cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
ISSN : 23563869     EISSN : 26140136     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar (JPSD) dengan ISSN : 2356-3869 (printed) e-ISSN: 2614-0136. JPSD mempublikasikan makalah yang berisi hasil penelitian tentang pendidikan dasar, gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis, pengajaran sekolah dasar. Naskah akan diterbitkan 2 kali dalam setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 232 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI BERWUDHU MELALUI MEDIA LAGU PADA SISWA KELAS I SD NEGERI REJODANI NGAGLIK SLEMAN Ponimin Ponimin
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 3, No 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.012 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v3i2.7989

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang tepat ikut menentukan keberhasilan pembelajaran di kelas. Rendahnya kompetensi siswa dalam praktek beribadah terutama pada kompetensi menghafal urut-urutan berwudhu yang rendah perlu mendapat perhatian khusus. Melalui penggunaan media lagu diharapkankompetensi siswa dalam praktek beribadah khususnya berwudhu serta kompetensi menghafal urut-urutan berwudhu dapat meningkat. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I dengan jumlah siswa 33 anak yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Hasil penelitian menyimpulkanbahwamelalui media lagu dalam pembelajaran dapat meningkatkan kompetensi berwudhu pada siswa kelas I SD Negeri Rejodani Ngaglik SlemanTahun Pelajaran 2015/2016. Persentase ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan tiap siklusnya. Pada saat prasiklus rata-rata prestasi belajar 66,06 dengan ketuntasan 57,58%, siklus I rata-rata prestasi belajar 71,67 dengan ketuntasan 75,76%, dan siklus II rata-rata prestasi belajar 82,12 dengan ketuntasan 87,88%. Adanya peningkatan aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam pembelajaran PAI. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 60%. Pada siklus II meningkat menjadi 88,33%. Sedangkan aktivitas guru siklus I sebesar 70%. Pada siklus IImeningkat menjadi 95%.
ERROR ANALYSIS GEOMETRY QUESTIONS ON WORKING CLASS V SD / MI IN YOGYAKARTA Endang Sulistyowati
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.604 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v2i1.2517

Abstract

In 2013, the results of UAN for mathematics in primary schools / MI in DIY average value is lower than other subjects, namely Indonesian and IPA. The success of the sixth grade students work on problems UAN is inseparable from the ability of students to understand math at grade material underneath. Based on the experience of researchers, many teachers who have less correct geometry concepts. Of course this is an impact on students' understanding of geometrical concepts. So in this study will be examined whether the errors are mostly done by students in grade V on the geometry of the material, especially material area and perimeter of a flat wake. This research is qualitative descriptive field. Subjects were 43 fifth grade students who come from 4 SD / MI in the city of Yogyakarta. Data retrieval by providing written test questions, the essay form. The results showed that the most frequent errors are errors of type-1, which is a misconception. Another error is the fault of type-3, namely: writing mathematical notation and use of the unit.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KELAS REGULER MELALUI MODEL PULL OUT DI SD N GIWANGAN YOGYAKARTA Siyam Mardini
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 2, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.443 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v2i2.4952

Abstract

SD N Giwangan sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusi dalam pengelolaan kelas belum mengakomodasi siswa ABK secara maksimal. Hal ini menyebabkan minat belajar siswa ABK di SD N Giwangan masih sangat rendah. Siswa ABK belum mendapatkan proses pembelajaran sesuai dengan kemampuannya. Hal demikian sangat menyulitkan siswa ABK dalam mengikuti proses pembelajaran di SD N Giwangan. Proses pembelajaran mengintegrasikan siswa reguler dengan siswa ABK. Kesulitan yang dihadapi oleh siswa ABK segera dicari solusinya melalui pengelolaan proses pembelajaran di semua kelas. Penerapan model Pull Out menjadi solusi. Cara penerapan model Pull Out yaitu siswa ABK dibawa belajar di kelas inklusi untuk memahamkan pengetahuan, ketrampilan, dan psikomotornya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu mendeskripsikan minat belajar siswa ABK dengan menggunakan model Pull Out. Data diperoleh melalui metode observasi, wawancara, dan dokumen. Penelitian melalui 4 tahap yaitu : (1) perencanaan (planning),(2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflekting). Subyek penelitian adalah 12 guru kelas dan 26 siswa ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Pull Out dapat meningkatkan minat belajar siswa,  hal ini dibuktikan dengan data yang diperoleh yaitu ada peningkatan yang signifikan pada kemampuan kognitif, ketrampilan, dan psikomotor siswa ABK. Berdasarkan data yang diperoleh disimpulkan bahwa model Pull Out mampu meningkatkan minat belajar siswa ABK karena kriteria keberhasilan sudah mencapai di atas 76%.
REDESAIN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN ABAD 21 Lilis Patimah
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 4, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.796 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v4i1.7360

Abstract

Munculnya periode baru yang sering disebut dengan masa desrupsi menuntut sumber daya manusia memiliki kompetensi dan ketrampilan baru. Lembaga pendidikan merupakan sarana untuk menyiapkan sdm yang punya kompetensi dan ketrampilan tersebut. Oleh karena itu, lembaga pendidikan islam harus mampu menyesuaikan desain pembelajarannya agar mampu membekali siswa memiliki kompetensi dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk hidup pada abad 21. Dalam perspektif pembelajaran abad 21, ada 4 hal penting yang harus dikembangkan oleh lembaga pendidikan islam, yaitu; critical thingking, creativity, communication, dan collaboration. Artikel ini focus pada dua aspek yaitu, bagaimana desain pembelajaran agar siswa memiliki kompetensi berpikir kritis dan bertindak kreatif. Data dikumpulkan melalui literature review dan dianalisis melalui analisis data deskriptif kualitatif. Kesimpulan menunjukkan bahwa pertama, kompetensi critical thingking dapat dicapai melalui pendekatan saintifik, Kedua, kompetensi creativity, dapat dicapai dengan cara mendesain pembelajaran sehingga dapat menghasilkan produk tertentu.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI IPA MENGGUNAKAN SOAL ESAI BAGI SISWA CERDAS ISTIMEWA DI SD MUHAMMADIYAH CONDONGCATUR SLEMAN Yunita Ariyastuti; Fitri Yuliawati
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 4, No 2: Agustus 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.529 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v4i2.9608

Abstract

Miskonsepsi atau salah konsep merupakan suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para pakar dalam bidang itu. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah miskonsepsi apa saja yang terjadi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam siswa Cerdas Istimewa di SD Muhammadiyah Condongcatur.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan cara mengadakan identifikasi miskonsepsi IPA menggunakan soal esai terhadap siswa kelas Cerdas Istimewa IPA. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi: partisipasi siswa kelas Cerdas Istimewa IPA dalam menjawab soal esai, hasil wawancara dengan guru, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi IPA yang terjadi pada  siswa Cerdas Istimewa Di SD Muhammadiyah Condongcatur Sleman pada konsep bentuk dan fungsi bagian tubuh pada hewan dan tumbuhan dengan persentase 62,5%, 37,5%, dan 37,5%, miskonsepsi pada konsep gaya sebesar 25% dan 12,5%.
REVITALISASI KEARIFAN LOKAL DALAM PENDIDIKAN DASAR Sularso Sularso
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 2, No 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.805 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v2i2.4728

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab persoalan (1) bagaimana wujud revitalisasi kearifan lokal di tingkat pendidikan dasar; (2) mengapa materi kearifan lokal diberikan pada pendidikan tingkat dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari kajian pustaka dan observasi. Metode analisis data menggunakan metode analisis data kualitatif. Peneliti mencermati aspek pendidikan dasar dan kearifan lokal secara terminologis. Keduanya diletakkan sebagai satu kesatuan yang saling terhubung secara konseptual. Hubungan logis yang terbingkai secara konseptual tersebut selanjutnya dianalisis dan digunakan untuk menjawab persoalan yang telah diajukan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa nilai kearifan lokal ditempatkan secara terintegral dengan seluruh materi pembelajaran. Alasan kearifan lokal penting diberikan pada tingkat pendidikan dasar agar peserta didik tidak kehilangan nilai dasar kulturalnya, tidak kehilangan akar sejarahnya serta memiliki wawasan dan pengetahuan atas penyikapan realitas sosial dan lingkungannya secara kultural.
STRATEGI SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Agus Munadlir
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 3, No 1: Februari 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.122 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v3i1.6030

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, wawasan/sikap dan tindakan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang memperhatikan latar belakang  multikulturalisme. Kemajemukan bangsa Indonesia yang dimiliki adanya perbedaan budaya, suku, ras, agama dapat dijadikan sumber kekuatan yang sinergis dalam membangun kemajuan bangsa dan negara. Di dalam mengembangkan pendidikan multikultural di sekolah dapat menggunakan beberapa strategi baik di dalam kegiatan belajar mengajar, kegiatan-kegiatan sekolah yang lain maupun penerapan manajemen sekolah berbasis multikural yang menjadi penanggung jawab dan pemimipinya adalah kepala sekolah.Ciri bangsa Indonesia yang pluralistik dan multikultural menyebabkan strategi kebudayaan nasional harus diisi dengan nilai-nilai yang tepat, di antaranya adalah prinsip mutualisme yaitu kebersamaan dan kerja sama yang memberi manfaat kepada semua pihak yang bekerja sama, bukan hanya searah dan menguntungkan satu pihak saja, berarti menekankan pada pentingnya memberikan kesempatan bagi berkembangnya masyarakat multikultural yang masing-masing harus diakui haknya untuk mengembangkan dirinya melalui kebudayaan mereka. Dengan demikian membangun dirinya, membangun tanah leluhurnya termasuk sebagai bagian dari tanah air Indonesia dengan didasari oleh sikap egalitarian, toleran dan demokratis.
PENGEMBANGAN MEDIA BIYAS MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SEKOLAH DASAR Erika Nuril Izza; Arfilia Wijayanti
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 4, No 2: Agustus 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.157 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v4i2.9591

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media pembelajaran yang dimiliki oleh sekolah sehingga guru dalam memaparkan materi masih menggunakan metode konvensional sehingga siswa kurang tertarik dalam pembelajaran. Guru belum mempunyai media yang relevan untuk menunjang pemahaman siswa khususnya materi gaya gesek, selain itu hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA masih rendah. Penelitian menggunakan metodologi penelitian Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall. Kevalidan produk berdasarkan data validasi tahap satu ahli media 1 sebesar 97,778% dengan kriteria penilaian sangat layak. Validasi ahli materi 1 sebesar 64% kriteria layak. Validasi ahli media 2 sebesar 94,444%  dengan kriteria sangat layak. Validasi ahli media 3 sebesar 70% dengan kriteria layak. Validasi ahli materi 3 sebesar 77,333% dengan kriteria layak. Hasil validasi tahap kedua ahli materi 1 sebesar 89,333% dengan kriteria sangat layak Validasi ahli media 3 sebesar 95,555% kriteria sangat layak. Validasi ahli materi 3 sebesar 94,667% dengan kriteria sangat layak. Kesimpulannya bahwa pengembangan media biyas valid untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPA materi gaya gesek.
REORIENTASI PENDIDIKAN SEKS TERHADAP ANAK USIA REMAJA DI SEKOLAH (Memadukan Sains dan Agama dalam Pembelajaran) Anji Fathunaja
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 1, No 1: Agustus 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.545 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v1i1.1526

Abstract

Seks adalah kebutuhan yang secara alami melekat pada setiap manusia, tidak terkecuali para remaja. Sudah seharusnya sekolah memberikan jawaban bagi kebutuhan seksual remaja agar tidak menyimpang. Akan tetapi, sekolah saat ini hanya sebatas memberikan pengetahuan tanpa kesadaran akan nilai dan norma dalam seks. Sehingga yang terjadi adalah pelanggaran-pelangaran seks dan penyalahgunaan alat-alat keamanan seks sebagai cara aman melakukan seks. Penelitian ini berusaha untuk menemukan titik permasalahan dalam pendidikan seks yang belum mampu memberikan dampak yang signifikan pada peserta didik. Pendidikan seks yang diberikan secara terpisah-pisah menyebabkan sekat dalam pemahaman peserta didik. Pendidikan seks semestinya disampaikan secara terpadu antara agama dan sains sehingga tidak menimbulkan dikotomi pemahaman. Diharapkan setiap peserta didik tidak hanya mampu mengetahui seks (sains) namun juga menyadari nilai dan norma seks (agama).
STRENGTHENING OF CHARACTER WITH STUDENTS IN THE FAMILY ENGAGEMENT EDUCATION MUHAMMADIYAH Fitri Puji Rahmawati
Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.347 KB) | DOI: 10.26555/jpsd.v2i1.2526

Abstract

This study aimed to describe the implementation of character education that is applied in the Basic Education Muhammadiyah Surakarta through informal approach. Developed a character education in elementary involve informal education conducted at home. The main method developed in this study is descriptive-qualitative-reflective. The technique of collecting data through observation and in-depth interviews were actively involved with the teachers, parents/ guardians, and elementary school students. Data were analyzed with snowball technic of analysis models Milles Huberman. Character education involving families in the educational environment of Muhammadiyah implemented with the collaboration of school and family. Some of the programs implemented by schools include: parenting day, outbound together, study, home visit, parents and guardians of students meeting. In these activities, parents, students, and teachers get a refresher on the importance of strengthening the character and variety of information about character education.