cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Adabiyah
ISSN : 14126141     EISSN : 25487744     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Adabiyah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang Ilmu Keislaman yang berlatar keadaban.
Arjuna Subject : -
Articles 339 Documents
Pola Pemikiran Imam Syafi’i Dalam Menetapkan Hukum Islam T, Abdul Karim
Jurnal Adabiyah Vol 13, No 2 (2013): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imam Shafii is a mujtahid/scholar who has created a masterpiece in the world of Islam. He is the first composer who determine the ushul fiqh as a discipline that can be used to Islamic law students. He is popular as a moderate thinkir where his thought that combining between who emphasise their thought in al-ray (logocal view) and sunnah/traditions. His main work in the field of jurisprudence, namely al-Risala and al-Umm. Imam Shafi’i’s thoght/ijtihad finally was formed as a mazhab in Islamic law/fiqhi.
Dunia Islam Abad Ke-19 M Aisyah, Sitti
Jurnal Adabiyah Vol 13, No 1 (2013): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This writing discusses about the atmosphere of ninetenth century as the view of most dramatic history of East and West. The domination of West on East brings about fundamental transformation for modernization process in Islamic world in redifining religious identity in the modern Islam context. Global penetration of the West to Islamic world caused the decline of moslem community
Preferensi Politik Pengikut Tarekat Qadiriyah Di Majene Dalam Pemilukada Kabupaten Majene Tahun 2011 Arsyad, Amin
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The solidness of “tarekat” followers political preference which tends to show their obedience to their teacher in making political choice has made “tarekat” groups often taken as a base of political support by competing candidates  in politica contest, so happens on the “tarekat Qadiriyah” in Majene election 2011. This research is aimed to analyze the political preference formation of “tarekat Qadiriyah” Majene and the reason of their obedience to their teacher’s political will. The research location is “Kabupaten Majene”, West Celebes Province. The research base used is qualitative research with descriptive research analysis. Informer picking technique used is the purposive technique, so the “tarekat Qadiriyah” teacher, group leader, follower, politicians who follow the “tarekat Qadiriyah” is made as informers in this research. Data collection technique is in depth interview, observation, and literature study with qualitative data analysis technique. The “tarekat Qadiriyah” political preference formation in Majene is caused by their relatively opened paradigm to see the connection between religion and politics. That view caused the assumption that the “tarekat” group involvement in politics is a good thing if aimed for something good. The formation of “tarekat Qadiriyah” teacher’s political view in Majene as the political choice maker of the “tarekat” group he leads is based on his interpersonal relationship with the political actor and the judgement on the actor’s performance in supporting the development of the “tarekat” lesson he leads.
Pendekatan Dakwah Kultural Dalam Masyarakat Plural Syahraeni, Andi
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep dakwah kultural yang dilakukan oleh para ulama di awal-awal masuknya Islam ke wilayah Nusantara ini adalah membiarkannya budaya/adat setempat tetap berjalan seperti sebelum Islam datang, malah menggunakan budaya tersebut sebagai sarana untuk lebih lebih memberikan nuansa Islami di dalamnya. Kehadiran aroma islami pada budaya setempat tersebut sebagai pencerminan bahwa telah berlangsung suatu proses dakwah kultural pada masyarakat dan hal itu terus berlangsung sampai saat ini. Dakwah kultural teraplikasi dalam masyarakat dapat terlihat pada Dakwah melalui kesenian. Kesenian yang banyak digemari oleh mayoritas suku jawa ketika itu adalah pagelaran wayang. Dalam seni suara, Para wali tampaknya tidak ketinggalan untuk menggubah lagu-lagu yang bernafaskan Islam sebagai salah satu cara untuk menggugah hati sang pendengarnya sehingga mereka dapat tertarik dengan lirik dan syair yang dilantungkan melalui tarik suara. Sarak adalah unsur pangadakkang (adat dalam bahasa Makassar) yang terakhir diterima dalam kesatuan sistem pangadakkang. Adak dan sara’ selanjutnya berkembang serasi dalam kehidupan kerajaan Gowa. Hal ini dimungkinkan karena dalam sejarah pengislaman Sulawesi Selatan para rajalah yang mula-mula memeluk agama Islam baru kemudian diikuti oleh para pembesar kerajaan dan akhirnya oleh rakyat.
Dimensi Pendidikan Dalam Ibadah Haji (Telaah Tentang Aspek Pendidikan: Tauhid, Etika, Moral, Sosial Yang Tersirat Dalam Pelaksanaan Ibadah Haji) Muhaemin, Muhaemin B
Jurnal Adabiyah Vol 13, No 2 (2013): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Muslims are obliged to do pilgrimage. This grand assembly not only infuses in them a spirit of joint cooperation and unity but also characterizes them as the members of one nation, one race and one family. The Haji is required to be the quintessence of virtue, peace, self-control and self-sacrifice during the Hajj days. He must eschew querrelling with and troubling others and even killing a animal. Even games of the land are unlawful for him. How explicit and clear-cut this command is that there should be no expression of carnal desires directly or metaphorically. In the state of "Ehraam" lawful hobbies like games of the land are forbidden let alone sins and disobedience. Argument, altercation and scuffle that generally take place on such occasions are also forbidden even rebuking ones own servant. This standard of inward and outward purification set by Islaam for worship is so lofty that it has not only impressed and won over the hearts of the believers but also the disbelievers.
Poligami Perspektif Hukum Islam Dan Etika Kristen Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poligami dalam perspektif hukum Islam dalam konsep ataupun praktik ditolak oleh hukum Islam kecuali poligami yang eksistensinya mendapatkan tempat dalam ajaran Islam dengan lebih mengedepankan aspek keadilan dan kemaslahatan. Eksistensi poligami tidak terlepas dari adanya ayat QS An-Nisa 4/3 yang memberikan indikasi adanya kebolehan untuk melakukan poligami dengan syarat laki-laki berlaku adil. Kebolehan ini ditopang oleh beberapa hadis yang menekankan poligami lebih kepada keadilan, pemberian nafkah dan etika poligami. Dari segi konsep masih diperdebatkan islam menolerir poligami sebagai suatu institusi legal atau tidak. Mengingat adanya dalil yang memberikan konsep jelas tentang poligami, maka eksistensi dan legalitas sebagian diantara mereka memperbolehkan dan sebagian yang lain melarang serta adanya pula yang bersikap moderat dengan melihat kondisi serta persyaratan yang berat dan ketat di dalam perundang-undangan. Perbedaan pendapat tentang poligami tentu tidak dapat dipisahkan dari latar belakang sosial budaya dan sejarah serta kondisi objektif di setiap negara muslim. Begitu pula dengan situasi yang pada masyarakat kristen di dunia.
Analyzing And Interpreting Qualitative Data Halijah, Siti
Jurnal Adabiyah Vol 13, No 1 (2013): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Analisis dan interpretasi data kualitatif. Untuk menganalisis dan menginterpretasi data kualitatif harus dimulai dengan sebuah pemahaman tentang pemaknaan apa adanya yang diistilahkan dengan “katakan apa adanya”. Kajian ini selanjutnya membutuhkan data otentik dari seluruh konteks dengan cara menunjukkan makna yang cukup dari data yang diperoleh. Data tersebut kemudian dianalisis dan diolah dengan logis berdasarkan informasi yang diterima dari informan sebagai kunci utama dari penelitian tersebut untuk menentukan keakuratan data dan interpretasi.
Usaha La Sangkuru Patau Dalam Mengembangkan Agama Islam Di Kerajaan Wajo Nasruddin, Nasruddin
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

La Sangkuru Patau is one of the Arung Matoa Wajo has substantial powers. His remarks could be a law and society Wajo stick to what he says. So when La Sangkuru Patau said that he had converted to Islam, the community participated Wajo also embraced Islam. Arung Matoa Wajo La Sangkuru with doing business in developing Islam in Wajo that bring Datu Sulaiman to provide Islamic religious instruction in public Wajo, then set up a sara officers special charge of handling issues such royal Friday prayers, warnings Islamic holidays , then hold the officer cadre sara that will be placed outside the capital of the kingdom (Tosora), sara officers given the facilities, such as free of taxes, as well as the parallel position to the position of indigenous stakeholders.
Pentingnya Rekontruksi Sejarah N, Mirhan A
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan sejarah tidak bisa dipisahkan dengan ilmu-ilmu sosial tertentu, sebab banyak data tentang sosial, budaya, politik dan lain-lain yang sangat mendukung dalam penulisan sejarah. Tanpa dukungan tersebut penulisan sejarah tidak lebih lengkap atau objektif.
Teaching Speaking Through Games Muin, Abdul
Jurnal Adabiyah Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Adabiyah
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar keterampilan berbica melalui Game sangat menyenangkan peserta didik, karena mereka tidak hanya belajar, akan tetapi mereka juga bisa bermain. Game-game yang dipilih dalam tulisan ini adalah game yang mengantar peserta didik untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris. Tetapi ini tidak berarti bahwa game ini hanya cocok untuk keterampilan berbicara saja, akan tetapi guru bisa memodifikasi pada ketrapilan lain sperti menulis.

Page 2 of 34 | Total Record : 339


Filter by Year

1997 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): December (Islamic Humanities) Vol 25 No 1 (2025): June (Islamic Humanities) Vol 24 No 2 (2024): December (Islamic Humanities) Vol 24 No 1 (2024): June (Islamic Humanities) Vol 23 No 2 (2023): Islamic Humanities Vol 23 No 1 (2023): June (Islamic Humanities) Vol 22 No 2 (2022): Islamic Humanities Vol 22 No 1 (2022): June (Islamic Humanities) Vol 21 No 2 (2021): December (Islamic Studies) Vol 21 No 1 (2021): June (Humanities) Vol 20 No 2 (2020): December (Islamic Studies) Vol 20 No 1 (2020): June (Humanities) Vol 19 No 2 (2019): December (Islamic Studies) Vol 19 No 1 (2019): Humanities Vol 18 No 2 (2018): Islamic Studies Vol 18 No 1 (2018): June (Humanities) Vol 17 No 2 (2017): Islamic Studies Vol 17 No 1 (2017): Humanities Vol 16 No 2 (2016): Jurnal Adabiyah Vol 16 No 1 (2016): Jurnal Adabiyah Vol 15 No 2 (2015): Jurnal Adabiyah Vol 15, No 2 (2015): Jurnal Adabiyah Vol 15, No 1 (2015): Jurnal Adabiyah Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Adabiyah Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Adabiyah Vol 14 No 2 (2014): Jurnal Adabiyah Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Adabiyah Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Adabiyah Vol 13, No 2 (2013): Jurnal Adabiyah Vol 13 No 2 (2013): Jurnal Adabiyah Vol 13 No 1 (2013): Jurnal Adabiyah Vol 13, No 1 (2013): Jurnal Adabiyah Vol 12 No 2 (2012): Jurnal Adabiyah Vol 11 No 2 (2011): Jurnal Adabiyah Vol 11 No 1 (2011): Jurnal Adabiyah Vol 10 No 2 (2010): Jurnal Adabiyah Vol 10 No 1 (2010): Jurnal Adabiyah Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Adabiyah Vol 9 No 1 (2009): Jurnal Adabiyah Vol 2 (1998): Jurnal Adabiyah (Edisi Khusus) Vol 1 (1997): Jurnal Adabiyah (Edisi Khusus) More Issue