cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
PENGARUH LAMA PAPARAN RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK HANDPHONE TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID DAN KADAR KOLESTEROL PADA TIKUS (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR ALBINO Resti Aulia Fitri; Arni Amir; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.821

Abstract

Paparan radiasi gelombang elektromagnetik handphonedapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh dengan meningkatkan kadar malondialdehid dan menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan paparan gelombang elektromagnetik handphonedapat meningkatkan kadar malondialdehid dan menurunkan kadar kolesterol pada tikus (Rattus novergicus) jantan galur wistar albino. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan desain penelitian Post Test Only Control Groupyang menggunakan 24 ekor tikus (Rattus novergicus) jantan, galur wistar albino, berumur 2-3 bulan, yang terbagi menjadi 4 (empat) kelompok masing- masing berjumlah 6 ekor tikus. Kelompok kontrol (K) tidak diberikan paparan radiasi handphone. Kelompok perlakuan (P1) diberi paparan radiasihandphone 30 menit/hari, kelompok perlakuan 2 (P2) dengan paparan radiasi 60 handphonemenit/hari dan kelompok perlakuan 3 (P3) dengan paparan radiasi handphone 90 menit/hari selam 51 hari. Setelah dilakukan perlakuan selama 51 hari,darah diambil dari retro orbitalis dan kadar malondialdehid diperiksa dengan metode Thiobarbituric Reactive substances (TBARs) dan kadar kolesterol di ukur dengan metode Cholesterol Oxidase-Peroksidase Aminoantipyrine Phenol (CHOD—PAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar malondialdehid kelompok K ialah 2,376 nmol/ml, kelompok P1 2,890 nmol/ml, kelompok P2 3,306 nmol/ml, kelompok P3 3,800 nmol/ml. Rerata kadar kolesterol kelompok kontrol (K) 77,816 mg/dl, kelompok perlakuan 1 (P1) 71,350 mg/dl, kelompok perlakuan 2 (P2) 71,173 mg/dl dan kelompok perlakuan 3 (P3) 70,916 mg/dl.Pada analisa data didapatkan kadar malondialdehid dan kadar kolesterol tikus p < 0,05 berarti ada perbedan bermakna antar kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh lama paparan radiasi handphone terhadap kadar malondiladehid dan kadar kolesterol tikus jantan Rattus novergicus galur Wistar Albino.
Gambaran Intensitas Kebisingan di Wahana Bermain Indoor di kota Padang Dolly Irfandy; Dwininta Alfathika; Dolly Irfandy; Ade Asyari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.812

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan. Wahana bermain indoor merupakan salah satu tempat yang memiliki intensitas kebisingan yang tinggi sehingga dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rerata gambaran bising di beberapa titik di wahana bermain indoor di kota Padang, apakah kebisingan tersebut masih dalam batas aman atau tidak, serta mengetahui profil pengunjungnya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang dilaksanakan pada bulan November 2017-April 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 30 orang responden dan pengukuran intensitas kebisingan yang dilakukan di 15 titik di tiga lokasi wahana bermain indoor yaitu Fun Station Basko Grand Mall, Zone 2000 Plaza Andalas, dan Trans Studio Mini Transmart. Pengukuran intensitas kebisingan dilakukan menggunakan Sound Level Meter merek Tenmars TM-102. Hasil penelitian menunjukkan intensitas kebisingan rerata dari masing-masing wahana bermain yaitu Fun Station Basko Grand Mall sebesar 91,67 dB, Zone 2000 Plaza Andalas sebesar 91,58 dB, dan Trans Studio Mini Transmart sebesar 91,594 dB. Intensitas kebisingan rerata di tiga tempat tersebut melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk tempat rekreasi, yaitu sebesar 70 dB. Mesin permainan dengan intensitas kebisingan tertinggi di Zone 2000 dan di Trans Studio Mini adalah hockey, sedangkan di Fun Station adalah mesin Go Go Doggy.
PATOGENESIS HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI Rika Yandriani; Yerizal Karani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.844

Abstract

Apabila jantung menghadapi suatu beban hemodinamik maka ia akan melakukan kompensasi terhadap beban hemodinamik tersebut dengan cara: (1) menggunakan mekanisme Frank-Starling untuk meningkatkan formasi kontraksi, (2) meningkatkan massa otot jantung untuk menghadapi extra load dan (3) mengaktifkan mekanisme neurohormonal untuk meningkatkan kontraktilitas. Hipertrofi karena beban hemodinamik dapat berupa hipertrofi adaptif (fisiologis) atau hipertrofi maladaptif (patologi). Pola hipertrofi yang terjadi bisa konsentrik maupun eksentrik. Patogenesis terjadinya hipertrofi ventrikel kiri patologis karena adanya stimulasi primer berupa regangan mekanik jantung dan atau faktor neurohumoral yang akan diterjemahkan di dalam sel sebagai perubahan biokimia yang mengaktifkan messenger kedua (cytosolic) dan ketiga (inti) yang bekerja pada inti sel, mengatur transkripsi dan seterusnya menentukan ekspresi gen yang menginduksi hipertrofi ventrikel kiri. Hipertrofi ventrikel kiri patologis dapat mengalami peralihan menjadi gagal jantung disebabkan oleh disfungsi diastolik, disfungsi sistolik ataupun keduanya.
Keinginan Berhenti Merokok Pada Pelajar Perokok Berdasarkan Global Youth Tobacco Survey di SMK Negeri Kota Padang Sulastri Sulastri; Deddy Herman; Eryati Darwin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.803

Abstract

Remaja menjadi salah satu pengguna rokok dengan prevalensi yang terus meningkat hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang juga berkaitan dengan kepribadian dan lingkungan remaja. Berdasarkan Factsheet Global Youth Tobacco Survey di Indonesia memaparkan 4 dari 5 orang perokok berkeinginan untuk berhenti merokok. Banyak perokok menyadari risikonya dan termotivasi untuk berhenti merokok, namun mengalami kesulitan untuk berhenti merokok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keinginan berhenti merokok pada pelajar SMK Negeri di kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian potong lintang. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 166 orang siswa perokok SMK Negeri di Kota Padang pada tahun 2018 dengan menggunakan kuesioner Global Youth Tobacco Survey, berbahasa Indonesia. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pelajar perokok di SMKN kota Padang adalah 43,10%. Sebagian besar perokok adalah laki-laki. Sebanyak 43,40% siswa mulai merokok pada usia pada kelompok usia 14-15 tahun. Sekitar 64,45% berkeingian untuk berhenti merokok. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kurang dari separuh siswa di sekolah tersebut merupakan perokok. Ditemukan sebagian kecil siswa perempuan pernah mencoba rokok dan usia terbanyak mulai merokok adalah usia 14-15 tahun. Sebagian besar pelajar perokok berkeinginan untuk berhenti merokok.
Profil Pasien Periodik Paralisis Hipokalemia Di Bangsal Saraf RSUP DR M Djamil Gunawan Septa Dinata; Yuliarni Syafrita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.835

Abstract

Hipokalemia Periodik Paralisis (HKPP) adalah sindroma kelemahan dan kelumpuhan otot yang langka yang terkait dengan hipokalemia. Kelemahan bervariasi dari kelemahan ringan sampai kelumpuhan total. Serangan membaik secara spontan dan pulih dalam waktu 3-36 jam. Fungsi kognitif dan sensorik tetap baik dan refleks tendon dalam mungkin akan berkurang atau tidak ada. Kami melaporkan 10 kasus pasien dengan Periodik Paralisis Hipokalemia di bangsal Saraf DR M Djamil Padang. Laporan kasus ini menggambarkan karakteristik klinis dan laboratorium pasien periodik paralisis dan untuk mencari etiologi dan terapi lebih lanjut. dilakukan pemeriksaan kadar kalium serum, kreatinin serum dan hitung leukosit pada pasien dengan periodik paralisis di bangsal saraf RSUP DR M Djamil Padang, dari periode Juli 2013 – September 2014. Diagnosis Periodik Paralisis ditegakkan berdasarkan temuan fisik dan laboratorium. Data yang dikumpulkan untuk diproses dan ditabulasikan secara manual. Jenis kelamin wanita sebanyak sembilan orang dan pria satu orang. didapatkan rerata umur 32.5 ± 9.16, berdasarkan hasil pemeriksaan kadar kalium darah didapatkan nilai minimum kalium tidak terukur (50%) dan nilai maksimum 2.1 mmol/L, dan rerata hitung leukosit 19.820 ± 8.579. Sebagian besar pasien periodik paralisis yang dirawat di bangsal Saraf RSUP DR M Djamil masuk dengan keluhan klinis tetraparese dengan kadar kalium yang tidak terukur dan hitung leukosit yang meningkat.
FAKTOR RISIKO PASIEN NEFROPATI DIABETIK YANG DIRAWAT DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Harie Satria ES; Eva Decroli; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.794

Abstract

Diabetes melitus yang tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi kronik, baik mikrovaskuler maupun makrovaskuler. Penyakit akibat komplikasi mikrovaskular yang dapat terjadi pada pasien diabetes yaitu retinopati dan nefropati diabetik. Nefropati Diabetik adalah komplikasi diabetes melitus pada ginjal yang dapat berakhir sebagai gagal ginjal. Penyakit ginjal (nefropati) merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran faktor risisko yaitu tekanan darah, glukosa darah dan kadar lipid pada penderita diabetes melitus tipe II di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2013. Metode yang digunakan adalah deskriptif retrospektif dengan desain cross sectional terhadap 37 sampel pasien diabetes melitus tipe II yang dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2015 di bagian rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang. Subjek penelitian ini adalah sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian dan kemudian disajikan dalam tabel distribusi dan frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 70,3% pasien nefropati diabetik mengalami hipertensi. Gambaran glukosa darah pasien nefropati diabetik didapatkan bahwa sebesar 70,1% pasien nefropati diabetik memiliki glukosa darah sewaktu yang cukup tinggi ( >200 mg/dl). Gambaran kadar lipid darah pasien nefropati diabetik didapatkan sebesar 94,6% pasien nefropati diabetik mengalami dislipidemia.
HUBUNGAN INFEKSI HUMAN PAPILOMA VIRUS TERHADAP TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI DI RSIA SITI HAWA PADANG Fiona Dewanti; Andani Eka Putra; Bobby Indra Utama
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.826

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan dimulai. KPD merupakan komplikasi yang cukup umum dari kehamilan dan menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas perinatal, serta menimbulkan komplikasi pada ibu. Salah satu faktor resiko penyebab KPD adalah adanya infeksi yang berasal dari ibu, dan penyebab infeksi pada wanita diantaranya adalah HPV. HPV merupakan salah satu penyebab terjadinya infeksi menular seksual. Wanita hamil memiliki resiko tinggi terkena infeksi HPV, karena selama kehamilan terjadi perubahan fisiologis dan imunologi dari sistem imun dan bisa saja dapat merubah replikasi dari virus HPVPenelitian ini merupakan studi analitik dengan desain case control, yaitu untuk mengetahui hubungan infeksiHPV terhadap terjadinya Ketuban Pecah Dini di RSIA Siti Hawa Padang. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling, yaitu setiap pasien yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan kedalam subjek penelitian sampai jumlah sampel tercukupi, yaitu sebanyak 50 sampel.Hasil penelitian didapatkan tidak terdapat infeksi HPV pada kelompok kasus dan kontrol. Analisa statistik dengan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi HPV dengan kejadian KPD (P>0,05).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi HPV dengan kejadian KPD di RSIA Siti Hawa. Diharapkan untuk penelitian berikutnya melakukan penelitian lanjutan tentang infeksi dari bakteri lain, virus, dan jamur penyebab terjadinya KPD.
ANALISIS FAKTOR KUALITAS PELAYANANTERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN RSUD DR. ACHMAD DARWIS Rensiner Rensiner; Vivi Yanti Azwar; Abdi Setya Putra
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.817

Abstract

RSUD Dr. Achmad Darwis merupakan rumah sakit Kelas C di Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah ditetapkan sebagai PPK BLUD. Setelah empat tahun proses pengembangan, masih terdapat keluhan pasien yang ditemukan bahwa masih kurangnya pelayanan, salah satunya pelayanan rawat jalan, diantaranya proses pendaftaran yang rumit dan lama, dokter yang sering terlambat masuk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Darwis. Penelitian ini menggunakan metode campuran model sequential explanatory, yaitu dengan menggabungkan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Secara berurutan. Teknik sampel secara purposive sampling, sebanyak 110 sampel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menyatakan puas pada pelayanan perawat di poliklinik rawat jalan, apotik dan pelayanan dokter. Sedangkan untuk pelayanan diloket pendaftaran serta sarana prasarana di poliklinik rawat jalan sebagian besar responden menyatakan kurang puas. Dari hasil wawancara mendalam faktor penyebab permasalahan, diantaranya pelayanan di loket pendaftaran yang lama, keterlambatan kedatangan dokter di poliklinik dan kenyamanan di ruang tunggu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati dan bukti fisik dengan kepuasan pasien di Poliklinik rawat jalan RSUD Dr. Achmad Darwis. Variabel yang paling berpengaruh adalah kualitas pelayanan perawat. Saran perbaikan lebih ditujukan terhadap peningkatan sistem pelayanan di poliklinik rawat jalan dan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM serta renovasi gedung pelayanan di poliklinik rawat jalan.
Deteksi Risiko Tinggi Kehamilan Pada Pelayanan ANC Terpadu di Puskesmas Bendo Kabupaten Kediri Wahyu Nuraisya
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.808

Abstract

Berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia antara lain adalah melalui pelayanan antenatal terpadu yang diberikan kepada ibu hamil secara berkala selama masa kehamilan. Pelayanan kesehatan pada ibu hamil tidak dapat dipisahkan dengan pelayanan persalinan, pelayanan nifas dan pelayanan kesehatan bayi baru lahir. Setiap kehamilan mempunyai risiko mengalami penyulit atau komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi risiko tinggi kehamilan pada pelayanan Ante Natal Care (ANC) terpadu. Jenis penelitian ini ialah cross sectional study prospektif terhadap populasi ibu hamil yang melakukan ANC terpadu di Puskesmas Bendo. Pelaksanaan penelitian pada bulan Agustus 2015. Subjek adalah semua populasi. Pengumpulan data observasi menggunakan Kartu Skor Puji Rochyati (KSPR) dan studi dokumentasi hasil pemeriksaan ANC, laboratorium dan pemeriksaan umum. Hasil penelitian mendapatkan 51 responden yang terdiri dari sebagian besar responden (63%) mengalami kehamilan berisiko tinggi (skor 6-10) dan sebagian kecil (37%) berisiko rendah (skor 2-6), sebagian besar (67%) mengalami penyulit dan sebagian kecil (33%) normal. Sebagian besar (80%) penyulit ditemukan pada saat ANC terpadu dan sebagian kecil (20%) kasus yang lama. Temuan masalah kehamilan sebagian besar (55%) kasus obstetrik, 25% kasus medis dan 20% termasuk keduanya. Deteksi risiko tinggi penting dalam ANC terpadu. Deteksi risiko tinggi harus dilakukan secara sinergis dengan serangkaian pemeriksaan sebagai deteksi masalah atau penyakit. Intervensi yang baik dapat membantu ibu hamil dalam proses persalinan.
Diagnosis dan Tatalaksana Klaudikasio Intermiten Nani Nani; Masrul Syafri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.840

Abstract

Klaudikasio intermiten adalah ketidaknyamanan otot ekstremitas bawah yang dirasakan saat latihan dan hilang dengan istirahat dalam 10 menit. Pasien akan merasakan kelelahan otot, sakit atau kram pada saat aktivitas. Klaudikasio intermiten merupakan gejala yang paling sering muncul pada penyakit arteri perifer. Proses atherosklerosis merupakan penyebab dasar munculnya klaudikasio intermiten. Diagnosis klaudikasio intermiten ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan ABI, dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti DUS, CTA, MRA, dan DSA. Penatalaksanaan klaudikasio intermiten terdiri dari optimalisasi kontrol faktor resiko dan gejala. Pilihan terapi untuk meredakan gejala terdiri dari terapi non invasif (dengan latihan dan obat-obatan) dan terapi invasif (revaskularisasi). Sampai saat ini masih terdapat perdebatan efektifitas antara terapi invasif dan terapi non invasif.

Page 61 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue