cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan antara Stres dengan Pola Siklus Menstruasi Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Nurul Aini Yudita; Amel Yanis; Detty Iryani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.695

Abstract

Pola siklus menstruasi adalah pola yang menggambarkan jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama  menstruasi  berikutnya. Salah satu faktor  yang mempengaruhi  pola siklus  menstruasi  adalah stres.  Stres merangsang  hypothalamus-pituitary-adrenal  cortex  aksis  sehingga  dihasilkan hormon kortisol. Hormon kortisol menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormonal termasuk hormon reproduksi sehingga mempengaruhi siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian dilakukan dari Februari 2014 sampai Desember 2014. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga didapatkan 112 responden yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS 42 untuk mengukur stres dan kuesioner. Analisis data menggunakan Fisher’s exact test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36 dari 39 responden yang mengalami stres ringan, sedang dan berat memiliki siklus menstruasi normal (92,3%). Hasil analisis data diperoleh p = 0,616 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Hubungan Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Keberadaan Jentik Vektor Chikungunya di Kampung Taratak Paneh Kota Padang Mutia Dwi Putri; Adrial Adrial; Lili Irawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.563

Abstract

AbstrakKampung Taratak Paneh merupakan daerah yang paling banyak terjadi kasus Chikungunya pada tahun 2012 (45 kasus). Penyebaran Chikungunya dipengaruhi faktor lingkungan dan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan PSN terhadap keberadaan larva vektor Chikungunya. Penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Kampung Taratak Paneh dengan jumlah subjek sebanyak 87 orang. Subjek diambil dengan metode proporsional simple random sampling.  Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara tindakan PSN dengan keberadaan jentik (p=0,000). Terdapat hubungan yang bermakna antara menguras TPA untuk keperluan mandi (p=0,029) dan keperluan rumah tangga (p=0,038),  menutup TPA setiap kali digunakan (p=0,013),  mengubur barang bekas (p=0,034), menabur bubuk abate (p=0,001), dan membersihkan talang air (p=0,000)  terhadap keberadaan jentik vektor Chikungunya. Tidak terdapat hubungan antara tindakan memelihara ikan pemakan jentik (p=0,760), pencahayaan dan ventilasi yang cukup (p=0,053), menggantung pakaian di dalam kamar (p=0,068), memasang kawat kasa (p=0,274), membersihkan pot/vas bunga berisi air/tempat minum burung (p=0,915), menggunakan kelambu (p=0,619), menggunakan obat anti nyamuk (p=0,209) dan menutup lubang  pohon (p=0,123) terhadap keberadaan jentik vektor Chikungunya.Kata kunci: PSN, jentik, vektor chikungunya AbstractTaratak Paneh is the most common area of Chikungunya cases in 2012 (45 cases).The spreading of Chikungunya is influenced by environmental factor and practice of breading place eradication. The objective of this study was to discover the relationship between breading place eradication practice and the presence of larvae Chikungunya vektor.This was an analytic research with cross-sectional study design. The research was held in Taratak Paneh on 87 samples.The samples were taken by proportional simple random sampling methods. Data were presented in distribution table and analyzed statistically with chi-square test. This study showed that there was relationship between breading place eradication practice and the presence of larvae Chikungunya vektor (p= 0,000). There is relationship between draining landfill (p=0.029), covering landfill (p=0,013),  burying the junk (p=0,034), sowing abate powder (p=0.001), cleaning the gutter (p=0,000) to the presence of larvae Chikungunya vektor. There is no relationship between maintain a larva-eating fish (p=0,760), lighting and ventilation (p=0.053) , hang clothes in the room (p=0.068) , install wire gauze (p=0.274), clean the pot/birdbath (p=0.915), use of mosquito nets (p=0.619) , use of anti-mosquito drugs (p=0.209) and cover the holes of trees (p=0.123) to the presence of larvae Chikungunya vector.Keywords: breading place eradication practice, larvae, chikungunya vector
Analisis Kandungan Timbal Pada Gorengan yang Dijual Sekitar Pasar Ulakan Tapakis Padang Pariaman Secara Spektrofotometri Serapan Atom Angga Putra Perdana; Elmatris Sy; Eti Yerizel
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.727

Abstract

Timbal dapat mencemari lingkungan dan meracuni makhluk hidup. Timbal dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh mulai dari sistem hematopoetik, neurologis, endokrin, ginjal, gastrointestinal, hematologi, dan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis kandungan timbal dalam jajanan rakik udang yang dijual sekitar Pasar Ulakan Tapakis Padang Pariaman. Penelitian ini diawali dengan pemeriksaan kualitatif yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan dilanjutkan untuk pemeriksaan kuntitatif di Laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Andalas dari Agustus 2015 – Februari 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel uji sebanyak 21 sampel yang jumlahnya sama dengan populasi (total sampling). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah test kit timbal dan spektrofotmetri serapan atom. Hasil penelitianmenunjukan bahwa dari 21 sampel uji didapatkan semua sampel (100%) mengandung timbal namun masih berada dibawah ambang batas yang telah ditetapkan oleh Kepala BPOM RI Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009. Didapatkan kadar timbal berada pada 0,037 ppm – 0,202 ppm dengan kadar rata-rata 0,112 ppm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa seluruh sampel positif mengandung timbal namun masih berada dibawahambang batas yang ditetapkan sehingga masih aman untuk dikonsumsi.
Gambaran Kadar Trombosit, Besar Limpa dan Kadar Albumin Serum pada Pasien Sirosis Hati dengan Varises Esofagus Vella Paraditha; Saptino Miro; Eti Yerizel
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.601

Abstract

Gambaran Kadar Trombosit, Besar Limpa dan Kadar AlbuminSerum pada Pasien Sirosis Hati dengan Varises EsofagusVella Paraditha1, Saptino Miro2, Eti Yerizel3AbstrakVarises esofagus merupakan komplikasi sirosis hati yang didiagnosis dengan endoskopi. Pada keadaantertentu, pemeriksaan endoskopi tidak dapat dilaksanakan, sehingga diperlukan cara lain sebagai alternatif untukmenilai varises esofagus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kadar trombosit, besar limpa dan kadaralbumin serum pasien sirosis hati pada berbagai derajat varises esofagus. Penelitian ini berupa deskriptif retrospektifdengan instrumen data rekam medik pasien sirosis hati dengan varises esofagus yang telah menjalani pemeriksaanfisik, laboratorium dan endoskopi di RSUP dr. M. Djamil Padang dari Januari 2010 sampai Juli 2012. Sampel yangdidapatkan berjumlah 33 pasien. Sebagian besar pasien mengalami trombositopenia. Penurunan kadar trombosit tidakberhubungan dengan peningkatan derajat varises esofagus. Besar limpa pada sebagian besar pasien dengan varisesesofagus derajat 1, 2, maupun 3 adalah ≤ S1. Seluruh pasien mengalami hipoalbuminemia. Penurunan kadar albuminserum tidak berhubungan dengan peningkatan derajat varises esofagus. Penelitian ini menunjukkan bahwa penurunankadar trombosit dan kadar albumin serum tidak berhubungan dengan peningkatan derajat varises esofagus. Tidakterdapat perbedaan besar limpa yang signifikan antara pasien dengan varises esofagus derajat 1, 2, maupun 3.Direkomendasikan agar menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak pada penelitian selanjutnya dan data yangdigunakan sebaiknya diperoleh dari pemeriksa yang sama.Kata kunci: kadar trombosit, besar limpa, kadar albumin, derajat varises esofagusAbstractEsophageal varices is a complication in liver cirrhosis which can be diagnosed by endoscopy. However, oncertain conditions, endoscopy examination can not be performed. Another method is needed as an alternative toassess the esophageal varices. The objective of this study was to recognize platelet count, spleen size and serumalbumin level of liver cirrhosis patient in each esophageal varices degree. This is a retrospective descriptive study. Theinstruments used in this study are the medical record data of liver cirrhosis patients that have esophageal varices, whohave undergone physical, laboratory and endoscopy examinations in dr. M. Djamil Hospital Padang on January 2010-July 2012. Thirty-three patients were eligible for this study. The most of patients had thrombocytopenia. The decreasein platelet count was not related to the increase in esophageal varices degree. Spleen size in most of patients with first,second, and third degree esophageal varices was ≤ S1. All of patients had hypoalbuminemia. The decrease in albuminlevel was not related to the increase in esophageal varices degree. This study showed that the decrease in plateletcount and albumin level were not related to the increase in esophageal varices degree. There was no significantdifference in spleen size between patients with first, second, or third degree esophageal varices.Keywords: platelet count, spleen size, albumin level, esophageal varices degree
Medial Condyle Fracture pada Anak-anak Komang Agung Irianto; Ronaa Nuqtho Hidayatullah
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.759

Abstract

Angka kejadian patah tulang medial condyle anak-anak dan dewasa sekitar 11%-20% dari seluruh patah tulang sekitar siku atau kurang dari 1% dari seluruh fraktur. Tinjauan pustaka yang membahas tentang kasus ini sangat sedikit, tercatat hanya ada 13 kasus dalam literatur di Inggris. Penulis mengumpulkan pustaka, contoh kasus dan tatalaksana agar dapat digunakan sebagai bahan acuan saat menemukan kasus tersebut. Hasil akhir dari tatalaksana operatif dan konservatif didapatkan bahwa presentase union pada operatif sebesar 92,5 % dan 49,2 % pada konservatif. Yang tidak kalah penting adalah penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang prognosis dan kemungkinan komplikasi dikemudian hari akibat kerusakan lempeng pertumbuhan.
Pengaruh Pemberian Diet Tinggi Minyak Sawit terhadap Kadar Serum Glutamic Pyruvic Transaminase Darah Tikus Wistar Normal Yenny Mayang Sari; Susila Sastri; Yustini Alioes
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.654

Abstract

Diet tinggi minyak sawit adalah diet yang mengandung lemak 42-60% kalori. Minyak sawit mengandung 50% saturated fatty acid (SFA), 40% mono unsaturated fatty acid (MUFA), 10% poly unsaturated fatty acid (PUFA) dan antioksidan seperti vitamin E dan karoten. SFA dapat meningkatkan penumpukan trigliserida pada USFA menurunkan deposit  lipid  dengan  meningkatkan  proses  oksidasi.  Apabila  pengaruh  SFA  yang  lebih  dominan  maka  terjadi penumpukan lemak pada hati, sehingga terjadi peningkatan Serum Glutamate Piruvate Transferase (SGPT). Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh diet tinggi minyak sawit terhadap kadar SGPT darah tikus. Sampel terdiri dari 10 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok tikus kontrol yang diberi diet standar dan kelompok tikus perlakuan yang diberi tambahan 42,5% minyak sawit kedalam diet standar. Kedua kelompok diberi makan secara adlibitum. Setelah perlakuan satu bulan, dilakukan pemeriksaan kadar SGPT. Hasil penelitian didapatkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara kadar SGPT kelompok tikus perlakuan yang diberi diet tinggi minyak sawit (53,4 ± 0,04 u/l) dengan kelompok tikus kontrol yang diberi diet standar (47,2   0,03 u/l). Simpulan penelitian ini adalah diet tinggi minyak sawit dapat meningkatkan kadar SGPT darah
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Chikungunya dan Vektornya di Nagari Saniang Baka, Kabupaten Solok Taufik Ramadhani; Hasmiwati Hasmiwati; Yenita Yenita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.686

Abstract

Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Chikungunya yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk. Di Sumatera Barat terdapat peningkatan kasus Chikungunya yang signifikan yaitu dari 11 kasus pada tahun 2011 menjadi 1607 kasus di tahun 2012. Peningkatan kasus tertinggi terjadi di kabupaten Solok, yaitu sebanyak 1400 kasus, selanjutnya kota Padang 168 kasus, kota Bukittinggi 34 kasus dan kota Pariaman sebanyak 5 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menentukan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat mengenai pencegahan penyakit Chikungunya dan vektornya. Penelitian dilakukan pada bulan November 2012 - bulan Oktober 2013 di nagari Saning Bakar kabupaten Solok. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 127 orang diambil secara simple random sampling dan dianalisis menggunakan uji chi-square,hasil analisis dikatakan bermaknajika p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 106 orang (83,5%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, sebanyak 125 orang (98,43%) memiliki sikap yang positif, serta sebanyak 88 orang (69,3%) memiliki tindakan yang kurang baik terhadap pencegahan penyakit Chikungunya dan vektornya. Disimpulkan bahwa antara tingkat pengetahuan dengan tindakan masyarakat dalam pencegahan  penyakit Chikungunya dan vektornya didapatkan hubungan yang tidak bermakna, tetapi antara sikap dengan tindakan pencegahan penyakit Chikungunya didapatkan cenderung ada hubungan.
Karakteristik Pasien Tonsilitis Kronis pada Anak di Bagian THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2013 Ivan Maulana Fakh; Novialdi Novialdi; Elmatris Elmatris
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.536

Abstract

AbstrakTonsilitis Kronis merupakan penyakit yang paling sering terjadi diantara semua penyakit tenggorok terutama pada anak.  Penyakit ini terjadi karena adanya serangan lanjutan pada tonsil yang telah mengalami peradangan sebelumnya yang disebabkan oleh virus atau bakteri.Tonsilitis Kronis menempati urutan kedua tertinggi penyakit THT di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik tonsilitis kronis pada anak  di Bagian THT-KL RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan Case Series yang dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Populasi adalah data pasien tonsilitis kronis dengan usia <18  tahun yang datang ke bagian poliklinik THT RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak Januari sampai Desember 2013. Sampel diambil dari semua data rekam medis yang termasuk dalam populasi yakni sebanyak 50 sampel. Berdasarkan data rekam medis didapatkan pasien tonsilitis kronis pada anak paling banyak terdapat pada kelompok umur 10-14 tahun sebanyak 50%, jenis kelamin perempuan sebanyak 56%, keluhan utama nyeri menelan berulang sebanyak 56%, ukuran tonsil T3-T3 sebanyak 68%, penatalaksanaan secara operatif sebanyak 88%. Kesimpulan studi ini ialah karakteristik pasien tonsilitis kronis pada anak paling banyak ditemukan pada perempuan dengan usia 10-14 tahun, memiliki keluhan utama nyeri menelan berulang dengan ukuran tonsil t3-t3, dan ditatalaksana dengan cara operatif.Kata kunci: tonsilitis kronis, anak, keluhan Abstract   Chronic tonsillitis  is  the most common disease among throats disease specially in children. Chronic tonsillitis happened because of recurrent inflammation in tonsil that caused by bacteria or virus. This disease is the second most common ENT disease in Indonesia.The objective of this study was to investigate the characteristic of chronic tonsillitis in children in Dr. M. Djamil Hospital in Padang. This was a descriptive study with case series design on medical records of  tonsillitis chronic’s patients from January until December 2013. The population of this study were tonsillitis chronic’s patients with age <18 years old that came to ENT clinics in Dr. M Djamil Hospital. The 50 samples were taken from medical records. Based on medical records data, 50% case happened in age 10-14 and female is the most common with 56%, most of patients complains about recurrent pain in swallowing  56%,  tonsil size T3-T3 68%  and 88% operative treatment.  The conclusions is  the characteristics of the patients of chronic tonsillitis in children are mostly female with age between 10 to 14 years old, had a major complain about pain in swallowing, tonsil size T3-T3 and treated by operative treatment.Keywords: chronic tonsillitis, children, complain
Status Kerentanan Aedes Aegypti Vektor Demam Berdarah Dengue di Kota Padang Kharisma Putra D; Hasmiwati Hasmiwati; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.718

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi kasus DBD adalah dengan pengendalian vektor DBD dengan larvisida. Temephos merupakan salah satu insektisida yang telah digunakan lebih dari 30 tahun dan berfungsi mengendalikan larva vektor. Penggunaan temephos yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan penurunan kerentanan pada vektor DBD.  Tujuan penelitian ini  adalah untuk  menilai  status  kerentanan larva Aedes aegypti di tiga kecamatan di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan post  test  only  with  control  group design. Telur diambil dan dipelihara di laboratorium hingga mencapai larva instar III/IV. Uji kerentanan untuk temephos dilakukan berdasarkan standar WHO. Hasil penelitian menunjukkan pada Kecamatan Kuranji, kematian larva pada konsentrasi 0,005 mg/L sebesar 10%, 0,01 mg/L sebesar 45%, 0,02 mg/L sebesar 86%, dan pada konsentrasi 0,03 mg/L sebesar 100%. Pada Kecamatan Koto Tangah, kematian larva pada konsentrasi 0,005 mg/L sebesar 24%, 0,01 mg/L sebesar 48%, 0,02 mg/L sebesar 99%, dan pada konsentrasi 0,03 mg/L sebesar 100%. Pada Kecamatan Padang Timur pada konsentrasi 0,005 mg/L didapatkan kematian larva sebesar 12%, pada 0,01 mg/L sebesar 43%, pada 0,02 mg/L sebesar 99%, dan pada 0,03 mg/L sebesar 100%. Hasil uji One way-Anova adalah bermakna dengan nilai p<0,05 pada ketiga kecamatan dan LC99 sedikit diatas 0,02 mg/L. Simpulan penelitian ini adalah status kerentanan Aedes aegypti terhadap temephos di tiga kecamatan berkisar antara rentan dan toleran, belum mencapai resisten sehingga temephos masih dapat digunakan dalam pengendalian vektor DBD.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pola Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bungus Tahun 2014 Selvi Indriani Nasution; Nur Indrawati Liputo; Mahdawaty Masri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.590

Abstract

AbstrakPemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya untuk memperoleh tumbuh kembang bayi yang baik. Pada tahun 2013, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi yang berumur 0-6 bulan di Indonesia sebesar 52,7%. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bungus sangat rendah yaitu 39,7%. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan pola pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Bungus tahun 2014. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 82 orang yang diambil dengan cara multistage random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa responden yang mempunyai pendidikan rendah (66%), pengetahuan rendah (65,8%), Ibu bekerja (8%), kurang mendapat dukungan suami (63,42%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif p=0,000 (p<0,05), pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif p=0,000 (p<0,05) dan dukungan Suami dengan pemberian ASI eksklusif p=0,000 (p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif p=0,658 (p>0,05).Kata kunci: ASI eksklusif, faktor yang mempengaruhi, ibu AbstractExclusive breastfeeding is one of the treatment to approach a good infant progress. In 2013, coverage of exclusive breastfeeding in infants with aged 0-6 months in Indonesia is 52.7%. Converage of exclusive breastfeeding in the working area of Bungus Primary Health Care is very low (39.7%). The objective of this study was to determine  any  factors associated to exclusive breastfeeding in the Work Area Health Bungus 2014. Type of this research was descriptive analytic with cross sectional study. Total sample were 82 respondents which were taken by multistage random sampling. Data analysis was done by chi-square test. The results indicated that respondents with education low (66%), low knowledge (65.8%), working mathers (8%), less husband support (63.42%). There was a significant relationship between education and exclusive breastfeeding p=0.000 (p<0.05), knowledge and exclusive breastfeeding p=0.000 (p<0.05), support husband and exclusive breastfeeding p=0.000 (p<0.05). There was not  significant relationship between job with exclusive breastfeeding p=0.658 (p<0.05).Keywords: exclusive breastfeeding, affecting factors, mother

Page 55 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue