cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Pengaruh Hemodialisis terhadap Urea Reduction Ratio pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium V di RSUP Dr. M. Djamil Padang Wahyuni Armezya; Ellyza Nasrul; Elizabet Bahar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.512

Abstract

Abstrak Pravelensi pasien penyakit ginjal kronik stadium V yang mendapat terapi hemodialisis terus meningkat di dunia. Dosis hemodialisis yang diberikan kepada pasien harus mencukupi kebutuhan tubuh agar tujuan terapi dapat tercapai dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh hemodialisis terhadap Urea Reduction Ratio (URR). Penelitian secara eksperimental kuasi dilakukan pada 55 pasien hemodialisis sejak Agustus 2013 sampai Maret 2014. Data dikumpulkan dari rekam medik dan hasil pemeriksaan ureum sebelum dan sesudah hemodialisis. Analisis bivariat menggunakan uji t berpasangan dan korelasi Pearson untuk mengetahui perbedaan ureum sebelum dan sesudah hemodialisis serta pengaruh hemodialisis terhadap URR. Berdasarkan data penelitian didapatkan hasil rerata ureum sebelum hemodialisis sebesar 100,27 mg/dl, rerata ureum sesudah hemodialisis 31,17 mg/dl dan rerata URR sebesar 68,80%. Sebanyak 62% pasien mendapatkan hemodialisis yang adekuat dan 38% pasien mendapatkan hemodialisis tidak adekuat. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan ureum sebelum dan sesudah hemodialisis (p = 0,0001) dan terdapat pengaruh signifikan hemodialisis terhadap URR (p = 0,0001).Kata kunci: hemodialisis, ureum, URR AbstractThe prevalence of chronic kidney diseases stage V that receive hemodialysis therapy rise in the world. Hemodialysis doses are given to the patient must meet the body’s needs in order to make the therapeutic goals can be achieved well. The objective of this study was to determine the adequacy of hemodialysis measured by URR in hemodialysis patients in the M Djamil hospital Padang. Quasi-experimental studies performed on 55 hemodialysis patients from August 2013 to March 2014. Data were collected from medical records and the results of urea before and after hemodialysis. Bivariate analysis using a paired t test and Pearson correlation urea to know the difference between before and after hemodialysis and hemodialysis influence on the URR. The results showed that the mean of urea levels before hemodialysis is 100.27 mg/dl, the mean of urea levels after hemodialysis is 31.17 mg/dl and the mean of URR is 68,80%. The 62% patients got adequate hemodialysis and 32% patients got inadequate hemodialysis. Based on statistics, obtained p value is 0.0001 showed there are siginificants difference in urea before and after hemodialysis and there are the influence of hemodialysis to URR (p value: 0.0001). Keywords: hemodialysis, urea, URR
Hubungan Karakteristik Tempat Perindukan dengan Keberadaan Vektor Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Jati Kota Padang Nidia Ramadhani; Nurhayati Nurhayati; Djusmaini Ismail
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.700

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis di Kota Padang. DBD ditularkan oleh nyamuk sebagai vektornya. Keberadaan vektor DBD dalam suatu tempat perindukan dipengaruhi bahan dasar, permukaan, ukuran, letak, keadaan tutup dan warna. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan karakteristik tempat perindukan dengan keberadaan vektor DBD di Kelurahan Jati Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan metode cross sectional study pada 105 rumah di Kelurahan Jati, Kota Padang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi keberadaan vektor DBD di tempat perindukan di rumah penduduk kemudian dikelompokkan sesuai karakteristiknya. Hubungan antara variabel dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik tempat perindukan vektor DBD berbahan dasar buatan sebesar 100%, memiliki permukaan halus sebesar 91,7%, berukuran besar sebesar 52,7%, terletak di dalam rumah sebesar 86,1%, terbuka sebesar 94,4%, dan berwarna gelap sebesar 55,55%. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara ukuran dan keadaan tutup tempat perindukan dengan keberadaan vektor DBD, sedangkan permukaan, letak, dan warna tempat perindukan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan keberadaan vektor DBD. Keberadaan vektor DBD di Kelurahan Jati berkaitan dengan karakteristik tempat perindukan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Tingkat Ekonomi Keluarga Nelayan dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Air Tawar Barat Kota Padang Pipit Amelia Burhani; Fadil Oenzil; Gusti Revilla
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.569

Abstract

AbstrakStatus gizi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan individu, sehingga mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang. Status gizi balita tergantung pada asupan gizi, tingkat pengetahuan ibu, tingkat ekonomi keluarga, pendidikan ibu, pola asuh dan ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan tingkat pengetahuan ibu dan tingkat ekonomi keluarga nelayan dengan status gizi balita. Penelitian ini dilakukan dari  Juli 2014 sampai Januari 2015. Desain penelitian adalah cross sectional study dengan jumlah subjek  21 orang ibu balita. Data dianalisis secara univariat dengan tabel frekuensi dan analisa bivariat dengan tabel silang lalu diuji dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ialah balita yang memiliki gizi kurus sebanyak 9,5% dan yang memiliki gizi normal sebanyak 90,5%. Pengetahuan ibu rendah sebanyak 52,3% dan pengetahuan ibu tinggi sebanyak 47,6%.  Tingkat ekonomi keluarga didapatkan keluarga miskin sebanyak 95,2% dan keluarga tidak miskin sebanyak 4,8%. Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan status gizi balita.Kata kunci: status gizi, balita, tingkat pengetahuan ibu, tingkat ekonomi keluarga AbstractNutritional status has a profound influence in individual’s health that affecting the quality of human resources in the future. Nutritional status depends on food intake, mother’s knowledge, family economics, mother’s education, nurturing pattern and food availability. The objective of this study was to determine the relationship level of mother’s knowledge and fishermen’s family economic with nutritional status of toddler. This research was conducted between July 2014 and January 2015 to 21 mothers with toddler. Cross sectional study was used as study design. Data were analyzed by univariate analysis with frequency tables and bivariate analysis with cross table using Rank Spearman. Result showed that 9.5% of the toddlers are under nutrition and 90.5% are normal. 52.3% of the mothers have low knowledge level whereas 47.6% are higher. 95.2% of the families are in the poverty line and 4.8% are not. It can be concluded that there is no relationship between level of mother’s knowledge and fishermen economic with nutritional status of toddler.Keywords: nutritional status, toddler, level of mother’s knowledge, family economic
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Aloe vera Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli Secara In Vitro Nova Suryati; Elizabeth Bahar; Ilmiawati Ilmiawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.732

Abstract

Lidah Buaya (Aloe vera) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat. Lidah buaya mempunyai berbagai khasiat, salah satunya sebagai antibakteri. Adanya efek antibakteri pada lidah buaya karena lidah buaya mengandung senyawa antibakteri seperti  saponin, tannin dan flavonoid. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antibakteri ekstrak lidah buaya terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Ekstrak etanol lidah buaya dibuat dengan menggunakan lidah buaya segar dalam lima konsentrasi (6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 100%) yang diuji daya hambatnya. Penelitian ini menggunakan bakteri Escherichia coli yang dibiakkan dalam tiga agar dan diuji menggunakan metode difusi. Didapatkan bahwa tidak terdapatnya daerah bening disekitar cakram yang telah mengandung ekstrak lidah buaya pada semua konsentrasi. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak aloe vera tidak mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli.
Hubungan Lesi Hiperemis di Gaster dengan Derajat Dispepsia pada Pasien Dispepsia Fungsional Vokal Furkano; Arina Widya Murni; Delmi Sulastri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.606

Abstract

AbstrakDispepsia fungsional didiagnosis jika esofagogastroduodenoskopi tidak menemukan penyebab organik yang dapat menjelaskan penyebab gejala. Patogenesis penyebab yang masih belum dipahami salah satunya dapat mempengaruhi permukaan mukosa lambung sehingga timbul lesi hiperemis di gaster yang mempengaruhi derajat dyspepsia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan lesi hiperemis di gaster dengan derajat dispepsia pada pasien dispepsia fungsional. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Juli sampai Oktober 2014. Sejumlah 35 penderita diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi secara consecutive sampling non probability. Penderita dianamnesis menggunakan skor dispepsia untuk menentukan derajat dispepsia setelah itu dilakukan tindakan esofagogastroduodenoskopi untuk melihat keadaan mukosa lambung. Hasil penelitian terhadap 33 pasien dengan  hiperemis didapatkan 57.6% pasien memiliki derajat dispepsia sedang-berat dan terdapat hubungan ang tidak bermakna antara temuan lesi hiperemis dengan derajat dyspepsia. Hasil penelitian dari 19 pasien yang memiliki hiperemis luas didapatkan 73.7% pasien memiliki derajat dispepsia sedang-berat dan ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara luas hiperemis dengan derajat dispepsia pada pasien dispepsia fungsional dengan nilai kemaknaan 0.031 (p<0.05). Disimpulkan bahwa penderita yang mengalami derajat dispepsia sedang – berat memiliki daerah hiperemis luas.Kata kunci: dispepsia fungsional, lesi hiperemis di gaster, skor dispepsia AbstractFunctional dyspepsia is diagnosed if esophagogastroduodenoscopy does not show structural abnormalities explaining these symptoms. Many of etiologies that still less understanding to explain the pathogenesis can influence mucosal surface of stomach and make hyperemic lesion in the stomach that influent dyspepsia level. The objective of this study was to determine the relationship between hyperemic lesion in the stomach and dyspepsia level. This study was conducted in  Dr. M. Djamil Padang hospital from Juli until Oktober 2014. From 35 subjects were taken by inclusion and exclusion criteria and using consecutive sampling non probability. The subjects were interviewed using dyspepsia score to determine the dyspepsia level. The endoscopy will remain the initial investigation of choice for seeing the mucosal surface of gaster. The result showed from 33 samples that had hyperemic lesion 57.6% had moderate-severe dyspepsia level and there is no significant correlation of hyperemic lesion finding in the gaster with dyspepsia level but from 19 samples that had wide hyperemic lesion 73.7% had moderate-severe dyspepsia level and it showed it had significant correlation between both variables and the significant score is 0.031 (p<0.05). The conclusion is the subjects with intermediate – severe dyspepsia level have wide area of hyperemic lesion.Keywords: functional dyspepsia, hyperemic lesion in the stomach, dyspepsia score
Hasil Operasi Entropion Involusional di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang Hendriati Hendriati; Sherly Muchlis
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.764

Abstract

Entropion involusional adalah malposisi kelopak mata pada lansia. Beberapa faktor penyebab seperti kelemahan palpebra horizontal, kelemahan palpebra vertikal dengan pengurangan atau disinsersi retraktor kelopak mata bawah dan overriding otot orbicularist preseptal. Tanpa penatalaksanaan, kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan okular, epifora dan kornea. Prosedur utamanya adalah prosedur wies dan horizontal tightening yang terdiri dari lateral tarsal strip dan horizontal shortening. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi hasil rekonstruksi entropion involusional di subbagian okuloplastik bagian mata Rumah Sakit M Djamil Padang. Studi retrospektif terhadap 13 kelopak mata dari 13 pasien dengan entropion involusional antara April 2012 sampai Desember 2015. Pasien dievaluasi bulan ke 6 dan bulan 12 setelah operasi. Kami menganalisis persentase keberhasilan teknik rekonstruksi, rekurensi entropion, dan prolonged ectropionsetelah operasi. Dari 13 kelopak mata yang dioperasi, prosedur wies dilakukan pada 9 kelopak mata (69%). Horizontal tightening yang terdiri dari prosedur wies dikombinasikan dengan teknik lateral tarsal stripdan prosedur wies + horizontal shortening dilakukan pada 3 kelopak mata (23%) dan 1 kelopak mata (8%). Tidak ada prosedur yang gagal. Kekambuhan entropion terjadi pada 2 pasien (15%) yang dioperasi dengan prosedur weiss pada follow up 12 bulan. Dari 13 kelopak mata menjalani operasi entropion, tidak ada prolonged ectropion. Operasi rekonstruksi entropion involusional di Rumah Sakit M Djamil Padang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan tingkat kekambuhan yang rendah.
Gambaran Karakteristik Ibu, Penanganan Persalinan, dan Fetal Outcome pada Kehamilan Post-term Anita Yulistiani; Yanasta Moendanoe; Yuniar Lestari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.659

Abstract

Kehamilan postterm berdampak besar pada janin dan juga ibu. Penyebab terjadinya belum jelas hanya ada beberapa faktor risiko, tetapi penyebab tersering adalah kesalahan penentuan usia kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu, penanganan persalinan dan fetal outcome pada kehamilan post-term di RS M.Djamil periode 1 Januari 2010 samapai 31 Desember 2012. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis di bagian obstetri ginekologi RS M.Djamil pada 40 orang pasien yang mengalami kehamilan postterm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengalami kehamilan postterm terbanyak berada pada umur 20-35 tahun (92,5%) dengan paritas 0 (47,5%), dan usia kehamilan 42-43 minggu (70%). Terdapat pasien yang memiliki riwayat mentruasi tidak teratur (7,5%), memiliki riwayat kontrasepsi hormonal 3 bulan terakhir (15%) dan tidak ada yang memiliki riwayat USG trimester pertama. Hanya 2,5% pasien yang memiliki riwayat postterm. Sebagian besar pasien memiliki skor bishop <5 (75%), hanya 6,67% yang dilakukan pematangan serviks. Teknik pematangan yang dilakukan sebanding antara farmakologis dan mekanis. Drip oksitosin diberikan pada 60% pasien, 83,33% diberikan saat skor bishop <5. Cara persalinan terbanyak menggunakan seksio sesarea (52,5%). Sebanyak 50% pasien yang diberi drip, melahirkan secara pervaginam. Ditemukan bayi makrosomia (7,5%). Jenis kelamin bayi menunjukan perbandingan yang sama antara laki-laki dan perempuan. Terdapat 7,5% kejadian stillbirth. Ditemukan bayi asfiksia berat (2,7%) dan mild-moderate asphyxia (21,62%). Sebanyak 7,5% bayi memiliki sindrom postmaturitas.
Perbedaan Jumlah Leukosit pada Pasien Kanker Payudara Pasca Bedah Sebelum dan Sesudah Radioterapi Rizqy Auliya Lubis; Efrida Efrida; Dwitya Elvira
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.691

Abstract

Radioterapi merupakan salah satu modalitas terapi kanker payudara. Radioterapi dapat menekan sistem hematopoetik pada sumsum tulang dengan efek akut berupa penurunan jumlah leukosit (leukopenia) yang memengaruhi prognosis pasien. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan jumlah leukosit pasien kanker payudara pasca bedah sebelum dan sesudah radioterapi. Desain penelitian ini adalah analitik potong lintang. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh data rekam mmedik pasien kanker payudara pasca bedah sebelum dan sesudah radioterapi di bagian Radioterapi RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2014-2016. Penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling pada 31 pasien kanker payudara dengan analisis statistik uji t berpasangan. Uji statistik bermakna jika p < 0,05. Subjek penelitian pasien kanker payudara memiliki rentang usia paling banyak 40-49 tahun (51,6%),  sedangkan  kanker  payudara  dominan  berlokasi  di  payudara  kiri  (51,6%)  dengan  stadium  terbanyak ditemukan yaitu stadium III (41,9%). Rerata jumlah leukosit sebelum radioterapi sebanyak 8015/mm3, sedangkan rerata jumlah leukosit sesudah radioterapi sebanyak 6256/mm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah leukosit yang bermakna secara statistik pada pasien kanker payudara pasca bedah sebelum dan sesudah radioterapi.
Hubungan Anemia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah pada Kehamilan Aterm di RSUD Achmad Darwis Suliki Maryam Syifaurrahmah; Yusrawati Yusrawati; Zulkarnain Edward
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.542

Abstract

AbstrakAnemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah <11,0 g%. Masalah yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia adalah tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil yang merupakan masalah kesehatan utama yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Bayi berat lahir rendah memiliki efek jangka pendek maupun panjang terhadap bayi tersebut dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif observasional dengan mengumpulkan data rekam medis ibu hamil aterm yang melahirkan di RSUD Achmad Darwis Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota periode Januari – Desember 2013. Dari 73 sampel ibu hamil aterm anemia dan tidak anemia didapatkan nilai rerata berat bayi pada ibu hamil aterm anemia adalah 2722 gram dan rerata berat badan bayi pada ibu hamil aterm tanpa anemia adalah 2967 gram. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square didapatkan  nilai p:0,047 (p<0,05) dengan rasio prevalensi sebesar 1,7. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil aterm dengan berat bayi lahir rendah di RSUD Suliki Kabupaten Lima Puluh KotaKata kunci: Anemia, hamil aterm, BBLR. AbstractAnaemia in pregnancy is a condition where hemoglobin concentration in blood <11.0 gr%. Indonesia government has an  issue about the high prevalence of anaemia in pregnancy which is the main issue correlates to the low birth baby weight. Low birth baby weight has a short and long term effects with high risk of morbidity and mortality. This analytic research with observational retrospective design obtaining datas from medical records of aterm pregnant mother who gave a birth in RSUD Achmad Darwis Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota in a period from January – Desember 2013. From 73 samples of aterm pregnant mother who had anaemia and non anaemia, known mean of baby weight in normal aterm pregnant mothers who had anaemia is 2722 gram and mean of baby weight from aterm pregnant mothers without anaemia is 2967 gram. The result of bivariate analysis by Chi-Square test with p-value : 0.047 (<0.05) and prevalence ratio is 1.7. It can concluded that there is a significant correlation between anaemia in aterm pregnancy and low birth baby weight in RSUD Achmad Darwis Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota.Keyword: Anaemia, Aterm Pregnancy, Low Birth Baby Weight
Labioplasti dengan Teknik Millard dan Tennison Randall Dolly Irfandy; Al Hafiz; Dolly Irfandy; Sukri Rahman; Rahmadona Rahmadona
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.723

Abstract

Labioskisis merupakan cacat bawaan yang umum di seluruh dunia. Dibedakan atas celah inkomplit dan komplit serta celah unilateral dan bilateral. Labioskisis ditatalaksana dengan melakukan labioplasti, antara lain dengan teknik Millard dan Tennison Randall. Dilaporkan dua kasus labioskisis, pada anak laki-laki umur 6 bulan yang dilakukan labioplasti menggunakan teknik Millard dan anak perempuan umur 4 bulan dengan teknik Tennison Randall. Masing- masing teknik labioplasti memiliki keunggulan dan kekurangan. Pemilihan teknik operasi labioplasti pada pasien labioskisis tergantung kepada kondisi pasien, keahlian dan pengalaman operator terhadap teknik tersebut.

Page 57 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue