Articles
339 Documents
Pola Pemikiran Imam Syafiâi Dalam Menetapkan Hukum Islam
T, Abdul Karim
Jurnal Adabiyah Vol 13, No 2 (2013): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Imam Shafii is a mujtahid/scholar who has created a masterpiece in the world of Islam. He is the first composer who determine the ushul fiqh as a discipline that can be used to Islamic law students. He is popular as a moderate thinkir where his thought that combining between who emphasise their thought in al-ray (logocal view) and sunnah/traditions. His main work in the field of jurisprudence, namely al-Risala and al-Umm. Imam Shafiâiâs thoght/ijtihad finally was formed as a mazhab in Islamic law/fiqhi.
Dunia Islam Abad Ke-19 M
Aisyah, Sitti
Jurnal Adabiyah Vol 13, No 1 (2013): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This writing discusses about the atmosphere of ninetenth century as the view of most dramatic history of East and West. The domination of West on East brings about fundamental transformation for modernization process in Islamic world in redifining religious identity in the modern Islam context. Global penetration of the West to Islamic world caused the decline of moslem community
Preferensi Politik Pengikut Tarekat Qadiriyah Di Majene Dalam Pemilukada Kabupaten Majene Tahun 2011
Arsyad, Amin
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The solidness of âtarekatâ followers political preference which tends to show their obedience to their teacher in making political choice has made âtarekatâ groups often taken as a base of political support by competing candidates in politica contest, so happens on the âtarekat Qadiriyahâ in Majene election 2011. This research is aimed to analyze the political preference formation of âtarekat Qadiriyahâ Majene and the reason of their obedience to their teacherâs political will. The research location is âKabupaten Majeneâ, West Celebes Province. The research base used is qualitative research with descriptive research analysis. Informer picking technique used is the purposive technique, so the âtarekat Qadiriyahâ teacher, group leader, follower, politicians who follow the âtarekat Qadiriyahâ is made as informers in this research. Data collection technique is in depth interview, observation, and literature study with qualitative data analysis technique. The âtarekat Qadiriyahâ political preference formation in Majene is caused by their relatively opened paradigm to see the connection between religion and politics. That view caused the assumption that the âtarekatâ group involvement in politics is a good thing if aimed for something good. The formation of âtarekat Qadiriyahâ teacherâs political view in Majene as the political choice maker of the âtarekatâ group he leads is based on his interpersonal relationship with the political actor and the judgement on the actorâs performance in supporting the development of the âtarekatâ lesson he leads.
Pendekatan Dakwah Kultural Dalam Masyarakat Plural
Syahraeni, Andi
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Konsep dakwah kultural yang dilakukan oleh para ulama di awal-awal masuknya Islam ke wilayah Nusantara ini adalah membiarkannya budaya/adat setempat tetap berjalan seperti sebelum Islam datang, malah menggunakan budaya tersebut sebagai sarana untuk lebih lebih memberikan nuansa Islami di dalamnya. Kehadiran aroma islami pada budaya setempat tersebut sebagai pencerminan bahwa telah berlangsung suatu proses dakwah kultural pada masyarakat dan hal itu terus berlangsung sampai saat ini. Dakwah kultural teraplikasi dalam masyarakat dapat terlihat pada Dakwah melalui kesenian. Kesenian yang banyak digemari oleh mayoritas suku jawa ketika itu adalah pagelaran wayang. Dalam seni suara, Para wali tampaknya tidak ketinggalan untuk menggubah lagu-lagu yang bernafaskan Islam sebagai salah satu cara untuk menggugah hati sang pendengarnya sehingga mereka dapat tertarik dengan lirik dan syair yang dilantungkan melalui tarik suara. Sarak adalah unsur pangadakkang (adat dalam bahasa Makassar) yang terakhir diterima dalam kesatuan sistem pangadakkang. Adak dan saraâ selanjutnya berkembang serasi dalam kehidupan kerajaan Gowa. Hal ini dimungkinkan karena dalam sejarah pengislaman Sulawesi Selatan para rajalah yang mula-mula memeluk agama Islam baru kemudian diikuti oleh para pembesar kerajaan dan akhirnya oleh rakyat.
Dimensi Pendidikan Dalam Ibadah Haji (Telaah Tentang Aspek Pendidikan: Tauhid, Etika, Moral, Sosial Yang Tersirat Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji)
Muhaemin, Muhaemin B
Jurnal Adabiyah Vol 13, No 2 (2013): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 Muslims are obliged to do pilgrimage. This grand assembly not only infuses in them a spirit of joint cooperation and unity but also characterizes them as the members of one nation, one race and one family. The Haji is required to be the quintessence of virtue, peace, self-control and self-sacrifice during the Hajj days. He must eschew querrelling with and troubling others and even killing a animal. Even games of the land are unlawful for him. How explicit and clear-cut this command is that there should be no expression of carnal desires directly or metaphorically. In the state of "Ehraam" lawful hobbies like games of the land are forbidden let alone sins and disobedience. Argument, altercation and scuffle that generally take place on such occasions are also forbidden even rebuking ones own servant. This standard of inward and outward purification set by Islaam for worship is so lofty that it has not only impressed and won over the hearts of the believers but also the disbelievers.
Poligami Perspektif Hukum Islam Dan Etika Kristen
Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Poligami dalam perspektif hukum Islam dalam konsep ataupun praktik ditolak oleh hukum Islam kecuali poligami yang eksistensinya mendapatkan tempat dalam ajaran Islam dengan lebih mengedepankan aspek keadilan dan kemaslahatan. Eksistensi poligami tidak terlepas dari adanya ayat QS An-Nisa 4/3 yang memberikan indikasi adanya kebolehan untuk melakukan poligami dengan syarat laki-laki berlaku adil. Kebolehan ini ditopang oleh beberapa hadis yang menekankan poligami lebih kepada keadilan, pemberian nafkah dan etika poligami. Dari segi konsep masih diperdebatkan islam menolerir poligami sebagai suatu institusi legal atau tidak. Mengingat adanya dalil yang memberikan konsep jelas tentang poligami, maka eksistensi dan legalitas sebagian diantara mereka memperbolehkan dan sebagian yang lain melarang serta adanya pula yang bersikap moderat dengan melihat kondisi serta persyaratan yang berat dan ketat di dalam perundang-undangan. Perbedaan pendapat tentang poligami tentu tidak dapat dipisahkan dari latar belakang sosial budaya dan sejarah serta kondisi objektif di setiap negara muslim. Begitu pula dengan situasi yang pada masyarakat kristen di dunia.
Analyzing And Interpreting Qualitative Data
Halijah, Siti
Jurnal Adabiyah Vol 13, No 1 (2013): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membahas tentang Analisis dan interpretasi data kualitatif. Untuk menganalisis dan menginterpretasi data kualitatif harus dimulai dengan sebuah pemahaman tentang pemaknaan apa adanya yang diistilahkan dengan âkatakan apa adanyaâ. Kajian ini selanjutnya membutuhkan data otentik dari seluruh konteks dengan cara menunjukkan makna yang cukup dari data yang diperoleh. Data tersebut kemudian dianalisis dan diolah dengan logis berdasarkan informasi yang diterima dari informan sebagai kunci utama dari penelitian tersebut untuk menentukan keakuratan data dan interpretasi.
Usaha La Sangkuru Patau Dalam Mengembangkan Agama Islam Di Kerajaan Wajo
Nasruddin, Nasruddin
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
La Sangkuru Patau is one of the Arung Matoa Wajo has substantial powers. His remarks could be a law and society Wajo stick to what he says. So when La Sangkuru Patau said that he had converted to Islam, the community participated Wajo also embraced Islam. Arung Matoa Wajo La Sangkuru with doing business in developing Islam in Wajo that bring Datu Sulaiman to provide Islamic religious instruction in public Wajo, then set up a sara officers special charge of handling issues such royal Friday prayers, warnings Islamic holidays , then hold the officer cadre sara that will be placed outside the capital of the kingdom (Tosora), sara officers given the facilities, such as free of taxes, as well as the parallel position to the position of indigenous stakeholders.
Pentingnya Rekontruksi Sejarah
N, Mirhan A
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penulisan sejarah tidak bisa dipisahkan dengan ilmu-ilmu sosial tertentu, sebab banyak data tentang sosial, budaya, politik dan lain-lain yang sangat mendukung dalam penulisan sejarah. Tanpa dukungan tersebut penulisan sejarah tidak lebih lengkap atau objektif.
Teaching Speaking Through Games
Muin, Abdul
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mengajar keterampilan berbica melalui Game sangat menyenangkan peserta didik, karena mereka tidak hanya belajar, akan tetapi mereka juga bisa bermain. Game-game yang dipilih dalam tulisan ini adalah game yang mengantar peserta didik untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris. Tetapi ini tidak berarti bahwa game ini hanya cocok untuk keterampilan berbicara saja, akan tetapi guru bisa memodifikasi pada ketrapilan lain sperti menulis.