cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sosioinforma
ISSN : 24428094     EISSN : 25027913     DOI : -
Core Subject : Social,
Sosio Informa merupakan nama baru dari Majalah Informasi Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial. Majalah Sosio Informa menyajikan tulisan hasil kajian literatur dan kajian pemikiran kritis mengenai pembangunan kesejahteraan sosial. Sosio Informa merupakan media publikasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial dan pihak-pihak yang menekuni bidang pembangunan kesejahteraan sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 398 Documents
BOLSA FAMILIA: PROGRAM TRANSFER TUNAI BERSYARAT UNTUK PENGURANGAN KEMISKINAN DI BRAZIL Mu’man Nuryana
Sosio Informa Vol 19 No 1 (2014): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v19i1.27

Abstract

It has been ten years Bolsa Familiais the key that helped Brazil to cut absolute poverty by half from 9,7% to 4,3% of the population. And even more impressive and different from other countries, income inequality decreased significantly where the Gini coefficient becomes 0 527, a 15% decrease. BF now reaching 14 million households or 50 million people, or about one-quarter of the population of Brazil, and is widely seen as a global success story, a point of reference for social policy across the globe.Hovever, building a progressive social policies that can lift the roots of poverty and promoting the distribution of welfare remains a challenge for policy-makers. The New Model of Social Policy in Brazil, which relied on 'targeting and social safety net', needs to be seen as a vehicle for the reconciliation of growth with equity, offering an alternative to a more progressive, traditional, institutionalised welfare service delivery mechanisms. Despite some promising initial evidence of conditional cash transfer schemes in Brazil, however, it remains to be seen how well the construction this safety net such as BF can continue to support the ambitious expectations in the case of Brazil. The important of successful BF concept is laid on how it can be applied to provide underprivileged sectors in the society with continuous access to basic social services and employment opportunities that may increase the chance of a better life for them. Keywords:programe, poverty. Telah sepuluh tahun Bolsa Familia (BF) menjadi kunci yang menolong Brazil memangkas angka kemiskinan absolut menjadi setengahnya, dari 9,7% menjadi 4,3% dari populasi, yang lebih mengesankan lagi dan berbeda dengan negara-negara lain, ketimpangan pendapatan menurun signifikan di mana koefisien Gini menjadi 0,527 suatu penurunan 15%. BF sekarang menjangkau hampir 14 juta rumah tangga atau 50 juta orang atau sekitar ¼ dari populasi Brazil, dan secara luas dilihat sebagai sebuah cerita sukses global, sebuah titik referensi bagi kebijakan sosial di seluruh dunia. Membangun kebijakan sosial progresif yang dapat mengangkat akar kemiskinan dan mempromosikan distribusi kesejahteraan masih menjadi tantangan bagi para pembuat kebijakan. Model baru Kebijakan Sosial di Brazil, yang mengandalkan ‘targeting and social safety net’, perlu dilihat sebagai wahana rekonsiliasi bagi growth with equity, menawarkan alternatif yang lebih progresif, tradisional, mekanisme yang terlembagakan yang menyediakan pelayanan kesejahteraan. Meskipun beberapa bukti awal telah cukup menjanjikan dari skema bantuan tunai bersyarat di Brasil, bagaimanapun, masih harus dilihat seberapa baik konstruksi jaring pengaman konstruksi seperti BF itu dapat terus mendukung harapan ambisius dalam kasus Brasil. Sangat penting bahwa keberhasilan konsep BF dapat diterapkan bagi sektor yang kurang beruntung dalam masyarakat dengan akses berkelanjutan terhadap pelayanan sosial dasar dan kesempatan kerja yang dapat meningkatkan kesempatan hidup yang lebih baik bagi mereka.Kata kunci: program, kemiskinan.
KETAHANAN SOSIAL KELUARGA: PERSPEKTIF PEKERJAAN SOSIAL Rondang Siahaan
Sosio Informa Vol 17 No 2 (2012): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v17i2.95

Abstract

Pemikiran-pemikiran tentang ketahanan memberikan pedoman bagi praktek pekerjaan sosial dengankeluarga. Pendekatan berbasis ketahanan beserta gagasan yang terkandung didalamnya tentang resiko danketahanan memberikan petunjuk tentang asesmen dan intervensi dengan keluarga. Pendekatan ketahananmemberikan kerangka kerja untuk menganalisis informasi tentang keluarga beserta sumber-sumber yangterdapat dalam keluarga dan tantangan-tantangan yang dihadapi keluarga. Kerangka kerja ketahanan disatu segi memungkinkan pekerja sosial untuk menggunakan pendekatan berbasiskan kekuatan-kekuatankeluarga, di lain segi bersikap realistik tentang tantangan-tantangan yang di hadapi keluarga sertakebutuhan-kebutuhannya. Pendekatan ganda ini membuat pekerja sosial menjadi kritis dalam memahamikeluarga dan dalam menentukan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mendayagunakan sumbersumberyang tersedia bagi keluarga serta memahami hambatan-hambatan yang dihadapi keluarga dalammemenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota-anggotanya.Perspektif ketahanan membantu pekerja sosial mengamati berbagai faktor diluar keluarga, yaitu fisik,ekonomi dan sosial sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga baik sebagai sumber-sumberuntuk mengatasi kesulitan keluarga maupun sebagai tantangan yang menyebabkan kesulitan keluarga.Pendekatan berbasis ketahanan yang di gunakan untuk bekerja dengan keluarga mempertimbangkankompleksitas keluarga dan kehidupan di dunia dimana keluarga berupaya untuk memenuhi kebutuhananggota-anggotanya. Pemahaman tentang perjuangan, kekuatan-kekuatan dan faktor-faktor protektifkeluarga membantu pekerja sosial untuk menetapkan pendekatan tertentu yang dianggap paling efektifbagi keluarga tertentu pada waktu tertentu sesuai dengan tahap perkembangan keluarg tersebut.Kata Kunci: pekerjaan sosial, ketahanan sosial, keluarga
PENGARUH KONDISI ORGANISASI TERHADAP KEJENUHAN KERJA PEKERJA SOSIAL YANG BEKERJA DI PANTI SOSIAL PENYANDANG CACAT DI INDONESIA Husmiati Yusuf
Sosio Informa Vol 16 No 3 (2011): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v16i3.49

Abstract

Kajian ini menganalisis kondisi organisasi mencakup pengaruh kekaburan peranan, bebankerja, kondisi pekerjaan terhadap kejenuhan kerja. Menggunakan metode survey eksplanatory.Penentuan responden menggunakan sensus. Sejumlah 219 pekerja sosial yang bekerja di pantisosial penyandang cacat menjadi responden dalam kajian ini. Satu set instrumen digunakan untukmengumpulkan data, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan program SPSS dan analisisjalur. Hasil kajian mendapati beban kerja berpengaruh terhadap kejenuhan kerja. Kajian initentunya dapat memberikan implikasi terhadap penyusunan kebijakan di Kementerian Sosial RIdan sebagai rujukan untuk penelitian lanjutan.Kata kunci : kekaburan peranan, beban kerja, kondisi pekerjaan, pekerja sosial.
MERUMUSKAN KEMBALI DESAIN PROGRAM RASKIN SEBAGAI PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL Togiaratua Nainggolan
Sosio Informa Vol 1 No 2 (2015): Sosio Informa
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v1i2.140

Abstract

Kajian ini mempunyai tujuan untuk merumuskan kembali desain Program Raskin sebagai bagian dari programperlindungan sosial. Kajian dilakukan melalui studi kepustakaan. Hasilnya menunjukkan bahwa perumusanulang desain Program Raskin harus dilakukan dengan memperhatikan aspek substansi dan sekaligus aspekteknis administrasi fasilitatif. dengan mempertahankan konsistensi antara ide dasar, kebijakan, program danimplementasi Program Raskin sebagai perlindungan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaandan Batang Tubuh UUD 1945. Beberapa alternatif desain ulang Program Raskin adalah (1) komoditiberas diganti dengan kartu; (2) menyesuaikan kuota Raskin masing-masing rumah tangga dengan jumlahanggotanya; (3) menambah jumlah peserta program; (4) melanjutkan Program Raskin dengan Anggarandan Pendapatan Belanja Daerah (APBD); (5) menggabungkan Program Raskin dengan Program KeluargaHarapan (PKH); dan (6) mengintegrasikan program perlindungan sosial secara keseluruhan. Semua pilihanini dapat dilakukan secara optional dan bertahap atau langsung keseluruhan secara simultan.Kata Kunci: desain, Program Raskin, perlindungan sosial.
Halaman Depan Volume 11 No 1 April 2006 Ejournal, Ejournal
Sosio Informa Vol 11, No 1 (2006): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v11i1.1207

Abstract

KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA BERBASIS KOMUNITAS: KAMPUNG SIAGA BENCANA DAN DESA/KELURAHAN TANGGUH BENCANA Habibullah Habibullah
Sosio Informa Vol 18 No 2 (2013): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v18i2.69

Abstract

Bencana alam sering terjadi di Indonesia, Kementerian Sosial membuat kebijakan programkampung siaga bencana dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana membuat kebijakan programdesa/kelurahan tangguh bencana. Keduanya, merupakan kebijakan pemerintah dalam penanggulanganbencana berbasis komunitas. Sehingga terkesan terjadi tumpang tindih program. Oleh karena itu penelitianini membandingkan kebijakan program kampung siaga bencana dan desa tangguh bencana dilihat darilembaga pembuat kebijakan, tujuan, konsep desa/kelurahan dan kampung, organisasi pelaksana, pelaksana,mitra organisasi, konteks ekologikal, protokol intervensi, populasi target.Hasil penelitian menunjukkan berbeda dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana,Kementerian Sosial RI tidak hanya sebagai pembuat kebijakan akan tetapi juga melaksanakan fasilitasilangsung pembentukan kelembagaan kampung siaga bencana. Konsep kampung pada kampung siagabencana cenderung pada merek program bukan kampung sebagai wilayah sedangkan pada desa/kelurahan merupakan konsep kewilayahan desa/kelurahan itu sendiri. Tujuan dari kampung siaga bencanacenderung lebih kompleks yaitu memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat, membentuk jejaringdan memperkuat interaksi sosial, mengorganisasikan, menjamin kesinambungan, mengoptimalkan potensidan sumber daya sedangkan pada desa/kelurahan tangguh bencana lebih cenderung sebagai upayapeningkatan penanggulangan berbasis komunitasKata kunci: bencana, penanggulangan bencana berbasis komunitas, kebijakan, model tindakan.
STRENGTHS-PERSPECTIVE SEBAGAI PENGUATAN DALAM PENGEMBANGAN KEBIJAKAN SOSIAL PENGENTASAN KEMISKINAN DI INDONESIA Poluakan, Marcelino Vincentius; Raharjo, Santoso Tri; Nurwati, Nunung
Sosio Informa Vol 6, No 1 (2020): Sosio Informa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v6i1.1775

Abstract

Strengths-Perspective merupakan salah satu pendekatan dalam pekerjaan sosial yang berfokus pada kekuatan, potensi serta sumber daya yang dimiliki oleh penyandang masalah sosial. Pada awalnya, pendekatan ini diterapkan dalam intervensi pekerjaan sosial klinis baik terhadap individu, keluarga maupun komunitas. Dalam perkembangannya, pendekatan ini mulai diterapkan dalam pengembangan kebijakan sosial di berbagai area salah satunya adalah pengentasan kemiskinan. Penggunaan pendekatan ini merupakan upaya untuk memperkaya dan memperkuat pendekatan yang selama ini telah digunakan seperti pendekatan Problem-Based. Tulisan ini akan mengkaji pengertian dari Strengths-Perspective serta mengidentifikasi dan mendiskusikan karakteristik Strengths-Perspective dan bagaimana Strengths-Perspective dapat memperkuat pengembangan kebijakan sosial pengentasan kemiskinan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur seperti buku, artikel, dan tulisan ilmiah lain yang kredibel serta mendukung argumentasi yang ingin dibangun oleh penulis. Hasil kajian menunjukkan pendekatan Strengths-Perspective dapat memperkuat pengembangan kebijakan sosial pengentasan kemiskinan di Indonesia karena pendekatan ini memberikan beberapa penguatan dalam beberapa aspek pengembangan kebijakan sosial pengentasan kemiskinan. Pendekatan ini memberikan cara pandang baru bagi stakeholder kebijakan pengentasan kemiskinan tentang orang miskin, masalah sosial kemiskinan serta kebijakan pengentasan kemiskinan. Selain itu, Strengths-Perspective dapat memperkuat outcome yang diharapkan oleh masyarakat miskin melalui kebijakan sosial pengentasan kemiskinan.
MELIBATKAN ANAK DALAM PENELITIAN ANAK: PROSES, PELUANG DAN TANTANGAN Yanuar Farida Wismayanti
Sosio Informa Vol 19 No 1 (2014): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v19i1.21

Abstract

Participationis not just symbolic . In some cases, the children are still used as a tool or even not at all involved in a study, both in the preparation and execution of the research process . This allows the children involved in the institutional and cultural context. The involvement of children is very important to know their views or perspectives of the problem and the expected demand . One method to understand the level of participation, using the approach of Roger Hart's ladder of participation. Involving children is an opportunity and a challenge the right of participation the children . The benefit is improving the mainstreaming the children’s right programs, activities and policies. Participatory approaches in research, encourage children to be actively, not only as a decorative or maniputif. Encouraging the child inisitaif to participatory research . This context, it should also ethical principles in research with children, including the principle of consent to engage, appreciate the views of the child, as well as confidentiality of information, and the child initiative. To involvement of children in research, need to give children the opportunity to engage in the research process from the planning, implementation and publication . And the important in the participation of children, need support of the community and institutions of higher education to facilitate the process of participatory child research.Keywords: child participation, research with children, child mainstreaming.Partisipasi bukan hanya sekedar simbolik. Dalam beberapa hal, anak-anak masih dijadikan sebagai alat atau bahkan sama sekali tidak dilibatkan dalam sebuah penelitian, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan proses penelitian. Hal ini memungkinkan anak-anak terlibat dalam konteks institusional maupun kultural. Keterlibatan anak-anak menjadi sangat penting untuk mengetahui pandangan atau persepektif mereka atas masalah dan kebutuhan yang diharapkan. Salah satu metode untuk memahami tingkatan partisipasi, menggunakan pendekatan tangga partisipasi Roger Hart. Melibatkan anak-anak dalam penelitian, merupakan sebuah peluang dan tantangan untuk memberikan ruang bagi anak-anak dan memberikan hak partisipasinya. Manfaatnya diharapkan akan bisa mempengaruhi berbagai program, aktivitas dan kebijakan yang lebih mengarusutamakan hak anak. Pendekatan partisipatori dalam penelitian, mendorong anak-anak terlibat secara aktif, tidak hanya sebagai dekoratif atau maniputif saja. Keterlibatan anak secara aktif, mendorong inisitaif anak sangat diperlukan dalam mendorong penelitian yang partisipatif. Konteks ini, juga harus mempertimbagkan prinsip etik dalam penelitian bersama anak, termasuk prinsip persetujuan untuk terlibat, menghargai pendapat anak, serta kerahasiaan informasi, dan mendorong inisiatif anak. Untuk mendorong pelibatan anak dalam penelitian, perlu memberikan kesempatan pada anak untuk terlibat dalam proses penelitian dari tahap awal perencanaan, maupun implementasi dan publikasinya. Termasuk mendorong terbentuknya ruang partisipasi bagi anak, dengan dukungan masyarakat dan lembaga pendidikan tinggi untuk memfasilitasi proses penelitian anak yang partisipatif.Kata Kunci: partisipasi anak, penelitian bersama anak, pengarusutamaan hak anak
PELUANG DAN TANTANGAN PELAYANAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Muslim Sabarisman
Sosio Informa Vol 1 No 1 (2015): Sosio Informa
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v1i1.90

Abstract

Berkembangnya permasalahan sosial akibat dari terbatasnya layanan sosial dasar, saat ini membutuhkanpenanganan secara holistik dan komprehensif. Dalam situasi tersebut dibutuhkan akses terhadap pelayanansosial dasar dalam rangka mencapai taraf kesejahteraan dan kualitas hidup yang memadai. Untuk menjaminterpenuhinya hak sosial dan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan sosial padatingkat lokal, nasional, dan global, maka perlu dilakukan pembaharuan sistem kesejahteraan sosial secaraterencana, terarah, terpadu dan berkesinambungan. Menyikapi tantangan perubahan sistem kesejahteraansosial tersebut, penulis mencoba mengkaji bagaimana penyelenggaraan pelayanan sosial terpadu yangdilaksanakan di tingkat kabupaten. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimanapeluang dan tantangan implementasi Pelayanan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Berau KalimantanTimur, sekaligus bagaimana rumusan kebijakan ke depannya. Data kajian dalam tulisan ini, diperolehmelalui studi literatur dari berbagai referensi yang ada. Selanjutnya data tersebut dianalisis melalui metodeStrengths, Weakness, Opportunities dan Threats (SWOT). Dari kajian tersebut dapat disimpulkan bahwaimplementasi Pelayanan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Berau belum optimal. Hal ini dikarenakanmasih banyak hambatan dan kendala sebagai tantangan ke depannya yang harus diperbaiki. Namun adapeluang yang harus ditingkatkan dengan diperkuat oleh kebijakan-kebijakan yang mendukung dalamPelayanan Kesejahteraan Sosial sesuai dengan tujuan yang diharapkan.Kata Kunci: pelayanan kesejahteraan sosial, peluang, tantangan.
STUDI KASUS HUBUNGAN SOSIAL DALAM KOMUNITAS ORANG ACEH DI KECAMATAN JOHAR BARU, JAKARTA PUSAT Achmadi Jayaputra
Sosio Informa Vol 19 No 3 (2014): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/inf.v19i3.101

Abstract

Tiap masyarakat yang berada di rantau selalu membentuk organisasi sosial dengan tujuan menyatukanbeberapa kelompok atau beberapa suku bangsa yang berasal dari daerah yang sama. Di KecamatanJohar Baru, Jakarta Pusat terdapat komunitas yang berasal dari daerah Aceh yaitu; orang Aceh dan orangGayo. Biasanya suku bangsa atau orang yang berasal dari daerah yang sama hubungan sosialnya lebihakrab. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu; wawancara dan pengamatan langsung.Berdasarkan hasil studi, hubungan sosial antara orang Aceh dan orang Gayo memiliki pola hubungan sosialyang berbeda.Kata kunci: studi, hubungan sosial, komunitas.

Filter by Year

2002 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 3 (2021): Sosio Informa Vol 7 No 1 (2021): Sosio Informa Vol 6, No 1 (2020): Sosio Informa Vol 5, No 3 (2019): Sosio Informa Vol 5, No 2 (2019): Sosio Informa Vol 5, No 1 (2019): Sosio Informa Vol 4, No 3 (2018): Sosio Informa Vol 4, No 3 (2018): Sosio Informa Vol 4, No 2 (2018): Sosio Informa Vol 4, No 2 (2018): Sosio Informa Vol 4, No 1 (2018): Sosio Informa Vol 4 No 1 (2018): Sosio Informa Vol 3 No 3 (2017): Sosio Informa Vol 3 No 2 (2017): Sosio Informa Vol 3 No 1 (2017): Sosio Informa Vol 2 No 3 (2016): Sosio Informa Vol 2 No 2 (2016): Sosio Informa Vol 2 No 1 (2016): SOSIO INFORMA Vol 1 No 3 (2015): Sosio Informa Vol.1.edisi 3 tahun 2015 Vol 1, No 3 (2015) Vol 1, No 2 (2015): Sosio Informa Vol 1 No 2 (2015): Sosio Informa Vol 1 No 1 (2015): Sosio Informa Vol 1, No 1 (2015): Sosio Informa Vol 19, No 3 (2014) Vol 19 No 3 (2014): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 2 (2014): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 19 No 2 (2014): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 1 (2014): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 19 No 1 (2014): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 18 No 3 (2013): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 3 (2013): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 2 (2013) Vol 18 No 2 (2013): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 18 No 1 (2013): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 18, No 1 (2013): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 3 (2012) Vol 17 No 3 (2012): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 2 (2012) Vol 17 No 2 (2012): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 17, No 1 (2012): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 17 No 1 (2012): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 16, No 3 (2011): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 16, No 3 (2011): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 3 (2011): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 2 (2011): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 16, No 1 (2011): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 16 No 1 (2011): INFORMASI: Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 14 No 3 (2009): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 3 (2007): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 2 (2007): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 12 No 1 (2007): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 11, No 1 (2006): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 11 No 1 (2006): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 10 No 3 (2005): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 10 No 2 (2005): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 10 No 1 (2005): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 9 No 1 (2004): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 4 (2003): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 3 (2003): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 8 No 2 (2003): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 7 No 2 (2002): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial Vol 7 No 1 (2002): INFORMASI : Permasalahan dan Usaha Kesejahteraan Sosial More Issue