cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
PELATIHAN KONSELING GIZI IBU HAMIL BAGI BIDAN DESA SEBAGAI PENGUATAN ASUHAN KEHAMILAN DALAM MENCEGAH ANEMIA DI WILAYAH PUSKESMAS JATINANGOR Sefita Aryuti Nirmala
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.239 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19372

Abstract

Data berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih banyak kejadian anemia pada ibu hamil. Di Kecamatan Jatinangor hasil penelitian yang dilakukan oleh Susanti, ddk tahun 2017 menunjukkan terdapat 21,9% ibu hamil dengan anemia. Pencegahan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengatur pola makan yang baik dan benar. Masih banyak ibu hamil yang belum mengetahui agar asupan makanan dapat memenuhi kebutuhan tubuh serta mencegah kejadian anemia. Bidan memiliki kewenangan dalam memberikan asuhan kehamilan termasuk memberikan konseling mengenai pola makan yang baik dan benar. Oleh karena itu diperlukan pelatihan konseling gizi ibu hamil bagi bidan agar meningkatkan kualitas asuhan kehamilan. Sasaran pelatihan ini adalah bidan desa di Puskesmas Jatinangor. Metode pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan role play praktik konseling. Hasil dari pre dan post test  menunjukkan peningkatan nilai pengetahuan bidan yaitu dari rata-rata nilai pre test yaitu 15,54 pada rata-rata nilai post test menjadi 18,81, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pelatihan ini tercapai.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN DALAM MENDETEKSI KATARAK DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Sri Sulastri
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.733 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.10323

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama (51 persen) dari kebutaan di Indonesia. Namun, katarak dapat ditangani dengan tindakan operasi. Terdapat indikasi bahwa pelayanan operasi katarak belum dimanfaatkan dengan baik disebabkan oleh data mikro penderita katarak yang tidak tersedia. Oleh karena itu, penyediaan data mikro penderita katarak perlu dilakukan, seperti yang direkomendasikan oleh World Health Organization melalui Vision 2020. Dalam mengidentifikasi warga yang diduga menderita katarak, komponen komunitas dapat dilibatkan melalui peningkatan kapasitas dan pengorganisasian komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat iniditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam menyediakan data mikro warga yang diduga penderita katarak dandalam melakukan pendampingan kepada pasien dan keluarganya saat menjalani tindakan operasi, melalui kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan ini, Kader Kesehatan: 1) mengetahui ciri katarak, 2) terampil menggunakan alat bantu identifikasi katarak, 3) mampu melakukan pencatatan data, 4) mengetahui alur pelaporan 5) mampu melakukan pelaporan, dan 6) mengetahui cara pendampingan pasien dalam mengakses pelayanan tindakan operasi katarak.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN AIR BANJIR MENJADI AIR BAKU DI DAERAH RAWAN BANJIR Sophia Dwiratna; Boy Macklin Pareira P; Dwi Rustam Kendarto
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.061 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11444

Abstract

Saat terjadi bencana banjir, ketersediaan air menjadi sangat krusial. Kebutuhan akan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, memasak, mencuci dan sebagainya sangat sulit dipenuhi ditengah-tengah keadaan bencana banjir. Salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang sering terkena dampak banjir adalah Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek. Desa ini setiap musim hujan selalu terkena dampak luapan sungai Cikeruh. Pada saat banjir, sumur sumur yang biasa digunakan tercemar air banjir sehingga kondisinya keruh dan berbau. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan air banjir menjadi air bersih, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan pengolahan air banjir menjadi air bersih dan air baku bagi masyarakat yang terkena dampak banjir. Salah satunya adalah menggunakan teknologi sederhana melalui proses koagulasi-sedimentasi-filtrasi untuk menghasilkan air bersih yang layak pakai oleh masyarakat di pengungsian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan guna memasyarakatkan teknologi sederhana pengolahan air banjir menjadi air baku sebagai upaya penanganan bencana banjir.
MODIFIKASI KONSEP PARTICIPATORY RURAL APRAISAL UNTUK PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA DI JAWA BARAT, INDONESIA Zufialdi Zakaria
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.03 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14592

Abstract

Modifikasi konsep PRA (Participatory Rural Appraisal) diperlukan bagi mahasiswa pada kegiatan KKN di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Konsep modifikasi PRA  dapat digunakan sebagai alat komunikasi mahasiswa dengan penduduk desa lokal. Berbagai jenis gerakan tanah (longsor) terjadi di wilayah Jawa Barat. Jawa Barat menjadi wilayah yang paling rawan di dunia. Mahasiswa peserta KKN perlu dilengkapi dengan pengetahuan tentang kondisi wilayah Jawa Barat berdasarkan aspek geologi umum, juga mengenali informasi risiko dan bencana gerakan tanah, memahami penggunaan aplikasi Android yang berkaitan dengan bencana geologi, mahir menggunakan smartphone, mengetahui. beberapa metode penyampaian informasi dengan mudah dan komunikatif. Komunikasi yang baik dengan masyarakat lokal merupakan bagian dari tugas siswa sebagai salah satu agen pentahelix dalam Model Starlet (Stabilisasi dan Rancangbangun Lereng Terpadu). Hasil Pre-Test 58 mahasiswa menunjukkan bahwa 98% belum mengetahui konsep PRA, 91% belum mengetahui konsep pentaheliks dalam model Starlet, 82% tidak mengetahui bahwa Jawa Barat sangat rawan gerakan tanah, 88% belum mengenal konsep Sistem Informasi Geografis Aplikasi Penanganan Bencana Gerakan Tanah (SIGAP Bencana Gerakan Tanah), 83% belum mengenal model Starlet (Stabilisasi dan Rancangbangun Lereng Terpadu). Sebanyak 98% mahasiswa dapat membedakan resiko dan bencana, 72% dapat membedakan kerentanan dan bahaya, dan 100% mereka memerlukan suatu metode penyuluhan agar masyarakat pedesaan mudah menerima informasi dan mengetahui penanganannya.
UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN SISWA PESANTREN DI BIDANG INSTALASI LISTRIK TEGANGAN RENDAH Is Dawimah
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.808 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14335

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh pesantren, antara lain belum ada instalasi  penerangan dan pasokan energi listrik dan kurangnya  ketrampilan yang dimiliki oleh siswa pesantren. Sesuai dengan prinsip layanan pesantren yaitu aman, nyaman, terang, dan sehat, maka perlu dilakukan pelatihan memasang memperbaiki dan merawat instalasi listrik sesuai dengan prinsip dasar instalasi listrik yang berlaku untuk siswa pesantren. Dalam kegiatan ini  peserta  memperoleh peralatan, sertifikat, buku petunjuk perawatan dan perbaikan instalasi listrik. Pengambilan data dan keputusan dilakukan dengan berkoordinasi dengan Pemda, survey, wawancara dan diskusi tentang permasalahan, metode dan solusi penyelesaian permasalahan mitra. Persiapan kegiatan meliputi: pembagian tugas, penentuan jumlah dan criteria peserta pelatihan, waktu dan tempat pelatihan,  pembuatan modul pelatihan, persiapan bahan, ATK  dan konsumsi selama pelatihan. Pelaksanaan kegiatan dipandu oleh dosen,PLP dan mahasiswa, meliputi: pelatihan secara teoritis, praktek pemasangan instalasi  listrik di beberapa ruang pesantren, penilaian kegiatan peserta, evaluasi nilai peserta, monitoring kemampuan peserta pasca pelatihan. Nilai yang diperoleh dibandingkan dengan Acuan Keberhasian Pelatihan untuk mengukur tingkat keberhasilan pelatihan. Peserta pelatihan berjumlah 11 siswa pesantren dengan umur berkisar 17-24 tahun, tiga diantaranya adalah wanita. Peserta berasal dari lima kampung di Kecamatan Pamijahan, dengan pendidikan tertinggi tingkat SLTP, dan belum bekerja. 73% peserta berhasil memasang, merawat dan memperbaiki instalasi listrik di pesantren dan 27%  dinyatakan gagal karena kurang aktif pada saat kegiatan praktek. Pasca pelatihan, dua orang peserta berhasil memperoleh pekerjaan memasang instalasi penerangan di ruang dapur dan WC milik warga.
MANAJEMEN USAHA HOME INDUSTRY DESA SINDANGSARI KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG Agriani Hermita Sadeli
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.912 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11866

Abstract

Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat memiliki potensi sumber daya yang cukup besar sebagai penghasil industri skala rumah tangga potensial khususnya produk makanan olahan. Walaupun memiliki sumber daya yang cukup besar dan merupakan daerah potensial pengembangan industri rumah tangga, masih banyak pelaku industri rumah tangga yang masih melaksanakan usahatanya dengan sangat sederhana dari sisi manajemen dan sisi produksi dengan produk yang tidak memiliki kekhasan, dan belum memiliki diversifikasi produk. Berdasarkan hal tersebut, maka pelatihan mengenai diversifikasi produk olahan dan managemen usaha khususnya managemen usaha industri skala rumah tangga diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat di Desa Sindangsari melalui peningkatan taraf hidup masyarakat. Penyuluhan, pelatihan, dan diskusi kelompok adalah metode pembelajaran yang akan digunakan dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Program ini meningkatkan pengetahuan dan strategi dalam berwirausaha serta meningkatkan nilai tambah pada produk olahan yang sudah ada saat ini.
UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK SAYURAN ORGANIK DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Rani Andriani Budi Kusumo
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.585 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14593

Abstract

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan Desa Cibodas sebagai salah satu Desa Organik. Program Desa Organik saat ini lebih difokuskan pada kegiatan mendorong praktek pertanian yang ramah lingkungan. Kelompok PKK Desa Cibodas Kecamatan Lembang berupaya untuk mendukung gerakan Desa Organik dengan menciptakan nilai tambah dari produk sayuran organic yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Desa Cibodas. Kegiatan pengolahan mie sayuran organic diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sayuran organic yang selaras dengan gerakan Desa Organik dan juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga petani.  Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk : 1) Meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya mitra PKM mengenai peluang usaha pengolahan sayuran organik menjadi produk mie organik; 2) Berkembangnya gerakan Desa Organik di Desa Cibodas, dengan diversifikasi usaha produk sayuran organik. Metode pelaksanaan dari kegiatan ini adalah : 1) Pelatihan  pembuatan mie berbahan baku sayuran organic; 2) Penyuluhan peluang usaha produk olahan sayuran organik; 3) Pendampingan pada mitra. Kegiatan PKM ini telah memberikan perubahan pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta dalam meningkatkan nilai tambah produk sayuran organic melalui kegiatan pengolahan mie organic. Melalui kegiatan PKM diperoleh inisiasi dari pihak Desa Cibodas untuk mengembangkan beragam produk olahan dari sayur organic sebagai produk unggulan Desa Cibodas.
RESPONS MASYARAKAT TERHADAP PENGENALAN TANAMAN GANDUM DAN PRODUK-PRODUKNYA DI DESA ARJASARI KECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Fiky Yulianto Wicaksono; Yudithia Maxiselly; Tati Nurmala; Putri Utami Suherman; Alfika Fauzan; Andala Muhamad Nurdin
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.638 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14740

Abstract

Desa Arjasari adalah sebuah desa yang berada di pegunungan yang terletak di kaki gunung Malabar, Kabupaten Bandung. Sebagian besar wilayah terdiri dari dari lahan pertanian. Sebagian besar mata pencaharian warga adalah buruh tani dan petani. Salah satu masalah usaha tani di desa Arjasari adalah diversifikasi tanaman yang diusahakan dan ketidakmampuan petani untuk menanam tanaman selama musim kemarau. Gandum dapat dijadikan salah satu komoditas untuk diversifikasi dan relatif tahan terhadap kekeringan di daerah dengan kelembaban tinggi sehingga dapat ditanam di musim kemarau. Pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari memiliki tujuan mensosialisasikan tanaman gandum di masyarakat sehingga masyarakat tertarik mengembangkannya, diantaranya dengan cara meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kegunaan tanaman gandum, teknik budidayanya, serta produk-produknya. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan tanaman gandum, produk gandum, serta teknik budidayanya, dan pembuatan demplot partisipatif. Kuesioner dibagikan pada peserta penyuluhan sebelum dan sesudah penyuluhan. Data yang diperoleh dari kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif. Waktu pelaksanaan dari bulan Juli hingga November 2017. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan wanita tani. Respons masyarakat terhadap pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari sangat baik. Hal ini terlihat setelah penyuluhan bahwa masyarakat tertarik menanam gandum dan membuat produk-produk dari gandum. Variabel yang berhubungan dengan ketertarikan masyarakat mengembangkan gandum adalah umur, pengenalan produk sebelumnya, pernah tanam sebelumnya, dan minat menambah penghasilan. Kata kunci: gandum, arjasari, lahan kering
OPTIMALISASI MANAJEMEN USAHA LEBAH MADU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA Hepi Hapsari
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.713 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11878

Abstract

Kelompok Tani lebah madu Sunda Mukti di Manglayang Bandung baru dibentuk tahun 2014. Kelompok ini belum terampil dalam budidaya lebah madu, terkendala mahalnya biaya pelatihan, harga kotak lebah (stup) dan harga bibit (koloni lebah), serta peralatan yan terbatas. Kelompok ini juga belum tahu cara mengelola usahatani yang baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya lebah dan manajemen usaha.  Metode yang digunakan adalah pemberdayaan secara partisipatif, yang meliputi pelatihan, pendampingan, monitoring evaluasi, bantuan bahan dan alat.  Pelatihan meliputi :  (1) analisis ketersediaan pakan, (2) teknik budidaya lebah madu, (3) workshop pembuatan kotak lebah (stup), (4) manajemen koloni lebah, (5) pencatatan usaha dan dinamika kelompok. Bantuan bahan untuk membuat kotak lebah, bibit (koloni) lebah, pakan lebah, dan peralatan budidaya. Evaluasi dilakukan setelah pelatihan, selama pendampingan dan menjelang kegiatan pengabdian berakhir. Aspek yang dievaluasi meliputi : partisipasi, pengetahuan, keterampilan, dan pelaksanaan kegiatan.  Hasil kegiatan : (1) partisipasi petani 100 %, (2) pengetahuan dan keterampilan meningkat, (3) pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan. Pendapatan petani terkendala musim kering panjang (6 bulan) menyebabkan pakan lebah di alam berkurang dan produksi madu rendah. Petani mengganti dengan memberi pakan gula pasir hanya untuk mempertahankan koloni lebah, Pakan alami menurun menyebabkan hasil madu sedikit sehingga belum ada yang dapat dipasarkan. 
PENGGUNAAN Lemna sp SEBAGAI PAKAN DALAM BUDIDAYA IKAN GURAME (Osphronemus gourami Lac.) DI KABUPATEN PANGANDARAN Yuli - Andriani; Iskandar -; Irfan zidni
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.424 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14656

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan jenis ikan unggulan Jawa Barat yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu kelompok yang melakukan pembudidayaan ikan gurame adalah Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Selain sebagai mata pencaharian melalui budidaya ikan secara umum, kelompok ini bermaksud mengembangkan ikan gurame sebagai komoditas unggulan daerah. Salah satu alternatif penyediaan pakan hijauan untuk ikan gurame adalah Lemna sp. Lemna sp adalah tanaman air yang berukuran kecil yang mengapung di atas air dan berpotensi sebagai pakan segar ataupun bahan pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Kandungan protein berkisar 10–45 %, serat 7-14%, karbohidrat 35%, lemak 3-7%, dan kandungan vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Tanaman air ini memiliki produktivitas yang tinggi. Dalam kondisi optimal jenis tumbuhan ini dapat menggandakan biomassanya hanya dalam waktu dua hari.  Produksi Lemna sp. dapat mencapai hingga 30 ton berat kering/ha. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilam para petani ikan tentang cara membudidayakan Lemna sp sebagai sumber pakan hijauan sehingga diharapkan dan meningkatkan produksi ikan gurame di Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue