cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Pengaruh Vitamin D terhadap Indeks Apoptosis pada Penderita Kanker Payudara Melya Susanti; Sry Suryani Widjaja; Denny Rifsal Siregar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.799

Abstract

Kanker payudara merupakan penyakit yang paling sering pada pada wanita dan menjadi penyebab kematian terbanyak akibat kanker. Penyebab kanker payudara sangat multifaktorial salah satu yang masih menjadi kontroversi adalah karena defisiensi vitamin D. Peran vitamin D dalam tubuh sangat luas selain menjaga homeostasis kalsium dan fosfat, vitamin D juga berperan sebagai anti kanker melalui mekanisme antara lain, menginduksi apoptosis. Peran vitamin D dalam menginduksi apoptosis pada sel kanker menarik perhatian, karena nilai apoptosis pada sel kanker dapat menjadi indikator untuk memprediksi respon sel kanker terhadap terapi. Tingkat apoptosis dinilai dengan indeks apoptosis. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh vitamin D terhadap indeks apoptosis pada kanker payudara. Sampel penelitian ini adalah penderita kanker payudara yang baru didiagnosis di Polibedah Onkologi RSUP HAM Medan. Pemeriksaan kadar vitamin D menggunakan metode ELISA dan Indeks apoptosis diperiksa dengan pewarnaan HE menggunakan mikroskop cahaya. Rerata indeks apoptosis pada penderita kanker payudara dengan kadar vitamin D yang sufisiensi lebih tinggi daripada rerata indeks apoptosis pada kadar vitamin D yang insufisiensi dan defisiensi. Simpulan hasil penelitian ini ialah terdapat perbedaan indeks apoptosis yang bermakna antara penderita kanker payudara dengan kadar vitamin yang sufisiensi dan dengan kadar vitamin D yang defisiensi. Rerata apoptosis indeks lebih tinggi pada kadar vitamin D yang sufisiensi.
INSIDENS MELASMA DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012-2015 Yessy Farina Salim; Satya Wydya Yenny; Sri Lestari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.831

Abstract

Melasma adalah hipermelanosis didapat, mengenai daerah yang sering terpajan sinar matahari. Pada umumnya ditemukan pada wanita usia produktif. Dalam sepuluh tahun terakhir ini belum ada laporan insiden melasma di Poliklinik IK Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bertujuan mengetahui insidens melasma di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2012-2015. Penelitian ini menggunakan studi retrospektif dengan pengumpulan data rekam medis pasien baru melasma di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2012-2015. Diperoleh hasil selama 2012-2015 terdapat 64 kasus melasma (2 laki-laki, 62 perempuan) dari 10.548 kunjungan (insidens 0,61%); tahun 2012, 2 kasus dari 3186 pasien (0,06%); tahun 2013, 19 kasus dari 2635 pasien (0,71%); tahun 2014, 20 kasus dari 2571 pasien (0,78%); tahun 2015; 23 kasus dari 2156 pasien (1,07%). Kasus terbanyak ditemukan pada usia 25-44 tahun yaitu 34 kasus. Berdasarkan bentuk klinis, tipe malar 31 kasus, sentrofasial 24 kasus dan tipe mandibular 9 kasus. Pada pemeriksaan lampu Wood didapatkan tipe epidermal 26 kasus, dermal 18 kasus, dan tipe campuran 20 kasus. Dapat disimpulkan, insidens melasma dari tahun 2012-2015 bervariasi setiap tahunnya, kasus terbanyak ditemukan pada perempuan usia 25-44 tahun, klinis terbanyak adalah tipe malar serta tipe epidermal berdasarkan pemeriksaan lampu Wood.
PENGARUH PEMBERIAN MADU ASLI HUTAN SIJUNJUNG TERHADAP TNF α DAN PENYEMBUHAN LUKA PADA TIKUS GALUR WISTAR JANTAN Reni Puspita; Fadil Oenzil; Desmiwarti Desmiwarti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.822

Abstract

Madu memiliki kandungan zat antibakteri, anti inflamasi dan anti oksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian madu untuk menurunkan kadar TNF α dan penyembuhan luka pada tikus galur wistar jantan. Jenis penelitian ini adalah Post Test Only Group Control Design dengan menggunakan 24 ekor tikus galur wistar jantan yang berumur 2-3 bulan, yang terbagi dalam 6 kelompok dan masing – masing kelompok terdapat 4 ekor tikus. Kelompok KN tidak diberikan madu dan povidone iodine, kelompok KP diberikan povidone iodine 10%, kelompok P1 diberi madu dengan konsentrasi 20%,kelompok P2 diberi madu dengan konsentrasi 40%, kelompok P3 diberi madu dengan konsentrasi 80%, kelompok P4 diberi madu dengan konsentrasi 100%. Setelah diberi perlakuan selama 10 hari, darah diambil dan diperiksa kadar TNF α dengan mengggunakan metode ELISA. Selain itu juga dilakukan pengukuran terhadap panjang dan lebar luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata TNF α kelompok KN 32,25 pg/ml, kelompok KP 39,12 pg/ml, kelompok P1 25,25 pg/ml, kelompok P2 21,92 pg/ml, kelompok P3 32,03 pg/ml, kelompok P4 27,28pg/ml. Untuk persentase penyembuhan panjang luka didapatkan kelompok KN 29,17%, kelompok KP 71,10%, kelompok P1 49,29%, kelompok P2 75,68%, kelompok P3 71,74%, kelompok P4 94,22%. Untuk persentase penyembuhan lebar luka didapatkan kelompok KN 30,95%, kelompok KP 76,60%, kelompok P1 44,66%, kelompok P2 83,37%, kelompok P3 71,18%, kelompok P4 97,15%. Pada analisa data didapatkan kadar TNF α p >0,05 yang tidak bermakna secara statistik, untuk persentase penyembuhan panjang luka didapatkan p <0,05 yang bermakna secara statistik, dan untuk persentase penyembuhan lebar luka didapatkan p <0,05 yang bermakna secara statistik. Dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian madu terhadap penurunan TNF α dan ada pengaruh pemberian madu terhadap penyembuhan panjang dan lebar luka pada tikus galur wistar jantan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2018 Eko Setiawan; Rizanda Machmud; Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.813

Abstract

Stunting merupakan keadaan indeks tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi berdasarkan standar WHO.. Stunting merupakan manifestasi jangka panjang faktor konsumsi diet berkualitas rendah, penyakit infeksi berulang, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Jenis penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sebanyak 74 sampel dipilih secara simple random sampling. Penelitian dilakukan dari Maret sampai April 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan, wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting sebesar 26,9 persen dan normal sebesar 73,1 persen. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan energi, riwayat durasi penyakit infeksi, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan kejadian stunting. Tingkat pendidikan ibu memiliki hubungan paling dominan dengan kejadian stunting. Penelitian ini menyarankan pemerintah, instansi kesehatan, dan pihak terkait berkolaborasi menerapkan kebijakan untuk mengurangi risiko stunting. Masyarakat disarankan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, memberikan asupan nutrien yang seimbang dan meningkatkan derajat kesehatan anak.
PENGGUNAAN ANTIKOAGULAN PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK Wiza Erlanda; Yerizal Karani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.845

Abstract

Antikoagulan adalah terapi utama untuk pencegahan dan pengobatan akut dan jangka panjang dari berbagai macam tipe penyakit tromboemboli. Dalam klinis, penggunaan antikoagulan harus diperhatikan antara manfaat dan risiko yang ditimbulkannya, antara pencegahan kejadian tromboemboli dan risiko perdarahan terutama pada pasien dengan kondisi khusus seperti penyakit ginjal kronik (PGK). Sebagaimana kita ketahui pasien dengan penyakit ginjal kronik mengalami abnormalitas pada kaskade koagulasi. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa pada pasien PGK dapat terjadi 2 kejadian hemostatis yang berlawanan: perdarahan dan kecenderungan trombosis. Begitu juga dalam penggunaan agen antikoagulan dimana penyakit ginjal berhubungan dengan penurunan stabilitas antikoagulan, yang ditandai dengan penurunan yang signifikan pada TTR (time in therapeutic range) obat. Banyak antikoagulan yang diekskresikan melalui ginjal, sehingga perlu penyesuaian jenis dan dosis antikoagulan pada pasien dengan PGK untuk menghindari risiko terakumulasinya obat yang cenderung menimbulkan perdarahan.
Identifikasi Bakteri Escherichia coli (E.coli) pada Air Minum di Rumah Makan dan Cafe di Kelurahan Jati serta Jati Baru Kota Padang Wahyu Zikra; Arni Amir; Andani Eka Putra
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.804

Abstract

Air merupakan komponen yang sangat penting dalam kehidupan, seperti penggunanaan air sebagai air minum. Air minum juga digunakan oleh pedagang makanan. Tingginya kasus diare di Kelurahan Jati dan Jati Baru Kota Padang dapat dipicu penggunaan air minum yang tidak bersih. Tujuan penelitian ini adalah menentukan adanya kontaminasi oleh bakteri Escherichia coli dalam air minum pada rumah makan dan cafe di Kelurahan Jati dan Jati baru kota Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan perlakuan eksperimental terhadap 16 sampel air minum di Kelurahan Jati dan Jati Baru Kota Padang. Pengambilan sampel secara langsung dengan botol steril. Analisis data dengan menggunakan tabel (Most Probable Number) MPN 5-1-1 dan ditemukannya koloni bakteri Escherichia coli pada sampel air minum. Hasil penelitian ini didapatkan 13 sampel adanya kontaminasi air terhadap bakteri Coliform dengan indeks MPN didapatkan 3 sampel menunjukkan nilai indeks MPN yang tinggi yaitu: 2 sampel dengan indeks MPN 240/100 ml dan 1 sampel dengan indeks MPN 98/100 ml. Berdasarkan pemeriksaan Mac Conkey Agar ditemukan nya 13 sampel terdapat koloni bakteri Escherichia coli.
RUPTURE OF INTRAMEDULARY SPINAL CORD CAVERNOUS HEMANGIOMA I Fadhilah S; Meiti Frida; Basjiruddin Ahmad
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.836

Abstract

Intramedulary spinal cord cavernous hemangioma merupakan malformasi vaskular yang jarang terjadi. Angka kejadian cavernous hemangioma pada spinal cord berkisar 5%-12% dari keseluruhan vaskular anomali pada spinalis. Gejala klinis timbul akibat adanya kompresi pada spinal cord yang bersifat slowly progresive. Malformasi ini memiliki resiko yang tinggi untuk pecah dikarenakan tipisnya dinding pembuluh darah yang membentuknya.Seorang pasien laki-laki usia 51 tahun dirawat dengan kelemahan keempat anggota gerak yang progresif asimetris sejak 4 bulan sebelum masuk rumah sakit. Keluhan diawali dengan kebas dan berkurangnya sensasi raba mulai dari leher kebawah sejak 5 bulan sebelum dirawat. Nyeri pada tengkuk disertai dengan gangguan miksi sejak 2 bulan sebelum dirawat. Dari pemeriksaan neurologis didapatkan tetraparesis dengan gangguan sensorik berbatas tegas setinggi dermatom C3- C4. Pada pemeriksaan MRI medula spinalis segmen cervikal didapatkan gambaran suatu cavernous hemangioma (Cavernoma) pada medulospinalis junction dengan gambaran komponen perdarahan pada kanalis spinalis. Pasien direncanakan untuk tindakan operatif dengan resiko berat dan prognosis yang buruk post operatif. Ruptur Cavernous Hemangioma perlu dipertimbangkan pada pasien tetraparese dengan gejala lesi upper motor neuron, meskipun kasus ini jarang terjadi.
Perbedaan Kadar Aldosteron dan Tekanan Darah pada Akseptor KB Pil Kombinasi Berdasarkan Lama Pemakaian Kontrasepsi Anjelina Puspita Sari; Eti Yerizel; Joserizal Serudji
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.795

Abstract

Kontrasepsi pil kombinasi meningkatkan resiko hipertensi, karena kontrasepsi pil kombinasi mengaktifkan sistem renin angiotensin aldosteron yang dapat mempengaruhi peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan kadar aldosteron dan tekanan darah pada akseptor KB pil kombinasi berdasarkan lama pemakaian kontrasepsi. Penelitian ini merupakan studi cross sectional pada populasi akseptor KB pil kombinasi yang memenuhi kriteria inklusi yang diambil dengan teknik consecutive sampling di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya dan Puskesmas Andalas Padang sejak Maret sampai Mei 2017. Pemeriksaan kadar aldosteron dilakukan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dengan metode ELISA. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan kadar aldosteron antara akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan ≥3-5 tahun yaitu 3,84±1,09 ng/dl pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan 4,80±1,80 ng/dl pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi ≥3-5 tahun (p<0,05). Hasil penelitian ini juga menunjukkan perbedaan yang signifikan tekanan darah antara akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan ≥3-5 tahun yaitu tekanan darah sistolik 116,80±10,69 mmHg pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan 128,00±15,54 mmHg pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi ≥3-5 tahun (p<0,05), tekanan darah diastolik 76,80±8,52 mmHg pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi 1-3 tahun dan 84,80±10,84 mmHg pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi ≥3-5 tahun (p<0,05). Simpulan dalam penelitian ini adalah kadar aldosteron dan tekanan darah lebih tinggi pada akseptor kontrasepsi pil kombinasi ≥3-5 tahun dibanding akseptor 1-3 tahun.
Studi retrospektif erupsi obat alergik di RS dr. M. Djamil Padang periode Januari 2014 – Desember 2016 Meligasari L Gaya; Gardenia Akhyar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.827

Abstract

Latar belakang: Erupsi obat alergik (EOA) dapat terjadi pada semua usia dengan berbagai manifestasi klinis. Obat penyebab terbanyak EOA umumnya adalah golongan antibiotik dan anti-konvulsan. Terdapat peningkatan kasus EOA di RSUP dr. M. Djamil Padang dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian: Mengetahui profil EOA berdasarkan jumlah dan variasi kasus, usia, jenis kelamin, serta obat terbanyak yang dicurigai menyebabkan EOA di RSUP dr.M.Djamil Padang periode Januari 2014 – Desember 2016. Metode: Penelitian dilakukan secara retrospektif berdasarkan rekam medis pasien rawat inap dan rawat jalan di RSUP DR.M.Djamil Padang periode Januari 2014 – Desember 2016. Hasil: Selama periode Januari 2014 – Desember 2016 didapatkan kasus EOA sebanyak 179 kasus. Tipe makulopapular merupakan EOA terbanyak (26,25%), diikuti oleh Sindrom Steven Johnson (SSJ) (24,02%) dan eritroderma (24,02%). Kelompok usia 25 - 44 tahun (37%) merupakan usia terbanyak pada semua tipe EOA. Berdasarkan jenis obat penyebab, cefadroxil merupakan obat penyebab terbanyak pada kelompok makulopapular dan eritroderma, sedangkan karbamazepin merupakan obat penyebab terbanyak penyebab SSJ. Kesimpulan: Pada penelitian ini, antibiotik dan anti-konvulsan merupakan obat tersangka terbanyak yang menyebabkan EOA, sama seperti banyak penelitian sebelumnya. Antibiotik (cefadroxil) merupakan obat penyebab terbanyak pada kelompok makulopapular dan eritroderma, sedangkan anti-konvulsan (karbamazepin) merupakan obat penyebab terbanyak pada kelompok SSJ.
ANALISIS PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PADANG PARIAMAN TAHUN 2017 Jon Kenedi; Dasman Lanin; Zulkarnain Agus
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.818

Abstract

Pengadaan alat kesehatan adalah usaha pihak manajemen logistik rumah sakit dalam pemenuhan kebutuhan rumah sakit dan user akan alat kesehatan untuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Untuk pemenuhan kebutuhan ini diperlukan pertimbangan efisiensi, efektifitas dan pemanfaatan alat kesehatan yang diadakan tersebut. RSUD Padang Pariaman masih bermasalah dalam pelaksanaan pengadaan alat kesehatan dimana masih adanya alat kesehatan yang diadakan belum dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah analisis pengadaan alat kesehatan di RSUD Padang Pariaman tahun 2017. Hasil penelitian ini dari komponen input, kebijakan atau SOP belum ada, tenaga dari sisi kuantitas belum mencukupi, dana perlu ditingkatkan anggaranya terutama yang bersumber dari APBD, sarana prasarana belum ada. Pada komponen proses, perencanaan dan penerimaan/pemeriksaan masih ada masalah sedangkan pada komponen pengadaan pemilihan penyedia sudah sesuai dengan Perpres RI No 4 Tahun 2015. Pada komponen output, pelaksanaan pengadaan alat kesehatan di RSUD Padang Pariaman belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan rumah sakit dan user.

Page 62 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue