cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Menjadi Dosen Profesional dan Inspiratif Supriyadi Ahmad
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v3i1.3310

Abstract

Abstract:Professional and inspirational lecturer become the dream of every academician. Professional lecturer is professional teacher and scientist with the primary task of transforming, developing, and disseminating science, technology, and the arts through education, research, and social community. Professional lecturer must have pedagogic, professional, good personality, and social competence. In order to be inspirative, lecturer must have the sense of never ending learning, competence, sincere, spiritual, total, motivator, creative, inovative, and discipline.Keyword: Lecturer, Professional, Inspirative. Abstrak: Dosen profesional dan inspiratif menjadi dambaan setiap insan akademik. Dosen profesional adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen profesional harus mempunyai kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Agar menjadi inspiratif, dosen harus mempunyai sifat haus ilmu sehingga terus-menerus belajar, terus belajar, kompeten, ikhlas, spiritualis, totalitas, motivator dan kreatif, pendorong perubahan, dan disiplin.Kata Kunci: Dosen, Profesional, Inspiratif. 
Pola Penggunanan Balanced Scorcard Pada Indikator Kinerja Utama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fitriadi Fitriadi; Mahendro Sumardjo; Jubaedah Jubaedah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 5 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i11.17904

Abstract

Abstract. The research problems about phenomena of the difficulty in seeing performance achievements and performance measurements at State Islamic University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. The UIN Syarif Hidayatullah Jakarta has difficulty making decisions in performance management, because before using the KPI, Its used budget management in performance appraisal and measurement. This research uses a qualitative method of field study with a phenomenological approach. Research objects are the experiences of the use of the Balanced Scorecard (BSC) pattern on the KPI of the UIN Syarif Hidayatullah Jakarta in 2018. After its existence of the Main KPI using the BSC. The results of the KPI are taken into consideration for performance evaluation by stakeholders at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta in achieving the organization's vision. This performance appraisal and performance measurement can serve as a reference for performance achievements for Higher Education Rankings at the national and international level, Government Institution Performance Accountability Report (LAKIP), Strategic Plan (Renstra) and Campus Development Master Plan (RIBKA) or Milestones by looking at indicators, targets and size of the report.Keywords: Key Performance Indicators (KPI), Key Performance Indicators (KPI), Balanced Scorecard (BSC), Performance Measurement, Cascade. Abstrak. Fenomena yang diteliti pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah sulitnya melihat capaian kinerja dan pengukuran kinerja. Oleh karena itu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kesulitan mengambil keputusan dalam manajemen kinerja, sebelum menggunakan IKU, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggunakan manajemen anggaran dalam penilaian dan pengukuran kinerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi lapangan dengan pendekatan fenomenologi. Yang diteliti adalah pengalaman pola penggunaan Balanced Scorecard (BSC) IKU atau Key Performance Indicator (KPI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2018. Setelah adanya IKU di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan menggunakan Balanced Scorecard (BSC). penilaian kinerja dan ukuran kinerja ini bisa sebagai acuan capaiaan kinerja untuk Perangkingan Perguruan Tinggi di tingkat nasional maupun internasional, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP), Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Induk Pengembangan Kampus (RIBKA) atau Milestones dengan melihat indikator, target dan ukuran pada lapran tersebut.Kata Kunci: Indikator Kinerja Utama (IKU), Key Performance Indicator (KPI), Balanced Scorecard (BSC), Pengukuran Kinerja, Cascade. 
Dari Kisah Hayy Bin Yaqzhan Sampai Moralitas Ekonomi; Pemikiran Ekonomi Ibn Thufail Luis Marnisah; Havis Aravik; Fakhry Zamzam
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 4 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i4.13710

Abstract

Abstract This study discusses the economic thought of Ibn Thufail from the story of Hayy bin Yaqzhan to Economic Morality. With the aim to find out more about Ibn Thufail's economic thought, especially seen from the story of Hayy bin Yaqzhan to economic morality. The study is descriptive qualitative using primary and secondary data relating to Ibn Thufail and analysis using content analysis. The results of this study show that the Story of Hayy bin Yaqzhan is a symbolic story in which contains matters relating to economic practices both the most basic and fundamental, and humans act as adaptive and creative creatures as well as tool-making being to meet various her needs. In the context of economic morality is largely determined by one's consumption behavior towards goods and services.Keywords: Ibn Thufail, Hayy Bin Yaqzhan, Economic Morality AbstrakPenelitian ini membahas tentang pemikiran ekonomi Ibn Thufail dari kisah Hayy bin Yaqzhan sampai Moralitas Ekonomi. Dengan tujuan untuk mengetahui lebih jauh pemikiran ekonomi Ibn Thufail, terutama dilihat dari kisah Hayy bin Yaqzhan sampai moralitas ekonomi. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang berhubungan dengan Ibn Thufail dan analisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa Kisah Hayy bin Yaqzhan merupakan kisah simbolik yang di dalamnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan praktek ekonomi baik dari yang paling dasar maupun fundamental, dan manusia berperan sebagai makhluk yang adaptif dan kreatif juga sebagai tool-making being guna memenuhi berbagai kebutuhan dirinya. Dalam konteks moralitas ekonomi sangat ditentukan oleh perilaku konsumsi seseorang terhadap barang dan jasa. Kata Kunci: Ibn Thufail, Hayy Bin Yaqzhan, Moralitas Ekonomi
PENGELOLAAN DANA UMRAH BERBASIS INVESTASI Imas Syarifah Ahmad
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v1i2.1546

Abstract

Abstract: The Management of Investment-based Umrah. Indonesian citizens have great intention to perform Hajj and Umrah; it can be seen from the long waiting list for Hajj or even Umrah along the year. In the condition of expensive fees for Hajj and Umrah and high intention to perform them, the government gives solution to help its citizens overcome this obstacle. Therefore, several banks and travel companies open saving accounts in the form of investment for Umrah. Keywords: funds, umrah, investment  Abstrak: Pengelolaan Dana Umrah Berbasis Investasi. Umat Islam Indonesia termasuk memiliki minat sangat tinggi untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Hal ini terlihat dari panjangnya daftar waiting list keberangkatan haji, bahkan keberangkatan umrah dilakukan hampir-hampir sepanjang tahun secara bergelombang. Dalam kondisi biaya yang mahal sedang minat masyarakat tinggi, akhirnya dicarikan solusi agar kendala biaya tidak menjadi penghambat bagi umat Islam Indonesia melakukan ibadah ini. Oleh karenanya beberapa bank, bahkan perusahaan jasa travel membuka pelayanan tabungan berbentuk investasi yang diniatkan untuk ibadah umrah. Kata Kunci: Dana, Umrah, InvestasiDOI:10.15408/sjsbs.v1i2.1546
Peran Ekonomi dan Keuangan Sosial Islam saat Pandemi Covid-19 Azwar Iskandar; Bayu Taufiq Possumah; Khaerul Aqbar
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i7.15544

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memamparkan beberapa solusi kebijakan ekonomi dan keuangan Islam yang dapat ditawarkan dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik content analysis (analisis isi) dan riset kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara solusi yang dapat ditawarkan dalam kerangka konsep dan sistem Ekonomi dan Keuangan Sosial Islam adalah: (1) dengan penyaluran bantuan langsung tunai yang berasal dari zakat, infak dan sedekah; (2) dengan penguatan wakaf baik berupa wakaf uang, wakaf produktif, waqf linked sukuk maupun wakaf untuk infrastruktur; (3) melalui bantuan modal usaha unggulan untuk sektor usaha atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM); (4) melalui skema qardhul hasan; (5) peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah; (6) melalui pengembangan teknologi finansial syariah. 
Status Hukum dan Hak Anak Dari Perkawinan Wanita Hamil Dalam Perspektif Mazhab Syafi'i dan Hukum Positif Mara Sutan Rambe
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v4i3.10340

Abstract

Abstract.The legal status and rights of the child of the marriage of a pregnant woman according to the Shafi'i School are if the child is born less than six months from a legitimate marriage or the possibility of prior bodily relationships, then the child is an illegitimate child and only has a relationship to his mother and family her mother. However, if the child is born more than six months of pregnancy from a legal marriage or if there is a possible relationship, then the child is a legitimate child, so he has rights to his parents. UUP and KHI regulate that children born from the marriage of pregnant women due to zina are legitimate children, as long as the child is born from a legitimate marriage (article 42 UUP and article 99 points a KHI), so that he has rights that must be fulfilled by both her parents. However, if a child born due to adultery is not in a legal marriage, then the child only has a civil relationship to his mother as stated in article 43 (1) of the LoGA. However Article 43 (1) has a Judicial Review, so that a child born outside of marriage does not only have a civil relationship with his mother but also has a civil relationship with his biological father.Keywords: Legal Status, Children's Rights, Marriage of Pregnant Women Abstrak.Status hukum dan hak anak dari perkawinan wanita hamil menurut Mazhab Syafi’i adalah jika anak tersebut lahir kurang dari enam bulan dari perkawinan yang sah atau dimungkinkan adanya hubungan badan sebelumnya, maka anak tersebut adalah anak tidak sah dan hanya mempunyai hubungan nasab kepada ibunya dan keluarga ibunya. Namun, jika anak tersebut lahir lebih dari enam bulan masa kehamilan dari perkawinan sah atau dimungkinkan adanya hubungan badan, maka anak tersebut adalah anak sah, sehingga memiliki hak terhadap kedua orang tuanya. UUP dan KHI bahwa anak yang lahir dari perkawinan wanita hamil akibat zina adalah anak yang sah, sepanjang anak tersebut lahir dari perkawinan yang sah (pasal 42 UUP dan pasal 99 poin a KHI), sehingga ia memiliki hak-hak yang wajib dipenuhi oleh kedua orang tuanya. Namun jika anak yang lahir akibat zina tidak dalam ikatan perkawinan yang sah, maka anak tersebut hanya mempunyai hubungan perdata kepada ibunya saja sebagaimana yang tercantum dalam pasal 43 (1) UUPA. Namun Pasal 43 (1) ini telah Judicial riview, sehingga anak yang dilahirkan di luar perkawinan tidak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya tetapi juga mempunyai hubungan perdata kepada ayah biologisnya.Kata Kunci: Status Hukum, Hak Anak, Perkawinan Wanita Hamil
Budaya Hukum Dalam Masyarakat Multikultural Syafrudin Makmur
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v2i2.2387

Abstract

Cultural diversity existed in the archipelago even before Indonesia as a modern nation state was born. So, it sounds quite plausible if there is a claim that multiculturalism has been a noble cultural heritage of the nation since time immemorial. The success or failure of the legal culture in society always depends on the structure of society as a whole. Regarding the legal values it adheres to, the areas of life are subject to legal culture, tools and methods of legal communication and the quality of leaders. There is an assumption that every member of the community is considered to know the applicable law. Communities obey the law usually out of fear of negative sanctions in order to maintain good relations with the government and other community members. Legal culture has a vital and very important role in law enforcement in Indonesia because law is very much determined by the legal culture in the form of values, views and attitudes of the people concerned. Therefore, it is necessary to improve the quality of the role of legal culture, including through work culture and professional behavior of law enforcement officials, education and fostering broad individual and social behavior not only for law enforcement officers but all elements of society and government.Keywords: Law, Society, Multicultural Abstrak:Kemajemukan budaya telah ada di bumi Nusantara bahkan sebelum Indonesia sebagai sebuah nation state modern lahir. Maka, kedengarannya cukup masuk akal apabila kadang-kadang ada klaim bahwa multikulturalisme sudah merupakan warisan luhur budaya bangsa sejak dahulu kala. Berhasil tidaknya budaya hukum dalam masyarakat, senantiasa tergantung pada struktur masyarakat secara keseluruhan, terkait nilai-nilai hukum yang dianutnya, bidang-bidang kehidupan sasaran budaya hukum, alat-alat dan cara komunikasi hukum dan kualitas pemimpin. Terdapat suatu asumsi bahwa setiap warga masyarakat dianggap mengetahui hukum yang berlaku masalahnya apa benar demikian. Masyarakat mematuhi hukum biasanya karena takut pada sanksi negatifnya untuk memelihara hubungan baik dengan pemerintah dan warga masyarakat lainnya. Budaya hukum mempunyai peran yang vital dan sangat penting dalam penegakan hukum di Indonesia karena hukum sangat ditentukan oleh budaya hukum yang berupa nilai, pandangan serta sikap dari masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas peran budaya hukum antara lain melalui budaya kerja dan perilaku yang profesional para aparat penegak hukum, pendidikan dan pembinaan perilaku individu dan sosial yang luas tidak hanya kepada aparat penegak hukum namun semua elemen masyarakat dan pemerintah.Kata kunci:  Hukum, Masyarakat, Multikultural
Klasifikasi Ilmu Menurut Ibn Sina Nur Khasanah; Achmad Irwan Hamzani; Havis Aravik
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 5 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i11.17739

Abstract

AbstractThis thesis addresses the classification of knowledge by Ibn Sina. The goal of this thesis was to decide the classification of knowledge according to Ibn Sina and to what degree the position and effect of Ibn Sina's thinking on the growth of science in Islam. This research is a qualitative literature-based study (library research). The method used is analytical, qualitative, with the goal of presenting a definition or explaining the present reality or what is happening or the current reality of the object under study. The results of this study show that the classification of knowledge according to Ibn Sina divides knowledge into two, namely theoretical knowledge (hikmah nadzariah) which seeks to purify the soul through ma'rifat. What this information requires is the discussion of the questions of metaphysics (divinity), mathematics (riyadhiyah) and physics (thabi'iyah). Second, the functional sciences ('Amaliah'). Included in the area of practical science, such as ethics (Khuluqiyah), regulating family relationships in the household, economics (Tadbir al-Manzil), regulating the association of people within the state (Tadbir al-Madinah) and prophethood (syari'ah).Keywords; Ibn Sina, Classification of Science, theoretical science, practical science. AbstrakStudi ini membahas tentang klasifikasi ilmu menurut Ibn Sina. Dengan tujuan untuk mengetahui klasifikasi ilmu menurut Ibn Sina dan sejauh mana peran dan pengaruh pemikiran Ibn Sina terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Studi merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberi gambaran atau mendeskripsikan kenyataan yang ada atau apa yang terjadi atau kenyataan sebenarnya pada obyek yang diteliti. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa klasifikasi ilmu menurut Ibn Sina ilmu terbagi menjadi dua, yaitu ilmu teoritis (hikmah nadzariyah) bertujuan untuk membersihkan jiwa melalui ma’rifat. Yang termasuk ilmu ini adalah membahas masalah-masalah metafisika (ketuhanan), matematika (riyadhiyah), dan fisika (thabi’iyah). Kedua, ilmu-ilmu praktis (‘Amaliyah). Termasuk dalam bidang ilmu-ilmu praktis seperti etika (Khuluqiyah), mengatur pergaulan keluarga dalam rumah tangga, ekonomi (Tadbir al-Manzil), mengatur pergaulan umat dalam negara (Tadbir al-Madinah) dan kenabian (syari’ah).Kata Kunci; Ibn Sina, Klasifikasi Ilmu, Ilmu teoritis, ilmu praktis.
Menguak Hal-Hal Penting Dalam Pemikiran Filsafat al-Kindi Havis Aravik; Hoirul Amri
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i2.11228

Abstract

AbstractThe history of Islamic thought is inseparable from the transformation of knowledge from cultural thoughts outside of Islam, including Greek philosophy. The project was initiated by the Abbasids and reached its peak when power was held by the Caliph al-Harun Ar-Rasyid and al-Makmun. The most meritorious person and considered the first philosopher in the Islamic world was al-Kindi. This article discusses important matters in al-Kindi's philosophical thinking. With the aim to find out how the philosophical thinking of al-Kindi. This article uses library-based qualitative research with a qualitative descriptive approach and technical descriptive analysis and content analysis. The results of this study show that al-Kindi was a philosopher who brought philosophy into the Islamic world. The things in al-Kindi's thinking are the relationship between Religion and Philosophy, divinity philosophy, philosophy of soul, mind, and spirit, infinity to the concept of reason.Keywords: al-Kindi, Philosophy, God, Spirit, and Intellect. AbstrakSejarah pemikiran Islam tidak lepas dari transformasi ilmu dari pemikiran-pemikiran kebudayaan di luar agama Islam, termasuk filsafat Yunani. Proyek tersebut digagas oleh Bani Abbasiyyah dan mencapai puncaknya ketika kekuasaan dipegang oleh Khalifah al-Harun Ar-Rasyid dan al-Makmun. Orang yang paling berjasa dan dianggap filosof pertama dalam dunia Islam adalah al-Kindi. Artikel ini membahas tentang hal-hal penting dalam pemikiran filsafat al-Kindi. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran filsafat al-Kindi. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknis analisis deskriptif dan content analysis. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa al-Kindi merupakan seorang filosof yang membawa filsafat ke dalam dunia Islam. Hal-hal dalam pemikiran al-Kindi adalah hubungan Agama dan Filsafat, filsafat ketuhanan, filsafat jiwa, akal dan ruh, ketakterhinggaan sampai konsep akal.Kata Kunci: al-Kindi, Filsafat, Tuhan, Ruh dan Akal.
MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS SEBAGAI ALAT ETIKA KOMUNIKASI DALAM BISNIS ISLAM Yuke Rahmawati
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v1i2.1537

Abstract

Abstract: Public Relations Management as a Tool of Business Communication Ethics Islam. Public relations is as an intermediary between the head of the organization and its publics. In an effort to foster good community relations, internal and external. Public relations profession generally believed to be a facilitator, motivator, and even become agents of change. One definition says PR is a method of communication to create a positive image of the partner organization on the basis of respecting mutual interests. Management of public relations in the business of Islam, does not give a different sense, because basically the concept of PR is highly recommended in Islam. If the analogy meaning of public relations as a procedure for communicating the good, true and effective, then the concept of Islam has clearly explain to some verses in the Koran. Keywords: Public Relations, Islamic Business, Management, Methods Abstrak: Manajemen Public Relations Sebagai Alat Etika Komunikasi Dalam Bisnis Islam. Public relations merupakan sebagai perantara antara pimpinan organisasi dengan publiknya. Baik dalam upaya membina hubungan masyarakat internal, maupun eksternal. Profesi public relations pada umumnya diyakini akan menjadi fasilitator, motivator, bahkan menjadi agen perubahan. Salah satu definisi menyebutkan PR adalah metode komunikasi untuk menciptakan citra positif dari mitra organisasi atas dasar menghormati kepentingan bersama. Manajemen public relations pada bisnis Islam, tidak memberikan pengertian yang berbeda, karena pada dasarnya konsep PR ini sangat direkomendasikan dalam Islam. Bila dianalogikan makna public relation sebagai tata cara berkomunikasi yang baik, benar dan efektif, maka konsep Islam telah jelas menerangkannya pada beberapa ayat dalam Alquran. Kata Kunci: public relation, bisnis Islam, manajemen, metodeDOI:10.15408/sjsbs.v1i2.1537

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol 9, No 6 (2022) Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 9, No 1 (2022) Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue