cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JUPE
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JUPE adalah Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Universitas Lampung yang mewadahi karya ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian maupun artikel telaah yang berkaitan dengan Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): JUPE" : 23 Documents clear
HUBUNGAN POWER LENGAN, POWER TUNGKAI DAN KELENTUKAN TERHADAP HANDSTAND Ririn Efrina; Ade Jubaedi; Heru Sulistianta
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the relationship of arm power, leg power and flexibility to handstand skills. The methodology of the study is the product moment correlation. and the sample used is the son of class VIII students of SMP N 23 Bandar Lampung, and a population of 265 students and collecting the data was taken as much as 15% of the population so it was collected as many as 40 students. The research results showed that there is a significant relationship and skills handstand movement of 0.92 (84.6%,) to arm power and 0.88 (77.4%) for flexibility, while the power limbs give the relationship a low of 0, 62 (38.4%). The conclusion of this study is the relationship of arm power and flexibility contributes positively to handstand skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan power lengan,power tungkai dan kelentukan terhadap keterampilan handstand. Metodologi penelitian yang digunakan adalah korelasi product moment. serta sampel yang digunakan adalah siswa putra kelas VIII SMP N 23 Bandar Lampung yang populasinya berjumlah 265 siswa dan pengambilan data diambil sebanyak 15% dari populasi sehingga terkumpul sebanyak 40 siswa. Hasil penelitian didapat bahwa adanya hubungan yang signifikan dan keterampilan gerakan handstand sebesar 0,92 (84,6%,) untuk power lengan dan 0,88 (77,4%) untuk kelentukan, sedangkan power tungkai memberikan hubungan yang rendah sebesar 0,62 (38,4%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan power lengan dan kelentukan memberikan kontribusi yang positif terhadap keterampilan handstand.Kata kunci: handstand, kelentukan, power, senam.
PENINGKATAN KETERAMPILAN JURUS TANGAN KOSONG MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK DAN BERPASANGAN Hendra Lesmana; Suranto Suranto; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research purposes to improve the skills of stance empty hand martial arts at class XIIPA SMA Muhammadiyah Bandar Lampung Academic Year 2013/2014 by using model groups and pairs.The methodology of the study is a Classroom Action Research with subjects were students of class XI IPA totaling 35 students, the number of 20 male students and 15 female students. While data collection techniques is done by observation and using assessment instruments stance empty hand skills test in martial arts. The results showed : the first cycle with the use of group learning model and pairs of students were ordered to make a group consisted of eight students each group actually each group is gained mastery learning student success percentage of 40 % and for male student for 5.71% for female student in order to obtain mastery learning entirely 45 , 71 %.Tujuan penelitian untuk meningkatan keterampilan jurus tangan kosong dalam beladiri pencak silat siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan model pembelajaran kelompok dan berpasangan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA yang berjumlah 35 siswa, dengan jumlah 20 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan menggunakan instrumen penilaian tes keterampilan jurus tangan kosong dalam beladiri pencak silat. Hasil penelitian menunjukkan: pada siklus pertama dengan penggunaan model pembelajaran kelompok dan berpasangan siswa diperintahkan membuat kelompok setiap kelompok terdiri dari delapan siswa setiap kelompok sesungguhnya diperoleh prosentase keberhasilan ketuntasan belajar siswa putra 40% dan siswa putri 5,71% sehingga diperoleh ketuntasan belajar seluruhnya 45,71%.Kata kunci: model pembelajaran kelompok dan berpasangan, keterampilan jurus tangan kosong, siswa
PENGARUH INTERVAL TRAINING TERHADAP KEBUGARAN JASMANI DAN VO2 MAX Arbi Wahyu Syaifudin; Ade Jubaedi; Wiyono Wiyono
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of interval training on physical fitness and VO2 max. The research method is using the experimental method. The population of this study were all boy students of class IX SMP Negeri 3 Negeri Katon total of 32 students, and used as a sample are 32 students. Data collecting techniques are using TKJI test aged 13-15 and bleep test. Data were analyzed using paired samples t-test. The results of data analysis showed that interval training showed significant improvement of physical fitness 15,270 2,039. Iterval training showed significantly increase VO2 max 5590 2039. In conclusion, interval training can have a significant effect in improving physical fitness and VO2 max.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval training terhadap kebugaran jasmani dan VO2 max. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa laki-laki kelas IX SMP Negeri 3 Negeri Katon sebanyak 32 siswa, sampel yang digunakan sebanyak 32 siswa. Teknik pengambilan data menggunakan test TKJI usia 13-15 tahun dan bleep test. Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis data menunjukan bahwa interval training menunjukkan peningkatan kebugaran jasmani secara signifikan 15.270 2.039. Interval training menunjukkan peningkatan VO2 max secara signifikan 5.590 2.039. Kesimpulannya, interval training dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan VO2 max.Kata kunci : interval training, kebugaran jasmani, vo2 max.
PERBANDINGAN MODEL LATIHAN PEREGANGAN STATIS DAN DINAMIS TERHADAP FLEKSIBILITAS Aditya Permana Putra; Sudirman Husin; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how big the model comparison exercise static stretching and dynamic stretching models and models which are more effective exercises for flexibility. Methodology used in this study is experimental data analysis of the results of the initial test and final test model of static stretching and dynamic stretching exercises models using a single variance analysis technique. In the model of static stretching exercises come tcount 8.765 ttable = 2.042 which means rejected (H0) so no influence model of static stretching exercises. In the model of dynamic stretching exercises come tcount 3,041 ttable = 2.042, then reject the null hypothesis (H0) that there was an effect of stretching models dynamic. While the analysis of the final test model group differences static stretching exercises and stretching exercises dynamic models obtained tcount 3,041 ttable = 2.042 so that there are differences between groups of models of static and dynamic stretching exercises for flexibilityPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbandingan model latihan peregangan statis dan model peregangan dinamis serta model latihan mana yang lebih efektif terhadap fleksibilitas. Metodologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen teknik analisis data dari hasil tes awal dan tes akhir model latihan peregangan statis dan model latihan peregangan dinamis menggunakan teknik analisa varians tunggal. Pada model latihan peregangan statis didapat thitung 8,765 ttabel = 2,042 yang berarti tolak ( H0 ) sehingga ada pengaruh model latihan peregangan statis. Pada model latihan peregangan dinamis didapat thitung 3,041 ttabel = 2,042 maka tolak hipotesis nol ( H0 ) sehingga ada pengaruh model peregangan dimanis. Pada analisis perbedaan tes akhir kelompok model latihan peregangan statis dan model latihan peregangan dinamis didapat thitung 3,041 ttabel = 2,042 sehingga ada perbedaan yang antara kelompok model latihan peregangan statis dan dinamis terhadap fleksibilitasKata kunci:dinamis, feksibilitas, pergangan statis.
KONTRIBUSI DAYA TAHAN OTOT, TUNGKAI, KELENTUKAN, KESEIMBANGAN DAN REAKSI TERHADAP TENDANGAN DOLLYO Wiranti Kusparwati; Frans Nurseto; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the contribution of muscular endurance, leg power, leg length, flexibility, balance and reaction to dollyo kick frequency. The method used is a survey. The population in this study were students of Taekwondo MAN 1 Bandar Lampung with the sample used are male students of Taekwondo MAN 1 Bandar Lampung as much as 34 students. Sampling is using a sample population. Data were collected by users the test and measurement techniques and data analysis techniques using single linear regression. The results showed that muscular endurance has contributed 18.5%, leg power has accounted for 25.2%, leg length contribution of 7.2%, flexibility has contributed 15.2%, the balance of the contribution of 14.1%, and the reaction has a contribution of 14.6%. The conclusion of this study is the leg power make greater contributions to the dollyo kick frequency.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kontribusi daya tahan otot, power tungkai, panjang tungkai, kelentukan, keseimbangan dan reaksi terhadap frekuensi tendangan dollyo. Metode penelitian yang digunakan adalah Survey, Populasi pada penelitian ini adalah siswa Taekwondo Man 1 Bandar Lampung dengan Sampel yang digunakan keseluruh siswa putra Taekwondo MAN 1 Bandar Lampung dengan jumlah 34 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik populasi sampel. Data dikumpulkan dengan teknik tes dan pengukuran serta teknik analisis data menggunakan regresi linier tunggal. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya tahan otot memiliki kontribusi sebesar 18,5%, power tungkai memiliki kontribusi sebesar 25,2%, panjang tungkai kontribusi sebesar 7,2%, kelentukan memiliki kontribusi sebesar 15,2%, keseimbangan kontribusi sebesar 14,1%, dan reaksi memiliki kontribusi sebesar 14,6%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah power tungkai memberikan kontribusi lebih besar terhadap frekuensi tendangan dollyo.Kata kunci : daya tahan otot, dollyo, kelentukan, keseimbangan, panjang tungkai, power tungkai, reaksi.
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN OTOT TUNGKAI DENGAN KETERAMPILAN SMASH DALAM BADMINTON Willy Bahtiar; Surisman Surisman; Akor Sitepu
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study whether there was a significant correlation between the strength of arm muscles and leg muscles with skill smash in badminton at the students that followed extracurricular badminton in SMPN Metro City. The method of this research used descriptive correlational. The population of this research was the students of SMPN in Metro city that followed extracurricular badminton. The instrument of this research using push dynamometer arm, leg muscle strength was measured by using a dynamometer Leg, test accuracy smash with kesasaran attack with fixed and accuracy. The result of this research showed that there was significant relationship between the three variables of the study.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan otot tungkai dengan keterampilan smash dalam badminton pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler badminton di SMP Negeri Kota Metro. Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian yaitu siswa SMPN di Kota Metro yang mengikuti ekstrakurikuler badminton. Instrumen yang dipakai adalah alat push dynamometer dan Leg Dynamometer, tes ketepatan smash dengan serangan kesasaran dengan tetap dan akurasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan otot tungkai dengan keterampilan smash dalam badminton.Kata kunci : badminton, otot lengan, otot tungkai, smash
PERBANDINGAN SISWA YANG DITERIMA BINA LINGKUNGAN DENGAN SISWA REGULER TERHADAP KEBUGARAN JASMANI Abidin Daud, Muhammad Hafid; Jubaedi, Ade; Sulistianta, Heru
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to analyze the differences between the student which accepted in community development class and regular class toward physical fitness in Junior High School 9 Bandar Lampung. To collect the data the writer use quantitative methodology. The sample are the student in the grade VII and VIII which only take 10 % amount all of the student or 49 from 487 students. In collecting the data for Physical Fitness test, the writer uses the TKJI technique for 13 – 15 years old. Result of the test showed the student who accepted in community development class lower than in those in regular class. Based on TKJI instrumental tes, in short the percentage for physical fitness in community development reach 20,83 % whereas regular class student reach 56 %.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kebugaran jasmani siswa bina lingkungan dengan siswa reguler di SMP Negeri 9 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian kuantitatif. Sampelnya yaitu murid kelas VII dan kelas VIII di SMP N 9 Bandar Lampung yang hanya 10% dari total keseluruhan yaitu 49 anak dari 487 murid. Teknik pengambilan data untuk test Kebugaran Jasmani ini menggunakan TKJI untuk usia 13-15 tahun. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kebugaran jasmani anak bina lingkungan lebih rendah daripada anak reguler. Pada hasil dari instrument TKJI, kebugaran jasmani kategori bina lingkungan mencapai 20,83 % sedangkan kebugaran jasmani kategori reguler mencapai 56 %.Kata kunci : bina lingkungan, kebugaran jasmani, TKJI
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN TINGKAT KECEMASAN PARA WASIT PROVINSI LAMPUNG Fahmi Iskandar; Frans Nurseto; Heru Sulistianta
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the relation between cognitive ability with the level of anxietys referee while leading the match in Suratin Cup U-18. The methodology used in this research is correlation descriptive method. The sample is the referee who was leading the match of Suratin Cup U-18 which amounts 16 referees. The result of this study shows that there is a significant relationship between cognitive ability with the level of anxietys referee while leading the match. In cognitive ability, 9 referees (56.25%) with very good category, 4 referees (25%) with good category, and 3 referees (18.75%) with bad category. And there are 11 referees (68.75%) with excellent anxiety level category, 3 referees (18.75%) with good category, and 2 referees (12.5%) with bad category. The result of correlation coefficient between cognitive ability with the level of anxietys referee while leading the match is 0.827.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan antara kemampuan kognitif dengan tingkat kecemasan wasit saat memimpin pertandingan di piala Suratin U-18. Metodelogi penelitian dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Dengan sampel yaitu wasit yang sedang memimpin pertandingan piala Suratin U-18 yang berjumlah 16orang wasit.Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kemampuan kognitif dengan tingkat kecemasan wasit saat memimpin pertandingan. Dalam kemampuan kognitif 9 orang wasit(56,25%) dengan kategori sangat baik, 4 orang (25%) baik, dan 3 orang(18,75%) buruk. Serta ada 11 wasit(68,75%) dengan kategori tingkat kecemasan baik sekali,3 orang(18,75%) baik, 2 wasit (12,5%) masuk kategori buruk. Hasil koefisien korelasi antara kemampuan kognitif dengan tingkat kecemasan wasit saat memimpin pertandingan sebesar 0,827.Kata kunci : kemampuan kognitif, tingkat kecemasan, wasit
KONTRIBUSI KEKUATAN LENGAN, KEKUATAN TUNGKAI, DAN KELENTUKAN TERHADAP BANTINGAN PINGGUL Mahyudi Dwi Septian; Ade Jubaedi; Wiyono Wiyono
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to investigate the contribution of the arm muscle strength, leg muscle strength and flexibility of the hips slamming on athletes wrestling in PPLP Lampung. The method used in this study is a survey research with technique test. The samples used were all wrestling athletes of PPLP Lampung, amounting to 5 people. Data collection techniques are using test and measurement techniques and data analysis using regression techniques. The result showed that the arm muscle strength is 83,57%, leg muscle strength accounted is 83,51%, flexibility accounted is 24,42%. It can be concluded that the arm muscle strength gives contribution to the abilty of the hip dings. As implied to gain succes in the sport of wrestling hip dings, it needed to pay attention to all the physical elements, especially the strength of arm muscles.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai dan kelentukan terhadap bantingan pinggul pada atlet gulat di PPLP lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dengan teknik test. Sampel yang digunakan adalah seluruh atlet gulat PPLP Lampung yang berjumlah 5 orang. Teknik pengambilan data menggunakan teknik tes dan pengukuran serta teknik analisis data menggunakan regresi. Hasil penelitian menunjukan kekuatan otot lengan sebesar 83,57%, kekuatan otot tungkai memberikan kontribusi sebesar 83,51%, Kelentukan memberikan kontribusi sebesar 24,42%. Dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot lengan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kemampuan bantingan pinggul. Sebagai implikasikan untuk memperoleh keberhasilan bantingan pinggul pada olahraga gulat, perlu memperhatikan semua unsur fisik terutama kekuatan otot lengan.Kata kunci : bantingan pinggul, gulat, kekuatan, kelentukan, otot lengan, tungkai
KONTRIBUSI MINAT DAN MOTIVASI TERHADAP PEMBINAAN PRESTASI SEPAKBOLA I Wayan Swastika; Surisman Surisman; Wiyono Wiyono
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the contribution of the interest and motivation to football coaching achievements. The method used is survey data by using correlational analysis. The collection of data is in the form of interest, motivation and coaching football achievements using a questionnaire. The sample used was a student of Physical Education amounting to 45 students. The analysis showed that the correlation coefficient of interest to coaching football achievements is 0,559. Correlation coefficient motivation to coaching football achievements is 0.639. While the correlation coefficient the interest and motivation to coaching football achievements is 0.826. This means that interest accounted to 31.2%. Motivation accounted to 40.8%. While interest and motivation give contribution to the achievement of coaching football at 68.2%. The Conclusion of this study shows that the interest and motivation have contributed very "strong" to coaching football achievements of Physical Education.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi antara minat dan motivasi terhadap pembinaan prestasi sepakbola. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan analisis data menggunakan korelasional. Pengumpulan data berupa minat, motivasi dan pembinaan prestasi sepakbola menggunakan angket. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Pendidikan Jasmani yang berjumlah 45 mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefesien korelasi minat dengan pembinaan prestasi sepakbola 0,559. Koefesien korelasi motivasi dengan pembinaan prestasi sepakbola 0,639. Sedangkan Koefesien korelasi minat dan motivasi dengan pembinaan prestasi sepakbola 0,826. Artinya minat memberikan kontribusi sebesar 31,2%. Motivasi memberikan kontribusi sebesar 40,8%. Sedangkan minat dan motivasi memberikan kontribusi terhadap pembinaan prestasi sepakbola sebesar 68,2%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa minat dan motivasi memiliki kontribusi yang sangat kuat terhadap pembinaan prestasi sepakbola Pendidikan JasmaniKata kunci : minat, motivasi, sepakbola.

Page 1 of 3 | Total Record : 23