cover
Contact Name
Adizty Suparno
Contact Email
adizty.suparno@mercubuana.ac.id
Phone
+6281310303548
Journal Mail Official
pasti@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana, Jl. Meruya Selatan No. 1, Kembangan, Jakarta Barat 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PASTI (PENELITIAN DAN APLIKASI SISTEM DAN TEKNIK INDUSTRI)
ISSN : 20855869     EISSN : 25984853     DOI : 10.22441/pasti
The Journal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) receives scientific papers on research that are closely related to the research and application of Industrial Systems and Engineering.
Articles 377 Documents
ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL J-100 STUD BOLT & NUTS DI PT. PERTAMINA HULU ENERGI ONWJ LIFIA CITRA RAMADHANTI; SILVI ARIYANTI
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 3 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.228 KB)

Abstract

Di dalam suatu Perusahaan diharapkan dapat mengatur persediaan dengan baik. Namun persediaan di Perusahaan sering mengalami permasalahan seperti terjadinya kekurangan atau kelebihan persediaan. Untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melakukan perencanaan kebutuhan. Dalam perencanaan kebutuhan dilakukan dengan peramalan dan mengetahui penerapan teknik lot sizing agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara tingkat pemesanan dan tingkat penggunaan yang dapat memicu timbulnya overstock dan stockout. PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ adalah sebuah anak Perusahaan PT. Pertamina Hulu Energi yang bergerak dalam bidang eksplorasi minyak dan gas khusus blok north west java dan memiliki masalah adanya ketidaksesuaian antara tingkat pemesanan dengan tingkat penggunaan pada material J-100 stud bolt & nuts. Oleh karena itu, maka diperlukan analisis perencanaan kebutuhan dengan tujuan untuk menghasilkan metode peramalan terbaik dan penerapan teknik lot sizing untuk material J-100 stud bolt & nuts. Perencanaan kebutuhan dilakukan menggunakan 18 metode peramalan dan 5 teknik lot sizing. Untuk metode peramalan yang terbaik adalah metode siklis karena memiliki nilai kesalahan (error) terkecil, dimana hasil   peramalannya digunakan untuk nilai gross requirement pada teknik lot sizing untuk mengetahui penerapan teknik lot sizing  material J-100 stud bolt & nuts. Dari hasil pengolahan data dengan 5 teknik lot sizing didapatkan  bahwa  metode silver meal, least unit cost, part period balancing dan   period order quantity   memiliki total biaya  yang sama dan terkecil  yaitu  Rp  290.472  dengan  pemesanan  yang  dilakukan  pada  setiap  periode (bulan). Terkecuali untuk metode economic order quantity yang memiliki total biaya sebesar Rp 6.095.071 dengan pemesanan sesuai nilai EOQ sebesar 463 unit.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGANGGURAN DI INDONESIA PERIODE 1998 – 2014 Rosalendro Eddy Nugroho
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.363 KB)

Abstract

ABSTRAKStudi ini menyelidiki tentang Indonesia adalah salah satu negara berkembang, pengelompokan negara berdasarkan tingkat kesejahteraan, yang salah satu masalah di negara-negara berkembang termasuk Indonesia adalah tingkat pengangguran. Penurunan jumlah pengangguran penting untuk mengukur keberhasilan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini karena tingkat pengangguran merupakan salah satu indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan akibat pembangunan ekonomi. Penurunan tingkat pengangguran juga diikuti oleh pertumbuhan ekonomi yang meningkat, jumlah kesempatan kerja, upah minimum nasional dan tidak diimbangi oleh penurunan tingkat inflaton dan angka kemiskinan. Jumlah pengangguran tinggi untuk periode 1998-2014. Dengan rata-rata tingkat ekonomi lokal masing-masing 8,44 persen. Tingginya tingkat pengangguran adalah fenomena ekonomi di Indonesia. Tujuan makalah ini adalah untuk menganalisis korelasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa variabel yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi nasional, tingkat inflasi dan angka kemiskinan positif dan signifikan sekitar 0,592; 0,1; 0,117 namun jumlah probabilitas kerja negatif dan signifikan sekitar 0,489. Pendapatan / Upah Nasional Minimal tidak signifikan terhadap jumlah pengangguran Kata kunci: Pengangguran, Peluang Kerja, Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Pendapatan / Upah Nasional Minimum dan jumlah kemiskinanABSTRACTThis study investigates about Indonesia is one of development countries, the grouping of countries based on the level of welfare, which one of the problems in development countries including Indonesia is unemployment level. The amount unemployment decreasing of  is important to measuring the success of national economic growth. This is because level of unemployment is one  indicator to indicate the level of welfare resulting from economic development. Decreasing level of unemployment also followed by an increasing economic growth , employmnet number of oppurtunities, wage minimum national and  not offset by decreased inflaton rates and the number of poverty. The number of  unemployment was high for the time period 1998-2014. With average of local economic rate is 8.44 percent each year. The high of unemployment level is economic phenomena in Indonesia. Purpose for this paper is to analysis correlation of factors that influence unemployment  rate in Indonesia. Based on the calculation of multiple regression analysis showed that variables related to economic national growth,  inflation rate  and the number of poverty are positive and significant arround 0.592 ;0,1 ; 0,117 but employmnet number of oppurtunities    is negatively  and significant about 0,489. National Income/wage Minimum not significant to The amount unemployment Keywords :Unemployment, Employment Opportunitie, National Economic Growth,   National Income/wage Minimum and the number of poverty
KAJIAN SOSIAL EKONOMI TOKO MODERN UNTUK SOLUSI KOMPROMI DENGAN TOKO TRADISIONAL MENGACU UU NO. 7/2014 SEBAGAI DASAR PERTIMBANGAN KEBIJAKAN DALAM PEMBUATAN PERDA TINGKAT 2 (STUDI KASUS HYPERMART-BATU TOWN SQUARE) J. R. Heksa Galuh W
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 2 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.23 KB)

Abstract

AbstrakKajian sosial ekonomi toko modern untuk solusi kompromi dengan toko tradisional mengacu UU No 7/2014 sebagai dasar pertimbangan kebijakan dalam pembuatan perda tingkat 2. Dalam studi kasus hypermart Batu town square adalah sebuah fenomena yang cukup sensitive, hal ini berhubungan erat dalam tata kelola dalam kebijakan pemda   Solo cukup sukses dengan strategi kebijakannya, akan tetapi daerah tingkat 2 lain di Indonesia kebingungan dan cenderung enggan membuat perda secara detail akibat tidak memiliki kemampuan dalam memahami fenomena ini dengan baik. Batu adalah daerah yang unik berkenaan dengan keberadaan toko moderrn dengan melihat karakteristik wilayah dan masyarakatnya yang didominasi oleh petani tradisional serta  kepadatan penduduk yang fluktuasinya tajam antara hari libur dan tidak. Permasalahan  terjadi rebutan pelanggan antar pengecer saat bukan hari dan musim wisatawan berkunjung (senin, selasa, rabu, kamis, jumat). Penelitian ini dilakukan untuk sumbangan pemikiran tentang realita agar bisa sebagai dasar supaya  tidak terpicu oleh aksi-aksi kontraproduktif yang bisa membuat citra daerah tercemar dan bisa mengurangi animo wisatawan .Metode yang dilakukan adalah melakukan survey, wawancara dan pengamatan dimana secara empiris akan cukup menggambarkan dengan baik dalam menyimpulkan. Kata Kunci:  kajian sosek hypermart batos, csr toko modern, UU No 27/2014.  AbstractThe socioeconomic studies of modern stores for compromise solutions with traditional stores refer to UU No 7/2014 as the basis for policy considerations in the making of a second-level perda. In the case study of hypermart Batu town square is a fairly sensitive phenomenon, it is closely related to governance in policy the local government of Solo is quite successful with its policy strategy, but other 2nd level regions in Indonesia are confused and tend to be reluctant to make perda in detail because they do not have the ability to understand this phenomenon well. Batu is a unique area with regard to the existence of modern shops by looking at the characteristics of the region and its people dominated by traditional farmers as well as the population density which fluctuates sharply between holidays and no. The problem of customer seizure among retailers when not the day and season tourists visit (Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday). This research is conducted for the contribution of thoughts about reality in order to be the basis so as not triggered by counterproductive actions that can make the image of the polluted area and can reduce the interest of tourists. The method is doing survey, interview and observation where empirically will be enough to describe well in concluding. Keywords: Keywords: social hypermart sosek study, csr modern shop, UU No 27/2014.
ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK MENENTUKAN LOKASI PUSAT DISTRIBUSI RITEL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN JUMLAH PERMINTAAN Filscha Nurprihatin; Hendy Tannady; Mirna Lusiani; Gidion Karo-Karo; Renatha Renatha
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 1 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.203 KB)

Abstract

Dari tahun ke tahun, jumlah ritel milik salah satu perusahaan ritel di Indonesia meningkat secara signifikan. Dari lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan jumlah ritel berjumlah 1167 unit per tahun. Saat ini, terdapat 220 titik ritel berdiri di Kalimantan dan hanya dilayani oleh satu buah pusat distribusi yang menjadikan kondisi ini tidak relevan lagi. Sehingga, jurnal ini membahas tentang penentuan lokasi pusat distribusi yang kedua. Algoritma K-Means Clustering digunakan untuk memecah dua kelompok lokasi, setelah itu dilakukan perhitungan centroid dengan menggunakan Center of Gravity untuk masing-masing cluster. Penelitian ini mengasumsikan bahwa permintaan untuk masing-masing kota didekati dengan jumlah penduduk kota tersebut. Pada kondisi nyata, dalam satu kota terdapat beberapa ritel, sehingga data permintaan satu kota diperoleh dengan membagi jumlah penduduk terhadap jumlah ritel yang ada. Pada cluster 1 titik centroid terletak pada Kabupaten Landak, yang berjarak 149 km dari lokasi pusat distribusi yang sudah ada dengan akses masuk barang terdekat dari Pelabuhan Dwikora. Pada cluster 2, titik centroid jatuh pada Kabupaten Balangan dengan akses masuk barang terdekat yaitu dari Bandar Udara Syamsudin Noor. Keywords: Ritel Indonesia; Lokasi Multi Pusat Distribusi; Algoritma K-Means Clustering; Center of Gravity; Permintaan
EVALUASI PENERAPAN SISTEM OTOMASI PADA MAIN STATION PT. XYZ (INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT) TERHADAP PENCAPAIAN TITIK BEP (BREAK EVEN POINT) Popy Yuliarty; Muhammad Luthfi Ihsanudin
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 3 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.295 KB)

Abstract

AbstrakPT. XYZ merupakan salah satu perusahaan agribisnis berlokasi di Sumatera Utara yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit mulai dari pembibitan, penanaman, pemanenan dan pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO).Penelitian ini membahas mengenai evaluasi penerapan sistem otomasi pada stasiun klarifikasi yang merupakan Main Station dari pabrik kelapa sawit terhadap pencapaian titik BEP dari investasi sistem otomasi tersebut. Metode yang digunakan untuk menentukan titik BEP adalah metode peramalan regresi linier. Data yang digunakan adalah pada saat pabrik belum menerapkan sistem otomasi yaitu pada tahun 2014 dan data pabrik pada saat setelah dilakukan penerapan otomasi dan evaluasi terhadap penerapan sistem otomasi tersebut yaitu tahun 2015 dan 2016. Pengaruh seting mesin dan parameter control, berpengaruh terhadap saving losses, sehingga saving losses akan didapatkan lebih besar terlihat pada tahun 2014 0.02% dan di tahun 2015 dan 2016 menjadi rata-rata 0.055% dengan produksi 76.5 ton/jam akan saving sebesar 4,2 ton/jam cpo. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai NPV setelah evaluasi sebesar Rp 7,478.000.000 dari RP 5.998.420.000 awal, IRR setelah evaluasi sebesar 25% dari 18%, PP evaluasi selama 3 tahun, 11 Bulan dari awal 7 tahun 2 bulan, dan BCR sebesar evaluasi 2.211 dari 1.803. serta didukung dua aspek penting lainnya seperti aspek teknis & produksi seperti reduce manpower, oil recovery. Kata Kunci: Evaluasi Sistem, Otomasi, Investasi, BEP AbstractPT. XYZ is one of the agribusiness company located in North Sumatra which is engaged in oil palm plantation starting from seeding, planting, harvesting and processing of fresh fruit bunches (FFB) to Crude Palm Oil (CPO). This research discusses the evaluation of the implementation of automation system at the clarification station which is the Main Station of the palm oil mill towards achieving the BEP point of the automated system investment. The method used to determine the BEP point is the linear regression forecasting method. The data used is when the factory has not implemented the automation system that is in 2014 and the factory data at the time after the implementation of automation and evaluation of the implementation of the automation system is 2015 and 2016. The influence of machine settings and control parameters, affect saving losses, so saving losses will be more visible in 2014 0.02% and in 2015 and 2016 to average 0.055% with 76.5 tons / hour production will saving 4.2 tons / hour cpo. From the calculation results obtained NPV value after evaluation of Rp 7.478.000.000 from RP 5.998.420.000 beginning, IRR after evaluation of 25% from 18%, PP evaluation for 3 years, 11 months from the beginning 7 years 2 months, and BCR for evaluation 2.211 from 1,803. and supported two other important aspects such as technical & production aspects such as reduce manpower, oil recovery. Keywords: System Evaluation, Automation, Investment, BEP
EVALUASI KUALITAS LAYANAN JASA SERTIFIKASI TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) DI PT. SUCOFINDO (Persero) Indah Susanti
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 1 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.749 KB)

Abstract

Objek penelitian ini adalah layanan sertifikasi TKDN PT. Sucofindo (Persero), yang merupakan bagian dari tugasnya untuk memverifikasi setiap barang atau jasa dengan output berupa sertifikat. Layanan berkualitas dibuat jika layanan yang disediakan oleh penyedia layanan dapat memuaskan pelanggan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menganalisis atribut kualitas layanan yang perlu diperbaiki oleh PT. Sucofindo (Persero) berdasarkan dimensi kualitas pelayanan dan perbaikan proses dengan menganalisis atribut kualitas untuk mengurangi keluhan pelanggan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sertifikasi konten lokal melalui metode Kaizen. Dari sepuluh dimensi kualitas layanan diukur dan dikelompokkan menjadi tujuh dimensi kualitas seperti Tangible, Assurance, Komunikasi, Kredibilitas, Keandalan, Access, Empati. Dua puluh empat atribut kualitas pelayanan dianalisis dan diukur dengan metode servqual yang didasarkan pada indikator servqual, lanjut bahwa atribut dikelompokkan ke dalam tabel variabel GAP berdasarkan atribut yang memiliki nilai-nilai negatif atau atribut yang paling mempengaruhi kualitas pelayanan sertifikasi TKDN. Dari hasil pemetaan diagram Cartesian ada 5 dimensi dalam dimensi yang 8 atribut masuk ke kuadran A. Kemudian indikator pertanyaan diidentifikasi lagi oleh 4 (empat) faktor penyebab akar masalah adalah faktor manusia, alat , metode dan lingkungan. Dan dari hasil analisis ditemukan bahwa X16 atribut dengan indikator penyampaian laporan TKDN tepat waktu memiliki pengaruh besar pada 4 faktor yang menyebabkan masalah. Kata kunci: Kualitas Layanan, Analisis GAP, Analisis Kepentingan Kinerja, diagram Cartesian, Analisis Kaizen.
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU POLYESTER FLEECE FABRICS DENGAN POLA DATA STATIK (STUDI KASUS : PT. ASIA PASIFIC FIBERS, TBK-KARAWANG) Michael Kelly Sawlani; Hendy Tannady
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 3 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.858 KB)

Abstract

ABSTRAKPT. Asia Pacific Fibers adalah perusahaan yang memproduksi bahan Polyester Fleece Fabrics yang memiliki masalah dalam hal pengendalian inventory. Perusahaan ini selalu mengalami over-inventory setelah melakukan proses produksi. Perencanaan kebutuhan ataupun pengendalian bahan baku diperlukan agar perusahaan dapat mengalokasikan bahan baku tepat dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan tanpa adanya waste. Pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan peramalan dengan menggunakan 12 Months Simple Moving Average, kemudian menentukan karakteristik data permintaan sepanjang tahun 2015 dengan menggunakan metode Peterson-Silver Rule, dan kemudian menentukan perbandingan estimasi total biaya dengan menggunakan teknik lot sizing Lot for Lot dan teknik lot sizing Economic Order Quantity. Karakteristik data yang didapat dari hasil penelitian dengan menggunakan metode Peterson-Silver Rule merupakan data statik. Estimasi total biaya yang didapat dengan menggunakan teknik lot sizing Lot for Lot adalah Rp. 1.784.294.627, dan estimasi total biaya yang didapat dengan menggunakan metode Economic Order Quantity adalah Rp. 625.367.083. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa, maka lebih baik perusahaan mengganti strategi teknik lot sizing Lot for Lot dengan teknik lot sizing Economic Order Quantity dalam proses order bahan baku, karena hasil analisa estimasi total biaya pemesanan bahan baku yang didapat dengan menggunakan teknik lot sizing Economic Order Quantity jauh lebih murah. Kata Kunci: Forecasting, Inventory Control, MPS, MRP
PEMILIHAN PRIORITAS PEMASOK JOINT CABLE KE PT. PLN (PERSERO) AREA CIANJUR MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALYTYCAL HYRARCHY PROCESS) AZMI MUTHI AZZAHRA; DANA SANTOSO SAROSO
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 12, No 1 (2018): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.432 KB)

Abstract

Dalam proses pengadaan pendistribusian listrik, pemilihan pemasok material yang tepat akan membantu kelancaran pelaksanaan proyek. Pemilihan pemasok material yang dilakukan tanpa pertimbangan tertentu, seringkali menimbulkan kerugian bagi perusahaan dari segi kualitas, biaya dan waktu diakibatkan tidak profesionalnya pemasok tersebut. Sebagai tindakan solutif, perusahaan menjatuhkan pilihan kepada beberapa pemasok dengan memperhatikan beberapa aspek yang dimiliki oleh para pemasok tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui urutan prioritas faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan supplier pada PT. PLN Area Cianjur dan untuk mengetahui supplier/ pemasok Joint Cable terbaik, yang paling memenuhi kriteria-kriteria pemilihan supplier yang sebaiknya dipilih oleh PT. PLN Area Cianjur berdasarkan metode AHP. Proses pemilihan pemasok tersebut dilakukan dengan menggunakan salah satu metode pengambilan keputusan yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan metode tersebut dihasilkan pemasok yang terpilih adalah Supplier Z dengan bobot 0.46 atau 46%. Dengan dibuatnya suatu model pemeringkat pemasok ini diharapkan dapat berguna untuk proses pemilihan pemasok lainnya dengan tipe bisnis yang sama yaitu perusahaan jasa.
PERAMALAN PENJUALAN TEH HIJAU DENGAN METODE ARIMA (STUDI KASUS PADA PT. MK) ZULHAMIDI ZULHAMIDI; RISKI HARDIANTO
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 3 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.863 KB)

Abstract

Peramalan merupakan tahapan awal dalam kegiatan perencanaan produksi  yang fungsinya adalah sebagai dasar dalam merencanakan kegiatan produksi selanjutnya. Kehandalan sebuah metode peramalan ditentukan dengan menghitung nilai simpangan (error) hasil peramalan dengan nilai sebenarnya. Metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) merupakan salah satu metode peramalan jangka menengah yang  menghasilkan  nilai  ramalan  yang  cukup  baik  dibandingkan  dengan  metode lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan asumsi di atas dan juga untuk menentukan nilai peramalan periode selanjutnya dengan objek yang dijadikan sebagai studi kasus adalah PT MK yang memproduksi teh hijau. Data yang digunakan adalah data periode Januari 2012 sampai dengan Desember 2016, dengan software Minitab sebagai alat bantu perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya model yang tepat dalam meramalkan penjualan di PT MK adalah model ARIMA (2,2,4). Perbandingan nilai error model ARIMA (2,2,4) dilakukan dengan metode peramalan lainnya yaitu Metode Trend Linier dan Kuadratis.   Hasil perbandingan   juga menunjukkan bahwasanya metode ARIMA masih yang terbaik. Hasil peramalan juga menghasilkan nilai peramalan untuk periode satu tahun berikutnya.
PERANCANGAN FOOTREST UNTUK MENGURANGI KELELAHAN OPERATOR PADA BAGIAN KAKI DI CELL S/A COIL XS156 DI PT.ABC Lina Setyaningsih; Benedikta Anna; Annisa Purbasari
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.864 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu produk yang dihasilkan di PT ABC adalah S/A Coil. Proses pembuatan coil dilakukan dengan posisi duduk, dengan ukuran standar meja kerja 95cm, dan kursi standar ergonomi high sitting yang dapat diubah tinggi rendah kursi dan sandaran kursinya. Total meja kerja adalah 6 stasiun, 3 meja untuk proses insert pin, 1 meja untuk proses coilwinding, 1 meja untuk proses ferrite insertion dan 1 meja untuk proses coil meansurement & packing. Berdasarkan proses observasi dan wawancara, dinyatakan bahwa operator mengalami kurang nyaman dalam bekerja dengan ditandai sering berganti posisi duduk. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang footrest yang nyaman untuk mengurangi kelelahan pada bagian kaki operator produksi di Cell S/A Coil. Objek penelitian ini dilakukan kepada 10 operator produksi (wanita) di Cell S/A Coil yang berusia 19-25 tahun dengan tinggi badan minimal 153cm. Metode yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map, pengukuran antropometri pada bagian kaki yang dilanjutkan denganpengujiankeseragaman data dan persentil.  Dari hasil kuesioner Nordic Body Map dapat diketahui bahwa tingkat permasalahan terbesar yang sedang dihadapi oleh operator adalah pada bagian kaki (nilai rata-rata 6) sehingga perlu dirancang footrest yang nyaman bagi operator. Hasil pengukuran antropometri didapat ketinggian footrest sebesar 30cm dan 45cm dan dengan sudut 0o, 7.5o  dan sudut 15o. Setelah dilakukan perancangan,  hasil kuesioner Nordic Body Map pada bagian kaki adalah 0. Hal ini karena footrestsesuai dengan kenyamanan kaki operator produksi di Cell S/A Coil XS156. Kata kunci : Kuesioner Noordick Body Map, kelelahan, pengukuran antropometri, footrest, kenyamanan kaki. ABSTRACTOne of the products produced in PT ABC is S / A Coil. The coil-making process is done in a sitting position, with a standard 95cm workbench, and a standard high-ergonomic ergonomic chair that can be modified high-low chair and chair back. Total work table is 6 stations, 3 tables for insert pin, 1 table for coilwinding process, 1 table for ferrite insertion process and 1 table for coil meansurement & packing process. Based on the process of observation and interview, stated that the operator experienced less comfortable in working with marked often change the sitting position. The purpose of this study is to design a comfortable footrest to reduce fatigue on the feet of production operators in Cell S / A Coil. The object of this study was conducted to 10 production operators (women) in Cell S / A Coil aged 19-25 years with a minimum height of 153cm. The method used is the Nordic Body Map questionnaire, anthropometric measurement at the foot followed by the testing of data diversity and percentile. From the results of questionnaires Nordic Body Map can be seen that the level of the biggest problem being faced by the operator is at the foot (average value 6) so it needs to be designed footrest comfortable for operators. Anthropometry measurement results obtained height of footrest of 30cm and 45cm and with angle 0o, 7.5o and angle 15o. After the design, the results of the Nordic Body Map questionnaire on the legs is 0. This is because footrest matches the comfort of the production operator's feet in Cell S / A Coil XS156. Keywords: Noordick Body Map Questionnaire, fatigue, anthropometric measurement, footrest, foot comfort

Page 7 of 38 | Total Record : 377