manner. The traditional Jolenan ceremony is a tradition that is carried out every two years on the Javanese calendar, Seloso Wage Day in Sapar Month. Communicative events in Jolenan Traditional Ceremony are traditions that contain myths in them. Broadly speaking, the purpose of the Jolenan Traditional Ceremony is as an expression of gratitude and thanks to Allah SWT for the abundant produce of the earth and also as a tribute to the ancestors of the Sumongari Village, Eyang Kedono-Kedini. In the Jolenan Customary Rite there are ten stages in it namely: environmental cleanliness and tombs, making and decorating Jolen, tirakatan night, festivity of the Rukun Tetangga, installation of offerings, performing arts, welcoming events, Jolen carnival, large festivals, and tayuban. Communicative actions in the Jolenan Customary Ceremony namely regarding the statement of the people of Sumongari Village on the crops given by Allah SWT and the request of the people of Sumongari Village so that the village occupied is always given an abundance of crops continuously.Keywords: Traditional Communication, Jolenan Traditional Ceremony, values, social, religious, symbolic AbstrakPurworejo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang kaya akan sumber daya alam dan manusianya. Satu dari berbagai tradisi kebudayaan daerah yang sampai saat ini masih dilestarikan di Kabupaten Purworejo, tepatnya di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing adalah merti-deso atau bersih-desa dan biasa disebut Jolenan. Penelitian ini dibedah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Untuk pendalaman analisis dilakukan observasi dan wawancara dengan para responden yang berperan dalam Upacara Adat Jolenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi komunikatif dalam Upacara Adat Jolenan yaitu berjalan dengan sakral. Upacara adat Jolenan merupakan tradisi yang dilakukan setiap dua tahun sekali pada penanggalan Jawa yaitu hari Seloso Wage pada Bulan Sapar. Peristiwa komunikatif dalam Upacara Adat Jolenan merupakan tradisi yang mengandung mitos di dalamnya. Secara garis besar tujuan dilakukannya Upacara Adat Jolenan yaitu sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT atas hasil bumi yang melimpah dan juga sebagai penghormatan kepada leluhur Desa Sumongari yaitu Eyang Kedono-Kedini. Dalam ritual Upacara Adat Jolenan terdapat sepuluh tahapan di dalamnya yaitu: kebersihan lingkungan dan makam, membuat dan menghias Jolen, malam tirakatan, kenduri Rukun Tetangga, pemasangan sesaji, pentas kesenian, acara sambutan, kirab Jolen, kenduri besar, dan tayuban. Tindak komunikatif dalam Upacara Adat Jolenan yaitu mengenai pernyataan masyarakat Desa Sumongari atas hasil bumi yang diberikan Allah SWT dan permohonan masyarakat Desa Sumongari agar desa yang ditempati selalu diberikan kelimpahan hasil bumi secara terus menerus.Kata kunci: Komunikasi Tradisional, Upacara Adat Jolenan, nilai, sosial, religious, simbiolik

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue