JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) adalah jurnal yang dikkhususkan untuk menampung tulisan hasil penelitian dosen dan mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi. Awal peneribtan JEE pada Juni 2012. JEE mengeluarkan 4 kali terbitan setiap tahunnya.
Articles
620 Documents
Perbandingan Life Skills Model Pembelajaran NHT dan STAD dengan Memperhatikan Motivasi Berprestasi
Linda novita Sari;
Erlina Rufaidah;
Yon Rizal
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 7 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The research have purpose to knowing comparison Life Skills among students that used model learning type Numbered Head Together and students that used model type in Student Teams Achievement Division with attention to student achievement motivation class VIII SMP Negeri 2 Metro. The method from this research is experiment cast method with approach comparative. Population in this reasearch is students in class VIII SMP Negeri 2 Metro, totally 252 students and sample that used are 63 half-and-half class: class VIII A and VIII D that depended through cluster random sampling techinic with accumulation data used observasion sheet and questionnaire, data that accumulat analyzed with t-test two sample independent. Analize result showed that there is comparison that Life Skills the process used study process kooperative type Numbered Head Together and type Student Teams Achievement Division students class VIII SMP Negeri 2 Metro.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan Life skills siswa antara siswa yang menggunakan model permbelajaran tipe Numbered Head Together dan siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe Student Teams Achievment Division dengan memperhatikan motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Metro. Metode penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Metro, sebanyak 252 siswa dan sampel yang digunakan sebanyak 63 siswa yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VIII A dan VIII D yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan t-test dua sampel independent. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan Life skills siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dan tipe Student Teams Achievment Division pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Metro. Kata Kunci: Life skills, Numbered Head Together, Student Teams Achievment Division
Perbandingan Keterampilan Sosial Model Pembelajaran GGE dan VCT dengan Memperhatikan Konsep Diri
Apriliani Istikawati;
Erlina Rupaidah;
Nurdin Nurdin
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 7 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study was to determine the effectiveness of social skills with the Group to Group Exchange learning model and Value Clarification Technique by paying attention to students' self-concept. The method used in this study is comparative with the experimental approach. The research design used is Treatment by Level 2x2. The population of this study was 238 students with a total sample of 69 which was determined by a cluster random side technique and uses two independent sample t-Test formulas and two-way variance analysis. The results showed that social skills students are learning that using model Group to Group Exchange is higher than that using the learning model of Value Clarification Technique in students who have a positive self-concept in social studies Integrated. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas keterampilan sosial dengan model pembelajaran Group to Group Exchange dan Value Clarification Technique dengan memperhatikan konsep diri siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah komparatif dengan pendekatan eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Treatment by Level 2x2. Populasi penelitian ini 238 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 69 yang ditentukan dengan teknik cluster random samping dan menggunakan rumus t-Test dua sampel independent dan analisis varians dua jalan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan sosial siswa yang pembelajarannya yang menggunakan model pembelajaran Group to Group Exchange lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran Value Clarification Technique pada siswa yang memiliki konsep diri positif pada mata pelajaran IPS Terpadu. Kata kunci: keterampilan sosial, group top group exchange,value clarification technique, konsep diri siswa.
Perbandingan Aktivitas Belajar Model Pembelajaran TGT dan TAI dengan Memperhatikan Minat Belajar
Khusni Mubarokah;
I Komang Winarta;
Yon Rizal
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 7 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The research have purpose to knowing comparison learning activity among students that used model learning type Team Game Tournament and students that used model type in Team Assisted Individualization with attention to student interest to learn class VIII SMP Negeri 1 Pekalongan. The method from this research is experiment cast method with approach comparative. Population in this reasearch is students in class VIII SMP Negeri1 Pekalongan, totally 188 students and sample that used are 63 half-and-half class: class VIII 3 and VIII 4 that depended through cluster random sampling techinic with accumulation data used observasion sheet and questionnaire, data that accumulat analyzed with t-test two sample independent. Analize result showed that there is comparison that Learning activity the process used study process kooperative type Team Game Tournament and type Team Assisted Individualization students class VIII SMP Negeri 1 Pekalongan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas belajar siswa antara siswa yang menggunakan model permbelajaran tipeTeam Game Tournament dan siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe Team Assisted Individualization dengan memperhatikan minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pekalongan. Metode penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pekalongan, sebanyak 188 siswa dan sampel yang digunakan sebanyak 63 siswa yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VIII 3 dan VIII 4 yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan t-test dua sampel independent. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan aktivitas belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament dan tipe Team Assisted Individualization pada siswa kelas VIII SMP Negeri1 Pekalongan. Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Team Game Tournament, Team Asissted Individualization
Studi Perbandingan Model Kooperatif Tipe PBL dan STAD dengan Memperhatikan Minat Belajar
Siti Maharani;
Erlina Rupaidah;
Rahma Dianti Putri
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 7 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran tipecStudent Team Achievement Division (STAD). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII sebanyak 116 siswa. Sedangkan sampel adalah kelas VIIIB dan VIIIC. Hasil tersebut berdasarkan penggunaan teknik cluster random sampling. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa yang pembelajaran nya menggunakan model kooperatif tipe Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan menggunakan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi pada mata pelajaran IPS Terpadu.The research have purpose to knowing the a difference in the capacity of denial takes a critical reflect or have they taken students who use the model of learning cooperative attitude type big problem and hard to based learning (PBL) more compared with of students who are taught using learning to promote disorder to type student the rest of the team achievement division eyes (STAD). Research methods that were used in this research methodology of his experiments with the approach of comparative. Percent of the population been disclosed in the research it is a whole student of class VIII many as 116 students. While samples was a class VIIIB and VIIIC. The results of that is based on the use of clusters of random sampling.The results of the analysis express its strongest that there is a difference in the capacity of denial takes a critical reflect or have they taken students use the model cooperative attitude type big problem and hard to based learning (PBL) be higher than that for who escorts persons to seats. Kata kunci :kemampuan berfikir kritis, PBL, STAD
Perbandingan Keterampilan Sosial Model Pembelajaran GGE dan VCT dengan Memperhatikan Konsep Diri
Apriliani Istikawati;
Erlina Rupaidah;
Nurdin Nurdin
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 7 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study was to determine the effectiveness of social skills with the Group to Group Exchange learning model and Value Clarification Technique by paying attention to students' self-concept. The method used in this study is comparative with the experimental approach. The research design used is Treatment by Level 2x2. The population of this study was 238 students with a total sample of 69 which was determined by a cluster random side technique and uses two independent sample t-Test formulas and two-way variance analysis. The results showed that social skills students are learning that using model Group to Group Exchange is higher than that using the learning model of Value Clarification Technique in students who have a positive self-concept in social studies Integrated. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas keterampilan sosial dengan model pembelajaran Group to Group Exchange dan Value Clarification Technique dengan memperhatikan konsep diri siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah komparatif dengan pendekatan eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Treatment by Level 2x2. Populasi penelitian ini 238 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 69 yang ditentukan dengan teknik cluster random samping dan menggunakan rumus t-Test dua sampel independent dan analisis varians dua jalan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan sosial siswa yang pembelajarannya yang menggunakan model pembelajaran Group to Group Exchange lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran Value Clarification Technique pada siswa yang memiliki konsep diri positif pada mata pelajaran IPS Terpadu. Kata kunci: keterampilan sosial, group top group exchange,value clarification technique, konsep diri siswa.
Studi Perbandingan Hasil Belajar IPS Terpadu dengan Menggunakan STAD dan PBL
Roma Rio Purba;
Tedi Rusman;
Nurdin Nurdin
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 8 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study was to determine the comparative study of integrated IPS learning outcomes using the Student Team Achievement Division (STAD) and Problem Based Learning (PBL) models by paying attention to the Learning Motivation of Grade VII Students of Gajah Mada Middle School in Bandar Lampung. This study uses a comparative research design with an experimental approach. The population in this study were all seventh grade students of Gajah Mada Junior High School Bandar Lampung and a sample of 60 respondents determined by clustur random sampling technique. Data collection was carried out using the method of filling out questionnaires and test techniques. Data collected through questionnaires is processed with the SPSS program. The results of the data analysis showed that there was a comparison of the integrated IPS learning outcomes using the Student Team Achievement Division (STAD) and Problem Based Learning (PBL) models by paying attention to the Learning Motivation of Grade VII Students of Gajah Mada Middle School in Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui studi perbandingan hasil belajar ips terpadu dengan menggunakan model Student Team Achievement Division (STAD) dan Problem Based Learning (PBL) dengan Memperhatikan Motivasi Belajar pada Siswa Kelas VII SMP Gajah Mada Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Gajah Mada Bandar Lampung dan sampel 60 responden yang ditentukan dengan teknik clustur random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pengisian kuesioner dan teknik tes. Data yang dikumpulkan melalui angket diolah dengan program SPSS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbandingan hasil belajar ips terpadu menggunakan model Student Team Achievement Division (STAD) dan Problem Based Learning (PBL) dengan Memperhatikan Motivasi Belajar pada Siswa Kelas VII SMP Gajah Mada Bandar Lampung. Kata Kunci : hasil belajar, PBL, STAD
Berfikir Tingkat Tinggi Menggunakan PBL dan Scaffolding Jenis Penugasaan
Rhidlo'ah Ulil Himmah;
Tedi Rusman;
Nurdin Nurdin
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 8 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study examines the comparison of HOTS of students using PBL and Scaffolding by taking into account the form of assignments. The method research with a quasi-experimental approach. Collection techniques use tests. Hypothesis testing uses two-way variance analysis and two independent sample t-tests. Based on data analysis obtained results: (1) There are differences in HOTS between students using PBL and Scaffolding. (2) There are differences HOTS of who are given project assignments with portfolio. (3) There is an interaction between the learning model and the assignment form (4) HOTS ability of who PBL is higher than the Scaffoding on project. (5) HOTS abilities of who learn using PBL are lower than Scaffolding on portfolio. (6) HOTS are given higher project assignments than portfolio PBL. (7) HOTS abilities of who were given project assignments were lower than portofolio using the Scaffolding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan HOTS siswa menggunakan model pembelajaran PBL dan Scaffolding dengan memperhatikan bentuk penugasan. Metode penelitian komparatif dengan pendekatan eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Pengujian hipotesis menggunakan analisis varians dua jalan dan t-tes dua sampel independen. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: (1) Ada perbedaan HOTS antara siswa yang pembelajarannya PBL dan Scaffolding. (2) Ada perbedaan HOTS yang diberi tugas proyek dan portofolio. (3) Ada interaksi antara model pembelajaran dengan bentuk penugasan.(4) Kemampuan HOTS yang menggunakan PBL lebih tinggi dibandingkan Scaffoding pada proyek. (5) Kemampuan HOTS siswa yang pembelajarannya PBL lebih rendah dibandingkan Scaffolding pada tugas portofolio.(6) Kemampuan HOTS diberi tugas proyek lebih tinggi dibandingkan portofolio PBL. (7) kemampuan HOTS yang diberi tugas proyek lebih rendah dibandingkan portofolio pada Scaffolding. Kata Kunci: Berpikir tingkat tinggi, PBL, Scaffolding, proyek dan portofolio
Perbandingan Hasil Belajar dengan Model Take And Give dan Mind Mapping Mempertimbangkan Konsep Diri
Nila Wati;
Nurdin Nurdin;
Tedi Tedi
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 8 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The study examines the comparison of economic learning outcomes between cooperative learning models of the Take and Give and Mind Mapping types by considering self-concept in class X Student of Public High Schools 01 of the 2017/2018 Academic Year. The purpose of this study was to determine differences in economic learning outcomes and the interaction between learning models and students’ self-concept. The method used in this study is a comparative method with an experimental approach. The study population was 230 students with a total sample of 78 students. This research technique is Cluster Random Sampling. Questionnaire data collection techniques and test techniques.Penelitian ini mengkaji tentang perbandingan hasil belajar Ekonomi antara model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give dan Mind Mapping dengan mempertimbangkan konsep diri pada siswa kelas X SMA Negeri 01 Negeri Besar Tahun Pelajaran 2017/2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ekonomi serta interaksi antara model pembelajaran dan konsep diri siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi penelitian ini 0 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 78 siswa. Teknik penelitian ini adalah Cluster Random Sampling. Teknik pengambilan data dengan observasi, dokumentasi, tes, dan angket. Pengujian hipotesis menggunakan rumus analisis varian dua jalan dan t-test dua sampel independenKata kunci: hasil belajar, konsep diri, take and give dan mind mapping
Reward, Lingkungan Kerja Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Karyawan FIF
Purnomo Aji;
Yon Rizal;
Nurdin Nurdin
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 8 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Research aims to understand the influence of system rewards, work environment and competence of the performance of them through satisfaction work.Population in research is employees fif the branch kotabumi 2018 which consisted of 97 employees.Methods used in research this is the method descriptive verifikatif with the approach ex-post-facto and survey.The data collection was done use kuisioner.Analysis data using path analysis.The results of the study showed ( 1 ) there was a correlation between system rewards with work environment, there was a correlation between system rewards with competence employees, there was a correlation between work environment with competence an employee ( 2 there is the influence of system rewards, work environment and competence employees in a joint against satisfaction work ( and 3 ) influence system rewards, work environment and competence employees in a joint against of employee performance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem reward, Lingkungan Kerja dan kompetensi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja. Populasi dalam penelitian ini yaitu karyawan FIF Cabang Kotabumi tahun 2018 yang berjumlah 97 karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex-post-facto dan survey. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukan (1) Ada hubungan antara Sistem Reward dengan Lingkungan Kerja, Ada hubungan antara Sistem Reward dengan Kompetensi Karyawan, Ada hubungan antara Lingkungan Kerja dengan Kompetensi Karyawan (2) Ada pengaruh Sistem Reward, Lingkungan Kerja dan Kompetensi Karyawan secara bersama terhadap Kepuasan Kerja (3) Ada pengaruh Sistem Reward, Lingkungan Kerja dan Kompetensi Karyawan secara bersama terhadap Kinerja Karyawan. Kata Kunci : kepuasan kerja, kinerja karyawan, kompetensi karyawan, sistem reward dan Lingkungan Kerja
Perbandingan Soft Skill Model Pembelajaran Jigsaw II Dan TAI Dengan Memperhatikan Konsep Diri
Mei Lisa Ria Hasty Widuri;
Tedi Rusman;
Pujiati Pujiati
JEE (Jurnal Edukasi Ekobis) Vol 6, No 8 (2018): JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research was motivated by student’s low level of soft skill and studying the soft skills difference between students who learned using jigsaw II and student who learned with team assisted individualization model by taking into account the self-concept of student of class XI SMK Kartikatama 1 Metro. The method used in this study is comparative with a quasi-eperimental approach. The population in this study were 4 classes. Data collection techniques through observation and questionnaire. The result of data analysis show (1) there is a difference in the average soft skills between students who learn using jigsaw II type of cooperative learning model and team assisted individualization inaccounting subjects (2) there are differences in soft skills between students who have high self-concept and students who have low self-concept (3) there is an interaction between learning models with self-concept and soft skills in Accounting subjects. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya soft skill siswa serta mengkaji tentang perbedaan soft skill siswa yang pembelajarannya menggunakan model jigsaw II dan team assisted individualizaton dengan memperhatikan konsep diri siswa kelas XI SMK Kartikatama 1 Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah komparatif dengan pendekatan eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4 kelas. Teknik pengambilan data melalui observasi dan angket. Hasil analisis data menunjukkan (1) Ada perbedaan rata-rata soft skill antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dan team individualization pada mata pelajaran Akuntansi (2) ada perbedaan soft skill antara siswa yang memiliki konsep diri tinggi dan siswa yang memiliki konsep diri rendah (3) ada interaksi antara model pembelajaran dengan konsep diri dan soft skill pada mata pelajaran Akuntansi. Kata kunci : jigsaw II, konsep diri, soft skill, team assisted individualization