cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Gambaran Faktor Risiko Kegawatdaruratan Obstetri pada Ibu Bersalin yang Masuk di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Rasidin Padang Tahun 2014 Diflayzer Diflayzer; Syahredi S.A.; Eka Nofita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.750

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi diatas target MDGs. Fokus percepatan untuk menurunkan AKI adalah dengan deteksi kehamilan risiko tinggi menggunakan sistem pendekatan risiko dan penanganan yang adekuat melalui sistem rujukan terencana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor risiko dan pelaksanaan rujukan di salah satu rumah sakit rujukan di Padang. Penelitian dilakukan pada seluruh ibu bersalin di RSUD DR. Rasidin Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data rekam medik periode Januari sampai Desember 2014. Hasil penelitian didapatkan frekuensi kasus kejadian terbanyak pada kelompok faktor risiko APGO adalah ibu hamil usia ≥ 35 tahun (28,9%), pada kelompok AGO adalah serotinus (52%), pada kelompok AGDO adalah preeklampsia berat/eklampsia (96,6%), kelompok skor terbanyak adalah kehamilan risiko sangat tinggi (KRST) (46,6%) dan kriteria rujukan terbanyak adalah rujukan terlambat (56,1%). Simpulan penelitian ini adalah bahwa ibu bersalin di RSUD DR. Rasidin Padang banyak yang termasuk kehamilan risiko sangat tinggi, namun kasus rujukan terlambat masih tinggi.
Efek Pencabutan Gigi terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Kartika Mega Rahman; Darwin Amir; Mustafa Noer
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.645

Abstract

Pencabutan gigi merupakan tindakan mengeluarkan gigi dari soket tulang alveolar. Tindakan pencabutan yang menimbulkan perlukaan, maka dapat timbul efek seperti perdarahan. Faktor resiko yang sering kali menjadi  komplikasi terjadinya perdarahan adalah tingginya tekanan darah pada pasien yang dilakukan pencabutan gigi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek pencabutan gigi terhadap peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian dilakukan dari 15 September hingga 6 Oktober 2014 dengan hasil penelitian didapatkan 15 responden hipertensi dan 15 responden normotensi. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional comparative dengan sampel yang direkrut menggunakan metode consecutive sampling. Data didapatkan dari pengukuran tekanan darah sebelum dan setelah tindakan pencabutan gigi yang kemudian dianalisis menggunakan t–test dengan tingkat kepercayaan 99%. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai tekanan darah awal antara kelompok hipertensi dengan normotensi sebelum pencabutan gigi (p<0,01). Setelah tindakan pencabutan gigi pada 15 subjek hipertensi (100%) dan 15 subjek normotensi (100%) juga terdapat perbedaan nilai tekanan darah akhir (p<0,01). Peningkatan tekanan darah hanya terjadi pada 15 subjek hipertensi (100%) dimana peningkatan terdapat pada tekanan darah darah sistolik yaitu sebesar 12 ± 3,7 mmHg (p<0,01). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat peningkatan tekanan darah sistolik pada pasien hipertensi yang dilakukan tindakan pencabutan gigi.
Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium Guajava.L) Terhadap Kadar Hemoglobin dan Ferritin Serum Penderita Anemia Remaja Putri Pagdya Haninda Nusantri Rusdi; Fadil Oenzil; Eva Chundrayetti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.782

Abstract

Anemia adalah kadar hemoglobin didalam sel darah merah dibawah kategori normal. Makanan yang tinggi zat besi dan yang dapat membantu proses penyerapan besi dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan ferritin serum. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian jus jambu biji merah (psidium guajava. L) terhadap kadar hemoglobin dan ferritin serum penderita anemia remaja putri.Penelitian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Tri Murni Kota Padang Panjang. Desain penelitian adalah quasi eksperiment terhadap 34 orang remaja anemia yang dipilih secara simple random sampling. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan 100 gr jambu biji merah yang diolah menjadi jus selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji t-dependent dengan derajat kemaknaan α=0,05. Rerata kadar Hb pretest 10,26 gr/dl (kontrol) dan 10,50 gr/dl (intervensi), rerata kadar ferritin serum 33,63 μg/L (kontrol) dan 36,63 μg/L (intervensi). Rerata kadar Hb postest 10,98 gr/dl (kontrol) dan 12,48 gr/dl (intervensi), rerata kadar ferritin serum 40,35 μg/L (kontrol) dan 57,40 μg/L (intervensi). Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin dan ferritin serum penderita anemia remaja putri dengan nilai p = <0,001.
Hubungan Near-Work dengan Miopia pada Siswa SD Negeri Percobaan Kelas 5 dan 6 Indah ARBR Tobing; Kemala Sayuti; Afdal Afdal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.668

Abstract

Miopia adalah kelainan refraksi yang disebabkan oleh ketidakmampuan komponen optik untuk memfokuskan cahaya tepat di retina dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Keadaan ini sering dijumpai pada anak usia sekolah. Lebih dari 60% miopia merupakan miopia onset dini yang timbul pada usia 7 hingga 16 tahun. Salah satu faktor resiko lingkungan yang berhubungan dengan miopia adalah banyaknya melakukan kegiatan near-work. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara near-work dengan miopia pada anak usia sekolah dasar. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga diperoleh 94 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh murid dan near-work diary yang diisi oleh orang tua murid. Pemeriksaan refraksi dilakukan secara subjektif dengan menggunakan Snellen chart dan trial lens. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan membaca dengan kejadian miopia (p=0,000). Tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan menonton televisi (p=0,579), bermain video game (p=0,205) dan menggunakan komputer (p=0,084)  dengan  kejadian  miopia. Simpulan studi ini ialah terdapat hubungan yang sangat  bermakna  antara kebiasaan membaca dengan myopia, tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara menonton  televisi, bermain videogame, dan menggunakan komputer dengan kejadian miopia.
Perbandingan Efektivitas Berbagai Media Ovitrap terhadap Jumlah Telur Aedes Spp yang Terperangkap di Kelurahan Jati Kota Padang Gusti Rati; Hasmiwati Hasmiwati; Erlina Rustam
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.527

Abstract

AbstrakAedes spp adalah vektor pembawa virus dengue yang dapat menimbulkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD merupakan penyakit menular yang cenderung mengalami peningkatan dan penyebarannya semakin luas. Cara mengurangi penyebaran penyakit DBD dengan mengendalikan vektor, salah satunya dengan memutus siklus hidup vektor dengan  menggunakan perangkap telur/pemasangan ovitrap. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas berbagai media ovitrap terhadap jumlah telur Aedes spp yang terperangkap. Jenis penelitian ini adalah eksperimental quasi dengan rancangan post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua telur Aedes spp yang terperangkap pada ovitrap, sampel diambil dari sepuluh rumah dengan ulangan enam kali. Lokasi penelitian adalah RW I, III, V, VII, IX Kelurahan Jati. Variabel bebas adalah berbagai media (air sumur, air jerami, air kolam, air mineral) ovitrap. Variabel terikat adalah jumlah telur Aedes spp yang terperangkap. Uji normalitas data menggunakan uji kolmogorov smirnov, data terdistribusi normal (p>0,05) dan uji varian data tidak homogen (p<0,05), maka dgunakan uji Kruskal Walls dan Mann Withney. Hasil penelitian diperoleh telur nyamuk Aedes spp yang terperangkap selama penelitian adalah 3.090 butir dengan sebaran 1.563 butir di luar rumah dan 1.527 butir di dalam rumah. Berdasarkan media ovitrap, telur yg terperangkap pada media air jerami 1.758 butir, air mineral 576 butir, air kolam 523 butir, air sumur 233 butir. Uji statistik mendapatkan p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah telur Aedes spp yang terdapat pada masing-masing media ovitrap.  Disimpulkan bahwa air jerami lebih efektif sebagai media ovitrap daripada  air mineral air kolam, air sumur.    Kata kunci: telur Aedes spp, ovitrap, media ovitrap AbstractAedes spp are vectors of dengue viruses that can cause Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Dengue is one of the infectious diseases that the number of sufferers tend to increase and has wider dissemination.The solution to decrease the spread of dengue is by control the vector by using Ovitrap.The objective of this study was to compare the effectiveness of various media ovitrap on the number of Aedes spp eggs trapped.This research was a quasi experimental with post test only design. Population were all Aedes spp eggs trapped in ovitrap , samples were taken from 10 homes with  6 times repeatation. Location of the study were RW I,III,V,VII,IX in Jati .The independent variable is the type of media (wells water, straw water , pool water , mineral water) ovitrap .The dependent variable is the number of Aedes spp eggs trapped. The result of Kolmogorov Smirnov test were normally distributed (p >0.05) , a variant of the test data is not homogeneous (p< 0.05), so analyzed using the Mann Whitney and Kruskal Walls.The  Aedes spp mosquitoes that trapped during the study were 3,090 eggs. The distribution of 1,563 eggs outside the home and 1,527 eggs in the house. According to media ovitra; straw water had 1758 eggs, mineral water had 576 eggs, pools water had 523 eggs, well water  had 233 eggs (p = 0.000). There is a diference from the four ovitrap media on the eggs Aedes spp.The conclution is the straw water media is more effective than water of mineral, pools and well.Keywords: eggs of Aedes spp , ovitrap , ovitrap media
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita terhadap Tindakan Imunisasi Dasar Lengkap di Kelurahan Lambung Bukit Kota Padang Tahun 2014 Selvia Emilya; Yuniar Lestari; Asterina Asterina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.709

Abstract

Program imunisasi dasar merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita. Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia pada tahun 2010 menurun dibandingkan tahun 2007. Hal ini juga terjadi di provinsi Sumatera Barat, di kota Padang terjadi penurunan pada tahun 2012 dibandingkan tahun 2011. Kelurahan Lambung Bukit berada di wilayah kerja Puskesmas Pauh kota Padang terjadi Kejadian Luar Biasa campak sebanyak 54 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap tindakan imunisasi dasar di Kelurahan Lambung Bukit Kota Padang tahun 2014. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Lambung Bukit selama 10 bulan dari bulan Februari 2014 sampai Desember 2014, dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel 40 orang dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dan fisher’s exact test. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden tidak memberikan imunisasi dasar lengkap pada anaknya, memiki pengetahuan rendah dan sikap positif mengenai imunisasi. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap di Kelurahan lambung Bukit. Petugas puskesmas agar memberikan penyuluhan tentang imunisasi.
Identifikasi Vektor Malaria di Daerah Sekitar PLTU Teluk Sirih Kecamatan Bungus Kota Padang Pada Tahun 2011 Rezka Gustya Sari; Nurhayati Nurhayati; Rosfita Rasyid
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.581

Abstract

AbstrakMalaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh protozoa obligat intraselular dari genus Plasmodium yang ditularkan nyamuk Anopheles. Bungus merupakan salah satu kecamatan dengan kasus malaria tinggi di Kota Padang, terdapat 69 kasus malaria pada tahun 2011. Pengendalian vektor malaria dibutuhkan pengetahuan mengenai spesies vector. Tujuan penelitian ini adalah menentukan spesies nyamuk tersangka vektor malaria. Penelitian dilaksanakan dari Oktober sampai November 2011. Nyamuk Anopheles di tangkap di dalam dan di luar ruangan menggunakan light trap dan umpan orang menggunakan aspirator. Penangkapan dilakukan pada malam hari pada jam 18.00 - 06.00 dan pagi hari pada jam 07.00 - 09.00. Semua nyamuk yang berhasil tertangkap diidentifikasi di bawah mikroskop. Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan nyamuk An.subpictus, An.sundaicus dan An.aconitus dengan persentase (49,5%), (29,4%) dan (14,7%). Hal ini menunjukkan bahwa An.sundaicus, An.subpictus dan An.aconitus memiliki potensi yang besar dalam penularan penyakit malaria.                                 Kata kunci: malaria, vektor malaria AbstractMalaria is a disease caused by intracellular obligate protozoa, genus of plasmodium which is a parasite is carried by Anopheles mosquito. Bungus subdistrict is one of the areas that has high case of malaria in Padang district of Sumatera Barat Province, there were 69 case of malaria. Determination of method of control requires an understanding on the species of mosquito which serves as the vector and its behavior. The objective of this study was to assess fauna and the activity of Anopheles spp as suspected malaria vector. This research had done on October to November 2011. The Anopheles mosquitoes were collected indoor and outdoor by using light trap and human landing collection in the evening starting from 6 p.m - 6 a.m, in the morning from 7 - 9 a.m. All the Moquitoes were  brougt to the laboratory for identifications. The resut showed that An. subpictus (49.5%) An. sundaicus (29.4%) and A. aconitus (14.7%). were the suspected malaria vector that has important role in tranmission of malaria in this area.Keywords: malaria, malaria vektor
Efek Propolis dan Jeruk Nipis terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus dan Streptococcus Pyogenes secara In Vitro Mitra Nofembri Y; Netti Suharti; Mohammad Reza
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.741

Abstract

Penggunaan antibiotik yang irasional dapat menyebabkan terjadinya resistensi bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efek propolis dan jeruk nipis terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang pada bulan Desember 2014 hingga April 2015. Rancangan penelitian bersifat eksperimental. Berdasarkan hasil penelitian diameter rerata daerah bebas kuman S. aureus yang diberikan propolis adalah 11 mm dan jeruk nipis 14,66 mm. Diameter rerata daerah bebas kuman S. pyogenes yang diberikan jeruk nipis adalah 12,66 mm. Sedangkan, propolis tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. pyogenes. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil uji Mann Whitney antara propolis dan jeruk nipis terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p = 0.05), sedangkan terhadap pertumbuhan bakteri S. pyogenes menunjukkan perbedaan yang bermakna p = 0,014 (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah propolis memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan S. aureus dan tidak memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri S. pyogenes, sedangkan jeruk nipis memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. pyogenes.
Karakteristik Pasien Sirosis Hepatis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Angela Lovena; Saptino Miro; Efrida Efrida
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.636

Abstract

Sirosis hepatis didefinisikan sebagai penyakit hati kronik yang menyebabkan proses difus pembentukan nodul dan fibrosis pada hati. Di RSUP Dr. M. Djamil Padang sirosis hepatis merupakan salah satu penyakit terbanyak yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik pasien sirosis hepatis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan menggunakan  data rekam medik pasien sirosis hepatis yang dirawat di ruang rawat inap Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2013, sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 304 buah. Data yang diambil yaitu tes serologi untuk hepatitis B dan hepatitis C, kadar albumin, jumlah trombosit, kadar kreatinin serum dan komplikasi sirosis hepatis. Hasil penelitian ini mendapatkan penyebab sirosis hepatis terbanyak virus hepatitis B (51,0%), kadar albumin <3,0 g/dl (71,4%), jumlah trombosit normal (48,7%), kadar kreatinin normal (76,7%), komplikasi terbanyak asites (36,3%),dan klasifikasi Child pugh terbanyak adalah Clid pugh C (60,3%). Simpulan penelitian ini adalah hepatitis B sebagai penyebab tersering, kadar albumin terbanyak adalah <3,0 g/dl, jumlah trombosit terbanyak adalah jumlah trombosit dan kadar kreatinin terbanyak adalah yang normal, asites sebagai komplikasi terbanyak dan klasifikasi terbanyak adalah Child pugh C.
Analisis Pemanfaatan Program Gerakan Seribu Jamban Tahun Anggaran 2013/2014 di Kabupaten Lima Puluh Kota Vina Novela; Indang Dewata; Nizwardi Azka
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.773

Abstract

Masalah kepemilikan jamban di Indonesia masih menjadi masalah yang harus diatasi, terutama akses Buang Air Besar (BAB). Kabupaten Lima Puluh Kota cakupan akses jamban hanya 55,48%. Tujuan penelitian adalah menganalisis gambaran perilaku masyarakat dalam pemanfaatan Program Seribu Jamban Di Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan kuesioner terhadap 91 responden. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan mewawancarai sembilan orang informan terkait komponen input dan output. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pengetahuan dan tindakan masyarakat dalam pemanfaatan jamban termasuk dalam kategori baik, namun keadaan lingkungan fisik rumah dan peran tenaga kesehatan di Kabupaten Lima Puluh Kota masih kurang baik. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa kebijakan tentang program gerakan seribu Jamban memang sudah ada dalam bentuk SK Bupati. Dana untuk pelaksanaan program pada dasarnya belum mencukupi. Sumber daya manusia untuk pengelola program terutama sanitarian, masih belum mencukupi. Ketersediaan sarana tidak mencukupi untuk membangun jamban yang layak. Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan tetapi petugas kesehatan masih sering tidak disiplin di dalam kegiatan monitoring karena adanya tugas rangkap dan jumlah tenaga yang tidak cukup. Pelaksanaan program gerakan seribu jamban sudah berhasil 76,9% dimanfaatkan masyarakat dan masih 23% yang belum dimanfaatkan.

Page 56 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue