cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
METODA PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK UMKM Merita Bernik; Wa Ode Zusnita
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.611 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.14943

Abstract

Kota Cirebon merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang merupakan kota tujuan wisata. Ciri khas kota Cirebon adalah batik yang dihasilkannya. Walaupun Cirebon terkenal dengan sentra batiknya, buka berarti semua penduduk dikota Cirebon bermatapencarian sebagai pengrajin batik. Masih banyak penduduknya yang bermata pencarian sebagai petani, buruh bangunan ataupun memiliki usaha-usaha kecil untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya. Hal tersebut terbuki dengan apa yang terjadi di kecamatan Talun Kabupaten Cirebon. Disana banyak sekali rumah tangga yang memiliki usaha sebagai pengrajin alat-alat kebersihan rumah tangga, pembuat kue kering dan basah, produksi pakaian dan masih banyak lagi. Dengan semakin majunya UMKM dan berdampak pada persaingan yang semakin ketat, maka diharapkan UMKM yang berada di kecamatan Talun ini dapat berkembang dan meningkatkan kualitas produknya. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu metoda pengendalian kualitas yang mudah untuk dipahami dan juga diterapkan oleh UMKM di kecamatan Talun Kabupaten Cirebon. Dalam kegiatan ini metode pelaksanaan yang dipergunakan adalah metode Deplat Partisipatif yaitu melakukan kegiatan dalam bentuk pemberian penyuluhan dan bimbingan mengenai implementasi pengendalian kualitas pada pengrajin di Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon.Kegiatan penyuluhan dan bimbingan ini dilaksanakan dalam bentuk memberikan pelatihan tersruktur.Berdasarkan hasil wawancara diperoleh bahwa metoda pengendalian kualitas yang mudah untuk diterapkan adalah dengan menggunakan SOP, sedangkan hasil dari wawancara dan kuesioner yang disebrakan kepada UMKM di kecamatan Talun kabupaten Cirebon, mereka lebih memahami mengenai kualitas, perntinya terdapat standar kualitas, dan mengetahui meroda pengendalian kualitas yang mudah untuk diterapkan.Abstrak (Indonesia) secara gamblang dan utuh menampilkan seluruh esensi tulisan; terdiri dari satu paragraph dengan spasi satu, menggunakan font Times New Roman 10pt, maksimal 250 kata,  disertai 3 (tiga) sampai 5 (lima) kata kunci Abstrak ditulis tanpa acuan (referensi), tanpa singkatan/akronim, dan tanpa footnote. Abstrak terdiri atas: pokok permasalahan, tujuan, metode, hasil dan pembahasan, dan simpulan. Abstrak ditulis bukan dalam bentuk matematis, pertanyaan, dan dugaan. Abstrak bukan merupakan hasil copy paste dari kalimat yang ada dalam isi naskah.  
EFFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN PUPUK KEDELAI DI SENTRA PRODUKSI KEDELAI KABUPATEN GARUT Eti Suminartika
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.14 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14878

Abstract

Ketergantungan terhadap impor kedelai berdampak buruk dalam menjaga ketahanan pangan. Oleh karenanya produksi kedelai lokal perlu dikembangkan.  Untuk mengembangkan kedelai lokal maka usahatani kedelai harus effisien, sehingga harga kedelai lokal bisa kompetitif.  Untuk itu perlu effisiensi penggunaan input (pupuk) kedelai dan penerapan teknologi baru. Kenyataannya, hasil penelitian menunjukan penggunaan pupuk kedelai di kabupaten Garut telah melebihi dosis anjuran. Penggunaan pupuk berlebih dapat meningkatkan biaya produksi dan berdampak pada kerusakan tanah. Salah satu alternatifpemecahannya, dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan pupuk organik dimana harganya lebih murah. Tujuan pengabdian ini adalah usaha untukmeningkatkan  pengetahuan petani dalam  mengeffisienkan pemupukan pada tanaman kedelai di desa Sukahurip kecamatan Pangatikan kabupaten Garut. Kegiatan PKM dilaksanakan dari tanggal 16 Agustus sampai 6 September 2017. Metoda yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan di analisis secara statistik dengan menggunakan uji t berpasangan  pada tarap nyata 5 persen.  Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan petani tentang effisiensi penggunaan pupuk tanaman kedelai dan peningkatan pengetahuan cara pembuatan pupuk organik.  
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGENDALIAN ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI MENGGUNAKAN KHAMIR SEBAGAI KOMPONEN PENGENDALIAN RAMAH LINGKUNGAN SRI Hartati; Endah Yulia; Luciana Djaya
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.839 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19722

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Akan tetapi, produksi cabai sering terhambat oleh adanya penyakit salah satunya adalah antraknosa. Pengendalian yang umum dilakukan untuk mengendalikan penyakit antraknosa adalah dengan fungisida sintetik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengendalian antraknosa secara ramah lingkungan.  Kegiatan ini dilakukan di Desa Cilayung yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Jatinangor yang memiliki potensi pertanian cukup tinggi. Tujuan kegiatan ini untuk mensosialisasikan pengendalian ramah lingkungan dan menerapkan salah satu cara pengendalian tersebut dengan menggunakan khamir. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini diantaranya survei lokasi, sosialisasi, wawancara, penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan yang sudah dilakukan adalah (1) penyuluhan tentang penyebab penyakit tanaman secara umum dan penyakit antraknosa pada cabai, dampak negatif pestisida sintetik yang berlebihan, dan pengendalian ramah lingkungan, (2) pelatihan penggunaan mikrob antagonis berupa khamir Rhodotorula minuta, (3) hasil survei dan wawancara mendapatkan informasi mengenai pengetahuan dan pemahaman petani dan ibu-ibu PKK tentang cara pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Setelah mengikuti kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan daya tarik petani dan ibu-ibu PKK untuk melakukan pengendalian OPT dengan ramah lingkungan.
EDUKASI DAN PEMANFAATAN HERBAL SEBAGAI BAHAN KOSMETIKA ALAMI DI KECAMATAN CIWARINGIN KABUPATEN CIREBON Zelika Mega Ramadhania
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.419 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19497

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari, yang ditandai dengan keriput dan pigmentasi pada kulit. Kesehatan kulit wajah merupakan aspek penting bagi manusia, terutama bagi wanita. Sejak dahulu masyarakat Indonesia sudah memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan kosmetik dan pengobatan penyakit kulit. Saat ini, trend “back to nature” semakin meningkat dimana kepercayaan masyarakat terhadap senyawa aktif dari bahan alam relatif aman dibandingkan senyawa-senyawa kimia sintetik. Ketersediaan hayati yang beragam di Indonesia merupakan faktor pendukung pengembangan produk kosmetik dan perawatan kulit dari bahan alam. Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang kekayaan alamnya dapat dimanfaatkan sebagai jamu kecantikan dan bahan sediaan kosmetika. Oleh karena itu, perlu dilakukan program peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan herbal untuk kesehatan kulit dan sediaan kosmetika. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi tanaman herbal yang banyak tumbuh di daerah Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon khususnya di Desa Gintung Ranjeng. 
Tingkat Pengetahuan dan Respon Peternak Kambing Perah terhadap Penyakit Hewan Studi Kasus: Kelompok Tani “Simpay Tampomas” Cimalaka, Sumedang Rini Widyastuti; Dwi Wahyudha Wira; Mohammad Ghozali; Kikin Winangun; Mas Rizky Anggun Adipurna Syamsunarno
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.952 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14812

Abstract

Peternakan kambing perah merupakan mata pencaharian utama masyarakat Kecapatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Pengelolaan peternakan masih dilakukan dengan cara tradisiona, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatkan pengetahuan kelompok peternak kambing perah mengenai pengelolaan manajemen kesehatan kambing perah serta mencegah terjadinya kerugian akibat dampak penyakit.  Salah satunya adalah melalui kegiatan penyuluhan mengenai penyakit-penyakit pada ternak terutama dari aspek klinis. Kegiatan diawali dengan survei lokasi, pemberian vitamin pada kambing perah, penyuluhan, pengisian kuesioner, pengolahan hasil kuesioner. Pada tahap akhir, dilakukan timbal balik (feedback) pada peternak atas hasil yang didapatkan dari pengobatan dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa tangka pengetahuan peternak terhadap penyakit hewan dan cara pencegahannya sudah cukup baik. Kasus yang banyak berkembang di daerahpeternakan tersebut adalh Scabies, mastitis dan Bloat dengan gejala umum berkurangnya nafsu makan dan demam. Peternak biasanya memberikan pertolongan pertama dengan memberikan air asam dan obat cacing. Berdasarkan hasil tersebut, dapat bahwa peternak telah memiliki tingkatpengetahuan penyakit yang baik tetapi belum memiliki pengetahuan untuk penangann penyakit secara memadai. 
PERAN ANGGARAN PARTISIPATIF, GOOD VILLAGE GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DESA Sri Mulyani
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.089 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19261

Abstract

Anggaran pada Desa Cibiru Hilir beberapa kali mengalami keterlambatan dalam proses pengajuan anggaran, dan sebagian masyarakat tidak merasa terwakili pada saat pengeluaran pembiayaan dana desa. Pelatihan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk membuat anggaran yang bersifat partisipatif untuk menampung aspirasi dan kebutuhan masyarakat dalam pengajuan anggaran dana Desa, sehingga Dana desa lebih bisa bermanfaat secara merata untuk pembangunan Desa. Pelatihan menggunakan metode seminar dan diskusi untuk pemecahan masalah sehingga diharapkan bisa menjadi jalan keluar dari permasalahan yang ada di Desa Cibiru Hilir
PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI PRODUSEN KOPI JAVA PREANGER DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA BISNIS DAN PENDAPATAN PETANI KOPI Endah Djuwendah
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.9773

Abstract

Mitra IbM adalah Koperasi  Produsen Kopi Margamulya dan Kelompok Tani Utami  yang mengusahakan kopi Arabica Java Preanger di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Bandung.  Masalah produktifitas usahatani kopi masih rendah kurang dari 1 ton /Ha karena masih tingginya serangan hama dan penyakit tanaman serta dan masih diusahakan secara semi organik. Koperasi Margamulya belum dapat memenuhi permintaan pasar  dari segi kualitas dan kuantitas serta belum memiliki  pembukuan usaha yang baik.. Sedangkan Masalah yang dialami mitra kelompoktani Utama diantaranya  produktifitas usahatani kopi yang masih rendah. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan secara partisipatif, yang meliputi pelatihan, pendampingan, monitoring evaluasi, bantuan bahan dan alat.  Materi pelatihan yang diberikan kepada kelompok tani Utama meliputi   pengenalan hama dan penyakit tanaman kopi , pembuatan  pestisida dan herbisida organic serta pembukuan usahatani. Sedangkan materi pelatihan yang diberikan kepada Koperasi Margamulya berupa pelatihan managemen  koperasi,  pencatatan dan pembukuan usaha koperasi Bantuan bahan dan alat diberikan kepada Koperasi Margamulya dalam bentuk  Alat tulis dan White board serta  alat penyeduh kopi. Evaluasi dilakukan setelah pelatihan, selama pendampingan dan menjelang kegiatan IbM berakhir. Hasil yang dicapai menunjukkan   Sekitar 75 % petani dapat melakukan teknik pencatatan usahatani dan menganalisis keuntungan usahataninya.Sikap petani lebih baik terhadap koperasi dan mengelola usahatani kopi secara organic dengan lebih baik.Petani lebih intensif merawat kebun, mengurangi pestisida kimia secara berangsur dan mengganti dengan teknik pestisida dan herbisida organik.  Pengurus Koperasi Margamulya mampu menyusun pencatatan  dan pembukuan usaha koperasi  serta mengelola ussaha koperasi dengan lebih baik. 
Peningkatan Customer Value dari Produk Olahan Sayur Organik di Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Rani Andriani Budi Kusumo
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.241 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.18987

Abstract

Desa Cibodas saat ini selain menjadi desa penghasil produk hortikultura juga berkembang menjadi desa pariwisata yang potensial. Kelompok Tani Mekar Tani Jaya sebagai salah satu kelompok penghasil sayuran di Desa Cibodas menangkap ini sebagai peluang potensial untuk meningkatkan nilai tambah dari produk sayuran yang mereka hasilkan dengan mengolah produk olahan sayuran organik. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan agar mitra dapat menghasilkan produk dengan kemasan dan atribut uang layak jual (diantaranya mendaftarkan produknya untuk memperoleh Sertifikasi PIRT). Metode pelaksanaan dari kegiatan ini adalah : 1) Penyuluhan mengenai cara meningkatkan nilai tambah produk melalui kemasan yang baik dan menarik; 2) Penyuluhan mengenai pentingnya sertifikasi PIRT; 3) Pemberian bantuan alat; 4) Pendampingan pada mitra. Setelah diberikan materi, sebagian besar peserta memiliki tambahan pengetahuan bahwa produk yang mereka hasilkan dapat ditingkatkan nilai jualnya melalui teknis pengemasan yang baik dan menarik serta pentingnya sertifikat PIRT sebagai salah satu jaminan legalitas produk bagi konsumen. Dari sisi keterampilan, sebagian besar pelatihan telah mampu untuk memilih kemasan yang baik sesuai fungsinya serta mampu untuk mempraktekkan langkah-langkah untuk memperoleh sertifikat PIRT.
PENINGKATAN KAPASITAS TOKOH MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PARTISIPATIF PEMBANGUNAN DESA KONDANGJAJAR, KECAMATAN CIJULANG, KABUPATEN PANGANDARAN Rudi Saprudin Darwis; Ipit Zulfan
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.227 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.14465

Abstract

ABSTRAKPartisipasi masyarakat dalam pembangunan desa tidak hanya dilakukan pada tahap pelaksanaannya saja namun perlu dimulai sejak perencanaan pembangunan dilakukan. Kapasitas tokoh masyarakat selaku aktor yang menjadi representasi dari warga masyarakat akan menentukan kontribusi mereka dalam merumuskan rencana pembangunan. Tulisan ini mendeskripsikan hasil dari kajian peningkatan kapasitas tokoh masyarakat dalam perencanaan partisipatif pembangunan desa. Kajian dilakukan di Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran melalui kegiatan pelatihan yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat dari kalangan aparat desa, ketua RW, kepala dusun, anggota BPD, serta dari masyarakat umum. Aspek-aspek kapasitas aktor dikaji berdasarkan unsur-unsur dari prinsip-prinsip dalam pelaksanaan perencanaan partisipatif yaitu: kedekatan, kesetaraan, komitmen, kejujuran, objektivitas, dan lokalitas masalah. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pada unsur kedekatan masih ada keraguan terhadap pemikiran orang lain. Meskipun sikap menghargai orang lain bisa ditunjukkan, namun dalam proses diskusi masih terjadi upaya mendominasi pihak lain. Para tokoh dapat menerima keputusan kolektif dengan disertai keterbukaan akan sikap pribadinya. Dalam melihat realitas, para tokoh masih cenderung subjektif sesuai kepentingannya, meskipun mereka sudah dapat membatasi masalah pada tingkat lokal.  
GERAKAN PENGHIJAUAN DAS CITARUM HULU DI DESA CIKONENG KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG Rachmat Harryanto; Rija Sudirja; Daud Siliwangi Saribun; Ganjar Herdiansyah
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.312 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14858

Abstract

Penghijauan merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Desa Cikoneng merupakan salah satu desa yang cukup aktif dalam mendukung program penghijauan di DAS Hulu Citarum. Dalam upaya penyelamatan lingkungan, masyarakat bersama stakeholder terkait telah melakukan berbagai kegiatan penghijauan. Kegiatan bertujuan untuk mengkaji tentang bagaimana bentuk keterlibatan masyarakat dalam upaya penghijauan pada kawasan DAS Hulu Citarum. Masyarakat sebetulnya telah terlibat dalam proses perencanaan, penyediaan, pemeliharaan, serta pengawasan kegiatan penghijauan. Namun, masyarakat menilai kondisi ruang hijau di Hulu DAS Citarum saat ini sudah sangat minim. Kegiatan penghijauan dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain : untuk menambah nilai ekologi, manambah nilai estetika, mendapatkan manfaat ekonomi, serta alasan untuk mendukung program pemerintah. Keberadaaan stakeholder yang terdiri dari Pemerintah Kota, Pemerintah Kelurahan, Lembaga Non Pemerintah, Swasta/CSR, dan Komunitas/Akademisi telah berkontribusi besar membantu perkembangan kegiatan penghijauan di wilayah pengabdian.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue